Jurnal Teknik Elektro
Not a member yet
108 research outputs found
Sort by
Studi Magnetic Levitation dengan Kontrol Arduino
Pembuatan magnetic levitation adalah salah satu contoh akan pemanfaatan gaya magnet pada kehidupan sehari – hari. Diharapkan pembuatan tugas akhir ini dapat menjadi inspirasi dan kemajuan di bidang teknologi. Sistem ini memanfaatkan gaya tolakan dari magnet untuk melakukan levitasi.Sistem ini dibuat dengan memanfaatkan gaya magnet dari kumparan dan magnet tetap. Fungsi dari magnet tetap adalah untuk memberikan gaya angkat pada objek levitasi dan kumparan berfungsi untuk memberikan gaya secara horizontal untuk menstabilkan objek levitasi agar selalu berada pada posisi semula. Gaya magnet pada kumparan dikontrol menggunakan driver H-Bridge untuk menentukan arah polaritas kutubnya. Penggunaan hall-effect sensor digunakan untuk mengetahui posisi dari objek yang dilevitasikan, yang kemudian akan menjadi sebuah nilai masukan mikrokontroler. Nilai keluaran dari sensor akan dikalkulasi menggunakan program perhitungan pada mikrokontroler dengan metode kontrol PID yang kemudian hasilnya akan menjadi nilai masukan untuk driver H-Bridge. Proses tersebut akan diulang – ulang terus menerus agar sistem dapat memperoleh kestabilan pada saat melakukan levitasi. Hasil dari pengujian menunjukan bahwa semakin tebal ring magnet yang digunakan untuk melakukan levitasi maka semakin besar gaya angkat yang dihasilkan. Penggunaan ring magnet berdiameter dalam 9.5 cm dan berdiameter luar 11.5 cm mampu memberikan gaya angkat benda dengan massa 25 gram akan tetapi belum dapat memberikan kestabilan posisi sehingga objek yang dilevitasikan akan tertarik jatuh ke samping. Pengaruh medan magnet yang dihasilkan kumparan terhadap sensor pada sistem relatif kecil dan dapat diabaikan. Kumparan dapat mengembalikan objek kembali ke set point pada saat tidak terpengaruh oleh ring magnet, akan tetapi gagal pada saat terpengaruh oleh ring magnet
Studi Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Di Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur, NTT
Saat ini di Kecamatan Ngadu Ngala, Kabupaten Sumba Timur sudah ada PLTD dengan kapasitas daya sebesar 2x25 kVA dan listrik dapat dinikmati selama 6 jam per hari. Pada studi ini dilakukan perencanaan untuk kebutuhan listrik 10 tahun kedepan dengan pola penyediaan menyala selama 6 jam dan selama 24 jam per hari. Alternatif yang digunakan adalah konfigurasi PLTD, konfgurasi PLTS hybrid dengan PLTD dan konfigurasi PLTS. Berdasarkan analisa data yang dilakukan menggunakan HOMER untuk perencanaan kebutuhan listrik 10 tahun kedepan dengan pola penyalaan selama 6 jam per hari konfigurasi terbaik adalah PLTS hybrid dengan PLTD dengan kapasitas PLTS sebesar 4 kWp, PLTD sebesar 26 kW dan memiliki biaya energi sebesar USD 0,368 per kWh sedangkan untuk pola penyalaan selama 24 jam per hari konfigurasi terbaik adalah PLTS hybrid dengan PLTD dengan kapasitas PLTS sebesar 200 kWp, PLTD sebesar 72 kW dan memiliki biaya energi sebesar USD 0,281 per kWh
Sistem Data Logging Sederhana Berbasis Internet Of Things untuk Pemantauan Suhu Tubuh dan Detak Jantung
Teknologi Internet Of Things sudah banyak menarik perhatian dunia saat ini. Pengembangan ini menghasilkan banyak pendekatan yang mengusulkan suatu pemanfaatan Internet Of Things dalam aplikasi data logging secara wireless. Berdasarkan perluasan IOT dan khususnya wearable device, remote data logging walaupun tanpa server data IOT, penggunaannya telah menjadi suatu tren yang besar dalam dunia kesehatan. Namun cakupannya masih sangat luas untuk diselami dan yang berkembang saat ini adalah IOT pada wearable device. Tugas akhir ini menghadirkan pendekatan dalam membangun sistem data logging nirkabel menggunakan teknologi IOT pada server Thingspeak, dan berfokus pada data dari suhu tubuh dan detak jantung. Ada dua Mikrokontroler yang akan digunakan dalam proyek ini yang mana akan digunakan untuk berkomunikasi dengan server IOT. wireless data logging ini dapat digunakan untuk pengiriman dari sebuah node ke server, tetapi keakuratan waktu penerimaan pada server sangat bergantung pada kondisi kestabilan jaringan
Balancing Robot Roda Dua dengan Metode Rule base Berbasis Mikrokontroller Arduino
Balancing Robot Roda Dua dengan Metode Rule base Berbasis Mikrokontroller Arduino Metode robot beroda dua untuk keseimbangan memerlukan kontrol yang baik untuk mempertahankan posisi robot dalam keadaan tegak. Balancing robot ini di kembangkan menjadi satu model yaitu Segway. Balancing robot menggunakaan mikrokontroller arduino, sensor IMU 6050, serta kontrol Rule base. Kontrol Rule base digunakan untuk membuat robot dapat berdiri tegak dengan menentukan range dan output motor yang sesuai. Berdasarkan hasil pengujian respon robot yang dihasilkan untuk mencapai titik tegak sangat cepat sebelumya. Seperti pada percobaan dengan set awal yang paling besar dengan kemiringan robot -11 hingga -70 dengan rata-rata respon 421 iterasi dan set awal kemiringan robot 13 hingga 70 derajat dengan respon rata-rata untuk mencapai tegak yaitu 386 iterasi
Pembuatan Bending Machine Akrilik Berbasiskan Kontroler Arduino
Teknologi mesin telah banyak membantu manusia dalam bekerja salah satunya adalah bending machine akrilik, tetapi selama ini hanya ada beberapa alat yang bisa digunakan untuk menekuk akrilik dan semuanya masih dikerjakan secara manual. Untuk mendukung hal tersebut dibutuhkan mesin akrilik yang bekerja secara otomatis. Mesin ini menggunakan kontroler arduino. Arduino ini yang akan melakukan kontrol ke SSR pemanas, motor stepper, LCD, dll yang bisa membantu bekerjanya mesin tersebut. Mesin ini nantinya dapat menekuk beberapa akrilik bersamaan dengan batas maksimal penampang 80 cm dengan ketebalan hingga 4 mm Berdasarkan hasil pengujian mesin ini dapat menekuk mendekati presisi. Mesin ini juga dapat memilih menekuk ketebalan akrilik yang akan ditekuk dimulai dari 1,5 mm, hingga 4 mm dengan nilai kesalahan maksimal 2,2% dari sudut 90 derajat. Suhu pemanas pada mesin dan delay di setiap ketebalan akrilik sudah ditentukan sesuai hasil pengujian yang telah dilakukan. Ketebalan 1,5 mm membutuhkan suhu 150 derajat cecius dengan delay 21 detik hingga 30 detik. Ketebalan 2 mm membutuhkan suhu 200 derajat celcius dengan delay 3 detik hingga 24 detik. Ketebalan 3 mm membutuhkan suhu 250 derajat celcius dengan delay 3 detik hingga 30 detik. Ketebalan 4 mm membutuhkan suhu 300 derajat celcius dengan delay 3 detik hingga 30 detik
Mesin Pemotong Foil Otomatis
Di dunia percetakan, pemotongan aluminium foil dilakukan dengan cara manual. Pertama-tama, aluminium foil akan diberi tanda potong sesuai dengan keinginan pembeli. Kemudian, operator harus menggerakkan tuas pisau untuk memotong aluminium foil. Mesin pemotong foil otomatis dibuat agar dapat membantu proses pengukuran, serta pemotongan tersebut. Pada mesin pemotong foil, terdapat rotary encoder untuk dapat mengukur jarak. Fungsi dari rotary encoder adalah menrubah rotasi menjadi jarak. Saat rotary encoder yang berlubang dipasang dengan optocoupler, maka akan timbul pulsa yang dapat dihitung melalui controller arduino. Dengan adanya pulsa tersebut, maka jarak potong dapat dihitung secara otomatis. Untuk dapat melakukan pemotongan, operator akan memasukkan panjang foil, panjang potong, dan banyak potong melalui keypad 4x4. Setelah data tersebut dimasukkan, maka arduino akan secara otomatis memulai pemotongan dengan cara memberikan perintah kepada masing-masing motor. Dari hasil percobaan, rotary encoder dengan tingkat ketelitian 20 PPR, yang dijalankan secara on/off, dapat mencapai jarak 0,205 mm/pulsa dengan tingkat eror berkisar antara 5-7%
Analisa Supply-demand pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro 32 KW di Desa Praingkareha, Kabupaten Sumba Timur
PLTMH Laputi merupakan pembangkit listrik tenaga air berskala mikro dengan kemampuan 32 KW. Analisa terkait dengan kebutuhan dan pasokan energi masyarakat desa Praingkareha pada tahun 2014, yaitu pada bulan Januari saat debit air melimpah dengan rata-rata debit air 106.66 L/detik dengan kapasitas 19.78 KW dan beban puncak 18.84 KW, kemudian bulan April saat debit air cukup dengan rata-rata debit air 96.61 L/detik dengan kapasitas 17.91 KW dan beban puncak 13.43 KW, dan pada bulan Agustus saat debit air kecil dengan rata-rata debit air 32.61 L/detik dengan kapasitas 6.05 KW dan beban puncak 15.35 KW. Hanya pada bulan Agustus energi yang dihasilkan tidak dapat memenuhi rata-rata kebutuhan energi masyarakat dengan nilai 61.35 KWh sedangkan rata-rata kebutuhan energi sebesar 299 KWh. Jika dilihat dari besarnya debit air maksimal sungai laputi dan besarnya kapasitas debit air turbin, maka turbin hanya bekerja sebesar 38.37% dari kemampuan yang seharusnya
Sistem Kendali dan Pemantauan Kursi Roda Elektrik
Banyak manula dan orang difabel yang tidak mampu berjalan dengan kakinya sendiri. Alat yang biasa ditemui untuk menolong mereka adalah kursi roda. Saat pihak keluarga ingin membantu mendorong kursi roda tersebut, beberapa dari mereka akan kesulitan, karena bobot yang tidak ringan. Beberapa manula juga memiliki kelemahan tubuh yang lain, yaitu penurunan daya ingat, bahkan ada juga yang lupa jalan pulang. Kursi roda akan lebih ringan bila dikendalikan secara elektrik. Pengendali elektrik harus bisa digunakan oleh pengguna kursi roda elektrik dan pihak keluarga. Alat pengendali yang ditambahkan berupa PS2 wireless controller, Arduino, dan EMS 30A H-Bridge. Alat pemantauan posisi juga akan ditambahkan pada kursi roda elektrik, agar bisa memantau manula yang tidak ingat jalan pulang. Alat pemantauan ini berupa sebuah Arduino, GPRS/GSM/GPS module V3.0, dan android. Kursi roda elektrik yang dimodifikasi dengan tambahan alat pengendali dan pemantauan dapat membantu pengguna kursi roda elektrik dan pihak keluarga, tetapi masih ada kelemahan pada alat pemantauan. Posisi yang ditampilkan oleh alat pemantauan masih bergeser sekitar 12 meter dari posisi sebenarnya
Sistem Menu dan Layanan Restoran Memanfaatkan Aplikasi Android
Efisiensi pada proses pemesanan menu dan layanan dalam sebuah restoran merupakan hal yang penting dan dapat dimaksimalkan, terutama dalam hal waktu. Ada banyak cara meningkatkan efisiensi waktu pada kedua proses tersebut. Salah satu alternatif yang dapat digunakan adalah dengan memanfaatkan aplikasi Android Sistem menu dan layanan restoran dapat dibuat menggunakan tiga buah aplikasi, antara lain aplikasi koki, aplikasi pelayan, dan aplikasi pengunjung. Pemanfaatan aplikasi android ini dapat meningkatkan efisiensi waktu. Untuk melengkapi sistem, dapat pula ditambahkan tombol untuk koki agar koki dapat memberikan input pesanan yang siap dengan lebih mudah dan display sebagai redundancy dengan aplikasi pelayan. Hasil pengujian sistem tersebut menunjukkan penghematan waktu dalam proses pemesanan menu sebesar 21,88% dan penghematan waktu dalam proses layanan sebesar 41,41
Pembuatan Model Quadcopter yang Dapat Mempertahankan Ketinggian Tertentu
Quadcopter adalah salah satu topik pembelajaran yang akan dilakukan oleh Laboratorium Elektronika Universitas Kristen Petra. Karakterisitik kestabilan terbang pada Quadcopter serta pertahanan terbang yang dilakukannya menjadi bahan ajar yang baik saat ini. Quadcopter menggunakan PID controller untuk melakukan keseimbangan terbang melalui pembacaan sudut oleh sensor MPU6050. Terdapat sensor SRF02 sebagai pendeteksi ketinggian yang juga menggunakan PID controller dalam mempertahankan ketinggian. Selain itu Quadcopter juga menggunakan remote control untuk keamanan operasional. Melalui pengujian MPU6050 diperoleh error sudut oleh sumbu putar x (roll) yaitu 2° dan y (pitch) yaitu -3° yang dirata-rata dengan jumlah data dari take off, menjaga ketinggian, hingga landing. Pertahanan terbang mengalami osilasi namun tetap berada pada batas bawah toleransi. Pertambahan nilai RPM propeller dari kisaran 2000 RPM hingga 10.000 RPM