E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    611 research outputs found

    Konstruksi Tes High Order Thinking Skills (HOTS) bagi Guru-Guru Matematika SMP di Manggarai Timur

    No full text
    Kegiatan pelatihan ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pengembangan soal HOTS dalam seiap proses evaluasi pembelajaran. Pengembangan tentang HOTS saat ini menjadi pusat perhatian pendidikan dan pada bagian tertentu, kurikulum untuk matematika sekolah menengah telah bergeser pada pengembangan berpikir HOTS. Kegiatan ini dilakukan kepada guru-guru matematika SMP di kabupaten Manggarai Timur. Tujuannya adalah agar mereka dapat memahami apa itu HOTS serta bagaimana menyusun soal HOTS. Metode pelaksanaan program adalah melakukan pelatihan berupa pengenalan HOTS, cara menyusun soal HOTS, dan menelaah soal-soal yang dihasilkan oleh para guru. Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan lima dosen yang berasal dari program studi pendidikan matematika STKIP Santu Paulus. Hasil dari penelaan soal menunjukkan bahwa semua peserta memahami apa itu HOTS dan berhasil menyusun soal HOTS sesuai dengan prosesur penyusunan soal HOTS. Selain itu, berdasarkan hasil wawancara semua peserta menyatakan menyukai kegiatan pelatihan yang dibawakan oleh tim. Salah satu rekomendasi dan komitmen bersama dari kepala sekolah dan para guru setelah kegiatan ini adalah mewajibkan menyusun soal HOTS pada setiap proses evaluasi pembelajaran

    Pengembangan Desain Bak Celup untuk Proses Pencelupan, Lorotan, dan Pewarnaan pada Produksi Batik Semarangan

    Get PDF
    Pada proses produksi batik, proses pewarnaan terbagi menjadi dua tahapan yaitu: perendaman dengan cairan naptol dan pemberian warna. Pengrajin membolak-balik dan merendam kain dengan posisi tubuh yang kurang nyaman. Ketidaksesuaian antara tinggi badan dengan bak celup yang biasa menggunakan drum bekas mengakibatkan pengrajin melakukan proses pewarnaan dengan posisi membungkuk. Kondisi ini menyebabkan ketidaknyamanan dan mudah merasa lelah. Upaya perbaikan lingkungan kerja dalam kegiatan pengrajin batik di lingkungan UKM "Batik semarang 16" dan Kelompok Binaan-nya "Batik Meteseh", dalam hal ini menjadi fokus usulan kegiatan pengabdian masyarakat program IbM ini. Penciptaan lingkungan kerja yang aman, nyaman dan berkualitas akan dicapai melalui rancang bangun peralatan batik (bak celup perwarnaan dan lorotan) yang ergonomis

    Pendidikan Kesehatan Pengelolaan Sampah Sejak Usia Dini di SDN 015 Samarinda Ulu

    Get PDF
    Pengelolaan sampah yang baik harus melibatkan partisipasi dari masyarakat untuk itu perlu pengenalan sejak dini dalam pengelolaan sampah sehingga pada saat dewasa sudah memahami manfaat dari pengelolaan sampah secara baik dan benar. Pengelolaan sampah mempunyai maksud untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan serta menjadikan sampah sebagai sumber daya. Dari sudut pandang kesehatan lingkungan, pengelolaan sampah dipandang baik jika sampah tersebut tidak menjadi media berkembang biaknya bibit penyakit serta sampah tersebut tidak menjadi medium perantara menyebarluasnya suatu penyakit. Syarat lainnya yang harus dipenuhi, yaitu tidak mencemari udara, air dan tanah, tidak menimbulkan bau (tidak mengganggu nilai estetis), tidak menimbulkan kebakaran dan yang lainnya. Dari hal tersebut maka diperlukan pemahaman yang berkelanjutan dalam pendidikan kesehatan tentang pengelolaan sampah sejak dini. Tujuan Pengabdian Kepada Masyarakat ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pengelolaan sampah sejak usia dini. Kegiatan yang dilakukan adalah 1) melakukan diskusi dengan guru untuk menggali informasi mengenai pengelolaan sampah yang sudah ada apakah sudah terpisah atau belum, 2) masalah apa yang dihadapi dalam mengelola sampah. Berdasarkan hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan maka disimpulkan beberapa hal: 1) Pengelolaan sampah dikelola oleh seorang petugas kebersihan, 2) Tempat sampah masih bercampur antara sampah organik dan sampah anorganik, 3) Siswa/siswi SDN 015 Samarinda Ulu berpotensi untuk merubah perilaku mereka untuk membuang sampah sesuai dengan tempat dan jenis sampahnya, 4) Penyuluhan dan pendampingan pada saat proses kegiatan berjalan dengan lancar dan antusiasme dari siswa siswinya sangat tinggi. 5) sudah di tempatkan tempat sampah yang terpisah

    Meningkat Motivasi Guru dengan Metode Hypnoteaching

    Get PDF
    Tujuan dari kegiatan pelatihan metode Hypnoteaching untuk meningkatkan motivasi guru ini dimaksudkan untuk mempersiapkan dan sebagai penyegaran bagi guru dalam kegiatan pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, edukatif dan menyenangkan di lingkungan Yayasan La Royba Kota Serang. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih kurangnya variasi dalam kegiatan belajar dan mengajar dikelas. Dari hasil diskusi melalui pimpinan SDIT, SMPIT dan Pondok Pesantren La Royba terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi oleh guru dalam menyiapkan materi pembejaran dikelas seperti kurangnya waktu persiapan yang dimiliki guru sehingga berdampak terhadap materi yang dikemas menjadi tidak menarik. Selain itu, guru dirasa kurang tepat dalam pemilihan metode, pendekatan pembelajaran dan media pembelajaran yang kurang efektif. Berkenaan dengan masalah tersebut maka perlu adanya suatu sosialisasi dan pelatihan mengenai metode pembelajaran Hypnoteaching untuk memberikan gambaran dan memotivasi guru dalam menciptakan produk metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan. Penerapan pembelajaran dengan metode Hypnoteaching diharapkan dapat menciptakan menciptakan kondisi pembelaharan yang menarik minat dan motivasi peserta didik untuk belajar

    Pelatihan Pemanfaatan Maple pada Materi Fungsi Untuk Siswa SMA

    No full text
    Salah satu permasalahan dalam pembelajaran matematika yang selalu dialami oleh sekolah, termasuk pula di Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Puntir dan Madrasah Aliyah Miftahul Ulum Ngembal adalah tidak adanya media pembelajaran berbantuan komputer bagi peserta didik. Padahal, media pembelajaran berbantuan komputer ini sangat menunjang penjelasan materi, seperti materi fungsi. Akibat dari ketiadaan media pembelajaran ini, tingkat pemahaman peserta didik menjadi tidak optimal. Untuk itu, perlu kiranya dilakukan suatu pelatihan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam memahami perangkat lunak matematika, dalam hal ini adalah Maple. Target khusus dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menggunakan perangkat lunak Maple agar dapat menghasilkan media pembelajaran berbantuan komputer. Metode yang digunakan untuk alih teknologi antara lain melalui diskusi awal yang dilanjutkan dengan pelatihan perangkat lunak Maple. Kemudian, kegiatan ini diakhiri dengan pembuatan produk media pembelajaran dengan menggunakan Maple. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman siswa dalam menggunakan perangkat lunak Maple untuk diimplementasikan dalam kegiatan belajar mengajar mereka

    Workshop tentang Master of Ceremony (MC) bagi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FIP Universitas Timor

    No full text
    Program workshop tentang Master of Ceremony (MC) diluncurkan melalui pengabdian pada masyarakat ini hadir untuk melatih mahasiswa tampil sebagi MC. Metode pelaksanaan pengabdian adalah metode sosialisasi, metode seleksi, metode cermah, metode pelatihan (workshop), dan metode bimbingan. Lokasi Pengabdian kepada Masyarakat di Laboratorium Bahasa Inggris Universitas Timor Jl. Km 9 Kel. Sasi, Kec. Kota Kefamenanu Kab. Timor Tengah Utara. Alat-alat yang digunakan adalah Mic, Speaker dan LCD. Peserta Workshop adalah 40 mahasiswa Program studi pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Timor yang lulus seleksi. Kegiatan cermah dilaksanakan selama 3 hari berturut-turut pada tanggal 6-7 Juli 2018. Pada tahap ini; pemateri memberikan materi, penjelasan secara rinci bagi semua peserta workshop. Materi-materi workshop tentang Master of Ceremonony (MC) berupa: Pengantar Public Speaking, Keterampilan Berkomunikasi, Dasar-dasar MC, Persiapan pada saat sebelum dan Saat ber-MC, Teknik Mengelola Vokal dan Tahapan dalam MC. Metode latihan dan bimbingan dilakukan selama 2 bulan pada setiap hari Jumat dan Sabtu untuk menuntun dan melatih peserta workshop sehingga mereka tampil percaya diri sebagai MC yang handal dan profesional. Pada tahap ini; peserta dibimbing secara mandiri untuk berlatih menjadi Master of Ceremony (MC). Para peserta sangat antusias dan senang dengan adanya kegiatan pelatihan Master of Ceremony (MC)

    Pembentukan Kader KRR pada Siswa SMK

    No full text
    Anak dan remaja sangat menghargai pertemanan, jalinan komunikasi dengan teman sebaya lebih baik jika dibanding dengan orangtua. Sehubungan dengan hal tersebut maka diperlukan suatu program yang mendukung tingkat perkembangan masa remaja salah satunya dengan Pembentukan Kader Kesehatan Remaja yang melibatkan sekolah. Hasil pengabdian pada masyarakat dalam bentuk Ipteks bagi Masyarakat (IbM) yang telah dilaksanakan yaitu: (1) terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang kesehatan reproduksi remaja serta siswa telah memiliki bekal ketrampilan dalam memberikan informasi kesehatan kepada orang lain; (2) siswa siap untuk ikut membina teman-temannya dan berperan sebagai promotor dan motivator dalam menjalankan usaha kesehatan terhadap diri masing-masing; serta (3) siswa bersedia membantu guru, keluarga dan masyarakat di sekolah dan di luar sekolah yang membutuhkan pelayanan kesehatan

    Pemanfaatan Lahan Sempit sebagai Tempat Budidaya Ikan Cupang di Mertasinga, Cilacap

    No full text
    Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan ikan hias yang bernilai ekonomis. Ikan ini memiliki keunggulan berupa keindahan warna dan naluri berkelahi serta siklus hidup yang relatif singkat. Ikan cupang masuk ke dalam kategori ikan yang mudah dibudidaya (dapat menggunakan lahan yang sempit dan seadannya). Ikan cupang hias (Betta splendens) merupakan satu diantara 70 spesies ikan cupang (Betta sp.) yang mengalami pengembangbiakkan. Proses tersebut meliputi pengembangan beberapa karakter mulai dari warna tubuh, ukuran dan bentuk sirip, baik untuk tujuan ornamental maupun aduan. Kedua tujuan tersebut, pembudidaya (breeder) biasanya melakukan optimalisasi lahan maupun indukan. Potensi ini dapat diimplementasikan dan dikembangkan kepada pembudidaya baru (new breeder) yang tergabung dalam Komunitas Peternak Cupang Cilacap (KPCC). Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat membantu permasalahan yang ada seperti cara optimalisasi lahan sempit untuk kegiatan budidaya ikan cupang dan penambahan pengetahuan mengenai potensi ikan cupang, khususnya pembudidaya baru (new breeder). Kegiatan ini terdiri dari 2 kelompok warga dan 1 kelompok mahasiswa. Solusi yang diberikan berupa diskusi mengenai prospek budidaya ikan cupang dan pelatihan yang terfokus mulai dari pemilihan indukan, proses pemijahaan, pemeliharaan telur dan larva serta burayak dan pemberian pakan guna meningkatkan semangat berwirausaha. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini, yaitu pemanfaatan lahan untuk tempat budidaya dan keberhasilan proses pemijahan yang menghasilkan individu baru baik oleh warga maupun mahasiswa dengan semangat berwirausaha

    Pelatihan Mading Sekolah bagi Siswa SMP Muhamamdiyah 19 Sawangan dan SMA Muhammadiyah 07 Sawangan

    No full text
    Mading sekolah merupakan salah satu upaya untuk menanamkan budaya literasi, namun hal tersebut tidak terjadi pada SMP Muhammadiyah 19 Sawangan dan SMA Muhammadiyah 7 Sawangan. Mading sekolah di kedua sekolah tersebut minim tulisan dan jarang terbit. Hal tersebut dikarenakan minimnya wawasan mereka tentang cara menulis beragam karya tulis dan pengelolaan mading. Oleh karena itu, tujuan pelatihan ini adalah untuk memberikan wawasan sekaligus praktik tentang penulisan beragam karya tulis dan pengelolaan mading sekolah. Untuk mencapai tujuan tersebut metode yang digunakan adalah metode praktek. Para peserta dituntut untuk menulis dan membuat sistem pengelolaan mading sekolah. Setelah diberikan pelatihan, kegiatan ini berhasil membuat para peserta mampu menulis beragam karya tulis dan membuat sistem pengelolaan mading

    Aplikasi Teknologi Ulir Filter (TUF) dengan Media Geomembrane sebagai Upaya Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Produksi Garam di Kabupaten Pati Jawa Tengah

    Get PDF
    Kebutuhan akan garam semakin meningkat, baik kebutuhan garam rumah tangga apalagi kebutuhan terhadap garam industri. Kabupaten Pati sebagai salah satu pusat produksi garam di Jawa Tengah diharapkan mampu untuk memenuhi permintaan garam yang semakin meningkat. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan peningkatan kualitas dan kuantitas garam melalui teknologi yang tepat, murah, dan mudah diaplikasikan oleh para petani garam. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah produksi garam dengan sistem Teknolgi Ulir Filter (TUF) dengan media Geomembrane. Metode ini mampu meningkatkan efisiensi waktu produksi dan juga mampu meningkatkan kualitas garam yang dihasilkan. Oleh karena itu, Tim Pengabdian PKUM Undip bekerja sama dengan Kelompok Usaha Garam Rakyat (KUGAR) Karya Makmur dan KUGAR Garam Mulya dalam upaya meningkatkan produksi kuantitas dan kualitas garam di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kegiatan ini dilakukan dalam bentuk perbaikan Standar Operasional Prosedur (SOP) tentang teknik produksi garam dan pemberian bantuan alat produksi untuk meningkatkan kapsitas produksi dan kualitas garam yang dihasilkan. Hasil kegiatan ini mampu meningkatkan produksi garam mencapai 30-40% dengan kualitas garam yang lebih baik (Kualitas K1/Garam Super)

    293

    full texts

    611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇