Jurnal Teknik Elektro
Not a member yet
    108 research outputs found

    Simulasi Active Filter dan Sistem Kerja Rangkaian Dalam Meredam Harmonisa pada Vacuum Casting Induction Furnace Dengan Daya 9 kW 13.8 kVA 200 V 3 Fasa 50/60 Hz

    No full text
    Non-linier loads such as diode or thyristor rectifier (for example on vacuum casting induction furnace) can be made the current wave become non sinusoidal, and can cause on decrease of the power quality on the utility or in the electric power system. In addition, the distortion become so serious for 5th and 7th harmonic because of the negative effect on the electric tool. The harmonic damping is the right choice to reduce the voltage and current harmonics. This research focuses on the Active Filter that is being chosen for reducing the harmonics. The method can be prove well by used Band Pass Filter 2nd Order and Proportional Integral Controller. With load such as Vacuum Induction Furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, we have %ITHD for 5.14% and %VTHD for 3.82%, suited with %THD standard. Abstract in Bahasa Indonesia : Beban non linear seperti diode atau thyristor rectifiers membuat arus yang tidak sinusoidal pada jaringan listrik dan mengakibatkan penurunan power quality pada utility atau pada sistem tenaga listrik di industri. Distorsi tegangan pada sistem tenaga menjadi sangat serius dengan terjadinya harmonisa ke 5 dan ke 7 yang jarang bisa di terima di konsumen listrik di industri. Peredaman harmonisa merupakan pilihan yang tepat untuk mengurangi harmonisa tegangan dan harmonisa arus. Pada penelitian ini sebuah Active Filter digunakan untuk meredam harmonisa. Metode yang digunakan untuk menguraikan harmonisa menggunakan rangkaian Band Pass Filter (BPF) orde 2 dan rangkaian kontrol menggunakan rangkainan Proportional Integral (PI). Dengan menggunakan beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz didapat %ITHD sebesar 5.14 %dan %VTHD sebesar 3.82 % yang telah sesuai dengan standar %THD. Kata Kunci: Simulasi, Harmonisa, Filter Akti

    Pengenalan Citra Porno Berbasis Kandungan Informasi Citra (Image Content)

    No full text
    Pornographic image recognition is a matching process between an image signature of pornographic training image and an image signature of query image. The aims of this research were to build pornographic image recognition system based on image content that can classify an image that is porno or not and to know how the performance of this method is. Image content that was used in this research was color content and image signature. The image content was taken by color histogram and by extracting an image using wavelet transform, next choosing a little wavelet transforms coefficients that have the biggest magnitude value and moment was used to sharpness the image information content. The tests were carried out in Daubechies 8 wavelets type, 25 heterogeneous pornographic images for training and 500 query images that consist 125 heterogeneous pornographic images and 375 non-pornographic images. Screening success rates were determined by using number images that can be screening per number images on database in percentage, and screening time was determined by the time that needed for an image to classify as pornographic image. The results show that this method give average of screening success rate about 67.02% (it means can classify 84 images as pornographic from 125 pornographic images in database) and can classify about 36 images as pornographic from 375 non-pornographic images in database. This system also needs a little time for screening process that is about 0.29 second every image and screening time is linear to size of database. This method is good enough as pornographic image screening but need some improvement for increasing the performance. Abstract in Bahasa Indonesia : Pengenalan citra merupakan proses pencocokan antara ciri-ciri citra citra query dengan ciri-ciri citra pelatihan yang tersimpan dalam basis data (citra pustaka). Penelitian ini merupakan pengenalan citra porno berbasis kandungan informasi (image content) citra yang bertujuan untuk membangun sistem yang dapat melakukan pengenalan apakah suatu citra berkategori porno atau bukan dan untuk mengetahui keefektifan teknik ini. Kandungan informasi yang dimaksud adalah informasi warna dan ciri-ciri citra (image signature) yang di peroleh dengan cara teknik histogram warna dan mentransformasi-wavelet-kan citra dan memilih sebagian kecil (m) koefisien hasil transformasi yang memiliki nilai magnitude terbesar yang selanjutnya ciri-ciri citra dikenakan proses penghitungan momen untuk penajaman informasi citra. Informasi ini yang digunakan sebagai basis pengenalan. Pengenalan citra porno menjadi sulit karena citra porno memiliki tingkat heterogen yang tinggi seperti memiliki pose, warna latar belakang, diambil dari sudut kamera, warna kulit, dan etnis yang berbeda. Sistem ini diujikan pada wavelet jenis Daubechies 8, 25 citra porno heterogen untuk pelatihan, dan 500 sample citra query yang terdiri dari 125 citra porno heterogen dan 375 citra non-porno. Tingkat kesuksesan pengenalan dihitung dengan menggunakan nilai persentase dari jumlah citra porno yang dikenali terhadap jumlah total citra porno yang terdapat dalam basis data dan waktu pengenalan merupakan waktu yang diperlukan oleh sistem untuk mengklasifikasikan sebuah citra sebagai citra porno atau bukan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa tingkat kesuksesan pengenalan citra porno menggunakan metode ini sebesar 67.02% (dapat mengenali sebanyak 84 citra sebagai citra porno dari 125 citra porno yang diuji) dan mendeteksi citra non-porno menjadi porno sebanyak 36 citra dari 375 cita non porno (9.06 %), Waktu pengenalan bersifat linear terhadap ukuran data basis data dan waktu pengenalan relatif pendek yaitu rata-rata untuk setiap citra sebesar 0.29 detik. Hasil ini menunjukkan transformasi wavelet cukup baik digunakan sebagai pemroses-awal (pre-processing) citra dan moment sebagai penajam informasi untuk pengenalan citra porno atas kandungan informasi (image content) dari citra, namun perlu diteliti lebih lanjut sehingga tingkat kesuksesan lebih baik. Katakunci: sistem pengenalan, citra porno, transformasi wavelet, momen, dan ciri-ciri citra

    Sistem Pengenalan Kata dengan Menggunakan Linear Predictive Coding dan Nearest Neighbor Classifier

    No full text
    This paper describe about the development of word recognition system by using a voice matching approach, which will match between reference voice spectrum and unknown voice spectrum. This designed system is limited to recognize a voice, which only consists of one word. There are five words, which will be recognized in this system. They are "satu", "dua", "tiga", "empat", and "lima". Input device of the system is a microphone. The output of microphone will be amplified by using a pre-amplifier circuit. Then, the signal is converted to digital signal by using an analog to digital converter (ADC), so that, the microprocessor TMS320C5x can read the data from the signal. This system uses linear predictive coding (LPC) to extract the pattern of the voice. Word recognition process is done by using nearest neighbor classifier method. Basic principle of this method is to find the shortest distance between unknown voice pattern and reference voice patterns. An unknown voice pattern is recognized as the reference voice pattern, which has the shortest distance with that unknown pattern. Some experiments have been done in various people voices. They are people whose voices are in reference voice database, people whose voices are not in database. Experimental results show that the system can recognize the word up to 92 %. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini memaparkan tentang pengembangan sistem pengenalan kata dengan menggunakan cara pendekatan pola spektrum suara yaitu pencocokan pola suara manusia yang telah dibuat sebelumnya dengan pola suara yang baru masuk. Pengenalan suara dalam sistem ini dibatasi hanya suara untuk satu kata saja dan hanya lima kata yang akan dikenali yaitu kata "satu", "dua", "tiga", "empat" dan "lima". Input sistem diperoleh dari sebuah mikrofon. Output mikrofon diperkuat dengan menggunakan sebuah rangkaian amplifier yang kemudian diubah menjadi data digital dengan menggunakan analog to digital converter (ADC) untuk dapat dibaca oleh mikroprosesor TMS320C5x. Metode ekstrasi pola suara yang digunakan adalah linear predictive coding (LPC). Proses pengenalan kata dilakukan dengan menggunakan metode nearest neighbor classifier. Prinsip utama metode ini adalah mencari jarak terdekat antara pola suara yang akan dikenali dengan pola suara yang ada dalam database. Keputusan diambil dari pola suara dalam database yang memiliki jarak paling dekat dengan pola suara yang akan dikenali. Beberapa pengujian telah dilakukan antara lain pengujian sistem dengan suara orang yang ada dalam database, pengujian dengan suara orang yang tidak ada dalam database. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem yang telah didisain dapat mengenali kata lebih dari 92%. Kata Kunci: pengenalan kata, linear predictive coding, nearest neighbor classifier, TMS320C5

    Balanced Amplifier dengan Menggunakan Driver Op Amp

    No full text
    Conventional amplifier usually uses ground power supply as a signal reference. So it caused the conventional amplifier has IHM noise (Interval Hum Noise Modulation). The system of amplifier must be really balance from the input to output in order to minimalize the noise. This research make a balance amplifier class AB push-pull with power rms 120 Watt and frequency bandwidth between 50Hz to 10kHz. This amplifier use complementary pair as a current-driver. The Experimental result show that the balanced amplifier has power output only 110 Watt, 22 Volt operating voltage and have a bandwidth from 30 Hz until 15 KHz, gain 13,5 dB. Beside that the Experimental result, balanced power amplifier also has very small IHM compared with unbalanced power amplifier. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada umumnya amplifier konvensional melibatkan jalur power supply (ground) yang berhubungan dengan jalur audio. Hal ini mengakibatkan pengolahan sinyal audio akan muncul IHM (Interval Hum Modulation) noise. Oleh karena itu, untuk dapat menekan timbulnya noise seminimal mungkin, maka dibuat sebuah amplifier yang tidak bereferensi pada ground power supply. Amplifier tersebut harus benar-benar balance dari input sampai ke output. Untuk merealisasikan balance amplifier tersebut maka ditetapkan spesifikasi klas AB push-pull dengan daya rms sebesar 120 Watt dan lebar bandwidth antara 50 sampai 10kHz. Pada power amplifier digunakan sistem rangkaian complementary pairs sebagai penguat arus. Berdasarkan hasil pengujian ternyata daya output yang keluar ke speaker hanya 110 Watt dengan tegangan supply 22 volt dan memiliki lebar bandwidth antara 30 Hz sampai 15 Hz dengan penguatan sebesar 13.5 dB. Sedangkan pengujian cacat signal juga dilakukan dengan membandingkan antara balanced power amplifier dan unbalanced power amplifier dan hasilnya balanced power amplifier memiliki IHM noise jauh lebih kecil dibandingkan unbalanced power amplifier. Kata kunci: balance amplifier, push-pull, klas AB, op-amp

    Pengembangan Learning Content Management System yang Mendukung Peningkatan Efektifitas Proses Belajar Jarak Jauh

    No full text
    Learning Content Management System is a system that is used to create, store, assemble, and deliver personalized elearning content in the form of learning objects. The system gives advantages for the student because the course contents are customized as needed by the students. LCMS gives authors, instructor, and subject matter experts with the mean to create e-learning content more efficient and used it to track the learner progress and performance across all types of learning activities. This paper discuss the development of LCMS application system. Abstract in Bahasa Indonesia : Learning Content Management System (LCMS) merupakan suatu sistem yang digunakan untuk mengelola materi pembelajaran secara personal dalam e-learning. Sistem ini memberikan manfaat bagi siswa karena materi belajar diberikan sesuai dengan kemampuan dan kebutuhan siswa. Bagi pengajar sistem ini dapat digunakan untuk membuat materi pembelajaran secara efisien dan dapat digunakan untuk melihat perkembangan dan kemampuan siswa dalam belajar. Dalam makalah ini akan dikemukakan tentang upaya pengembangan perangkat lunak LCMS. Katakunci: Learning Content Management System, eLearning, Computer Adaptive Tes

    Gain Minimum untuk Menjaga Stabilitas Non-inverting Amplifier Op Amp yang Berbeban Kapasitif

    No full text
    Non-inverting amplifier is one of the two basic operational amplifier (op amp) circuits. In this type of amplifier product between close loop gain at zero hertz (ADC) and bandwidth (BW) will be constant and equal to unity-gain frequency (ft). A capacitive load (CL) together with op amp output resistance (R0) will create a new pole at frequency fp, thus modifying frequency response of the amplifier. If ft greater than fp , a non-inverting amplifier might become unstable by having a high overshoot on its step response. One of the references used in this paper stated that the amplifier will be stable if ADC equal or greater than 10.(fp/ft). This paper explains that we can choose ADC much lower than 10.(fp/ft) while maintaining a relatively stable non-inverting amplifier. This conclusion agrees with simulation and measurement results. Abstract in Bahasa Indonesia : Non-inverting amplifier merupakan salah satu konfigurasi dasar amplifier berbasis op amp. Pada amplifier ini, hasil perkalian antara close loop gain pada frekuensi nol (ADC) dengan bandwidth (BW) akan bernilai konstan yaitu sebesar unity-gain frequency (ft) op amp yang dipakai. Sebuah beban kapasitif pada non-inverting amplifier bersama hambatan keluaran op amp (Ro) akan menciptakan satu kutub (pole) tambahan (fp) yang memodifikasi respon frekuensi amplifier. Apabila fp lebih kecil daripada ft maka amplifier dapat menjadi tidak stabil, yang ditunjukkan dengan adanya overshoot pada step response keluaran. Salah satu acuan yang dipakai menyatakan bahwa amplifier akan mencapai kestabilan bila dipenuhi nilai ADC minimal (ADCmin) sebesar 10.(ft/fp). Makalah ini menjelaskan bahwa kita dapat memilih ADC yang jauh lebih kecil dibandingkan 10.(ft/fp) dengan tetap mempertahankan kestabilan relatif non-inverting amplifier. Kesimpulan ini didukung oleh hasil simulasi perangkat-lunak dan pengujian amplifier secara riil. Kata kunci: Non-inverting amplifier, beban kapasitif, kestabilan, gain minimum

    Simulasi Filter Pasif dan Perbandingan Unjuk Kerjanya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid dalam Meredam Harmonisa pada Induction Furnace

    No full text
    This paper describe about simulation of Passive Filter in analysis to reduce harmonics that happened in a load such as vacuum casting induction furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, also gives comparison with Hybrid Active Filter and Active Filter which made satisfaction result on the previous research. The best result achieved on the use of Hybrid Active Filter on %ITHD for 4.27 % and %VTHD for 3.83%, while Active Filter gave on %ITHD for 5.14 % and %VTHD for 3.82%. There are 17.23% and 0.44% lower in %VTHD and %ITHD if compared with result achieved by Passive Filter. Both of them are suited with %THD standard. But the result achieved by Hybrid active Filter gave most satisfactory value compared with Passive Filter's for17.65% and 0.43% lower in %VTHD and %ITHD.. Simulation on Passive Filter produced on %ITHD for 22.37 % and %VTHD for 4.26%. In this case, %ITHD standard for applying Passive Filter could not be fulfilled. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini memaparkan tentang simulasi Filter Pasif untuk meredam harmonisa yang timbul akibat penggunaan beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz, serta perbandingannya dengan Filter Aktif dan Filter Aktif Hibrid. Pada penelitian terdahulu Filter Aktif maupun Filter Aktif Hibrid terbukti mampu meredam harmonisa arus yang timbul dengan baik. Hasil terbaik tetap didapat dengan menggunakan Filter Aktif Hibrid dengan %ITHD sebesar 4.27 % dan %VTHD sebesar 3.83 %. Penggunaan Filter Aktif memberikan hasil %ITHD sebesar 5.14% dan %VTHD sebesar 3.82%. Bila dibandingkan dengan penggunaan Filter Pasif maka ada peningkatan kinerja dari penggunaan Filter Aktif dalam hal mereduksi %ITHD sebesar 17.23% dan %VTHD sebesar 0.44%. Keduanya telah sesuai dengan standar % THD. Penggunaan Filter Aktif Hibrid mampu mereduksi %ITHD sebesar 17.65% dan %VTHD sebesar 0.43% dibanding penggunaan Filter Pasif.Penggunaan Filter Pasif memberikan hasil %ITHD sebesar 22.37% dan %VTHD sebesar 4.26%. %ITHD untuk Filter Pasif belum memenuhi standar % THD untuk arus. Kata kunci: Harmonisa, Simulasi, Filter Aktif Hibrid, Filter Pasif, Filter Aktif, THD

    Design and Implementation of SCADAlarm in A Drink Production Process Using Wonderware

    No full text
    Automation systems in industrial world need a kind of method to control automatically all continuing process from one to another. Besides, they also require monitoring process and remote controlling. For that reason they use SCADA which are using PLC(s) to implement such demand. One of the remarkable SCADA systems is Wonderware. This paper will describe a method of remote controlling and monitoring in SCADA system using Wonderware which is called SCADAlarm. We design a plant to simulate production process in a drink industry which is operated by PLC Omron C-200 HS and being connected by Intouch of Wonderware. SQL is used to acquire and store data and display them in the form of table or graphic. The simulation within InTouch and its real implementation on the plant gives the same result. The experiment shows that there is delay about 0.22 second up to 0.4 second for sending and receiving data. And for our simulation plant, the most appropriate modem is Rockwell 56 Kbps to implement SCADAlarm. The voice which are captured by the modem is clearly enough for communication. Abstract in Bahasa Indonesia : Dunia industri membutuhkan suatu sistem untuk mengontrol secara otomatis proses yang berkesinambungan dari proses yang satu ke proses yang lain. Selain itu juga dibutuhkan akan adanya proses monitoring dan pengontrolan jarak jauh. Untuk itulah digunakan SCADA Wonderware dengan menggunakan PLC. Makalah ini mencoba menjelaskan salah satu metode pengontrolan dan pemantauan jarak jauh dalam sistem SCADA menggunakan Wonderware yang disebut SCADAlarm. Metode tersebut diimplementasikan pada plant simulasi dari proses produksi minuman yang dioperasikan menggunakan PLC Omron C-200 HS dan dihubungkan dengan program Intouch pada Wonderware. SQL digunakan untuk mengambil dan menyimpan data dan ditampilkan dalam bentuk tabel/grafik. Simulasi di dalam InTouch dan implementasinya dalam plant memberikan hasil yang sama. Dari pengujian sistem terlihat adanya penundaan sebesar 0,22 detik hingga 0,4 detik untuk mengirim dan menerima data. Didapatkan juga bahwa modem yang digunakan yaitu Rockwell 56 Kbps sesuai untuk plant simulasi yang menggunakan SCADAlarm. Suara yang ditangkap dengan menggunakan modem ini cukup jelas untuk komunikasi. Kata kunci : SCADA intouch, SCADAlarm, database industrial SQL

    Sistem Pengolahan Citra Stand-Alone Ekonomis Berbasis Mikrokontroler

    No full text
    This paper presents a low-cost stand-alone image processing system. The unique feature of this system is the use of a micro-controller instead of an expensive processor system i.e. a PC-based system or a specific processor. In this case%2C a new 8-bits RISC Scenix SX28AC micro-controller is used. This micro-controller can be found in the market with relatively low price compared to MCS51%2C 68HCXX and PIC family. Due to its high-speed feature that can execute one instruction in 20ns%2C this micro-controller can perform all of video control including ADC clocking to perform video sampling. Another advantage is that image applications can be processed in reel-time. This system is suitable to be used in outdoor and mobile type of application. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada paper ini diperkenalkan realisasi sebuah sistem pengolahan citra lengkap yang stand-alone dan ekonomis. Keunikan dari sistem ini adalah bahwa prosesor yang digunakan hanyalah sebuah mikrokontroler yang mana pada kebanyakan sistem pengolahan citra yang ada biasanya berbasis PC atau berbasis prosesor video khusus yang mahal. Mikrokontroler yang digunakan adalah mikrokontroler RISC 8 bit jenis baru Scenix SX28AC yang bisa didapatkan dipasaran dengan harga yang murah dan relatif sama dengan mikrokontroler keluarga MCS51%2C 68HCXX dan PIC. Berkat kecepatannya yang tinggi%2C yang dapat mengeksekusi 1 instruksi dalam 20ns%2C memungkinkan keseluruhan kontrol video dilakukan oleh mikrokontroler tersebut termasuk pemberian clock ADC untuk keperluan sampling video. Keuntungan lain adalah bahwa aplikasi pengolahan citra dapat dikerjakan secara waktu-nyata. Sistem ini cocok diterapkan untuk aplikasi bertipe outdoor dan mobile. Scenix micro-controller%2C Video processor%2C Frame grabber%2C Reel-time image processing

    Sistem Pengenalan Plat Nomor Mobil Dengan Metode Principal Components Analysis

    No full text
    The paper describes a vehicle plate recognition system based on computer vision technique. The vehicle image/video was taken from a digital camera and then the vehicle plate automatically identified, segmented and recognized by the system. The feature reduction technique of Principal Components Analysis (PCA) was used in the system. This application was built using Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library and Open Source Computer Vision (OpenCV) Library. The application has been implemented and was able to detect vehicle plate position and recognize it using a PC Pentium II/400 MHz. The recognition rate of ±82% was achieved based on recognition of hundreds alphanumeric images (alphanumeric A-Z, 0-9). This sistem is prospective enough to be used for control and security system in parking area. Abstract in Bahasa Indonesia : Paper ini membahas sistem pengenalan plat nomor mobil menggunakan teknik computer vision. Image mobil diambil dari kamera, dan selanjutnya diidentifikasi secara otomatis dengan cara mencari lokasi plat nomor mobil tersebut, mensegmentasi setiap karakter yang ada dari plat tersebut dan kemudian melakukan pengenalan pada setiap karakter dengan metode feature reduction PCA. Aplikasi ini dibangun menggunakan Microsoft Visual C++ 6.0®, Microsoft® DirectShow®, Intel® Image Processing Library dan Open Source Computer Vision Library. Aplikasi ini telah diimplementasikan dan dapat mendeteksi letak plat nomor serta mengenalinya pada PC Pentium II/400 MHz. Sistem telah diujicobakan pada suatu basis data yang mewakili 26 karakter (0-9, A-Z) yang masing-masing terdiri dari beberapa variasi gambar mobil. Hasil uji coba menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup menggembirakan, dimana tingkat keberhasilan mencapai ±82%. Sistem cukup prospektif digunakan sebagai salah satu sistem kontrol dan sekuriti pada area parkir. Kata kunci : deteksi plat nomor mobil, pengenalan plat nomor, PCA, pengenalan pola, OpenCV

    0

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik Elektro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇