E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Penggunaan Aplikasi Cloud Rekam Medis Mandiri bagi Kelompok Masyarakat Penarik Sampah di Kelurahan Tunjungsekar Kota Malang
Analisis situasi kondisi Riwayat Dokumen Rekam Medis dimasyarakat dengan tingkat tidak disimpan riwayat dok.RM 50%, hasil informasi tersebut menjadikan solusi, pengenalan ruang penyimpan cloud server, untuk Riwayat Dokumen Rekam Medis masyarakat PPS. Dengan memberikan program berkelanjutan meliputi: MoU, informasi, monitoring dan evaluasi, nilai manfaat informasi dalam bentuk layanan kesehatan PPS. Comment kepuasan ruang penyimpanan oleh masyarakat. Menyimpan semua dokumen riwayat medis PPS menggunakan media elektronik yang diperlukan sesuai kebutuhan. Dengan model 1 ruang penyimpanan digunakan oleh 1 user. Sesuai jadwal pelaksanaan di masing-masing kelompok PPS. Kegiatan ini merupakan bentuk layanan rekam medis dan informasi kesehatan, dengan mendekatkan diri pada kegiatan monitoting dan usaha preventif pencegahan penyakit secara mandiri bersama dengan keluarga. Program cloud penyimpanan dokumen rekam medis bagi kelompok masyarakat penarik sampah. Memberikan konsultasi kesehatan jangka panjang. Serta mengoptimalkan program kesehatan pemerintah secara tidak langsung. Dalam bentuk laporan kesehatan masyarakat secara perodik dan terpantau setiap waktu
Pengembangan Produk Unggulan untuk Wisata Kesehatan Berbasis Potensi Lokal: Studi Kasus di Desa Pakembinangun, Pakem, Sleman, DI Yogyakarta
Kajian ini bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi, peluang usaha, keterlibatan masyarakat, kemandirian masyarakat, dan pengembangan produk unggulan di Desa Wisata Kesehatan Pakembinangun. Produk unggulan itu, antara lain sirup cabai dan bunga telang. Penguatan terhadap produk tersebut masih perlu dilakukan agar benar-benar dapat menjadi produk unggulan daerah. Untuk itu, tim PkM UGM menyelenggarakan Training for Trainer (ToT) bagi mahasiswa KKN dan berinteraksi langsung dengan masyarakat. Tim KKN-PPM UGM Periode 2 2023 dan 2024 mendampingi Kelompok Wanita Tani (KWT), baik dalam produksi maupun pemasaran. Pendampingan perluasan pasar dilakukan dengan memanfaatkan jejaring Kagama, seperti hotel dan instansi. Penyesuaian produksi terhadap umpan balik dari pasar melibatkan mahasiswa KKN, tim PkM UGM, pakar UGM, dan Kagama. Pendampingan dan pelatihan pembuatan konten untuk kanal digital desa oleh mahasiswa KKN memberi peluang KWT memperluas jangkauan pasar. Sinergi tim PkM UGM dan mahasiswa KKN dengan KWT juga dilakukan terkait organisasi produksi dan penyiapan peningkatan kapasitas produksi jika permintaan pasar meningkat. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan produk unggulan berbasis potensi lokal, yakni sirup cabe dengan merek Chirella dengan variasi pedas dan sirup telang merk Rembuelang dengan variasi rasa mint. Di samping itu, melalui kegiatan ini masyarakat menjadi mampu mengoptimalisasikan pemanfaatan media sosial sehingga dapat memperluas jangkauan pasar
Pelatihan Penulisan Proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) bagi Guru Bahasa Indonesia di Kota Singkawang
Pelatihan membuat proposal Penelitian Tindakan Kelas (PTK) diberikan kepada para guru Bahasa Indonesia di Kota Singkawang yang bertempat di SMPN 15 Singkawang, yang beralamat di Jalan Sanggau Kulor, RT 11 RW 5, Kelurahan Sanggau Kulor, Kecamatan Singkawang Timur, Kota Singkawang. Tujuan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk melatih para guru bahasa Indonesia di kota Singkawang dalam menyusun proposal Penelitian Tindakan Kelas yang meliputi judul penelitian, latar belakang penelitian, identifikasi masalah penelitian, rumusan masalah penelitian; tujuan penelitian; manfaat penelitian; landasan teori; metodologi penelitian; dan daftar Pustaka. Pelaksanaan Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari tahapan: (1) pemberian materi pelatihan yang meliputi hakikat dan sistematika penulisan proposal penelitian tindakan kelas; (2) latihan menulis proposal penelitian tindakan kelas; (3) menilai proposal penelitian tindakan kelas yang disusun guru; dan (4) memaknai tanggapan peserta pelatihan terhadap kegiatan PKM yang dilakukan. Keberhasilan dari pelatihan ini terlihat dari kemampuan para peserta menyusun proposal PTK. Sebanyak 22 peserta (81,5%) telah menyusun proposal dengan sistematika yang lengkap dan hanya 5 peserta (8,5%) yang sistematika proposalnya belum lengkap. Hal-hal yang masih perlu ditingkatkan adalah identifikasi masalah penelitian, tinjauan teoretis, metodologi penelitian, dan penulisan daftar pustaka. Tanggapan para peserta pelatihan terhadap kegiatan PKM ini sangat positif yakni yang berkaitan dengan pelayanan tim PKM, penguasaan materi, relevansi materi, penyajian materi, sistematika materi, ketersediaan waktu, dan rencana pelaksanaan PTK. Namun demikian, masih ditemukan 6 peserta yang masih ragu-ragu untuk melaksanakan PTK. Hal tersebut disebabkan oleh kekurangpahaman dan kekhawatiran karena selama ini belum pernah melakukan PTK
Pendampingan Tata Kelola Keuangan sebagai Upaya Pencegahan Fraud di SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dalam Pencapaian SDG’s 4
Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel merupakan salah satu faktor penting dalam peningkatan kualitas pendidikan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah tentang Pendanaan Pendidikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendampingi SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo dalam memperbaiki tata kelola keuangan guna mencegah terjadinya fraud, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDG’s) 4 tentang pendidikan berkualitas. Metode yang digunakan meliputi identifikasi permasalahan, pendampingan pengelolaan keuangan, pelatihan pengawasan internal, dan pelatihan verifikasi bukti pertanggungjawaban. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendampingan mampu meningkatkan pemahaman staf terhadap praktik tata kelola keuangan yang baik, memperkuat pengawasan internal, dan meminimalisasi potensi fraud. Diharapkan kegiatan ini dapat memberikan dampak positif jangka panjang bagi institusi, baik dari aspek transparansi, akuntabilitas, maupun kualitas pendidikan yang lebih baik
Pemanfaatan Kopi sebagai Media Pembelajaran Matematika: Pendampingan Guru SD/MI di Kabupaten Aceh Tengah
Salah satu penyebab kesulitan dalam pengajaran matematika pada tingkat sekolah dasar adalah terbatasnya media pembelajaran yang tersedia. Padahal, banyak potensi di lingkungan sekitar yang dapat dikembangkan sebagai media pembelajaran matematika, seperti kopi yang merupakan komoditas utama di Kabupaten Aceh Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membekali para mitra dampingan, yakni guru-guru SD, dengan kemampuan mengembangkan media pembelajaran berbasis kopi atau lingkungan sekitar, sesuai dengan implementasi Kurikulum Merdeka. Metode yang digunakan adalah Service-Learning. Mitra dampingan adalah 25 orang guru SD anggota PGRI Kabupaten Aceh Tengah, dan seluruh kegiatan berlangsung dari Agustus 2024 hingga Oktober 2024. Hasil dari kegiatan pendampingan ini menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap implementasi Kurikulum Merdeka, keterampilan dalam menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta kemampuan menyusun modul pembelajaran dengan menggunakan media dari kopi atau lingkungan sekitar, dan mempraktikkannya dalam bentuk kegiatan pembelajaran dengan rekan sejawat. Selain itu, melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini telah terjalin kerja sama antara Fakultas Tarbiyah IAIN Takengon dan PGRI Kabupaten Aceh Tengah, yang dituangkan dalam nota kesepahaman sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan secara bersama-sama terutama dalam bentuk Tridharma Perguruan Tinggi
Parenting Generasi Z di Kampung Tampok Laut Malaysia
Generasi Z memiliki karakter yang berbeda dari generasi sebelumnya sehingga orang tua mereka perlu hal yang berbeda untuk memperlakukan anak mereka. Pengasuhan berkelanjutan diperlukan agar anak dapat menangani masalah dengan cepat seiring waktu. Program parenting merupakan program untuk meningkatkan kehidupan keluarga dan masyarakat. Orang tua yang tinggal di pesisir dan bekerja sebagai nelayan menghadapi tantangan dan kesulitan mengasuh putra-putri mereka misal saja seperti: (1) orangtua kebingungan saat mengurus anak Gen Z, (2) seringkali terjadi kekerasan pada anak tanpa disadari oleh orangtua saat mengurus anak Gen Z, dan (3) orangtua tidak tahu bagaimana menangani masalah Gen Z. Solusi yang ditawarkan adalah pelatihan orangtua tentang (1) prinsip pengasuhan, (2) pengasuhan yang berbasis hak anak, dan (3) masalah Gen Z. Pelatihan ini melibatkan (1) ceramah, (2) demonstrasi, dan (3) pendekatan yang digubal oleh orang tua Pengetahuan dan keterampilan pengasuhan orang tua yang tinggal di pesisir ditingkatkan melalui kegiatan PKM ini. Selain itu, meningkatkan standar pengasuhan, mengurangi tingkat kekerasan anak, dan memberi orang tua pemahaman yang lebih baik tentang masalah Gen Z
Edukasi Penyelesaian Sengketa melalui Mediasi bagi Kelompok UMKM di Kecamatan Medan Selayang
Pertumbuhan masif pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan dalam beberapa tahun belakangan ini menunjukkan adanya tren positif pembangunan ekonomi nasional. Akan tetapi, tidak dapat dipungkiri di kalangan pelaku UMKM memungkinkan untuk terjadinya sengketa, baik sesama pelaku UMKM, produsen, konsumen, maupun lembaga keuangan. Amanat UU No. 20 tahun 2008 tentang UMKM mengisyaratkan bahwa penyelesaian sengketa di kalangan pelaku UMKM didasarkan pada itikad baik dengan mengesampingkan penyelesaian secara litigasi di pengadilan, yaitu mediasi sebagai resolusi permasalahan. Kegiatan penyuluhan dan bimbingan tentang penyelesaian sengketa UMKM melalui mediasi kepada pelaku UMKM Kecamatan Medan Selayang dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan pemahaman mediasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa melalui mediasi masih terdengar asing di kalangan pelaku UMKM Kecamatan Medan Selayang. Oleh karena itu, edukasi penyelesaian sengketa melalui mediasi perlu ditingkatkan sebagai solusi dari sengketa di kalangan pelaku UMKM
Pendampingan Pembelajaran STEM (Science-Technology-Engineering-Mathematics) Berbasis IoT (Internet of Things) untuk Guru-Guru IPA (Ilmu Pengetahuan Alam) pada Alat Pendeteksi Stunting
Guru seyogyanya memiliki kemampuan dan keterampilan mengkombinasikan aspek pedagogik, konten IPA dan keterampilan teknologi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat (PkM) meningkatkan kemampuan guru-guru IPA dalam penggunaan teknologi IoT, penyusunan perangkat bahan ajar berbasis STEM-IoT, refleksi selama PkM, dan memberikan rekomendasi kepada stakeholder MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) IPA dan KKM (Kelompok Kerja Madrasah). Aplikasi alat mengenai pendeteksi stunting. Desain Service Learning meliputi investigasi, persiapan, pelaksanaan, refleksi, dan demonstrasi. Peserta berasal dari dua komunitas guru-guru IPA. Komunitas guru-guru IPA yang terdapat di dua kabupaten Jawa Barat berjumlah 37 orang. PkM menggunakan perangkat kegiatan diantaranya materi PkM mengenai STEM-IoT, panduan pembuatan modul ajar, perangkat IoT untuk mengukur ketinggian, dan aplikasi yang terhubung dengan perangkat IoT untuk menentukan status gizi seseorang. Instrumen PkM antara lain asesmen awal, asesmen kinerja terhadap produk modul ajar, dan angket refleksi. Analisis data menggunakan persentase berdasarkan kriteria tertentu. Hasil PkM menunjukkan bahwa guru-guru mengalami peningkatan kemampuan penggunaan IoT. Kemampuan guru menyusun modul ajar berada pada tahap siap sebesar 61,11%; 27,78% tahap mahir dan 11,11% tahap berkembang. Guru-guru memperoleh tambahan pengetahuan dan keterampilan. Guru melakukan tindak lanjut dengan menerapkan alat pendeteksi stunting kepada siswa. Rekomendasi untuk stakeholder untuk lebih meningkatkan kemampuan penggunaan IoT dalam menyusun perangkat pembelajaran dan pembelajaran IPA serta menyebarluaskan produk modul ajar kepada anggota KKM dan MGMP IPA lainnya. Satuan Pendidikan memiliki peran memberikan edukasi mengenai stunting kepada peserta didik dan masyarakat
Inkubasi Agroindustri Kecil Menengah melalui Optimalisasi Sistem TIK Berbasis Website
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang pesat telah memberikan peluang besar bagi agroindustri kecil dan menengah untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing usaha. Melalui promosi pada platform pemasaran digital, pelaku usaha dapat menjual produk secara luas, menembus pasar baru, dan meningkatkan penjualan. Program pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pelatihan kepada usaha Agrowisata Lumbung Stroberi Pandanrejo mengenai pemanfaatan TIK berbasis website dalam strategi pemasaran digital. Kegiatan dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 di Desa Pandanrejo, Kota Batu dan bekerja sama dengan BUMDes Raharjo. Tahapan kegiatan meliputi: a. Pra-kegiatan melalui observasi dan identifikasi kebutuhan, b. Kegiatan (pengembangan, optimalisasi website agrowisata, dan sosialisasi dan pelatihan kepada pengelola), dan c. Evaluasi efektivitas website sebagai media promosi. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi website berhasil meningkatkan akses informasi yang lebih cepat, kemudahan pemesanan dan pengaksesan secara optimal, serta daya tarik promosi agrowisata. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan digitalisasi promosi yang dapat diadopsi di wilayah agrowisata lainnya
Pendampingan Digitalisasi Usaha pada Wirausaha Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo guna Mendukung Tercapainya SDG’s
Kader wirausaha Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo menghadapi sejumlah tantangan utama dalam pengembangan usaha yang mereka jalankan. Beberapa permasalahan yang diidentifikasi antara lain adalah keterbatasan akses pasar terhadap pasar yang lebih luas, inefisiensi dalam manajemen operasional usaha sehari-hari, serta kurangnya pemahaman mengenai strategi branding dan pemasaran digital yang efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk memberdayakan para kader wirausaha Nasyiatul Aisyiyah Sidoarjo melalui pendekatan digitalisasi usaha, yang juga mendukung implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Metode pendekatan yang digunakan yaitu 1) pelatihan branding produk; 2) Pelatihan dan pendampingan digital marketing; 3) meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan melalui sistem informasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas kader dalam memanfaatkan platform digital, teknik penulisan konten yang menarik, optimasi media sosial, serta strategi meningkatkan engagement dan menciptakan konten viral. Selain itu, peserta juga dilatih menggunakan sistem informasi keuangan, seperti Laci POS dan Akuntansi UKM, guna menciptakan pengelolaan keuangan usaha yang lebih efisien dan akuntabel. Melalui kegiatan ini, kader diharapkan dapat mengelola usaha secara lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era digital