SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
Not a member yet
    1821 research outputs found

    PENERAPAN SISTEM AMONG DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH PADA SISWA KELAS X IIS DI SMA TAMAN MADYA KOTA MALANG

    No full text
    AbstrakKi Hajar Dewantara menciptakan sistem Among untuk membangun anak didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa, merdeka lahir dan batin, budi pekerti luhur, cerdas dan berketrampilan, serta sehat jasmani dan rohani. Sementara itu pelajaran sejarah juga berfungsi membangkitkan kesadaran sejarah  mempunyai peranan penting dalam pembentukan kepribadian individu/masyarakat yang menciptakan identitas bangsanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan sistem among dalam pembelajaran sejarah dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif.Kata kunci: Sistem Among, Pamong, Pembelajaran SejarahAbstractKi Hajar Dewantara created Among's system to build students to become human believers and devoted, independent of birth and mind, noble character, intelligent and skillful, and physically and mentally healthy. While history lessons also function to generate historical awareness has an important role in forming individual / community personalities that create the identity of the nation. This study aims to determine the application of the system among in learning history by using a type of descriptive qualitative research.Keywords: Among systems, Pamong, Historical Learnin

    Nilai Pendidikan Karakter Yang Terdapat Pada Panil-Panil Relief Candi Rimbi

    No full text
    Abstrak Informasi mengenai Relief Candi Rimbi masih jarang ditemukan. Fokus pembahasan dalam penelitian ini adalah menginterpretasikan nilai pendidikan karakter yang terdapat pada panil-panil relief Candi Rimbi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian, tersebut penulis mencari nilai karakter apa saja yang terkandung dalam panil-panil relief Candi Rimbi. Terdapat 8 nilai karakter yang bisa dikaitkan dengan panil relief dalam bentuk kajian nilai pendidikan karakter diantaranya adalah  nilai religius, peduli sosial, bersahabat, kerja keras, peduli lingkungan, kreatif, cinta tanah air, dan tanggung jawab. Kata Kunci : Relief Candi, Nilai Pendidikan Karakter, Nilai Moral Abstract Information on Rimbi Temple’s reliefs still rarely found. The focus of the discussion in this research is to interpret the value of character education of them. This research uses qualitative descriptive method. Based on these research results, the author looking for the value of any character contained in panil-panil Rimbi Temple’s reliefs. There are 8 character values that can be questioned with the help of the committee in the form of assessing the value of education with religious values, caring socially, friendly, hard work, caring for the environment, creative, loving homeland, and responsible Key Word : Temple Reliefs, Character Education, Moral Valu

    Muatan Pendidikan Seksual dalam Serat Centhini

    No full text
    AbstrakPendidikan seksual yang sejatinya merupakan panduan bersikap sesuai dengan jenis kelamin seringkali hanya diartikan sebagai panduan cara berhubungan seks semata. Budaya Jawa yang dianggap sebagai kebudayaan yang tertutup terhadap masalah seksual justru menghasilkan Serat Centhini yang mengungkapkan masalahmasalah seksual tersebut secara vulgar Paham klangenan dan sistem budaya katuranggan yang hedonistik dan dianut oleh para bangsawan dan priyayi pada masa Sunan Paku Buwana IV turut mempengaruhi perkembangan budaya Jawa melalui karya-karya sastra seperti Serat Centhini. Teks-teks seksual dalam Serat Centhini yang vulgar mengandung muatan pendidikan seksual ala Jawa yang disesuaikan dengan jiwa zaman ketika pembuatannya. Kata Kunci : Pendidikan Seksual, Serat Centhini AbstractSexual education is not only about how to have sex but also guidance to behave according to gender. Javanese culture is regarded as a closed culture in sexuality but resulted Serat Centhini that reveals sexuality such as vulgar. Priyayi‟s hedonistic klangenan concept and katuranggan system during Sunan Paku Buwana IV era also affected Javanese cultur throught their literature work, such as Serat Centhini. Serat Centhini‟s vulgar sexual texts containing javanese style sexual education that adapted the period mind. Keyword: Sexual Education, Serat Centhin

    PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING MELALUI PENGGUNAAN MEDIA MATA UANG UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X AP SMK TAMANSISWA 1 KOTA PROBOLINGGO 2017-2018

    No full text
    Abstrak Pembelajaran Sejarah memang diidentikkan dengan bercerita. Pada umumnya kebanyakan para guru sejarah menjelaskan pelajaran sejarah dengan menekankan metode ceramah dan hafalan yang menyebabkan pemahaman konsep siswa jenuh dan bosan. Sisi lain pelajaran sejarah juga dianggap sebagai pelajaran yang tidak penting bagi siswa. Model Discovery Learning merupakan suatu model untuk mengembangkan cara belajar siswa aktif dengan menemukan sendiri, menyelidiki sendiri, maka hasil yang diperoleh akan akan mudah dipahami oleh siswa. Dalam perkembangannya Discovery Learning banyak digunakan dalam proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini sendiri dimaksudkan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran Discovery Learning melalui penggunaan media mata uang untuk meningkatkan motivasi belajar siswa SMK 1 Tamansiswa Kota Probolinggo. Penelitian ini merupakan penellitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1)  hasil pengamatan lapangan (siswa dan guru), 2) hasil catatan lapangan, 3) angket motivasi siswa. Dalam tindakan penelitian terdapat (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan, (4) Refleksi. Data yang diperoleh pada siklus I sebesar 74,75% meningkat menjadi 83,5% dengan kategori baik. Peningkatan motivasi belajar dilihat pada beberapa aspek yaitu attention, relevance, confidence, dan satisfaction. Pada aspek attention mengalami peningkatan sebesar 74,5% pada siklus I meningkat menjadi 84% pada siklus II. Aspek relevance meningkat sebesar 76,5% pada siklus I meningkat menjadi 84,5%, pada siklus II. Selanjutnya aspek confidence pada siklus I sebesar 76,5%  meningkat menjadi 84,5% pada siklus II . Terakhir aspek satisfaction pada siklus I sebesar 73,5% meningkat menjadi 82,5% pada siklus II. Berdasarkan hasil peneltian tersebut, maka peneliti menyarankan kepada guru sejarah agar model pembelajaran Discovery Learning dengan menggunakan mata uang dapat digunakan sebagai alternative pembelajaran sejarah Kata Kunci: model pembelajaran, Discovery Learning, Mata Uang, motivasi belajar siswa, sejarah. Abstract History learning is indeed identified with storytelling. In general, most history teachers explain history lessons by emphasizing lecture and memorization methods which lead to understanding the concepts of students saturated and bored. The other side of history lessons is also considered as an insignificant lesson for students. Discovery Learning Model is a model for developing active learning methods by finding oneself, investigating on their own, then the results obtained will be easily understood by students. In its development Discovery Learning is widely used in the learning process at school. This study itself is intended to describe the application of the Discovery Learning learning model through the use of currency media to increase the learning motivation of students at the Tamansiswa 1 Vocational School in Probolinggo City. This research is a classroom action research using a qualitative approach. Data collected in this study include: 1) results of field observations (students and teachers), 2) results of field notes, 3) student motivation questionnaires. In research actions there are (1) Planning, (2) Implementation, (3) Observation, (4) Reflection. Data obtained in the first cycle of 74.75% increased to 83.5% in the good category. Increased learning motivation is seen in several aspects, namely attention, relevance, confidence, and satisfaction. In the attention aspect there was an increase of 74.5% in the first cycle increased to 84% in the second cycle. The relevance aspect increased by 76.5% in the first cycle increased to 84.5%, in the second cycle. Furthermore, aspect confidence in the first cycle of 76.5% increased to 84.5% in the second cycle. The last aspect of satisfaction in the first cycle was 73.5%, increasing to 82.5% in the second cycle. Based on the results of the study, the researchers suggested to history teachers that the Discovery Learning learning model using currency can be used as an alternative to historical learning Keywords: learning model, Discovery Learning, Currency, student motivation, history

    Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA Negeri 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAKAilil, Rohana Nur.2018.Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA negeri 1 Purwosari.Skripsi, Jurusan Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: Drs. Slamet Sujud Purnawan Jati, M.Hum.Kata kunci: Kinerja guru, cinta tanah air, situs sejarahSikap cinta tanah air yang terdapat dalam diri siswa pada masa ini semakin berkurang. Siswa yang cenderung acuh terhadap budaya Nusantara dan lebih tertarik terhadap budaya asing. Permasalahan ini menjadi tugas bagi orangtua, guru, dan pemerintah dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air dalam diri siswa. Guru sejarah memiliki peran penting dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air melalui pembelajaran sejarah yang dilakukan oleh guru dengan metode pembelajaran yang menarik dan variatif seperti mengajak siswa ke situs bersejarah di sekitar. Selain itu, pemerintah juga memiliki tugas dalam menumbuhkan sikap cinta tanah air pada siswa yaitu dengan adanya program pendidikan karakter. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk untuk mengetahui upaya guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari, kendala guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari, dan menjelaskan Kinerja Guru Sejarah dalam Menumbuhkan Sikap Cinta Tanah Air melalui Pembelajaran Sejarah tentang Situs Bersejarah di Kabupaten Pasuruan pada Siswa SMA negeri 1 Purwosari. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dengan teknik observasi pada proses pembelajaran di kelas dan teknik wawancara kepada guru dan siswa. Analisis data terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan diolah dan keabsahan data diperiksa dengan teknik triangulasi.Berdasarkan hasil analisis data tersebut, peneliti memperoleh tiga simpulan penelitian sebagai berikut. Pertama, upaya guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah mengenalkan tentang situs bersejarah, para pahlawan, kebudayaan bangsa, dan tertib ketika pembelajaran.Kedua, kendala guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air pada siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah adanya ketidakpahaman guru akan kebijakan pendidikan karakter, ketidaktahuan siswa akan situs bersejarah di sekitar, serta kurangnya antusias dan perhatian siswa terhadap pelajaran sejarah.Ketiga, kinerja guru sejarah dalam menumbuhkan cinta tanah air siswa melalui pembelajaran sejarah tentang situs bersejarah  di Kabupaten Pasuruan bagi siswa SMA Negeri 1 Purwosari adalah melalui kinerja seorang guru sebagai fasilitator, inisiator, informator, organisator, mediator, transmitter, dan motivator

    PENERAPAN PERMAINAN MINESWEEPER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS SMA NEGERI 10 KOTA MALANG TAHUN AJARAN 2018 – 2019

    No full text
    ABSTRAK Permainan Minesweeper adalah permainan yang mencari petak yang tidak terdapat ranjau atau bom. Tujuan pembelajaran sejarah dengan permainan Minesweeper ini adalah: a) membangun kepribadian dan sikap mental peserta didik; b) membangkitkan keaktifan pesertas didik dalam pembelajaran sejarah; c) meningkatkan hasil belajar sejarah melalui permainan Minesweeper. Hasil belajar siswa dapat diketahui melalui proses pembelajaran dan hasil test yang dilakukan. Sumber data dikumpulkan melalui wawancara dan tes. Kata Kunci: Permainan Minesweeper, Hasil Belaja

    PENERAPAN PERMAINAN MINESWEEPER TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN SEJARAH KELAS X IPS SMA NEGERI 10 KOTA MALANG TAHUN AJARAN 2018 – 2019

    No full text
    ABSTRAK Permainan Minesweeper adalah permainan yang mencari petak yang tidak terdapat ranjau atau bom. Tujuan pembelajaran sejarah dengan permainan Minesweeper ini adalah: a) membangun kepribadian dan sikap mental peserta didik; b) membangkitkan keaktifan pesertas didik dalam pembelajaran sejarah; c) meningkatkan hasil belajar sejarah melalui permainan Minesweeper. Hasil belajar siswa dapat diketahui melalui proses pembelajaran dan hasil test yang dilakukan. Sumber data dikumpulkan melalui wawancara dan tes. Kata Kunci: Permainan Minesweeper, Hasil Belaja

    GERAK DAKWAH MAKDUM IBRAHIM DALAM KEARIFAN LOKAL TUBAN PADA ABAD XVI

    No full text
    Proses Islamisasi di Indonesia tidak lepas akan peranan Walisongo, khususnya pergerakan dakwah Makdum Ibrahim yang merupakan salah satu bagian dari Walisongo. Dalam melakukan dakwah, Makdum Ibrahim berupaya mengalturasi nilai-nilai Islam kedalam kearifan lokal Tuban pada masa itu. Tuban merupakan salah satu dari wilayah pesisir Pantai Utara Jawa, wilayah yang sangat berpotensi dalam mengislamisasi masyarakat Jawa khususnya di Tuban. Proses gerak dakwah yang dilakukan Makdum Ibrahim hingga mendapatkan gelar Sunan Bonang, merupakan sedikit gambaran bagian dari proses perpindahan dari akhir peradaban Majapahit menjadi awal peradaban Demak

    Persepsi Mahasiswa Terhadap Perjuangan Kadet Soewoko di Lamongan 1948-1949

    No full text
    Abstract One of the resistance carried out in the Lamongan District was led by the Kadet Soewoko. Kadet Soewoko is part of Section I, Kompi I, Tamtama KDM Force, which is responsible for defending the Lamongan Regency from the Dutch attack. The existence of the Kadet Soewoko’s struggle is a reminder of past events in the younger generation. This is intended so that the struggle of the Kadet Soewoko becomes a local example that can foster a spirit of nationalism in the younger generation. Based on the background described above, the formulation of the problem in this study is as follows: (1) how is the condition of Lamongan during the Agresi Militer Belanda II? (2) how is the perception of Lamongan students towards the struggle of the Kadet Soewoko in 1948-1949?This study uses a qualitative, descriptive method which consists of four stages, namely the preparation stage, the exploration phase, and the completion stage of the research results. The results of the study show that at the time of the Agresi Militer Belanda II the areas in Lamongan were controlled by the Dutch through a strategy of guerrilla warfare. Kadet Soewoko was a freedom fighter in Lamongan in leading and giving orders to his troops to move against the Dutch. Regarding the contribution of the Kadet Suwoko, it should get the attention of the current generation, one of them is Lamongan students. It cannot be denied that the majority of Lamongan students lack knowledge about the history of the Kadet Soewoko’s struggle. Keywords:perception, college students, Kadet Soewoko, struggle

    IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 MATAPELAJARAN SEJARAH INDONESIA DI SMK NEGERI 1 MOJOANYAR MOJOKERTO

    No full text
    Abstrak Kurikulum 2013 revisi tahun 2017 diperuntukkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) yang menekankan setiap matapelajaran untuk memuat kerangka konseptual program keahlian dan kompetensi keahlian salah satunya matapelajaran sejarah Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian Deskriptif. Implementasi Kurikulum 2013 yang diterapkan oleh guru matapelajaran sejarah Indonesia saat ini sudah cukup sempurna, namun terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh guru selama mengimplementasikan Kurikulum 2013 ini terutama Kurikulum 2013 revisi tahun 2017. Kata Kunci: Kurikulum 2013, Perencanaan Pembelajaran, Proses Pembelajaran, Penilaian Pembelajaran Abstract The 2013’s curriculum that has been revised in 2017 is particulary intended to State Vocational High School or Madrasah Aliyah Vocational School which emphasized every subjects to have conceptual framework that consist expertised program and expertised competence and one of those subjects is Indonesian History subjects. This research uses qualitative methods with descriptive research. The implementation of 2013’s curriculum that implemented by Indonesian history subject teachers right now is quite perfect, although there still some obstacles for the subjects teachers while implementing the 2013’s curriculum especially that has been revised in 2017. Keywords: 2013’s curriculum, lesson plan, learning process, learning assessmen

    0

    full texts

    1,821

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Sejarah - Fakultas Ilmu Sosial UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇