E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Penerapan Teknologi Tepat Guna dan Penguatan Pemasaran UKM Batik Jombang Melalui Kegiatan PPPUD
Batik merupakan salah satu produk berakar dari warisan budaya bangsa Indonesia dan menjadi salah satu produk fashion yang memiliki prospek bisnis menjanjikan. Tidak heran jika banyak daerah di Indonesia mulai mengembangkan motif batik sesuai dengan ciri khas daerah. Jombang salah satu dari sekian banyak kabupaten yang pemerintah daerah mendukung pengembangan produk batik. Pemerintah Kabupaten Jombang, melalui Peraturan Bupati menetapkan Batik Jombang sebagai salah satu produk unggulan daerah. Adapun mitra dalam kegiatan Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) ini adalah Batik Tulis New Colet yang berlokasi di Desa Jatipelem Kecamatan Diwek Kabupaten Jombang. Permasalahan yang dihadapi mitra antara lain kapasitas produksi tidak dapat memenuhi permintaan pasar, produk kurang bermutu dan motif kurang bervariatif, serta segmen pasar masih terbatas pada wilayah Jombang dan sekitar. Tujuan program ini adalah meningkatkan kapasitas produksi.Kedua, meningkatkan variasi motif dan kualitas produk batik. Ketiga, memperluas segmen pasar. Adapun metode yang digunakan yaitu, pertama difusi iptek melalui pembuatan dan penerapan mesin pelorod kain batik serta pendampingan pengoperasioan mesin pelorod. Kedua, pelatihan dan pendampingan pengembangan motif dan pewarnaan batik. Ketiga, pembuatan dan pemakaian website sebagai media promosi serta pengikutsertaan UKM pada pameran. Kempat, pendampingan dalam perumusan harga. Hasil yang didapat dari pelaksanaan PPPUD ini adalah pertama, kapasitas produksi meningkat sebesar 20%. Kedua, variasi motif dan kualitas produk batik meningkat. Ada 2 motif batik sudah mendapatkan hak cipta. Ketiga, ada tambahan 2 (dua) segmen pasar baru
Workshop Legalisasi Badan Usaha Milik Desa bagi BUMDes Mandiri Sejahtera Mayong Jepara
Keabsahan Lembaga terletak pada legalitas kelembagaanya, termasuk keberadaan BUMDes Sejahtera mandiri Badan usaha yang hanya memiliki ijin dari notaris saja belum dikatakan legal, dikarenakan usaha yang berdiri harus memiliki ijin sesuai dengan peraturan pemerintah nomor 24 tahun 2018 tentang pelayanan perizinan berusaha terintegrasi secara elektronik atau popular dengan sebutan online single submission (OSS). Peraturan ini efektif tahun 2019. Usaha dalam bentuk apapun harus memiliki Nomor Induk Berusaha sebagai pintu masuk untuk mengurus administrasi lainya. Tujuan dari pengabdian ini untuk memberikan edukasi pada mitra betapa pentingnya legal hukum harus dimiliki oleh mitra. Metode yang digunakan adalah dengan menyelenggarakan Workshop legal hukum badan usaha yang melibatkan pemerintah desa, pengurus BUMDes, serta Badan Permusyawaratan Desa. Hasil dari pengabdian ini peserta baik dari pemerintah Desa maupun pengurus BUMDes menjadi sadar betapa pentingnya legal hukum badan usaha. Dan pengurus BUMDes berkomitmen untuk mengurus perijinan
Pemasaran Produk Komunitas UMKM Pati (KUPAT) Berbasis E-Marketing dalam Rangka Mengangkat Potensi Produk Lokal/Daerah Kabupaten Pati
Komunitas UMKM Pati atau yang disebut dengan KUPAT adalah kelompok UMKM yang ada di Pati yang memiliki berbagai produk usaha. Produk usaha yang dibuat terdiri dari beberapa produk-produk seperti makanan ringan, madu, kerajinan tangan (handycraft), olahan pertanian dan jasa. Tujuan kegitan pengabdian kepada masyarakat ini adalah mengenalkan ada banyak media penjualan online yang bisa digunakan oleh Usaha Mikro Kecil dan Menengan, khususnya komunitas pengusaha di Kabupaten Pati (disebut juga dengan KUPAT). Media penjualan online telah banyak seperti tokopedia, bukalapak, shopee tetapi pemanfaatannya oleh UMKM belum terlalu banyak digunakan untuk menjual produk usahanya. Hasil dari kegiatan pelatihan ini adalah memberikan teknik pemasaran dan penjualan produk-produk usaha klaster komunitas UMKM Pati (KUPAT) dengan menggunakan media penjualan online dalam rangka mengangkat produk-produk lokal daerah Kabupaten Pati
Edukasi Kebijakan Organisasi Adaptif di Era VUCA pada Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah Leuwiliang Bogor
Eskalasi revolusi industri 4.0 semakin menjadi tantangan berat bagi suatu organisasi. Saat ini dunia juga terus dihadapkan pada volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, dan ambiguitas (VUCA) yang secara praktis juga semakin meningkat, terlebih di tengah-tengah pandemi Covid-19 seperti saat ini. Oleh karena itu setiap organisasi dituntut untuk dapat adaptif, khususnya dalam membuat kebijakan dan menatakelola organisasi. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PC IPM) Leuwiliang Bogor merupakan sub organisasi Muhammadiyah yang juga tidak luput dari tantangan tersebut. Namun demikian, kegiatan operasional mereka yang terefleksi dalam 4 gerakan yakni: student earth generation, campaign inklusi, pelajar sehat, dan studentpreneur menjadi terhambat karena efek pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan kapabilitas peserta dalam menghasilkan kebijakan dan menatakelola organisasi. Metode yang digunakan ialah edukasi atau peningkatan pemahaman terhadap 50 peserta mengenai dimensi atensi kebijakan, strategi tata kelola organisasi adaptif, dan pentingnya membangun mindset adaptif. Sementara itu, pengambilan data untuk evaluasi dilakukan melalui kuesioner sebagai bentuk feedback atas materi yang telah disampaikan. Berdasarkan kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, diperoleh implikasi signifikansi pemahaman terhadap aspek kebijakan, strategi tata kelolanya, dan mindset untuk adaptif. Hal itu diperkuat dari beberapa hasil sebagai berikut: Pertama, materi edukasi yang diberikan berimplikasi positif pada peningkatan pengetahuan dan kapabilitas operasional peserta. Hal ini dibuktikan dari banyaknya peserta yang menjawab materi sesuai untuk meningkatkan pengetahuan yakni sebesar 90% (45 dari 50 peserta) dan yang menjawab materi sesuai untuk meningkatkan kapabilitas operasional peserta yakni 86% (43 dari 50 peserta). Kedua, pelaksanaan kegiatan memuaskan karena 42 dari 50 peserta (84%) menyatakan puas
Pelatihan Aplikasi Belajar Berbasis Kuis dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang berjudul "Pelatihan Aplikasi Belajar Berbasis Kuis dalam Upaya Meningkatkan Aktivitas Belajar Siswa" ini dilakukan di SMK Mitra Bakti, Bekasi. Beberapa permasalahan yang ada di SMK Mitra Bakti tersebut, di antaranya adalah pembelajaran yang masih belum sepenuhnya dapat membuat siswa aktif, guru yang kurang atau tidak terampil, kreatif, dan inovatif dalam mencari informasi, memilih dan menggunakan model pembelajaran terkait pemanfaatan teknologi, serta lembaga yang belum dapat memfasilitasi pelaksanaan pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode pelatihan yang memanfaatkan penerapan ilmu pengetahuan dan aplikasi teknologi dalam pembelajaran. Peserta kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan menyadari bahwa motivasi, serta penggalian dan pengembangan potensi diri merupakan hal yang sangat penting, terutama untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan aplikasi teknologi pembelajaran yang tepat. Tim Pelaksana kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara umum menyimpulkan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mencapai target yang diinginkan dalam menciptakan pembelajaran yang kreatif, kritis dan mandiri, karena mampu memberikan kesadaran dan motivasi, serta pengetahuan dan keterampilan kepada peserta mengenai aplikasi teknologi pembelajaran berbasis kuis yang tepat, efisien, efektif dan sesuai perkembangan jaman
Perbaikan Label Kemasan Pada Program PKM Sari Sayur dan Buah CV Sari Bhumi Desa Pesanggrahan Kota Batu
Buah dan sayur menjadi produk sari sayur dan sayur yang diklaim menjadi produk yang memiliki sifat fungsional bagi yang mengonsumsinya. Sifat fungsional didapatkan dari komponen kimiawi dalam bahan baku. Buah dan sayur sumber vitamin, serat dan pigmen. Sari sayur dan buah yang diproduksi bapak Alfi Zidan Syukron masih diproduksi skala rumah tangga yang berlokasi di Jl. Suropati No 184 B Desa Pesanggrahan Kecamatan Batu, sejak tahun 2014 dengan brand "THERAPHY JUICE NUTRISA". Produk yang dihasilkan oleh usaha Bapak Alfi sudah dikemas dalam botol plastik namun belum diberi label yang sesuai peraturan yang berlaku dan nomor PIRT. Pengabdian ini bertujuan untuk membantu mitra dalam perbaikan proses produksi, salah satunya adalah perbaikan desain Label Produk menjadi lebih baik dan menarik menyesuaikan dengan pemerintah yang telah ditetapkan. Metode pelaksanaan pengabdian adalah penyuluhan tentang Label Kemasan dan pendampingan membuat desain Label. Hasil yang dicapai dari ini adalah label produk sari sayur dan buah yang lebih menarik dan informatif
Pengelolaan Usaha Tempe di Wilayah Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Selatan
Permasalahan yang dihadapi oleh pengrajin tempe di wilayah Kelurahan Lamper Tengah khususnya RW 7 Kecamatan Semarang Selatan, di antaranya keterbatasan pengetahuan tentang strategi pemasaran dan keterbatasan pengetahuan tentang manajemen keuangan sehingga banyak pengrajin yang kehabisan modal, mengalami kerugian dan terlilit hutang, maka solusi yang ditawarkan antara lain memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan mengenai strategi pemasaran serta memberikan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam aplikasi manajemen keuangan dalam usaha tempe. Materi penyuluhan tentang pemasaran dan pembuatan pembukuan sederhana yang diberikan oleh tim PkM Dosen Universitas Semarang Fakultas Ekonomi dapat diterima dan dipahami oleh para pengrajin tempe. Pihak kelurahan mengusulkan untuk dibuatkan solusi, agar limbah produksi tidak mencemari lingkungan wilayah Kelurahan Lamper Tengah Kecamatan Semarang Selatan. Sedang pihak tim PkM, akan berusaha menindaklanjuti dari usulan tersebut pada kegiatan selanjutnya
Pelatihan untuk Guru-Guru SD dalam Membuat Instrumen HOTs Mata Pelajaran Matematika
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan mengingat di tahun 2019, Kurikulum 2013 wajib diterapkan di seluruh Sekolah Dasar di Indonesia. Namun, di SD Negeri Pondok Ranggon 03 belum menerapkan dan masih mengalami kesulitan dalam membuat RPP terutama poin indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran. Selain itu, Mengembangkan poin-poin pada indikator pencapaian kompetensi dan tujuan pembelajaran, serta mengaitkan mata pelajaran matematika yang sesuai dengan tema. Hal lain yang menjadi kendala adalah bagaimana membuat pertanyaan-pertanyaan yang dapat merangsang siswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah yang diberikan. Membuat siswa bernalar terhadap permasalahan kontekstual yang dianggap sulit bagi guru. Kesulitan lain dalam pembuatan RPP ada pada poin indikator pencapaian kompetensi dimana kata kerja yang digunakan hanya mengukur aspek pengetahuan, pemahaman dan aplikasi. Metode yang digunakan adalah 1) tim pengabdian masyarakat memberikan seminar mengenai kurikulum 2013, 2) tim pengabdian masyarakat mengadakan kegiatan workshop terkait dengan seminar yang telah diberikan sebelumnya, dan 3) hasil pekerjaan peserta dari kegiatan workshop dikumpulkan kepada tim dan diberikan masukan oleh narasumber. Peserta dapat membuat instrumen dan indikator pencapaian kompetensi yang berbasis HOTs
Pelatihan Pembuatan Hand Sanitizer Non Alkohol Berbasis Tanaman Obat Keluarga
Dalam masa pandemi covid-19 ini, masyarakat rawan akan kesehatan mereka jika tidak ditanamkankebiasaan sesuai dengan SOP kesehatan, termasuk warga Perumahan Pondok Ridho, desa Sidodadi, kecamatan Taman, kabupaten Sidoarjo. Untuk itu, Tim PKM bermaksud untuk memberikan pelatihan bagi warga tersebut untukmembuat produk hand sanitizer yang non-alkohol. Hand sanitizer non-alkohol yang diproduksi ini menggunakanbahan-bahan alami yang sebenarnya sebagian sudah tersedia di sekitar mereka, yakni daun sirih danjeruk nipis.Namun, sebagian juga masih digunakan bahan-bahan kimia seperti gliserin dan hidrogenperoksida, yang masing-masing berfungsi sebagai humektan dan antiseptik. Dari kegiatan PKMproduksi hand sanitizernon-alkohol berbahan TOGA ini telah dihasilkan: (1) panduan pembuatanhandsanitizer non-alkohol berbahan tanaman TOGA yang dilengkapi materi kajianmengenai manfaat daun sirih dan buah jeruk nipis, serta lembar penilaian keterampilan dan lembar angket peserta,(2) pemaparan isi materi tersebut secara lisan dimana tim PKM dan mitra tetap mengikuti protokolkesehatan, (3) pembuatan handsanitizer non-alkohol berbahan TOGA dengan melibatkan pesertapelatihan menggunakan bahan-bahan yang telah disediakan, (4) praktik mandiri pembuatan handsanitizer non-alkohol berbasis TOGA yang dilakukan oleh para peserta didampingi tim PKM bersama mahasiswa, (5) umpan balik hasil kegiatanPKM pelatihan pembuatan handsanitizer non-alkohol dilakukan dengan cara menyebarkan lembarpenilaian keterampilan dan lembar angket peserta, (6) secara keseluruhan mitra peserta pelatihan yang dinilai oleh tim penilai PKM sudah dapat dikatakan memiliki keterampilan dalam membuat hand sanitizer non-alkoholdalam kategori baik dan sangat baik. Tim penilai PKM sepakat seluruh mitra memiliki ketrampilan:1) mencuci bersih daun sirih dan jeruk nipis dan 2) menyiapkan perasan buah jeruk nipis danmemasukkan ke dalam wadah. Sementara, aspek keterampilan lainnya mitra peserta pelatihandinilai masih beragam dari kategori antara baik dan sangat baik
Peningkatan Pengetahuan Orangtua tentang E-Commerce untuk Meningkatkan Perilaku Produktif Anaknya
Pengabdian kepada masyarakat desa Jambangan, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen ini bertujuan meningkatan pengetahuan orangtua tentang electronic commerce untuk meningkatkan perilaku produktif anaknya. Strateginya dengan memberikan pelatihan e-commerce Shopee pada penjualan melalui metode workshop. Subjek pelatihan sebanyak 50 orang tua yang berperan sebagai kepala keluarga dan memiliki Handphone android. Efektifitas pelatihan diamati 3 kali, yaitu: sebelum, saat pelatihan dan saat sesudahnya. Waktu pelaksanaan pelatihan dialokasikan selama satu setengah bulan. Hasil menunjukkan terdapat 4 variasi pola perilaku orangtua-anak, dengan analogi kebo dan gudel, yaitu: gudel nyusu kebo, gudel menyusu sapi (kaleng), kebo nyusu gudel, dan kebo gudel sendiri-sendiri. Pelatihan telah meningkatan pengetahuan orangtua tentang e-commerce pada link penjualan; dan pengetahuan yang disebarkan orangtua pada anaknya, telah berdampak positif pada peningkatan perilaku produktif anak mereka. Anak mereka sebanyak 2% telah menjual produknya melalui Shopee