E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Edukasi tentang Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah di Era Pandemi Covid-19 pada Guru SD di Kecamatan Sanga-Sanga, Kutai Kartanagera
Sekolah adalah fasilitas umum dimana siswa, guru serta masyarakat melakukan aktivitas untuk memenuhi kebutuhan dalam bidang pendidikan. Sekolah memiliki potensi penularan COVID-19 yang cukup besar karena pergerakan orang dan berkumpulnya masyarakat dilingkungan sekolah. Dalam era new normal ini masih ada sekolah yang melaksanakan kegiatannya secara langsung dengan berbagai kendala yang mendasarinya sehingga guru menjadi tokoh penting dalam upaya pencegahan dan penyebaran Covid-19 di Sekolah. Pengetahuan tentang adaptasi kebiasaan baru di sekolah sangat dibutuhkan oleh para guru dan pihak sekolah lainnya sehingga perlu dilakukan edukasi kesehatan bagi guru dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang adaptasi kebiasaan baru di sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap guru tentang adaptasi kebiasaan baru di sekolah. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah sosialisasi dengan pemaparan materi dan teknik diskusi dari narasumber melalui Video Edukasi: Adaptasi Kebiasaan Baru di Sekolah secara daring melalui whatsapp group. Kegiatan ini diikuti oleh 119 Guru-Guru di Sekolah Dasar baik Negeri dan Swasta Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Hasil yang didapatkan bahwa ada peningkatan pengetahuan dan sikap setelah diberikan edukasi tentang adaptasi kebiasaan baru di sekolah melalui media video edukasi. Edukasi melalui media video secara online pada saat ini efektif digunakan karena sesuai dengan kondisi saat ini
Pembuatan Sabun Antiseptik dan Hand Sanitizer dari Daun Sirih Guna Pencegahan Penyebaran Covid-19 di Desa Sekardadi
COVID-19 merupakan penyakit yang diakibatkan oleh Virus SARS Cov-2 yang telah menjadi pandemi di dunia, termasuk Indonesia. Kabupaten Tuban sendiri ditetapkan sebagai zona merah sejak ditemukannya kasus positif pada tanggal 8 April 2020. Desa Sekardadi melakukan berbagai upaya guna memutus rantai penyebaran virus tersebut. Salah satu langkah yang diambil adalah mengkampayekan pola hidup bersih dan sehat dengan menggunakan Hand Sanitizer dan cuci tangan menggunakan sabun. Pelatihan pembuatan sabun antiseptik dan Hand Sanitizer menggunakan bahan yang mudah didapatkan dengan harga terjangkau telah dilakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan bahan alam, yaitu daun sirih. Daun sirih sendiri keberadaannya cukup melimpah di Desa Sekardadi serta diketahui memiliki aktivitas antiseptik, antijamur, antibakteri, antivirus, antioksidan bahkan antikanker. Oleh karena itu kegiatan ini bertujuan untuk melakukan transfer Iptek tentang pembuatan sabun antiseptik dan Hand Sanitizer berbahan daun sirih, sehingga dapat membantu mencukupi kebutuhan masyarakat akan antiseptik dan Hand Sanitizer yang mudah didapat, murah, serta ramah, karena dari bahan alami. Metode pelaksanaan dalam kegiatan ini meliputi penyuluhan, pelatihan, dan evaluasi. Hasil yang diperoleh masyarakat dapat menerapkan pola hidup sehat dan bersih. Penyuluhan pemanfaatan tanaman herbal dapat menambah wawasan ibu PKK. Selain itu juga dilakukan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembuatan sabun antiseptik dan Hand Sanitizer alami yang aman. Ada 95% peserta pelatihan yang merasa bermanfaat dengan kegiatan ini dan 100% peserta pelatihan merasa mudah dalam membuat sabun cair dan handsanitizer tersebut. Hasil evalasi 78,95% peserta telah mengaplikasikan membuat sabun dan handsanitizer dirumah masing-masing
Pendidikan Kesehatan Bahaya Cyberbullying pada Remaja di SMPN 5 Garut
Bullying adalah tindakan negatif yang dilakukan oleh orang lain secara terus menerus atau berulang kali. Tindakan ini sering menyebabkan korban menjadi tidak berdaya, terluka secara fisik dan mental. Dalam aspek etimologis bully atau dalam bahasa Indonesia sering digunakan dalam bahasa "rundung" yang berarti mengganggu, terus-menerus mengganggu, merepotkan. Beberapa orang mungkin berpendapat bahwa intimidasi adalah masalah sepele, terutama jika dilakukan oleh anak-anak, beberapa orang tua menganggapnya sebagai perilaku yang wajar dari anak-anak. Cyberbullying umumnya dilakukan melalui media situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter, Yahoo Messenger, dan Line. Cara pembulatan bervariasi, mulai dari ancaman, penghinaan, penyebaran isu-isu palsu, bahkan tidak bermoral. Ada juga yang mencuri atau meretas akun email dan/atau situs jejaring sosial milik korban, kemudian memperbarui status dengan kata-kata atau gambar yang tidak senonoh. Pendampingan dilakukan dengan pengawasan langsung dengan bekerja dengan pusat penyuluhan. media yang digunakan untuk konseling adalah infocus dan poster. Metode yang digunakan adalah melalui beberapa tahapan yaitu penentuan tema yang akan digunakan penentuan daerah sasaran, survei daerah sasaran penyusunan bahan penyuluhan rencana perluasan, izin pelaksanaan, sosialisasi program, implementasi program, dan laporan akhir
Peningkatan Produktifitas UMKM Melalui Pemanfaatan Digital Marketing di Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area
Untuk meningkatkan daya saing UMKM diperlukan langkah bersama untuk mengangkat kemampuan teknologi dan daya inovasinya. Dalam hal ini inovasi berarti sesuatu yang baru bagi si penerima yaitu komunitas UMKM yang bersangkutan. Di antara berbagai faktor penyebabnya, rendahnya tingkat penguasaan teknologi dan kemampuan wirausaha di kalangan UMKM menjadi isue yang mengemuka saat ini. Pengembangan UMKM secara parsial selama ini tidak banyak memberikan hasil yang maksimal terhadap peningkatan kinerja UMKM. Karena itu kebijakan bagi UMKM bukan karena ukurannya yang kecil, tapi karena produktivitasnya yang rendah. Peningkatan produktivitas pada UMKM, akan berdampak luas pada perbaikan kesejahteraan rakyat karena UMKM adalah tempat dimana banyak orang menggantungkan sumber kehidupannya. Salah satu alternatif dalam meningkatkan produktivitas UMKM adalah dengan melakukan modernisasi sistem usaha dan perangkat kebijakannya yang sistemik sehingga akan memberikan dampak yang lebih luas lagi dalam meningkatkan daya saing daerah.Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan pengabdian, kegiatan ini dilaksanakan dengan metode diskusi dan tanya jawab dalam bentuk penyampaian materi dan praktik penggunaan digital marketing. Pengabdian masyarakat ini difokuskan kepada masyarakat khususnya UMKM di Kelurahan Tegal Sari I Kecamatan Medan Area. Dengan adanya kegiatan ini, warga diharapkan akan lebih memahami pentingnya penggunaan media internet untuk meningkatkan daya saing usaha. Target luaran yang ingin dicapai adalah jurnal nasional terakreditasi, video kegiatan dan mempunyai website dan pendampingan pembuatan digital marketing bagi UMKM
Pemanfaatan Handuk Bekas dan Kain Satin sebagai Kerajinan Souvenir untuk Kemandirian Ekonomi Keluarga
Di Desa Pengulu, masih minimnya pengetahuan masyarakat tentang mengelola dan mengembangkan usaha sendiri. Akibatnya, masyarakat tidak mampu meningkatkan perekonomian keluarga sebagai sektor tambahan untuk kebutuhan pokok. Kesempatan ini dimanfaatkan tim PPM untuk mensosialisasikan kerajinan dengan memanfaatkan barang bekas. Kerajinan adalah kegiatan yang melibatkan penciptaan barang dengan menggunakan keterampilan tangan manusia. Keterampilan craftmanship dapat digunakan untuk membuat dekorasi atau barang seni yang selain memiliki nilai seni, juga memiliki nilai jual yang relatif tinggi. Tujuan dari pengabdian ini adalah mengedukasi masyarakat tentang cara menggunakan barang bekas yang sudah tidak terpakai lagi dan dapat disulap menjadi barang yang bernilai seni. Metode pelaksanaannya dilakukan melalui sosialisasi dan demonstrasi cara membuat bunga dan vas bunga. Kegiatan ini diikuti 64 peserta yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, PKK, Krangtaruna, dan komunitas penggerak Usaha Mikro. Luaran dari pengabdian ini menunjukkan respon masyarakat terhadap kegiatan seperti pembuatan vas bunga dari handuk bekas dan bunga dari pita satin bekas. Keinginan masyarakat untuk melaksanakan dan mempraktekkan cara pembuatan awal hingga proses menjadi vas bunga. Hasil olahan barang bekas dari tangan masyarakat menjadi bahan perbincangan warga untuk dapat dimanfaatkan guna meningkatkan perekonomian keluarganya. Namun, warga menemukan bahwa kendala yang paling sulit adalah pembuatan bentuk/desain dan penggunaan metode pemasaran yang minim, serta kekhawatiran akan kegagalan usaha. Untuk itu diperlukan pendampingan tim KKN-PPM untuk bersinergi dalam sosialisasi dan pengembangan agar dapat maju. Hasil pengabdian ini menyarankan agar warga mencari kelemahannya dalam merencanakan dan menyusun strategi pemasaran dengan menjual barang bekas yang bernilai seni, sehingga dapat bermanfaat sebagai peningkatan perekonomian keluarga
Penguatan Ekonomi Rumah Tangga dalam Meningkatkan Hasil Olahan Kerupuk Ikan dan Bonggolan di Desa Pengulu, Sidayu, Kabupaten Gresik
Bisnis kerupuk ikan dan bonggolan yang diproduksi warga Desa Pengulu masih berjalan dengan baik meski dengan skala kecil. Bisnis Kerupuk Ikan dan Bonggolan adalah bentuk integritas suatu produk yang sama-sama memiliki nilai ekonomis, terutama untuk pemberdayaan kemandirian ekonomi keluarga. Namun, pemanfaatannya tidak mampu menghasilkan produk yang maksimal. Metode eksploratif yang dilakukan tim KKN-PPM telah membawa perubahan dan minat warga dalam mengikuti sosialisasi dan praktik dihadir sebanyak 62 peserta. Kegiatan dilakukan dari tanggal 3 Februari - 2 Maret 2020. Beberapa tahapan telah memperoleh informasi. Hasil capaian yang ditemukan bahwa peluang penjualan kerupuk ikan dan bonggolan yang sudah terdistribusi di pasaran Kota Gresik dan Surabaya Raya masih tinggi permintaannya karena daya beli konsumen meningkat, terutama pada saat memasuki bulan Ramadhan. Hal ini, direkomendasikan bahwa harapan ke depan, proses produksinya bisa dilakukan peningkatan pada kualitas produk dengan melalui diversifikasi produk, desain produk maupun kemasan produk untuk lebih kreatif dan inovatif baik melalui pengembangan strategi bersaing maupun memanfaatkan peluang dengan e-bisnis dan e-marketing atau digital marketing. Sehingga dapat menguatkan kemandirian masyarakat dan bisa meningkatkan pendapatan keluarga, sekaligus memajukan industri rumahan dalam rangka menunjang kebutuhan ekonomi rumah tangga
Pendampingan Manfaat Pendaftaran Tanah bagi Pemegang Hak Atas Tanah di Serang
Pendaftaran tanah meliputi pengukuran, perpetaan dan pembukuan tanah, pendaftaran hak-hak atas tanah dan peralihan haknya serta pemberian surat tanda bukti hak atau sertifikat yang berlaku sebagai alat pembuktian yang kuat. Sertifikat hak atas tanah menjadi dambaan dari setiap pemegang hak atas tanah. Masih adanya kekurangan bila pemilikan atau penguasaan atas tanah itu belum disertai bukti pemilikan berupa sertifikat, sudah selayaknya setiap orang mengusahakan agar ia memperoleh sertifikat karena hak dari setiap pemegang hak atas tanah untuk memperoleh sertifikat. Pendaftaran tanah atas sebidang tanh yang menimbulkan pemberian surat tanda bukti hak atau sertifikat bagi pemegang hak atas tanah, selain memberikan kepastian hukum juga memiliki banyak fungsi bagi pemiliknya. Tetapi masih banyaknya masyarakat yang belum mengetahui tentang proses-proses pendaftaran tanah dan manfaat-manfaatnya dikemudian hari. Pendaftaran tanah yang menghasilkan Sertifikat Hak Atas Tanah, masih belum benar-benar dipahami oleh masyarakat. Kegiatan sosialisasi ini akan dilaksanakan dengan metode ceramah dan tanya jawab kepada warga masyarakat khalayak sasaran. Agar ceramah dapat berjalan dengan baik dan mencapai tujuan yang diharapkan maka akan dilakukan pencatatan data di wilayah Serang untuk mencatat jumlah warga masyarakat khalayak sasaran. Selanjutnya data tersebut akan digunakan sebagai dasar mengundang khalayak sasaran dalam rangka mengikuti Program pendampingan Manfaat Pendaftaran Tanah Bagi Pemegang Hak Atas Tanah
Penerapan Mesin Perajang Karak Nasi Sistem Slicer di Dusun Kragilan UKM Barokah Sukoharjo
Karak Nasi atau kerupuk nasi, gendar merupakan makanan khas daerah Sukoharjo Jawa Tengah. Karak terbuat dari beras dan berbentuk lempengan tipis kotak yang digoreng hingga gurih sebagai makanan camilan ataupun lauk. Permasalahan utama adalah kapasitas produksi yang belum mampu mencapai kebutuhan permintaan konsumen. Permintaan pelanggan 20.000/hari hanya mencapai 10.000/hari, di samping itu penerapan proses perajangan masih menggunakan pisau manual. Tujuan dari pelaksanaan pengabdian ini adalah untuk penerapan teknik perajangan dengan pisau slicer. Selanjutnya bertujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi untuk memenuhi permintaan penjualan. Hasil pelaksanaan ini adalah diterapkannya mesin perajang sistem pisau slicer dengan penggerak motor listrik 1/4 pk yang hemat listrik. Mesin ini mampu mencapai kapasitas produksi 70 kg/jam atau hasil lembaran potongan karak nasi 21.000/hari
Implementasi Kemahiran Non Litigasi Hukum Pidana Penyelesaian Sengketa dan Teknik Mediasi Terhadap Masyarakat Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang
Segala bentuk permasalahan pasti ada cara penyelesaiannya baik melalui negosiasi, konsiliasi, dan mediasi. Selama ini di Kelurahan Sambirejo Kecamatan Gayamsari Kota Semarang, penyelesaian suatu sengketa melalui pola tradisi lokal yaitu musyawarah mufakat tanpa disertai surat perjanjian, surat perdamaian, dan lain-lain. Hal ini bisa memunculkan permasalahan lagi di kemudian hari karena tanpa ada suatu hitam di atas putih. Masyarakat belum tahu teknik pembuatan surat-surat hukum non litigasi. Melalui program pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan masyarakat mahir dalam pembuatan surat-surat hukum non litigasi, yaitu pembuatan surat di luar penyelesaian peradilan. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini dengan metode sosialisasi, ceramah, tanya jawab, diskusi dan pelatihan dalam pembuatan surat-surat non litigasi. Hasil pengabdian kepada masyarakat ini yaitu masyarakat mampu menuangkan penyelesaian segala sesuatu sengketa dalam tulisan sesuai mekanisme penyelesaian sengketa dan mahir dalam teknik mediasi agar tidak muncul sengketa baru lagi
Pencegahan Diabetes Tipe 2 melalui Deteksi Dini, Edukasi, dan Pendampingan Prediabetes
Salah satu permasalahan kesehatan di Kota Tegal adalah Diabetes Tipe 2.Hal yang perlu diperhatikan sebelum terjadinya diabetes adalah Prediabetes. Prediabetes merupakan kondisi awal sebelum terjadi diabetes dan meningkatkan risiko terjadinya diabetes. Namun dengan gaya hidup sehat prediabetes dapat kembali normal. Saat ini Prediabetes belum dikenal masyarakat dan penyandang prediabetes tidak menyadari jika dirinya mengalami prediabetes, sehingga diperlukan deteksi dini, edukasi dan pendampingan. untuk mencegah perkembangan prediabetes menjadi diabetes tipe 2. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendeteksi masyarakat yang mengalami prediabetes, meningkatkan pengetahuan dan perilaku sehat penyandang prediabetes. Sasaran kegiatan adalah masyarakat berusia 25 tahun dan tidak menderita diabetes di Kelurahan Bandung Kota Tegal. Metode yang digunakan meliputi skrining prediabetes, edukasi serta pendampingan. Evaluasi diukur dari pengetahuan dan perilaku sehat sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan dan pendampingan. Hasil skrining terhadap 220 warga didapatkan 44,1% memiliki risiko prediabetes sedang. Hasil pemeriksaan HbA1C terhadap 33 warga yang memiliki risiko sedang dan tinggi didapatkan 42,4% Prediabetes, 39,4% Curiga Diabetes dan 18,2% Normal. Terdapat peningkatan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi dari 11,2 menjadi 14,54. Setelah pendampingan terjadi peningkatan perilaku konsumsi sayur dan buah ≥ 5 porsi/hari dari 7,2 % menjadi 21,4%. Dan peningkatan aktivitas fisik ≥ 30 menit/hari dari 28,6% menjadi 57,1% pada penyandang prediabetes. Dapat disimpulkan edukasi dan pendampingan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dan perilaku sehat penyandang prediabetes. Deteksi prediabetes perlu digalakkan dan menjangkau seluruh masyarakat yang berisiko, edukasi tentang prediabetes supaya terpogram dan pemberdayaan masyarakat terutama kelompok prediabetes perlu ditingkatkan untuk memelihara perilaku hidup sehat