E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
    611 research outputs found

    Implementasi Model Pembelajaran Abad 21 dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran bagi Guru Bahasa Sunda di Kota Depok

    Get PDF
    Dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Abad 21. Indikator dalam Pembelajaran abad 21 meliputi empat hal, yaitu a) kemampuan belajar dan berinovasi yang mencakup: berpikir kritis, memecahkan masalah, kreatif, inovatif, komunikasi, dan kolaborasi. b) literasi digital yang mencakup literasi informasi, media, dan teknologi. c) kecakapan hidup yang mencakup fleksibilitas dan adaptabilitas, inisiatif dan mandiri, interaksi lintas sosial budaya, produktifitas dan akuntabilitas, kepemimpinan dan tanggung jawab, d) karakter moral mencakup: cinta tanah air, nilai-nilai budi pekerti luhur: jujur, adil, empati, penyayang, rasa hormat, kesederhanaan, pengampun, rendah hati, dll. Pengetahuan terhadap perubahan penyusunan rencana pembelajaran belum sepenuhnya dimiliki oleh guru bahasa Sunda di Kota Depok. Oleh sebab itu melalui kegiatan ini, diharapkan guru memiliki pemahaman yang sama akan kaidah-kaidah Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Abad 21. Kegiatan ini menggunakan metode ceramah dan workshop, Melalui metode ceramah guru memperoleh pengetahuan tentang (a) menetapkan konsep materi kebahasaan dan kesastraan, (b) menginventaris prinsip-prinsip materi materi kebahasaan dan kesastraan, (c) menelaah fakta yang terkait dengan materi kebahasaan dan kesastraan, dan (d) menentukan prosedur pemahaman dan penyajian materi kebahasaan dan kesastraan. Melalui metode latihan dan workshop guru memperoleh pengalaman menyusun rencana pembelajaran abad 21. Guru memiliki pengalaman mengimplementasikan aspek: a) 4C yaitu berpikir kritis, kreatif, komunikatif, colabotatif; b) PPK yaitu religius, integritas, nasionalisme, gotong royong, kemandirian; c) literasi yaitu informasi, media, teknologi; dan d) HOTs yaitu C4 (analisis), C5 (evaluasi), dan C6 (kreasi). Hasil dari kegiatan ini adalah guru bahasa Sunda Kota Depok meningkat pemahamannya dalam menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Abad 21 bidang studi bahasa Sunda. Luaran kegiatan ini adalah 1) memiliki model RPP Abad 21 bidang studi bahasa Sunda; dan 2) menghasilkan makalah yang siap dipresentasikan pada seminar nasional atau sebuah artikel yang akan dimuat dalam jurnal

    Identifikasi Boraks dan Formalin pada Jajanan Sekolah dengan Menggunakan Metode Sederhana dan Efeknya bagi Tubuh

    Get PDF
    Kebutuhan siswa akan makanan adalah faktor utama warung penjual makanan berkembang di lingkungan sekolah. Berbagai variasi dan rasa makanan tersedia dari makanan ringan (snack) sampai makanan yang mengenyangkan. Faktor rasa yang sesuai dengan selera siswa, seperti gurih dan pedas, menjadi pilihan bagi para siswa untuk mengkonsumsi makanan tersebut. Padahal tidak semua makanan yang disukai itu merupakan makanan sehat karena mengandung bahan tambahan makanan yang berbahaya bagi tubuh yaitu boraks dan formalin. Boraks dan formalin memberikan efek samping apabila dikonsumsi. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat ini adalah upaya untuk meningkatkan pemahaman tentang kandungan bahan tambahan makanan khususnya boraks dan formalin dan efeknya bagi kesehatan apabila siswa-siswa memakan makanan yang mengandung boraks dan formalin. Tujuan lainnya adalah siswa-siswa diberikan prosedur untuk mendeteksi boraks dan formalin dalam makanan dengan menggunakan metode sederhana yang memanfaatkan tanaman yang ada disekitar kita. Pelaksanaan program diawali dengan penjaringan subyek (kelompok target), dan sosialisasi program di SMA Muhammadiyah 1 Depok, Jawa Barat. Tahapan program selanjutnya adalah penyebaran angket sebelum melakukan pelatihan, memberikan edukasi dan penyuluhan tentang bahan boraks dan formalin serta efeknya bagi kesehatan, prosedur identifikasi boraks dan formalin dengan metode sederhana. Pada kegiatan ini dilakukan pembagian buku saku yang berisi panduan sederhana prosedur identifikasi boraks dan formalin pada makanan yang dilanjutkan praktek identifikasi boraks dan formalin dengan metode sederhana. Tahap berikutnya adalah pembagian angket akhir. Siswa sangat antusias pada praktek identifikasi boraks dan formalin. Mereka mendapatkan wawasan baru tentang identifikasi boraks dan formalin dengan metode sederhana. Dengan adanya pelatihan ini mereka lebih selektif dan hati-hati dalam memilih makanan yang aman untuk dikonsumsi

    Rancang Bangun Mesin Penyedot Gabah Menggunakan Blower Sentrifugal Guna Mempersingkat Proses Pengepakan Gabah di Desa Tulungrejo Kabupaten Banyuwangi

    Get PDF
    Gabah adalah bulir padi yang sudah dipisahkan dari tangkainnya saat proses panen. Gabah dijemur sampai kering dan dimasukkan kedalam karung sebagai tempat penyimpanan. Petani Desa Pagertanjung, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang memasukkan gabah secara manual kedalam karung. Proses manual memerlukan banyak tenaga manusia. Melihat permasalahan tersebut, perlu dibuat mesin penyedot gabah yang dapat membantu proses penyimpanan gabah kedalam karung.Metode perancangan mesin penyedot gabah menggunakan blower sentrifugal dimulai dengan membuat gambar desain, perhitungan bagian dinamis yaitu perhitungan blower, perhitungan motor, perhitungan sabuk-V dan puli, perhitungan poros, dan perhitungan bantalan. Selanjutnya proses pembuatan komponen-komponen mesin, kemudian perakitan, dan proses pengujian alat untuk mengetahui mesin dapat bekerja dengan baik atau tidak. Tujuan pembuatan mesin penyedot gabah menggunakan blower sentrifugal ini adalah untuk mempermudah petani memasukkan gabah kedalam karung.Hasil perencanaan bagian dinamis yaitu, daya yang dibutuhkan blower untuk menghisap adalah 1,92 kW, maka digunakan motor 5,5 HP (4,1 kW) menyesuaikan yang ada di pasar, puli yang digunakan untuk motor (dp) dan poros (Dp) adalah 91 mm, sabuk yang digunakan adalah tipe A, diameter minimal poros adalah 18,5 mm. Untuk menyesuaikan pemilihan bantalan yang ada di pasaran, diameter poros yang digunakan adalah 20 mm. Menggunakan jenis bantalan gelinding, nomor 6004 dengan diameter poros 20 mm. Hasil uji coba yang paling baik menggunakan putaran 1650 rpm dengan selang input Æ76,2 mm

    Peningkatan Pemahaman dan Pencegahan Kekerasan dalam Rumah Tangga di Desa Galanti

    Get PDF
    Problem yang dihadapi oleh masyarakat saat ini yaitu masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui bahwa kekerasan dalam rumah tangga merupakan tindak pidana. Banyak orang yang mengalami tindak kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual hanya berdiam diri, dan enggan melaporkan kejadian tersebut kepihak kepolisian, padahal tindak kekerasan dalam rumah tangga baik kekerasan fisik, psikis, maupun seksual dapat dilaporkan dan pelakunya dapat dihukum sekalipun tindak kekerasan itu terjadi dalam rumah tangga. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga di Desa Galanti. Mengingat kekerasan dalam rumah tangga bisa menimpa siapa pun, sehingga butuh membangun kesadaran hukum di masyarakat untuk meningkatkan pemahaman dan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga. Metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat dalam rangka membangun pemahaman masyarakat terhadap Kekerasan dalam Rumah Tangga yaitu dengan menyelenggarakan penyuluhan hukum dan membuka ruang konsultasi bila terjadi permasalahan yang berhubungan dengan kekerasan dalam rumah tangga di Desa Galanti

    Pengembangan Keterampilan Para Guru dalam Pengelolaan Administrasi Sekolah Berbasis Microsoft Excel

    Get PDF
    Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, yaitu membantu mitra (RA Insan Madani Yayasan Perguruan Al Khawarizmi) dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan administrasi sekolah yang masih belum terstruktur/ optimal dan keterbatasan kamampuan guru dalam pengoperasian microsoft excel. Untuk menyelesaikan persoalan tersebut tim pelaksana melakukan suatu pelatihan pengembangan keterampilan para guru dalam pengelolaan administrasi sekolah berbasis microsoft excel di lingkungan mitra. Metode yang digunakan berupa metode pelatihan, pendampingan, dan diskusi. Pelatihan dilakukan dengan cara memberikan materi dan praktik oleh para guru dalam pengoperasiaan microsoft excel untuk pengelolaan administrasi sekolah. Pelatihan ini berjalan dengan lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak mitra. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan, keterampilan guru dalam pengelolaan administrasi sekolah menggunakan microsoft excel semakin baik

    Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Sanitasi, Biopori, dan Hidroponik untuk Mengatasi Kekeringan di Kecamatan Batumarmar

    Get PDF
    Salah satu kecamatan di Pamekasan adalah Kecamatan Batumarmar (Mitra), pada Kecamatan Batumarmar terdapat 3 desa yang merupakan desa kekeringan yaitu bujur timur, bujur barat dan bujur tengah. Ketiga desa tersebut sangat kekurangan air, contohnya pada saat mandi masyarakat yang berada di 3 desa tersebut mandi di sungai yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer. Untuk mandi saja membutuhkan perjalanan yang melelahkan. Masyarakat ini juga mencuci pakaian atau ternaknya di sungai ini. Bahkan untuk kebutuhan minum saja ketiga desa tersebut membeli dengan trek tangki ukuran besar sehingga bisa menimbun air yang cukup panjang. Tujuan Tim PKM mengatasi kekeringan dengan menggunakan sistem sanitasi, biopori dan hidroponik untuk menimbun air. Dengan adanya sistem ini diharapkan bisa membantu permasalahan diatas. Sistem ini bisa memaksimalkan penimbunan air bahkan dengan menggunakan hidroponik pakan ternak bisa tumbuh dengan lebat. Hasil yang didapat dalam pengabdian ini adalah perubahan pola pemikiran masyarakat untuk menimbun air serta ketersediaan air didalam tanah melimpah

    Pelatihan Computational Thinking bagi Guru SMP-SMK Muhammadiyah 2 Kota Semarang

    Get PDF
    Manusia mempunyai kemampuan bio-komputer yang bermanfaat dalam menyelesaiakan persoalan-persoalan yang dihadapi. Program berfikir yang dimiliki ini dapat dioptimalkan dengan menerapkan sebuah metode yang disebut dengan "Berpikir Komputatif" atau Computational Thinking (CT). CT adalah sebuah metode dalam menyelesaikan persoalan dengan menerapkan teknik ilmu komputer (informatika). Ketika pendekatan CT diterapkan dalam proses pembelajaran maka akan dapat membantu siswa untuk dapat melihat hubungan antara mata pelajaran, dan kehidupan di dalam dengan di luar kelas. Pengabdian ini berupaya untuk mensosialisasikan dan melakukan pelatihan dan pembinaan ke sekolah-sekolah mengenai metode CT. Tujuan yang diharapkan adalah metode CT ini dapat diimplementasi dalam proses belajar di sekolah yang nantinya akan membantu siswa untuk lebih berpikir secara komputatif. Selain itu juga diharapkan para guru dapat mempersiapkan para siswa untuk bersaing dalam Bebras Challenge Indonesia sebagai ajang kompetisi CT. Kegiatan ini meliputi pemaparan CT, pembahasan soal-soal dengan metode CT, dan pengenalan terhadap Bebras Challenge

    Dampak Positif Kegiatan Program Pengembangan Kewirausahaan sebagai Upaya Meningkatkan Daya Minat Kewirausahaan bagi Mahasiswa

    No full text
    Salah satu upaya untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi mahasiswa adalah melalui program pengembangan bagi Kewirausahaan (PPK). Program PPK ini bertujuan untuk meningkatkan pelaku wirausaha muda khususnya mahasiswa yang mempunyai keterampilan dan kecakapan serta membuka peluang untuk menumbuhkan unit bisnis baru berbasis sains dan teknologi dan membangun jejaring antar pelaku usaha terutama pelaku bisnis pemula dan pelaku UKM. Metode yang dilaksanakan adalah memberikan wawasan tentang ilmu kewirausahaan dengan memberikan pelatihan dan pendampingan pada pelaku usaha. Pelaksanaan PPK dirancang dengan membagi menjadi 3 tahapan yaitu :1. Tahap awal meliputi persiapan, sosialisasi identifikasi yang muncul dalam melakukan usaha dan pemilihan pelaku usaha yang mendapatkan pendampingan 2. Tahap pendampingan meliputi pelatihan, pendidikan dan penyusunan kegiatan dalam perencanaan bisnis , penyeleksian rencana kegiatan bisnis yang dilakukan dengan bekerja sama dengan pelaku UKM. 3. Tahap Pelaksanaan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa baik secara individu maupun kelompok mahasiswa yang memulai bisnis (start-up business) baru

    Pelatihan Komunikasi Multimodalitas untuk Peningkatan Kemampuan Promosi Wisata di Desa Citengah Kabupaten Sumedang

    Get PDF
    Pembangunan wilayah merupakan isu yang cenderung muncul, terutama di negara berkembang. Salah satu potensi yang dapat dikembangkan oleh pemerintah ialah aspek pariwisata. Pengembangan potensi tersebut dapat turut berkontribusi dalam pembangunan suatu wilayah. Akan tetapi, pencapaian hasil pengembangan yang maksimal dapat tercapai apabila didukung oleh unsur-unsur di dalamnya meliputi pemerintah dan masyarakat. Dengan kata lain, ketidakseimbangan antara target pemerintah dan kapasitas masyarakat dapat menghambat ketercapaian target. Kendala yang mungkin muncul ialah ketidakmaksimalan kemampuan promosi wisata masyarakat. Kendala serupa dialami oleh masyarakat Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Desa tersebut diproyeksikan untuk dijadikan Desa Wisata karena potensi wisata yang dimilikinya. Upaya yang ditempuh untuk mengatasi permasalahan tersebut ialah pihak Universitas Pendidikan Indonesia menjalin kemitraan dengan Disparbudpora Kabupaten Sumedang. Upaya tersebut direalisasikan melalui pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat di desa terkait. Bentuk kegiatan yang ditawarkan kepada masyarakat ialah Pelatihan Komunikasi Multimodalitas Untuk Peningkatan Kemampuan Promosi Para Penggiat Wisata di Desa Citengah Kabupaten Sumedang. Perumusan pelatihan tersebut didasarkan pada permasalahan yang muncul dan relevansi keilmuan pelaksana kegiatan PkM. Secara umum, pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan kompetensi multimodalitas untuk keperluan komunikasi bagi para penggiat wisata di Desa Citengah, membangun kemandirian khalayak sasaran dalam mempromosikan potensi wisata Desa Citengah dengan menggunakan fasilitas yang tersedia. Kegiatan PkM ini dilakukan selama tujuh bulan sejak Juni sampai Desember 2018. Hasil evaluasi mengarah pada beberapa kesimpulan di antaranya masyarakat Desa Citengah cenderung menyadari indikator-indikator yang menjadi karakteristik Desa Wisata, mampu melakukan promosi wisata melalui media sosial dan website, mampu mengelola website yang dibuat untuk keperluan promosi wisata di Desa Citengah

    PKM Pemberdayaan Anak-Anak Panti Asuhan Melalui Pelatihan Pemanfaatan Tempurung Kelapa

    Get PDF
    Permasalahan yang dihadapi oleh mitra adalah kurangnya pengetahuan yang dimiliki untuk memanfaatkan potensi yang ada disekitar, rendahnya motivasi yang di miliki oleh anak-anak panti dan kurangnya pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan di panti asuhan Al Mustaqfirin dalam mengolah potensi yang ada menjadi suatu prodak yang bernilai ekonomi, adapun tujuan kegiatan pengabdian memberikan pelatihan keterampilan membuat kerajinan yang berasal dari tempurung kelapa. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah melalui penyuluhan dan praktek pengolahan produk kerajinan, dan penghitungan nilai tambah dari tempurung kelapa yang sudah di olah menjadi produk kerajinan. Dari pelaksanaan kegiatan di hasilkan produk kerajinan dan anak-anak panti asuhanan memiliki keinginan kuat untuk bisa memiliki keterampilan, hal ini bisa di lihat dari antusian dan partisifasi aktif mereka dalam mengikuti kegiatan yang dilaksanakan

    293

    full texts

    611

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇