Jurnal Teknik Elektro
Not a member yet
    108 research outputs found

    Studi Komparasi Terhadap Kapabilitas Generalisasi dari Jaringan Saraf Tiruan Berbasis Incremental Projection Learning

    No full text
    One of the essences of supervised learning in neural network is generalization capability. It is an ability to give an accurate result for data that are not learned in learning process. One of supervised learning method that theoretically guarantees the optimal generalization capability is incremental projection learning. This paper will describe an experimental evaluation of generalization capability of the incremental projection learning in neural networks%2C called projection generalizing neural networks%2C for solving function approximation problem. Then%2C Make comparison with other general used neural networks%2C i.e. back propagation networks and radial basis function networks. Base on our experiment%2C projection generalizing neural networks doesn%5C%27t always give better generalization capability than the two other neural networks. It gives better generalization capability when the number of learning data is small enough or the noise variance of learning data is large enough. Otherwise%2C it does not always give better generalization capability. Even though%2C In case the number of learning data is big enough and the noise variance of learning data is small enough%2C projection generalizing neural networks gives worse generalization capability than back propagation networks Abstract in Bahasa Indonesia : Salah satu hal yang penting dari suatu metode pembelajaran pada jaringan saraf tiruan adalah kapabilitas generalisasi. Yaitu kemampuan untuk memberikan hasil yang akurat terhadap data yang tidak diajarkan pada tahap pembelajaran. Salah satu metode pembelajaran yang memberikan jaminan secara teori diperolehnya kapabilitas generalisasi yang optimal adalah projection learning. Pada tulisan ini kami akan melakukan evaluasi eksperimental terhadap kapabilitas generalisasi dari jaringan saraf tiruan berbasis projection learning yang bersifat incremental%2C yang disebut projection generalizing neural networks%2C untuk memecahkan masalah aproksimasi fungsi. Kemudian melakukan studi komparasi dengan jaringan saraf tiruan yang sudah umum digunakan%2C yaitu back propagation networks dan radial basis functions networks. Berdasarkan hasil uji coba komputasi yang kami lakukan%2C projection generalizing neural networks tidak selalu memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik. projection generalizing neural networks memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik ketika jumlah data pembelajaran cukup kecil atau variansi noise dari data pembelajaran cukup besar. Selain dari dua kondisi tersebut%2C projection generalizing neural networks tidak selalu memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih baik. Bahkan%2C untuk kondisi dimana jumlah data pembelajaran cukup besar dan variansi noise cukup kecil%2C projection generalizing neural networks memberikan kapabilitas generalisasi yang lebih buruk dari back propagation networks. supervised+learning%2C+incremental+projection+learning%2C+generalization+capability%2C+artificial+neural+networks%2C+function+approximation+proble

    Pencarian Citra Menggunakan Metode Transformasi Wavelet dan Metrika Histogram Terurut

    No full text
    Image retrieval was a matching process between feature of query image and feature of target image. Image retrieval was a very interesting project because many institutions such as artistic gallery and police used it. This paper explained about image retrieval method that was used to retrieve image from a collection of images. The method was sorted wavelet histogram. The method was a result of development of previous image retrieval which implements histogram to wavelet transforms coefficients for feature extraction. The retrieval application just runs in the computer when the test was carried out. The result showed that this method gave good performance which the average of succeed rate was 100% for original image, 99,83% for the image of Blur, 90,25% for edge image and 73,57% for the 50% salt & paper noise image and the querying time is about 0.2 second. Abstract in Bahasa Indonesia : Pencarian citra merupakan proses pencocokan antara ciri-ciri citra query dengan ciri-ciri citra target (citra pustaka). Pencarian citra merupakan materi yang sangat menarik karena banyak digunakan oleh pihak-pihak yang memerlukan seperti galeri-galeri seni dan kepolisian. Paper ini menjelaskan tentang suatu teknik yang digunakan untuk melakukan pencarian citra dari setumpukan citra, teknik yang dimaksud adalah teknik histogram wavelet terurut. Teknik ini merupakan pengembangan teknik pencarian citra sebelumnya dengan menerapkan teknik histogram pada koefisien hasil transformasi wavelet untuk menentukan ciri-ciri citra. Pengujian dilakukan dengan hanya menjalan aplikasi pencarian.pada komputer Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode memberikan hasil yang memuaskan dengan tingkat kesuksesan pencarian rata-rata 100% untuk citra Asli, 99,83% untuk citra Blur, 90,25% untuk citra tepi dengan 73,57% untuk citra berderau 50% salt & paper dan waktu pencarian dengan kisaran 0.2 detik Kata kunci : pencarian citra, wavelet, histogram, ciri-ciri citra, citra query dan pustaka

    Simulasi Filter Aktif Hibrid Konfigurasi Seri-Seri dan Unjuk Kerjanya Untuk Meredam Harmonisa pada Beban Induction Furnace

    No full text
    Harmonics Filter's usage had been widely recommended to overcome harmonics problem which occurred because of non-linear load presence in many industrial plants and manufacturing machines. On the previous research[1,2] it is obvious that both Active Filter and Hybrid Active Filter in Parallel Configuration made a satisfaction results for damping voltage and current harmonics. This paper descript in more depth on one of many types in harmonics filter named Hybrid Active Filter in Serie-Serie Configuration, thus it simulated to reduce harmonics that happened in a load such as vacuum casting induction furnace 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Ph, 50/60 Hz. The methods used still the same with the previous filter's simulated. This research (Hybrid Active Filter in Serie-Serie Configuration) produced on %ITHD for 11.86 % and %VTHD for 1.88%. In this case, both %ITHD and %VTHD are fulfilling IEEE 519. Abstract in Bahasa Indonesia : Penggunaan Filter harmonisa telah banyak direkomendasikan untuk mengatasi permasalahan harmonisa yang ditimbulkan oleh penggunaan beban non linier pada beberapa industri manufaktur. Pada penelitian terdahulu[1,2] Filter Aktif maupun Filter Aktif Hibrid Konfigurasi Paralel terbukti mampu meredam harmonisa arus yang timbul dengan baik. Makalah ini memaparkan salah satu konfigurasi Filter Harmonisa yaitu Filter Aktif Hibrid Konfigurasi Seri-Seri dan disimulasikan untuk meredam harmonisa yang timbul pada beban Vacuum Induction Furnace dengan daya 9 kW, 13.8 kVA, 200V, 3 Pasa, 50/60 Hz. Metode yang digunakan untuk menguraikan harmonisa menggunakan rangkaian Band Pass Filter (BPF) orde 2 dan menggunakan rangkaian kontrol Proportional Integral (PI). Hasil yang didapat dari simulasi menggunakan Filter Aktif Hibrid Konfigurasi Seri-Seri cukup baik yaitu dengan %ITHD sebesar 11.86 % dan %VTHD sebesar 1.88 %. Hasil ini telah sesuai dengan Standar IEEE 519. Kata kunci: harmonisa, simulasi, filter aktif hibrid konfigurasi seri-seri, TH

    Implementasi Embedded Web Server Via Modem Berbasiskan Mikrokontroler

    No full text
    In this paper there has been implemented a web server which store web pages on a microcontroller chip. To create a web server which connect to internet, TCP/IP protocol must be implemented as a software in the microcontroller system which use as web server. Protocols in TCP/IP which implemented are Serial Line Internet Protocol (SLIP), Internet Protocol (IP), Transmission Control Protocol (TCP), Internet Control Message Protocol (ICMP), and Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Microcontroller connected physically to internet with use external V90 modem, so it is necessary to develop modem hardware interface and modem driver software. The benefit of this Embedded Web Server system compares with available systems on the market is that the TCP/IP protocol located inside the microcontroller as a software, so its realization can be cheaper and more compact, because it is not necessary to use TCP/IP chip to connect the microcontroller to internet. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada makalah ini telah direalisasikan sebuah web server yang menyimpan halaman-halaman web pada sebuah mikrokontroler. Untuk merealisasikan sebuah web server yang terhubung ke jaringan internet, maka protokol TCP/IP harus diimplementasikan sebagai perangkat lunak terlebih dahulu pada sistem mikrokontroler yang digunakan sebagai web server. Protokol-protokol penyusun TCP/IP yang diimplementasikan yaitu Serial Line Internet Protocol (SLIP), Internet Protocol (IP), Transmission Control Protocol (TCP), Internet Control Message Protocol (ICMP), dan Hypertext Transfer Protocol (HTTP). Sistem mikrokontroler dihubungkan ke jaringan internet dengan menggunakan modem eksternal jenis V90, karena itu dibuat pula perangkat keras antarmuka (interface) modem dan perangkat lunak pengendali (driver) modem.Kelebihan sistem Embedded Web Server pada makalah ini dibandingkan yang sudah ada di pasaran adalah protokol TCP/IP terletak di mikrokontroler sebagai perangkat lunak, sehingga realisasi sistem menjadi jauh lebih efisien, karena tidak memerlukan IC TCP/IP s menjadikan sistem lebih ringkas dan murah. Dari hasil pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem dapat bekerja dengan baik. Kata kunci : sistem embedded, mikrokontroler, protokol komunikasi, TCP/IP

    Amplifier dengan Umpan Balik Akustik untuk Memperkuat Frekuensi Rendah Penguat Audio

    No full text
    This paper shows an example of a stochastic approach to study the impact of distributed generation (DG) on the network constraints (congestions) in power systems. We assume the DG units to be customer-owned, so that they can be connected to or disconnected from the power system by their owners at random. Therefore, the DG units generate power in a stochastic way. The load in the system shows a random behavior too, and the probability distribution of the aggregated generated power and load demand of the distribution system are calculated using Monte Carlo Simulation (MCS).The network constraints (congestions) are evaluated based on the probability distributions of the power flows that result from the simulations. The method that is applied in this paper, shows that looking at the network constraints with a stochastic approach gives a more complete picture of the network than applying a deterministic method, especially when non-dispatchable DG units play a dominant role. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menunjukkan sebuah contoh pendekatan stokastik untuk mempelajari pengaruh dari pembangkit listrik tersebar (PLT) terhadap konjesti pada jaringan tenaga listrik. Dalam makalah ini diasumsikan bahwa setiap unit PLT dimiliki oleh pemilik independen, sehingga setiap PLT dapat disambung ke atau dilepas dari jaringan listrik oleh pemiliknya secara acak. Sebagai hasilnya, secara keseluruhan PLT tersebut membangkitkan tenaga listrik secara stokastik. Beban dalam jaringan listrik juga memiliki sifat acak. Distribusi peluang dari gabungan pembangkitan dan beban di dalam jaringan distribusi dikalkulasikan dengan menggunakan Simulasi Monte Carlo. Konjesti jaringan dievaluasi dengan berdasarkan pada distribusi peluang dari aliran daya yang dihasilkan melalui simulasi. Metoda yang diterapkan pada makalah ini menunjukkan bahwa pendekatan stokastik memberikan gambaran konjesti jaringan yang lebih lengkap daripada pendekatan deterministik, terutama ketika unit-unit PLT yang dominant digunakan tidak dikendalikan secara terpusat. Kata kunci: system tenaga listrik, pembangkit listrik tersebar, aliran daya, konjesti jaringan, pendekatan stokastik, simulasi Monte Carlo.

    Aplikasi Embedded Internet pada Vending Machine Menggunakan Microprocessor Rabbit RCM3200

    No full text
    The paper describes development of an embedded vending machine equipped with an Internet connection. The machine could be monitored and controlled remotely via Internet to perform temperature montoring and selling transaction monitoring. This embedded vending machine system consist of two parts, which are an vending machine connected to Rabbitcore module and an administrator/main computer. The software deployed at Rabbitcore module was written in Dynamic C. The administrator computer was running an Apache Web Server, PHP and MySQL database server. The experiment was conducted by connecting the system to the local area network which is connected to the Internet Administrator computer could monitor the up to date information like temperature and selling transaction data. The system was successfully being monitored from the Internet. Abstract in Bahasa Indonesia : Pada paper ini akan dibahas sebuah pengembangan model Vending Machine yang dilengkapi dengan koneksi Internet. Mesin dapat dimonitor secara jarak jauh melalu Internet untuk memantau hasil transaksi penjualan serta temperatur mesin pendingin. Sistem embedded vending machine terdiri dari 2 bagian, yaitu vending machine yang terhubung pada modul RabbitCore yang terkoneksi dengan jaringan Internet dan komputer administrator/kendali sebagai pengendali atau pemonitor. Software yang digunakan pada modul RabbitCore adalah Dynamic C sedangkan pada komputer kendali digunakan Apache Web Server, PHP dan MySQL database server. Pengujian dilakukan dengan cara mengakses mesin ini dari jaringan Internet dengan melakukan pemantauan transaksi penjualan serta pemantauan suhu mesin pendingin. Sistem berjalan baik dan dapat melayani transaksi penjualan yang kesemua prosesnya dapat dimonitor oleh komputer kendali. Kata kunci: vending machine, microprocessor rabbit, embedded networking, internet

    Aplikasi Security Surveillance System Menggunakan Webcam dan HP dengan Fasilitas General Packet Radio Services dan MMS

    No full text
    Mobile phone has changed from an ordinary telecommunication device into a multi-purpose device with various capabilities. Besides working as a communication device, a mobile phone can also be used as a internet connection (via GPRS) and a picture sender and receiver (via MMS). In this research, we will develop a Security Surveillance System which enables the user to monitor condition from a room from a long distance. This security surveillance system use webcam and will send an MMS to the user automatically, if a motion is detected. This system is implemented using Visual Basic and Java programming languages. According to our test results, we conclude that this Security Surveillance System running well. But system using GPRS and MMS still not suitable to be implemented in Indonesia. This is due to the poor network infrastructure of the GPRS and MMS services in Indonesia. In the future, if the infrastructure of the GPRS and MMS services in Indonesia is working properly, this system is quite reliable as security surveillance system. Abstract in Bahasa Indonesia : Handphone telah berubah dari alat telekomunikasi biasa menjadi alat serbaguna yang mempunyai berbagai fasilitas. Selain untuk berkomunikasi handphone juga dapat digunakan sebagai koneksi internet (lewat fasilitas GPRS) dan pengiriman gambar (lewat fasilitas MMS). Pada pembuatan penelitian ini akan dikembangkan security surveillance system yang memungkinkan user untuk memantau keadaan ruangan dari jarak jauh. Security surveillance system akan menggunakan webcam yang akan mengirimkan MMS kepada user secara otomatis jika terdeteksi adanya suatu gerakan. Security surveillance system dibuat dengan menggunakan program Visual Basic dan Java. Berdasarkan hasil pengujian sistem, maka dapat disimpulkan bahwa security surveillance system yang dibuat telah mampu bekerja dengan baik. Tetapi penggunaan GPRS dan MMS belum cocok untuk diimplementasikan di Indonesia. Hal ini disebabkan karena buruknya jaringan infrastruktur layanan GPRS dan MMS di Indonesia. Kata kunci: motion detection, security surveillance system, MMS, GPRS

    Pengujian Penggunaan Simple Object Access Protocol (SOAP) pada Remote Procedure Call (RPC)

    No full text
    Mostly RPC protocol, which is commonly used now is DCOM. Nowadays another protocol is created, that is SOAP, which is based on XML technology. In this research, it is investigated the use of SOAP on RPC and the advantage compared to DCOM. To do that, the collection of information and application benchmarking are necessary to be performed. Application, which was did, consist two kinds. First, distributed application in ordering products is used to know the use of SOAP. Next, arithmetic calculation is used to compare SOAP to DCOM on RPC. The application using SOAP protocol needs Visual Basic 6 software to write and to compile the code of the application, Microsoft SOAP toolkits to create WSDL and WSML files. The result of the distributed application in ordering products using RPC by SOAP is efficient and practical, because server tasks can be shared to each server. Then, the comparison between the application arithmetic calculation using SOAP and DCOM show different results. The application using DCOM has the advantages on connection time faster 1.99 times than SOAP-WSDL and on performance by doing calculation operation faster 9.92 times than SOAP-WSDL. Abstract in Bahasa Indonesia : Umumnya protokol RPC yang digunakan pada saat ini adalah DCOM. Saat ini ada alternatif protokol baru, yakni SOAP, yang berdasarkan pada teknologi XML. Untuk mengetahui sejauh mana keunggulan pemanfaatan SOAP pada RPC, dan kelebihannya dibandingkan dengan teknologi DCOM, pada penelitian ini dilakukan pengumpulan informasi serta uji coba pada suatu aplikasi. Aplikasi yang dibuat terdiri dari 2 macam. Aplikasi pertama adalah aplikasi terdistribusi pemesanan barang dengan menggunakan SOAP. Aplikasi kedua adalah penghitungan aritmatika yang menggunakan 2 versi yaitu RPC dengan SOAP dan RPC dengan DCOM sebagai pembandingnya. Aplikasi untuk RPC dengan menggunakan protokol SOAP dengan Visual Basic 6.0 untuk penulisan kode dan kompilasi, Microsoft SOAP toolkits sebagai pembuatan file WSDL dan WSML. Pada aplikasi pemesanan barang yang menggunakan RPC dengan SOAP sebagai aplikasi terdistribusinya didapatkan hasil aplikasi dapat berjalan dengan efisien dan praktis, karena dengan aplikasi terdistribusinya beban tugas kerja server dapat terbagi-bagi antar server lain. Pada aplikasi penghitungan, yang dibuat dengan menggunakan 2 versi yaitu RPC dengan SOAP dan RPC dengan DCOM. DCOM memiliki kelebihan yaitu waktu koneksi 1,99 kali lebih cepat dan proses perhitungan 9,92 kali lebih cepat dibandingkan SOAP. Kata Kunci: SOAP (Simple Object Access Protocol), RPC (Remote Procedure Call), DCOM (Distributed Component Object Model)

    Model Arrester SiC Menggunakan Model Arrester ZnO IEEE WG 3.4.11

    No full text
    Arrester model is needed to analyse the insulation coordination in power system. The model should give a suitable respon for varying transient fault. In this paper, we conduct simulation that modified from IEEE WG 3.4.11 model. The model is modified by insert a switch that voltages dependent. Arrester modeling respons then compare to the laboratory testing result, with SiC 12 kV arrester sample. Testing conduct with time front varying from 1.2 to 29.7 s with magnitude 51 kV, 52.5 kV dan 54 kV. The difference between simulation and laboratory testing was 4.332 % for sparkovervoltage and 3.259 % for residual voltage discharge current Abstract in Bahasa Indonesia : Model arrester sangat dibutuhkan untuk menganalisis koordinasi isolasi dalam suatu sistem tenaga listrik. Model arrester yang dibuat harus memberikan tanggapan yang sesuai untuk semua kondisi gangguan transient. Dalam makalah ini dihasilkan simulasi dengan menggunakan model yang dimodifikasi dari model IEEE WG 3.4.11. Model ini dimodifikasi dengan menambahkan saklar yang dipengaruhi tegangan. Hasil yang didapatkan dari pemodelan kemudian akan dibandingkan dengan pengujian di laboratorium terhadap arrester SiC 12 kV. Pengujian dilakukan dengan surja tegangan dengan waktu muka 1.2 sampai 29.7 s dan puncak tegangan diberikan sebanyak 3 tingkatan, 51 kV, 52.5 kV dan 54 kV. Perbandingan hasil pengujian dan simulasi memberikan perbedaan sebesar 4.332 % untuk tegangan potong dan 3.259 % untuk tegangan residu arus pelepasan. Kata kunci: Model Arrester, Arrester SiC, Respons Transient

    Emulasi Aplikasi Pemantauan Ruangan Melalui Handphone Menggunakan Webcam

    No full text
    This paper describes implementation of GPRS and Java 2 Micro Edition (J2ME) technology in room monitoring application via mobile phone and webcam. The webcam, which is connected to a server, captures picture periodically. A mobile phone, which has GPRS feature and supports J2ME technology, is used to access the picture. Experiments were done using Nokia 3300 emulator in a local area network. The transfer rate time for a 36 KB picture is 0.9 second.The experiment's result shows that the system is only suitable for low frame rate room monitoring. Abstract in Bahasa Indonesia : Makalah ini menjelaskan tentang implementasi teknologi GPRS dan Java 2 Micro Edition untuk aplikasi pemantauan ruangan melalui handphone menggunakan webcam. Webcam yang terhubung dengan server melakukan proses capture ruangan pada periode waktu tertentu. Handphone yang telah mendukung teknologi Java dan GPRS dipakai untuk mengakses hasil capture gambar yang telah disimpan. Pengujian dilakukan dengan menggunakan emulator Nokia 3300 dalam sebuah local area network. Waktu transfer rata-rata untuk gambar berukuran 36 KB pada adalah 0,9 detik. Dari hasil pengujian, disimpulkan bahwa sistem ini cocok jika dipakai untuk melakukan monitoring dengan frame rate yang rendah. Kata kunci : pemantauan ruangan, handphone, webcam

    0

    full texts

    108

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Teknik Elektro
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇