Jurnal Teknik Elektro
Not a member yet
108 research outputs found
Sort by
Perencanaan Sizing dan Analisa Biaya Energi Sistem PLTS di Komunitas Desa Muara Langon, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur
Desa Muara Langon merupakan desa yang terletak di dekat perbatasan antara Kalimantan Timur – Kalimantan Selatan yang masih menggunakan Generator set (Genset) sebagai sumber listrik karena belum mendapatkan fasilitas aliran listrik dari PT PLN. Pemanfaatan sumber energi terbarukan sebagai sumber listrik bagi rumah tangga di daerah pedesaan merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi ketiadaan sumber energi listrik. Penelitian Tugas Akhir ini menganalisa data radiasi sinar matahari di desa Muara Langon serta data total beban listrik dan kebutuhan energi listrik untuk perencanaan PLTS bagi rumah penduduk desa Muara Langon menggunakan software HOMER. Perencanaan sistem PLTS semi terpusat dapat memenuhi pertumbuhan beban mendekati 10 tahun sebesar 11,7% setiap tahunnya, serta sistem ini memiliki biaya energi sebesar USD 2,03/kWh. Sistem PLTS semi terpusat yang direncanakan masih memiliki biaya energi yang lebih tinggi dibandingkan sistem diesel existing yang memiliki biaya energi sebesar USD 1,02/kWh
Pengendalian Stewart Platform untuk Flight Simulator Berbasis Arduino
Permainan merupakan salah satu bentuk hiburan yang dapat memenuhi kebutuhan manusia saat mengalami kejenuhan. Teknologi yang berkembang menyebabkan semakin banyak console permainan yang memungkinkan pengguna untuk merasakan suasana yang ada di dalam permainan dengan menggunakan motion simulator, salah satunya adalah arcade game yang menggunakan aktuator mekanik yang bernama Stewart Platform. Desain dari Stewart Platform ini dikhususkan untuk flight simulator dengan menggunakan Arduino sebagai otak dari sistem, remote control sebagai input dan pneumatik digunakan sebagai aktuator pada platform ini. Pemrograman pada Arduino dibuat dengan menggunakan training data dengan metode neural network sebagai acuan. Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa aktuator akan bergerak mirip secara visual dengan gerakan pesawat pada permainan apabila hanya menggunakan throttle sebesar 70- 80% dengan range dari aileron dan elevation pada kisaran 40-60. Aktuator hanya dapat bergerak hingga mencapai kemiringan 40°, namun pada sistem ini kemiringan dibatasi mulai dari -30° hingga 30°, dengan nilai error mekanis sebesar 7,85%
Pengaturan Motor Induksi Menggunakan Observer Self Constructing Fuzzy Neural Network dengan Metode Algoritma Pelatihan Levenberg Marquardt
This paper describes about development of 3 phase speed sensorless induction motor speed controller using Field Oriented Vector(FOC) method. Motor speed is estimated by an observer using Self Constructing fuzzy Neural Network (SCFNN) with Levenberg Marquardt(LM) learning algorithm method, that replaces backpropagation method because this method is slow to reach convergent. SCFNN method combines the fuzzy and neural network. The simulation results show that the system can estimate flux and speed of induction motor and it converges faster than backpropagation method. .The estimation result can be used to identify rotor speed of induction motor with good performance
Abstract in Bahasa Indonesia:
Dalam penelitian ini dikembangkan pengaturan kecepatan motor induksi 3 phase tanpa sensor yang dioperasikan dengan metoda Field Oriented Vector (FOC). Kecepatan motor diestimasi oleh suatu observer dengan suatu metoda Self Constructing Fuzzy Neural Network (SCFNN) dimana pelatihannya menggunakan metode algoritma pelatihan Levenberg Marquardt (LM), yang menggantikan metode Backpropagasi karena metode ini kurang cepat mencapai konvergen. Metode SCFNN mempunyai kemampuan untuk menggabungkan Fuzzy dan Neural Networks. Hasil simulasi menunjukkan sistem dapat mengestimasi fluksi dan kecepatan dengan kekonvergenan yang lebih cepat dari metode backpropagasi. Hasil estimasi dapat digunakan untuk mengidentifikasi kecepatan rotor motor induksi
Kata kunci: pengaturan kecepatan, motor induksi tanpa sensor, FOC, SCFNN observer, Levenberg Marquard
Implementation of Fuzzy Logic in FPGA for Maze Tracking of a Mobile Robot Based on Ultrasonic Distance Measurement
This paper describes an application of fuzzy logic to solve the problem of an autonomous mobile robot in tracking the path within a maze. The robot equipped with ultrasonic transceivers to measure the distance between robot and the wall. The information of distance then will be processed using fuzzy-based algorithm and implemented in two chips FPGA. The FPGA has responsibility to formulize the rule of the fuzzy and generate the PWM signals for robot’s motors as the result of fuzzy inference. Implementing all necessary fuzzy logic algorithms will require many FPGA resources. Therefore, we use two FPGAs: XC4010E and XC4005XL. The first one for the fuzzification and rule base evaluation, and it consumes 98% of its resources (CLBs). The second one for defuzzification and PWM output generation, which utilizes 78% of all its CLBs. By implementing fuzzy logic using FPGA, the robot achieves relatively safe tracking the path in real-time sense.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Dalam paper ini dijelaskan aplikasi logika fuzzy pada robot bergerak untuk mencari jalan keluar dalam sebuah labirin. Robot dilengkapi dengan pemancar dan penerima ultrasonic sebagai pengukur jarak antara robot dengan dinding labirin. Informasi berupa jarak tersebut kemudian diproses menggunakan algoritma fuzzy yang diimplementasikan dalam dua buah FPGA. FPGA bertanggungjawab dalam memformulasikan aturan dari logika fuzzy yang digunakan dan membangkitkan sinyal-sinyal PWM untuk mengendalikan motor robot sebagai hasil dari proses inferensi. Untuk mengimplementasikan semua fungsi-fungsi logika fuzzy, dibutuhkan banyak sekali sumber daya FPGA. Karenanya kami menggunakan dua buah FPGA: XC4010E dan XC4005XL. Komponen FPGA yang pertama, yakni XC4010E, digunakan secara khusus untuk proses fuzzification dan menggunakan 98% dari sumber daya FPGA yang berupa CLB. Komponen FPGA yang kedua, yakni XC4005XL, digunakan untuk proses defuzzification serta pembangkitan sinyal PWM, dan menggunakan 78% dari total CLB yang tersedia. Dengan mengimplementasikan logika fuzzy menggunakan FPGA, robot dapat menelusuri jalur labirin secara real-time dengan lebih aman.
Kata kunci: Fuzzy Logic, Robot Bergerak Otomatis, FPGA, Pengukur Jarak Ultrasoni
Pengaturan Kecepatan Motor Induksi Tanpa Sensor Kecepatan dengan Metoda Direct Torque Control Menggunakan Observer Recurrent Neural Network
This paper describes about development of sensorless control for three phase induction motor speed which is operated by Direct Torque Control (DTC). Induction motor speed is identified by an Observer. Current supply and Stator Voltage are ruquired by Observer to gain Motor Speed Estimation. Observer for motor speed identification is developed using Artificial Neural Network (ANN) Method and Recurrent Neural Network (RNN) learning algorithm. The simulation results using MathLab/Simulink show that on PI controller with Recurrent Neural Network (RNN) observer, there are the overshoot 7,0224%, rise time 0,0125 second and settling time 0,364 second with reference speed 77,9743 rad./sec.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Penelitian ini membahas pengembangan kontrol pada kecepatan motor induksi tiga fasa tanpa sensor kecepatan (speed sensorless) yang dioperasikan dengan metoda Direct Torque Control (DTC). Kecepatan motor induksi diidentifikasi oleh suatu observer. Estimasi kecepatan motor oleh observer memerlukan masukkan arus dan tegangan stator. Observer untuk identifikasi kecepatan motor menggunakan metode Artificial Neural Network (ANN) dengan algoritma pembelajaran menggunakan Recurrent Neural Network (RNN). Hasil simulasi menggunakan matlab-simulink menunjukkan saat motor diberikan kecepatan referensi 77,9743 rad/detik terjadi overshoot 7,0224% , rise time 0,0125 detik dan settling time 0,364 detik.
Kata Kunci: direct torque control, speed sensorless, recurrent neural networ
Perancangan Sistem Navigasi Otonom pada Behavior Based Hexapod Robot
Six legged robot (hexapod) has advantage over wheeled robot in its capability to walk over rough terrain. In this paper, hexapod mobility will be tested in order to measure its performance in walk through beam and stair. Behavior based architecture will be used in hexpod, so it can react quickly. Autonomous navigation application has been chosen here in order to prove that the architecture is running well. From simulation result, it can be seen that behavior based hexapod robot has good mobility (it can walk through obstacle that has 10 cm height) and it can accomplish its task to avoid the obstacles and find the light source.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Robot berkaki enam (hexapod) memiliki kelebihan dibanding robot beroda dalam hal kemampuannya melewati daerah tidak rata. Pada penelitian ini, mobilitas pergerakan hexapod akan diuji untuk mengetahui performanya dalam melewati balok dan tangga. Supaya dapat bereaksi dengan cepat, maka arsitektur behavior based akan digunakan pada hexapod. Aplikasi navigasi otonom dipilih untuk menunjukkan bahwa arsitektur tersebut berjalan dengan baik. Dari hasil simulasi nampak bahwa behavior based hexapod robot memiliki mobilitas yang baik (mampu melewati halangan setinggi maksimal 10 cm) dan dapat menyelesaikan tugasnya untuk menghindari halangan dan menemukan sumber cahaya.
Kata kunci: mobilitas, hexapod robot, behavior based architecture, sistem navigasi otono
Neural Network Based System Identification of an Axis of Car Suspension System
Neural networks system identification have been widely used for estimate the nonlinear model of system. In this paper, multilayer perceptron neural network is used for identifying the Nonlinear AutoRegressive with eXogenous input (NARX) model of a quarter car passive suspension system. Input output data are acquired by driving a car on a special road event. The networks structure is developed based on system model. The Networks learning algorithm is derived using Fisher’s scoring method. Then the Fisher information is given as a weighted covariance matrix of inputs and outputs the network hidden layer. Unitwise Fisher’s scoring method reduces to the algorithm in which each unit estimate its own weights by a weighted least square method. The results show that the method uses suitable for modeling a quarter car passive suspension systems
Aplikasi Metode Gradien Daya Reaktif dalam Pemisahan Kontribusi Harmonisa Konsumen dan Utilitas pada Point of Common Coupling (PCC)
Harmonic disturbance is a phenomenon in AC power system. In the beginning, harmonic was caused by saturated iron in transformer and electrical machine. But along expanding modern technology which marked with usage of component of semiconductor, harmonic problems also progressively increase. Harmonic source can be come from utility and customer sides, so that it is required to analyze the separation of harmonic contributions between utility and customer at the point of common coupling (PCC). Analysis result of the reactive power changes against time (∆Q/∆t) shows that the graphic tends to increase and by manual analysis, the result of ∆Q/∆t is 0.04, so it can be concluded that utility has the biggest harmonic contribution on PCC.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Gangguan harmonisa merupakan suatu fenomena di sistem daya AC. Pada mulanya penyebab harmonisa adalah ketika inti besi trafo dan mesin listrik mengalami kondisi saturasi, tetapi seiring berkembangnya teknologi modern yang ditandai dengan penggunaan komponen semikonduktor, masalah harmonisa juga semakin meningkat. Sumber harmonisa dapat berasal dari utilitas maupun konsumen, sehingga perlu dilakukan analisa pemisahan kontribusi harmonisa antara utilitas dan konsumen di PCC. Dari hasil analisa melalui grafik perubahan daya reaktif terhadap waktu (∆Q/∆t) menunjukkan bahwa grafik cenderung naik selain itu dengan analisa ∆Q/∆t diperoleh angka 0,04 (∆Q/∆t >0) sehingga dapat disimpulkan bahwa utilitaslah yang mempunyai kontribusi harmonisa terbesar di PCC.
Kata kunci: harmonisa, PC
Perancangan SCADA Software dengan Wonderware InTouch Recipe Manager dan SQL Access Manager pada Simulator Proses Pencampuran Bahan
Nowadays, many industries has applied automation system by using PLC (Programmable Logic Controller) and SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Wonderware InTouch is a kind of SCADA software available. In order to organize data in recipe and database, Wonderware provides Recipe Manager and SQL Access Manager. In this research, the process of paper making will be used as an industrial case study. In order to describe the process, a simulator plant will be made. It connects to PLC Omron C200HG and a computer which installed with Wonderware InTouch. In SCADA software that has been made, user can choose, delete, and create new recipe which is contained material mixture composition. When the system is running, sensor datas will be stored in a database and it can be seen by user. Security , trend, and alarm features are available too in this program. Based on overall experiment results through SCADA program that connected to PLC and simulator mixing plant, it can be concluded that all features in the program can run well.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Banyak industri yang sudah menggunakan sistem automasi dengan menggunakan PLC (Programmable Logic Controller) dan SCADA (Supervisory Control And Data Acquisition). Salah satu software untuk membuat program SCADA adalah Wonderware InTouch. Untuk mengelola data dalam bentuk recipe dan database, Wonderware InTouch mempunyai program-program tambahan yaitu Recipe Manager dan SQL Access Manager. Pada penelitian ini, akan digunakan proses pembuatan kertas sebagai contoh kasus yang terjadi di industri. Untuk itu akan dibuat simulator plant yang dihubungkan ke PLC Omron C200HG dan dari PLC dihubungkan ke komputer dengan software Wonderware InTouch. Pada program SCADA yang dibuat, pengguna dapat memilih, menghapus dan membuat resep baru yang berisi komposisi campuran bahan. Setelah sistem dijalankan, data – data sensor akan disimpan ke dalam database dan dapat dilihat oleh pengguna. Fitur keamanan, penggambaran data dalam bentuk grafik (trend), dan alarm juga ditambahkan pada program ini. Berdasarkan hasil pengujian secara keseluruhan terhadap program SCADA yang dihubungkan dengan PLC dan simulator mixing plant pada proses pembuatan kertas, maka dapat disimpulkan bahwa semua fitur berjalan dengan baik.
Kata kunci : SCADA, wonderware inTouch, recipe manager, SQL access manage
Perancangan Kapasitor Jalan untuk Mengoperasikan Motor Induksi 3-Fasa pada Sistem Tenaga 1-Fasa
The method in operation three- phase induction motor on one-phase power supply by using capacitor had developed in success. This method has good response to rotation, less inrush current and increase power factor correction. The characteristic of the motor usually depend on the place and amplitude of the run capacitor used to the motor. Because of that, the purpose of this research is to give us a new method to place and choice the capacitance of run capacitor in operating three-phase induction motor on one phase power supply. The induction motor used was 1,5 kW, 220/380V; /Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; B class, 0.84 lag. The result show that, the motor can be operated by using of run capacitor 25,9 F on 95,14% of load rating, 1400 rpm, 0.99 leading power factor, and less current harmonic distortion.
Abstract in Bahasa Indonesia:
Metode pengoperasian motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa dengan menggunakan kapasitor telah berkembang dengan baik. Metode ini digunakan karena mempunyai respon kecepatan yang cepat pada motor, arus start yang kecil dan perbaikan faktor daya hingga mendekati satu. Karakteristik motor saat beroperasi tergantung dari letak dan nilai kapasitor jalan yang digunakan pada motor. Penelitian ini dimaksudkan untuk membuatkan metode baru dalam meletakkan dan memilih kapasitor jalan untuk mengoperasikan motor induksi 3-fasa pada sistem tenaga listrik 1-fasa. Data motor yang digunakan adalah motor induksi 3-fasa 1,5 kW; 220/380V; /Y; 50 Hz; 6,2/3,6A; 1400 rpm; kelas B; faktor daya 0.84 tertinggal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motor bekerja lebih baik dan lebih efisien jika kapasitor jalan diletakkan pada sisi kumparan dengan impedansi yang lebih besar. Motor dapat bekerja dengan menggunakan kapasitor 25,9 F pada beban 95,14%, kecepatan 1400 rpm, faktor daya 0,99 mendahului, dengan distorsi harmonik arus yang lebih rendah.
Kata kunci: rangkaian kapasitor, nilai kapasitansi, daya semu pada motor (VA