E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Peningkatan Produksi Kelinci di Kabupaten Kuburaya Kalimantan Barat Melalui Teknologi Pakan Pellet Berbasis Limbah Sagu
Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat desa Ampera Raya kecamatan Sungai Raya melalui kegiatan ternak kelinci adalah peningkatan kemampuan manajemen budidaya ternak kelinci secara intensif dan produktivitas petani ternak kelinci melalui teknologi pembuatan pellet pakan kelinci. Kegiatan PKM ini bekerja sama dengan mitra 2 kelompok tani ternak yaitu kelompok tani Master dan kelompok ternak Armada. Permasalahan mitra kelompok ternak Armada adalah budidaya masih ekstensif dan mitra Kelompok tani Armada adalah harga pakan kelinci komersial yang mahal. Metode pendekatan meliputi: Penyuluhan tentang pentingnya budidaya kelinci dalam pemeliharaan ternak khususnya pemeliharaan anakan untuk meningkatkan produksi karena induk kelinci memiliki sifat memelihara dan mengasuh anak yang lemah, menyebabkan banyak kematian pada anak kelinci dan pentingnya pengadaan bibit dan pakan secara mandiri, sehingga akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat kelompok tani ternak. Pelatihan dan Pendampingan mitra tentang teknologi perkandangan baterai dan pembuatan pakan kelinci berbasis limbah sagu. Hasil pengabdian masyarakat, melalui manajemen budidaya peternakan kelinci pengunaan kandang baterai dapat menurunkan kematian sebesar 50% dan penggunaan mesin pellet dapat meningkatkan performa produksi dengan pertambahan bobot badan yang lebih baik yaitu meningkat 20%
Pelatihan Sibiling (Sistem Informasi Bimbingan Konseling) bagi Guru-Guru Bimbingan Konseling SMA/K Se-Soloraya sebagai Peningkatan Pelayanan Bimbingan Konseling
Tujuan dari kegiatan ini adalah peningkatan pelayanan bimbingan konseling melalui implementasi sistem informasi serta peserta pelatihan mampu menerapkan sistem informasi yang dibangun. Secara umum metode yang digunakan dalam kegiatan ini berupa pelatihan penggunaan sistem informasi bimbingan konseling Guru BK SMA/K se-Solo. Kegiatan pelatihan diawali dengan pemberian materi tentang pelayanan yang berkualitas kemudian paparan mengenai sistem informasi bimbingan konseling untuk meningkatkan kualitas pemahaman Guru tentang pelayanan konseling menggunakan sistem informasi. Setelah memberikan materi dan paparan tentang sistem informasi, Guru mencoba menggunakan sistem informasi dengan dibimbing oleh tim PkM, diberikan contoh, dan diberi umpan balik kemudian dilakukan monitoring dan pendampingan. Implementasi pelatihan sistem informasi bimbingan konseling ini berlangsung selama satu hari pada tanggal 29 November 2019 di Aula Kampus 2 Politeknik Indonusa Surakarta. Dengan jumlah peserta sebanyak 64 orang Guru BK. Sebelum Penutupan tim PkM memberikan refleksi berupa tanya jawab untuk melihat tanggapan peserta pelatihan dan link download sistem informasi bimbingan konseling. Hasil tanya jawab berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pemahaman dan pengetahuan peserta pelatihan tentang peningkatan pelayanan dan sistem informasi bimbingan konseling yang langsung dapat diimplementasikan oleh Guru BK yang hadir pada pelatihan terdownload 100% sebagai bukti antusias peserta pelatihan, hal ini memberikan kontribusi positif bagi Guru BK dalam peningkatan pelayanan bimbingan konseling
Pemanfaatan Limbah Kayu Melalui Puzzle Wayang sebagai Media Pengenalan Budaya untuk Anak Usia Dini
Pengolahan limbah di jepara sebagai kota ukir masih sangat kurang, kesalahan dalam mengelola akan menyebabkan berbahaya bagi lingkungan dan masyarakat, sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan contoh pencemaran lingkungan. Selama ini limbah pabrik mebel mempunyai potensi untuk dikembangkan menjadi kerajinan tangan yang bernilai jual salah satunya alat permainan anak. Sasaran program pengabdian ini ada dua mitra yaitu : Mitra yang produktif yaitu PT ERNALIM. Mitra ini membantu tim pelaksana untuk mengolah limbah dari meubel ukir. Peserta dari mitra pertama yaitu 4 orang karyawan tersebut. Untuk memanfaatkan limbah kayu ini kami mengajak mitra tersebut untuk membuat alat permainan anak-anak berupa puzzle. Mitra yang kedua adalah mitra sebagai bentuk kelanjutan pemanfaatan limbah yaitu TK TARBIYATUL ATHFAL Muslimat NU di Pecangaan Jepara. Puzzle ini berbentuk wayang yaitu punakawan terdiri dari semar, gareng, pethruk dan bagong. Penyuluhan game edukasi ini diikuiti oleh guru dan anak-anak TK Tarbiyatul Athfal. Mereka sangat antusias dalam kegiatan penyuluhan ini mengingat puzzle yang digunakan adalah bukan biasanya. Dari Tim ini mengenalkan budaya indonesia sejak dini melalui game puzzle berbentuk wayang. Kegiatan ini memberikan kontribusi pada dunia pendidikan untuk meningkatkan kreativitas ketrampilan dalam memecahkan masalah menyusun gambar
PKM Durenan Indah di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang
UMKM Batik Durenan Indah di RW VI Kelurahan Mangunharjo Kecamatan Tembalang Kota Semarang keberadaannya berawal dari Pencanangan Kampung Batik Durenan Indah pada tanggal 10 Mei 2017. UMKM Batik Durenan Indah terdiri dari lima kelompok pengerajin yang mempunyai berbagai permasalahan, yaitu: (1) belum adanya Standard Operational Procedure (SOP); (2) belum menguasai teknik disain dan teknik membatik yang benar sehingga jumlah produksinya rendah; (3) pemasaran belum secara luas sehhingga penjualan produknya kecil, sehingga kurang dapat mendongkrak keuntungan sehingga kesejahteraan anggotanya masih membutuhkan waktu yang relative lama; serta (4) sistem keuangan yang dilakukan belum sesuai dengan standar Akuntansi yang berlaku dan dilaksanakan secara manual. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat berupa: (1) melakukan Forum Group Discussion (FGD) untuk menghasilkan SOP; (2) pelatihan manajemen produksi agar memahami suatu proses produksi khususnya dalam teknik disain dan teknik membatik yang benar; (3) pelatihan manajemen pemasaran agar memahami bagaimana memasarkan suatu produk sehingga dapat melakukan penjualan yang optimal dan dalam rangka memperluas pasarnya saat ini sudah memiliki website tersendiri agar bisa mengakses e-commerce; serta (4) pelatihan manajemen keuangan khususnya pembukuan bagi para pengurus UMKM agar keuangan UMKM dapat dipertanggungjawabkan secara baik dan benar. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan kemampuan pengelolaan organisasi setelah adanya SOP, peningkatan kemampuan manajemen produksi terutama dalam membuat disain batik dan pembuatan batiknya, peningkatan manajemen pemasaran karena pemasaran semakin meluas dengan adanya website yang terkoneksi dengan e-commerce dan peningkatan kemampuan membuat laporan keuangan secara benar sesuai dengan standar Sistem Akuntansi Keuanga (SAK) dan telah dibuat secara komputerisasi
Pemberdayaan Santri dan Alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang (Volvariella Volvaceae L.)
Pondok Pesantren "AN NUR H.A" merupakan pondok Pesantren Salaf di Jember. Profil lulusan dari pesantren ini hanya 5% dari lulusan pondok pesantren yang berhasil menjadi ustadz, sedang 95% lulusan yang lain masih dalam kebingungan memilih profesi yang akan ditekuni. Hal ini terjadi karena pada umumnya, lulusan pondok pesantren salaf memiliki pendidikan umum yang masih rendah, sementara kurikulum pengajaran yang disajikan di pondok pesantren belum menyentuh pada aspek ketrampilan hidup. Para santri pada umumnya hanya memegang ijazah Madrasah Ibtidaiyah (setara dengan Sekolah Dasar) atau maksimal Madrasah Tsanawiyah (setara Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama) dan rata-rata para santri tidak memiliki ketrampilan untuk mereka hidup mandiri secara ekonomi setelah mereka keluar dari pondok pesantren. Melalui program pengabdian unggulan (PPU) ini pengusul bertekat untuk membuat program pemberdayaan santri dan alumni dengan memberikan bekal ketrampilan untuk mereka, selain pengetahuan agama yang diajarkan. Program yang dianggap paling tepat adalah Pemberdayaan Santri dan alumni Pondok Pesantren Melalui Wirausaha Budidaya Jamur Merang, karena usaha ini membutuhkan bahan baku lokal dan tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas serta teknologi yang digunakan merupakan teknologi tepat guna yang mudah diadopsi. Hasil kegiatan ini adalah: (1) menambah ketrampilan para santri pondok pesantren dan alumni dalam budidaya dan berwirausaha jamur merang; (2) mengurangi pengangguran para lulusan pondok pesantren, (3) terciptanya lapangan kerja baru di pedesaan; (4) terciptanya keterkaitan bisnis secara tidak langsung dengan masyarakat di sekitar lokasi pondok melalui usaha penyediaan bahan pembantu, sekam dan bubuk gergaji; (5) meningkatnya pendapatan pesantren dari budidaya jamur merang; dan (6) kegiatan ekonomi produktif di pondok pesantren
Training of Academic Writing for Senior High School English Teachers: Formulating Research Questions
This article reports a community service activity conducted to give training to Senior High School English teachers in Bantul Regency, Yogyakarta, Indonesia, on academic writing, especially on formulating research questions of their Classroom Action Research (CAR). The training was a part of series of training conducted by the lecturers of the English Language Education Department of Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) at regular Senior High School Teacher Professional Development Forum (MGMP) meetings. It was conducted to answer the teachers' needs to conduct educational research for their professional development and career advancement as regulated by the government. The training on formulating research questions in CAR was divided into two sessions. The first session was lecture session in which relevant theories, practical suggestions, and examples regarding research questions were presented to the participants. This session, despite resource-person-led, could be interrupted with immediate questions from the teacher participants, allowing a more dynamic discussion. The second session was workshop session in which the participants practiced formulating research questions based on their respective teaching contexts with a close guidance from the resource person. Based on a reflective evaluation on the training, several conclusions on what had gone well and what needed to be improved are also presented along with several suggestions regarding possible follow-up trainings in the future
Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif dengan Power Point untuk Peningkatan Kompetensi Guru SD
Perkembangan Teknologi Informasi di dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar atau sekolah dasar ternyata tidak diiringi dengan kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi informasi tersebut, penggunaan media pembelajaran power point masih belum di maksimalkan oleh guru SD di lingkungan UPTD Pendidikan Semarang Selatan, Pengabdian masyarakat yang dilakukakan memang sangat diharapkan oleh UPTD Pendidikan Semarang Selatan guna meningkatkan kompetensi guru seiring dengan mulai diterapkannya SDC (Semarang Digital Class), metode yang digunakan dalam pengabdian masyarakat ini adalah identifikasi, pelatihan dan pendampingan, pelatihan diikuti oleh 22 guru SD dengan materi pembuatan media pembelajaran interaktif menggunakan power point, setelah pelatihan diadakan evaluasi pembuatan media pembelajaran yang interaktif, kemudian diadakan pendampingan ke SD untuk melihat penerapan hasil pelatihan, disamping pendampingan juga diadakan lomba dengan kriteria terbaik dalam pembuatan media pembelajaran, diharapkan guru semakin kreatif sehingga tujuan peningkatan kompetensi guru dapat dicapai
Transfer Teknologi Melalui Program Kemitraan Masyarakat untuk UKM Kayu Tunas Karya Gumawang
Dusun Gumawang merupakan salah satu desa wisata yang ada di wilayah Gunung Kidul. Dusun Gumawang merupakan salah satu dusun yang terkenal akan kerjainan kayu. UKM UKM Tunas Karya ini bergerak pada bidang ekonomi produktif.UKM Tunas Karya memiliki 14 anggota yang semuanya merupakan warga Dusun Gumawang. Produk yang dihasilkan dari UKM Tunas Karya berupa topeng permainan edukatif, souvenir, dan masih banyak yang lainya. Banyakanya permintaan konsumen ini membuat UKM Karya Lestari memilikpersoalan yang belum terselesaikan. Permasalahan-permasalahan utama yang diangkat dalam pengabdian ini yaitu pada proses pengeringan kayu sering terhambat terutama pada saat musim penghujan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut pada pengabdian masyarakat ini tim membuat mesin pengering kayu yang dapat membantu mempercepat proses produksi UKM Tunas Karya. Berdasarkan hasil rancangan maka didapatkan besar mesin pengering yaitu 3x 2 m dan terdiri dari 2 bagian utama. Bagian utama tersebut yaitu tungku dan cerobong serta bangunan pengering dan rak pengering. Pengabdian masyarakat ini UKM Tunas Karya mendapatkan mesin pengering kayu sehingga dapat membantu proses produksi
Pembinaan Motivasi Belajar Siswa Menggunakan Metode ARCS
Tujuan pembinaan memotivasi belajar menggunakan metode ARCS adalah untuk meningkatkan motivasi siswa untuk belajar lebih giat dan tekun sehingga materi pelajaran yang dipelajarinya dapat mereka kuasai dan pahami dengan baik. Metode ARCS adalah suatu teknik meningkatkan motivasi belajar dengan cara kreatif dan edukatif sehingga akan menimbulkan rasa senang dan puas bagi peserta yang mempelajarinya. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat belajar siswa di Desa Legok Pego, Majalaya, Kabupaten Bandung. Hasil diskusi dengan guru dan orang tua di Desa Legok Pego terdapat beberapa kesulitan yang dihadapi oleh mereka dalam meningkatkan motivasi belajar siswa baik dikelas maupun dirumah. Hal ini dimungkinkan karena guru dirasa kurang tepat dalam pemilihan metode atau pendekatan pembelajaran serta media pembelajaran yang dipergunakan, sedangkan dirumah orangtua kurang meminta anaknya untuk belajar. Berkenaan dengan masalah tersebut, perlu adanya suatu pembinaan memotivasi belajar siswa dengan metode ARCS. Diharapkan dengan penerapan metode ARCS ini, motivasi belajar siswa dapat meningkat dan hasil pelajaran serta nilai akademik mereka bertambah baik
Konseling Keluarga Pasien TB dan Pemberdayaan Pemuda Gerakan Anti-TB di Desa Naibonat Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur
Tuberkulosis (TB) masih merupakan masalah penyakit menular di Indonesia termasuk Nusa Tenggara Timur. Desa Naibonat, Kabupaten Kupang Timur dilaporkan masih dengan angka insiden yang tinggi. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri basil yang dikenal dengan nama Mycobacerium tuberculosis. Penularan melalui udara saat pasien batuk dan mengeluarkan droplet, anggota keluarga merupakan kelompok yang sangat rentan tertular karena tidak bisa menghindari kontak secara langsung. Penyakit TBC dapat disembuhkan dengan pengobatan teratur dan tidak putus selain itu pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga sanitasi lingkungan, peningkatan daya tahan tubuh anggota keluarga, dukungan dari anggota keluarga kepada pasien yang sedang menjalani pengobatan sampai sembuh. Konseling keluarga dan pemberdayaan pemuda untuk menurunkan angka penularan TB kami nilai sebagai salah satu strategi yang efektif. Kegiatan inilah yang kami laksanakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan fokus pada wilayah layanan Puskesmas Naibonat, wilayah gereja katolik Gereja Katolik Sto. Yohanes Maria Vianey-Naibonat dan SMAN 3 Kabupaten Kupang Timur