SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1821 research outputs found

    PERANAN MAHASISWA IKIP MALANG DALAM PERKEMAHAN WIRAKARYA DUNIA I (COMDECA) 1993 DI DESA LEBAKHARJO AMPELGADING KABUPATEN MALANG

    No full text
    ABSTRACT This research discusses about the role of IKIP Malang’s students in community development activities which held by Scouts of Indonesia with World Scout by the name of  First World Community Development Camp (Comdeca). The study aims to determine scouting activities related to community development which there are contributions from IKIP Malang’s students. The method of used in the research was using the historical research method according to Kuntowijoyo, consist of five stages, include topic selection, heuristic, verification, interpretation, and historiography. On Comdeca activities, IKIP Malang’s students acted as supervisors, research and evaluation,  logistic administration, logisticgs, and translators. All of these aspects helped in the implementation of the Comdeca 1993 which was attended by Scout members from various countries in the world. Keywords: role, IKIP Malang’s students, First World Community Development Camp, Comdeca   ABSTRAK Penelitian ini membahas tentang peranan mahasiswa IKIP Malang dalam kegiatan pembangunan masyarakat yang diselenggarakan oleh Gerakan Pramuka bersama kepanduan dunia dengan nama Perkemahan Wirakarya Dunia I atau 1st World Community Development Camp (Comdeca). Penelitian bertujuan untuk mengetahui kegiatan kepramukaan yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat yang di dalamnya terdapat kontribusi dari mahasiswa IKIP Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu menggunakan metode penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo terdiri dari lima tahapan, antara lain pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi. Pada kegiatan Comdeca mahasiswa IKIP Malang berperan sebagai waslitev, administrasi logistik (minlog), logistik, dan penerjemah. Semua aspek tersebut membantu dalam terlaksananya Comdeca 1993 yang diikuti oleh anggota Pramuka dari berbagai negara di dunia. Kata kunci: peranan, mahasiswa IKIP Malang, Perkemahan Wirakarya Dunia I, Comdec

    PENGEMBANGAN MEDIA PAPAN PERMAINAN TREASURE HUNTER PADA MATERI SISTEM TANAM PAKSA DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI SMAN 1 PURWOSARI

    No full text
    AbstrakMedia pembelajaran haruslah dapat menyesuaikan dengan karateristik peserta didik. Kurangnya pengembangan dan pemanfaatan media pembelajaran yang selaras dengan karakteristik peserta didik membuat ketidakfokusan peserta didik pada saat pembelajaran sejarah. Tujuan dari penelitian tersebut untuk menguji keefektifan media pembelajaran papan permainan Treasure Hunter dipadukan dengan materi sistem tanam paksa di Indonesia untuk peserta didik kelas XI SMAN 1 Purwosari. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan yang dikaji oleh Sugiyono. Hasil penelitian berdasarkan hasil validasi desain dan hasil uji coba menunjukan bahwa media pembelajaran papan permainan Treasure Hunter tergolong sangat valid atau sangat efektif untuk digunakan pada pembelajaran sejarah.Kata Kunci: Media Pembelajaran, Papan Permainan, Treasure Hunter, Sistem Tanam PaksaAbstractlearning Media must be able to adjust to the characteristics of learners. The lack of development and utilization of instructional media that are aligned with the characteristics of learners make learners do not foccuss during the learning history. The purpose of the study is to test the effectiveness of learning media board game Treasure Hunter combined with the material forced cultivation system in Indonesia to students of class XI of SMAN 1 Purwosari. The research method used is the method of research and development reviewed by Sugiyono. The results of the research based on the results of the design validation and the test results showed that the learning media board game Treasure Hunter as very valid or is very effective to use in learning history.Keywords: Learning Media, Board Game, Treasure Hunter, Enforcement Planting Syste

    Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA Negeri 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAKAilil, Rohana Nur.2018.Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA negeri 1 Purwosari.Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum.Kata kunci: Kinerja guru, cinta tanah air, situs sejarahSikap cinta tanah air yang terdapat dalam diri siswa pada masa ini semakin berkurang. Siswa yang cenderung acuh terhadap budaya Nusantara dan lebih tertarik terhadap budaya asing. Permasalahan ini menjadi tugas bagi orangtua, guru, dan pemerintah dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air dalam diri siswa. Guru sejarah memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air melalui pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru dengan metode pembelajaran yang menarik dan variatif seperti mengajak siswa ke situs bersejarah di sekitar. Selain itu, pemerintah juga memiliki tugas dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air pada siswa yaitu dengan adanya program pendidikan karakter.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk mengetahui upaya guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari, kendala guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari, dan menjelaskan Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA negeri 1 Purwosari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi pada proses pembelajaran di kelas dan teknik wawancara kepada guru dan siswa. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diolah dan keabsahan data diperiksa dengan teknik triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, peneliti memperoleh tiga simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, upaya guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah mengenalkan tentang situs bersejarah, para pahlawan, kebudayaan bangsa, dan tertib ketika pembelajaran.Kedua, kendala guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah adanya ketidakpahaman guru akan kebijakan pendidikan karakter, ketidaktahuan siswa akan situs bersejarah di sekitar, serta kurangnya antusias dan perhatian siswa terhadap pelajaran sejarah.Ketiga, kinerja guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air siswa melalui pembelajaran sejarah tentang situs bersejarah  di Kabupaten Pasuruan bagi siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah melalui kinerja seorang guru sebagai fasilitator, inisiator, informator, organisator, mediator, transmitter, dan motivator

    Persepsi Siswa Terhadap Peristiwa G30S/PKI Dalam Pembelajaran Sejarah Di Kelas XII SMKN 11 Malang

    No full text
    Pelajaran sejarah seringkali mendapatkan perhatian khusus dari siswa dan masyarakat pada umumnya. Salah satu materi yang serigkali menjadi masalah adalah terkait dengan materi G30S/ PKI. Pembelajaran sejarah menggunakan materi yang bersifat kontroversi seperti peristiwa G30S/PKI memiliki keunggulan ketika dapat mengelola pelaksanaannya dengan baik dan akan memberikan nilai positif tersendiri. Banyaknya kontroversi yang ada dalam aktor dari latar belakang peristiwa G30S/ PKI menurut peneliti akan membentuk persepsi yang berbeda dari siswa dan bagaimana siswa memandang adanya bayak versi terkait peristiwa tersebut. Hal yang mendukung keberhasilan dalam  pembelajaran yaitu adanya interaksi siswa dengan guru ketika proses belajar mengajar dan salah satu aktivitas belajar siswa adalah kegiatan persepsi. persepsi ini menjadikan salah satu faktor yang akan menunjang keberhasilan siswa dalam belajar. Kemudian, peran dari sifat materi peristiwa G 30S/PKI yang kontroversi ini akan menjadikan pemikiran siswa ke arah berfikir kritis dalam menganalisis fakta yang ada dalam peristiwa. Serta mengambil nilai nasionalisme yang dapat diambil dari peristiwa G 30 S/PKI. Panduan yang digunakan untuk melihat persepsi siswa dengan menggunakan tiga komponen tahapan yang dirumuskan oleh Bimo Walgito yaitu tahap mengetahui, menginterpretasi dan penilaian.Fokus dalam penelitian ini terdiri dari dua hal. Pertama memaparkan tentang proses pelaksanaan pembelajaran sejarah kelas XII di SMKN 11 Malang. Kedua, mengungkapkan melihat kemampuan persepsi siswa mengenai peristiwa G 30S/PKI. Metode penelitian yang digunakan untuk menggali fokus masalah adalah kualitatif deskriptif. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII, X dan guru matapelajaran sejarah. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan adalah wawancara dan observasi. Data yang terkumpul kemudian dianalis dan dicek keabsahannya. Melalui data-data yang berhasil dikumpulkan, diketahui bahwa proses pembelajaran Sejarah Indonesia di SMKN 11 Malang Perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, dan evaluasi.Hasil Penelitian menunjukkan proses perencanaan pembelajaran diawali dengan membuat Rencana Program Pembelajaran (RPP). Pada tahap pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan tiga tahapan yaitu pembukaan, kegiatan inti, dan penutup. Dalam pembelajaran sejarah sudah menggunakan media, metode, dan sumber. Evaluasi pembelajaran sejarah dilakukan dengan menggunakan berbagai metode. Pada fokus penelitian kedua menunjukan hasil banyak siswa yang setuju dengan versi bahwa PKI sebagai dalang utama dibalik peristiwa itu. Ada juga yang memiliki pendapat lain yang setuju dengan versi bahwa Soeharto sebagai dalang utama dibalik peristiwa G30S/PKI. Hasil penelitian ini siswa sudah memiliki persepsi yang baik terhadap materi peristiwa G 30S/PKI yang dapat dibuktikan berdasarkan hasil wawancara dan berdasarkan nilai ulangan harian. Akan tetapi, siswa masih harus diberikan pemahaman lagi karena siswa belum mampu menjelaskan terkait versi-versi yang ada.Saran yang diberikan peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah : (1) Pembelajaran sejarah di SMKN 11 Malang dilakukan dengan lebih kreatif dengan menggunakan media pembelajaran dan model pembalajaran. Sebaiknya dalam pembelajaran mengacu pada pedoman perencanaan RPP terlebih dahulu.(2) Dalam menyampaikan peristiwa G30S/PKI diharapkan juga menjelaskan versi yang lain agar siswa dapat mempunyai pemahaman yang utuh

    Penerapan Model Debat Rapat Dewan Kota untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi di Kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar

    No full text
    RINGKASAN Fitriana, Sururin. 2019. Penerapan Model Debat Rapat Dewan Kota untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa Pada Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi di Kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr. Dewa Agung Gede Agung, M. Hum. Kata Kunci: Model Pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota, minat belajar Pembelajaran sejarah di kelas XI IIS 2 MAN 3 Blitar mengalami masalah pembelajaran yakni rendahnya minat belajar siswa. Berdasarkan hasil observasi selama kegiatan pembelajaran di kelas, guru menggunakan model pembelajaran yang sama setiap pertemuan yakni ceramah. Siswa menjadi kurang semangat dan mudah cepat merasa bosan pada saat pembelajaran berlangsung. Upaya yang pernah digunakan guru untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah menerapkan model debat dimana partisipasi siswa dalam pembelajaran meningkat dengan baik. Akan tetapi, model debat yang diterapkan guru kurang maksimal dan belum terlaksana secara berkelanjutan. Peneliti bersama guru mata pelajaran sejarah berkolaborasi untuk kembali menerapkan debat yang lebih menarik sebagai upaya memperbaiki minat belajar siswa XI IIS 2 adalah dengan penerapan model pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota. Model Debat Rapat Dewan Kota merupakan kombinasi dari dua strategi untuk menstimulasi diskusi kelas agar lebih hidup dan menarik. Penggunaan Rapat Dewan Kota dapat divariasikan ke dalam Debat sehingga alur dalam Debat Rapat Dewan Kota berbeda dengan debat pada umumnya. Dengan penerapan model tersebut diharapkan siswa dapat berminat dan terdorong untuk mengikuti pembelajaran sejarah dengan semangat. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yakni penelitian yang dilakukan di dalam kelas bertujuan untuk memecahkan dan memperbaiki masalah dalam pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini terdiri dari dua pemberian tindakan dimana masing-masingnya terdiri dari langkah perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Minat belajar siswa di kelas XI IIS 2 dilihat dari empat aspek yakni perasaan senang, keterlibatan siswa, ketertarikan dan perhatian siswa. Keempat aspek tersebut diamati melalui lembar observasi yang dilakukan observer selama pembelajaran berlangsung dan wawancara dengan guru dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan siswa menjadi berminat dan semangat serta membangun kerjasama yang baik selama penerapan model. Hasil data siklus I menunjukkan minat siswa mencapai 49% dengan format kelas besar yakni dua kelompok sedangkan hasil data siklus II menunjukkan minat siswa mencapai 77% dengan format kelas yang lebih kecil yakni dengan empat kelompok atau tiga kali sesi debat, sehingga peningkatan dari presentase siklus I ke siklus II sebesar 28%. Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran Debat Rapat Dewan Kota dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penerapan model ini dapat dijadikan salah satu model pembelajaran yang interaktif bagi siswa terutama dalam mata pelajaran sejarah. Penggunaan format kelompok debat yang kecil lebih efektif untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok

    DAMPAK PEMBANGUNAN JALUR KERETA API TERHADAP KONDISI SOSIAL-EKONOMI KOTA BLITAR (1884-1919)

    No full text
    Abstrak Transportasi berkembang pesat setelah diterbitkanya Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-undang Gula (Suiker Wet) pada 1870. Dengan adanya dua undang-undang ini menyebabkan banyaknya investor menanamkan modal dalam bentuk perkebunan yang banyak dibuka di wilayah pedalaman,termasuk Blitar. Pada awalnya pengangkutan hasil perkebunan dilakukan dengan gerobak, karena terbatasnya pengangkutan menyebabkan beberapa hasil perkebunan rusak atau tidak dapat diolah secara maksimal. Oleh karena itu dibangunlah jalur kereta api, karena kereta api dinilai lebih efektif dari sarana transportasi lain. Penelitian ini membahas faktor penyebab pembangunan jalur kereta api ke arah Blitar dan dampak yang ditimbulkan pada kondisi sosial-ekonomi di Blitar pada 1884-1919. Penulis menggunakan metode peneliian sejarah. Hasil dari penelitian ini diperoleh kesimpulan bahwa pembangunan jalur kereta api di Blitar merupakan salahsatu dampak diterbitkanya Undang-undang Agraria (Agrarische Wet) dan Undang-undang Gula (Suiker Wet) pada 1880. Adanya undang-undang ini menyebabkan pembukaan perkebunan kopi dan tebu di wilayah Blitar. Dampak dari pembangunan jalur kereta api ini Blitar menjadi terhubung baik dari jalur barat maupun timur. Kereta api juga berdampak terhadap aktivitas ekonomi, yaitu munculnya sektor pekerjaan baru yaitu kui panggul, pedagang, dan pegawai perusahaan.Kata kunci: Kereta api, Blitar, Sosial-ekonomi Abstract Transportation developed rapidly after the promulgation of the Agrarian Law (Agrarische Wet) and the Sugar Act (Suiker Wet) in 1870. With the existence of these two laws, it caused many investors to invest in the form of plantations which were widely opened in rural areas, including Blitar. Initially transportation of plantation products was carried out by cart, due to limited transportation, some of the plantation products were damaged or could not be processed optimally. Therefore a railway line was built, because the train was considered more effective than other means of transportation. This study discusses the factors causing the development of the railroad track in the direction of Blitar and the impact caused by the socio-economic conditions in Blitar in 1884-1919. The author uses the method of historical research. The results of this study concluded that the construction of the railroad track in Blitar was one of the impacts of the issuance of the Agrarian Law (Agrarische Wet) and the Sugar Law (Wet Suiker) in 1880. The existence of this law led to the opening of coffee and sugar cane plantations in the region Blitar. The impact of the construction of this railroad line Blitar became connected both from the west and east lines. Railroad also has an impact on economic activity, namely the emergence of new employment sectors, namely the pelvis, traders, and company employees.Keywords: Train, Blitar, Socio-economi

    PERKEMBANGAN SENI LUKIS DI KOTA MALANG TAHUN 1968-2013

    No full text
    Abstrak Seni merupakan hasil dari pola piker yang dituangkan dalam sebuah media. Seni lukis merupakan Seni lukis merupakan salah satu bagian dari seni rupa, seni lukis merupakan percampuran warna warna cair yang digoreskan di atas media datar berupa kanvas, dinding ataupun kertas. Seni lukis berkembang di Hindia Belanda bermula pada abad ke 18 di Kota Natavia, dan seirng berjalanya waktu Kota Malang juga menjadi tempat berkembanganya seni lukis, di Kota Malang seni berkembang dengan pesat yang ditandai dengan berkembangnya organisasi yang menaungi seni lukis, contohnya UKM Sanggar Minat, Komunitas Kentjing Andjing, dan Pena Hitam. Berkembangnya organisasi seni lukis di Kota Malang memberikan dampak positif di bidang social ekonomi, contohnya ketika tren sepatu lukis dan penjualan lukisan kanvas meningkat dan mambatu perekonomian masyarakat sekitar.Kata kunci: Seni lukis, Kota Malang, Sosial, ekonomi Abstract Art is the result of thinking patterns expressed in a media. Painting is painting is one part of fine art, painting is a mixture of liquid colors that are etched on flat media in the form of canvas, walls or paper. Painting developed in the Dutch East Indies starting in the 18th century in the City of Natavia, and over time Malang City also became a place for the development of painting, in the city of Malang the art developed rapidly which was marked by the development of organizations that housed painting, for example Sanggar Interests UKM, Kentjing Andjing Community, and Black Pen. The development of painting organizations in Malang City has a positive impact on the socio-economic field, for example when the trend of painting shoes and the sale of canvas paintings has increased and the economic development of the surrounding community has increased.Keywords: Paintings, Malang City, Social, Econom

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WEB BERBASIS SITUS PENINGGALAN PRASEJARAH DI KABUPATEN TULUNGAGUNG UNTUK SISWA KELAS X IIS DI MAN 2 TULUNGAGUNG

    No full text
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan sebuah media pembelajaran sejarah yang berbentuk web yang berbasis situs peninggalan prasejarah di Tulungagung serta mengetahui kelayakan produk web dari segi aspek materi, bahasa dan gambar, penyajian dan tampilan serta manfaat. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan metode pengumpulan data observasi, angket validasi, wawancara dan lembar tes yang dianalisis secara kuantitatif dan secara kualitatif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk media pembelajaran web layak digunakan dengan presentase kelayakan sebesar 97,67% yang dimana data tersebut diperoleh dari hasil uji coba pemakaian.Kata Kunci: Pengembangan, media pembelajaran, Web, situs peninggalan prasejarah di Tulungagung ABSTRACT The purpose of this research is to develop Web learning media and add studentsinsights about prehistoric heritage sites in Tulungagung where students are very unfamiliar with these prehistoric sites which are considered very important and knowing appropriateness product of web from aspect theory, language and image. This research and development using method collecting observation data, questionnaire validation, interviews and test of sheets analyzed quantitatively and qualitatively. Results from this study indicate that web learnieng media products fit for use with a percentage 97.67% eligibility in which the data obtained from the use of the test results.Keyword:  Development, Learning Media, Web, Prehistoric Site in Tulungagung&nbsp

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN RAMBO S UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS XI IPS 1 DI SMAN 1 BOYOLANGU KABUPATEN TULUNGAGUNG

    No full text
    Abstrak Penelitian ini didasari oleh belum adanya pemanfaatan media pembelajaran sejarah pada pembelajaran sejarah dengan materi Sejarah Perjuangan Batalyon Sikatan dalam Mempertahakan Indonesia 1948-1949 serta pemanfaatan Smartphone yang dinilai belum maksimal oleh siswa. (Studi pada wawancara guru matapelajaran sejarah Ibu Dra. Susiani dan Ibu Warapamungkas Mustikaningtyas S.Pd serta siswa kelas XI IPS di SMAN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung). Pengembangan pada media pembelajaran belum pernah dilakukan sebelumnya oleh guru matapelajaran Sejarah Indonesia, pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran Rambo S diharapkan mampu untuk menarik perhatian siswa dan menambah wawasan siswa tentang sejarah di sekitar lingkungannya dalam kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk media pembelajaran Rambo S dengan materi Sejarah Perjuangan Batalyon Sikatan untuk Pembelajaran Sejarah Siswa Kelas XI IPS 1 di SMAN 1 Boyolangu Kabupaten Tulungagung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian dan pengembangan versi Sugiyono dengan modifikasi, yaitu, (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk uji coba, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk. Hasil penelitian menunjukkan dari proses validasi materi didapatkan prosentase validitas sebesar 95%, dari proses validasi ahli media didapatkan prosentase validitas 96%. Dari hasil uji coba pemakaian kelompok kecil didapatkan hasil efektifitas produk dengan prosentase 92% dengan jumlah 8 siswa sedangkan pada uji coba pemakaian kelompok besar sebesar 93% dengan jumlah 28 siswa. Sehingga dapat disimpulkan media pembelajaran Rambo S ini sangat valid dan sangan efektif digunakan dalam kegiatan pembelajaran sejarah.Kata-kata kunci : Media pembelajaran, Rambo S, Batalyon Sikatan Abstract The study is based on the nonexistence of the use of historical learning media in history learning with the material of the History about Srikatan Battalion Struggle in defending Indonesia on 1948-1949 and the use of smartphone which was considered by students was not maximal. (Study on interviewing the history teacher, Mrs. Dra. Susiani and Mrs. Warapamungkas Mustikaningtyas S.Pd and grade XI IPS at SMAN 1 Boyolangu Tulungagung). The development of learning media has never been done before by the Indonesian history teachers. The learning by using the Rambo S learning media is expected to be able to attract students' attention and increase students' insights about history in learning activities. The purpose of this study is to produce the product of Rambo S learning media with the material of History about Sikatan Battalion Struggle for the History Learning of grade XI IPS 1 at SMAN 1 Boyolangu, Tulungagung. The method used in this study is using the research and development method of Sugiyono's version with modifications, those are (1) potential and problem, (2) data collection, (3) product design, (4) design validation, (5) design revision, (6) product testing (7) revision of product testing (8) usage testing (9) product revision. The result of the study from the material validation process showed that was obtained the percentage of validity 95% and from media expert validation process was obtained percentage of validity 96%. The test result of using the small groups which consists of 8 students were obtained the results of the product effectiveness with a percentage of 92% in the test results of using the large groups which consists of 28 students were obtained 93%. To sum up, The Rambo S learning media is very valid and effective used in historical learning activities..Keywords : learning media, Rambo S, Sikatan Batalyon &nbsp

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN PETA TEMATIK “AKU PETA” MATERI PERSEBARAN MANUSIA PURBA DI INDONESIA UNTUK KELAS X IIS 1 SMA IMMANUEL BATU

    No full text
     ABSTRAK Pendidikan sejarah menciptakan situasi yang dapat menumbuh kembangkan kesadaran sejarah. Berdasarkan hasil wawancara,observasi dan penyebaran angket permasalahan yang didapati peneliti berupa kurangnya media pembelajaran yang digunakan dan juga  kurangnya pemanfaatan fasilitas yang tersedia di sekolah. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah mengetahui efektivitas produk media Peta Tematik Persebaran Manusia Purba di Indonesia untuk siswa kelas X IIS 1 SMA Immanuel Batu. Hasil pengembangan media Peta Tematik merupakan media yang berbentuk peta yang dikemas dalam model boardgames menjadi satu platform dan terkait dengan beberapa materi. Hasil validasi dari ahli materi memperoleh skor 81 dari 85 dengan persentase 95%. Hasil validasi dari ahli media juga memperoleh skor 73 dari 75 dengan persentase 97%. Hasil uji coba produk di lapangan pada uji coba kelompok kecil memperoleh skor 730 dari 800 dengan persentase 91,25%, kemudian pada uji coba kelompok besar memperoleh skor 1485 dari 1600 dengan persentase 92,81%. Hasil pre-test memperoleh rata-rata 62,25 dan hasil post-test memperoleh rata-rata 92. Berkaitan dengan hasil belajar tersebut, maka media Peta Tematik dapat disimpulkan bahwa media Peta Tematik yang dikembangkan ini valid atau sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran sejarah.Kata Kunci: media pembelajaran, Peta Tematik, Manusia Purba&nbsp

    0

    full texts

    1,821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇