E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Implementasi Refugia sebagai Border pada Complex Rice System untuk Meningkatkan Nilai Tambah dan Keberlajutan Lahan
Perkembangan pertanian konvensional memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan sistem pertanian akibat ketergantungan input luar yang mengganggu efisiensi dan efektivitas lahan. Konsep Complex Rice System (CRS) memberikan alternatif pilihan keberlanjutan dari aspek pengelolaan lahan yang lebih terpadu. Mengombinasikan tanaman padi dengan tanaman refugia sebagai tanaman pematang, azola sebagai penambat unsur N, ikan dan itik/bebek untuk pengendali organisme pengganggu tanaman di samping itu kami juga menghitung keuntungan finansial petani. Kami melakukan diseminasi melalui kegiatan pengabdian masyarakat kepada warga dusun Klitik desa wajik Kab. Lamongan di Gapoktan gemah ripah sejumlah 46 petani terlibat dengan luasan mencapai 30 ha dengan menerapkan sekolah lapangan yang dilangsungkan pada Juni-September 2022 di satu musim tanam padi. Kegiatan diawali Survei dan Diskusi Kelompok (FGD) dilakukan sebagai kegiatan awal untuk memahami konteks lokal sistem pertanian padi dan mempersiapkan implementasinya. Kemudian kegiatan CRS berlangsung di ladang petani, berukuran ±1000 m2 dan terdiri dari 2 pengulangan perawatan. Perawatan terdiri dari, monokultur padi dan CRS. Evaluasi terhadap kegiatan dilakukan dengan diskusi kelompok, dan evaluasi terdiri dari peningkatan antusiasme dan keuntungan dari CRS dengan menanam refugia dibanding monoculture. Hasil menunjukkan produktivitas petani yang menerapkan sistem CRS lebih tinggi dibanding produktivitas sebelumnya. Hasil FGD menunjukkan lebih dari 55% petani setuju mengembangkan CRS karena pendapatan yang diperoleh meningkat dan dapat memenuhi kebutuhan hidup petani
Pelatihan dan Penyegaran Auditor Audit Mutu Internal (AMI) di Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta
Dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi harus memiliki mutu yang terstandar dalam peraturan yang berlaku. UST Yogyakarta telah memiliki akreditasi B dari BAN-PT serta 56,52% program studi di UST terakreditasi Unggul dan B. Melihat kondisi tersebut, masih jauh dari target untuk mencapai Unggul. Kemudian pada tahun 2021 di UST para pejabat struktural penjaminan mutu (SPMF/D dan GMP) telah mengalami habis masa jabatannya, sehingga di tahun 2021 UST mengangkat dan melantik para SPMF/D dan GMP dengan 80% merupakan orang baru. Agar pelaksaan SPMI dapat berjalan dengan baik maka para SPMF/D dan GMP yang baru perlu menyadari tupoksi mereka masing-masing. Upaya penguatan tupoksi dilakukan oleh LPM melalui kegiatan pelatihan dan penyegaran auditor Audit Mutu Internal) (AMI). Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di Ruang Sidang Lantai II, (Gedung Pusat UST Lantai 2) Jalan Batikan UH-3/1043 Tahunan, Umbulharjo, Yogyakarta 55167 pada hari Selasa, 30 Agustus 2022. Peserta dari kegiatan ini adalah para auditor non akademik, SPMF/D, dan GMP di lingkungan UST yang berjumlah 33 peserta. Metode pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan ceramah, tanya jawab, dan praktik. Metode ceramah dan tanya jawab dilakukan untuk menyampaikan materi tentang kebijakan SPMI, teori dan best practice AMI, sedangkan praktik digunakan untuk melakukan simulasi audit kecukupan dan kepatutan dengan auditee. Hasil kegiatan ini yaitu pada peserta telah mengalami peningkatan dalam kemampuan mengaudit yang ditunjukkan oleh peningkatan hasil dari pre test sebesar 73,39 menjadi 78,75 di post test. Sebagai hasil tidak lanjut dari kegiatan ini adalah melakukan AMI di lingkungan UST
Pendampingan Manajemen Strategik dan Strategi Operasi dalam Pengembangan Usaha Koperasi Susu KUD Banyumanik Kota Semarang
Keberlangsungan usaha Koperasi tidak akan luput dari permasalahan yang dapat dialami di masa yang akan datang. Jika permasalahan Koperasi tersebut tidak segera diantisipasi dan diatasi dengan baik maka akan berakibat fatal bagi keberlanjutannya. Oleh sebab itu manajemen strategik dan strategi operasi dalam kegiatan Koperasi sangat penting untuk diperhatikan. Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada usaha Koperasi Susu KUD Banyumanik Kota Semarang adalah memberikan pendampingan manajemen strategik dan strategi operasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sudah terbentuk kesadaran akan pentingnya penerapan manajemen strategik dan strategi operasi pada Koperasi Susu KUD Banyumanik Kota Semarang. Diharapkan kegiatan pendampingan manajemen strategik dan strategi operasi dapat dilakukan secara teratur, untuk mengantisipasi risiko yang mungkin akan dihadapi dalam kegiatan di Koperasi
Penerapan Pencetak Coklat pada UMKM Coklat Tin
Coklat disukai dari anak-anak sampai dewasa baik dalam bentuk minuman, permen, roti, snack, dan olahan coklat. Produk olahan coklat dari produsen skala nasional yang beredar di pasaran relatif banyak sehingga meningkatkan persaingan yang cukup kompetitif. UMKM Coklat Tin merupakan salah satu UMKM yang memproduksi coklat. Permasalahan yang dihadapi adalah bentuk produk tidak terstandar dan belum mencerminkan ciri khas. Tujuan kegiatan pengabdian adalah menerapkan pencetak coklat sehingga bentuk produknya terstandar dan mempunyai ciri khas. Metode kegiatan secara partisipatif dengan pelibatan yang besar pada mitra. Tim Pengabdi mendiskusikan pencetak coklat yang memenuhi kriteria ukuran terstandar dan berciri khas. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa alat pencetak coklat yang diintroduksikan dalam pembuatan coklat di mitra dapat digunakan sesuai harapan. Mitra tidak mengalami kendala dalam memproduksi ukuran yang terstandar. Ukuran yang terstandar memudahkan dalam proses pengemasan. Coklat yang dibentuk memiliki ciri khas terdapat huruf timbul tulisan coklat tin. Manfaat lainnya adalah berkurangnya risiko kerusakan dan meningkatkan efisiensi penggunaan waktu kerja
Penerapan Aplikasi Laporan Keuangan Berbasis Web di Industri Furnicraft Jepara
Kabupaten Jepara merupakan sentra industri ukir dan mebel. Persebaran industri ukir hampir menyeluruh di kabupaten Jepara salah satunya di desa Sukosono kecamatan Kedung Kabupaten Jepara. Mata pencarian penduduknya mayoritas tukang kayu, pengrajin mebel, dan jasa finishing. Seiring dengan perkembangan zaman di Kabupaten Jepara banyak berdiri pabrik sehingga berdampak pada kurangnya tenaga ukir yang ada di Jepara. Samisuko Furnicraft merupakan mitra pengabdian pada kegiatan ini. Bergerak dibidang pembuatan kaligrafi ukir, ukiran pintu, ukiran gebyok, dan loster. Permasalahan pada mitra ada pada aspek proses produksi yaitu mesin oven dengan sistem kerja manual seperti pawon kurang efisien dan sering gagal produksi seperti: gosong dan kebakaran, dan aspek manajemen yaitu belum adanya laporan keuangan pada mitra. Berdasarkan permasalahan yang ada maka solusi yang ditawarkan adalah (1) sosialisasi dan pendampingan penerapan teknologi mesin oven, (2) pelatihan laporan keuangan, dan (3) pelatihan tentang penggunaan laporan keuangan berbasis web. Output dari kegiatan pada laporan kemajuan ini adalah peningkatan pengetahuan mitra dalam penggunaan website dan pengelolaan keuangan sebesar 100%, peningkatan kapasitas sebesar 50% dan peningkatan omset 50%
Rancang Bangun Alat Pendeteksi Gempa Menggunakan Mekanisme Bandul di Desa Cibenda Kabupaten Pangandaran
Salah satu daerah di Jawa Barat yang rentan terhadap gempa dan tsunami adalah Kabupaten Pangandaran. Wilayah sekitar ini memiliki kontur dan kondisi yang beragam. Pada beberapa wilayahnya terdapat dataran rendah serta dataran tinggi seperti sungai-sungai, pantai dan lautan. Hal ini menyebabkan bencana seperti cuaca ekstrim, gempa bumi, tanah longsor, tsunami, gelombang ekstrim dan abrasi yang rentan terjadi di wilayah ini. Maka dari itu dalam kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini yang akan dilaksanakan berupa kegiatan yang berkolaborasi bersama Desa Cibenda Kabupaten Pangandaran. Luaran dari Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini adalah penyerahan alat deteksi gempa sederhana yang dirancang dan dibuat oleh tim dosen kepada perangkat desa setempat. Adapun tahapan yang dilakukan adalah melakukan identifikasi permasalahan gempa untuk mengetahui secara detail penyebab terjadinya gempa. Selanjutnya melakukan kunjungan lapangan pendahuluan untuk memvalidasi permasalahan. Langkah berikutnya adalah melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat terkait permasalahan dan kegiatan PKM. Selanjutnya adalah membuat alat pendeteksi gempa dan diakhiri oleh sosialisasi dan penyerahan alat pendeteksi gempa
Memperdalam Pemahaman Mahasiswa: Pengalaman Company Visit Industri Coklat dan Produk Kecantikan Herbal
Company visit merupakan salah satu program dari pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa tentang industry, yang fokusnya adalah memperluas wawasan mahasiswa tentang praktik industri, proses produksi, dan tantangan yang dihadapi perusahaan dalam operasinya. Metode yang digunakan mencakup persiapan sebelum keberangkatan, penyambutan di lokasi perusahaan, tur pabrik, diskusi dengan profesional industri, refleksi pasca kegiatan, dan penyusunan laporan pengalaman. Hasilnya menunjukkan pemahaman yang diperdalam tentang industri coklat dan produk kecantikan herbal, penguatan jaringan profesional, dan peningkatan keterampilan reflektif. Company Visit memberikan kontribusi signifikan dalam mempersiapkan mahasiswa untuk industri coklat dan kecantikan herbal, dengan rekomendasi untuk diversifikasi perusahaan yang dikunjungi dan memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri. Inisiatif ini memberikan pengetahuan praktis, peluang jaringan, dan pemahaman yang lebih dalam tentang industri, memberdayakan mahasiswa untuk karier di industri coklat dan produk kecantikan herbal yang dinamis
E-Government Training to Increase Community Participation
Village E-Government is the implementation of village government through the use of the internet and computers, which is very important as a means of community participation and accountability of the village government for the administration of Government. The method used was to conduct training on Sukopuro village officials who were responsible for website management. The training included an introduction to making emails, making Google forms, and introducing how to accommodate community input from the Google form to the Sukopuro Village Government website. The results of this activity were very positive and received a good response from the Village because it increased knowledge and ability to organize the web and make Google Forms as a means of accommodating community participation in village development in the context of implementing the Sukopuro Village Government E-Government. The understanding of Sukopuro Village village officials about E-Government increased from 20% to 80%. The community has the opportunity to increase their participation in village development and the determination of Village government public policies through Google forms and websites in the Village
Pelatihan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berdiferensiasi pada Kurikulum Merdeka dalam Jabatan Angkatan III LPTK UM-Tapsel
Perbaikan kurikulum ini berpotensi menimbulkan ketegangan di kalangan guru dan siswa, terutama mereka yang belum pernah mengajar dan belum menerima pengajaran apa pun. Mahasiswa PPG perlu pendampingan penulisan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran berdiferensiasi pada kurikulum merdeka, untuk menunjang profesionalitas seorang guru, sehingga hasil belajarnya menjadi lebih maksimal. Perangkat Pembelajaran yang dibuat mahasiswa, namun, rencana pelaksanaan pembelajaran saat ini hanya mengalami sedikit perbaikan. Langkah pertama adalah ketika kegiatan pendidikan dilaksanakan dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran buatan orang lain, atau bahkan melakukan copy-paste Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dari media online tanpa menyesuaikan dan memodifikasi kondisi siswa dan lingkungan belajar pada saat yang bersamaan dengan lembaga pendidikan tempat pengajaran diberikan. Metode pelaksanaan PKM Secara daring. Berdasarkan hasil pelaksanaan PKM, dapat disimpulkan 80% mahasiswa PPG mampu membuat dan merencanakan RPP berdiferensiasi pada kurikulum merdeka dengan baik dan tepat
Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka Sekolah Dasar Se-Kecamatan Gayamsari Kota Semarang
Pendidikan merupakan pilar utama dalam mewujudkan masyarakat yang beradab dan bermartabat. Pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar di sekolah merupakan hal yang harus dilakukan. Implementasi yang dilaksanakan oleh guru di sekolah dasar se-Kecamatan Gayamsari diperlukan diberikan penguatan dengan pelatihan. Pelatihan yang dilakukan pada KKG di wilayah kerja Satuan Pendidikan Kecamatan Gayamsari memberikan dampak yang positif. Peningkatan akses dan kemampuan pembuatan perangkat pembelajaran kurikulum Merdeka Belajar semakin baik. Sedangkan dari segi pembuatan asasmen berdiferensiasi, didapatkan hasil yang baik. Hasil evaluasi terhadap 5 indikator kegiatan pelatihan secara rata-rata mendapatkan hasil 88,59 dengan kategori sangat baik. Indikator tersebut meliputi indikator pembuatan modul ajar, indikator pembuatan media ajar dan indikator penggunaan sumber belajar. Pelaksanaan pelatihan dengan sistem workshop dan dibagi per kelompok sesuai kelas yang diampu oleh bapak ibu guru. Pembentukan kelompok sesuai kelas yang diampu, menjadikan diskusi kelompok menjadi lebih interaktif. Rekomendasi ke depan dari pelatihan ini adalah pelaksanaan implementasi untuk literasi dan pemahaman asasmen diferensiasi yang selaras dengan pelaksanaan kurikulum Merdeka Belajar