E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Upaya Diversifikasi Makanan Diet Penderita Diabetes Mellitus melalui Pemanfaatan Umbi Suweg dalam Program "Konyaku Njowo"
Program "Konyaku Njowo" dilatarbelakangi oleh kurang optimalnya pemanfaatan umbi Suweg yang keberadaanya melimpah di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang. Suweg (Amorpophalus sp.) ini begitu potensial bahkan sebagai alternatif makanan diet bagi penderita Diabetes Mellitus. Nama "Konyaku" diambil merujuki pada nama makanan Jepang yang terbuat dari umbi konjac yang masuk ke dalam genus Amorphophallus. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemanfaatan umbi suweg serta upaya diversifikasi makanan diet. Program ini berfokus pada kelompok masyarakat dampingan yaitu ibu-ibu PKK RW 05 dan RW 06, Kelurahan Bringin, Ngaliyan. Rangkaian program ini terdiri dari empat tahapan (1) sosialisasi dan pemberian materi tentang tanaman suweg; (2) pelatihan pembuatan tepung suweg; (3) pelatihan pembuatan aneka produk olahan; dan (4) sosialisasi materi gizi, Diabetes Mellitus dan wirausaha. Adapun keberlanjutan program ini berupa pemantauan dan pendampingan kerja dilakukan tim bekerja sama dengan berbagai pihak termasuk dinas pertanian dan kantor ketahanan pangan kota Semarang. Dari keempat tahap dapat disimpulkan rata-rata ketercapaian target luaran sebesar 76,43%. Program "Konyaku Njowo" merupakan serangkaian program untuk memberikan pemahaman mengenai pemanfaatan umbi suweg baik secara teoritis mapun praktis. Dengan program ini, keberadaan umbi suweg yang melimpah dapat termanfaatkan lebih optimal
PKM Kelompok Guru di SDN 01 Setu Pagi, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung Jakarta Timur
Seorang guru memiliki kewajiban untuk menularkan ilmu kepada peserta didiknya. Selain itu guru harus memiliki data terkait dengan peserta didiknya. Akan tetapi dalam melaksanakan kewajibannya ada beberapa permasalahan yang dihadapi guru di SDN 01 Setu, diantaranya: 1. Guru dituntut membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Silabus terlebih dahulu sebelum melakukan pembelajaran. 2. Guru harus melakukan penilaian terhadap peserta didik, sehingga guru wajib menguasai management dan pengelolaan database. 3. Setiap peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda dalam belajar, oleh karena itu guru dituntut mampu untuk mengembangkan media yang tepat untuk supaya peserta didik mudah memahaminya. Dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini, Tim PKM memberikan salah satu solusi untuk membantu permasalahan Mitra yaitu Guru di SDN 01 Setu. Di mana solusi merupakan tujuan utama dari kegiatan PKM. Solusi tersebut adalah memberikan pelatihan Microsoft Excel untuk meningkatkan kemampuan dan kecakapan Guru dalam melakukan pengelolaan database. Kegiatan PKM ini memang lebih difokuskan pada permasalahan ke dua. Hal ini dikarenakan untuk permasalahan lainnya akan diselesaikan/ diberikan solusinya pada kegiatan PKM selanjutnya
Peningkatan Sumber Daya Manusia pada Koperasi FPM Jateng Sejahtera untuk Pengelolaan Sistem Informasi Manajemen
Kebutuhan akan kecepatan pengolahan data dan informasi sekarang ini menjadi hal yang viral dan sangat penting untuk mendukung pekerjaan manusia di segala bidang. Banyak sekali bidang pekerjaan sekarang ini sudah mulai meninggalkan pekerjaan yang dilakukan secara manual oleh manusia dan beralih ke sistem komputerisasi untuk mendapatkan hasil keluaran yang lebih baik. Sistem komputerisasi sangat dibutuhkan di dunia perbankan dan koperasi simpan pinjam sekarang ini karena jumlah transaksi perbankan saat ini dalam sehari dapat mencapai ratusan bahkan ribuan transaksi. Koperasi FPM Jateng Sejahtera baru saja membangun sistem komputerisasi bertajuk sistem informasi manajemen untuk pengajuan kredit pinjaman anggota. Diharapkan dari sistem ini dapat memangkas waktu pegajuan kredit pinjaman dari semula 2 minggu menjadi hanya 3 hari. Tetapi masalah yang timbul adalah anggota koperasi belum terbiasa menggunakan sistem ini sehingga membuat frekuensi pengajuan kredit pinjaman menjadi turun. Maka diperlukan pelatihan untuk peningkatan penggunaan sistem informasi manajemen pengajuan kredit pinjaman yang akan diakomodasi dengan program Pengabdian kepada Masyarakat ini melalui metode praktikum. Diharapkan dari kegiatan ini, sistem informasi manajemen Koperasi FPM Jateng Sejahtera dapat digunakan dengan baik oleh anggota untuk menambah modal usaha
Pengenalan Entrepreneurship Variasi Olahan Ikan Patin di Grobogan
Kondisi di Desa Karangpaing Penawangan Grobogan menunjukkan bahwa mayoritas penduduknya 80% petani, 5% pedagang dan 5 % PNS dan 10 % buruh tani. Berdasarkan info dari Pemerintah kabupaten Grobogan yang sedang menggalakkan kegiatan kewirausahaan yaitu melalui usaha perikanan. Desa Karangpaing memiliki potensi untuk mengembangkan perikanan karena daerah Desa Karangpaing dialiri oleh aliran irigasi bendungan Kedung Ombo sehingga memudahkan masyarakat dalam budidaya ikan, berdasarkan data dilapangan menunjukkan bahwa sebagian kecil masyarakatnya pernah mencoba usaha perikanan ikan lele tetapi belum ada yang sukses, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman dan teknis yang baik. Oleh sebab itu perlu diperkenalkan budidaya ikan yang lain seperti ikan patin yang nilai jualnya lebih tinggi dan lebih tahan terhadap hama dibanding ikan lele biasa. Hal ini menjadikan kami harus melakukan kerjasama dengan RW 1 dan RW 2 desa Karangpaing. Tujuan utama yang dibidik adalah mengembangkan kembali semangat warga untuk berwirausaha dalam bidang perikanan, menjadikan Desa Karangpaing menjadi sentra budidaya ikan patin dan meningkatkan taraf hidup warga. Target pada tahun pertama adalah warga RW I dan RWII mampu membuat tempat pembibitan ikan patin, memproduksi ikan patin, membuat variasi olahan ikan patin dan mampu memasarkan produk ikan patin. Kegiatan yang sudah dilakukan adalah 1) Penyuluhan tentang budidaya ikan Patin dan desain kolam ikan, 2) pembuatan kolam ikan patin 3) pelatihan tentang pembuatan variasi olahan ikan Patin dan packing hasil olahan, 4) workshop tentang strategi pemasaran produk ikan Patin. Dalam pelatihan variasi olahan ikan patin telah dilakukan pelatihan pembuatan variasi olahan ikan patin yang diikuti 2 kelompok yaitu gendhing jaya dan Nambangan Jaya dengan hasil olahan seperti pepes ikan patin, kripik kulit ikan patin, abon ikan patin dan nugget ikan patin, masyarakat sangat antusias mengikuti dan melakukan produksi secara mandiri
Edukasi Pemilihan Obat dalam Swamedikasi Penyakit Flu dan Batuk pada Anak
Prevalensi penyakit ringan misalnya batuk dan flu cukup tinggi di daerah tersebut karena perubahan cuaca lingkungan terutama pada anak-anak. Jumlah anak-anak di wilayah RW 04 Padokan, Sawahan, Ngemplak, Boyolali cukup tinggi. Mudahnya akses pelayanan kefarmasian di sekitar daerah tersebut sangat memungkinkan untuk melakukan swamedikasi bagi masyarakat. Pelaksanaan swamedikasi harus didukung pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat. Sasaran kegiatan yaitu warga di lingkungan RW 04 Desa Sawahan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan kuisioner dan penyuluhan. Kuisioner diberikan 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan dan 1 hari setelah pelaksanaan kegiatan kepada 20 responden perwakilan tiap RT. Hasil kuisioner digunakan untuk mengetahui menilai pemahaman masyarakat tentang swamedikasi dan sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan. Penyuluhan disampaikan oleh Dwi Saryanti, S.Farm., M.Sc., Apt dengan tema penggolongan obat dan dilanjutkan Truly Dian Anggraini, S.Farm., M.Sc., Apt dengan tema pemilihan obat dalam pengobatan flu dan batuk pada anak. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi yaitu dari 67,83% menjadi 90,43%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih obat dalam melakukan swamedikasi untuk penyakit flu dan batuk pada anak
Pemberdayaan Industri Rumah Tangga sebagai Upaya Peningkatan Pendapatan Tambahan Kelompok Keluarga Mitra Program Terpadu Pemberdayaan Masyarakat Berperspektif Gender Desa Langse Kecamatan Margorejo Kabupaten Pati Tahun 2016
Desa Langse merupakan wilayah yang berada di lereng Pegunungan Pati Ayam di wilayah pinggiran Kabupaten Pati. Sebagian tanahnya tandus dan sebagian lagi tanah ladang yang hanya dapat ditanami palawija, jagung, kacang tanah, dan ketela pohon. Keadaan sosial ekonomi mereka masih rendah, apalagi di daerah lereng Pegunungan Pati Ayam, tanahnya berupa tanah ladang yang tidak subur, penduduknya tergolong miskin. Kemiskinan di daerah tersebut perlu segera mendapat penanganan. Pemerintah Kabupaten Pati bertekad meningkatkan kesejahteraan penduduk miskin melalui program pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan untuk mengatasi permasalahan adalah dengan melakukan pendekatan strategis program yang dilakukan dalambeberapatahap,yaitu indentifikasi masalah, Sosialisasi program, Program Penyuluhan dan Pelatihan, Demonstrasi Plotting/Pelatihan. Hasil yang diperoleh dari pelaksanaan pengabdian ini adalah meningkatnya taraf kehidupan masyarakat desa Langse, salah satunya meningkatnya pendapatan harian dari 25 ribu rupiah menjadi 40 ribu rupiah per hari
Pemanfaatan Teknologi Aplikasi Berbasis Android sebagai Media Belajar dan Ajar Vocabulary untuk Guru Bimbel MIPA dan Bahasa Inggris pada Sakinah Courses Jatimulya-Bekasi
Pada saat ini pemberian materi untuk pembelajaran vocabulary masih konvensional, dimana guru memberikan kosakata, siswa akan menghapal dengan cara mengingat satu persatu kata tanpa alat bantu kecuali catatan yang ditulis oleh guru atau melihat kamus. Metode ini, bukan hanya membuat siswa susah mengingat kosakata tetapi juga mempersulit siswa untuk belajar dikarenakan beberapa faktor seperti daya ingat yang kurang, malas dan lainnya. Dengan sulitnya menghapal kosakata mengakibatkan kemampuan memahami bahasa inggris secara lisan dan tulisan tidak optimal. Dengan diterapkan media belajar dan ajar menggunakan teknologi berupa aplikasi android, memberikan guru-guru untuk memahami dan menjelaskan vocabolary Bahasa Inggris menjadi lebih baik dan menyenangkan
Pemberdayaan Usaha Kecil Mikro (UKM) Menuju Kemandirian Melalui Pembinaan Kewirausahaan, Permodalan, dan Pemasaran di Kecamatan Tugu
Kelompok UKM di wilayah Kecamatan Tugu dibagi dalam 2 (dua) kelompok UKM yaitu pengolahan pangan (bandeng, ikan asap, tarasi, telur asin, dan kerupuk) dan Batik yang dikelola sebagain besar oleh kaum wanita. Kondisi usahanya sebagian besar masih dalam tarap rintisan usaha dan sebagian kecil sudah mulai mapan, namun perkembangan dan kemajuannya masih belum optimal. Hal ini disebabkan masih banyak kendala yang dihadapi, seperti: (1) belum optimalnya kemampuan kewirausahaan, (2) belum memiliki strategi pengembangan usaha, (3) belum memiliki kemampuan peningkatan inovasi produk, (4) belum adanya kejelasan tentang pembiayaan/pemodalan, dan (5) belum memikili kemampuan kreatif dalam pemasaran.Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan pengetahuan dan kemampuan tentang kewirausahaan. Adapun luaran sebagai berikut: (1) meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan terutama berinovasi dengan produk kreatif dan berani mengambil resiko yang moderat, (2) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang pemasaran kreatif, (3) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang pembiayaan usaha, (4) dapat mengakses sumber permodalan dari luar serta pengelolaan permodalan dengan baik, dan (5) meningkatkan Pengetahuan dan pemahaman tentang strategi pemasaran kreatif. Metode kegiatan berupa penyuluhan dan pelatihan kepada kelompok usaha kecil mikro pengolahan pangan dan batik di Kecamatan Tugu
"Ipomea Batatas Poiret" Andalan Kuliner dalam Mengembangkan Cluster Pariwisata "Mbagun Makutoromo" Karanganyar
Penurunan jumlah wisatawan di Karanganyar dikarenakan belum optimalnya pengembangan potensi wisata berbasis wilayah, belum mantapnya keterkaitan antar destinasi wisata, masih rendahnya kualitas pelaku wisata, dukungan infrastruktur, serta belum optimalnya kerjasama para pemangku kepentingan dalam mengembangkan wisata. Komoditas utama desa belum banyak dikembangkan di berbagai produk dan kemasan serta pemasarannya tidak menarik. Ngargoyoso menghasilkan "Ipomea Batatas Poiret" sangat berkualitas dan melimpah tetapi digunakan untuk makanan ternak. Kulitas baik dapat dilihat dari warna ungunya sangat gelap dari kulit sampai dalamnya. Tujuan pengabdian adalah memberikan pengetahuan kepada anggota kluster tentang manfaat dari "Ipomea Batatas Poiret" dan nutrisi yang terkandung di dalamnya serta dapat digunakan sebagai pengganti bahan makanan pokok, memberikan pengetahuan dalam mengolah "Ipomea Batatas Poiret", melatih anggota kluster membuat berbagai macam makanan berbahan baku "Ipomea Batatas Poiret", memberikan pemahaman kepada anggota kluster untuk lebih memiliki jiwa entrepreuner di bidang jasa pariwisata. Metode yang digunakan, metode survei, ceramah, praktek pelatihan dan diskusi-konsultasi. Hasil yang diperoleh yaitu kreativitas dalam mengolah makanan berbahan "Ipomea Batatas Poiret" dan Semangat Entrepreuner yang berkelanjutan
Model Pemberdayaan Kelompok Lanjut Usia Wanita Melalui Industri Kreatif
Karang Werda Wiguna Karya Kelurahan Kebonsari Surabaya merupakan sekelompok masyarakat yang kurang produktif. Persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan kegiatan dalam memberdayakan para lansia berpotensi untuk mempelajari keterampilan kerajinan Makrame. Penelitian ini menggunakan metode penelitian diskriptif kualitatif untuk memudahkan dalam mendeskripsikan beberapa fakta-fakta, dan hasil yang terdapat di kelompok lansia. Subyek penelitian ini adalah Karang Werda Wiguna Karya Kelurahan Kebonsar Surabaya. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, penelusuran data online, observasi, wawancara mendalam (indepth interview) dengan informan dan dokumentasi yang dilakukan melalui studi lapangan (field research). Luaran (output) dari kegiatan pemberdayaan ini adalah produk-produk kerajinan berbahan tali kor dengan teknik makrame, yaitu: sarung bantal kursi, tutup galon air mineral, kap lampu dan tas. Media promosi berupa standing banner dan brosur digunakan untuk memasarkan produk-produk kerajinan ketika mengikuti pameran produk unggulan daerah