SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
1821 research outputs found
Sort by
KETERLIBATAN SOE HOK GIE DALAM GERAKAN MAHASISWA SOSIALIS DI INDONESIA 1961-1966
Mahasiswa merupakan tokoh penting dalam golongan pemuda di Indonesia. Pada masanya, mahasiswa memiliki peran penting untuk mengamati dan mengkritik kinerja pemerintah. Pada saat Orde Lama mahasiswa memiliki peran penting dalam mengakhiri rezim pemerintahan yang dinilai semakin sewenang-wenang pada tahun 1966. Salah satu tokoh penting dalam gerakan mahasiswa angkatan 66 tersebut adalah Soe Hok Gie. Soe Hok Gie tidak hanya ikut turun ke lapangan secara langsung melakukan demonstrasi, namun jauh sebelum peristiwa 66 Soe Hok Gie telah mengkritik pemerintahan dengan berbagai tulisannya yang diterbitkan di sejumlah koran. Sebagai sosok yang idealis tulisan-tulisan Soe Hok Gie memang selalu tajam. Semasa kuliah, untuk menyalurkan pemikirannya Soe Hok Gie juga terlibat dalam salah satu organisasi underground yaitu Gerakan Mahassiswa Sosialis (gemsos). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan latar belakang kehidupan Soe Hok Gie, mendeskripsikan pemetaan ideologi pemuda Indonesia tahun 1961-1969 serta bagaimana keterlibatan Soe Hok Gie dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis (gemsos). Metode penelitian yang digunakan di dalam penelitian ini meliputi: (1) Penentuan Topik. (2) Pencarian sumber-sumber sejarah/ heuristik. (3) kritik sumber yang terbagi menjadi dua fase, kritik ekstern dan kritik intern. (4) intepretasi sumber-sumber yang telah dikritik menjadi fakta sejarah. (5) Historiografi yang penulis wujudkan dalam bentuk penulisan skripsi ini. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Soe Hok Gie sejak kecil sering membaca buku baik dari luar maupun dalam negeri yang mengakibatkan pemikirannya menjadi kritis. (2) Soe Hok Gie benar-benar telah terlibat dalam Gerakan Mahasiswa Sosialis. (3) Pemikiran Soe Hok Gie yang idealis menyebabkan Soe Hok Gie menjadi sangat kritis dan terlibat dalam Gemsos serta berperan sebagai salah satu tokoh kunci yang membawa informasi penting dari militer tentang situasi-situasi terbaru selama pergerakan mahasiswa bulan Januari hingga Maret 1966
Analisis Butir Soal Pilihan Ganda Penilaian Akhir Tahun berbasis CBT Mata Pelajaran Sejarah Kelas X IIS MAN 1 Blitar
ANALISIS BUTIR SOAL PILIHAN GANDA PENILAIAN AKHIR TAHUN BERBASIS CBT MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IIS MAN 1 BLITAR TAHUN AJARAN 2017/2018 Prasetya Kumalasari, Dr. Ari Sapto, M.Hum. Universitas Negeri Malang E-mail: [email protected], [email protected] ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yakni: (1) menganalisis butir soal secara kuantitatif berdasarkan indeks tingkat kesukaran, indeks daya beda, dan efektivitas distraktor serta (2) menganalisis butir soal secara kualitatif berdasarkan penelaahan butir soal aspek materi, konstruksi dan bahasa, pada Penilaian Akhir Tahun Mata Pelajaran Sejarah berbasis CBT Kelas X IIS MAN 1 Blitar Tahun Ajaran 2017/2018. Rancangan penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dan merupakan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Hasil analisis butir soal dengan menggunakan aplikasi ITEMAN versi 3.0. menunjukkan bahwa tingkat kesukaran (ITK) butir soal berkategori baik sebesar 76,7%, daya beda (IDB) butir soal yang berkategori baik sebesar 77%, dan efektivitas distraktor yang berfungsi secara efektif sebesar 60%. (2) Relevansi butir soal berdasarkan aspek materi sebesar 95%, aspek konstruksi sebesar 72.8%, dan aspek bahasa sebesar 91.3%. Berdasarkan hasil yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa penyusunan butir soal sebagai instrumen penilaan harus dilakukan sesuai prosedur penyusunan butir soal secara terstruktur agar diperoleh butir soal memiliki kualitas yang baik. Kata Kunci: analisis butir soal, penilaian akhir tahun, CBT, sejarah. ABSTRAC He objectives of this study are as follows: (1) analyzing the items quantitatively based on the difficulty level index, the difference power index, and the effectiveness of the distractor, and (2) analyzing the items qualitatively based on the review of items about the material aspects, construction and language Historical items End of Year Assessment based on CBT Class X Social Sciences MAN 1 Blitar Academic Year 2017/2018. The design of this study uses mixed approaches (mixed methods) and the type of research is descriptive research. The results of the study show that: (1) The results of item analysis using the ITEMAN application version 3.0. showed that the difficulty level of ITK items was categorized as good at 76.7%, the difference in power (IDB) of the items categorized as good was 77%, and the effectiveness of the distractors which functioned effectively by 60%. (2) The relevance of the items based on material aspects is 95%, construction aspects are 72.8%, and language aspects are 91.3%. Based on the results of the study, the preparation of the items as an assessment instrument must be structured so the instrument as a measure of student competence has good quality. Keyword: item analysis, year-end assessment, CBT, history. Perubahan kurikulum pendidikan dari Kurikulum 2006 menjadi Kurikulum 2013 tidak hanya menuntut adanya perubahan dalam proses pembelajaran, tetapi juga perubahan penilaian. Dalam proses pembelajaran, penilaian dilakukan oleh guru untuk memberikan pelbagai informasi secara autentik, kontinu, dan menyeluruh terhadap proses dan hasil belajar yang telah dicapai oleh peserta didik meliputi ranah pengetahuan, keterampilan, sikap dan nilai-nilai. Dari penilaian tersebut guru dapat menentukan apakah seorang peserta didik perlu mengulang materi, naik kelas, lulus atau tidak (Kusaeri, 2014:5). Seiring dengan kemajuan teknologi, dunia pendidikan mengalami kemajuan yang pesat dan berdampak positif, khususnya dalam proses penilaian hasil belajar siswa. UNBK atau Ujian Nasional Berbasis Komputer mengharuskan siswa mengerjakan soal-soal ujian menggunakan komputer. Penggunaan komputer sebagai alat bantu evaluasi pendidikan, khususnya evaluasi siswa dalam Ujian Nasional mulai dilakukan ujicoba oleh pemerintah pada tahun 2015. Sekolah yang menjadi perintis pelaksanaan CBT (Computer Based Test) adalah sekolah yang bersedia dan memiliki infrastruktur memadai untuk pelaksanaan UNBK (Sudaryati, 2016:689). Penggunaan komputer sebagai alat bantu evaluasi pendidikan kemudian dikembangkan penggunaanya, tidak hanya digunakan dalam Ujian Nasional saja melainkan juga dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester atau Penilaian Akhir Tahun. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan panitia penyelenggara ujian berbasis CBT di MAN 1 Blitar pada bulan Nopermber 2018, pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di MAN 1 Blitar sudah dilaksanakan sejak tahun 2016. Akan tetapi dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester atau Penilaian Akhir Tahun berbasis komputer di MAN 1 Blitar dimulai pada tahun 2017. Pelaksanaan Penilaian Akhir Tahun menggunakan sistem CBT dengan fasilitas komputer sekolah dan jaringan internet yang cukup memadai. Terdapat empat ruang laboratorium CBT dengan masingmasing ruang terdapat 40 unit komputer. Dengan jumlah seluruh komputer sebanyak 160 unit masih belum dapat mencukupi kebutuhan siswa yang berjumlah 1083 siswa di MAN 1 Blitar. Sejak diberlakukannya Penilaian Akhir Tahun berbasis komputer, pelaksanaan ujian dilakukan dengan membagi beberapa sesi dalam satu hari pelaksaan ujian. Terdapat 4 sesi ujian dalam satu hari. Ketika sekolah masih memberlakukan tes berbasis kertas (Paper Based Test), jumlah soal ujian matapelajaran Sejarah berjumlah 50 soal pilihan ganda dengan durasi waktu dua jam untuk mengerjakan. Berbeda dengan pelaksaan ujian menggunakan sistem CBT, soal matapelajaran Sejarah hanya berjumlah 30 soal pilihan ganda dengan durasi waktu 30 sampai 40 menit. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Nur Kholis selaku guru Matapelajaran Sejarah kelas X dan XI pada tanggal 10 Desember 2018, sejak tahun 2016 MAN I Blitar tidak lagi tergabung dalam Kelompok Kerja Madrasah. Sehingga pembuatan soal untuk Ujian Akhir Semester dan Penilan Akhir Tahun tidak lagi dilakukan kerjasama antara beberapa guru matapelajaran dari sekolah lainnya, melainkan dilakukan oleh masing-masing guru matapelajaran di MAN 1 Blitar. Soal untuk Penilaian Akhir Tahun Matapelajaran Sejarah kelas X dan XI dibuat oleh Bapak Nur Kholis. Beliau meragukan kualitas soal yang telah diujikan kepada siswa. Beliau berpendapat bahwa dari materi Matapelajaran Sejarah yang disarikan menjadi 30 soal sebagai tes Penilaian Akhir Tahun dirasa masih kurang untuk mengukur kemampuan kognitif siswa. Sementara soal yang diujikan kepada siswa juga belum melalui tahap analisis baik secara kuantitatif maupun kualitatif untuk mengetahui kualitas soal. Tes buatan guru adalah tes yang disusun oleh guru yang akan mempergunakan tes tersebut. Tes ini bisanya digunakan dalam ulangan harian, formatif, dan ulangan umum (sumatif). Tes buatan guru ini dimaksudkan untuk mengukur tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi pelajaran yang sudah disampaikan. Maka dari itu, guru membuat soal secara logis dan rasional mengenai pokok-pokok materi apa saja yang patut dan seharusnya ditayakan sebagai bahan pengetahuan penting untuk diketahui dan dipahami oleh peserta didiknya. Kualitas tes atau kesahihannya dan kendalanya masih belum menjamin keobjektifannya, sebab hanya diberikan pada sekelompok peserta didik, kelas atau sekolah tertentu saja. Jadi masih bersifat sektoral, karena belum diujicobakan kepada kelompok besar sehingga pengukurannya masih belum meyakinkan (Arifin, 2013:119). Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan panitia penyelenggara ujian berbasis CBT di MAN 1 Blitar pada bulan Desember 2018, pihak sekolah dari tahun ke tahun melakukan evaluasi penyelenggaraan ujian berbasis CBT agar pelaksanaan ujian dapat berjalan dengan lancar. Beberapa kali sekolah membeli program aplikasi untuk pengadaan tes berbasis CBT dan memilih aplikasi mana yang sekiranya tepat sesuai keperluan dan fasilitas sekolah. Walaupun penyelengaraan ujian berbasis CBT terus dilakukan evaluasi dan perbaikan, akan tetapi untuk evaluasi dari instrumen tes atau soal ujian yang akan diaplikasikan dalam sistem CBT belum dilakukan. Keberhasilan pelaksanaan pembelajaran Sejarah di tingkat Sekolah Menengah Atas harus dievaluasi secara komprehensif baik dari segi kualitas proses maupun hasil belajar. Hal ini dikarenakan hasil pembelajaran Sejarah dipengaruhi dari kualitas proses belajar mengajar. Kinerja guru yang baik dalam proses belajar mengajar akan berpengaruh terhadap motivasi siswa, sikap siswa serta hasil belajar siswa. Hasil pembelajaran Sejarah tidak hanya mencakup kecakapan akademik saja, namun diharapkan juga tumbuhnya kesadaran sejarah dan nasionalisme pada diri siswa (Aman, 2011:131-132). Melalui Kurikulum 2013, evalusi hasil belajar lebih ditekankan pada penilaian autentik. Penilaian autentik adalah kegiatan menilai peserta didik baik proses maupun hasil yang disesuaikan dengan tuntutan kompetensiyang ada pada Standar Kompetensi atau Kompeteni Inti dan Kompetensi Dasar. Penilaian autentik mengacu pada pencapaian hasil belajar didasarkan pada posisi skor yang diperoleh peserta didik terhadap skor ideal. Dengan demikian pencapaian kompetensi peserta didik tidak dalam konteks dibandingkan dengan peserta didik lainya, melainkan dibandingkan dengan stadar atau kriteria tertentu, yaitu Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) (Kunandar, 2015:35-36). Berdasarkan wawancara peneliti pada tanggal 10 Desember 2018 dengan Bapak Nur Kholis selaku guru Matapelajaran Sejarah kelas X IIS dan XI IIS, beliau mengamati minat belajar siswa di kelas cukup baik. Akan tetapi jika dilihat hasil tes Penilaian Akhir Tahun matapeljaran Sejarah pada tahun ajaran 2017/2018, rata-rata hasil nilai yang diperoleh siswa masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimun (KKM) yaitu sebesar 75. Melalui evaluasi, guru dapat mengetahui tingkat ketercapaian pembelajaran. Akan tetapi hasil penilaian secara langsung dari hasil belajar siswa dalam menjawab tes belum tentu menggambarkan hasil yang sesungguhnya dalam pengukuran. Selain itu dibutuhkan kekonsistenan pelaksana dan penilai dalam mengukur hasil tes. Kecanggihan alat ukur modern belum tentu bermanfaat bagi peserta didik, selama hal itu belum dilakukan secara maksimal. Pentingnya analisis butir soal pilihan ganda Penilaian Akhir Tahun berbasis CBT matapelajaran Sejarah Kelas X IIS MAN 1 Blitar perlu dilakukan dikarenakan penilaian tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengetahui keberhasilan peserta didik menguasai kompetensi dan keberhasilan proses pembelajaran yang dilakukan guru. Melainkan juga digunakan untuk mengambil keputusan terhadap keberlanjutan peserta didik untuk menempuh materi dan jenjang kelas berikutnya, serta memberikan informasi kepada orang tua tentang mutu dan efektivitas pembelajaran yang dilakukan sekolah. Menurut Kunandar (2015:43) melalui Kurikulum 2013 penilaian autentik menjadi titik fokus bagi guru dalam melakukan penilaian hasil belajar peserta didik dengan memerhatikan segala minat, potensi dan prestasi secara komprehensif. Maka penilaian autentik dari hasil belajar siswa yang didasarkan pada PAT dengan menggunakan instrumen tes yang belum melalui uji validitas, dikhawatirkan kurang dapat mengukur kompetensi siswa dengan baik dan menghasilkan penilaian yang kurang akurat. METODE Rancangan penelitian ini menggunkaan pendekatan campuran yang mengkombinasikan antara pendekatan kualitatif dan kuantitaif. Penelitian metode campuran merupakan pendekatan yang mengkombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan kuantitatif. Penggunaan metode kualitatif dan kuantitatif dalam penelitian bertujuan untuk memperoleh data kualitatif dan kuantitatif yang digunakan sebagai bukti empiris dalam menjawab rumusan masalah penelitian (Rachman, 2015:241-242). Menurut Creswell (2016:288) penggunaan pendekatan campuran dalam suatu penelitian diasumsikan untuk saling melengkapi kekurangan dari masing-masing pendekatan. Penelitian campuran bertujuan mengkombinasikan dua bentuk data yang menyajikan dua jenis informasi yang berbeda, yaitu berupa data terbuka (open-ended) dalam kajian kualitatif dan data tertutup (close-ended) dalam kajian kuantitatif. Dari dua jenis data tersebut kemudian dideskripsikan hasilnya untuk memperoleh analisis yang komprehensif. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Sudaryono (2017:82) berpendapat bahwa penelitian deskriptif merupakan suatu desain penelitian terhadap masalah-masalah berupa fakta-fakta saat ini yang bertujuan penelitian untuk mendeskripsikan suatu keadaan atau fenomena-fenomena apa adanya guna menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan current status subjek yang diteliti. Peneliti tidak melakukan manipulasi atau memberikan perlakuan-perlakuan tertentu terhadap objek yang diteliti. Sependapat dengan Cresswell (2016:276) yang mengatakan bahwa penelitian deskriptif adalah metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasikan objek apa adanya. Penelitian ini sering disebut juga sebagai penelitian non-experimen karena peneliti tidak melakukan kontrol dan tidak memanipulasi valiabel penelitian. Tujuan utama penelitian deskriptif adalah menggambarkan secara sisteatis fakta dan karakteristik objek penelitian secara tepat. Kerangka penelitian ini mengadopsi desain metode campuran skuensial eksplanatori. Pendekatan ini melibatkan proyek dua fase dimana pada fase pertama peneliti mengumpulkan data kuantitaif untuk dianalisis dan membuat rencana fase kedua yaitu pengambilan data kualitatif (Creswell, 2016:299). Penelitian analisis soal pilihan ganda Penialaian Akhir Tahun berbasis CBT matapelajaran Sejarah Kelas X IIS menggunakan pendekatan kuantitatif untuk menemukan permasalahan dalam butir soal yang telah diujikan kepada siswa dengan menganalisis indeks tingkat kesulitan, indeks daya beda dan efektivitas distraktor. Analisis data secara kualitatif digunakan untuk menganalisis butir soal berdasarkan telaah butir soal dari aspek substansi/materi, konstruksi dan bahasa. Menurut Creswell (2016:299) tujuan rancangan ini secara keseluruhan adalah untuk membantu data kualitatif menerangkan data hasil kuantitatif awal. Prosedur khusus statistik digunakan untuk menganalisis butir soal dari aspek indeks tingkat kesulitan, indeks daya beda dan efektivitas distraktor. Dari hasil analisis butir soal secara empiris kemudian menindaklanjuti dengan telaah butir soal dari aspek materi, konstruk dan bahasa untuk menemukan permasalahan dalam butir soal yang telah diujikan kepada siswa. Penelitian ini menganalisis semua elemen yang ada di dalam populasi, sehingga subjeknya meliputi seluruh populasi. Dengan demikian penelitian ini termasuk dalam studi populasi atau studi sensus dan yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh butir soal pilihan ganda Penilaian Akhir Tahun berbasis CBT pada matapelajaran Sejarah kelas X IIS tahun ajaran 2017/2018 yang berjumlah 30 butir soal. Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti agar kegiatan dalam pengumpulan data lebih sistematis. Data yang dikumpulkan dalam penelitian akan digunakan untuk menguji hipotesis atau menjawab pertanyaan yang telah dirumusankan (Sudaryono, 2017:206-207). Penelitian ini menggunakan lembar telaah butir soal pilihan ganda sebagai instrumen pengumpulan data untuk menelaah butir soal secara kualitatif (validitas isi) dilihat dari segi materi, konstruksi, dan bahasa. Analisis butir soal secara kualitatif dilakukan menggunkan lembar telaah analisis butir soal untuk mengukur kualitas tiap soal berdasarkan aspek substansi/materi, konskruksi dan bahasa. Lembar telaah butir soal ini mengikuti Instrumen Evalusia Diri Sekolah (EDS) tentang Standar Nasional Pendidikan yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012. Penggunaan lembar telaah ini dikarenakan setelah Kurikulum 2013 diberlakukan, pemerintah masih belum mengeluarkan instrumen evaluasi mengenai Standar Nasional Pendidikan, khususnya Instrumen Evaluasi Diri Sekolah yang berkaitan dengan tes. Butir soal yang akan dianalisi merupakan soal Penialaian Akhir Tahun berbasis CBT matapelajaran Sejarah Kelas X IIS tahun ajaran 2017/2018. Jenis soal yang akan dianalisis merupakan soal objektif berbentuk pilihan ganda. Secara teknis soal ini diujikan kepada siswa dengan menggunakan komputer atau Tes Berbasis Komputer (Computer Based Test). Teknik pengumpulan data dalam proses penelitian ini menggunakan teknik studi dokumenter. Studi dokumenter (documentary study) merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, gambar maupun elektronik. Dokumen yang dihimpun dipilih sesuai dengan fokus masalah dan tujuan penelitian. Studi dokumenter tidak sekadar mengumpulkan dan melaporkan dalam bentuk kutipan-kutipan tentang sejumlah dokumen, melainkan dilakukan analisis terhadap dokumen. Bagian-bagian tertentu dari dokumen yang dianggap sebagai fokus utama dapat disajikan dalam bentuk kutipan utuh. Hasil laporan penelitian disajikan dalam rangkaian uraian hasil analisis (Sukmadinata, 2016:212-222). Teknik studi dokumenter digunakan untuk mengumpulkan data-data dengan melihat bahan-bahan dokumentasi yang ada di MAN 1 Blitar, khususnya yang berkaitan dengan soal dan hasil tes Penilaian Akhir Tahun berbasis CBT matapelajaran Sejarah kelas X IIS MAN 1 Blitar tahun ajaran 2017/2018, transkrip nilai, soal ujian, laman jawaban siswa, kunci jawaban dan kisikisi soal. Hasil data tersebut peneliti peroleh secara langsung dari dokumentasi guru pengampu matapelajaran Sejarah kelas X IIS, panitia penyelenggara ujian berbasis CBT dan pengelola sistem ujian CBT. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan terhadap butir soal pilihan ganda Penialain Akhir Tahun berbasis CBT pada matapelajaran Sejarah Kelas X IIS tahun ajaran 2017/2018 secara kualitatif dan kuantitatif. Menurut Anastasi dan Urbina (dalam Kusaeri & Suprananto, 2012:163) analisis butir soal secara kualitatif mencakup pertimbangan validitas isi yang dilihat dari aspek materi/substansi, konstruksi dan bahasa atau budaya. Sementara analisis secara kuantitatif mencakup pengukuran tiga komponen yaitu indeks tingkat kesukaran, indeks daya beda dan efektivitas distraktor. Kedua teknik ini memiliki keunggulan dan kelemahan masingmasing. Oleh kareka itu untuk mendapatkan hasil analisis yang baik maka dapat memadukan kedua teknik tersebut. 1. Analisis Kuantitaif Penelaahan butir soal secara kuantitatif didasarkan pada data empirik. Data empirirk ini diperoleh dari soal yang telah diujikan. Teknik analisis butir soal pilihan ganda Penilaian Akhir Tahun berbasis CBT matapelajaran Sejarah secara kuantitatif menggunakan teori pengukuran klasik dengan bertujuan menganalisis reliabilitas butir soal yang mencakup Indeks Tingkat Kesukaran, Indeks Daya Beda, dan efektivitas distraktor. Analisis butir secara klasik adalah proses penelaahan butir soal melalui informasi dari jawaban peserta tes (Kusaeri & Suprananto, 2012:173). Aanlisi butir soal secara kuantitatif dalam penelitian ini menggunakan bantuan program aplikasi ITEMAN versi 3.0. 2. Analisis Kualitatif Ada dua hal yang penting yang perlu diperhatikan dalam menganalisis data kualitataif, yaitu penafsiran dan pemaknaan data. Ketepatan penafsiran dan pemaknaan data bergantung pada ketajaman analisis, bukan pada hitungan statistika (Arifin, 2012:162). Analisis data secara kualitatif digunakan untuk mengetahui validitas isi (rasional) tes dilihat dari segi materi/substansi, konstruksi, dan bahasa dari setiap butir soal menggunakan lembar telaah analisis butir soal yang diambil dari Instrumen Evalusia Diri Sekolah (EDS) tentang Standar Nasional Pendidikan yang dikeluarkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Pengembangan Mutu Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2012 Metode analisis butir soal secara kualitatif menggunakan metode pertimbangan ahli (expert judgement). Pertimbangan ahli diperlukan untuk menelaah butir soal berdasarkan aspek materi/substansi, konstruksi dan bahasa. Proses analisis data dengan pertimbangan ahli dilakukan dengan teknik panel, yakni teknik menelaah butir soal bedasarkan kaidah penulisan butir soal. Kaidah penulisan butir soal yaitu diantaranya materi/susbtansi, konstruksi, bahasa atau budaya serta kebenaran kunci jawaban. Teknik panel membutuhkan beberapa penelaah minimal 2 orang ahli untuk memberikan penilaiaan butir soal. Para penelaah akan diberikan butir-butir soal yang akan ditelaah, format penelaahan, dan pedoman penelaahan (Kusaeri & Suprananto, 2012:165). Pertimbangan ahli yang dibutuhkan dalam penelitian ini adalah 2 (dua) orang ahli yang mampu mengevaluasi butir soal di bidang Sejarah. Hal ini dilakukan berdasarkan metode pengukuran relevansi validitas isi yang dikemukan oleh Gregory (2000). Menurut Retnawati (2016:26) dalam suatu penelitian, validitas isi dapat dibuktikan melalui ahli yang menilai relevansi tiap butir instrumen kemudian hasil penilaian ini digunakan untuk menghitung indeks kesepakatan ahli dengan indeks Aiken atau indeks Gregory. Ahli yang telah peneliti pilih untuk menjadi penelaah butir soal yaitu Lutfiah Ayundasari, S.Pd., M.Pd dan Wahyu Djoko Sulistyo, S.Pd., M.Pd. Kedua ahli tersebut adalah dua orang panelis sebagai penelaah butir soal yang telah ditetapkan oleh peneliti, sehingga teknik ini disebut juga sebagai teknik panel (Kusaeri dan Suprananto, 2012: 165). Kriteria yang digunakan untuk menetapkan penelaah ini adalah penelaah minimal sudah lulus kependidikan S1 jurusan kependidikan Sejarah, memiliki pengalaman dalam menyususn tes matapelajaran Sejarah di tingkat satuan pendidikan atau regional serta pernah atau sedang mengajar matapelajaran Sejarah di jenjang sekolah menengah. Pada tahap awal, penelaah diberikan butir-butir soal yang akan ditelaah, format penelaahan, dan pedoman penelaahan. Setelah itu, para penelaah disamakan persepsinya
PENGEMBANGAN FOTO-FOTO SITUS DI TROWULAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN PADA MATERI PENINGGALAN KERAJAAN MAJAPAHIT KELAS X DI SMA NEGERI 3 KEDIRI
ABSTRAKPrabandaru, Wisnu. 2018. Pengembangan Foto-Foto Situs di Trowulan Sebagai Media Pembelajaran pada Materi Kerajaan Majapahit Kelas X di SMA Negeri 3 Kediri. Skripsi, Program Studi Pendidikan Sejarah, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universita Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Ismail Lutfi. M.A. Kata Kunci: pengembangan, media pembelajaran, foto.Pengembangan media pembelajaran foto-foto situs di Trowulan dengan judul Pengembangan Foto-Foto Situs di Trowulan Sebagai Media Pembelajaran pada Materi Kerajaan Majapahit Kelas X di SMA Negeri 3 Kediri dilatarbelakangi oleh temuan masalah rendahnya ketersediaan dan penggunaan media pembelajaran kususnya pada matapelajaran sejarah. Hal ini dikarenakan memang kondisi kelas yang belum memiliki fasilitas yang mendukung, contohnya adalah LCD dan proyektor. Selain itu terdapat peraturan juga bahwa siswa di SMA Negeri 3 Kediri tidak diperbolehkan untuk membawa handphone. Berdasarkan kepada uraian latar belakang diatas, penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran “foto-foto” dengan pokok bahasan situs di Trowulan serta mengetahui kelayakan penggunaan media belajar “Foto-Foto Situs di Trowulan” yang diujikan kepada siswa kelas X SMAN 3 Kediri kelas X IPS 3.Prosedur penelitian dan pengembangan ini menggunakan langkah-langkah Sugionoyaitu(1) Potensi dan masalah, yaitu mengenai kebutuhan bahan ajar(2) Pengumpulan data dengan melakukan penelitian arkeologi disertai kajian pustaka.(3) Desain Produk, berupa media pembelajaran foto-foto situs di Trowulan(4) Validasi desai, yaitu produk media pembelajaran divalidasi oleh ahli materi dan ahli media pembelajaran(5) Revisi desain, dilakukan sesuai dengan saran dan komentar validator(6) Uji coba produk dalam skala kecil(7) Revisi produk sesuai dengan keluhan peserta didik dalam uji coba skala kecil(8) Uji coba dalam skala besar di kelas X IPS 3 SMA Negeri 3 Kediri(9) Revisi produk terakir(10) Produk akhir.Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa media ini tergolong valid dan layak digunakan dalam pembelajaran. Hasil dari validasi ahli materi yaitu 80% dan ahli media 97,5%. Sedangkan ujicoba kelompok kecil terhadap siswa memperoleh hasil 86% dan uji coba kelompok besar terhadap siswa kelas X IPS 3 SMA Negeri 3 kediri yaitu 93%. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah untuk mengembangkan media ini dengan materi yang lain, dikarenakan media pembelajaran ini dapat dimanfaatkan oleh guru dan peserta didik dalam proses belajar dan pembelajaran baik dikelas maupun diluar kelas. Selain itu media ini juga diharapkan dapat dikembangkan dengan inovasi desain yang lebih menarik
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INFOGRAFIS INFORMATIF MATERI "KONTRIBUSI ERNA DJAJADININGRAT PADA MASA REVOLUSI FISIK (1945-1949) UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH KELAS X RPL 1 SMKN 2 SINGOSARI
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR INFOGRAFIS INFORMATIF MATERI “KONTRIBUSI ERNA DJAJADININGRAT PADA MASA REVOLUSI FISIK 1945-1949” UNTUK PEMBELAJARAN SEJARAH SISWA KELAS X RPL 1 SMKN 2 SINGOSARI Rizmitunsasri Dwipatma Rahma Universitas Negeri Malang Email: [email protected] ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan mengembangkan bahan ajar agar dapat mempermudah siswa memahami materi sejarah, menambah variasi bahan ajar yang digunakan dan menambah pengetahuan siswa mengenai tokoh pahlawan wanita di Indonesia. Metode penelitian yang digunakan peneliti ialah metode penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono. Berdasarkan hasil validasi, uji coba produk dan pemakaian, bahan ajar infografis informatif layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran Sejarah Indonesia. Kata Kunci: bahan ajar, infografis informatif, pembelajaran sejarah, Erna Djajadiningrat Sejarah Indonesia merupakan salah satu matapelajaran penting yang terdapat pada semua jurusan pada jenjang pendidikan menengah (SMA/MA dan SMK/MAK). Permasalahan dalam pembelajaran sejarah Indonesia sangatlah beragam dari segi fasilitas pembelajaran maupun dari segi materi. Permasalahan dari segi fasilitas pembelajaran ialah kurangnya variasi bahan ajar yang diberikan pada pembelajaran Sejarah Indonesia. Menurut Djamarah & Zain (2006), bahan ajar merupakan salah satu bagian penting dari proses pembelajaran agar pembelajaran dapat berjalan secara maksimal. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang peneliti lakukan di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari, bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran Sejarah Indonesia berupa buku teks Sejarah Indonesia dan LKS Sejarah Indonesia untuk jenjang pendidikan SMK. Pada umumnya materi yang tercantum dalam bahan ajar matapelajaran Sejarah Indonesia hanya sebatas pengetahuan sejarah secara umum saja, salah satunya pengetahuan mengenai tokoh pejuang nasional Indonesia. Menurut Purwanto (2006), penulisan sejarah Indonesia menjadikan orang besar sebagai tokoh yang mendominasi dan menghilangkan unsur perempuan, seolah hanya kaum prialah yang memiliki kontribusi dalam peristiwa sejarah yang terjadi di Indonesia. Di dalam buku teks Sejarah Indonesia SMA/MA/SMK/MAK, tokoh pejuang yang dibahas hanya berfokus pada tokoh-tokoh besar yang kebanyakan terdiri atas kaum pria. Hal tersebut menyebabkan peserta didik hanya mengenal sebagian kecil tokoh-tokoh pejuang wanita yang berperan dalam proses memperjuangkan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Pada hakikatnya, banyak tokoh-tokoh pejuang wanita yang turut berjuang dalam proses kemerdekaan Indonesia serta dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Perjuangan yang dilakukan oleh para wanita merupakan perjuangan dalam bidang sosial yaitu dengan mendirikan dapur umum, menjahit pakaian untuk para pemuda pejuang, dan merawat korban perang yang terluka. Menyikapi permasalahan-permasalahan di atas, peneliti membuat sebuahsolusi yaitu dengan mengembangkan sebuah produk berupa bahan ajar infografis informatif dengan materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949). Menurut Ardiansyah, dkk (2016), dalam proses pembelajaran sejarah dibutuhkan suatu pendekatan yang kreatif yaitu dengan menampilkan atau memberikan sesuatu yang baru kepada siswa agar siswa menjadi tertarik dan lebih mudah untuk memahami suatu materi pelajaran. Oleh karena itu, peneliti memilih bahan ajar infografis informatif untuk dikembangkan, karena bahan ajar infografis informatif ini memiliki tampilan sederhana dan menyajikan materi Sejarah Indonesia dalam bentuk poin-poin penting yang dapat mempermudah peserta didik dalam memahami materi Sejarah Indonesia. Alasan pemilihan materi mengenai Erna Djajadiningrat dan kontribusinya pada masa revolusi fisik (194501949) ialah untuk menambah pengetahuan peserta didik mengenai tokoh pejuang wanita di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini ialah: (1) menghasilkan sebuah produk bahan ajar infografis informatif sebagai bentuk solusi atas permasalahan dalam pembelajaran sejarah di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari, dan (2) Mengetahui tingkat kelayakan bahan ajar infografis informatif materi kontribusi Erna Djajadiningrat pada masa revolusi fisik (1945-1949) untuk digunakan sebagai bahan ajar Sejarah Indonesia. METODE Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Research and Development (R&D) dengan model yang dikembangkan oleh Sugiyono. Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut (Sugiyono, 2016: 407). Model penelitian dan pengembangan yang dikembangkan oleh Sugiyono meliputi sepuluh tahapan, yaitu (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, (8) uji coba pemakaian, (9) revisi produk, dan (10) produksi masal. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini terdiri atas (1) observasi, (2) wawancara, (3) angket, dan (4) tes. Observasi dilakukan di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari pada jadwal matapelajaran Sejarah Indonesia. Wawancara dilakukan kepada beberapa siswa di kelas X RPL 1 dan guru Sejarah Indonesia yang mengajar di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari. Angket terdiri atas angket validasi dan angket responden. Angket validasi merupakan angket yang diberikan kepada validator ahli materi dan validator ahli media, sedangkan angket responden diberikan kepada siswa X RPL 1 SMKN 2 Singosari sebagai subjek uji coba produk dan uji coba pemakaian. Tes dilakukan bersamaan dengan uji coba pemakaian, tes yang dilakukan terdiri atas dua tahap yaitu tahap pretest dan posttest. Teknik analisisi data yang digunakan dalam pengembangan produk ini menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis data angket. Data angket tersebut diperoleh melalui hasil angket ahli materi, ahli bahan ajar, dan peserta didik. Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil analisis kritik dan saran yang diberikan oleh subjek uji coba produk. Rumus mengelola data angket ialah sebagai berikut: P = ∑ ∑ 1 × 100% Keterangan: P : Presentase ∑ : Keseluruhan jawaban responden ∑ 1 : Keselurahan jawaban ideal responden 100 % : Konstanta Tabel 1. Konversi Tingkat Pencapaian Tingkat Pencapaian (%) Keterangan 81-100 Sangat layak/sangat valid, dapat digunakan tanpa revisi. 61-80 Layak/ valid, dapat digunakan namun perlu revisi kecil. 41-60 Kurang layak/kurang valid, disarankan tidak digunakan karena perlu revisi besar. 21-40 Tidak layak/tidak valid, tidak boleh digunakan. 0-20 Sangat tidak layak/sangat tidak valid, tidak boleh digunakan Sumber: Akbar (2013:42) HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Validasi Validasi Materi Validasi ahli materi dilakukan oleh Bapak Arif Subekti, S.Pd., MA, dosen jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang pada tanggal 18 Januari 2019. Melalui hasil validasi ahli materi tersebut sebesar 86% dikategorikan sangat valid (lihat tabel 1), sehingga materi bahan ajar infografis informatif yaitu Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) layak digunakan dalam pembelajaran Sejarah Indonesia. Pada proses validasi ini saran dari ahli materi ialah perbaikan penulisan agar sesuai dengan EYD dan memperhatikan kembali kronologi kehidupan Erna Djajadiningrat. Tabel 2. Data hasil validasi oleh ahli materi Indikator Penilaian Total Skor Maksimal Persentase Cakupan Materi 14 15 93.3% Keakuratan Materi 14 15 93.3% Kemutakhiran dan Kontekstual 15 20 75% Total 43 50 86% Sumber: Hasil validasi materi (2019) Validasi Bahan Ajar Validasi bahan ajar dilakukan oleh Ibu Ulfatun Nafia’ah, M.Pd, dosen jurusan Sejarah Universitas Negeri Malang pada tanggal 4 Februari 2019. Melalui hasil validasi oleh ahli media, maka diperoleh persentase sebesar 69,5% dikategorikan valid (lihat tabel 1), sehingga bahan ajar infografis informatif materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) layak digunakan sebagai bahan ajar dalam matapelajaran Sejarah Indonesia dengan beberapa hal yang harus direvisi yaitu penggunaan font, kejelasan dan keterangan gambar, pemanfaatan ruang, dan soal evaluasi. Tabel 3. Data hasil validasi oleh ahli bahan ajar Aspek Penilaian Total Skor (X) Skor Maksimal (Xi) Persentase Penyajian 35 50 70% Bahasa 23 35 66% Kegrafikan 22 30 73,3% Total 80 115 69,5% Sumber: Hasil validasi bahan ajar (2019) Hasil Uji Coba Uji Coba Produk Uji coba produk bahan ajar infografis informatif dengan materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) dilakukan di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari dengan jumlah responden yaitu delapan orang siswa pada tanggal 14 Februari 2019. Melalui hasil uji coba produk tersebut diperoleh persentase sebesar 90,2%. Berdasarkan pada tabel konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 (lihat tabel 1), maka bahan ajar infografis informatif dengan materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945- 1949) dikategorikan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran Sejarah Indonesia tanpa perlu direvisi. Tabel 4. Data Hasil Coba Produk (8 orang siswa) Aspek Penilaian Total (X) Skor Maksimal (Xi) Persentase Materi 111 120 92,5% Penyajian bahasa dan gambar 105 120 87,5% Tampilan bahan ajar infografis informatif 108 120 90% Manfaat bahan ajar infografis informatif 37 40 92,5% Total 80 115 69,5% Sumber: Hasil uji coba produk (2019) Uji Coba Pemakaian Uji coba pemakaian bahan ajar infografis informatif dengan materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) dilakukan di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari dengan jumlah responden yaitu 31 orang siswa pada tanggal 21 Februari 2019. Melalui hasil uji coba pemakaian tersebut diperoleh persentase sebesar 90,1%. Berdasarkan pada tabel konversi tingkat pencapaian dengan skala 5 (lihat tabel 1), maka bahan ajar infografis informatif dengan materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945- 1949) dikategorikan sangat layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran Sejarah Indonesia tanpa perlu direvisi. Tabel 5. Data Hasil Coba Pemakaian (31 orang siswa) Aspek Penilaian Total Skor (X) Skor Maksimal (Xi)Persentase Materi 427 465 91,8% Penyajian bahasa dan gambar 406 465 87,3% Tampilan bahan ajar infografis informatif 424 465 91,1% Manfaat bahan ajar infografis informatif 140 155 90,3% Total 1397 1150 90,1% Sumber: Hasil uji coba produk (2019) Hasil Pretest dan Posttest Hasil tes berupa 10 soal pilihan ganda yang diberikan kepada 31 orang peserta didik kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari menunjukkan peningkatan yang signifikan antara hasil pretest yaitu sebelum diberikan bahan ajar infografis dan hasil posttest setelah diberikan bahan ajar infografi. Hal tersebut menunjukkan bahwa materi yang disajikan pada bahan ajar infografis informatif dapat dengan mudah dipahami oleh peserta didik. Grafik 1 Perbandingan nilai hasil pretest dan posttest Sumber: Hasil analisis pretest dan posttest SIMPULAN Bahan ajar infografis informatif materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) merupakan solusi atas permasalahan pembelajaran di kelas X RPL 1 SMKN 2 Singosari. Berdasarkan hasil uji validasi oleh validator ahli materi dan ahli media serta hasil uji coba produk dan uji coba pemakaian, maka produk bahan ajar infografis informatif materi Kontribusi Erna Djajadiningrat Pada Masa Revolusi Fisik (1945-1949) layak digunakan sebagai bahan ajar matapelajaran Sejarah Indonesia. Bahan ajar infografis informatif mempermudah siswa untuk memahami materi Sejarah Indonesia. DAFTAR RUJUKAN Akbar, S. 2013. Instrumen Perangkat Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosda Karya. Ardiansyah, R,. Dkk. 2016. Pengembangan Bahan Ajar Sejarah dengan Menampilkan Eksistensi Bangunan Peninggalan Masa Kolonial di Lasem Menggunakan Booklet pada Pokok Bahasan Kolonialisme dan Imperialisme Belanda di Indonesia pada SMA N 1 Lasem. Indonesian Journal of History Education, 4(2). https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujbe. Djamarah, S.B & Zain, A. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Persepsis Siswa Kelas XI MAN I Jombang terhadap Pembelajaran Sejarah sebagai Pendidikan Karakter
Kata Kunci: Persepsi, pembelajaran sejarah, pendidikan karakterPembelajaran sejarah merupakan matapelajaran yang penting dalam penerapan pendidikan karakter. Siswa mempunyai pendapat yang berbeda mengenai pembelajaran sejarah sebagai pendidikan karakter, seperti matapelajaran sejarah yang cenderung matapelajaran yang membahas masa lampau, menghafal angka tahun, dan cenderung pasif.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran sejarah di kelas XI MAN I Jombang, mendeskripsikan persepsi siswa kelas XI MAN I Jombang terhadap pembelajaran sejarah sebagai pendidikan karakter dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi siswa kelas XI MAN I Jombang terhadap pembelajaran sejarah sebagai pendidikan karakter.Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan latar alamiah. Jenis penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif. Adapun teknik dalam pengumpulan data tersebut peneliti mangambil cara dengan teknik observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan tahapan: reduksi data, kategorisasi, sintesisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, persepsi siswa kelas XI MAN I Jombang terhadap pembelajaran sejarah baik. Pembelajaran sejarah oleh guru dilaksanakan dengan baik sesuai dengan Rancangan Program Pembelajaran. Penerapan pendidikan karakter oleh guru sejarah sudah dilaksanakan dengan baik. Pendidikan karakter tanamkan seperti sikap kejujuran, tanggung jawab, disiplin, dan nasionalisme. Guru matapelajaran sejarah juga mampu untuk mengondisikan kelas saat pembelajaran sejarah berlangsung. Kegiatan pembelajaran sejarah tidak hanya terpaku pada buku melainkan siswa juga terlibat aktif dengan metode yang guru sejarah gunakan. Kesimpulan persepsi siswa kelas XI MAN I Jombang terhadap pembelajaran sejarah sebagai pendidikan karakter sudah baik, meskipun beberapa siswa ada yang kurang paham mengenai pendidikan karakter. Berdasarkan hasil observasi peneliti, respon siswa terhadap pendidikan karakter dalam pembelajaran sejarah sudah cukup baik
PERSEPSI SISWA KELAS XI SMA WAHID HASYIM KRIAN SIDOARJO TERHADAP TOKOH WAHID HASYIM SEBAGAI PAHLAWAN NASIONAL
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi siswa kelas XI SMA Wahid Hasyim Krian terhadap tokoh Wahid Hasyim sebagai Pahlawan Nasional dan faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi siswa terhadap tokoh Wahid Hasyim sebagai Pahlawan Nasional. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Metode kualitatif lebih mudah menyesuaikan apabila berhadapan dengan kenyataan ganda. Tahapan pertama dilakukan pengamatan, kedua wawancara, dan ketiga dokumentasi atau penggabungan dari semuanya. Hasil penelitian menunjukan siswa mengetahui Wahid Hasyim sebagai tokoh Pahlawan Nasional dan Ulama besar, karena latar belakang keluarga beliau, yang kedua pengetahuan peran Wahid Hasyim dapat dikatakan sebagai seorang pahlawan karena berjuang dalam organisasi berlandaskan agama seperti NU, MIAI, Masyumi dan Laskar Hizbullah, serta peran beliau dalam organisasi nasional BPUPKI dan Panitia Sembilan. Ketiga, siswa menyatakan bahwa teladan Pahlawan Nasional Wahid Hasyim memiliki teladan yang dapat diterapkan, seperti keimanan beliau, rasa nasionalisme dan patriotisme, kesederhanaan beliau dan rasa toleransi yang tinggi antar sesama umat. Faktor yang mempengaruhi terbentuknya persepsi siswa terhadap Wahid Hasyim sebagai Pahlawan Nasional, yaitu (1) Minat Belajar, (2) Pengalaman dan Ingatan, serta (3) Pengetahuan. Kata kunci: persepsi, Wahid Hasyim, pahlawan nasional ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the perceptions of Wahid Hasyim Krian High School class of XI students toward Wahid Hasyim as a National Hero and the factors that infulence’s student perception of Wahid Hasyim’s figure as a National Hero. This study uses a qualitative method with a descriptive approach. Qualitative method more easy to compatible when dealing with double reality. The result of the showed student knew about Wahid Hasyim as a figur of National Hero and the great Ulama, because of his family background, the second knowledge about Wahid Hasyim’ role as a National Hero because his fought in religiously based organization, such a NU, MIAI, Masyumi and Laskar Hizbullah, and his role in national organization such a BPUPKI and Panitia Sembilan. Third, students stated about that the example of Nastional Hero Wahid Hasyim had an example that could be applied, such a his faith, a sense of nationalism and patriotism, his simplicity and high tolerance between fellow people. Factors that influence the formation of student perceptions of Wahid Hasyim’s figure as National Heroes, namely (1) Interest the learn, (2) Experience and Memory, and (3) Knowledge. Keyword: perception, wahid hasyim, national her
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 MOJOKERTO
Ringkasan: Dalam era modern ini, sekolah memiliki peran ganda, selain untuk mencerdaskan peserta didik dengan materi yang diajarkan, sekolah juga dituntut untuk mampu memberikan pendidikan yang mengemukakan akhlak dan kepribadian peserta didik yang baik. Pendidikan karakter memilki 18 nilai yang baik untuk di implementasikan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai pendidikan karakter di MAN 2 Mojokerto serta menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi nilai pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di MAN 2 Mojokerto, informan penelitian adalah kepala sekolah,waka kurikulum, guru sejarah 3 orang dan peserta didik 5 orang. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian kualitatif ini mendapatkan hasil bahwa MAN 2 Mojokerto telah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dan kehidupan sekolah. Serta ditemukan 5 faktor pendukung yaitu: sarana dan prasarana, finansial, pemberian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, dan motivasi guru dan peserta didik serta 3 faktor penghambat yaitu:waktu, lingkungan, dan jumlah dan sifat peserta didik
FAKTOR-FAKTOR PENDUKUNG DAN PENGHAMBAT IMPLEMENTASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI MAN 2 MOJOKERTO
Ringkasan Dalam era modern ini, sekolah memiliki peran ganda, selain untuk mencerdaskan peserta didik dengan materi yang diajarkan, sekolah juga dituntut untuk mampu memberikan pendidikan yang mengemukakan akhlak dan kepribadian peserta didik yang baik. Pendidikan karakter memilki 18 nilai yang baik untuk di implementasikan kepada peserta didik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui implementasi nilai pendidikan karakter di MAN 2 Mojokerto serta menemukan faktor pendukung dan faktor penghambat implementasi nilai pendidikan karakter. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Lokasi penelitian berada di MAN 2 Mojokerto, informan penelitian adalah kepala sekolah,waka kurikulum, guru sejarah 3 orang dan peserta didik 5 orang. Sedangkan teknik analisis data ini menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian kualitatif ini mendapatkan hasil bahwa MAN 2 Mojokerto telah mengimplementasikan nilai pendidikan karakter dalam pembelajaran dan kehidupan sekolah. Serta ditemukan 5 faktor pendukung yaitu: sarana dan prasarana, finansial, pemberian tugas, kegiatan ekstrakurikuler, dan motivasi guru dan peserta didik serta 3 faktor penghambat yaitu:waktu, lingkungan, dan jumlah dan sifat peserta didik. Kata Kunci : implementasi, nilai pendidikan karakter, faktor pendukung, faktor penghambat
Dinamika Orientasi Pemilih Dalam Pemilu Tahun 1977-2014 Di Kabupaten Sampang
Dinamika politik yang mempengaruhi sistem pemerintahan di Indonesia, juga berdampak terhadap gerakan politik tingkat lokal. Salah satunya perubahan orientasi pemilih di Kabupaten Sampang. sejak masa orde baru, masyarakat Kabupaten Sampang menjadi sorotan dalam orientasi politiknya yang mengalami perubahan. yakni setalah fusi partai diberlakukan oleh Presiden Soeharto, pada pemilu 1977,1982, dan 1987 PPP memperoleh kemenangan, kemudian disusul dengan kebijakan Pancasila sebagai asas tunggal dan keluarnya NU dari PPP, pada pemilu 1992 dan 1997 Golkar berhasil menggeser posisi PPP, sehingga menyebabkan peristiwa kerusuhan yang merugikan banyak pihak. Sementara itu PDI masih dalam posisinya sebagai pelengkap dalam pesta demokrasi. Namun, setalah Presiden Soeharto lengser pada bulan mei 1998. Kemudian, lahir masa reformasi dengan sistem politik yang berbeda. Fusi partai tidak berlaku lagi dan terbentuk partai-partai baru. Salah satunya PKB yang lahir dari kalangan NU. Meskipun, lahir sebagai partai baru PKB memperoleh kepercayaan dari masyarakat Sampang, sehingga pada pemilu 1999, 2004, 2009, dan 2014 PKB menggeser posisi PPP, Golkar, PDI dan partai baru yang bermunculan seperti Demokrat, Gerindra dan PAN, yang mana pada saat itu partai tersebut dibentuk oleh kalangan elite politik yang juga dikenal oleh masyarakat.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR MAJALAH SEJARAH BERBASIS ANDROID PADA MATERI ASEAN DAN GERAKAN NON BLOK KELAS XII IPS DI SMA NEGEGERI 1 PANDAAN
ABSTRAKTujuan penelitian ini untuk mengembangkan dan menghasilkan produk berupa majalah sejarah berbasis android dengan muatan materi tentang peran Indonesia dalam perdamaian dunia melalui ASEAN dan Gerakan Non Blok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel, yaitu model pengembangan 4-D. Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan, yaitu : define, design, develop, disseminate atau diadaptasi menjadi model 4-P, yaitu pendefinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Produk yang dibuat telah melalui tiga tahapan. Tahapan pertama yaitu validasi materi dengan persentase sebesar 93,75%. Tahapan kedua yaitu validasi media dengan persentase sebesar 96,43%. Tahapan ketiga yaitu uji coba kelompok kecil dengan persentase sebesar 86% dan uji coba kelompok besar dengan persentase sebesar 86%.Kata Kunci: ASEAN, Gerakan Non Blok, majalah, berbasis androi