SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1821 research outputs found
Sort by
Kinerja Guru Sejarah SMK Negeri Dalam Pembelajaran Sejarah di Kabupaten Pasuruan
Abstrak Kinerja guru merupakan faktor yang menentukan kualitas di dalam pembelajaran. Guru dapat dikatakan baik jika kinerja yang ditunjukkan selama pembelajaran di kelas berjalan dengan baik. Tentu saja guru harus memiliki kinerja yang baik dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang dibebankan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja guru SMK Negeri dalam pembelajaran sejarah di Kabupaten Pasuruan, yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran sejarah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini dilakukan di tiga sekolah, yakni SMKN 1 Purwosari, SMKN 1 Bangil dan SMKN 2 Sukorejo. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Kegiatan analisis yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil temuan peneliti terkait dengan kinerja guru dalam proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran menjadi tolak ukur keberhasilan guru dalam melaksanakan kegiatan proses pembelajaran di kelas. Kata kunci: kinerja, guru sejarah, pembelajaran sejarah Abstract Teacher performance is a factor that determines the quality of learning. The teacher can be said to be good if the performance shown during class learning is going well. Of course the teacher must have a good performance in carrying out his duties in accordance with the responsiblities charged. This study aims to describe the performance of teachers at the State Vocational School in History Learning in Pasuruan Regency, which includes learning planning, implementing learning and evaluating historical learning. This study uses a qualitative approach with a type of descriptive research. This research was conducted in three schools, namely Vocational High School of Purwosari, Vocational School of Bangil and Vocational High School of Sukorejo 2nd . Data collection is done by observation, interview and documentation techniques. The analysis activities carried out in this study include data reduction, data presentation and conclusion. The findings of researchers related to teacher performance in the process of planning, implementing and evaluating learning become a benchmark for the succes of the teacher in carrying out classroom learning activities. Keywords: performance, history teacher, history learnin
perkembangan Infrastruktur Kota Kepanjen 1981-2016
ABSTRAK Alfariz, Hamzah. 2019. Perkembangan Infrastruktur Kota Kepanjen Tahun 1981-2016. Skripsi, Program Studi Ilmu Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Yuliati, M.Hum, (II) Drs. Marsudi, M.Hum. Kata Kunci: Kepanjen, infrastruktur, kota Kota Kepanjen merupakan salah satu kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Wilayah kecamatan Kepanjen terdiri dari 4 kelurahan dan 14 desa. Pada tahun 2008 Kepanjen secara resmi ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Malang. Perkembangan kota tentunya menimbulkan masalah baru, terutama yang berkaitan dengan perkembangan infrastruktur kota. Perkembangan Kota Kepanjen memicu permasalahan utamanya dalam bidang infrastruktur kota. Permasalahan dari skripsi ini adalah bagaiman perkembangan infrastruktur Kota Kepanjen, dan faktor apa saja yang mempengaruhi perkembangan Kota Kepanjen. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mendeskripsikan perkembangan infrastruktur Kota Kepanjen tahun 1981-2016. (2) Untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan infrastruktur Kota Kepanjen 1981-2016. Metode penelitian ini menggunakan metode historis yang terdapat lima tahapan, yaitu: pemilihan topik, heuristik (pengumpulan sumber tertulis, foto, dan peta), setelah itu dilakukan kritik, yaitu kritik eksternal dan internal, selanjutnya tahap interpretasi atau penafsiran data, dan yang terakhir adalah historiografi, yaitu penulisan sejarah berdasarkan data-data yang telah diperoleh. Metode tersebut digunakan untuk menyusun fakta, mendeskripsikan, dan menarik kesimpulan tentang apa yang terjadi pada masa lampau. Hasil dari penelitian memperoleh dua kesimpulan sebagai berikut. Pertama, Perkembangan infrastruktur Kota Kepanjen didasarkan pada beberapa aspek seperti keadaan infrastruktur yang telah tersedia yaitu jalan, pusat perbelanjaan, terminal dan stasiun, rumah sakit, dan pusat kegiatan olahraga. Infrastruktur yang baru dibangun seperti gedung pemerintahan, gedung dewan, pengadilan negeri juga mempengaruhi perkembangan Kota Kepanjen. Kedua, Perkembangan infrastruktur Kota Kepanjen sebagai Ibukota Kabupaten Malang dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantara faktor tersebut antara lain, faktor politik, ekonomi, sosial, dan daya dukung lingkungan
Penerapan Model Pembelajaran Jigsaw dengan Menggunakan Teka Teki Silang untuk Meningkatkan Minat Belajar di Kelas XII IPS 2 SMAN 1 TUREN
ABSTRAK Pembelajaran sejarah seringkali dianggap peserta didik membosankan karena pembahasan tentang masa lampau dan menghafal angka tahun, nama tokoh dan tempat peninggalan. Pada pembelajaran sejarah peserta didik menganggap bahwa sejarah hanya berhubungan tentang menghafal sebab itu peserta didik mudah merasa bosan dengan mata pelajaran sejarah dengan kurangnya ditunjang oleh model pembelajaran yang kurang inovatif. dalam pembelajaran sejarah umumnya pendidik menggunakan sistem pembelajaran dengan cara berpusat kepada guru yang hanya bercerita saja dan kurang menggunakan model pembelajaran yang kemasannya menarik membuat peserta didik menjadi tidak begitu tertarik akan pembelajaran sejarah, hal ini membuat pembelajaran sejarah itu tidak lagi menarik karena sebab itulah kenapa peneliti memilih model pembelajaran Jigsaw. Jigsaw diharapkan menambah minat peserta didik. Pembelajaran yang lebih menarik tentunya membuat peserta didik jadi antusias dalam mengikuti pembelajaran. Pembelajaran yang menarik akan membuat peserta didik mudah untuk menerima dan memahami penjelasan dari pendidik. Pembelajaran pendidik akan berusaha memaksimalkan keadaan kelas yang memungkinkan adanya interaksi antara peserta didik dengan pendidik.Pengaruh terhadap model pembelajaran yang diberikan oleh pendidik yang diterima oleh peserta didik kadang membuat perserta didik kurang fokus dalam melakukan proses pembelajaran Kata Kunci : Pembelajaran, Teka Teki silang, Minat Belaja
PERAN BHIKKHU KHANTIDHARO MAHATHERA DALAM AGAMA BUDDHA THERAVADA DI KOTA BATU & MUATAN EDUKASINYA
ABSTRAK Irawati, Shindy Dwi. 2019. Peran Bhikhu Khantidharo Mahathera Dalam Agama Budha Theravada di Kota Batu & Muatan Edukasinya. Skripsi, Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang.Pembimbing: Drs. Ari Sapto, M.Hum Kata Kunci : Peran Bhikhu, Agama Budha Theravada, Sekolah Tinggi Agama Budha. Agama Budha Theravada merupakan golongan konservatif yang menyebut dirinya Sthaviravadins yang mana belakangan dikenal denganbersikap mempertahankan kesederhanaan ajaran Sakyamuni. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan peran Bhikkhu Khantidharo Mahathera terhadap agama Buddha Theravada di Vihara Dhammadipa Arama (2) Mendeskripsikan peran Bhikkhu Khantidharo Mahathera terhadap agama Buddha Theravada di Sekolah Tinggi Agama Budha (STAB) Kertarajasa Kota Batu. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian fenomologi karena penulis ingin mengetahui dan mengungkap fenomena yang terjadi mengenai ajaran Agama Buddha Theravada dalam Agama Buddha di Sekolah Tinggi Agama Buddha Kota Batu. Penulis mencari data melalui wawancara mendalam. Berdasarkan hasil analisis dari data yang diperoleh, terdapat dua kesimpulan hasil penelitian: Pertama, mengenai profil Sekolah Tinggi Agama Budha yang berada di dalam Padepokan Vihara Dhammadipa Arama. Kedua, mengenai latar belakang pendirian Sekolah Tinggi Agama Budha (STAB) Kertarajasa Kota Batu pada tahun 2000 oleh Bhikhu Khantidharo Mahathera. Melalui kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dijabarkan terdapat beberapa saran yaitu: (1) Bagi jurusan sejarah Fakultas Ilmu Sosial, diharapkan penelitian mengenai Peran Bhikkhu Khantidharo Mahathera dalam agama Budha Theravada iini dapat memperkaya wawasan mengenai komunitas Budha Theravada, khususnya mengenai aktivitas keagamaan, aktivitas sosial serta pendidikannya. (2) Bagi Peneliti selanjutnya, diharapkan dengan tema yang sama, peneliti selanjutnya bisa mengembangkan penulisan mengenai perkembangan vihara diberbagai daerah di Indonesia. Dengan harapan penelitian selanjutnya bisa menggali lebih luas mengenai kajian arsitektural, kontinuitas ataupun hal menarik lain yang akan menambah wawasan baru bagi pembaca
Penerapan Media Sosial Whatsapp Untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sejarah Indonesia Siswa Kelas X IPA 5 Di SMAN 9 Malang
ABSTRAK Sa’adah, Siti Balqis Nur. 2019. Penerapan Media Sosial Whatsapp untuk Meningkatkan Keaktifan Belajar Sejarah Indonesia Siswa Kelas X IPA 5 di SMAN 9 Malang. Skripsi. Jurusan Pendidikan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Dr.Ari Sapto, M.Hum. Kata Kunci : Media Sosial Whatsapp, Keaktifan Belajar, Pembelajaran Sejarah Pada hasil observasi awal yang dilaksanakan pada tanggal 1 Maret 2019 di SMAN 9 Malang kelas X IPA 5 diketahui bahwa tingkat keaktifan siswa masih rendah hal ini dibuktikan dari keantusiasan siswa dalam menerima materi juga sangat rendah, terbukti disaat proses pembelajaran masih banyak siswa yang tidak merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru. Berdasarkan temuan awal peneliti, maka perlu adanya upaya perbaikan dalam pembelajaran sejarah. Permasalahan tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan media pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran sejarah, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses keberhasilan dan peningkatan keaktifan siswa dengan menggunakan media sosial whatsapp pada mata pelajaran Sejarah Indonesia di kelas X IPA SMAN 9 Malang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 langkah. Setiap langkah terdiri dari 2 pertemuan dan 4 tahap kegiatan, yang meliputi perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, pelaksanaan tindakan, observasi dan evaluasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan media sosial whatsapp dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas X IPA 5 pada mata pelajaran sejarah Indonesia. Keaktifan siswa meningkat pada setiap langkah, terbukti pada langkah 1 keaktifan siswa mencapai rata-rata senilai 10,60 dan langkah 2 siswa mencapai rata-rata senilai 11,22. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan media sosial whatsapp terbukti dapat meningkatkan keaktifan belajar siswa kelas X IPA 5 SMAN 9 Malang. Saran yang diberikan peneliti berdasarkan hasil penelitian ini adalah: (1) Guru mata pelajaran Sejarah Indonesia hendaknya menjadikan reverensi baru media sosial whatsapp sebagai variasi modern media pembelajaran. (2) Siswa hendaknya harus meningkatkan keaktifan belajarnya menjadi lebih baik dari sebelumnya dengan cara merubah kebiasaan buruk pada proses pembelajaran
PERKEMBANGAN GAYA HIDUP MAHASISWA DALAM MENGISI WAKTU LUANG DI KOTA MALANG (1978-2015)
Abstrak Kota Malang merupakan kota yang sudah terkenal dengan sebutan Kota Pendidikan. Masyarakat Kota Malang sangat terbuka dengan budaya yang masuk ke kota ini. Mahasiswa yang telah melakukan migrasi temporer ke Kota Malang juga turut terpengaruh dari budaya Kota Malang. Gaya hidup menonton film sudah ada sejak tahun 1976. Cara menonton film ini berkembang seiring pengaruh dari globalisasi. Pada tahun 70-an sampai dengan akhir 90-an, mahasiswa menonton film dengan cara misbar. Awal 90-an sampai saat ini mahasiswa sudah lebih mudah menonton film di dalam gedung bioskop. Malang juga terkenal dengan kota barometer musik Indonesia. Ini terlihat banyak musik berkembang di Kota ini seperti musik rock, musik jazz, musik pop dan juga musik ska. mahasiswa sering menghabiskan waktu luangnya untuk menonton konser musik. Kota Malang yang terkenal dengan perkebunan kopinya juga erat kaitannya dengan tempat ngopi sampai saat ini. Budaya ngopi ini juga melahirkan budaya nongkrong di kalangan mahasiswa. Mahasiswa tahun 70-an belum terlalu mengenal nongkrong. Pada awal 80-an mahasiswa sudah banyak menghabiskan waktu luangnya untuk nongkrong di Alun-alun kota Malang. Setelah menginjak tahun 2000-an, banyak berdiri tempat ngopi dan nongkrong di Kota Malang. Kata Kunci: Gaya Hidup, Mahasiswa
Pengembangan Bahan Ajar Infografis QR Materi “Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949)” Untuk Pembelajaran Sejarah Indonesia Siswa Kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari
RINGKASAN Rahma, Rizmitunsasri Dwipatma. 2019. Pengembangan Bahan Ajar Infografis QR Materi “Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949)” Untuk Pembelajaran Sejarah Indonesia Siswa Kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari. Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Kasimanuddin Ismain, M.Pd dan (II) Dra. Yuliati, M.Hum. Kata Kunci: bahan ajar, infografis, kode QR, revolusi fisik, Erna Djajadiningrat Pada proses pembelajaran sejarah Indonesia di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari terdapat beberapa permasalahan yang timbul, antara lain kurangnya variasi bahan ajar matapelajaran sejarah Indonesia, materi sejarah Indonesia yang sulit untuk dipahami oleh siswa , dan juga kurang pengetahuan siswa smengenai tokoh pejuang wanita Indonesia. Berdasarkan permasalahan-permasalahan tersebut, maka peneliti memberikan sebuah solusi dengan mengembangkan sebuah produk bahan ajar infografis QR dengan materi “Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949)”. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk bahan ajar infografis QR sebagai bentuk solusi atas permasalahan yang terdapat dalam pembelajaran sejarah Indonesia di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari. Penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui tingkat kelayakan penerapan bahan ajar infografis QR materi “Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949)” untuk digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran sejarah Indonesia. Metode penelitian dan pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan Sugiyono, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi massal. Instrumen pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini berupa angket yang diisi oleh validator ahli materi, validator ahli media, dan siswa . Subjek uji coba penelitian ini ialah siswa kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari. Hasil validasi oleh validator ahli materi diperoleh persentase sebesar 86 %, sehingga bahan ajar infografis QR dikategorikan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran sejarah Indonesia tanpa perlu revisi. Hasil validasi oleh validator ahli media diperoleh persentase sebesar 69,5%, sehingga produk bahan ajar infografis QR dikategorikan layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran sejarah Indonesia dengan sedikit revisi. Hasil uji coba produk kepada delapan orang siswa diperoleh persentase sebesar 90,25% dan hasil uji coba pemakaian kepada 31 orang siswa dipeloleh persentase sebesar 90,1%, sehingga bahan ajar infografis QR dikategorikan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran sejarah Indonesia. Produk bahan ajar infografis QR diproduksi secara massSal dengan mengunggahnya pada media sosial Facebook.
CLASH OF CULTURE: PERMASALAHAN KESEHATAN MASYARAKAT BADUY, DESA KANEKES, KECAMATAN LEUWIDAMAR, KABUPATEN LEBAK, BANTEN 1960-2014
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penyakit frambusia dapat muncul dan berkembang pada masyarakat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak tahun 1960-2014. Ada 3 hal yang menjadi rumusan masalah pada peneltian ini, yaitu (1) Kondisi kesehatan masyarakat Baduy sebelum tahun 1960 (2) Perubahan dan keberlanjutan pelayanan kesehatan pada masyarakat Baduy sejak tahun 1960 (3) Penyebab penyakit dapat muncul dan berkembang pada masyarakat Baduy, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Penelitian ini merupakan bentuk penulisan sejarah yang bersifat deskriptif naratif dan analitis dengan menggunakan pendekatan sejarah kesehatan. Dalam melakukan penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian sejarah. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Cukup sedikit catatan mengenai kondisi kesehatan Masyarakat Baduy sebelum 1960 yang dapat ditemukan. (2) Sentuhan medis pertama yang tercatat pernah didapat oleh Masyarakat Baduy adalah vaksin cacar yang diberikan oleh pemerintah kolonial kepada Masyarakat Baduy Luar pada kisaran tahun 1929. (3) Penyakit dapat muncul dan berkembang pada Masyarakat Baduy disebabkan terutama oleh faktor lingkungan, budaya, dan perilaku hidup bersih dan sehat. Selain itu, munculnya permasalahan sehingga sebuah penyakit tidak dapat segera diberantas disebabkan oleh perbedaan konsep kesehatan tradisional yang dianut masyarakat Baduy dan tertuang dalam pikukuh adat dengan konsep kesehatan masyarakat modern yang dipegang oleh pihak pemerintah. Kata Kunci: Masyarakat Baduy, Frambusia, Permasalahan Kesehata
Peran Kapal Induk dalam Perang Pasifik 1941-1945
Abstrak Laut merupakan sistem perairan Samudra berair asin yang menutupi 90% dari permukaan bumi. Laut merupakan aspek spasial yang penting sehingga jika terjadi perang maka laut akan masuk dalam kajian strategis. Dalam Perang Dunia II yang terjadi pada Samudra Pasifik, laut menjadi wilayah di mana pertempuran besar terjadi, antara kapal-kapal induk yang dioperaikan oleh USN memiliki keunggulan teknologi, dan pesawat tempurnya melawan kapal induk Kekaisaran Jepang yang terkenal akan semangat juang dan semangat berani mati penerbangnya. Dalam Perang Pasifik kapal induk memegang peranan penting yang mempengaruhi jalannya peperangan, contohnya dalam peristiwa Pearl harbor yang mana IJN mempunyai aspek kejutan, pertempuran Laut Koral yang mana pertempuran kapal induk pertama, Pertempuran Midway diaman IJN mengalami kekalahan telak sampai tidak bisa bangkit lagi, Penyerangan Truk oleh USN yang membuat IJN terusir dari wilayah Pasifik Selatan, perburuan kalkun di Mariana dan Pertempuran Teluk Leyte yang mana mengunci kekalahan IJN di Samudra Pasifik.Kata Kunci : kapal induk, Samudra Pasifik, USN, IJN Abstract The sea is a saltwater ocean waters system that covers 90% of the earth's surface. The sea is an important spatial aspect so that if there is a war the sea will be included in a strategic study. In World War II, which took place in the Pacific Ocean, the sea became an area where major battles took place, between aircraft carriers operated by USN having technological advantages, and fighter planes against Japanese Imperial aircraft carriers which were known for fighting spirit and the courage to die of flight. In the Pacific War the aircraft carrier plays an important role that influences the course of the war, for example in the Pearl Harbor event where IJN has a shocking aspect, the Battle of the Coral Sea which is the battle of the first aircraft carrier, the Battle of Midway where IJN was defeated until it could not rise again, the Truk attack by USN which drove the IJN from the South Pacific region, Great Mariana Turkey Shot and the Battle of Leyte Gulf which locked the IJN defeat in the Pacific Ocean.Keywords : Aircraft carriers, Pacific ocean, USN, IJN 
UPAYA MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DI MOJOKERTO TAHUN 1947-1949
Abstrak Penulisan skripsi ini bertujuan untuk memaparkan upaya mempertahankan kemerdekaan di Mojokerto serta terbentuknya militer dan pemerintahan di Mojokerto. Adapun yang menjadi latar belakang penelitian ini karena keinginan rakyat Indonesia untuk hidup bernegara secara bebas dari penjajahan sehingga memaksa terjadinya perang kemerdekaan antara Indonesia dan Belanda. strategi tentara Indonesia untuk melawan Belanda yaitu dengan cara bergerilya, selain faktor persenjataan yang kalah canggih strategi gerilya dipilih karena dirasa efektif dalam menyerang pertahanan musuh secara mendadak. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah meliputi pemilihan topik, heuristik, Kritik (interen dan eksteren), intepretasi, dan historiografi. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa Mojokerto merupakan salah satu dari beberapa daerah di Jawa Timur yang ikut dalam mempertahan kemerdekaan dengan cara bergerilya dan mempunyai nama operasi hayam wuruk.Kata Kunci: Perang, Upaya Mempertahankan, Mojokerto Abstract The writing of this thesis aims to explain the efforts to maintain independence in Mojokerto and the formation of the military and government in Mojokerto. As for the background of this research because of the desire of the Indonesian people to live a state freely from colonialism, which forced the independence war between Indonesia and the Netherlands. the strategy of the Indonesian army against the Dutch was by guerrilla warfare, in addition to the less sophisticated weaponry factor the guerrilla strategy was chosen because it was felt to be effective in suddenly attacking enemy defenses. The research method used in this study is the historical method which includes topic selection, heuristics, criticism (internal and external), interpretation, and historiography. This study concluded that Mojokerto was one of several regions in East Java that participated in defending independence by guerrilla warfare and had the name of the operation of Hayam Wuruk.Keywords: War, Defending Efforts, Mojokerto