SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1821 research outputs found

    WACANA NASIONALISME DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATAS

    No full text
     WACANA NASIONALISME DALAM BUKU TEKS SEJARAH KELAS XI SEKOLAH MENENGAH ATASSintiya Wahyu Handayani, Ari Sapto Universitas Negeri MalangEmail: [email protected] Abstrak                : Kehadiran buku teks di lembaga pendidikan memiliki nilai ataupun ideologi tertentu yang ingin dipertahankan oleh negara. Terjadi pengintegrasian nilai-nilai dan ideologi dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah melalui buku teks pelajaran. Salah satu nilai yang ingin dipertahankan dalam buku teks Sejarah Indonesia adalah nilai nasionalisme. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengunakan pendekatan metode analisi media, yakni analisi Framing yang dikembangkan oleh Robert Entman. Tujuan penelitian ini, mengetahui bagaimana wacana nasionalisme dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI. Kata kunci : Nasionalisme, Buku Teks Sejarah Indonesia,  Framing PendahuluanPendidikan sejarah adalah suatu wahana penting dalam pendidikan suatu bangsa. Suatu kenyataan yang tidak dapat dipungkiri banyak negara didunia ini yang menempatkan sejarah sebagai unsur penting  dalam dunia pendidikan mereka. Hal tersebut dikarenakan pendidikan sejarah memiliki fungsi strategis dalam mengembangkan jiwa dan karakter bangsa serta membangun bangsa kearah yang lebih baik (Hasan, 2010:1). Oleh karena, pendidikan sejarah merupakan suatu wahana penting untuk mengembangkan jiwa dan karakter, maka pendidikan sejarah dalam kurikulum 2013 didasarkan pada prinsip sebagai berikut,(1) pengetahuan masa lalu digunakan untuk mengenal dan memahami kehidupan masa kini dan membangun masa depan,(2) pengetahuan masa lampau dibangun atas dasar pemahaman dan analisis terhadap fakta sejarah, dikembangkan berdasarkan penerapan hukum kausalitas, perubahan dan kesinambungan (Hasan, 2014:21).Pendidikan sejarah mengembangkan jiwa dan karakter bangsa yang digali dari berbagai peristiwa sejarah yang dipenuhi unsur-unsur  nilai-nilai perjuangan, kegagalan, keberhasilan, kesalahan, keungulan dan semangat tidak terpatahkan untuk memperjuangkan suatu kebenaran yang dilakukan oleh tokoh sejarah, serta dari berbagai perbedaan yang ada pada tokoh-tokoh sejarah yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia dapat dimaknai untuk tidak mempermasalahkan adanya perbedaan itu (Umasih, 2018:6).Dari berbagai pendapat mengenai pendidikan sejarah dapat disimpulkan bahwa pendidikan sejarah memiliki tujuan sebagai wadah untuk mengembangkan pemahaman mengenai jati diri dan karakter bangsa,wadah untuk mengembangkan perilaku yang tercemin dari nilai-nila dan ideologi luhur dari berbagai jejak peristiwa sejarah, serta sebagai wadah untuk berpikir berorientasi pada masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Untuk mencapai tujuan tersebut, dibutuhkan suatu media ajar sebagai alat untuk menanamkan nilai-nilai dan ideologi tertentu. Media ajar tersebut adalah buku teks pelajaran. Hal itu dikarenakan buku teks merupakan bahan ajar sekaligus sumber belajar bagi siswa yang sering dijumpai.Buku teks memiliki keterkaitan yang erat dengan pembelajaran, hal tersebut dikarenakan salah satu fungsi dari buku teks yakni sebagai bahan referensi atau bahan rujukan oleh peserta didik. Kehadiran buku teks di lembaga pendidikan memiliki nilai ataupun ideologi tertentu yang ingin dipertahankan oleh negara. Oleh karenanya, terjadi pengintegrasian nilai-nilai dan ideologi dalam dunia pendidikan, khususnya pembelajaran sejarah melalui buku teks pelajaran. Pengintegrasian nilai dan ideologi dilakukan oleh negara dengan cara menyisipkan nilai-nilai dan ideologi yang dianut dalam buku teks pelajaran.Menurut Hasan (2014:28), dalam buku ajar mata pelajaran Sejarah Indonesia dan Sejarah terdapat kesamaan nilai-nilai yang dikembangkan Mata pelajaran Sejarah Indonesia mengembangkan nilai-nilai kepahlawanan, kepemimpinan, keteladanan, kebijakan, persatuan, nasionalisme,patriotisme, inspiratif, apresiasi, dan toleransi. Meski dalam buku ajar mata pelajaran Sejarah dan Sejarah Indonesia memiliki nilai-nilai yang sama untuk dikembangkan, tujuan dari kedua buku ajar tersebut berbeda, Sejarah Indonesia bertujuan untuk menanamkan nilai nasionalisme, cinta tanah air dan bangsa kepada siswa, sedangkan mata pelajaran Sejarah bertujuan untuk memberi bekal keilmuan sejarah dengan ilmu sosial lainnya yang cukup relevan (Umasih, 2018:5).Hal tersebut senada dengan pernyataan Foster (2014) bahwa, dalam buku teks tidak merepresentasikan kebenaran universal, tetapi kebenaran yang dipilih atau diseleksi untuk menumbuhkan rasa kebanggaan atas bangsa, identitas nasional, serta memori kolektif yang sama.Oleh karena itu, dalam buku teks dituliskan narasi sebagai berikut:It is evident that this narrow conception of history is particular attractive to nation states that, often through a centrally controlled history curriculum, wish to advance a singularity story of the past to ensure all citizen are bounded together by shared past and the perception of common future destiny. Accordingly, school history narratives often celebrate nation achievements, lionize national heroes and rejoice in national triumphs and military victory. School history textbook written to support national narrative also typically play down the contributions of other nation and often use expression such as “we”, “our” and “us”.Senada dengan Foster, Utami (2016:110) menyatakan, bahwa historiografi dalam buku teks bukanlah cerminan dari masa lalu, melainkan representasi dari realitas yang ditampilkan oleh penulisnya, dalam buku teks juga terdapat nilai-nilai dan ideologi tertentu yang ingin terus dikembangkan dan dilestarikan. Materi sejarah yang dituliskan pada buku teks Sejarah Indonesia merupakan produk intepretasi penulis serta dilandasi oleh tujuan-tujuan mata pelajaran sejarah yang bernaung pada kurikulum, dimana kurikulum merupakan produk negara untuk merumuskan tujuan pendidikan di Indonesia, hal tersebut menarik untuk dibahas mengenai bagaimana negara menanamkan rasa nasionalisme melalui buku teks Sejarah Indonesia.Analisis Framing yang dikembangkan oleh Robert Entman dipergunakan dalam dalam penelitian ini dikarenakan model analisis Robert Entman sesuai dengan tujuan dari penelitian ini untuk melihat adanya pengintegrasian nilai nasionalisme dengan cara menonjolkan aspek-aspek tertentu. Analisis framing dipakai untuk membedah cara-cara atau ideologi media saat merekonstruksi fakta. Analisis ini mencermati strategi seleksi, penonjolan dan pertautan fakta ke dalam berita agar lebih bermakna, lebih menarik, lebih berarti atau lebih diingat, untuk menggiring intepretasi khalayak sesuai prespektif penulis (Sobur, 2006:162).Menurut Eriyanto (2002:220), konsep framing oleh Entman, digunakan untuk mengambarkan proses seleksi dan penonjolan aspek tertentu dari realitas oleh media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada isu yang lain.Berdasarkan pemaparan tersebut, menarik untuk dibahas mengenai wacana nasionalisme dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI.  Dengan melakukan penelitian ini, peneliti berharap agar hasil temuan dijadikan pertimbangan dalam proses penulisan buku teks sudah memuat nilai-nilai nasionalisme secara proporsional tanpa adanya fanatisme yang berlebihan. MetodeJenis penelitian ini berupa penelitian kualitatif dengan mengunakan metode analisa teks media. Menurut Cresswell (2016:4), penelitian kualitatif,  yaitu penelitian dengan mengunakan metode-metode untuk mengeskplorasi dan memahami makna yang dianggap dari masalah sosial atau kemanusiaan. Penelitian kualitatif merupakan penelitian naturalistik atau natural setting karena penelitiannya dilakukan pada kondisi alamiah tanpa membawa objek keadalam laboratorium ataupun dalam kondisi yan diciptakan peneliti (Cresswell, 2016:248). Penelitian kualitatif  pada umunya digunakan untuk mendapatkan data kualitatif atau data yang mengandung makna mendalam.Pendekatan analisis framing memandang wacana sebagai semacam arena perang simbolik antara pihak-pihak yang berkepentingan dan pokok persoalan wacana masing-masing pihak yang menyajikan prespektif untuk memberikan pemaknaan terhadap suatu peristiwa agar diterima oleh khalayak. Analisis buku teks sejarah untuk SMA kelas XI dalam penelitian ini mengunakan pendekatan analisis framing Robert Entman. Tujuan dari analisis framing ini adalah untuk mengetahui horizon penulis dalam pengintegrasian nilai nasionalisme dalam materi Sejarah Indonesia dengan cara menyeleksi fakta dan menonjolkan aspek-aspek atau fakta-fakta tertentu. Dalam pelaporan hasil penelitian ini adalah mengembangkan deskripsi atau tema-tema yang berasal dari data penelitian, khususnya deskripsi atau tema yang mengandung beragam prespektif partisipan (Cresswell, 2016:273). Hasil penelitian dan pembahasanBuku teks mata pelajaran sejarah yang dianalisis pada penelitian ini, yakni buku siswa mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk kelas XI dengan nomor ISBN 978-602-427-123-7 (Jilid 2a) dan 978-602-427-123-7 ( jilid 2b). Buku teks tersebut merupakan buku teks yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, dan dapat diakses serta diunduh pada laman http://puskurbuk.kemendikbud.go.id.Pada buku teks mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk kelas XI yang ditulis oleh Sardiman AM, dan Amurwani, D.L, serta diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia dengan nomor ISBN 978-602-427-123-7 (Jilid 2a) dan 978-602-427-123-7 ( jilid 2b), terdiri atas 4 bab pada buku jilid 2a, serta 3 bab pada buku jilid 2b dengan rincian sebagai berikut: Tabel 1.1 Rincian isi buku teks mata pelajaran   Sejarah Indonesia untuk kelas XI (Jilid 2a)Bab  Subbab1. Antara Kolonialisme dan Imperialisme A.  Perburuan Mutiara dari Timur dan Perebutan HegemoniB. Kekuasaan Kongsi Dagang VOCC. Penjajahan Pemerintah Belanda2. Perang Melawan Kolonialisme dan ImperialismeA. Perang Melawan Hegemoni dan Keserakahan Kongsi DagangB. Perang Melawan Penjajahan Kolonial Belanda3. Dampak Perkembangan Kolonialisme dan ImperialismeA. Dampak dalam bidang politik- pemerintahan dan ekonomiB. Dampak dalam bidang sosial-budaya dan pendidikan4. Sumpah pemuda dan Jati diri keindonesiaanA. Latar Belakang Sumpah PemudaB. Sumpah Pemuda : Tonggak persatuan dan kesatuanC. Penguatan Jati Diri Keindonesiaan Tabel 1.1.1 Rincian isi buku teks mata pelajaran Sejarah Indonesia untuk kelas XI (jilid 2b)Bab Subbab5. Tirani Matahari TerbitA. Kedatangan Jepang ke IndonesiaB. Organisasi Pergerakan masa Pendudukan JepangC. Pengarahan dan Penindasan versus PerlawananD. Drama akhir sang tirani6. Indonesia MerdekaA. Dari Renggasdengklok hingga Pegangsaan TimurB. Terbentukknya Pemerintahan dan NKRIC. Proklamator dan Peran Tokoh Sekitar Proklamasi7. Revolusi Menegakkan Panji- Panji NKRIA. Tantangan Awal KemerdekaanB. Antara Perang dan DiplomasiC. Nilai- Nilai Kejuangan masa Revolusi Pada penelitian ini, terdapat 56 kutipan yang ditemukan dari keseluruhan isi materi pada buku teks Sejarah Indonesia kelas XI. Kutipan tersebut dianalisa mengunakan teknik framing yang dipopulerkan oleh Robert Entman. Berdasarkan analisis framing yang dilakukan menunjukkan bahwa upaya mengintegrasikan nilai-nilai nasionalisme dalam buku teks Sejarah Indonesia dilakukan dengan cara menonjolkan aspek-aspek dan fakta-fakta tertentu, yang dipaparkan sebagai berikut:(1) Problem identification dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI merupakan, penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing, (kolonial Belanda dan pendudukan Jepang menyebabkan kemiskinan, dan penderitaan pada rakyat Indonesia yang dipaksa untuk menjalani kebijakan-kebijakan yang dilakukan oleh penjajah demi memenuhi nafsu dan kejayaan negaranya. Karena penjajahan yang menyebabkan penderitaan yang dirasakan oleh rakyat Indonesia, maka terjadi banyak perjuangan perlawanan heroik yang dilakukan oleh rakyat Indonesia untuk mendapatkan kemerdekaan;(2) Causal interpretation dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI,  mengerucut pada penjajahan yang dilakukan oleh bangsa asing di Indonesia, kerapkali membuat kebijakan-kebijakan yang menyebabkan penderitaan rakyat Indonesia, serta melakukan berbagai tindakan yang kejam untuk mempertahankan kekuasaannya di Indonesia;(3) Moral evaluation pada buku Sejarah Indonesia kelas XI ini mengerucut pada pemberian label bahwa, penjajah seperti bangsa Belanda memiliki sifat yang serakah, licik, suka memaksakan kehendaknya untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya serta dalam setiap perundingan selalu melakukan pelanggaran dari hasil perundingan yang telah disetujui;(4) Treatmet recommendation mengerucut pada ditanamkannya nilai nasionalisme dengan membuat garis tegas antara pihak kita dengan mereka, sehingga menimbulkan perasaan akan musuh bersama, selain itu, dengan menarasikan mereka dengan cara perbandingan negatif akan menimbulkan perasaan anti asing pada diri peserta didik, karena semua yang asing dalam buku teks Sejarah Indonesia hampir keseluruhan dinarasikan secara negatif.Keterkaitan antara hasil analisa dengan adanya wacana nasionalisme dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI dapat dijelaskan sebagai berikut, Dari 56 kutipan yang telah dianalisis, kutipan tersebut ditelaah kembali untuk melihat adanya wacana nasionalisme. Berdasarkan analisis terhadap kutipan-kutipan ter-sebut terdapat berbagai cara yang dilakukan oleh penulis untuk mengintegrasikan nilai nasionalisme kedalam materi Sejarah Indonesia. Dari sebanyak 56 kutipan terdapat 21 temuan mengenai cara memunculkan nasionalisme dengan cara menciptakan “boundaries”, sedangkan nasionalisme yang dimunculkan dengan cara wacana perbandingan negatif terdapat 16 temuan, 13 temuan yang memunculkan nasionalisme yang ditanamkan dengan mengali nilai patriotisme serta keteladanan tokoh-tokoh pahlawan, 3 temuan yang memunculkan nasionalisme yang dianggap sebagai kebaktian mistis terhadap organisme sosial yang kabur, 9 temuan yang memunculkan nasionalisme keinginan merdeka secara politik, keselamatan dan prestise bangsa, 4 temuan yang memunculkan wacana nasionalisme dengan menarasikan sebagai suatu peristiwa kemenangan nasional, dan 1 temuan mengenai wacana nasionalisme yang dimunculkan melalui pers, serta 1 temuan mengenai wacana nasionalisme yang dewasa. SimpulanWacana nasionalisme yang tercermin dalam buku teks Sejarah Indonesia kelas XI  banyak dinarasikan dengan menciptakan batas-batas mengenai “mereka” dan “kita” serta menarasikan bangsa asing atau penjajah secara negatif. Upaya menamkan nilai nasionalisme,  penulis sering menarasikan bahwa seluruh rakyat Indonesia ikut berjuang dalam upaya melakukan perlawanan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia, peristiwa perlawanan tersebut selalu dinarasikan sebagai peristiwa yang heroik, menunjukkan nilai patriot dalam diri rakyat Indonesia. Selain itu, penulis menarasikan bahwa kemerdekaan Indonesia merupakan suatu peristiwa kemenangan nasional yang merupakan hasil perjuangan bangsa Indonesia sendiri tanpa adanya bantuan dari negara lain.Narasi yang demikian dimunculkan sebagai upaya menanamkan satu presepsi yang sama dalam diri peserta didik mengenai penjajahan yang dilakukan oleh mereka,  bangsa asing telah menyengsarakan kita, rakyat Indonesia, sehingga kita harus selalu waspada terhadap bangsa Asing sebagai upaya untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia. SaranPada penelitian ini, peneliti berharap pada para penulis buku teks Sejarah Indonesia agar terus melakukan penyempurnaan buku teks pelajaran Sejarah Indonesia. Hal tersebut, berkaitan dengan cara-cara untuk menyisipkan rasa nasionalisme dalam diri peserta didik, penulis diharapkan untuk dapat memberikan fakta-fakta yang berimbang agar peserta didik memiliki rasa nasionalisme yang dewasa, bukan nasionalisme yang buta. Sedangkan untuk para peserta didik, agar dapat lebih kritis dalam menyikapi fakta-fakta yang ditonjolkan oleh penulis pada buku teks pelajaran Sejarah Indonesia. Hal tersebut, dikarenakan dalam penulisan suatu buku Sejarah Indonesia, terdapat subjektifitas penulis dalam proses penulisan. Daftar RujukanCresswell, J.W. 2014. Research Design, Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approachs. Terjemahan Fawaid, A. & Rinayati K.P. 2016. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.Eriyanto. 2002. Analisis Framing : Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta : LkiS.Foster, S. 2014. Teaching controversial Issues in the Classroom : The exciting potential of disciplinary history. Dalam Mark Baildon., Loh Kah Seng., Ivy Maria Lim., Gul Inanc., & Junaidah Jaffar (Ed), Controversial History Education in Asian Contexts. London: Routledge.Hariyono. 2014. Ideologi Pancasila : Roh Progresif Nasionalisme Indonesia. Malang: Intrans Publishing.Hariyono. 2018. Pendidikan Sejarah Dan Karakter Bangsa: Sebuah Pengantar Dialog. Artikel disajikan dalam Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah, Jurusan Sejarah FISUM, Malang, 18 April 2018.Hasan, S. 2010. Problematika Pendidikan Sejarah, (Online), (http://www.file.upi.edu/Direktori/FPIPS/JUR._PEND._SEJARAH/194403101967101-SAID_HAMID_HASAN/Makalah/Beberapa_Problematik_Dalam_Pendidikan_Sejarah.pdf), diakses 20 Februari 2018.Hasan, S. 2014. Pendidikan Karakter Dalam Pendidikan Sejarah Kurikulum 2013.Artikel disajikan dalam Seminar Nasional Pendidikan Sejarah, APPS Cabang Jawa Timur, Malang, 27 Desember 2014.Sobur, A. 2006. Analisis Teks Media. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.Umasih. 2018. Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Dalam Mata Pelajaran Sejarah Berdasarkan Kurikulum 2013. Artikel disajikan dalam Seminar Nasional Penguatan Pendidikan Karakter Dalam Pembelajaran Sejarah, Jurusan Sejarah FISUM, Malang, 18 April 2018. Utami, I,W.P., & Aditiya, N. W. 2016. Wacana Bhineka Tunggal Ika Dalam Buku Teks Sejarah. Jurnal Paramita.26(1): 106-111.

    Pengembangan Media Pembelajaran Peta Tematik Analitik Historis “Persebaran Situs-Situs Hindu-Buddha (Candi) di Malang Raya Berbasis Software Lectora Inspire 16

    No full text
    Media pembelajaran adalah alat yang berguna untuk mempermudah suatu proses pembelajaran. Diharapkan dengan penggunakan media dalam pembelajaran membuat siswa bisa lebih tertarik dan bisa dengan mudah memahami maksud dari materi yang diajarkan. Selain itu dengan menggunakan media pembelajaran siswa bisa lebih mudah memvisualkan suatu peristiwa atau objek sejarah berupa situs Hindu-Budha (candi) yang ada di wilayah Malang raya. Diharapkan saat menggunakan media peta berbasis software lectora inspire 16  ini siswa bisa lebih mudah memahami materi yang disampaikan oleh guru. Menurut penuturan siswa kelas XI IIS 3 SMAN 1 Lawang dalam pelajaran sejarah guru jarang menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar. Hal ini yang mendasari peneliti untuk melakukan penelitian dan pengembangan media pembelajaran berupa media peta berbasis software Lectora inspire 16.  Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran berupa Peta Tematik Analitik Historis berbasis software Lectora Inspire dengan penyajian materi persebaran situs Hindu-Budha di Malang Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian dan pengembangan media pembelajaran peta ini, yaitu : (1) analisis, (2) desain, (3) pengembangan, (4) produksi, (5) penggabungan dan, (6) validasi.Pengembangan media yang dikembangkan ini setela melalui uji validitas yang dilakukan oleh ahli materi mendapat presentase nilai 70% dan dari ahli media mendapat presentase nilai 90%, dari kedua nilai tersebut media ini masuk dalam kategori valid dan sangat valid. Uji coba lapangan yang di lakukan di SMAN 1 Lawang mendapatkan presentase nilai sebesar 78%% dari uji coba kelas kecil dan mendapat presentase nilai 80,89% dari uji coba kelas besar. Berdasarkan hasil yang didapat baik dari uji validitas maupun uji lapangan media pembelajaran peta hystoris persebaran situs hindu-budha (candi) yang ada di wilayah Malang raya layak digunakan sebagai media pembelajaran di dalam kelas.Penelitian dan pengembangan media peta tematik analitik historis persebaran situs hindu-budha (candi) di Malang Raya di buat agar siswa kelas XI IIS SMA lebih tertarik untuk belajar sejarah, selain itu agar siswa bisa mengetahui dan memahami bahwa di sekitar wilayah mereka tinggal terdapat peninggalan sejarah. Penelitian dan pengembangan di lakukan agar nantinya media yang telah dikembangkan ini dijadikan media pembelajaran sejarah khususnya dalam materi KD. 3.1 Mengidentifikasi karakteristik kehidupan masyarakat, pemerintahan, dan kebudayaan pada masa kerajaan-kerajaan hindu-budha di indonesia dan menunjukan contoh bukti-bukti yang masih berlaku pada kehidupan masyrakat indonesia kini

    PELATIHAN DAN PENDISTRIBUSIAN GAJAH DI PUSAT KONSERVASI TAMAN NASIONAL WAY KAMBAS TAHUN 1985-2015

    No full text
    ABSTRAKTaman Nasional Way Kambas merupakan kawasan hutan lindung dan tempat konservasi hewan dan tanaman langkah yang hampir punah. Di dalam Taman Nasional Way Kambas memiliki unit kerja yang melakukan kegiatan pendidikan dan latihan satwa Gajah yaitu Pusat Latihan Gajah (PLG). PLG merupakan tempat Konservasi insitu Gajah Sumatra (Elephas Maximus Sumatranus). PLG juga melakukan pendistribusian atau pengiriman gajah-gajah ke derah-derah atau wilayah-wilayah di indonesia yang membutukan diantaranya di Solo, Kerinci, Bandung, dan Andalas Timber. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah. Dimana metode tersebut terdapat lima tahapan, yang diantaranya pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, peta, dan sumber lisan/wawancara), kritik (intern dan ekstern), interpretasi (analisis dan sintesis) dan historiografi. Hasil yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, perburuan gajah sumatra yang mulai terjadi sejak kedatangan bangsa kolonial menjadi suatu permasalahan yang terjadi hiangga sekarang, Gajah Sumatera (Elephas Maximus Sumatranus) saat ini berada dalam status Kritis (Critically Endangered) dalam daftar merah spesies terancam punah yang dikeluarkan oleh Lembaga Konservasi Dunia IUCN (International Union For Conservation Of Nature). Kedua, Pendirian pusat pelatihan gajah di Taman Nasional Way Kambas pada tahun 1985 merupkan upaya untuk melestraikan dan perlindungan gajah sumatra, didirikannya bertujuan untuk melatih gajah hasil tangkapan sampai bisa dikendalikan untuk menanggulangi gangguan gajah atau konflik dengan manusia. Ketiga, gajah setelah selesi mendapatkan pelatihan akan didistribusian atau dilakukan pengiriman ke lembaga-lembaga konservasi diseluruh indonesia yang membutuhkan.Kata Kunci: Gajah, Pelatihan, PendistribusianABSTRACTWay Kambas National Park is a protected forest area and an almost extinct conservation of animals and plants. Inside Way Kambas National Park has a work unit that conducts Elephant education and training activities, the Elephant Training Center (PLG). The PLG is a place for the conservation of the Sumatran Elephant Society (Elephas Maximus Sumatranus). The PLG also distributes or dispatches elephants to regions or regions in Indonesia that require them in Solo, Kerinci, Bandung, and Andalas Timber. The method used in this study is the historical method. Where the method has five stages, which include topic selection, heuristics (collecting written sources, photos, maps, and oral sources/interviews), criticism (internal and external), interpretation (analysis and synthesis) and historiography. The results that can be obtained from this study are as follows. First, the Sumatran elephant hunt that began to occur since the arrival of the colonial nation became a problem that is happening now, Sumatran Elephants (Elephas Maximus Sumatranus) are currently in Critically Endangered status on the red list of endangered species issued by the IUCN (International Union For Conservation of Nature) World Conservation Institute. Second, the establishment of an elephant training center in Way Kambas National Park in 1985 was an effort to orchestrate and protect Sumatran elephants, which was established aimed at training captured elephants until they could be controlled to cope with elephant disruption or conflict with humans. Third, elephants after receiving training will be distributed or sent to conservation institutions throughout Indonesia in need.Keywords: Elephant, Training, Distributio

    Pengembangan Media Pembelajaran Sejarah Digital Flipbook Berbasis Kvisoft Flipbook Maker pada Pokok Bahasan Kolonialisme dan Imperialisme di Indonesia untuk Kelas XI IIS MAN Kota Pasuruan

    No full text
    AbstrakPenelitian ini didasari oleh terbatasnya penggunaan media pembelajaran sejarah pada matapelajaran sejarah dengan pokok bahasan kolonialisme dan imperialisme di Indonesia (Studi pada siswa kelas XI IIS di MAN Kota Pasuruan). Pengembangan pada media pembelajaran belum pernah dilakukan sebelumnya oleh guru matapelajaran Sejarah Indonesia, pembelajaran dengan memanfaatkan digital flipbook berbasis kvisoft flipbook maker diharapkan mampu untuk menarik perhatian siswa dalam kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran sejarah digital flipbook berbasis kvisoft flipbook maker pada pokok bahasan kolonialisme dan imperialisme di Indoneisa untuk kelas XI IIS MAN Kota Pasuruan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan versi Sugiyono dengan modifikasi, yaitu, (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain,(5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk uji coba, (8) uji coba pemakaian,(9) revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan dari proses validasi materi didapatkan prosentase validitas sebesar 94%, dari proses validasi ahli media didapatkan prosentase validitas 100%. Dari hasil uji coba pemakaian kelompok kecil didapatkan hasil efektifitas produk dengan prosentase 87% dengan jumlah 6 peserta didik sedangkan pada uji coba pemakaian kelompok besar sebesar 91% dengan jumlah 32 peserta didik. Sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran sejarah digital flipbook ini sangat valid dan sangan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran sejarah.Kata-kata kunci : media pembelajaran, kvisoft flipbook maker, kolonialismeAbstractthe study is based on the limited use of the historical learning media on historical subject of colonialism and imperialism in Indonesia (study on students of XI classes in MAN Kota Pasueuan). The development of the learning media has never been done before by an Indonesian history teacher, learning by exploiting the digital flipbook based kvisoft flipbook maker is expected to attrack students attention in learning activities. The goal of this study was to produce a media study of digital history flipbook based on kvisoft flipbook maker on the subject of colonialism and imperialism in Indonesia for a class of XI IIS MAN Kota Pasuruan. The method used in the study is Sugiyono’s version of research and development with modification, that is, (1) potential and problem, (2) data collection,(3) product design,(4) design validation,(5) application test, (6) product aplication test, (7) revision of test products, (8) application test, (9) product revision. Research shows from processed validation materials was obtained by 94% precentage, from the process of validating media experts 100% validity prosility obtained. The test result of small group applications was an effectiveness of a product with an 87% percentage of 6 learners while a larger group usage trial amounted to 91% with 32 learners. So that the flipbook digital history learning media is very valid and effective used in historical learning activities.Keywords : learning media, kvisoft flipbook maker, colonialis

    PERAN PROFAUNA DALAM KAMPANYE PELESTARIAN HUTAN DAN SATWA LIAR DI KOTA MALANG (1994-2014)

    No full text
    Manusia telah secara periodik mengesampingkan peran alam sebagai axis mundi dan cenderung melakukan eksploitasi alam. Di Indonesia, deforestasi terjadi secara terus menerus sehingga mengakibatkan rusaknya hutan yang berdampak pada lingkungan. Semakin berkurangnya hutan juga mengancam keberadaan satwa liar yang juga tengah mengalami ancaman perburuan dan perdagangan. Kurangnya kesadaran masyarakat serta pemerintah yang kurang serius menangani masalah-masalah tersebut semakin memperparah keadaan lingkungan di Indonesia. Hal tersebut kemudian menjadi latar belakang terbentuknya berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Indonesia yang mengampanyekan isu lingkungan, salah satunya adalah Profauna. Profauna merupakan LSM yang telah aktif melakukan kampanye dan advokasi pelestarian hutan dan satwa liar di Indonesia sejak tahun 1994 hingga sekarang. Profauna juga berusaha melibatkan masyarakat dalam menangani isu hutan dan satwa liar melalui edukasi dan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan. Profauna juga melakukan kampanye bagi masyarakat yang berada di wilayah yang tidak bersentuhan secara langsung bersentuhan dengan isu hutan dan satwa liar seperti yang dilakukan di Kota Malang. Kampanye Profauna di Kota Malang meliputi kampanye publik, edukasi, kampanye media sosial, mendirikan Petungsewu Wildlife Education Center (P-WEC), dan menginisiasi peringatan Hari Primata Indonesia pada tahun 2014. Kampanye yang dilakukan Profauna di Kota Malang berperan besar dalam meningkatkan pemahaman dan kesadaran yang mendorong munculnya kepedulian dan tindakan nyata dari masyarakat dalam upaya menjaga kelestarian hutan dan satwa liar. Kata Kunci: kampanye, hutan, satwa liar, lembaga swadaya masyarakat, organisasi lingkunga

    PENGARUH MEDIA VIDEO POWTOON TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA AFIRMASI SMA IMMANUEL BATU KELAS X IIS 1 TAHUN AJARAN 2018-2019

    No full text
    ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh media video powtoon terhadap hasil belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini kuantitatif eksperimen one group pretest postest dengan menggunakan aplikasi SPSS 21.0. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji hipotesis dimana nilai pretes dan posttest siswa pada hasil belajar memiliki thitung sebesar 29,502 sedangkan t tabel 0,2869 sehingga dapat dilihat bahwa t hitung lebih besar daripada t tabel dengan nilai signifikansi 0,0

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WEB BERBASIS SITUS PENINGGALAN PRASEJARAH DI TULUNGAGUNG UNTUK SISWA KELAS X IIS DI MAN 2 TULUNGAGUNG

    No full text
    Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran sejarah yang berbentuk web yang berbasis situs peninggalan prasejarah di Tulungagung serta mengetahui kelayakan produk web dari segi aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian dan tampilan serta manfaat. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, angket validasi, wawancara dan lembar tes yang dianalisis secara kuantitatif dan secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk media pembelajaran web layak digunakan dengan presentase kelayakan sebesar 97,67% yang dimana data tersebut diperoleh dari hasil uji coba pemakaian.

    FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 MOJOKERTO

    No full text
    Ringkasan Dalam era modern ini, sekolah memiliki peran ganda, selain untuk mencerdaskan peserta didik dengan materi yang diajarkan, sekolah juga dituntut untuk mampu memberikan pendidikan yang mengemukakan akhlak dan kepribadian peserta didik yang baik. Pendidikan karakter memilki 18 nilai yang baik untuk di implementasikan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai pendidikan karakter di MAN 2 Mojokerto serta menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi nilai pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Lokasi penelitian berada di MAN 2 Mojokerto, informan penelitian adalah kepala sekolah,waka kurikulum, guru sejarah 3 orang dan peserta didik 5 orang. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian kualitatif ini mendapatkan hasil bahwa MAN 2 Mojokerto telah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dan kehidupan sekolah. Serta ditemukan 5 faktor pendukung yaitu: sarana dan prasarana, finansial, pemberian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, dan motivasi guru dan peserta didik serta 3 faktor penghambat yaitu:waktu, lingkungan, dan jumlah dan sifat peserta didik. Kata Kunci :  implementasi, nilai pendidikan karakter, faktor pendukung, faktor penghambat

    FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 MOJOKERTO

    No full text
    RingkasanDalam era modern ini, sekolah memiliki peran ganda, selain untuk mencerdaskan peserta didik dengan materi yang diajarkan, sekolah juga dituntut untuk mampu memberikan pendidikan yang mengemukakan akhlak dan kepribadian peserta didik yang baik. Pendidikan karakter memilki 18 nilai yang baik untuk di implementasikan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai pendidikan karakter di MAN 2 Mojokerto serta menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi nilai pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif.  Lokasi penelitian berada di MAN 2 Mojokerto, informan penelitian adalah kepala sekolah,waka kurikulum, guru sejarah 3 orang dan peserta didik 5 orang. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian kualitatif ini mendapatkan hasil bahwa MAN 2 Mojokerto telah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dan kehidupan sekolah. Serta ditemukan 5 faktor pendukung yaitu: sarana dan prasarana, finansial, pemberian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, dan motivasi guru dan peserta didik serta 3 faktor penghambat yaitu:waktu, lingkungan, dan jumlah dan sifat peserta didik.Kata Kunci :  implementasi, nilai pendidikan karakter, faktor pendukung, faktor penghambat

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MELALUI PENGGUNAAN MEDIA MATA UANG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X AP SMK 1 TAMANSISWA KOTA PROBOLINGGO TAHUN AJARAN 2017-2018

    No full text
    Abstrak Pembelajaran Sejarah memang diidentikkan dengan bercerita. Pada umumnya kebanyakan para guru sejarah menjelaskan pelajaran sejarah dengan menekankan metode ceramah dan hafalan yang menyebabkan pemahaman konsep siswa jenuh dan bosan. Sisi lain pelajaran sejarah juga dianggap sebagai pelajaran yang tidak penting bagi siswa. ModelDiscovery Learning merupakan suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan akan mudah dipahami oleh siswa. Dalam perkembangannya Discovery Learning banyak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini sendiri dimaksudkan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Discovery Learning melalui penggunaan media mata uang untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK 1 Tamansiswa Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan penellitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1)  hasil pengamatan lapangan (siswa dan guru), 2) hasil catatan lapangan, 3) angket motivasi siswa. Dalam tindakan penelitian terdapat (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Data yang diperoleh pada siklus I sebesar 74,75% meningkat menjadi 83,5% dengan kategori baik. Peningkatan motivasi belajar dilihat pada beberapa aspek yaitu attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Pada aspek attention mengalami peningkatan sebesar 74,5% pada siklus I meningkat menjadi 84%pada siklus II. Aspek relevance meningkat sebesar 76,5% pada siklus I meningkat menjadi 84,5%, pada siklus II. Selanjutnya aspek confidence pada siklus I sebesar 76,5%  meningkat menjadi 84,5%pada siklus II . Terakhir aspek satisfaction pada siklus I sebesar 73,5% meningkat menjadi 82,5% pada siklus II. Berdasarkan hasil peneltian tersebut, maka peneliti menyarankan kepada guru sejarah agar model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan mata uang dapat digunakan sebagai alternative pembelajaran sejarah Kata Kunci: model pembelajaran, Discovery Learning, Mata Uang, motivasi belajarsiswa, sejarah. Abstract History learning is indeed identified with storytelling. In general, most history teachers explain history lessons by emphasizing lecture and memorization methods which lead to understanding the concepts of students saturated and bored. The other side of history lessons is also considered as an insignificant lesson for students. Discovery Learning Model is a model for developing active learning methods by finding oneself, investigating on their own, then the results obtained will be easily understood by students. In its development Discovery Learning is widely used in the learning process at school. This study itself is intended to describe the application of the Discovery Learning learning model through the use of currency media to increase the learning motivation of students at the Tamansiswa 1 Vocational School in Probolinggo City. This research is a classroom action research using a qualitative approach. Data collected in this study include: 1) results of field observations (students and teachers), 2) results of field notes, 3) student motivation questionnaires. In research actions there are (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation, (4) Reflection. Data obtained in the first cycle of 74.75% increased to 83.5% in the good category. Increased learning motivation is seen in several aspects, namely attention, relevance, confidence, and satisfaction. In the attention aspect there was an increase of 74.5% in the first cycle increased to 84% in the second cycle. The relevance aspect increased by 76.5% in the first cycle increased to 84.5%, in the second cycle. Furthermore, aspect confidence in the first cycle of 76.5% increased to 84.5% in the second cycle. The last aspect of satisfaction in the first cycle was 73.5%, increasing to 82.5% in the second cycle. Based on the results of the study, the researchers suggested to history teachers that the Discovery Learning learning model using currency can be used as an alternative to historical learning Keywords: learning model, Discovery Learning, Currency, student motivation, history

    0

    full texts

    1,821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇