SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1821 research outputs found

    PENERAPAN STUDY TOUR DENGAN BUS MALANG CITY TOUR (MACYTO) UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN MATERI PERANG KEMERDEKAAN DI MALANG PADA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 4 MALANG

    No full text
    RINGKASANFurzaen, Rahmatika Afifah. 2019. Penerapan Study Tour dengan Bus Malang City  Tour (Macyto) untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Perang  Kemerdekaan di Malang pada Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Malang. Skripsi,  Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.  Pembimbing: Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Kata Kunci: Study tour, Bus Macyto, Pemahaman Materi, Sejarah Lokal Malang. Proses pembelajaran sejarah masih terdapat berbagai permasalahan. Salah satunya yaitu keterbatasan ruangan yang membuat sekolah menerapkan sistem moving class. Sistem moving class ini berdampak pada proses pembelajaran sejarah yakni peserta didik menjadi kurang fokus, mudah bosan, dan kurang nyaman dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mengalami kesulitan dalam memahami materi strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman Sekutu dan Belanda. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti menemukan solusi dengan menerapkan study tour dengan menggunakan bus Malang City Tour (Macyto). Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) Bagaimana penerapan study tour dengan bus Malang City Tour (Macyto) pada kelas XI IPS 2 di SMA Negeri 4 Malang; (2) Bagaimana penerapan study tour dengan bus Malang City Tour (Macyto) dapat meningkatkan pemahaman materi perang kemerdekaan di Malang pada kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Malang.  Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas, dengan model Kurt Lewin dengan rincian komponen yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini menggunakan satu siklus dengan tindakan study tour dengan Bus Macyto sebagai wahana transportasi sejarah yang ada di Kota Malang. Penelitian ini hanya menggunakan satu siklus disebabkan hasil penelitian sudah mengalami peningkatan secara signifikan namun juga terkait pertimbangan administrasi dan waktu yang terbatas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman materi yang mencakup hasil pengetahuan. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil rata-rata kelas semula dari 57 menjadi 86. Persentase ketuntasan klasikal pada pra penelitian adalah 3% kemudian meningkat menjadi 88,23%. Pada pemberian tindakan, peserta didik yang tuntas berjumlah 30 dari 34 orang. Peningkatan pemahaman materi sejarah lokal Malang sebelum dan sesudah tindakan menunjukkan persentase sebesar 85,23%. Tindakan pelaksanaan penelitian menunjukkan rata-rata sebesar 86 atau 88,23%. Hal ini menjadi bukti bahwa penerapan Study Tour dengan Bus Macyto berhasil menyelesaikan masalah yang dihadapi.  SUMMARYFurzaen, Rahmatika Afifah. 2019. Implementation of Study Tour with Malang City  Tour Bus (Macyto) to Increase Material Understanding about Independence War in Malang for Students in Class of XI IPS 2 in Public Senior High School of 4 Malang. Thesis, Department of History, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Supervisor: Dr. R. Reza Hudiyanto, M.Hum. Keywords: Study tour, Macyto Bus, Understanding Material, Local History of  Malang. There are various problems in learning process of history. One of them is the limited space that makes schools implement a moving class system. This moving class system has an impact on the learning process of history where students become less focused, easily bored, and less comfortable during learning process, thus students have difficulty in understanding the material of strategies and forms of struggle of Indonesian nation in facing the threat of the Allies and the Netherlands. Based on these problems, researcher found a solution by implementing study tour using the Malang City Tour Bus (Macyto). The formulation of problems of this study were (1) How to implement the study tour with Malang City Tour Bus (Macyto) in Class of XI IPS 2 in Public Senior High School of 4 Malang; (2) How could the implementation of study tour with Malang City Tour Bus (Macyto) increase the material understanding about independence war in Class of XI IPS 2 in Public Senior High School of 4 Malang. This study used a classroom action research approach, with the Kurt Lewin model with detailed components, which were planning, action, observation, and reflection. This study used one cycle with the action of study tour with Macyto Bus as historical transportation vehicle in Malang. This study only used one cycle because the results of the study had experienced significant increase but also related to administrative considerations and limited time. The results of this study indicated an increase in material understanding that included the result of knowledge. This could be proven from the average results of the class from 57 to 86. The percentage of classical completeness in pre-study was 3% then increased to 88.23%. In giving action, 30 out of 34 students were complete. Increasing the material understanding about local history of Malang after the action shown a percentage of 85.23% compared to before. The action of conducting research was shown an average of 86 or 88.23%. This was proof that the implementation of Study Tour with  Macyto Bus successfully resolved the problems faced

    Pengembangan Bahan Ajar Booklet Berbasis Sejarah Lokal Tentang Perjuangan Letnan Muda Choiroel Hoeda (1945-1946) untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IIS 2 MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Lamongan

    No full text
    Keberhasilan proses pembelajaran akan tercapai apabila seluruh komponen saling bekerjasama untuk mencapai tujuan dengan ditunjang oleh pengelolaan yang baik. Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah bahan ajar. Berdasarkan wawancara dengan guru matapelajaran sejarah di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Lamongan didapatkan bahwa hambatan seorang guru dalam mengajar adalah keterbatasan bahan ajar, serta keterbatasan buku-buku penunjang lainnya selain buku paket yang disediakan oleh sekolah dan juga LKS yang digunakan oleh siswa. Terkait dengan KD 3.6 kelas XI yaitu menganalisis peran tokoh-tokoh nasional dan daerah dalam memperjuangankan kemerdekaan Indonesia, Peneliti memilih materi tentang perjuangan tokoh daerah yang ada di Lamongan yaitu peran perjuangan Lenan Muda Choiroel Hoeda karena dirasa materi tersebut menarik untuk dikembangkan karena tidak begitu di kenal masyarakat dan oleh pihak pengajar di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Lamongan juga menyarankan untuk menggunakan materi tersebut. Berdasarkan wawancara kepada siswa kelas XI IIS 2 MA Ma’arif 17 Lamongan didapatkan bahwa sedikit siswa yang mengetahui sejarah dari tokoh tersebut dan belum ada buku atau bahan ajar yang menjelaskan sejarah dari Letnan Muda Choiroel Hoeda. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk berupa bahan ajar booklet berbasis sejarah lokal tentang perjuangan Letnan Muda Choiroel Hoeda untuk pembelajaan sejarah siswa kelas XI IIS 2 MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Lamongan. Pengembangan ini didasarkan pada permasalahan yang ditemukan oleh peneliti saat melakukan observasi dan wawancara. Implikasi dari tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk melihat keefektifan produk yang telah dibuat. Model pengembangan yang digunakan untuk mengembangkan bahan ajar booklet berbasis sejarah lokal yaitu model pengembangan Borg & Gall yang terdiri dari beberapa tahap yaitu (1) Reseacrh and Informating Collecting, (2) Planning, (3) Develope preliminary from of product, (4) Preliminary field testing, (5) Main product revision, (6) Main field testing, (7) Operation product revision, (8) Operational field testing, (9) Final product revision, (10) Dissemination and implementtion. Melalui penelitian yang dilakukan di MA Ma’arif 17 Tarbiyatus Shibyan Lamongan maka diperoleh persentase penilaian dari validator ahli materi sebesar 76,66% tergolong dalam kriteria layak, dan untuk validator media/bahan ajar diperoleh persentase sebesar 96,36% tergolong dalam kriteria sangat layak. Angket respon siswa pada uji coba produk kelompok kecil diperoleh hasil persentase sebesar 90,83% tergolong dalam kriteria sangat layak, dan untuk angket respon siswa pada uji coba produk kelompok besar diperoleh persentase sebesar 94,77% tergolong dalam kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari persentase tersebut, dapat dikatakan bahwa produk booklet berbasis sejarah lokal dengan muatan materi tentang perjuangan Letnan Muda Choiroel Hoeda sangat valid dan layak digunakan sebagai bahan ajar dalam proses pembelajaran sejarah dalam kelas. Akan tetapi, masih banyak kekurangan-kekurangan yang dapat dikoreksi lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

    PERAN ORDO SANTA URSULA DALAM BIDANG PENDIDIKAN DI MALANG (1900-1942)

    No full text
    ABSTRAKSirait, Ivo Febrian. 2019. Peran Ordo Santa Ursula dalam Bidang Pendidikan di Malang (1900-1942). Skripsi. Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum.,(II) Dr. Blasius Suprapta, M.Hum.Kata Kunci: peran, pendidikan, Ordo Santa UrsulaOrdo Santa Ursula merupakan salah satu dari kongregasi Katolik yang berkarya di bidang pendidikan. Ordo Santa Ursula memulai karya di Indonesia dari Batavia, lalu menyebar di beberapa wilayah, salah satunya adalah di wilayah Malang. Kongregasi ini merupakan pionir pendidikan Katolik di Malang.Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: (1) latar belakang kedatangan Ordo Santa Ursula di Malang, dan (2) peran Ordo Santa Ursula dalam bidang pendidikan di Malang (1900-1942).  Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi pemilihan topik, heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini merupakan penelitian historis, pengumpulan sumber dilakukan secara kualitatif dengan menekankan pada studi kepustakaan.Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diketahui bahwa (1) latar belakang kedatangan Ordo Santa Ursula di Malang dikarenakan mereka ingin menyediakan fasilitas pendidikan di Malang, dan dikarenakan faktor kemanusiaan yang muncul akibat keadaan masyarakat Malang pada tahun 1900 masih minim lembaga pendidikan untuk anak, khususnya sekolah pendidikan Kristiani, serta (2) peran Ordo Santa Ursula dalam bidang pendidikan di Malang dapat dibagi menjadi tiga yaitu peran dalam lingkup formal, gereja, dan masyarakat. Tiga peran ini memiliki pengaruh terhadap perkembangan Ordo Santa Ursula di Malang, yang bisa dilihat dari peningkatan jumlah siswa di tahun 1900-1942, serta hubungan yang baik antara Ordo Santa Ursula dengan masyarakat.  ABSTRACT Sirait, Ivo Febrian. 2019. The Role of Saint Ursula Order in the Field of Education in Malang (1900-1942). Thesis. Department of History, Faculty of Social Science, State University of Malang. Advisors: (I) Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum.,(II) Dr. Blasius Suprapta, M.Hum.Key Words: role, education, Saint Ursula OrderSaint Ursula Order is one of the Catholic congregations that works in the field of education. Saint Ursula Order began their work in Indonesia from Batavia, then they spread to several regions, one of which is Malang. This congregation is the pioneer of Catholic education in Malang.This study aims to explain: (1) the historical background of Saint Ursula Order, and (2) the role of Saint Ursula Order in the field of education in Malang (1900-1942).This study uses historical research methods which include topic selection, heuristics, criticism, interpretation, and historiography. This study is a historical research, the collection of sources is done qualitatively by emphasizing the study of literature.Based on the results of data analysis that has been done, it is known that (1) the background of the arrival of the Saint Ursula Order in Malang because they want to provide educational facilities in Malang, and due to humanity factors that arise due to the condition of the people of Malang in 1900 there are still minimal number of education institutions for children, specifically the Christian education school, and (2) the role of Santa Ursula Order in the field of education in Malang can be divided into three, namely the role in the formal scope, the church, and the community. These three roles influent the development of the Saint Ursula Order in Malang, which can be seen from the increase in the number of students in 1900-1942, as well as the good relationship between the Saint Ursula Order and the community.  &nbsp

    DINAMIKA TEATER HAMPA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 1989-2015

    No full text
    DINAMIKA TEATER HAMPA INDONESIA UNIVERSITAS NEGERI MALANG TAHUN 1989-2015 Abdul Harits Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected] ABSTRAK   Kata kunci : Dinamika, Eksistensi, Teater Hampa Indonesia Seni pertunjukan khususnya teater muncul di Indonesia tidak lepas dari teater didaerah yang tersebar. Teater traditional menjadi dasar munculnya teater transisi dan teater modern hingga saat ini. di Indonesia, teater berkembang dan mulai tersebar keberbagai daerah dan menghasilkan sebuah komunitas teater. Kota Malang menjadi salah satu daerah dari banyak daerah di Indonesia yang menjadi pusat proses munculnya teater di jawa timur. Teater Mlarat merupakan teater pertama di kota Malang yang menjadi dasar dari munculnya komunitas teater baik kampus maupun non-kampus di kota Malang. Di kota Malang mempunyai  Perguruan Tinggi yang menjadi tempat proses belajar seni teater salah satunya Universitas Negeri Malang. Teater Hampa Indonesia adalah komunitas teater kampus, didirikan sebagai tempat belajar teater bagi mahasiswa seluruh fakultas di Universitas Negeri Malang. Teater Hampa Indoensia mengalami proses kemajuan dan kemunduran baik di kekaryaan maupun di keorganisasian sebagai komunitas teater kampus yang setiap tahun mengalami proses pergantian anggota/pengurus. Keberadaan Teater Hampa Indonesia sebagai komunitas yang masih aktif dibidang teater telah diakui di Indonesia, baik dari prestasi ke ikut sertaan festival yang telah didapatkan mapun menjaga keeksistensiannya dengan melakukan pertunjukan setiap tahunnya. Tidak hanya kelanacaran melaksanakan roda organisasi, hadirnya konflik disebuah organisasi menjadi bukti adanya dinamika dan keberadaan organisasi tersebut.   ABSTRACT   Keywords: Dynamics, Existence, “Teater Hampa Indonesia” Performing arts, especially theater, appear in Indonesia, not separated from the theater in scattered areas. Traditional theater forms the basis of the emergence of the transition theater and modern theater to this day. in Indonesia, the theater developed and began to spread to various regions and produced a theater community. Malang City became one of the regions of many regions in Indonesia which became the center of the process of the emergence of theater in East Java. “Teater Mlarat”is the first theater in Malang which is the basis of the emergence of the theater community both campus and non-campus in Malang. In Malang city, it has a university which is the place for the process of  learning theater arts, one of them is State University of  Malang . “Teater Hampa Indonesia” is a campus theater community, established as a theater learning place for students of all faculties in State University of  Malang . “Teater Hampa Indonesia” experienced a process of progress and setbacks both in the workplace and in the organization as a campus theater community which every year experienced a process of changing members / administrators. The existence of the “Teater Hampa Indonesia” as a community that is still active in the field of theater has been recognized in Indonesia, both from its achievements to participating in the festivals that have been obtained and maintaining its existence by performing every year. Not only is the organization running the wheel of organization, the presence of conflict in an organization is evidence of the dynamics and existence of the organization

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INTERAKTIF BERBASIS APPY PIE TENTANG SITUS MAKAM SUNAN PRAPEN UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X MAN 1 GRESIK

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan berupa bahan ajar interaktif berbasis Appy Pie tentang situs makam Sunan Prapen serta untuk mengetahui kelayakan dan efektifitas produk dari segi kualitas maupun kuantitas tampilan fitur-fitur yang ada di dalamnya. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data berupa observasi, wawancara, angket, dan lembar tes yang dianalisis secara kualitatif maupun kuantitatif. Hasil penelitian uji coba pemakaian menunjukkan perolehan sebesar 91,15%, sehingga dapat disimpulkan bahwa bahan ajar ini layak untuk digunakan

    PENGEMBANGAN E-BOOKLET MATERI SEJARAH TENTANG PEMBERONTAKAN DI/TII TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X TKJ 2 DI SMKN 1 KEPANJEN

    No full text
    PENGEMBANGAN E-BOOKLET MATERI SEJARAH TENTANG PEMBERONTAKAN DI/TII TERHADAP PEMERINTAH INDONESIA UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X TKJ 2 DI SMKN 1 KEPANJENNadifa Chuzaima , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang 65145Email : Sayadifa3gmail.com ABSTRAKPenelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk media pembelajaran dan menguji efektivitas penggunaan produk pada peserta didik kelas X TKJ 2 di SMKN 1 Kepanjen. E-Booklet, merupakan media pembelajaran berbasis elektronik (tidak cetak). Penggunaan media E-Booklet cukup praktis. Media pembelajaran E-Booklet memuat materi mengenai pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia. DI/TII merupakan salah satu pemberontakan yang pernah terjadi di Indonesia, atas dasar ingin mendirikan negara sendiri. Metode yang digunakan ialah milik sugiyono. Uji coba dilaksanakan sebanyak dua kali yakni, uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Dari hasil validasi hingga uji coba, menunjukkan kriteria kelayakan untuk produk E-Booklet. Kata Kunci : Pengembangan, E-Booklet, DI/TII,  Kelas X TKJ 2, SMKN 1 KepanjenABSTRACTThis research and development aims to produce a learning media product and test the effectiveness of product use in class X TKJ 2 students at SMK 1 Kepanjen. E-Booklet, is an electronic (non-print) based learning media. The use of E-Booklet media is quite practical. E-Booklet learning media contains material about DI / TII rebellion against the Government of Indonesia. DI / TII is one of the rebellions that has occurred in Indonesia, on the basis of wanting to establish its own country. The method used is owned by Sugiyono. The trial was conducted twice, namely, small group trials and large group trials. From the results of validation to trial, indicate the eligibility criteria for E-Booklet products. Keywords : Development, E-Booklet, DI / TII, Class X TKJ 2, SMK 1 Kepanjen PENDAHULUAN Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktifitas belajar mengajar yang dilakukan oleh pendidik dengan cara menjelaskan pada siswa tentang gambaran kehidupan masyarakat masa lampau yang menyangkut peristiwa-peristiwa dan memiliki arti khusus (Juraid, 2006:99). Terlepas dari penjelasan mengenai definisi pembelajaran sejarah, nyatanya masih saja terdapat argumen yang mengatakan bahwa pelajaran sejarah merupakan pembelajaran yang membosankan. Hal tersebut juga diungkapkan oleh (Ali,2005:1) bahwa pada umumnya orang berpendapat jika mata pelajaran sejarah adalah salah satu mata pelajaran yang tidak penting (tambahan).Peneliti menemukan beberapa temuan mengenai pembelajaran sejarah di SMKN 1 Kepanjen. Olivia Inggrit merupakan salah satu peserta didik kelas X TKJ 2 di SMKN 1 Kepanjen. Ia mengungkapkan bahwa pembelajaran sejarah di kelas membosankan, karena terlalu monoton dan juga banyak mencatat. Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru mata pelajaran sejarah di SMKN 1 Kepanjen yakni Bapak Wahyu Ilman P.K,.S.Pd, diketahui bahwa media pembelajaran yang sering digunakan dalam pembelajaran sejarah di kelas ialah PowerPoint. Sementara beliau menyampaikan bahwa, sarana dan prasaran di SMKN 1 Kepanjen sudah cukup memadai, namun beliau mengungkapkan bahwa kurang adanya media pendukung dalam pembelajaran sejarah.Dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan, kemudian peneliti berinisiatif untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai salah satu penunjang pembelajaran di kelas. Media pembelajaran yang dipilih ialah E-Booklet. E-Booklet merupakan sebuah penyajian media pembelajaran yang dikemas dengan format elektronik dan disajikan melalui perangkat elektronik. Menurut Satmoko (2006:2) menyatakan bahwa Booklet adalah sebuah buku kecil yang memiliki paling sedikit lima halaman tetapi tidak lebih dari empat puluh delapan halaman diluar hitungan sampul. Pemilihan E-Booklet didasarkan atas kemajuan teknologi informasi, sehingga memudahkan pengguna untuk mengaplikasikannya.Materi yang disajikan dalam media E-Booklet ialah Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia. Menurut Dijk (1995:83) mengungkapkan bahwa gerakan Darul Islam (DI) didirikan oleh Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo pada tanggal 7 Agustus 1949. Gerakan ini bertujuan untuk menjadikan Republik Indonesia sebagai negara Islam. Peristiwa DI/TII sendiri juga terjadi cukup lama dan juga melibatkan beberapa daerah di Indonesia. Hal ini tentu membuat keadaan Indonesia menjadi tidak kondusif. Dari sini lah kemudian peneliti menjadikan materi DI/TII sebagai materi yang temuat di dalam E-Booklet. Karena peristiwa yang terjadi cukup lama, dan juga menggoncangkan ibu pertiwi. Adapun penelitian terdahulu yang telah dilakukan. Untuk  meminimalisir terjadinya kesamaan, peneliti akan melihat perbandingan antara penelitian terdahulu dan penelitian ini. Pertama milik Alvida Septianingrum, 2018, Pengembangan Media Booklet Biografi KH. Badris Salam Sebagai Tokoh Lokal Penyebar Ajaran Islam Daerah Wates Dalam Menunjang Pembelajaran Sejarah Islam di SMAN 1 Wates. Pendidikan Sejarah, Universitas Negeri Malang. Persamaan penelitian ini ialah pada pemilihan bahan ajar yakni booklet.  Sementara perbedaan terletak pada bahan ajar yang berbentuk cetak dan elektronik, objek penelitian, pembahasan dan juga dalam segi penyajiannya.Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini ialah menghasilkan media pembelajaran E-Booklet materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia, serta menguji efektivitas penggunaan media pembelajaran E-Booklet pada peserta didik kelas X TKJ 2 di SMKN 1 Kepanjen. METODE Penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah suatu proses atau langkah-langkah untuk mengembangkan suatu produk baru atau menyempurnakan produk yang telah ada yang dapat dipertanggung jawabkan (Sukmadinata,2007:164). Tujuan adanya penelitian dan pengembangan adalah, untuk menambah inovasi, menggali kreatifitas serta menciptakan hal baru khususnya dalam dunia pendidikan. Penelitian dan pengembangan ini ditujukan untuk mengembangkan sebuah produk media pembelajaran berupa E-Booklet dengan materi pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia. Subjek dari penelitian dan pengembangan ini ialah peserta didik kelas X TKJ 2 di SMKN 1 Kepanjen.Adapun langkah-langkah yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan ini ialah, langkah-langkah milik (Sugiyono,2008:289) sebagai berikut,1)Potensi dan Masalah,2)Mengumpulkan Informasi,3)Desain Produk,4)Validasi Desain,5)Perbaikan Desain,6)Uji Coba Produk,7)Revisi Produk,8)Uji Coba Pemakaian,9)Revisi Produk, dan10)Produksi Massal.Kemudian dari 10 langkah-langkah milik Sugiyono, kemudian peneliti memodifikasinya menjadi 9 langkah-langkah penelitian dan pengembangan yakni,1)Potensi dan Masalah,2) Pengumpulan Data,3)Desain Produk,4)Validasi Produk,5)Revisi Desain,6)Uji Coba Produk,7)Revisi Produk,8)Uji Coba Pemakaian, dan9)Revisi dan Penyempurnaan.Media pembelajaran E-Booklet materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia, divalidasi oleh tim ahli yang berkompeten pada bidangnya. Materi mengenai Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia divalidasi oleh Bapak Dr. Dewa Agung Gede Agung,.M.Hum selaku Dosen Sejarah, Universitas Negeri Malang. Sementara untuk media E-Booklet divalidasi oleh Ibu Lutfiyah Ayundasari,.S.Pd,.M.Pd, selaku Dosen Sejarah Universitas Negeri Malang. Validasi juga dilakukan oleh guru mata pelajaran sejarah di SMKN 1 Kepanjen yakni Bapak Wahyu Ilman P.K,.S.Pd. Uji coba produk dilakukan sebanyak 2 kali, dengan rincian 7(tujuh) orang peserta didik pada uji coba kelompok kecil dan 29 orang peserta didik pada uji coba kelompok besar di kelas X TKJ 2.Instrumen pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan angket. Observasi dilakukan secara langsung oleh peneliti saat melaksanakan KPL di SMKN 1 Kepanjen.Wawancara dilakukan peneliti secara terstruktur kepada beberapa pihak seperti guru mata pelajaran sejarah dan juga peserta didik. Selain observasi dan wawancara, peneliti juga menyebarkan angket. Angket digunakan untuk mengetahui penilaian dari responden, seperti tim ahli dan juga peserta didik. Terdapat pula angket mengenai hasil belajar peserta didik sebelum dan sesudah menggunakan media pembelajaran E-Booklet.Teknik analisa data yang digunakan yakni teknik analisis data kuantitaif dan kualitatif. Data kualitatif diperoleh dari kritik dan saran yang diberikan oleh tim ahli, maupun peserta didik. Sementara data kuantitatif diproleh dari adanya perhitungan pada angket yang telah disebar kepada tim ahli, guru mata pelajaran sejarah dan peserta didik. adapun rumus yang digunakan dalam perhitungan kualitatif yakniP=X/Xi×100%Keterangan : P  = Skor hasil uji dalam bentuk %X  = Jawaban responden dalam satu unsur penilaianXi  = Jumlah skor maksimal dalam satu unsur penilaian100%  = KonstantaSetelah melakukan perhitungan dengan menggunakan rumus tersebut, maka akan menunjukkan hasil dari kelayakan produk E-Booklet. Adapun tabel kriteria kelayakan menurut (Arikunto,2012:312)Tabel 1.1 : Kriteria penentuan validasi produkPresentase  Kualifikasi  Kriteria76%-100%  Sangat Valid  Tidak Revisi51%-75,99%  Cukup Valid  Dapat digunakan dengan Revisi Kecil26%-50,99%  Tidak Valid  Kurang layak digunakan0%-25,99%  Sangat Tidak Valid  RevisiSumber : Arikunto (2012:312) HASIL Validasi produk dilakukan oleh tim ahli, yang tentunya berkompeten pada bidangnya. Terdapat indikator-indikator penilaian di dalam angket validasi. Tujuan dilakukannya validasi untuk menilai kelayakan dari produk E-Booklet. Setelah produk dinyatakan layak oleh tim ahli, maka dilakukanlah uji coba produk, baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Berikut merupakan hasil yang diperoleh baik dari validasi tim ahli, maupun uji coba produk.Validasi Materi, dilakukan oleh Bapak Dr. Dewa Agung Gede Agung,.M.Hum. Terdapat 12 butir pertanyaan yang tersedia di dalam angket.  Berdasarkan penilaian oleh validator materi, materi mengenai Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia mendapatkan skor keseluruhan sebesar (x) 44 dari skor maksimal (xi) 48.Validasi Media dilakukan oleh Ibu Lutfiyah yundasari,.S.Pd,.M.Pd. Terdapat 18 pertanyaan yang tersedia di dalam angket. Berdasarkan penilaian oleh validator media pembelajaran E-Booklet mendapatkan skor keseluruhan (x) sebesar 70 dari skor maksimal (xi) 72.Validasi oleh Guru Mata Pelajaran Sejarah. Hasil validasi juga diperoleh dari Bapak Wahyu Ilman P.K selaku Guru mata pelajaran Sejarah di SMKN 1 Kepanjen. dari hasil validasi tersebut diperoleh skor keseluruhan sebesar (x) 47 dari skor maksimal (xi) 48.Uji Coba Kelompok Kecil, dilakukan pada kelas X TKJ 2 dengan jumlah 7 orang peserta didik. Hasil uji coba produk menunjukkan skor keseluruhan sebesar (x) 368 dari skor maksimal (xi) 420. Terdapat 15 butir pertanyaan di dalam angket kelayakan tersebut.Uji Coba Kelompok Besar, dilakukan dengan skla peserta didik yang lebih banyak yakni 29 orang peserta didik dari kelas X TKJ 2. Dari pengisian angket yang telah disediakan, diperoleh skor keseluruhan (x) sebesar 1457 dari skor maksimal (xi) 1620.Hasil Pre-test dan Post-test. Pre-test dan Post-test dilakukan untuk menguji kefektifan produk E-Booklet. pelaksanaan Pre-test yakni sebelum dibagikannya media E-Booklet, sementara pelaksanaan Post-test dilakukan setelah menggunakan media E-Booklet. Terlihat peningkatan yang signifikan antara hasil pre-test dan hasil post-test. Setelah menggunakan medi E-Booklet nilai peserta didik mulai melampaui KKM (75).Revisi ProdukSetelah melakukan validasi dan uji coba produk, terdapat beberapa kritikan dan saran yang diberikan oleh tim ahli maupun peserta didik. Revisi dilakukan untu memperbaiki produk E-Booklet. Adapun masukan yang diberikan oleh beberapa pihak yakni,Pertama, saran yang diberikan oleh Bapak Dr. Dewa Agung Gede Agung,.M.Hum terkait materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia, yakni 1)Perkaya dengan gambar berdasarkan buku-buku referensi, 2)Gambar jangan diletakkan di bagian belakang setelah materi (agar memudahkan peserta didik dalam memahami materi beserta gambar). Kedua, saran diberikan oleh validator media yakni Ibu Lutfiyah Ayundasari,.S.Pd,M.Pd. terdapat beberapa masukan yang diberikan pada media pembelajaran E-Booklet yakni, 1)Perhatikan kesalahan penggunaan huruf kapital dan 2)Perbaikan cover (cover kenapa peta Indonesia horizontal, saran perbaiki cover). Ketiga, saran diberikan oleh Bapak Wahyu Ilman P.K,.S.Pd, selaku guru mata pelajaran sejarah di SMKN 1 Kepanjen. Adapun masukan yang diberikan ialah, 1)Riwayat hidup tokoh DI/TII di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan belum dijelaskan secara rinci, sehingga kelengkapan materi tiap sub bab materi kurang konsisten, 2)Secara keseluruhan materi sudah baik, untuk jangka panjang dan 3)Materi dapat dilengkapi menjadi bab yang utuh, yang mencakup seluruh materi KD 3.9. PEMBAHASAN Analisis Data Validasi Ahli Materi Validasi materi dilakukan oleh ahli materi yakni Bapak Dr. Dewa Agung Gede Agung,.M.Hum. Pada tanggal 22 Februari 2019, materi “Upaya Pemberontakan DI/TII dinyatakan layak setalah adanya revisi dengan beberapa catatan yakni,a. Perkaya dengan gambar berdasarkan buku-buku referensi. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui bahwa skor yang diperoleh peneliti ialah (X) 44, sementara skor maksimalnya ialah (Xi) 48. Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui hasil dalam bentuk presentase dengan menggunakan rumus analisis data kuantitatifP=X/Xi 100%P=44/48 100%P=92%Dari hasil perhitungan yang telah dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa hasil penilaian validasi ahli materi menunjukkan angka (HU%) 92%.  Jadi dari hasil presentase tersebut, menunjukkan kategori sangat valid (layak) dalam segi materiAnalisis Data Validasi Ahli Media Setelah melakukan validasi materi, dan materi dinyatakan layak, maka dilanjutkan dengan adanya validasi media. Penilaian media E-Booklet dilakukan oleh validator media yakni Ibu Lutfiyah Ayundasari,. S.Pd,.M.Pd. Pada tanggal 18 Maret 2019, kemudian terdapat saran dan masukan untuk perbaikan produk yakni,a. Perhatikan huruf kapitalb. Cover diperbaikiBerdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, diketahui bahwa skor yang didapatkan peneliti ialah (X) 70 dan skor maksimal tiap item pertanyaan ialah (Xi) 72. Kemudian dilakukan perhitungan untuk mengetahui skor dalam bentuk presentase, berikut merupakan rumus yang digunakan untuk melihat kelayakan suatu produk, P=X/Xi 100%P=70/72×100%P=97,2%Dari hasil perhitungan yang telah dipaparkan di atas, dapat diketahui bahwa hasil penilaian oleh validasi ahli materi menunjukkan angka (HU%) 97,2%. Jadi dari hasil presentase tersebut, menunjukkan kategori sangat valid (layak) untuk digunakan dalam pembelajaran di kelasAnalisis Data Uji Coba Produk Kelompok Kecil Uji coba produk kelompok kecil dilakukan pada tanggak 4 April 2019, dengan jumlah 7 (tujuh) peserta didik. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya diketahui hasil keseluruhan responden yakni (X) 368 dari hasil skor maksimal yakni (Xi) 420. Dari kedua perolehan tersebut kemudian dilakukan perhitungan. Rumus hitung tersebut digunakan untuk mengetahui hasil uji coba produk dalam bentuk presentase, yang nantinya juga dapat menentukan kriteria kelayakan dalam suatu produk. Berikut merupakan rumus mengelolah data keseluruhanP=X/Xi 100%P=368/420×100%P=87,6%Jadi hasil perhitungan dari dan i ialah 87,6%. Menurut kriteria kelayakan uji produk pada tabel 3.5 menunjukkan kriteria sangat valid (layak). Dengan demikian, produk E-Booklet materi DI/TII dapat ditindaklanjuti dan dijadikan sebagai media pembelajaran di kelas.Analisis Data Uji Coba Produk Kelompok BesarUji coba produk selanjutnya yakni, uji coba dalam skala yang lebih besar. Uji coba kelompok besar dilaksanakan pada tanggal 11 April 2019. Dalam uji coba kelompok besar dilakukan pada kelas yang sama yakni X TKJ 2, SMKN 1 Kepanjen. Jumlah peserta didik yang digunakan ialah 27 orang peserta didikBerdasarkan perhitungan yang telah dilakukan sebelumnya, dapat diketahui skor keseluruhan responden yang didapat ialah (X) 1457 dari skor maksimal (Xi) 1620. Dari kedua skor tersebut, kemudian dilakukan perhitungan menggunakan rumus. Penghitungan tersebut dilakukan untuk mengetahui kelayakan produk E-Booklet materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia. Berikut merupakan rumus yang digunakan untuk menghitung hasil uji coba produk keseluruhan.P=X/Xi 100%P=1457/1620 100%P=89,93%Dari hasil perhitungan di atas, dapat diketahui skor keseluruhan yang diperoleh ialah (HU%) sebesar 89,93%. Menurut kriteria kelayakan (lihat tabel 3.5), perolehan 89,93% dinyatakan sangat valid(layak) tanpa perlu dilakukan revisi. Namun untuk memperbaiki produk agar lebih baik kembali, tetap dilakukan revisi, agar nantinya bena-benar baik untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Produk yang dikembangkan oleh peneliti adalah media pembelajaran E-Booklet dengan materi mengenai “ Pemberontakan DI/TII Terhadap Pemerintah Indonesia”. Materi tersebut sesuai dengan Kompetensi Dasar yang ada di jenjang SMK yakni 3.9 Mengevaluasi upaya bangsa Indonesia dalam menghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain, PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA,Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G30S/PKI. E-Booklet materi DI/TII ini ditujukan bagi peserta didik kelas X SMK.Media pembelajaran E-Booklet ini berjumlah 12 halaman, yang terdiri dari 10 halaman yang berisikan materi. Dalam penggunaanya, E-Booklet dapat digunakan secara offline melalui smarthphone. Peserta didik di SMKN 1 Kepanjen diperbolehkan untuk mengakses smartphone masing-masing dalam pembelajaran di kelas. Media pembelajaran E-Booklet ini sudah dalam bentuk aplikasi, jadi peserta didik hanya perlu mendownloadnya di smartphone masing-masingDalam penelitian dan pengembangan ini, peneliti menggunakan metode dan langkah-langkah milik Sugiyono. Adapun 10 langkah penelitian dan pengembangan milik sugiyono dimodifikasi oleh peneliti menjadi 9 langkah yakni, Langkah-langkah penelitian dan pengembangan milik Sugiyono kemudian dimodifikasi oleh peneliti menjadi 9 (sembilan) langkah yakni, 1) Potensi dan Masalah, 2) Pengumpulan data, 3) Desain Produk, 4) Validasi produk, 5) Revisi Desain, 6) Uji Coba Produk, 7)Revisi Produk, 8) Uji Coba Pemaiakan, 9) Revisi dan Penyempurnaan.Dalam penelitian dan pengembangan ini sudah melalui beberapa tahap, salah satunya uji validasi. Materi mengenai Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia di validasi oleh orang yang berkompeten pada bidangnya yakni Bapak Dr. Dewa Agung Gede Agung,.M.Hum. Beliau merupakan salah satu Dosen Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Hasil penilaian dari validator materi menunjukkan perolehan sebesar 92% dari skor keseluruhan responden (X) 44 dan skor maksimal (Xi) 48. Menurut kriteria kelayakan (lihat tabel 3.5) menunjukkan kategori sangat valid (layak).Dari hasil uji coba produk kelompok kecil menujukkan presentase sebesar 87,61%, dari perolehan skor keseluruhan (X) 368 dan skor maksimal (Xi) 420. Dalam uji coba kelompok kecil hanya menggunakan 7 (tujuh) orang peserta didik. Hasil dari uji coba kelompok besar menunjukkan presentase sebesar 89,93% dari perolehan skor keseluruhan (X) 1457 dan skor maksimal (Xi) 1620. Dari hasil penilaian uji coba produk baik kelompok kecil maupun kelompok besar menunjukkan kriterian sangat valid (layak) untuk digunakan dalam pembelajaran. SARANAdapun saran dalam penelitian dan pengembangan yakni sebagai berikut,Saran Pemanfaatan Dalam pemanfaatnya, media E-Booklet materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia, ditujukan kepada peserta didik kelas X jenjang SMK dan kelas XII di jenjang SMA. Materi Pemberontakan DI/TII terhadap Pemerintah Indonesia sesuai dengan KD. 3.9 Mengevaluasi upaya bangsa Indonesia dalam meghadapi ancaman disintegrasi bangsa antara lain PKI Madiun 1948, DI/TII, APRA, Andi Aziz, RMS, PRRI, Permesta, G30S/PKI. Media E-Booklet ini akan membantu guru dalam menyampaikan materi mengenai DI/TII. Dalam penggunaanya di kelas dapat memberikan variasi baru bagi guru sekaligus peserta didik.Saran Penyebaran Media pembelajaran E-Booklet dapat digunakan sebagai sumber belajar baru khusunya pada materi DI/TII. Dalam penyebarannya, media pembelajaran E-Booklet akan disebarluaskan pada guru mata pelajaran sejarah di SMKN 1 Kepanjen. Selain itu, media pembelajaran E-Booklet akan disebarluaskan untuk kelas X di SMKN 1 Kepanjen.Saran Pengembangan Produk Lebih LanjutDalam hasil uji coba produk¸media pembelajaran E-Booklet menunjukkan kriteria layak untuk digunakan dalam pembelajaran. Namun terdapat beberapa kekurangan dan masukan yang diberikan. Dalam hal pengembangan, media E-Booklet dapat dikembangkan dengan lebih baik lagi dari segi tampilan dan kemasan. Selain itu, materi dalam media pembelajaran E-Booklet dapat lebih bervariasi kembali, menyesuaikan dengan kebutuhan peserta didik dan pendidik dalam menyampaikan materi di kelas. DAFTAR RUJUKAN Ali, R. Moh. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta : LkiS.Arikunto, Suharsimi. 2012. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta : PT Rineka Cipta.Dijk, C Van. 1995. Darul Islam : Sebuah Pemberontakan cet IV. Jakarta : PT Anem Kosong Anem.Juraid,Abdul Latif. 2006. Manusia Filsafat dan Sejarah. Palu Selatan : Bumi Aksara.Satmoko, S & Astuti, Harini T. 2006. Pengaruh Bahasa Booklet Pada Peningkatan Pengetahuan Peternak Sapi Perah Tentang Inseminasi Buatan di Keluarahan Nongkosawit, Kecamatan Gunungpati Kota Semarang. Jurnal Penyluhan. 2 (2) : 79 – 82. (Online)  http://journal.ipb.ac.id/index.php/j

    Pengembangan Media History Timeline (Hisline) Berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional Bagi Siswa Kelas X SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung

    No full text
    PENGEMBANGAN MEDIA HISTORY TIMELINE (HISLINE)  BERBASIS APPY PIE MATERI PERGERAKAN NASIONAL BAGI SISWA KELAS X SMK NEGERI 3 BOYOLANGU TULUNGAGUNGMei Eka Anggraini Universitas Negeri Malang Jalan Semarang 5 Malang 65145Email: [email protected] AbstrakPenggunaan media pembelajaran sejarah pada dasarnya adalah untuk mempermudah siswa dalam memvisualkan suatu peristiwa, khususnya yang terkait dengan waktu. Salah satu keterkaitan waktu adalah materi Pergerakan Nasional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie serta menguji kelayakan dan efektifitas produk yang dihasilkan. Metode yang digunakan peneliti adalah model pengembangan dari Sugiyono. Analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini telah teruji kelayakanya dengan kategori sangat layak dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran sejarah. Hal ini terlihat dari hasil validasi dari ahli materi dan media menunjukkan persentase sebesar 90%. Hasil uji coba yang dilakukan kepada kelompok kecil menunjukkan persentase sebesar 95,8%. Hasil uji coba lapangan atau kelompok besar menunjukkan persentase 93,15%. Hasil implementasi menyebutkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TEI 2 pada pre test adalah 60,5 dan pada post test adalah 85,5. Sedangkan nilai rata-rata peserta didik kelas X TIT 3 pada pre test adalah 57,7 dan pada post test adalah 89,6 dengan demikian tujuan dari penelitian dan pengembangan ini telah tercapai. Kata Kunci: media pembelajaran, history timeline, appy pie, pergerakan nasional. AbstractThe use of learning media for history subject is basically to make students visualize an event easily, especially those related to time. One of time correlation is material of National Movement. The purpose of this study was to develop media product of History Timeline (Hisline) based on Appy Pie and test the feasibility and effectiveness of the products produced. The method used by researcher was development model of Sugiyono. Data analysis used in this development research was data analysis qualitatively and quantitatively. This study result had been tested for its feasibility with category of very feasible and effective to be used as learning media for history subject. This could be seen from the validation results of material and media experts with percentage of 90%. The trial result that conducted on small group had the percentage of 95.8%. The trial result that conducted on large group had the percentage of 93.15%. The implementation result shown that pre-test average value of students in class X-TEI 2 was 60.5 and post test average value was 85.5. While the pre-test average value of students in class X-TIT 3 was 57.7 and post test average value was 89.6, thus, the purpose of this research and development was achieved. Keywords: learning media, history timeline, appy pie, national movement. Pendidikan mempunyai arti yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Hal ini terlihat dengan pendidikan, manusia mampu mempersiapkan suatu aktivitas untuk menjadi sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. Hasil pendidikan dimaksudkan untuk memperbaiki dan meningkatkan mutu kehidupan manusia, sehingga manusia menjadi lebih bermartabat (Soemanto, 2006:165). Melalui pendidikan berbagai aspek kehidupan dapat dikembangkan melalui proses belajar dan pembelajaran. Pendidikan di sekolah akan dinilai baik ketika dapat dilihat dari proses pembelajaranya. Dalam proses pembelajaran diharapkan supaya tercapainya indikator belajar yang menyeluruh. Untuk tercapainya indikator secara menyeluruh, dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran oleh para guru (Gafur, 2012:107). Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan menyiapkan media yang sesuai dengan karakteristik siswa. Seorang guru supaya mampu memilih media pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi kelas, sehingga kegiatan pembelajaran bisa berjalan secara maksimal. Dalam penggunaan media pembelajaran, guru supaya bisa menarik perhatian siswa sehingga siswa bisa menerima pembelajaran dengan baik.Menurut Sudjana & Rivai (2010:2) media pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran siswa, yang kemudian dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran di dalam kelas. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, peneliti melihat adanya masalah di kelas X TEI 2 dan X TIT 3 SMKN 3 Boyolangu terkait rendahnya hasil belajar. Berdasarkan data dari buku nilai siswa ditemukan permasalahan bahwa sebagian besar siswa kelas X TIT 3 dan X TEI 2 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung, hasil Ujian Tengah Semester (UTS) pada matapelajaran sejarah tergolong rendah dibandingkan dengan kelas X TIT dan X TEI lainnya. Kelas X TIT 3 terdapat 11 siswa tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 25 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 28, hal: 196). Kelas X TIT 3 terdiri dari 5 siswa perempuan dan 31 siswa laki-laki Sedangkan di kelas X TEI 2 terdapat 8 siswa yang tidak memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan 28 siswa yang nilainya memenuhi KKM (lihat lampiran 29, hal:197). Kelas X TEI 2 berjumlah 36 dengan siswa laki-laki. KKM matapelajaran sejarah yang diterapkan di SMK Negeri 3 Boyolangu adalah ≥ 75.Pada tanggal 1 Agustus 2018 dilakukan observasi awal penggunaan media pembelajaran sejarah untuk kelas X di SMK Negeri 3 Boyolangu. Observasi dilakukan di kelas X TIT 3 dan X TEI 2. Guru pengampu matapelajaran Sejarah Indonesia di kelas X TIT 3 dan X TEI 2 adalah Ibu Nita Ismawati, S.Pd. Pada observasi awal peneliti mengamati pembelajaran dengan melihat media apa saja yang pernah digunakan dalam pembelajaran sejarah. Berdasarkan hasil observasi ini diketahui bahwa guru tidak menggunakan media hal ini karena dari pihak sekolah hanya memberikan fasilitas papan tulis, spidol, dan speaker. Keterbatasan menggunakan media ini dikarenakan dari pihak sekolah hanya menyediakan LCD yang jumlahnya sangat terbatas. Dalam penyampaian materi Ibu Nita Ismawati, S.Pd hanya memanfaatkan papan tulis dan LKS. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS ini memiliki tujuan agar seluruh peserta didik dalam proses pembelajaran mampu menangkap materi yang disajikan. Kelebihan penggunaan papan tulis ini salah satunya untuk menarik peserta didik supaya fokus ke materi. Pemanfaatan papan tulis dan penggunaan LKS secara terus menerus memiliki dampak dan kekurangan yaitu banyak dari peserta didik yang merasa bosan dan kurang menarik perhatian siswa. Hal inilah yang menyebabkan sebagian peserta didik kurang antusias bahkan mengobrol dan ramai ketika pembelajaran sejarah sedang berlangsung.Pemanfaatan atau penggunaan media pembelajaran sebagai alat komunikasi untuk memotivasi belajar siswa, serta memperjelas informasi pengajaran dengan memberi tekanan pada bagian-bagian yang penting dan memberikan variasi dalam mengajar agar kemauan siswa dalam menerima materi pelajaran dapat terserap dengan baik. Permasalah diatas dapat diatasi dengan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran dapat membantu siswa lebih bersemangat dalam menerima materi pelajaran. Selain itu penggunaan media yang tepat dapat memperjelas pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. Oleh karena itu, peneliti bekerja sama dengan guru untuk melakukan tindakan dalam mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dengan menggunakan media yang tepat dalam pembelajaran sejarah.Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran dalam bentuk timeline. Penggunaan media timeline diharapakn dapat menimbulkan daya tarik sehingga dapat memotivasi siswa untuk senang belajar dan untuk memberikan hasil pembelajaran yang lebih baik. Media timeline ini diharapkan dapat memberikan pengalaman kepada siswa untuk memperjelas konsep-konsep abstrak serta mempertinggi daya serap belajar sehingga diharapkan materi dapat dengan mudah diterima oleh siswa. Pengembangan media timeline ini menggunakan program Appy Pie dengan alasan program ini memiliki fitur-fitur yang menarik. Media pembelajaran sejarah berupa History Timeline ini dikembangkan untuk mempermudah pembelajaran sejarah di SMKN 3 Boyolangu. Pengembangan media ini diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk membantu proses pembelajaran sejarah di kelas. Alasan pengembangan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie adalah daya tarik yang disampaikan, sehingga akan memudahkan pemahaman siswa dalam belajar sejarah. Pengembangan media pembelajaran ini diperuntukkan bagi siswa kelas X SMK dengan materi Pergerakan Nasional sesuai dengan K.D. 3.6 menganalisis dampak politik, budaya, sosial, ekonomi, dan pendidikan pada masa penjajahan bangsa Eropa, lahirnya pergerakan nasional dan peristiwa sumpah pemuda.Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk pengembangan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah dan untuk mengetahui bagaimana media History Timeline dalam pembelajaran sejarah materi Pergerakan Nasional kelas X SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Manfaat yang dapat diperoleh dari pengembangan media History Timeline ini bagi siswa adalah  dapat memperoleh hasil belajar yang baik dengan menggunakan media ini, selain itu diharapkan dapat meningkatkan daya tarik dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan media pembelajaran yang lebih bervariasi. Sedangkan bagi guru penelitian ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru bagi pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran sejarah. Hasil penelitian ini diharapkan bermanfaat untuk meningkatkan profesionalitas guru sejarah dalam memperkaya pengetahuan dan inovasi dalam proses pembelajaran sejarah di kelas, terlebih lagi dalam penggunaan media History Timeline berbasis Appy Pie pada matapelajaran sejarah. METODE Penelitian ini menggunakan model penelitian menurut Sugiyono. Menurut Sugiyono (2015:407) metode penelitian dan pengembangan atau research and development adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Metode penelitian dan pengembangan adalah cara ilmiah untuk meneliti, merancang, memproduksi dan menguji validitas produk yang telah dihasilkan. Adapun langkah-langkah pelaksanaan model pengembangan ini meliputi(1) potensi dan masalah,(2) pengumpulan data,(3) desain produk,(4) validasi desain,(5) uji coba pemakaian,(6) revisi produk,(7) uji coba produk,(8) revisi desain,(9) revisi produk, dan(10) produk massal.Uji coba produk pengembangan dilakukan kepada ahli materi, ahli media, dan siswa. Setelah diujikan lalu dilakukan revisi. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan wawancara dan angket. Wawancara digunakan untuk mengetahui kebutuhan dan karakteristik siswa sebagai pengguna media. Wawancara dilakukan kepada guru pengampu matapelajaran Sejarah dan siswa. Instrumen penelitian dan pengembangan ini menggunakan angket untuk penyempurnaan media pembelajaran. Angket terdiri dari data verbal dan data numerik. Angket berisi pernyataan tentang aspek-aspek yang berada dalam media pembelajaran Hisline.Setelah tahap uji coba produk berhasil dilakukan selanjutnya yaitu tahapan uji coba pemakaian. Tahapan uji coba dilakukan ketika tahap uji coba peoduk berhasil, baik dengan adanya revisi ataupun tidak. Uji coba pemakian “Media Pembelajaran History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie Materi Pergerakan Nasional” dilakukan pada lingkup yang lebih kecil atau kelompok kecil dan lingkup yang lebih luas atau kelompok besar. Tujuan uji coba pemakaian ini untuk mengetahui respon peserta didik terhadap media pembelajaran yang dikembangkan dan untuk mengetahui respon peserta didik terhadap produk melalui instrumen berupa angket. Adapun pengujian dalam kelompok kecil cukup menggunakan instrumen berupa angket sedangkan untuk pengujian pada kelompok besar ini dilakukan dengan membandingkan sebelum dan sesudah menggunakan media (Hisline) History Timeline berbasis Mobile Learning dengan menggunakan pre test dan post test. Adapun model penelitian dan pengembangan ini berpedoman dari Sugiono, yaitu sebagai berikut:O1 x O2(Sugiono, 2014:303)Keterangan:O1  = Nilai pret-estO2  = Nilai post-testX  = Perbandingan Penilaian ini digunakan dengan membandingkan hasil tes O1 dan O2. Apabila O2 bernilai lebih besar dari pada O1, maka media pembelajaran tersebut efektif. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab kemudian diisi dengan lengkap dikembalikan kepada peneliti. Instumen angket berupa lembar angket validasi yang diberikan kepada validator ahli materi, validator ahli media serta diberikan kepada siswa. Angket yang digunakan terdiri dari penilaian berupa pernyataan, kritik dan saran mengenai produk yang dikembangkan. Penilaian tersebut dianalisis melalui kriteria dan skor perhitungan sebagai berikut:Tabel 1. Skor Perhitungan Angket Kriteria Kode     SkorJika sangat setuju  SS  5Jika setuju  ST  4Jika ragu-ragu  RG  3Jika tidak setuju                TS  2Jika sangat tidak setuju  STS  1Sumber: Sugiyono (2016:166) Metode pengumpulan data yang digunakan untuk mengetahui validitas produk pengembangan yaitu metode kuesioner atau angket. Dalam penelitian ini kuesioner yang disusun dengan menyediakan pilihan jawaban sehingga responden tinggal memberi tanda (√) pada kolom yang telah disediakan. Pengumpulan data dari tes berupa pemberian soal pre test dan post test kepada peserta didik bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas pembelajaran sebelum dan sesudah menggunakan produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie. Soal pre test terdiri dari 20 soal pilihan ganda dan soal post test yang terdiri dari 10 pilihan ganda dan 5 soal essay atau uraian.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah teknik analisis data secara kualitatif dan teknik analisis data secara kuantitatif. Teknik analisis data kualitatif dilakukan dengan cara mengumpulkan data verbal berupa catatan, komentar, kritik dan saran dari ahli materi dan media, menyeleksi data verbal dan menganalisis data dan merumuskan kesimpulan analisis sebagai dasar revisi.Teknik analisis data kuantitatif menggunakan skor yang didapat dari angket validasi ahli materi dan ahli media serta angket dari peserta didik. Adapun rumus yang digunakan dalam teknik analisis data kuantitatif dalam produk media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie menurut Arikunto (2004:19) dalam mengolah data angket dibagi menjadi dua, mengolah data per item dan mengolah data secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut.a. Rumus mengolah data per item  Keterangan: P  : PresentaseX  : Jawaban dalam 1 itemX1  : Jawaban ideal dalam 1 item100%  : Konstanta b. Rumus mengolah data keseluruhan  Keterangan:  P   : PresentaseX   : Jawaban keseluruhanX1   : Jawaban keseluruhan skor dalam satu item100%   : Konstanta Setelah dihitung hasil validasinya, selanjutnya adalah meilihat kriteria tingkat validitas produk dengan suatu strandar kriteria yang telah dibuat. Adapun tabel kriterian dalam menentukan tingkat validitas produk dengan bepedoman pada kriteria yang dibuat Arikunto (2004:19) adalah sebagai berikut:Tabel 2 Kriteria Kelayakan Media PembelajaranRentangan Tingkat Persentase  Kriteria  Keterangan81% -100%  Valid  Dapat digunakan tanpa revisi61% - 80 %  Cukup Valid  Dapat digunakan dengan revisi kecil41% - 60%  Kurang Valid  Kurang layak digunakan≤ 40%  Tidak Valid  Tidak layak digunakan(Sumber: Arikunto, 2004:19) Berdasarkan tabel 2 di atas, maka dapat diperoleh keterangan bahwa produk dinyatakan valid dan tidak memerlukan revisi apabila nilai validasi ≥ 61%, sedangkan apabila nilai validasi ≤61% maka produk memerlukan revisi sebelum digunakan dalam pembelajaran. Data tes hasil belajar peserta didik digunakan untuk mengukur efektifitas media pembelajaran melalui perbandingan nilai tes yang didapat peserta didik kelas X TIT 3 dan X TEI 2 dari sebelum dan sesudah (pre test dan post test) penerapan media History Timeline (Hisline) berbasis Appy Pie dengan materi Pergerakan Nasional. Hasil tes digunakan untuk menganalisis efektifitas produk dan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa. Untuk mengolah data hasil tes, teknik analisis data yang digunakan adalah:1) Skor setiap peserta didikSkor setiap peserta didik diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:S =Keterangan :S  : Skor∑x  : Jumlah jawaban benar∑xi  : Jumlah soal100  : Konstanta2) Skor rata-rata Skor rata-rata diperoleh melalui rumus dari Arikunto (2012:299) sebagai berikut:

    PERSEPSI SISWA TERHADAP PERISTIWA G30S/PKI DALAM PEMBELAJARAN SEJARAHDI KELAS XII SMKN 11 MALANG

    No full text
    Proses pembelajaran sejarah materi peristiwa G30S/PKI yang bersifat kontroversi sangat diperlukan diajarkan kepada siswa. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan berpikir kritis serta menumbuhkan sikap nasionalisme pada siswayang dapat dilihat dari persepsi. Persepsi ini menjadikan salah satu faktor yang akan menunjang keberhasilan siswa dalam belajar.Fokus pembahasan dalam artikel ini adalah persepsi siswa terhadap peristiwa G 30 S/PKI kelas XII di SMKN 11 Malang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang dilakukan dengancara mencari data seputar fokus penelitian. Data yang diperoleh kemudian dipaparkan dan dianalisis untuk menjelaskan fokus penelitian. Hasil penelitian ini siswa sudah memiliki persepsi yang baik terhadap materi peristiwa G 30S/PKI. Hal,ini dapat dibuktikan dari hasil tiga komponen persepsi yaitu mengetahui, menginterpretasikan dan penilaian serta berdasarkan nilai ulangan harianpada aspek pengetahuan dengan rata-rata 80,63. Akan tetapi, siswa harus diberikan pemahaman lagi karena siswa masih belum mampu menjelaskan terkait versi-versi yang ada

    PENERAPAN MEDIA GOOGLE CLASSROOM UNTUK MENINGKATKAN KEAKTIFANSISWA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PADA KELAS XI IPS 1SMA NEGRI 10 MALANG

    No full text
    Abstrak Berdasarkan semua rekapitulasi dan analisis dari peneliti, penggunaan media google classroom sejarah ini dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas XI IPS 1 SMAN 10 Malang. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, maka peneliti memberikan masukan saran sebagai berikut: bagi pendidik sejarah, sebaiknya menggunakan media pembelajaran yang dapat mempengaruhi kualitas keberlangsungan proses belajar di kelas. Selanjutnya bagi lembaga pendidikan, hasil penelitian ini merupakan sebuah referensi yang dapat berguna maupun digunakan untuk menigkatkan kualitas pembelajaran di SMAN 10 Malang. Terakhir bagi penelitian selanjutnya, agar dapat lebih mengembangkan penelitian yang mengedepankan media dalam ruang lingkup yang lebih luas dan jangka waktu yang lama. Kata kunci: Media Googleclassroom, keaktifa

    WACANA NASIONALISME DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS KURIKULUM 2013

    No full text
    AbstrakKehadiran buku teks di lembaga pendidikan memiliki nilai ataupun ideologi tertentu yang ingin dipertahankan oleh negara. Terjadi pengintegrasian nilai-nilai dan ideologi dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah melalui buku teks pelajaran. Salah satu nilai yang ingin dipertahankan dalam buku teks Sejarah Indonesia adalah nilai nasionalisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan pendekatan metode analisi media, yakni analisi Framing yang dikembangkan oleh Robert Entman. Tujuan penelitian ini, mengetahui bagaimana negara menanamkan rasa nasionalisme melalui buku teks Sejarah Indonesia.Kata kunci: Buku Teks Sejarah Kelas XI, Nasionalisme, Framin

    0

    full texts

    1,821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇