Jurnal Teknik Elektro
Not a member yet
108 research outputs found
Sort by
Desain Flux Vector Control Inverter 3 Fasa Pada Motor Induksi 1.5 HP Menggunakan Power Blockset
This paper describe Flux Vector Design Using Vector Matlab on 3 Phase Inverter when torque changes. Transient response is important things for inverter because it needs optimal torque that motor shows desire performance. This condition needs flux vector design that give V/F linear comparison in transient response. The experiment was done by simulating induction motor parameters using Matlab, the result shows : Torque supply 240 - 320 Nm, in 0.005 - 0.01s range of time.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Paper ini menjelaskan desain flux vector menggunakan vector matlab pada inverter 3 phasa pada keadaan Torsi dinamik. Keadaan transien merupakan waktu yang sangat penting bagi inverter agar dapat memberi torsi yang optimal sehingga motor memberi performansi yang dibutuhkan. Hal ini membutuhkan desain flux vector yang mampu memberikan perbandingan V/F yang linear pada saat transien. Simulasi dilakukan pada motor induksi 1.5 HP dengan parameter motor induksi melalui matlab6.1, didapatkan hasil : Suplai Torsi = 240 - 320 Nm dalam range waktu 0.005-0.01 s.
Kata kunci : vector matlab ,flux vector, inverter 3 phasa
Pengenalan Citra Sidik Jari Berbasis Transformasi Wavelet dan Jaringan Syaraf Tiruan
Image recognition is a mechanism to recognize an image that is not recognized by eyes, using certain method. This research was fingerprint recognition based on wavelet transforms and neural network. The aims of this research are to find the best wavelet and to know what the performance of this method is. Fingerprint recognition algorithms start from extracting an image to find image signature by choosing a little wavelet transforms coefficients that have the biggest magnitude value and neural network was used to select the best match (likeness) to original images in the collection.
The test were carried out in three kind of wavelets viz Coiflet 6, Daubechies 8, dan Symlet 8 and 5 types of query images (pure, blur, noise, pencil sketch, and edge) and each query image has 30 samples. Query's success rates were determined by using one percent threshold value times size of databases.
The result show that this method has good performance, which the average of success rate over 90% and need a little time query. The Symlet 6 can be considered to be the best wavelet for fingerprint image recognition, with success rate 96.36%. With respect to the elapsed query time, of about 0.11 second, the above method is sufficiently efficient for the database size of 1500 records.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Pengenalan citra merupakan suatu mekanisme untuk mengenali kembali citra yang secara signifikan oleh mata tidak dapat dikenali lagi, namun dengan metode dan teknik tertentu citra tersebut masih dapat dikenali. Penelitian ini merupakan pengenalan citra sidik jari berbasis transformasi wavelet sebagai pengolah awal (pre-processing) dan jaringan syaraf tiruan sebagai elemen pengenal (metrika). Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan wavelet yang terbaik untuk pengenalan citra sidik jari dan mengetahui performance dari metode pengenalan ini. Algoritma pengenalan citra sidik jari dimulai dengan mengekstrak citra menjadi ciri-ciri citra dengan cara memilih sejumlah kecil (m) koefisien hasil transformasi wavelet yang memiliki magnitude terbesar dan dilanjutkan dengan menghitung tingkat kemiripan antara ciri-ciri citra query dengan citra pustaka digunakan digunakan metode jaringan syaraf tiruan jenis backpropagation.
Pengujian dilakukan pada 3 jenis wavelet, yaitu Coiflet 6, Daubechies 6, dan Symlet 6; dan 5 tipe citra query yaitu asli, blur, berderau, sketsa pencil, dan tepi sisi dengan setiap tipe query memiliki 30 buah sampel. Untuk mengetahui tingkat kesuksesan pengenalan, digunakan nilai ambang 1% x ukuran basis data citra.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengenalan citra sidik jari menggunakan transformasi wavelet dan jaringan syaraf tiruan memberikan hasil yang baik, hal ini ditunjukkan dengan tingkat kesuksesan pengenalan diatas 90% dan waktu pengenalan yang singkat. Dari ketiga jenis wavelet yang diuji ternyata ketiga-tiganya memberikan hasil yang baik. Namun jenis wavelet Symlet 6 merupakan wavelet yang terbaik untuk pengenalan citra sidik jari, dengan tingkat kesuksesan pengenalan 96,36%. Sistem pengenalan ini memerlukan waktu pengenalan relatif kecil, yaitu sekitar 0,11 detik untuk ukuran basis data 1500 rekord.
Kata kunci: Citra sidik jari, pengenalan citra, transformasi wavelet, jaringan syaraf tiruan dan citra pustaka dan query
SIMULASI SISTEM PENJADWALAN KERETA: STUDI KASUS DAOP VIII JAWA TIMUR
Train rescheduling is often have to be made due to technical problems faced by the train that hold up the train to run on schedule or due to the addition of a new train. A simulation on train scheduling system can help out the train service company on rescheduling the train schedule.
The simulation is made using Java language programming with queue rules that is usually used by the train service company. Based on the experiment on the system that was made on the overall class for the train rescheduling, 76 % of trains could have shorter trip time against the result of the simulation for GAPEKA (Grafik Perjalanan Kereta Api). The adjustment of train departure time is restricted to ± 30 minutes from the time regulated in GAPEKA
Abstract in Bahasa Indonesia :
Penjadwalan ulang perjalanan kereta api sering harus dilakukan akibat adanya kendala teknis pada kereta yang menghambat kereta melakukan perjalanan pada waktu yang ditentukan ataupun karena adanya penambahan kereta api. Simulasi sistem penjadwalan kereta mampu membantu memecahkan masalah yang dihadapi pengelola jasa layanan kereta api dalam menyusun jadwal baru berkenaan dengan adanya kendala perjalanan kereta api ataupun adanya penambahan kereta api baru.
Simulasi dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman Java dengan aturan antrian (queue) seperti yang diberlakukan pada Daerah Operasi VIII Jawa Timur. Dari hasil pengujian sistem secara keseluruhan untuk penjadwalan ulang dengan mengubah waktu keberangkatan kereta api, diperoleh 76 persen kereta mengalami waktu perjalanan yang lebih cepat dibandingkan hasil simulasi terhadap Grafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA). Pengubahan waktu keberangkatan dibatasi dalam selang waktu ± 30 menit dari waktu yang ditetapkan pada GAPEKA.
Kata kunci : simulasi, penjadwalan kereta, DAOP VIII, Java, queu
Analisa Perbandingan Efisiensi Energi Dari Penempatan Rangkaian Pengontrol Kecepatan Motor Induksi Kapasitor Running Satu Fasa 220 Volt 30 Watt 1370 RPM Yang Terhubung Pada Suplai Dengan Yang Terhubung Pada Main Winding
In this paper we discuss about comparing efficiency of single phase capacitor running induction motor, 220 Volt, 30 Watt, 1370 Rpm, where the placement of speed controller is connected on source supply or main winding. This experiment is used to investigate torque, current flow, cos , input power and efficiency from various motor speed. The result of this analysis, for two placement motor speed controller show that speed controller that is connected on main winding have 15 % more efficient than motor speed controller that is connected on source supply.
The speed controller that is connected on main winding is not influence motor input voltage on auxiliary winding. This is why the speed controller that is connected on main winding can more efficient
Abstract in Bahasa Indonesia :
Dalam Makalah ini dibahas mengenai analisa perbandingan efisiensi dari penempatan rangkaian pengontrol kecepatan motor induksi kapasitor running satu fasa, 220 Volt, 30 Watt, 1370 Rpm, yang terhubung pada suplai dengan yang terhubung pada kumparan utama (main winding). Pengujian yang dilakukan adalah mengamati besarnya torsi, arus, cos , daya input dan efesiensi pada berbagai kecepatan motor. Dari hasil pengujian terhadap dua rangkaian pengontrol kecepatan yang ditempatkan pada kumparan utama (main winding) dan suplai didapatkan bahwa rangkaian pengontrol kecepatan di kumparan utama (main winding) 10 % lebih efisien dibandingkan dengan yang ditempatkan pada suplai.
Pengontrol kecepatan yang diletakan pada main winding tidak mempengaruhi tegangan input pada auxiliary winding, hal inilah yang menyebabkan penempatan pengontrol pada main winding menjadi lebih efisien.
Kata kunci: Efisiensi, Motor induksi kapasitor running satu fasa
Kontrol PID Untuk Pengaturan Kecepatan Motor DC Dengan Metode Tuning Direct Synthesis
PID controller is a well known controller which has been used widely in the industry. The significant thing in the design of PID controller is tuning of its parameters. From many tuning methods which has been developed today, Direct Synthesis tuning method is chosen for this experiment.
Generally, PLC is used to control the sequence. But we can use it as digital PID controller too by using ASCII module (Omron) which can adapt with BASIC. By integrating PLC as PID controller and DC motor as the plant,
Direct Synthesis tuning method can be implemented in that plant.
From the experiment's result, it has been proved that by using PID controller with Direct Synthesis tuning method, the plant's performance criteria has been improved significantly.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Kontroler PID adalah kontroler yang sampai sekarang masih banyak digunakan di dunia industri. Hal yang krusial pada desain kontroler PID ini ialah menentukan parameter kontroler atau tuning. Dari banyak metode tuning yang telah dikembangkan saat ini, akan dibahas metode tuning Direct Synthesis.
PLC yang umumnya digunakan sebagai alat pengatur urutan bisa dimanfaatkan sebagai kontroler PID digital dengan memanfaatkan modul ASCII (Omron) yang bisa mengadaptasi pemrograman dalam bahasa BASIC. Dengan mengintegrasikan PLC sebagai kontroler PID dan motor DC sebagai plant, metode tuning Direct Synthesis dapat diimplementasikan.
Dari hasil eksperimen, terbukti bahwa penggunaan kontroler PID dengan metode tuning Direct Synthesis untuk pengaturan kecepatan motor DC memberikan perbaikan kriteria performansi pada plant yang signifikan jika dibandingkan dengan plant tanpa kontroler.
Kata kunci : kontroler PID, tuning, PLC
Tele-Rehabilitation System as an Application of MPEG-2 System
A Distributed Tele-Rehabilitation System is an application that helps remotely located clinicians work in a process of patient rehabilitation. With this system, clinicians are able to share medical information through the network to make diagnoses and discuss medical treatment for a patient. To enable the mentioned functionalities, the system uses MPEG-2 as an infrastructure.
There are two kind of medical data that need special place in MPEG-2, Medical Rehabilitation Signal and Patient Medical Record. As a result of study literature and analysis process the following decision can be taken. Medical Rehabilitation Signal should be incorporated into PES Packet Data with elementary stream ID 0xBD. Patient Medical Record should be placed as descriptors in Program Map Table. Further on PDU format for Medical Rehabilitation Signal and Patient Medical Record has been decided.
A prototype implementation shows that the Tele-Rehabilitation system can works well using MPEG-2 as an infrastructure.
Abstract in Bahasa Indonesia :
SSistem Tele-Rehabilitasi Terdistribusi adalah sebuah aplikasi yang membantu tenaga medis untuk melakukan proses rehabilitasi terhadap pasien. Dengan sistem ini, tenaga medis bisa melakukan diskusi jarak jauh dengan tenaga medis lain untuk memberikan perawatan yang paling tepat terhadap pasien. Untuk itu, MPEG-2 dipakai sebagai infrastruktur.
Ada dua jenis data medis yang memerlukan tempat khusus dalam MPEG-2, Sinyal Rehabilitasi Medis dan Catatan Medis Pasien. Sebagai hasil dari literatur studi dan proses analisa, keputusan berikut telah diambil. Sinyal Rehabilitasi Medis seharusnya ditempatkan dalam Paket Data PES dengan stream elementer yang mempunyai ID 0xBD. Catatan Medis Pasien seharusnya ditempatkan sebagai descriptor dalam Program Map Table. Lebih jauh, format PDU untuk Sinyal Rehabilitasi medis dan Catatan Medis Pasien juga sudah ditentukan.
Sebuah prototipe sudah diimpelementasikan dan menunjukkan bahwa Sistem Tele-Rehabilitasi dapat bekerja dengan baik menggunakan MPEG-2 sebagai infrastruktur.
Kata kunci : MPEG-2, Distribusi Tele-Rehabilitasi Sistem
ODOR RECOGNITION DENGAN MENGGUNAKAN PRINCIPAL COMPONENT ANALYSIS DAN NEAREST NEIGHBOUR CLASSIFIER
This paper describes about implementation of principal component analysis method on odor recognition system. There are 15 essences used in this research and each essence has 20 concentrations.
Principal Component Analysis (PCA) method was used in this system to reduce the data's dimension. The result of PCA would be input of recognition system. The recognition system used in this research is nearest neighbour method.
Experiments were done for testing the designed system. Although the data were reduced until 93,75%, the system could recognize the essences well and achieve a recognition rate of 99.56%.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Makalah ini menjelaskan tentang penerapan metode principal component analysis pada sistem pengenalan jenis zat berdasarkan aroma atau bau yang dikeluarkan oleh zat tersebut. Dalam penelitian ini terdapat 15 jenis zat dengan masing-masing zat terdiri atas 20 konsentrasi.
Sistem yang telah didisain menerapkan metode principal component analysis (PCA) untuk mereduksi jumlah data yang berdimensi besar. Hasil reduksi ini akan menjadi input dalam sistem pengenalan. Metode sistem pengenalan yang diterapkan adalah metode nearest neighbour.
Pengujian sistem telah dilakukan dengan melihat tingkat reduksi data yang berhasil dilakukan dengan menghasilkan tingkat pengenalan yang cukup signifikan. Dari pengujian didapat bahwa dengan menggunakan PCA, data dapat direduksi reduksi sebesar 93,75% dengan tingkat keberhasilan untuk mengenali zat 99,56%.
Kata kunci : Principal Component Analysis, Odor recognition, Nearest Neighbour
Sistem Pencatat Data Percakapan Telepon Dengan Deteksi Sinyal Pandu Secara Otomatis
The growth of telecommunication technology has influenced telecommunication businesses which have become more interesting. One of the telecommunication businesses is telephony billing systems. There have been many kinds of equipments that would be able to support that business, called Telephony Billing System Equipment. Some of them use computer, and the others do not. In this project, theTelephony Billing System Equipment was designed without computer and could detect pilot signals automatically. There were four kinds of pilot signals used, that were a 16 KHz injection signal, a reverse polarity, a ringback tone, and human voice responses. The system would calculate the telephony billing and then print the detailed billing. The system built was used microcontroller AT89C51 to control memory, clock, display and printer. From the experiments, we concluded that the designed equipment has worked successfully and efficiently, and it needs a low electric power, 2.42 Watt.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Seiring dengan perkembangan teknologi telekomunikasi, usaha dalam bidang telekomunikasi menjadi semakin diminati. Salah satunya adalah usaha warung telekomunikasi. Kini banyak beredar perangkat untuk mendukung usaha tersebut yaitu Pencatat Data Percakapan Telepon (PDPT), ada yang menggunakan PC (Personal Computer), dan ada juga yang tidak menggunakan PC. Pada kesempatan ini, perangkat yang hendak dibuat adalah perangkat PDPT tanpa menggunakan komputer, dengan sistem deteksi sinyal pandu secara otomatis. Ada empat jenis sinyal pandu yang dapat dideteksi, yaitu; sinyal injeksi 16 KHz, reverse polarity, nada panggil dan respon suara manusia. PDPT akan menghitung biaya percakapan, dan bila percakapan telah selesai, maka PDPT akan mencetak rincian biaya menggunakan printer. Sistem yang dibangun menggunakan mikrokontroler AT89C51 untuk mengendalikan memori, clock, display dan printer. Dari hasil pengujian diperoleh kesimpulan bahwa perangkat yang dibuat telah berhasil sesuai dengan rencana dan hemat listrik, karena hanya memerlukan daya listrik yang relatif kecil, yaitu 2,42 Watt saja.
Kata kunci : Sistem Telepon, Telepon, Perhitungan Biaya, Sinyal Pandu, Warung Telekomunikasi
Reduksi Noise Akustik Secara Aktif Dengan Metode Filtered-X Least Mean Square
The paper describes an implementation of an active noice canceller by using the algorithm of Filtered-X Least Mean Square (Filtered-X LMS). The system was implemented on a digital signal processor starter kit of TMS 320C50. The system was equipped with 2 speakers as sound source and noise source and microphones as sound sensors. The processor controlled the noise by generating an anti-noise sound trying to cancelled the noise so that the total noise would be reduced. The experimental results shows the system could reduce noise with the level of 20 dBV.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Paper ini membahas implementasi metode peredaman suara secara aktif bekerja berdasarkan prinsip superposisi yang destruktif, dimana sumber suara bising (noise) dilawan dengan sumber suara anti-noise. Sumber suara anti-noise ini memiliki amplitudo yang sama besar dengan sumber noise utama, namun phasenya berbeda 180o. Akibatnya kedua sumber suara ini akan saling melemahkan. Implementasi dari proyek ini menggunakan pipa PVC yang dilengkapi dengan speaker sumber suara dan pembangkit noise. Sistem dilengkapi microphone yang digunakan sebagai sensor level suara. Untuk pemrosesan sinyal, digunakan Starter-Kit Digital Signal Processor TMS320C50 dengan menggunakan algoritma Filtered-X Least Mean Square (Filtered-X LMS) untuk mereduksi noise secara aktif. Hasil pengujian dengan berbagai variasi sinyal noise memperlihatkan hasil peredaman optimal sebesar 20 dBV.
Kata kunci: reduksi noise aktif, kendali noise, adaptif filter, metode X-LMS, TMS 320C50
Uji Kecepatan Algoritma Convex-Hull: Graham dan Melkman
The creating of convex hull for simple polygon is the basic application for computer graphics that can be developed to more complex application. Not all of convex hull algorithms have the same speed and quality, therefore it needs to choose the most appropriate one for our computer graphics application.
In this research, two convex hull algorithms will be consider, those are Three Coin's (Graham) and A.A. Melkman's algorithms. Both of them will be compared based on the speed in creating the convex hull. In Three Coins algorithm, we find an extremal point and used bubble sort for its processes, while Melkman algorithm does not used sorting but it uses decque.
From the analysis of the program which can be seen from time complexity, it is proved that Three coins algorithm had O(n2) while Melkman algorithm had O(n). From the result of testing repeatedly 25 times, it can be found that the average speed to create convex hull for simple polygon using 50 vertices, Three Coins (Graham) algorithm needs 53,8454 ms, while Melkman algorithm needs 0,116 ms. It means that the Melkman algorithm is faster 464 times than Three Coins (Graham) algorithm to create convex hull for simple polygon.
Abstract in Bahasa Indonesia :
Pembuatan convex hull pada simple polygon adalah aplikasi dasar pada komputer grafik yang dapat dikembangkan menjadi aplikasi grafik lain yang lebih kompleks. Tidak semua algoritma convex hull pada simple polygon mempunyai kecepatan dan ketepatan yang sama baiknya. Sehingga perlu dipilih yang terbaik dari algoritma - algoritma tersebut.
Pada penelitian ini dibandingkan dua algoritma convex hull yaitu algoritma Three Coins (Graham) dan algoritma A.A. Melkman's, sebagai acuannya adalah simple polygon. Kedua algoritma ini akan dibandingkan berdasarkan kecepatan proses dalam pembuatan convex hull. Pada algoritma Three Coins dicari titik ekstrim dan digunakan bubble sort dalam prosesnya sedang pada algoritma Melkman tidak memakai proses sorting namun memakai decque.
Hasil analisis program ditinjau dari kompleksitas waktu, didapatkan bahwa untuk algoritma Three Coins (Graham) adalah O(n2) sedangkan algoritma Melkman adalah O (n). Dari hasil pengujian yang diulangi sebanyak dua puluh lima kali, didapatkan bahwa kecepatan rata-rata untuk membuat convex hull untuk simple polygon dengan 50 vertices, menggunakan algoritma Three Coins (Graham) adalah 53.8584 ms sedangkan kalau memakai algoritma Melkman adalah 0,116 ms. Ini berarti algoritma Melkman lebih cepat 464 kali untuk pembuatan convex hull untuk simple polygon dibandingkan dengan algoritma Three Coins (Graham).
Kata kunci: convex-hull, simple polygon, Three Coins, Graham, Melkman, kecepatan , komputer grafik