E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Pelatihan Merancang dan Mengembangkan Mulitimedia Pembelajaran Interaktif untuk Guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan
Media pembelajaran merupakan komponen utama dari kegiatan pembelajaran di kelas. Salah satu format media pembelajaran yang sering digunakan adalah berformat multimedia. Multimedia pembelajaran telah banyak digunakan sebagai media pembelajaran di kelas. Keefektifannya dalam meningkatkan hasil belajar siswa juga terbukti di berbagai literatur-literatur penelitian. Akan tetapi, masih banyak di berbagai sekolah yang belum mampu mengembangkan dan menerapkan pembelajaran berbasis multimedia tersebut. Alasannya karena kurangnya pengetahuan dan keterampilan guru dalam mengembangkannya, tidak tersedianya sarana untuk menerapkannya, dan tidak adanya pelatihan-pelatihan yang khusus untuk melatih pengembangan multimedia pembelajaran. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan merancang dan mengembangkan multimedia pembelajaran interaktif untuk guru di SD Negeri Bajangan Kabupaten Pasuruan. Pelatihan ini diikuti oleh sebelas orang guru. Hasil akhir dari pelatihan adalah multimedia pembelajaran interaktif yang dikembangkan oleh guru. Pada akhir kegiatan, pengabdi memberikan kuesioner untuk mengetahui tingkat kepuasan para guru selama mengikuti kegiatan. Secara keseluruhan, guru merasa puas terhadap kegiatan pelatihan yang diadakan
Pemberdayaan Desa Pelopor Pancasila pada Karang Taruna Desa Mlese Kabupaten Klaten Menuju Digital Society
Berbagai bentuk komunikasi sebagai dampak dari kemajuan teknologi telah membawa dampah pengaruh positif di pedesaan, salah satunya memutus birokrasi yang panjang, sehingga lebih efektif jalinan komunikasi antara pemerintah desa dan kabupaten/kota. Fenomena lain, menunjukkan adanya konflik sosio-kultur, seperti masih maraknya kenakalan remaja, kasus penggunaan obat-obatan terlarang, dan berbagai fenomena lainnya yang memunculkan adanya degradasi moral bangsa. Untuk itu, sebagai salah satu upaya yang dilakukan untuk memberdayakan masyarakat untuk menaggulangi permasalahan krisis ketaladanan dapat menggunakan pendekatan yang lebih efektif, salah satunya pendekatan nilai-nilai Pancasila. Karakter akan muncul manakala keteladanan sudah dibiasakan di dalam kehidupan masyarakat kita. Karakter perlu dikembangkan dan dicanangkan, dalam kaitannya dengan menipisnya moralitas. Maka untuk mengatasi persoalan bangsa ini salah satunya adalah memberikan penguatan Gerakan Indonesia Bersatu Dalam Rangka Digital Society. Khalayak sasaran dalam program kemitraan masyarakat ini adalah Masyarakat Non Produktif, yaitu Karang Taruna Desa Mlese di Kabupaten Klaten. Khalayak sasaran tersebut dijadikan sebagai Desa Pelopor Pancasila yang memerlukan pemberdayaan pendidikan dan pelatihan berupa kegiatan Diklat Bina Karakter. Sedangkan Metode yang dipakai dalam program kemitraan ini adalah CIPP berdasarkan Context (Konteks), Inputs (Input), Process (proses), dan product (produk). Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman karang taruna terhadap nilai-nilai Pancasila, kegiatan diklat ini sebagai salah satu kegiatan yang dapat menopang dan menyaring permasalahan konflik sosio-kultur dalam masyarakat. Pemanfaatan teknologi digital yang memanfaatkan internet desa, selaras dengan terwujudnya digital society yang dapat diarahkan untuk pengembangan potensi desa secara ekonomi maupun sosial. Sistem sosial yang ada pada masyarakat Mlese perlu terus menerus dilakukan pendampingan, melalui berbagai program kegiatan pengabdian untuk menambah wawasan keterampilan dalam peningkatan ketercapaian program project desa yaitu sebagai desa pelopor Pancasila
Penanaman Nilai Karakter Islam Melalui Dongeng pada Anak TPQ An-Nazar, Bengkulu
Perkembangan teknologi yang pesat tidak hanya memberikan dampak positif, namun juga dapat memberikan dampak negatif. Salah satu dampak negative dari perkembangan teknologi yaitu membuat anak-anak menjadi malas belajar. Hal ini pula yang dialami oleh anak-anak di lingkungan masyarakat kota Bengkulu, khususnya di Kelurahan Sukarami Kecamatan Selebar. Ketika anak-anak sudah ketagihan dalam menggunakan gawai, mereka menjadi malas untuk pergi mengaji sehingga berpengaruh pada perkembangan karakter mereka khususnya dalam bidang spiritual yang masih belum maksimal. Oleh karena itu, tim pengabdian masyarakat membuat program kegiatan penanaman nilai karakter islami melalui dongeng kepada anak-anak TPQ An-Nazar Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Diharapkan melalui kegiatan ini, maka anak-anak dapat tertarik dan terinspirasi dengan tokoh-tokoh yang diceritakan dalam dongeng Islam yang disampaikan. Adapun metode yang digunakan adalah metode ceramah untuk menyampaikan dongengnya dan tanya jawab tentang nilai-nilai karakter yang terdapat dalam cerita. Hasil yang diperoleh adalah, peserta dapat mengenal tokoh para sahabat perempuan nabi dan mengetahui nilai-nilai karakter Islam yang terdapat dalam dongeng yang dibacakan. Selain itu, peserta dapat mencontoh dan menerapkannya secara langsung dalam kehidupan keseharian mereka
Pendampingan Penyusunan Bahan Ajar Digital bagi Guru SMK di Kabupaten Purworejo
Bahan ajar turut memegang peranan penting dalam kegiatan pembelajaran, melalui bahan ajar peserta didik dan guru memiliki panduan dalam belajar maupun mengajar. Sebagian besar bahan ajar yang digunakan guru dan atau/peserta didik saat ini berupa buku paket, LKS, maupun modul, yang disediakan oleh penerbit. Sebagian guru belum menyusun bahan ajarnya secara mandiri, faktor keterampilan, waktu, dan tenaga menjari alasan utamanya. Kegiatan PkM ini bertujuan untuk memberikan pendampingan dalam menyusun bahan ajar digital sehingga dihasilkan produk bahan ajar yang dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah yang disusun secara mandiri. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi informasi, pelatihan dan pendampingan. Peserta kegiatan adalah guru-guru SMK Negeri 7 Purworejo yang berjumlah 21 orang dari seluruh mata pelajaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi dan kemampuan Guru dalam menyusun bahan ajar digital. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil produk bahan ajar yang dihasilkan inovatif dan bervariasi. Guru tertarik memanfaatkan produk bahan ajar yang dihasilkan dalam pembelajaran di kelasnya masing-masing. Sebagai tindak lanjut akan dilakukan assesmen terkait efektivitas pemanfaatan bahan ajar digital sehingga diketahui tingkat efektivitasnya
Penyuluhan Penerapan Pencahayaan Secara Ergonomi pada Kantor Balaidesa Kaliwungu Kabupaten Kudus
Pencahayaan merupakan salah satu faktor yang dapat memberikan kenyamanan dalam ruang kerja. Pencahayaan yang kurang baik akan mengakibatkan mata mendapatkan visual yang kurang nyaman dalam bekerja. Hal inilah yang dirasakan mitra kami yaitu aparatur pemerintah desa Kaliwungu kecamatan Kaliwungu Kabupaten Kudus. Ruang kerja pada kantor balaidesa Kaliwungu belum memenuhi Standar pencahayaan ruang kerja sebesar 300-350 lux. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan pengetahuan penerapan pencahayaan secara ergonomic pada ruang kerja pada mitra. Penerapan pencahayaan ruang kerja yang dilakukan sesuai SNI, maka dapat diartikan bahwa pencahayaan ruang kerja tersebut telah menerapkan aspek ergonomic. Metode yang digunakan dalam pengabdian kepada masyarakat ini berupa penyuluhan untuk memberikan pengetahuan terkait pencahayaan di ruang kerja. Adapun luaran dari Program pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa peserta sangat antusias dan terbuka dengan pengetahun baru terkait pencahayaan pada ruang kerja. Dan luaran lainnya berupa modul langkah-langkah penerapan pencahayaan secara ergonomic pada ruang kerja Balaidesa Kaliwungu
Pelatihan Aplikasi Pelaporan Keuangan Praktis pada "Kube Giyanti Berseri"
Program Pengabdian Masyarakat yang dilakukan di Desa Balesari Kecamatan Windusari Kabupaten Magelang bertujuan untuk mempercepat perintisan pembentukan Desa Wisata yang digagas oleh Universitas Tidar. Sesuai dengan visi misi Universitas Tidar dalam mengembangkan wirausaha, maka pendampingan pada perkembangan UMKM yang merupakan salah satu potensi yang dimiliki oleh Desa Balesari merupakan sebuah prioritas. Dari pendampingan yang sudah dilakukan di Desa Balesari dalam 3 tahun terakhir dan dari diskusi yang dilakukan dengan "Kube Giyanti Berseri" Paguyuban UMKM di Desa Balesari ditemukan kendala pada pengelolaan keuangan pada masing-masing UMKM. Keterbatasan keterampilan yang dimiliki oleh pelaku UMKM membuat pengelolaan keuangan dalam usaha dikelola dengan metode tradisional dan tidak ada pemisahan antara keuangan rumah tangga dan wirausaha. Pendampingan yang akan dilakukan oleh tim pengabdian ini adalah pembuatan sistem pelaporan keuangan sederhana yang mampu diaplikasikan oleh pelaku usaha UMKM di Desa Balesari. Sistem pelaporan tersebut bertujuan untuk mengurangi derajat kesalahan dalam perhitungan laporan keuangan. Pelaporan keuangan yang akan diajarkan adalah bagaimana membuat pembukuan dan perhitungan harga pokok penjualan dengan menggunakan formula dalam Microsoft excel. Pelaksanaan Program Kemitraan Masyarakat akan dilakukan dengan metode sosialisasi dan edukasi, tutorial atau pendampingan secara kontiyu serta FGD (Forum Group Discussion)
Pelatihan Keterampilan dan Wawasan Profesional Cleaning Service untuk Tenaga Kebersihan Universitas
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan ruang yang nyaman bagi civitas akademika sebuah universitas dalam bekerja dan berkontribusi bagi negara melalui kualitas pendidikan. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kompetensi soft skill dan hard skill tenaga kebersihan melalui pelatihan Profesional Cleanning Service di lingkup Universitas Ciputra Surabaya. Metode yang digunakan adalah pelatihan yang disertai ceramah, demonstrasti, praktek dan evaluasi. Terdapat 2 jenis evaluasi yang dilakukan yaitu pre-test dan post-test. Hasil dari pelatihan ini nenunjukan nilai sig. (2 tailed) sebesar 0,000 (p 0,005) pada soft skill dan hard skill. Hal ini menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan pelatihan terhadap peningkatan keterampilan perserta dalam bidang service management, kompentensi sanitasi, dan kesehatan dan keselamatan kerja
Pelatihan Keterampilan Hidup untuk Melindungi Remaja dari Kekerasan
Kekerasan terhadap Anak dapat terjadi dimana saja baik di sekolah, rumah, ataupun di ruang publik. Bentuk tindak kekerasan dapat berupa kekerasan verbal ataupun non-verbal dan dapat dilakukan oleh siapa saja. Dampak kekerasan dialami baik oleh korban, pelaku, ataupun saksi dengan besaran dampak dari yang ringan sampai berat termasuk percobaan bunuh diri dan kehamilan remaja. Strategi yang dapat mencegah, menangani, dan menanggulangi kekerasan adalah pelatihan kecakapan hidup. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kecakapan hidup remaja berkaitan dengan upaya melindungi dari kekerasan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari brainstorming, penyuluhan, diskusi, dan simulasi. Media yang digunakan antara lain modul, lembar balik, dan lembar simulasi. Peserta kegiatan pengabdian terdiri dari 33 remaja yang aktif mengikuti kegiatan Pramuka dan PMR. Evaluasi hasil kegiatan dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test, kuis bergambar, dan praktik. Hasil kegiatan ini terdiri dari identifikasi paparan kekerasan yang dialami peserta, persepsi peserta mengenai peranan kecakapan hidup dalam melindungi diri dari kekerasan, dan peningkatan pengetahuan serta keterampilan peserta berkaitan dengan 12 macam kecakapan hidup. Terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebelum dan sesudah mengikuti kegiatan ini. Diharapkan manfaat kegiatan dapat dirasakan oleh seluruh peserta dan membantu mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak
Manajemen Bencana di Kota Manado Melalui Kegiatan Deteksi Sisa Kekuatan Material Bangunan
Bangunan eksisting adalah bangunan yang telah berdiri dan berfungsi secara normal sesuai peruntukannya. Salah satunya adalah rumah tinggal yang dalam kehidupan sehari-hari dipergunakan oleh penghuninya. Bangunan publik juga merupakan bangunan eksisting yang digunakan terkait aktivitas masyarakat sebagai contoh rumah tinggal maupun rumah sewa atau kos. Bangunan rumah tinggal pada beberapa daerah di Indonesia sebagian merupakan bangunan yang mana komponen-komponen bangunannya terbuat dari material kayu dengan usia berkisar 5-20 tahun. Bangunan tersebut terawat dan diperbaiki jika terdapat kerusakan. Tujuan kegiatan dalam tulisan ini adalah menyampaikan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu kegiatan deteksi kekuatan bangunan kayu sebagai bagian dari kegiatan manajemen bencana. Ruang lingkup kegiatan adalah uji deteksi menggunakan teknik pengujian tidak merusak, bangunan yang ditinjau adalah rumah tinggal di Manado, parameter sisa kekuatan/kualitas kayu yang ditinjau adalah modulus elastisitas dinamik. Hasil kegiatan mengindikasikan bahwa sisa kekuatan material kayu masih dalam batas normal dan tidak terdapat kerusakan. Kegiatan deteksi kekuatan bangunan memberikan manfaat sebagai bagian dari pemeriksaan kualitas material sehingga apabila terdapat penurunan kualitas kayu akibat adanya kerusakan maka dapat ditindaklanjuti dengan metode perbaikan yang relevan, sehingga kerusakan bangunan dapat dicegah. Hasil pengujian disampaikan kepada para pemilik bangunan sebagai bagian dari sosialisasi manajemen bencana
Penguatan Kompetensi Produksi Batik Gepyok pada Ibu-Ibu di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan Klas IIa Kota Malang
Kegiatan pengabdian ini sebagai meningkatkan kompetensi narapidana melalui produksi batik gepyok. Selain itu persiapan dalam membangun wirausaha, mengingat mantan narapidana kurang mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Lembaga Pemasyarakatan Klas IIa Malang sebagai lembaga pembinaan sosial narapidana untuk perempuan. Peserta pelatihan ini berjumlah 25 narpidana dari berbagai daerah di Indonesia. Pengabdian ini bertujuan untuk melatih narapidana di klas IIa Malang melalui keterampilan batik gepyok. Metode yang digunakan terdiri dari metode ceramah, diskusi, demonstrasi, praktik usaha dan evaluasi. Kegiatan ini dilakukan sebagai pembekalan strategi pengelolahan kewirausahaan. Hasil kegiatan pelatihan (1) memberikan pengetahuan baru dan keterampilan baru terkait batik gepyok, (2) menumbuhkembangkan minat warga binaan dalam merancang wirausaha baru pada bidang batik gepyok, (3) memberikan pengalaman secara nyata dalam implementasi aspek-aspek terkait manajemen usaha batik gepyok, dan (4) memberikan semangat motivasi dalam merancang kewirausahaan mandiri