E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
IbM Warga Rejosari dalam Meningkatkan Kemahiran Berpewara
Hasil observasi menunjukkan bahwa keterampilan public speaking, khususnya keterampilan menjadi pewara warga kelurahan Rejosari, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang masih memerlukan pendalaman. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya keluhan dari para warga yang merasa kesulitan untuk menjadi pewara. Masih jarang upaya pelatihan kepewaraan yang diperuntukkan bagi warga. Solusi yang ditawarkan dalam pelatihan ini adalah pelatihan dengan strategi kronologis. Strategi ini dilakukan dengan cara memberikan sesuatu secara bertahap, mulai dari yang ringan, hingga pada tahap yang lebih berat. Pada pelaksanaanpelatihan kepewaraan,para warga kelurahan Rejosari Kecamatan Semarang Timur Kota Semarang sangat antusias. Melalui pelatihan ini, warga semakin menyadari pentingnya peran pewara demi suksesnya penyelenggaraan acara-acara
Kemasan Menarik dan Internet Marketing untuk Meningkatkan Nilai Jual Emping Garut sebagai Produk Unggulan Kabupaten Sragen
Tanaman garut termasuk dalam jenis umbi-umbian yang banyak ditanam oleh masyarakat yang tinggal di Kecamatan Gesi, Kabupaten Sragen. Di Kabupaten Sragen terdapat beberapa industri rumah tangga emping garut, dua di antaranya yang memiliki motivasi sangat besar untuk berkembang adalah UKM emping garut "Sumber Rejeki" dan UKM emping garut "Fadilah". Permasalahan kedua UKM adalah keterbatasan inovasi rasa emping garut, kemasan sangat sederhana, dan sistem pemasaran masih tradisional sehingga sehingga omzet penjualan dan nilai jual produk masih rendah. Untuk meningkatkan omzet penjualan dapat dilakukan dengan perbaikan inovasi dan teknologi pengemasan, teknologi seasoning dengan bumbu tabur, dan memperluas pemasaran dengan media internet. Produk emping garut yang dikemas secara menarik, inovasi produk emping garut aneka rasa, dan pemasaran dengan media internet melalui blogspot dapat menenbus pemasaran secara luas baik di toko-toko besar, harga jual produk meningkat 50%,dan omzet penjualan meningkat 100%
Pemanfaatan Literasi TIK melalui Peran Lagu dalam Mengembangkan Kosakata Anak
Pemanfaatan literasi TIK dalam pembelajaran untuk para siswa TK ternyata tidak harus melalui buku teks atau buku pegangan siswa. Banyak cara yang bisa dilakukan oleh para guru, agar para siswa mendapatkan pengetahuan dan meningkatkan kosakata Bahasa Inggris dengan metode yang menyenangkan. Jika para siswa merasa senang saat menjalani sesuatu, tentu ilmu yang diperoleh akan maksimal. Selain itu, kemampuan pedagogik guru pun diharapkan mampu menciptakan pembelajaran kreatif dan inovatif. Salah satu pemanfaatan literasi TIK dalam pembelajaran menyenangkan adalah melalui peran lagu dalam CD dan Youtube. Profesionalisme guru melalui kompetensi penggunaan dwibahasa dan teknologi dituntut dalam era ini berkaitan dengan kapasitas sebagai pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini dilakukan di TK Al Amanah, di Kecamatan Limo Depok. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini diharapkan mampu menstimulasi kemampuan kosakata para siswa TK dan meningkatkan profesionalisme pendidik dalam berkarya menumbuhkembangkan kemampuan literasi TIK melalui peran lagu kepada para siswa
Pengelolaan Data Persampahan pada Bank Sampah Sempulur Asri Gedawang
Bank sampah adalah suatu sistem pengelolaan sampah kering secara kolektif yang mendorong masyarakat untuk berperan serta aktif di dalamnya. Sistem ini akan menampung, memilah, dan menyalurkan sampah bernilai ekonomi sehingga masyarakat mendapat keuntungan ekonomi dari menabung sampah. Keberadaan bank sampah mempunyai arti penting baik dari sisi lingkungan maupun ekonomi. Pada Bank Sampah Sempulur Asri pengelolaan dan pencatatan data yang dilakukan masih sangat sederhana karena keterbatasan kemampuan dari pengelola maupun masih kurangnya kesadaran akan pentingnya pencatatan data persampahan. Oleh karena itu diperlukan suatu kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan mencatat data persampahan bagi pengelola bank sampah Sempulur Asri. Kegiatan yang dilakukan meliputi pendampingan menabung serta pelatihan terhadap pengurus bank sampah dan perwakilan warga tentang pengelolaan data persampahan pada suatu bank sampah. Tim pengabdian membuatkan buku tabungan yang memuat volume sampah yang ditabung serta nominal harga yang ditetapkan sesuai jenis dan harga sampah. Setelah dilakukan pendampingan dan pelatihan, administrasi menjadi lebih rapi dan telah sesuai dengan aturan standar pada bank sampah
Perbaikan Manajemen UKM melalui Kartu Biaya Pesan Produksi
Kain tenun sebagai kain budaya menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu sentra pengrajin kain tenun berada di desa Troso kecamatan Pecangaan kabupaten Jepara, yaitu pada UKM Ampel Jaya dan UKM Tiara. Permasalahan yang dihadapi salah satunya adalah masalah manajemen usaha dan produksi. Pada umumnya pengrajin tenun Troso memproduksi kain tenun berdasarkan pesanan dari klien atau pedagang kain dari luar daerah. Oleh sebab itu, maka diperlukan kecermatan agar dapat berproduksi seefisien mungkin. Pengrajin sering kali menghitung biaya produksi hanya berdasar perkiraan dan tidak ada ukuran yang jelas dalam menghitung besar biaya produksi. Tim Pelaksana IbPE memperkenalkan metode perhitungan biaya produksi dengan menggunakan Kartu Biaya Pesan Produksi untuk penetapan harga jual dan pengendalian biaya. Penerapan kartu ini juga sekaligus melengkapi program tahun sebelumnya yaitu tentang penggunaan Papan Informasi Produk dan Papan Informasi Stok. Dengan memanfaatkan media yang ada, UKM mitra dapat terbantu dalam menganalisa kondisi usahanya secara lebih jelas dan akurat sehingga bisa menjadi bahan rujukan dalam mengambil keputusan bisnis yang tepat
Meningkatkan Kompetensi Profesional Guru SMP Negeri 7 Kota Sukabumi Melalui Pendampingan Penyusunan Karya Ilmiah
Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan kompetensi profesional guru SMP Negeri 7 Kota Sukabumi melalui pelatihan dan pendampingan penyusunan karya ilmiah. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh rendahnya karya tulis yang dibuat oleh guru-guru di SMP di Kota Sukabumi. Terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menyusun karya ilmiah diantaranya adalah guru kesulitan dalam mencari sumber informasi untuk menyusun kajian teori, guru kesulitan dalam membagi waktu dan minimnya pengetahuan tentang teknik dalam menulis karya ilmiah. Berdasarkan permasalahan yang tersebut, maka perlu adanya suatu sosialisasi dan pelatihan mengenai karya tulis ilmiah untuk memberikan gambaran kepada guru dan memotivasi guru untuk menyusun karya tulis ilmiah. Karya ilmiah yang disusun berupa artikel dan laporan hasil dari Penelitian tindakan kelas (PTK). Selain itu pelatihan dalam mencari informasi di internet juga perlu diberikan kepada guru agar guru dapat dengan mudah mencari informasi untuk penyusunan kajian teori. Selain hal tersebut guru juga diberikan pendampingan dan bimbingan dalam penulisan karya ilmiah
IbM Posyandu Bosen
Angka kematian bayi dan ibu melahirkan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) masuk dalam kategori tinggi. Beberapa kasus banyak dijumpai di daerah-daerah pedesaan yang minim fasilitas sarana dan prasarana kesehatan serta pengetahuan tentang gizi. Berbagai upaya penanganan gizi berimbang tidak hanya diusahakan dari rumah sakit tetapi mulai digiatkan sampai pada unit terkecil yaitu Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) agar mempunyai kemampuan dalam penjegahan dan penanganan gizi buruk. Tujuan kegiatan IbM Posyandu Bosen yaitua optimalisasi pemanfaatan potensi alam yang ada di sekitar lingkungan, dan memperkaya kreatifitas pengolahan aneka produk untuk konsumsi dengan : 1) Penerapan optimalisasi budidaya pekarangan sekitar rumah seperti vertikultur sayuran dan biofarmaka serta pelatihan pembuatan pupuk organik, 2) sosialisasi nutrisi dan pelatihan olahan makanan menu keluarga dan produk berdaya simpan panjang dengan tetap mempertahankan kandungan gizinya, dan 3) pelatihan pembukuan rumah tangga, Target utama dari kegiatan ini adalah semua ibu balita pada Posyandu Kolsa dan Makmur beserta kader. Berdasarkan observasi yang telah dilakukan, dari keseluruhan mitra sekitar 80% mitra mampu terampil, dan mandiri dalam menerapkan pola hidup sehat dan teknik bertanam secara vertikultur sayuran dan biofarmaka ramah lingkungan yang bebas limbah, sikap positif dan motivasi yang tinggi selama mengikuti kegiatan IbM, yang ditunjukkan kehadiran dan minat mitra pada setiap diskusi, pelatihan, dan kegiatan monitoring
IbM Industri Rumah Tangga Camilan di Kelurahan Pudakpayung, Semarang
Program Pengabdian IbM ini dilaksanakan pada dua industri rumah tangga camilan di Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Semarang, yaitu IRT keripik sayur Berkah Zahran dan IRT kue jepit (belum berlabel). Kapasitas produksi dan kualitas produk di kedua IRT masih rendah dengan area pemasaran masih di sekitar Semarang, belum meluas ke daerah lain. Permasalahan yang dihadapi kedua mitra pada dasarnya sama, yakni menyangkut keterbatasan teknologi produksi. Permasalahan yang ada pada IRT Berkah Zahran meliputi: teknologi perajangan sayur, teknologi penirisan keripik, dan kapasitas peralatan penggorengan; sedangkan permasalahan pada IRT kue jepit meliputi teknologi pencampuran adonan, teknologi pressing kue jepit, kerusakan alat pencetak kue. Program IbM ini bertujuan untuk membantu dan memotivasi mitra meningkatkan kualitas produk dan kapasitas produksi kedua mitra melalui perbaikan teknologi produksi. Dengan demikian, pasar produk kedua mitra menjadi semakin luas dan dampaknya omzet mereka meningkat. Kegiatan IbM yang telah dilakukan adalah memberikan penyuluhan tentang teknologi produksi, pelatihan tentang pengoperasian alat produksi, dan serah terima alat produksi dari tim IbM kepada kedua mitra. Kegiatan IbM yang telah dilakukan memberikan dampak positif terhadap kualitas dan kuantitas (kapasitas produksi) di kedua IRT camilan. Proses produksi kedua mitra menjadi makin efisien dan efektif. Hal ini menjadikan kedua mitra termotivasi untuk meningkatkan kapasitas dan memperluas jangkauan pemasaran produknya
Pemberdayaan Ibu-Ibu Rumah Tangga Dusun Mrico Desa Lebak Melalui Usaha Keripik Singkong Aneka Rasa
Tujuan PKMM ini adalah memberikan pelatihan pengolahan tanaman singkong menjadi aneka makanan olahan yang bernilai ekonomi tinggi. Target kegiatan PKMM ini adalah memberikan pelatihan kepada ibu rumah tangga di Dusun Mrico Desa Lebak, Grobogan. Setelah diberikan pelatihan maka selanjutnya mereka akan melakukan praktek secara terbimbing dan dilakukan pendampingan usaha. Pelatihan dilakukan secara berkelompok dengan pendekatan andragogi. Materi pelatihan disajikan dengan lebih banyak praktek dari teori, dengan rasio perbandingan 30 % teori dan 70 % praktek. Pelaksanaan PKMM telah memberikan pengetahuan kepada peserta pelatihan tentang diversifikasi olahan singkong, pengemasan dan pelabelan, sertifikasi cara produksi pangan yang baik, tata letak produksi, kewirausahaan, perhitungan harga jual dan titik impas, serta materi praktek pengembangan produk yang meliputi pembuatan keripik singkong aneka rasa. Pengabdian berjalan dengan baik karena adanya koordinasi yang baik antara ketua tim PKMM dengan anggota tim PKMM dan juga komunikasi yang baik dengan pihak eksternal mitra untuk menjalin kerja sama yang berkelanjutan. Namun demikian, masih ada satu kendala yaitu mindset warga yang masih sulit berubah menjadi wirausaha. Oleh karena, untuk merubah mindset tersebut tim PKMM akan fokus di lokasi pelatihan dan memberikan pendampingan dalam pemasaran produk keripik singkong yang dihasilkan
Sanggar Pijat Bayi Sehat Sebagai Program Tambahan Posyandu Untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak
Posyandu (pos pelayanan terpadu) merupakan wujud peran serta masyarakat dalam kemandirian melaksanakan kegiatan dalam bidang kesehatan yang salah satunya kegiatannya mencakup pemantauan pertumbuhan dan perkembangan Balita. Masih adanya 4 Posyandu yang berstrata madya dan 1 Posyandu Pratama merupakan tantangan yang besar baik bagi Kelompok Kerja IV PKK Kelurahan Sambiroto maupun Puskesmas Kedungmundu untuk meningkatkan strata menjadi purnama bahkan mandiri. Salah satu syarat peningkatan strata Posyandu yaitu adanya program tambahan dan dana sehat. Salah satu cara menjawab tantangan tersebut adalah dengan membentuk program tambahan yang sekaligus bisa digunakan sebagai sumber dana sehat mandiri bagi kegiatan Posyandu. Sudah terdapat program tambahan di beberapa Posyandu di Sambiroto yang berjalan dengan baik, seperti Posyandu Lansia dan PAUD, namun belum pernah ada program yang ditujukan untuk optimalisasi tumbuh kembang bayi. Permasalahan yang muncul dikegiatan Posyandu, perlu dicarikan solusi sehingga kemanfaatannya dapat dirasakan oleh semua masyarakat terutama bayi yang akan menjadi generasi penerus bangsa. Pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan kepada kader Posyandu dengan mengadakan pelatihan pijat bayi dan mendirikan sanggar pijat bayi sehat. Luaran yang akan dihasilkan berupa pelatihan terstruktur dan Sanggar Pijat Bayi Sehat