E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Pelatihan dan Workshop "Pemanfaatan Media Pembelajaran Interaktif" bagi Guru-Guru MTs Negeri 1 Kabupaten Seluma
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mau tidak mau telah merubah paradigma dunia pendidikan khususnya dalam proses belajar mengajar di kelas. Proses pembelajaran saat ini dituntut untuk relevan dengan kemajuan zaman, sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Dengan demikian sebagai orang yang memiliki peran penting dalam keberhasilan pembelajaran, guru harus mampu merespon perubahan global ini dengan baik, misalnya dengan menyediakan media pembelajaran berbasis teknologi. Tidak dapat dipungkiri bahwa fakta di lapangan masih banyak ditemukan guru yang belum melek teknologi, sebagai salah satu bentuk upaya mengatasi tantangan tersebut adalah dilakukan pelatihan dan workshop pemanfaatan media pembelajaran interaktif bagi guru-guru. Pelatihan dilakukan selama dua hari melalui metode ceramah, diskusi dan pelatihan (praktik) pembuatan media pembelajaran interaktif. Hasil dari kegiatan pelatihan menunjukkan: 1) peserta aktif mendengar dan berdiskusi terkait materi yang disampaikan, 2) peserta sangat antusias dalam mengikuti pelatihan praktik membuat media pembelajaran interaktif. Selain itu, selama pelatihan berlangsung ada beberapa kendala yang dihadapi, di antaranya yaitu peserta belum terbiasa memanfaatkan teknologi dan keterbatasan waktu. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa peserta sudah mampu membuat media pembelajaran interaktif, hanya saja beberapa guru memerlukan waktu lebih banyak untuk memperoleh hasil yang lebih baik
Strategi Pengembangan Karakter Anak melalui Sekolah Berbudaya Khas-Kejogjaan di SDN Suruh Berbasis "Gejog Lesung"
Artikel ini hadir untuk menjawab permasalahan mitra yakni SD Negeri Suruh di Dlingo, Kabupaten Bantul yang mengalami degradasi moral dan lunturnya kesadaran akan melestarikan budaya pada anak-anak. Artikel berupa program sekolah budaya khas kejogjaan "Suruh Teladan" ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam berkarakter budaya serta mengintegrasikan seni gejog lesung dan tembang dondong opo salak sebagai pembangunan karakter di ekstrakurikuler di SDN Suruh. Metode pelaksanaan dari pengabdian ini mengacu pada metode holistic integrative yang terdiri dari tiga tahapan yakni tahap persiapan, pelaksanaan serta monitoring dan evaluasi untuk menunjang sustainability program. Adapun tiga program utama dari pengabdian ini yaitu ngerti (aspek kognitif), ngroso (aspek afektif) dan nglakoni (aspek psikomotorik) yang dikemas dalam dua bentuk kelas yakni kelas praktik gejog lesung atau ngudi laras dan kelas berkarakter atau nganjeni. Kelas ngudi laras secara rutin dilaksanakan setiap hari Selasa yang meliputi materi tentang teknik bermain, menyanyikan tembang serta memperagakan tarian mengenai gejog lesung. Sedangkan kelas nganjeni secara rutin dilaksanakan setiap hari Jum'at yang terdiri dari ngudi luhur (kelas motivasi), ngaos (kelas keagamaan), pengayoman (kelas pembinaan) dan naluri budoyo (kelas kebudayaan). Hasil dari program "Suruh Teladan" ini, secara aspek pendidikan dapat mengembangkan karakter dan etika siswa seperti rasa hormat dan kepedulian. Aspek sosial dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam berinteraksi dan bersosial di lingkungan masyarakat dan aspek budaya dapat mencegah kepunahan budaya dan mempromosikan identitas budaya yang kuat melalui pelestarian yang dilakukan oleh siswa
"Tilik Dewi Domas": Strategi Promosi Desa Wisata Silado Melalui Website
Desa Silado merupakan desa yang prospektif untuk pengembangan pariwisata karena letaknya yang strategis, sumber daya manusia yang memadai, dan aspek sosial budaya. Faktor-faktor ini sangat penting namun membutuhkan investasi besar, terutama dari sisi pendanaan. Desa tidak dapat mengalokasikan bantuan dana tersebut, yang pada akhirnya menghambat kemajuannya. Oleh karena itu, tim memanfaatkan kesempatan ini untuk memecahkan masalah dengan memfasilitasi warga desa melalui kegiatan diskusi kelompok yang bertujuan untuk menggali, mendiskusikan, mengklasifikasikan, dan mempromosikan potensi wisata melalui situs web. Penduduk desa yang terlibat dalam program ini adalah 16 anggota Kelompok Sadar Wisata Silado. Program berlangsung selama enam bulan dan terbagi dalam tiga kegiatan utama: (1) presentasi oleh tim pelaksana tentang pentingnya pengembangan desa wisata dan branding serta promosi desa wisata di era globalisasi; (2) diskusi kelompok untuk mendapatkan dan mengklasifikasikan data sumber daya pariwisata Silado; dan (3) desain web oleh tim pelaksana sebagai media promosi pariwisata. Hasil program menunjukkan bahwa Desa Silaso ternyata memiliki tiga objek wisata yang menjanjikan: alam, budaya, dan pendidikan. Di sisi lain, perancangan website diusulkan untuk mempromosikan keunikan dan elemen ikonik Silado sebagai desa wisata. Pengunjung website dapat dengan mudah menemukan elemen ini pada logo dan tagline desa wisata Silado yang bertuliskan "Tilik Dewi Domas: Desa Wisata Silado Banyumas". Tagline ini terutama bertujuan untuk mengajak pengunjung melihat, menjelajah, dan menikmati destinasi wisata di Silado
Peningkatan Digital Security Awareness pada Komunitas Read Aloud Jogja
Peningkatan pemahaman tentang pentingnya faktor aktivasi keamanan dan aspek keamanan informasi yang berkaitan dengan berbagai konten yang dimiliki maupun dipublikasikan. Selain itu, pengurus dari Komunitas Read Aloud Jogja juga perlu memahami tentang keamanan dari perangkat yang digunakan. Peningkatan kesadaran akan keamanan digital ini bukan hanya melalui media online yang digunakan, namun juga dalam perangkat yang digunakan untuk mengakses. Oleh sebab itu, pengurus Komunitas perlu memahami tentang security guideline perangkat yang perlu diterapkan. Peningkatan kesadaran keamanan digital ini akan dilakukan melalui workshop. Setelah pelaksanaan seminar 100% peserta mengalami peningkatan kesadaran terhadap ancaman keamanan digital dengan level pemahaman yang bervariasi. Dalam hal ini 80 % peserta menjadi lebih sadar akan ancaman kejahatan dan cara menanggulanginya. Sedangkan 20% peserta menjadi mengetahui tentang ancaman kejahatan digital, namun belum dapat menerapkan cara menanggulanginya. 80% peserta akan memastikan kebenaran informasi dari nomor atau sumber yang tidak diketahui. Setelah dilaksanakan seminar, 100% peserta menerapkan Two Factor Authentication (2fa) untuk perlindungan data dan 100% mereka setuju untuk tidak meng-klik link yang berasal dari sumber tidak kredibel
Penguatan Literasi Edukatif dan Spirit Sadar Wisata Berbasis 'Sustainable Blue Tourism' di Pulau Kelapan, Desa Kumbung-Bangka Selatan
Sebagai salah satu harapan ekonomi alternatif masa depan, khususnya pasca sektor ekstraktif yang selama ini masih bertumpu besar pada eksplioitasi SDA (perkebunan dan pertambangan) di Pulau Bangka, tentu pariwisata menjadi salah satu sumber daya alternatif yang potensi untuk terus dikembangkan di Bangka Belitung. Pengembangan pariwisata biru berkelanjutan, termasuk misalnya pada kawasan pulau kecil yang memiliki daya tarik wisata telah menjadi isu strategis yang perlu dibahas secara serius, khususnya dalam rangka memperkuat pertumbuhan dan pemberdayaan sosial-ekonomi yang lebih inklusif di satu sisi, sementara itu hal tersebut juga seiring-sejalan dalam upaya mendorong literasi edukatif yang juga berkaitan erat dengan agenda penguatan "˜sustainable blue tourism' pada ruang-ruang lokal. "˜Blue tourism' berkelanjutan dalam konteks ini mesti dipahami sebagai sebuah benefit ekonomis dan ekologis dalam waktu bersamaan. Walaupun tidak bisa dipungkiri, ada begitu banyak tantangan kaitannya dengan persoalan wisata berkelanjutan yang tidak hanya terjebak pada logika bisnis semata, akan tetapi juga memberikan atensi besar pada agenda proteksi lingkungan dan kebudayaan lokal. Lalu, pada saat bersamaan juga penting kemudian untuk terus mendorong kesadaran warga lokal melalui berbagai program literasi yang bertujuan untuk memperkuat partisipasi warga, sekaligus juga dalam rangka menjadikan ragam kepentingan (stakeholders) dan aktor terjalin interkoneksi satu sama lain. Tujuannya tentu dalam rangka memperkuat literasi "˜blue tourism' dan juga semangat sadar wisata secara berkelanjutan di Pulau Kelapan Kabupaten Bangka Selatan
Asistensi Kampung Moderasi Beragama Nagari Sungai Buluah Barat Kecamatan Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman
Pembentukan Kampung Moderasi Beragama (KMB) adalah salah satu program prioritas Kementerian Agama. Untuk melaksanakan program tersebut dibentuklah kelompok kerja (Pokja) KMB secara bertingkat mulai dari level pusat hingga kecamatan yang sekaligus menjadi ujung tombak pelaksanaan program KMB. Yang menjadi persoalan adalah ketidaksiapan Pokja KMB Kecamatan sebagai pelaksana di lapangan meskipun pedoman pembentukan KMB sudah dikeluarkan oleh Kementerian Agama. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan penguatan terhadap Pokja KMB Kecamatan Batang Anai sebagai pelaksana program KMB di Nagari Sungai Buluah Barat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah Participatory Action Research (PAR) yang prosesnya meliputi tahapan mengetahui, memahami, merencanakan, melaksanakan, dan mengubah di mana dalam setiap prosesnya Pokja KMB didorong untuk berperan aktif sementara pengabdi mengambil posisi sebagai pendamping yang memberikan motivasi dan bantuan pada saat dibutuhkan. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa asistensi yang dilakukan terhadap KMB memberikan dampak positif terhadap anggota. Salah satu keberhasilan pengabdian ini adalah memberikan kepercayaan diri kepada anggota dalam melaksanakan program KMB. Kepercayaan diri ini muncul karena mereka telah memiliki pengetahuan dan kapasitas untuk mengelola program KMB
Penerapan Gerakan Literasi Sekolah: Pelatihan Meningkatkan Minat Baca Siswa di MITA Almuslimun
Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun melalui kegiatan pengabdian yang dilaksanakan di Pesantren Terpadu Al Muslimun. Berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2015 tentang Gerakan Literasi Sekolah, kegiatan ini mengacu pada upaya meningkatkan minat baca siswa di lingkungan sekolah. Kegiatan pengabdian dilaksanakan pada tanggal 15 Februari - 7 Maret 2023 dengan melibatkan siswa-siswa MITA (Madrasah Almuslimun Terpadu Almuslimun). Terdapat tiga kegiatan training/pelatihan yang efektif dalam upaya meningkatkan minat baca siswa. Pertama, kegiatan bedah buku dan menulis resensi buku dilakukan untuk menganalisis dan memahami buku-buku yang dibaca oleh siswa. Kedua, kegiatan kelompok diskusi buku digunakan untuk mendorong siswa untuk berdiskusi dan berbagi pemahaman mereka tentang buku. Terakhir, kegiatan sumbang buku dilakukan untuk memperkaya perpustakaan madrasah dengan buku-buku baru dan bermutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bedah buku, kelompok diskusi buku, dan sumbang buku memiliki dampak yang signifikan dalam meningkatkan minat baca siswa. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya mengembangkan pemahaman, keterampilan kritis, dan pengetahuan, tetapi juga memperluas wawasan dan membentuk komunitas pembaca yang aktif. Dengan adanya lingkungan literasi yang merangsang dan akses yang memadai, diharapkan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun dapat meningkat secara signifikan. Diharapkan pengabdian ini dapat memperkuat budaya literasi dalam lingkungan pendidikan, membuka wawasan siswa, serta memberikan dampak positif dalam peningkatan minat baca siswa di Madrasah Ibtidaiyah Terpadu Al Muslimun
Peran STT Moriah dalam Edukasi ke Masyarakat terkait Perlindungan Anak dari Eksploitasi Seksual, Kekerasan, dan Pornografi
Anak adalah generasi masa depan bangsa. Mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal jika didukung oleh orang-orang dewasa di sekitarnya. Untuk itu setiap orang dewasa perlu memahami bahwa anak membutuhkan dukungan dari mereka. Dengan pemahaman ini maka orang dewasa akan memiliki kesadaran untuk menyiapkan ruang dan waktu bagi anak-anak, sehingga anak-anak dapat mengekspresikan diri sebagai pribadi yang bermartabat, berpotensi dan berharga. Anak yang merasa bermartabat, berpotensi dan berharga akan memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Rasa percaya diri anak akan membantu mereka dalam mengambil setiap keputusan dan merespon terhadap setiap pergumulan yang dihadapi. Dengan rasa percaya diri yang tinggi, anak akan memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan dengan tepat dan Cepat. Hal ini dapat mendukung kesiapan bangsa Indonesia dalam menyambut puncak bonus demografi di tahun 2030 dan terciptanya generasi emas yang berkualitas di tahun 2045. Sekolah Tinggi Teologi (STT) Moriah memandang perlu untuk menggandeng pemerintah dan Jaringan Peduli Anak Bangsa (JPAB) guna melakukan edukasi dan sosialisasi kepada setiap warga dewasa supaya mereka memiliki paradigma dan kesadaran untuk memberikan kesempatan kepada anak agar tumbuh dan berkembang secara optimal. Untuk itu diselenggarakan webinar Perlindungan Anak terhadap Eksploitasi Seksual, Kekerasan, dan Pornografi. Dengan webinar ini diharapkan kejadian eksploitasi seksual, kekerasan dan pornografi terhadap anak di Indonesia dapat berkurang atau hilang sama sekali. Sehingga tercipta lingkungan yang sehat yang mendukung anak-anak Indonesia untuk tumbuh dan berkembang secara sehat baik fisik, mental, maupun emosionalnya
Upgrading Pengolahan Indigofera Tinctoria Menjadi Wafam (Wafer Farm) pada Kelompok Simemangan Desa Tandung Kecamatan Tinambung
Kelompok peternak Simemangan telah 5 tahun berdiri dan berkonsentrasi di bidang budidaya sapi potong. Selama ini memiliki beberapa permasalahan seperti pakan masih menggunakan hijauan belum ada inovasi membuat pakan komplit dengan memanfaatkan sumber daya lokal, masih bergantung pada musim dan belum ada sentuhan teknologi untuk memperpanjang masa simpan. Tujuan pengabdian ini adalah membantu mengatasi masalah pakan dengan menggunakan berbagai inovasi Teknologi Tepat Guna. Teknologi ini akan menjadi sebuah harapan bagi kelompok Simemamang dan masyarakat sekitar untuk dapat memanfaatkan bahan baku lokal sebagai pakan sapi serta mampu mengolah indigovera sehingga mempunyai nilai ekonomis dan dapat menekan biaya pakan yang pada akhirnya akan meningkatkan pendapatan. Pembuatan hey dalam bentuk wafer akan meningkatkan masa simpan dan sebagai branding kelompok peternak Sipemamang. Program pengabdian dilakukan melalui tiga tahap yaitu Forum Diskusi Group sebanyak dua kali, kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan Wafer farm yang kemudian diikuti oleh peserta sebanyak 32 orang. Tahap evaluasi dilakukan sebanyak dua kali, evaluasi pertama berupa ketrampilan peserta dalam mengadopsi materi, evaluasi kedua dilakukan dengan cara aplikasi ke hewan coba dalam hal ini adalah pemberian kepada sapi. Kesimpulan dari pengabdian Program Kemitraan Masyarakat Stimulus ini Peningkatan pengetahuan pembuatan wafer farm pada sapi sebesar 88,5% sedangkan pada pelatihan penyusunan formula ransum hijauan terdapat kenaikan pengetahuan peserta sebesar 75%
Implementasi E-Kalender MP-ASI sebagai Sarana Alternatif Pencegahan Wasting pada Balita di Kelurahan Guntung Payung, Kota Banjarbaru
Wasting merupakan manifestasi dari kegagalan pertumbuhan akibat malnutrisi kronis yang diukur dengan berat badan untuk tinggi badan. Banjarbaru di tahun 2018, bahwa prevalensi kurus pada balita sebesar 9%, di mana Puskesmas Guntung Payung, Kecamatan Landasan-Ulin memiliki prevalensi balita kurus sebesar 10.3%, di atas prevalensi nasional. Tujuan program ini untuk mengoptimalkan asupan gizi balita melalui penerapan kalender MP-ASI elektronik sebagai alternatif pencegahan balita kurus di Guntung Payung. Metode pemberdayaan melalui penerapan kalender MP-ASI elektronik untuk 14 balita. Diawali dengan pengukuran status gizi (baseline) meliputi berat badan dan tinggi badan serta pemilihan menu pangan lokal ke dalam kalender MP-ASI elektronik sesuai usia balita dengan siklus menu 10 hari, selama 30 hari (3 kali pengulangan siklus). Dilanjutkan pelaksanaan program dan pemantauan status gizi setelah program. Hasil kegiatan ini ditandai dengan keberhasilan pelaksanaan program dan antusiasme komunikasi antara ibu dan balita di grup WhatsApp. Kesimpulan program bahwa terdapat peningkatan berat badan balita pada masa wasting setelah dilakukan pemantauan dan penerapan kalender MP-ASI lokal pada menu harian balita