SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1821 research outputs found

    Sejarah Perkebunan Kopi di Kabupaten Blitar 1930-1990

    No full text
    Abstrak Sebagai daerah yang subur, Blitar memiliki topografi yang cocok untuk menanam kopi. Perkebunan berkembang di wilayah Blitar akibat pemberlakuan Undang-undang Agraria oleh  pemerintah pada tahun 1870. Dengan masuknya pemodal asing di Nusantara,  perkebunan  mulai meluas di berbagai daerah tak terkecuali dengan Blitar. Tidak banyak  diketahui  bahwa krisis global yang terjadi tahun 1930 berpengaruh terhadap dinamika produksi perkebunan kopi di Kabupaten Blitar. Sejarah perkebunan kopi di Kabupaten Blitar era 1930 hingga 1990 diwarnai pasang surut produksi dan kondisi perkebunan kopi. Selain krisis, kasus-kasus sengketa lahan dan bencana alam juga mewarnai dinamika perkebunan.. Beberapa perkebunan kopi di Kabupaten Blitar seperti Perkebunan Karanganyar, Ngusri, Sengon dan Kawisari masih beroperasi hingga saat ini.Kata Kunci: kopi, sejarah perkebunan, Kabupaten Blitar. Abstract As a fertile area, Blitar has a suitable topography for growing coffee. Plantations developed in the Blitar region due to the enactment of the Agrarian Law by the government in 1870. With the entry of foreign investors in the archipelago, plantations began to expand in various areas including Blitar. Not much is known that the global crisis that occurred in 1930 affected the dynamics of coffee plantation production in Blitar Regency. The history of coffee plantations in Blitar Regency in 1930 to 1990 was colored by the ups and downs of production and conditions of coffee plantations. In addition to the crisis, cases of land disputes and natural disasters also colored the dynamics of plantations. Some coffee plantations in Blitar Regency such as the Karanganyar Plantation, Ngusri, Sengon and Kawisari are still operating today.Keywords: coffee, plantation history, Blitar Regency&nbsp

    Nasionalisme Melalui Olahraga : Studi Tentang Peristiwa Ganefo 1963

    No full text
    Ide gagasan Games Of New Emerging Forces (GANEFO) disampaikan Soekarno di Istana Merdeka pada 3 November 1962, merupakan suatu pekan olahraga yang diikuti oleh negara-negara kekuatan baru di dunia. Ganefo, memiliki tujuan untuk menggabungkan semua tenaga New Emerging Forces (NEFO) berdasarkan persahabatan, kekeluargaan, kenalmengenal, cinta-mencintai, dan menciptakan rasa simpati diantara satu dengan yang lain. Ide dan cita-cita GANEFO sejalan dengan cita-cita Dasasila Bandung, serta merupakan pancaran dari dasar negara Indonesia, Pancasila. GANEFO 1 dapat dilaksanakan di Jakarta, selama 13 hari, tanggal 10-22 November 1963, termasuk pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan. Negara peserta yang mengikuti GANEFO 1 merupakan cerminan dari empat benua. Inti permasalahan dalam skripsi ini ialah (1) Proses diadakanya GANEFO (2) Proses penyelenggaraan GANEFO (3) Bagaimanakah muatan nasionalisme pada penyelenggaraan GANEFO. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah penelitian historis yang terdiri dari pemilihan topik yang didasarkan pada kedekatan emosional dan kedekatan intelektual, heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Hasil penelitian ini ialah (1) GANEFO dibuat oleh Soekarno sebagai reaksi terhadap sanksi yang diberikan International Olympic Committee terhadap Indonesia karena mencoret Taiwan dan Israel, GANEFO memiliki tujuan untuk menggabungkan semua tenaga NEFO berdasarkan persahabatan, kekeluargaan, kenal-mengenal, cinta-mencintai, dan menciptakan rasa simpati diantara satu dengan yang lain (2) GANEFO 1 dapat dilaksanakan di Jakarta, selama 13 hari, tanggal 10-22 November 1963, termasuk pelaksanaan upacara pembukaan dan penutupan, cabang olahraga yang dipertandingkan/dilombakan ada dua puluh, dengan jumlah atlit peserta sekitar 3000 orang (3) Muatan nasionalisme dalam penyelenggaraan GANEFO sangatlah banyak sekali, baik unsur pemerintah maupun unsur seluruh lapisan masyarakat turut andil dalam mensukseskan pesta negara-negara NEFO, begitu luar biasa sumbangsih seluruh elemen bangsa ini dalam menyelenggarakan GANEFO 1 pada 1963 tersebut. Saran untuk penelitian selanjutnya ialah bahwa, masih banyak sekali sebenarnya peristiwa-peristiwa sejarah olahraga lain yang bisa dijadikan sebagai objek penelitian sejarah, diantaranya seperti peristiwa olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON), Olimpiade, Piala Dunia, dst. Masih banyak sekali saya kira halhal menarik yang bisa digali lebih dalam dari peristiwa olahraga tersebut, terakhir saya ucapkan selamat mencoba, semoga sukses bagi rekan-rekan sekalian

    Analisis Semiotik Lirik Lagu Jingga Karya Band Efek Rumah Kaca sebagai Media Pembelajaran Matapelajaran Sejarah Indonesia SMA Kelas XII K.D 3.7

    No full text
    ANALISIS SEMIOTIK LAGU JINGGA KARYA BAND EFEK RUMAH KACA SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATAPELAJARAN SEJARAH INDONESIA KELAS XII K.D 3.7 Jemy Patriya1 Drs. Kasimanuddin Ismain, M. Pd 2 Indah W. P. Utami, S.Pd., S. Hum., M. Pd 3 Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5, Malang 65145, Jawa Timur, Indonesia Email: [email protected]   ABSTRACT: One of the classic problems of history lesson is that it is boring and makes people sleepy when studying it. Based on preliminary observations conducted by the researcher found several results of the research suggested that in history lesson is still less attractive to students and seemed monotonous so it feels boring. In addition, the researcher also found the song entitled Jingga by Efek Rumah Kaca Band which included the lyrics of figures who has historical story but not many people know what the background of it. From the problems above, the researcher tries to make the song lyrics of Jingga by Efek Rumah Kaca Band as an learning media for Indonesian History lesson. The aim of this research is to describe the semiotic meaning of the song lyrics of Jingga by Efek Rumah Kaca Band as learning media on subjects in Indonesian History class XII. This research uses a qualitative approach. This research is conducted with a type of semiotic research. The data collection in this research uses documentation techniques. Documentation techniques were chosen because in this research, the data sources used were written sources, namely song lyrics. The unit of analysis in this research uses words as the main focus. This is because the researcher wants to examine the meaning contained in each word in the song lyrics of the Jingga. The collection techniques itself using interpreting the text contained in the Jingga song, so that the meaning contained in the lyrics can be drawn. The result showed that the song lyrics of the Jingga by Efek Rumah Kaca Band has a meaning within it that contained historical events. The event was about disappearance of 13 people from pro-democracy activists in 1997-1998, which was not found until this research was conducted. This song also can be used as an learning media for Indonesian History subject. It is due to the background of the Jingga song by Efek Rumah Kaca Band contained in the K.D (basic competency) 3.7 in the class XII Indonesian History subject on the learning material about the impact of economic and political policies during the New Order period. From this research, the researcher recommends that the Jingga song by Efek Rumah Kaca Band be used as an learning media for Indonesian History lesson.   Keywords : Semiotic, Learning Media, Indonesian History Sejarah pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang kehidupan manusia pada masa lampau. Materi sejarah yang menceritakan peristiwa masa lampau menuntut perlu adanya unsur keindahan dalam penulisannya ataupun penyampaiannya agar terlihat menarik dan memunculkan ketertarikan dalam mempelajari sejarah itu sendiri. Kuntowijoyo (2013: 52) menyebutkan bahwa sejarah memerlukan intuisi, sejarah memerlukan imajinasi, juga sejarah memerlukan emosi, dan bagaimana sumbangan seni bagi sejarawan. Seni juga sangat diperlukan dalam penulisan sejarah untuk menciptakan suatu keindahan dalam penulisan sejarah sehingga akan lebih meningkatkan minat pembaca. Dari berbagai macam seni yang ada, musik adalah salah satu seni yang menarik untuk dikaji dalam sejarah. Musik dalam dunia sejarah bukanlah istilah yang asing lagi. Musik digunakan sebagai alat propaganda oleh beberapa negara. Salah satunya adalah Bangsa Indonesia. Penyebarluasan lagu di masa kolonial Hindia Belanda, bukan saja dilakukan oleh organisasi politik, tetapi juga pers dan dunia dagang. Sama halnya dengan masa lalu, musik di Indonesia pada masa sekarang pun banyak yang memiliki fungsi lain salah satunya digunakan sebagai alat untuk mengkritik. Salah satu pemusik yang aktif menyuarakan tentang hal itu adalah Band Efek Rumah Kaca. Efek Rumah Kaca atau biasa dipanggil ERK ini merupakan Band Indie yang beraliran musik popular atau pop. Adrian Yunan Faisal (dalam Mubarok, 2013: 27) mengemukakan bahwa komposisi dari lagu yang di ciptakan oleh ERK sebangun dengan tema agar musik yang dihasilkan tidak hanya sekedar hiburan saja. Lirik harus mengandung unsur refleksi dan pesan dari realitas yang ingin disampaikan. Lirik yang terkandung dalam lagu-lagu milik ERK memiliki makna yang tersirat dan dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran, tidak terkecuali pembelajaran sejarah. Pembelajaran sejarah menekankan pada tujuan pembelajarannya, namun dalam pelaksanaannya masih terdapat banyak permasalahan Sejarah terkenal sebagai mata pelajaran yang membosankan dan membuat orang cepat mengantuk, hal ini tentu saja membuat sebagian orang tidak tertarik. Permasalahan dalam pembelajaran sejarah perlu adanya tindakan yang nyata untuk mencari solusi pemecahannya Salah satunya adalah dengan mencari media pembelajaran sejarah yang di arahkan untuk menumbuhkan motivasi, minat, dan kreatifitas siswa. Dari permasalahan di atas peneliti mencoba mencari salah satu pemecahan masalah dalam pembelajaran sejarah yaitu dengan menggunakan media lagu. Lagu Jingga dari ERK merupakan media yang solutif untuk memecahkan permasalahan pembelajaran sejarah. Lagu Jingga juga sangat relevan dengan materi pembelajaran sejarah khususnya pada materi dampak kebijakan politik Orde Baru yang terdapat pada kurikulum pembelajaran KD 3.7 matapelajaran Sejarah Indonesia kelas XII. Lagu Jingga dipilih karena di dalam liriknya ada beberapa kata-kata yang memiliki relevansi dengan peristiwa yang terjadi pada masa pergantian rezim. Namun yang menjadi permasalahan adalah penikmat musik tidak mengetahui makna yang terkandung dalam lirik dan peristiwa yang melatarbelakangi terciptanya lagu Jingga ini. Para penikmat musik tidak mengetahui bahwa dibalik lagu tersebut ada peristiwa sejarah. Untuk itu peneliti mencoba mencari makna dari lirik lagu Jingga karya ERK agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada matapelajaran Sejarah Indonesia kelas XII K.D 3.7. Berangkat dari permasalahan ini peneliti ingin mengkaji lirik lagu Jingga karya Efek Rumah Kaca sebagai media pembelajaran matapelajaran Sejarah Indonesia. Media pembelajaran memang perlu selalu diteliti dan di kritisi agar permasalahan pembelajaran sejarah khususnya dapat diselesaikan dengan baik. Peneliti mengambil lirik lagu Jingga karya Efek Rumah Kaca dikarenakan terdapat lirik-lirik yang mengandung tokoh dan peristiwa sejarah yang dapat dijadikan sebagai media pembelajaran pada matapelajaran sejarah, elain itu agar pembelajaran sejarah tidak monoton dan menjadikan pembelajaran sejarah lebih bervariatif. Penelitian ini dilakukan menggunakan analisis semiotik model Roland Barthes, penggunaan analisis semiotik ini karena objek kajiannya merupakan makna yang terkandung di dalam teks lirik lagu. Melalui analisis semiotik Roland Barthes ini diharapkan akan diperoleh informasi baik yang tertulis di dalam lirik lagu maupun yang tersirat secara lebih mendalam. Informasi yang tersirat ini akan diolah oleh peneliti agar dapat difungsikan menjadi media pembelajaran sejarah pada materi yang terdapat pada kurikulum 2013 Kompetensi Dasar 3.7 matapelajaran Sejarah Indonesia kelas XII. Adapun rumusan masalah yang dapat diajukan dan bisa membawa pemahaman pada topik yang dibahas, yaitu mengenai bagaimana makna semiotik lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca digunakan sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas XII K.D 3.7. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan jawaban atas permasalahan yang dibahas yakni mendeskripsikan makna semiotik lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca sebagai media pembelajaran pada matapelajaran Sejarah Indonesia kelas XII K.D 3.7.   Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan jenis penelitian semiotik. Metode semiotik bersifat kualitatif interpretatif, atau dapat dijelaskan bahwa metode tersebut memfokuskan pada tanda dalam teks sebagai objek kajian, serta bagaimana peneliti menafsirkan dan memahami kode dibalik tanda dan teks tersebut dan memberikan kesimpulan yang komprehensif mengenai hasil penafsiran dan pemahaman yang telah dilakukan. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer pada penelitian ini adalah Transkrip lirik Lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca dari CD original album Sinestesia. Data sekunder dari penelitian ini adalah sumber-sumber tertulis seperti artikel ilmiah yang membahas mengenai analisis Lirik lagu Band Efek Rumah Kaca, media online resmi efekrumahkaca.net, selain itu ada banyak dokumen-dokumen, dan sumber pendukung lainnya yang berkaitan dengan tema penelitian ini. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik dokumentasi dipilih karena dalam penelitian ini sumber data yang digunakan merupakan sumber tertulis yaitu lirik lagu. Unit analisis dalam penelitian menggunakan kata sebagai fokus utama. Teknik pengumpulan sendiri dengan menggunakan cara interpretasi teks yang terdapat pada lagu Jingga sehingga dapat ditarik makna yang terkandung dalam liriknya. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan cara sebagai berikut: 1. Pada tahap yang pertama peneliti akan mengelompokan dan memilah kata-perkata pada lirik lagu Jingga per kata agar mempermudah analisis. 2. Setelah dikelompokan peneliti akan mencari makna denotatif dari liri-lirik tersebut. 3. Setelah dikelompokan dan diketahui makna denotatifnya maka peneliti akan mencari makna konotatifnya. 4. Setelah diketahui denotatif dan konotatifnya maka peneliti akan menetukan simbol. 5. Selanjutnya peneliti melakukan interpretasi Berdasarkan jenis penelitian yang digunakan, peneliti melakukan pengecekan keabsahan temuan dengan metode ketekunan pengamat. Ketekunan pengamatan berarti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan. Sugiyono (2016: 370) mengemukakan bahwa dengan meningkatkan ketekunan maka kepastian data dan urutan peristiwa akan dapat direkam secara pasti dan sistematis. Berdasarkan pemaparan diatas maka peneliti melakukan pengecekan awal tentang bentuk media pembelajaran Sejarah Indonesia yang terdapat pada lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca yang kemudian akan diuraikan dalam bentuk analisis secara deskrptif. Setelah peneliti selesai melakukan analisis, maka akan dilakukan kembali pengecekan data mulai dari awal yang terkandung di dalam lirik, data-data yang terkumpul, hingga data yang telah dianalisis oleh peneliti untuk meminimalisir kesalahan yang ada. Pengecekan data ini akan dilakukan terus menerus hingga peneliti yakin bahwa hasil yang telah diperoleh tidak ada kesalahan. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik analisis yang relevan dengan analisis semiotik. Peneliti menggunakan analisis data yang dikembangkan oleh Roland Barthes. Analisis ini menekankan pada makna denotatif dan makna konotatif yang terkandung di dalam sebuah tanda. Makna konotatif sendiri dalam hal ini adalah makna denotatif (makna yang sebenarnya) ditambah dengan segala gambaran, ingatan, dan, perasaan yang ditimbulkan oleh kata tersebut. Makna konotatif ini mengarah kepada makna-makna kultural yang berbeda dengan kata (Sobur, 2006: 262). Peneliti memilih model ini karena sesuai dengan fokus penelitian yakni analisis lirik lagu yang digunakan sebagai media pembelajaran pada matapelajaran Sejarah Indonesia kelas XII K.D 3.7. Adapun kerangka analisisnya dapat digambarkan dengan peta tanda dari Roland Barthes sebagai berikut. 1. Signifer (Penanda) 2. Signified (Petanda) 3. Denotative Sign (Tanda Denotatif) 4. Conotative Signifer (Penanda Konotatif) 5. Conotative Signified (Petanda Konotatif) 6. Conotative Sign (Tanda Konotatif) Disadur dari Sobur (2006: 69) Dari peta Barthes di atas terlihat bahwa tanda denotatif (3) terdiri atas penanda (1) dan petanda (2). Akan tetapi, pada saat bersamaan, tanda denotatif adalah juga penanda konotatif (4) (Sobur, 2006: 69).   Hasil Efek Rumah Kaca adalah Band indie yang dibentuk di Jakarta pada tahun 2001. Band ini beranggotakan Cholil Mahmud sebagai vokalis, Adrian Yunan Faisal sebagai pemain bass, dan Akbar Bagus Sudibyo sebagai pemain drum. Dari tahun 2001 hingga tahun 2019, Band Efek Rumah Kaca telah meluncurkan 3 album. Lagu Jingga merupakan salah satu lagu dalam album ketiga Band Efek Rumah Kaca yang berjudul Sinestesia. Album tersebut dilucurkan pada 22 Desember 2015. Pada album ini Efek Rumah Kaca Menggunakan Label Demajors Independent Music Industry sebagai distributor pemasaran album mereka. Dalam lagu Jingga terdapat 3 judul lagu. Judul yang pertama adalah Hilang, kemudian judul yang kedua adalah Nyala Tak Terperi, dan judul lagu yang ketiga adalah Cahaya, Ayo Berdansa. Dari ketiga lagu itu, penelitian lebih fokus terhadap lirik lagu hilang. Lagu kedua yang berjudul Nyala Tak Terperi tidak terdapat lirik mengenai peristiwa sejarah dan menurut Cholil sendiri lagu ini adalah lagu yang diciptakan oleh Adrian Yunan dan menceritakan tentang sakit yang dialaminya. Sedangkan pada lagu ketiga yang berjudul Cahaya, Ayo Berdansa merupakan lagu instrumentasi atau hanya alunan musik tanpa disertai lirik jadi lagu ini tidak dapat dianalisis. Pada penelitian kali ini yang akan dianalisis adalah fragmen Hilang. Lirik lagu Hilang ini diciptakan oleh Cholil Mahmud yang merupakan vokalis Band Efek Rumah Kaca. Cholil (2018: 120) mengatakan bahwa Lagu Hilang ini tercipta pada tahun 2010 ketika ERK beberapa kali mengikuti Aksi Kamisan untuk mempelajari bagaimana para peserta aksi rata-rata adalah keluarga korban penghilangan aktivis 1997-1998 yang memiliki semangat yang tak pernah putus untuk menuntut keadilan. Lagu Hilang tercipta  sebagai upaya untuk memetik pelajaran dan menyebarluaskan semangat aktivisme Aksi Kamisan. Lagu Hilang ini masuk dalam album kompilasi PEACE yang digagas oleh Buffetlibre dan Amnesty Internasional. Amnesty Internasional sendiri merupakan Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak dalam bidang HAM. Album ini berisikan 50 lagu baru dari berbagai negara di dunia. Indonesia diwakili oleh 3 Band indie yakni Efek Rumah Kaca, White Shoes and The Couple Company, dan Mocca. Tujuan diadakannya album ini adalah untuk mengkampanyekan mengenai pencegahan dan penyelesaian pelanggaran HAM yang terjadi di seluruh dunia. Berdasarkan analisis yang dilakuakan, terdapat beberapa temuan penelitian yaitu sebagai berikut:   a. Korelasi lirik lagu Jingga dengan materi Sejarah Indonesia Korelasi yang dimaksud adalah keterkaitan antara lirik lagu dengan media pembelajaran sejarah. Lirik lagu yang di gunakan adalah lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca, sedangkan materi yang dipilih adalah tentang peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia yang terjadi pada tahun 1997-1998. Materi ini dipilih karena ada kaitannya dengan peristiwa dan tokoh-tokoh yang ada di lirik lagu Jingga. Selain itu materi ini juga ada dalam kurikulum 2013 matapelajaran Sejarah Indonesia. Beberapa hal yang dapat dijadikan landasan Lirik Lagu Jingga dapat digunakan sebagai media pembelajaran sejarah matapelajaran Sejarah Indonesia adalah sebagai berikut. 1. Permendikbud No. 24 Tahun 2016 pada lampiran matapelajaran Sejarah Indonesia. Tabel 4.1 KI dan KD Materi yang memiliki hubungan dengan lagu Jingga   KOMPETENSI INTI KOMPETENSI DASAR 3. memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan 3.7. Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 4. 7. Menulis sejarah tentang peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam  peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian  yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan. perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia Disadur : Permendikbud No. 24 Tahun 2016 2. lirik lagu Jingga juga memiliki keterkaitan pada materi pembelajaran sejarah pada materi masa akhir Orde Baru dan masa awal Reformasi bahkan masih relevan untuk dibicarakan pada masa sekarang karena menurut UU internasional kasus penghilangan paksa itu tidak memiliki batas kedaluarsa (Statute of Limitations). Sebagaimana diatur dalam prinsip untuk perlindungan dan pemajuan hak asasi manusia melalui tindakan untuk memberantas impunitas Pasal 23, guna menjamin hak atas upaya hukum yang efektif, tidak ada waktu kadaluwarsa yang bisa diterapkan untuk tindakan pidana, perdata atau administratif yang diajukan korban yang berusaha mendapatkan reparasi untuk cedera mereka. (Amnesty International, 2011: 23) 3. Pada lirik lagu Jingga terdapat nama-nama korban penghilangan secara paksa yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM. Materi mengenai pelanggaran HAM juga di temukan pada buku siswa mata pelajaran Sejarah Indonesia kelas XII pada halaman 140. 4. Selain itu korban-korban yang dihilangkan secara paksa atau diculik memiliki latar peristiwa yang sama yaitu terjadi pada kurun waktu 1997-1998 saat masa-masa akhir  Orde Baru berkuasa. Materi ini tercantum pada Buku Siswa Sejarah Indonesia kelas XII halaman 147-151. 5. Materi tentang penghilangan secara paksa atau penculikan aktivis 1997-1998 tidak disebutkan secara tertulis pada buku sejarah Indonesia kelas XII namun kejadian ini termasuk dampak dari kebijakan politik orde baru yang merupakan kejahatan pelanggaran HAM yang tertulis pada buku Sejarah Indonesia kelas XII. Orang-orang yang dihilangkan secara paksa atau diculik yang tercantum pada lirik lagu Jingga ini merupkan korban-korban dari dampak terjadinya krisis politik dan krisis ekonomi pada masa Orde Baru. Namun orang-orang itu tidak tercantum pada buku pelajaran. Meskipun demikian peristiwa penghilangan para aktivis pada tahun 1997-1998 juga merupakan dampak dari kebijakan politik pada masa akhir Orde Baru. Sepintas lagu ini terdengar seperti lagu pada umumnya, namun pada lirik yang menyebutkan tentang nama-nama korban yang dihilangkan secara paksa atau diculik ini belum banyak siswa mengetahui peristiwa apa yang ada dibalik lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca tersebut. Untuk itulah peneliti mencoba melakukan analisis semiotik tentang lirik lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca ini agar dapat digunakan sebagai media pembelajaran Sejarah Indonesia pada materi kelas XII tentang dampak kebijakan politik yang terjadi pada menjelang masa akhir Orde Baru. Setelah diketahui makna dan diketahui memiliki korelasi dengan materi pembelajaran sejarah maka selanjutnya adalah cara pemanfaatan dan penerapannya dilapangan. Pemanfaatan Lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca pada pembelajaran sejarah dapat dilakukan dengan menggunakan saran dari Turner-Bisset (2005: 137) yang memberikan saran-saran berikut ketika menggunakan lagu di kelas sejarah: a). Pilih lagu di sekitar tema yang terkait dengan konten historis sehingga lagu tersebut menjadi sumber bukti lain untuk digunakan bersama orang lain. Setelah melakukan analisis diketahui bahwa lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca memiliki korelasi dengan materi pembelajaran sejarah jadi dapat digunakan sebagai media pembelajaran b). Mengekstrak informasi dari lagu sebagai teks. Dalam tahap ini siswa dapat mencari tahu makna pada lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca c). Biarkan para siswa membandingkan sumber-sumber yang berbeda secara berdampingan untuk membantu membandingkan apa yang dikatakan oleh berbagai jenis sumber. Pada tahap ini siswa diberikan kesempatan yang luas untuk  riset dari manapun yang dapat mereka akses baik dari buku, internet, maupun sumber lainnya yang terkait dengan materi sejarah dan lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca. d). Nyanyikan dan mainkan lagu asli untuk kesenangan. Lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca dapat diputar di kelas agar siswa mengetahui seperti apa lagunya dan siswa juga dapat menikmati pembelajarannya karena tidak monoton pada teks saja. e). Ajukan pertanyaan tentang lagu-lagu seperti mengapa lagu-lagu ditulis dan siapa yang menulis lagu. Guru dapat menanyakan dan memberi tugas kepada siswa mengenai mengapa lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca ini di tulis. Penugasan ini dilakukan agar siswa memahami peristiwa sejarah yang melatarbelakangi terciptanya lagu Jingga karya Band Efek Rumah Kaca ini.   b. Analisis Lirik Lagu Jingga Karya Band Efek Rumah Kaca a. Analisis Lirik Lagu Jingga Karya Band Efek Rumah Kaca 1. Analisi Denotatif pada lirik Jingga Tabel 4.2 Analisis denotatif lirik lagu Jingga No Objek Penelitian Denotatif 1 Rindu kami seteguh besi Rindu adalah perasaan ingin bertemu seseorang. Kami menggambarkan objek melebihi satu atau jamak. Seteguh besi adalah gambaran untuk sesuatu yang sangat keras atau kuat sekeras besi. Bisa dikatakan bahwa kalimat ini menggambarkan   sekelompok orang yang sedang rindu yang teramat sangat. 2 Hari demi hari menanti Menunggu dengan waktu yang lama 3 Tekad kami segunung tinggi tekad adalah perasaan atau niatan. Kami menunjukan  jamak. Segunung tinggi menggambarkan bahwa keinginan yang sangat kuat 4 Takut siapa? Semua hadapi Tidak ada perasaan takut dan yang ditakuti sama sekali 5 Yang hilang menjadi katalis Kata Yang hilang maksudnya adalah orang yang diculik. Katalis adalah sesuatu yang menyebabkan terjadinya perubahan dan menimbulkan kejadian baru

    Pengembangan Modul tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan untuk Pembelajaran Sejarah Kelas X di SMKN 3 Malang

    No full text
    PENGEMBANGAN MODUL TENTANG KONTRIBUSI PEREMPUAN PMI DALAM PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X DI SMKN 3 MALANG Frisca Anggraini , Ari Sapto  Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang Jl. Semarang 5 Malang Email: [email protected]   Abstrak : Pada era sekarang dunia pendidikan gencar mengembangkan berbagai inovasi yang kreatif dan efektif untuk menunjang pembelajaran di kelas. Hal ini terjadi berawal dari permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran, salah satunya adalah siswa merasa bosan dan kurang tertarik mengikuti pembelajaran. Permasalahan tersebut tentu dapat diatasi dengan adanya media pembelajaran atau bahan ajar yang menarik, efektif, dan bersifat mandiri. Modul merupakan salah satu bahan ajar yang bersifat mandiri, dikarenakan dalam modul terdapat soal-soal beserta kunci jawaban yang memungkinkan siswa untuk mempelajari dan menguji tingkat kemampuan dan pemahaman mereka secara mandiri. Modul ini juga menyajikan materi baru yaitu Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949. Penelitian pengembangan modul ini sudah melalui tahap validasi dan ujicoba untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran.   Kata Kunci: pembelajaran sejarah, pengembangan modul, modul kontribusi perempuan PMI. Abstract : In this era, various creative and effective innovations to support classroom learning, grow intensively. This phenomenom is starting when the several problems experienced by student learning is more massive, like the boredom and disinterest on studying. The problems like that, certainly, can be solved if the learning media or teaching materials can be more attractive, effective and independent. Modules is the one of the solution which represented that values. Modules is the independent teaching materials that can make students  become more independent on learning. There are many questions along with answer keys that allow students to learn and test their level of ability of understanding by themselves. Beside, the module also presents new material, that’s the Contribution of PMI Women to Maintenance Independency on 1945 - 1949. This module development research has gone through the stages of validation and testing to determine the level of feasibility of the module as a source of learning.   Keywords: History learning, module development, PMI Women’s contribution modul.   PENDAHULUAN Pembelajaran sejarah merupakan suatu aktivitas terpadu antara belajar dan mengajar yang mempelajari tentang peristiwa masa lampau (Widja, 1989). Setiap peristiwa sejarah mempunyai nilai-nilai yang bijaksana sehingga nilai-nilai tersebut dapat diterapkan di masa yang akan datang (Ali, 2005: 351). Hal ini berarti pembelajaran sejarah mempunyai arti penting dalam pembentukan watak dan peradaban masyarakat yang bermartabat. Proses pembelajaran sejarah selama ini ternyata masih mengalami kendala. Salah satunya yaitu pembelajaran sejarah masih banyak menggunakan metode ceramah dan pembelajaran hanya berpusat pada guru. Hal ini menjadikan pembelajaran sejarah membosankan karena siswa hanya mendengarkan penjelasan dari guru tanpa adanya eksplorasi dari siswa sendiri. Pengembangan bahan ajar merupakan salah satu upaya mengatasi permasalahan yang ada dalam pembelajaran sejarah tersebut. Bahan ajar sendiri adalah segala bahan yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dipelajari oleh siswa dalam rangka mencapai standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah ditentukan (Prastowo, 2018: 54).  Bahan ajar meliputi buku pelajaran, modul, leaflet, hand out, Lks, dan lain sebagainya. Guru dapat menggunakan salah satu dari berbagai bahan ajar tersebut untuk mendukung pembelajaran sejarah yang inovatif. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang, sumber pembelajaran sejarah di SMKN 3 Malang masih sangat sedikit yaitu hanya berupa buku paket yang disediakan oleh pihak perpustakaan dan masih jarang menmanfaatkan bahan ajar. Setiap siswa tidak diwajibkan untuk meminjam atau memiliki buku paket tersebut, sehingga dalam pembelajaran tidak semua siswa memiliki buku paket. Proses pembelajaran di kelas masih sering mengandalkan peran guru yang menjadi dominan untuk memberi penjelasan serta buku paket yang tersedia hanya menyajikan materi yang sama dan tidak memiliki pengetahuan lainnya selain yang berada dibuku paket tersebut. Sehingga dengan adanya permasalahan tersebut, peneliti mengembangkan bahan ajar modul dengan materi baru yang akan dilengkapi dengan soal-soal guna mengukur tingkat pengetahuan dan kemampuan siswa sendiri. Materi yang terdapat dalam modul membahas tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949. Materi tersebut dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) termasuk dalam Kompetensi Dasar (KD) 3.8 yaitu strategi dan bentuk perjuangan bangsa Indonesia dalam upaya mempertahankan kemerdekaan dari ancaman sekutu dan Belanda.  Alasan pemillihan materi ini dikarenakan selama ini jika membahas tentang revolusi fisik, pasti hanya peran seorang laki-laki yang angkat senjata, padahal dibalik pertempuran yang panas pada tahun 1945-1949, justru peran perempuan sangat dibutuhkan. Hal ini dapat dijadikan sebagai ilmu atau wawasan baru bagi siswa dalam mempelajari materi sejarah terutama dalam materi strategi mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Berdasarkan uraian di atas, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk pengembangan bahan ajar modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Memperjuangkan Kemerdekaan Indonesia tahun 1945-1949.   METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian yang mengembangkan bahan ajar, sehingga metode yang digunakan adalah Research and Development (RnD). Langkah-langkah atau tahapan yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian menggunakan penelitian dan pengembangan menurut Sugiyono (2013: 409) yang memiliki 10 tahapan yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Proses pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan wawancara dengan beberapa siswa serta guru sejarah di SMKN 3 Malang. Pengumpulan data ini dilakukan guna mengetahui permasalahan-permasalahan yang terjadi selama pembelajaran sejarah, sehingga peneliti berupaya mencari solusi untuk permasalahan tersebut. Hasil dari observasi dan wawancara tersebut, peneliti memutuskan untuk mengembangkan produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi baru untuk memberikan siswa ilmu yang belum pernah didapatkan sebelumnya. Tahap setelah pengumpulan data adalah mendesain produk yang dikembangkan. Desain produk yang sudah siap, selanjutnya divalidasikan kepada para ahli validasi. Validasi produk melibatkan dua dosen dari jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang yaitu Ibu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd selaku validator ahli materi dan Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Para ahli validasi bertugas memberikan arahan serta saran untuk menjadikan modul lebih baik dari segi materi maupun tampilan. Setelah tahap validasi sudah dilakukan, selanjutnya modul siap untuk diujicobakan. Uji coba produk dilakukan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Tahap ini dilakukan sebanyak dua kali. Pertama uji coba dilakukan oleh kelompok kecil sebanyak 8 siswa dan kedua uji coba dilakukan oleh kelompok besar sebanyak 23 siswa. Uji coba ini berguna untuk mengetahui tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran sejarah di kelas. Instrumen pengumpulan data uji coba berupa angket dan dokumentasi. Proses analisis data hasil validasi dan uji coba produk menggunakan rumus menurut Arikunto (2002: 180) sebagai berikut: 1) Analisis Data Angket Rumus rata-rata hasil kelayakan X=∑^X/(∑X^i ) x 100 Keterangan : X  ꞊ Presentase rata-rata hasil kelayakan ∑^X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑X^i  ꞊ Jumlah skor maksimal suatu item   Rumus presentasi hasil kelayakan P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % Keterangan: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal   HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian pengembangan ini menghasilkan sebuah produk bahan ajar modul sejarah yang berisi materi tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan tahun 1945-1949 berdasarkan Kompetensi Dasar 3.8 dan 4.8 yang tercantum dalam kurikulum 2013. Produk modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa dalam belajar sejarah khususnya sejarah pada masa Revolusi Fisik. Materi dalam modul ini dikembangkan untuk menambah wawasan siswa, mengingat sejarah perempuan khususnya seorang PMI sangat jarang ditemukan dalam pembelajaran sejarah, sehingga pengembangan modul ini cukup baik dalam inovasi pembelajaran sejarah. Hasil yang akan dianalisis diperoleh dari data validasi produk oleh para ahli dan uji coba di sekolah SMKN 3 Malang. Data yang digunakan dalam mengukur tingkat kelayakan modul sebagai sumber pembelajaran berupa angket yang berisi pernyataan-pernyataan tentang komponen modul. Validasi materi dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. sedangkan untuk validasi media dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd. Selanjutnya produk diujicobakan oleh siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang yang dibagi menjadi dua skala yaitu uji- coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Modul yang dikembangkan ini sebagian besar membahasa tentang sejarah Perempuan PMI dalam perjuangannya mempertahankan kemerdekaan. Materi disajikan secara runtut, diawali dari sejarah terbentuknya PMI, penyebab keterlibatan perempuan PMI dan kontribusi perempuan PMI. Tampilan modul dibuat serapi mungkin dengan memperlihatkan kesan klasik berwarna krem sebagai warna dasar serta warna merah dan abu-abu tua sebagai warna pelengkap dari warna dasar (lihat gambar 1). Gambar yang ditampilkan juga dibuat dalam ukuran yang besar agar terlihat jelas sehingga siswa tertarik untuk membaca modul ini (lihat gambar 2). Produk sebelum diujicobakan, divalidasi terlebih dahulu. Validasi pertama adalah validasi materi yang dilakukan oleh Ibu Lutfi Ayundasari, S.Pd.,M.Pd. pada hari Rabu tanggal 27 Februari 2019. Berdasarkan hasil validasi ahli materi oleh validator dapat diketahui bahwa aspek materi terdapat 12 point penilaian. 12 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 11 point penilaian dengan keterangan valid dan 1 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 47 dari skor maksimal 48 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 97,9%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga materi dalam modul sangat layak untuk digunakan sebagai sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut: P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % P  = 47/48 x 100 %  = 97,9 % Keterangan rumus: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X  ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi  ꞊ Jumlah skor Maksimal   Validasi kedua dilakukan oleh Bapak Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd.,M.Pd selaku validator ahli media. Validasi ini dilakukan pada hari Kamis tanggal 4 April 2019. Validasi media bertujuan untuk menilai kelayakan modul dari segi tampilan agar modul dikemas lebih menarik. Hasil yang diperoleh dari validasi media yaitu aspek penilaian terhahap tampilan dan sistematika modul terdapat 10 point penilaian. 10 point penilaian tersebut diberikan nilai 4 oleh validator sebanyak 7 point penilaian dengan keterangan valid dan 3 point penilaian mendapat nilai 3 dengan keterangan valid. Jumlah total dari perolehan penilaian tersebut adalah 37 dari skor maksimal 40 point. Rumus hasil persentase yang diperoleh adalah 92,5%. Angka perolehan tersebut, termasuk dalam kategori valid, sehingga dalam segi tampilan dan sistematika, modul sangat layak untuk digunakan sebagai media atau sumber pembelajaran. Persentase tersebut diperoleh dari hitungan rumus sebagai berikut: P  = (∑X)/(∑xi) x 100 % P  = 37/40 x 100 %  = 92,5 % Keterangan rumus: P  ꞊ Persentasi hasil kelayakan ∑X   ꞊ Jumlah skor jawaban validator ∑xi   ꞊ Jumlah skor Maksimal   Perolehan dari validasi materi maupun media, masing-masing menunjukkan nilai yang tergolong kategori valid. Meskipun begitu, revisi tetap dilakukan oleh peneliti agar meminimalisir kekurangan dari modul yang dikembangkan berdasarkan kritik dan saran dari para ahli. Tahap selanjutnya, setelah validasi dan revisi selesai, modul diujicobakan pada subjek penelitian yang sesungguhnya yaitu siswa kelas X APH 3 SMKN 3 Malang. Uji coba dilakukan dua kali, pertama produk diujicobakan kepada siswa kelompok kecil yang melibatkan delapan siswa dan kedua produk diujicobakan kepada siswa kelompok besar yang melibatkan 23 siswa. Uji coba kelompok kecil dilakukan pada hari Kamis tanggal 11 April 2019. Berdasarkan hasil perolehan skor dari uji coba kelompok kecil mulai dari aspek penilaian nomer 1 sampai 12 yang terdapat dalam angket menyatakan bahwa modul tidak memerlukan revisi. Persentase keseluruhan dari uji coba kelompok kecil ini adalah 89.8%. sehingga modul dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Sedangkan untuk uji coba kelompok besar dilakukan seminggu setelah uji coba kelompok kecil yaitu hari Kamis tanggal 18 April 2019. Pada uji coba kelompok besar, tingkat kelayakan modul memperoleh nilai kelayakan rata-rata 90,1%, dengan hasil tersebut modul tidak perlu untuk direvisi, sehingga dapat dikategorikan valid dan sangat baik. Modul yang dikembangkan, dengan kata lain layak untuk dijadikan sebagai sumber pembelajaran sejarah di SMA/SMK/MA sederajat.   KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil dari validasi dan uji coba, modul sejarah tentang Kontribusi Perempuan PMI dalam Mempertahankan Kemerdekaan pada tahun 1945-1949 ini layak untuk dijadikan sumber pembelajaran sejarah di kelas. Hal ini dikarenakan modul telah melalui tahap uji validasi dan uji coba dengan nilai yang tergolong valid. Dalam penggunaannya,modul ini dapat dimanfaatkan dengan optimal, maka guru dan siswa wajib untuk membaca petunjuk penggunaan terlebih dahulu sebelum memulai proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran dilakukan sesuai alur yang terdapat dalam petunjuk modul sehingga akan mudah tercapainya tujuan pembelajaran. Pengembangan modul ini masih memiliki kekurangan, sehingga saran bagi peneliti lain agar dapat mengembangkan materi lebih luas lagi, karena materi dalam modul ini hanya mencakup kontribusi perempuan PMI di beberapa wilayah Indonesia saja, maka dari itu masih butuh sumber yang relevan untuk melengkapi lebih banyak lagi kontribusi-kontribusi perempuan PMI di semua wilayah Indonesia. Modul ini juga masih berbasis media cetak, sehingga untuk peneliti lain dapat mengembangkan produk yang berbasis elektronik seperti e-modul dengan penyajian ilustrasi 3D yang dapat diakses melalui smartphone dengan memanfaatkan teknologi saat ini. Hal ini akan membuat siswa semakin tertarik dan termotivasi dalam belajar.   DAFTAR PUSTAKA Ali, R.M. 2005. Pengantar Ilmu Sejarah Indonesia. Yogyakarta: LKiS. Arikunto, S. 2002. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta. Prastowo, A. 2018. Sumber Belajar & Pusat Sumber Belajar: Teori dan Aplikasinya di Sekolah/Madrasah. Depok: Prenadamedia Group. Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta Widja, I.G. 1989. Dasar-dasar Pengembangan Strategi serta Metode Pengajaran Sejarah. Jakarta: PPLPTK Dirjen Dikti Depdikbud

    Dinamika Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang Tahun 1989-2015

    No full text
    Kata Kunci : Dinamika, Eksistensi , Teater Hampa IndonesiaIndonesia kaya akan keberagaman seni kebudayaan yang perlu dilestarikan oleh generasi selanjutnya. Salah satunya yang berhubungan dengan pementasan atau pertunjukan yaitu seni teater. Berkembangnya seni teater di Kota Malang mempengaruhi munculnya teater di univeristas baik negeri maupun swasta yangmemiliki unit kegiatan mahasiswa teater. Teater Hampa Indonesia yang berada dibawah Universitas Negeri Malang didirikan pada tahun 1989. Eksistensi Teater Hampa Indonesia sejak tahun 1989-2015 banyak mengalami perubahan, baik itu perkembangan maupunkemunduran dalam bidang kekaryaan dan bidang keorganisasian.Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menjelaskan eksistensi teater di kota Malang dan menjelaskan dinamika Teater Hampa Indonesia Universitas Negeri Malang. Sejauh mana perubahan-perubahan yang terjadi dari setiap periode kepengurusan.Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dan menggunakan lima tahapan : (1) pemilihan topik, (2) pengumpulan sumber, (3) verifikasi (kritik sejarah, keabsahan sumber), (4) interpretasi, dan (5) historigrafi.Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh dua kesimpulan penelitian sebagai berikut, (1) mengenai eksistensi teater di Kota Malang. Teater di Kota Malang tidak terlepas dari adanya Perguruan Tinggi yang memberikan ruang berkarya bagi mahasiswa, kemudian menjadi sebuah kelompok teater yang ada di luar Perguruan Tinggi tersebut. Selanjutnya faktor yang membuat teater kampus di Kota Malang tetap ada yaitu adanya kepedulian para pendirinya terhadap anggota baru dan proses regenerasi anggota sangat menentukan keberadaan teater. (2) Munculnya Teater Hampa Indonesia juga dari para mahasiswa yang gelisah jika teater kampus tidak ada lagi. Keberadaan Teater Hampa Indonesia adalah hasil dari bentuk proses belajar bersama para mahasiswa, faktor eksistensi Teater Hampa Indonesia ditentukan dari keorganisasian dan kekaryaan yang sudah diatur dalam AD/ART

    PROSES PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI KELAS XI SMA N 1 MALANG DALAM MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN BERPIKIR HISTORIS SISWA

    No full text
    Tujuan pembelajaran Sejarah Indonesia adalah mengembangkan kemampuan berpikir historis siswa. Artikel ini membahas tentang proses dan hasil pembelajaran Sejarah Indonesia di kelas XI SMA N 1 Malang terutama mengenai berpikir historis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Proses penelitian dilakukan dengan mengamati proses pembelajaran yang berlangsung di beberapa kelas di SMA N 1 Malang. Selain melalui pengamatan, peneliti juga melakukan wawancara dengan subjek penelitian yakni guru dan beberapa siswa kelas XI di SMA N 1 Malang. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa pembelajaran Sejarah Indonesia di kelas XI SMA N 1 sudah baik. Seluruh prosedur pembelajaran yang dituntut oleh standar proses pembelajaran telah dilaksanakan. Temuan selanjutnya dari penelitian ini adalah kemampuan berpikir historis siswa kelas XI SMA N 1 Malang juga sudah baik. Lima dari enam komponen berpikir historis milik Peter Seixas sudah dimunculkan siswa baik selama kegiatan pembelajaran maupun selama wawancara

    PENERAPAN MEDIA APLIKASI MARBLE-VIRTUAL GLOBE DENGAN MODEL JIGSAW PADA MATERI ISLAMISASI DI NUSANTARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS 2 MAN 3 JOMBANG

    No full text
    RINGKASANRizqie, Fikrie Francescolie. 2019. Penerapan Media Aplikasi Marble-Virtual Globe dengan Model Jigsaw Pada Materi Islamisasi di Nusantara untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran Sejarah Kelas X IPS 2 MAN 3 Jombang. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Suprapta M.Hum. (II) Indah Wahyu P.U, S.Pd, S.Hum, M.Pd.Kata Kunci: media aplikasi Marble-Virtual Globe, model Jigsaw, pembelajaran sejarah, hasil belajar.Manfaat penggunaan media dan model pembelajaran salah satunya adalah meningkatkan hasil belajar. Namun, banyak guru yang kurang memaksimalkan media dan model pembelajaran yang ada dalam proses pembelajaran dalam kelas. Seperti yang terjadi pada kelas X IPS 2 MAN 3 Jombang. Siswa kelas X IPS 2 yang berjumlah 29 siswa. Berdasarkan hasil UTS pada matapelajaran sejarah tergolong rendah, terdapat 21 siswa tidak memenuhi KKM dan hanya 8 siswa yang nilainya memenuhi KKM. KKM yang diterapkan di MAN 3 Jombang adalah ≥ 75. Hasil belajar rendah diakibatkan karena guru kurang memaksimalkan media dan model pembelajaran. Guru yang bersangkutan hanya menggunakan media PowerPoint dan model ceramah. Media dan  model pembelajaran yang inovatif sangatlah banyak, salah satunya adalah media Marble-Virtual Globe dan model Jigsaw.Tujuan dari penelitian ini, adalah (1) Mengetahui penerapan aplikasi Marble-Virtual Globe dengan model Jigsaw dalam pembelajaran sejarah kelas X IPS 2 di MAN 3 Jombang. (2) Mengetahui hasil belajar siswa kelas X IPS 2 di MAN 3 Jombang dalam menerapkan media aplikasi Marble-Virtual Globe dengan model  Jigsaw.Pendekatan penelitian yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas oleh Kemmis dan Mac Taggart. Metode ini memiliki beberapa tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleks. Subjek penelitian yaitu kelas X IPS 2 yang berjumlah 29 siswa. Data yang diperlukan adalah data dari kegiatan pembelajaran menggunakan media Marble-Virtual Globe dan model Jigsaw. Data hasil belajar siswa dengan melihat nilai siswa disetiap siklus. Pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, tes dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) penerapan media Marble-Virtual Globe dan model Jigsaw di kelas X IPS 2 membuat siswa tertarik untuk mengikuti pembelajaran, sehingga mempelancar jalannya proses pembelajaran. Marble-Virtual Globe dan Jigsaw merupakan media dan model pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. (2) Analisis hasil belajar kelas X IPS 2 menunjukkan peningkatkan dari pra-penelitian sebesar 27,58% disiklus I meningkat menjadi 65,51 % dan disiklus II presentase ketuntasan menjadi 82,75%. Berdasarkan hasil penelitian ini disimpulkan bahwa pembelajaran sejarah dengan menerapkan media Marble-Virtual Globe dan model Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X IPS 2 MAN 3 Jombang. SUMMARYRizqie, Fikrie Francescolie. 2019. The implementation of  Marble-Virtual Globe by using Jigsaw Model on the lesson of Islamization in the archipelago to Improve the Results of Learning Students In Learning History Class X IPS 2 MAN 3 Jombang. Thesis, Department of History, Faculty of Social Sciences, State University of Malang. Advisor: (I) Dr. Blasius Suprapta M.Hum. (II) Indah Wahyu P.U, S.Pd, S.Hum, M.Pd.Keywords : Implementation Marble-Virtual Globe media, Jigsaw model, learning history, the result of learning .The benefits of using media and learning model which is to improve the result of learning. However, many teachers did not maximize the media and learning models in the learning process in classroom. As that happens on X IPS 2 MAN 3 Jombang class. The students of X IPS 2 class, that were 29 students. Based on the results of UTS on history lesson was relatively low, 21 students did not get the KKM, and 8 students only who reached minimum score or KKM. The minimum score or KKM that applied in MAN 3 Jombang was ≥ 75. The result of learning that showed were low achievement, because the teachers were minim to maximize the media and learning models. The teacher used PowerPoint media only, while the model that used is the teacher as a model. A lot of Media and learning models that innovative, one of them is Marble-Virtual Globe and  Jigsaw model.The purpose of the study was (1) Knowing the implementation of application Marble-Virtual Globe by using Jigsaw model in learning of the history on the class X IPS 2 in MAN 3 Jombang. (2) Knowing the result of the students’ learning on class X IPS 2 in MAN 3 Jombang by implementing Marble-Virtual Globe application media by using Jigsaw model.The approach of the study that used was the Classroom Action Research  by Kemmis and Mac Taggart. This method having stages, namely planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study was X IPS 2 class consisted of 29 students. The data that needed were the data of the activity of learning by using media Marble-Virtual Globe and Jigsaw model. The result of learning student represent by the score of students in each cycle. The collection data were used by observation, interview, test, and documentation.The results of the study showed that (1) The implementation of Marble-Virtual Globe and Jigsaw model in X IPS 2 class made students interested to follow the learning process, so make the course of the process of learning easily. Marble-Virtual Globe and Jigsaw model were media and learning models that could improve student learning outcomes.(2) The analysis of the results of learning on X IPS 2 class shows that improvement of the pre-research were 27.58 % in first cycle increase became 65.51%. On the second cycle percentage completeness became 82.75%. Based on the results of the study concluded that learning of history lesson by implementing Marble-Virtual Globe and Jigsaw model can improve the result of learning students on class X IPS 2 MAN 3 Jombang

    Pengembangan Media Pembelajaran Kalender Sejarah Materi Upaya Mempertahankan Kemerdekaan Indonesia (1945-1949) dalam Pembelajaran Sejarah di Kelas X SMKN 10 Malang

    No full text
    Permasalahan-permasalahan di dalam dunia pendidikan dikarenakan oleh banyak hal, salah satunya yaitu penggunaan media untuk mendukung proses pembelajaran. Di SMKN 10 Malang, proses pembelajaran sejarah cenderung berjalan secara satu arah dengan didominasi oleh guru. Hal tersebut menyebabkan peserta didik kesulitan menerima materi yang hanya disampaikan dengan cara konvensional, yaitu ceramah. Adanya revisi kurikulum 2013 juga menjadi salah satu faktor yang menghambat peserta didik dalam belajar sejarah. Materi yang banyak dengan jam belajar yang sedikit, membuat peserta didik jadi kesulitan dalam belajar sejarah. Ditambah lagi, jumlah buku yang disediakan oleh sekolah juga tidak memadai, yaitu hanya sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Selain dikarenakan permasalahan-permasalahan tersebut, alasan utama peneliti melakukan penelitian pengembangan ini adalah keluhan dari peserta didik. Peserta didik merasa kesulitan dalam menghapal tanggal-tanggal terjadinya peristiwa. Tanggal terjadinya peristiwa merupakan aspek temporal yang sangat penting bagi historiografi sejarah. Hal ini dikarenakan pembahasan sejarah sangat erat kaitannya dengan ruang dan waktu.Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan produk pengembangan berupa media pembelajaran kalender sejarah dalam materi strategi dan upaya-upaya mempertahankan Kemerdekaan Indonesia.Penelitian pengembangan ini dikembangkan dengan menggunakan metode penelitian pengembangan milik Sugiyono yang terdiri atas 10 tahapan yaitu 1) potensi dan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4) validasi desain, 5) revisi desain, 6) uji coba produk, 7) revisi produk, 8) uji coba pemakaian, 9) revisi produk, dan 10) produksi massal.Namun, dalam pelaksanaannya peneliti memodifikasi metode penelitian tersebut sehingga hanya terdiri atas 9 tahapan, yaitu 1) penentuan masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk dan materi, 4) validasi produk, 5) revisi produk, 6) uji coba produk kelompok kecil, 7) uji coba pemakaian kelompok besar, 8) revisi produk akhir, 9) produksi akhir.Metode pengembangan ini dilakukan berdasarkan hasil dari observasi awal dan wawancara dengan guru dan peserta didik mengenai proses pembelajaran sejarah di sekolah.Penelitian pengembangan media pembelajaran kalender sejarah sudah melalui tahap validasi dan uji coba untuk menguji kelayakan produk sebagai media pembelajaran.Validasi ahli dilakukan oleh para ahli di bidangnya. Hasil dari penelitian pengembangan media pembelajaran kalender sejarah, validasi ahli materi mendapatkan skor 51 dari total skor ideal 56 dengan persentase sebesar 91%, dan validasi ahli media mendapatkan skor 57 dari total skor ideal 60 dengan persentase sebesar 95%. Sedangkan tahap uji coba produk yang dilakukan kepada peserta di kelas X TKJ 4 SMKN 10 Malang dalam dua tahap. Tahap pertama, uji coba produk awal kelompok kecil mendapatkan skor 447 dari total skor ideal 512 dengan persentase sebesar 87%. Pada tahap selanjutnya, uji coba pemakaian kelompok besar mendapatkan skor 1489 dari total skor ideal 1664 dengan persentase 89%. Dari hasil validasi dan uji coba produk menunjukkan bahwa media pembelajaran kalender sejarah ini tergolong sangat valid dan sangat baik untuk digunakan

    PENGGUNAAN MEDIA TIME CHART DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 TUREN KABUPATEN MALANG TAHUN AJARAN 2018-2019

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media Time Chart dalam pembelajaran sejarah. Adapun objek penelitian ini yaitu siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Turen Malang. Keterlaksanaan pembelajaran dikelas XI IPS 2 dengan menggunakan media pembelajaran Time Chart sudah mencapai keberhasilan yang baik dengan berjalan dengan lancar. Media pembelajaran Time Chart dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Turen Malang pada aspek kognitif

    PENGEMBANGAN MEDIA KOMIK DIGITAL INTERAKTIF (MITA) PADA MATERI KEDATANGAN BANGSA EROPA DI NUSANTARA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PERBANKAN 2 SMKN 2 BOYOLANGU TULUNGAGUNG

    No full text
    Pemanfaatan media pembelajaran di Kelas X Perbankan 2 SMKN 2 Boyolangu masih cukup minim. Hal tersebut mengakibatkan hasil belajar siswa menjadi tidak maksimal. Melalui pengembangan media pembelajaran Media Komik Digital Interaktif (MITA) yang memenuhi kriteria valid, efektif, dan praktis mampu menngkatkan antusiasme siswa. Menjadikan pembelajran yang interaktif sehingga mendorong peningkatan hasil belajar siswa

    0

    full texts

    1,821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇