E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Not a member yet
611 research outputs found
Sort by
Simulasi Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) sebagai Bagian Literasi SPAB di SD N Wonolelo 3
Kegiatan pengabdian masyarakat penguatan literasi Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dan siswa dalam manajemen kebencanaan melalui penerapan SPAB di SD Negeri Wonolelo 3 Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang. Metode pengabdian yang digunakan pada pengabdian ini adalah pendampingan simulasi mitigasi bencana. Fokus dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendampingan pelatihan P3K, pendampingan pemberdayaan Unit Kesehatan Sekolah (UKS), dan pengadaan alat peraga kebencanaan. Kegiatan dilakukan secara bertahap pada bulan Oktober 2024. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan simulasi P3K ini berdampak pada pengetahuan dan keterampilan guru dalam pemberian pertolongan pertama pada kecelakaan dan pendayagunaan UKS di sekolah
Penerapan Mesin Pengering Sistem Rotary untuk Membantu Diversifikasi Produk Kunyit di Desa Bedingin
Bedingin merupakan salah-satu desa di Kabupaten Ponorogo yang dapat menghasilkan kunyit mencapai 5 Ton/hektar. Para petani di desa ini digerakkan oleh Kelompok Tani Hutan (KTH) “Argo Dingin Lestari”. Hasil panen tersebut dijual langsung kepada pengepul untuk menghindari pembusukan yang berakibat pada kerugian. Akan tetapi harga yang diberikan oleh pengepul umumnya cukup rendah. Sebenarnya para petani telah melakukan peningkatan produk kunyit melalui pengeringan kunyit. Pengolahan ini dapat meningkatkan nilai tambah karena dapat dijual kepada industri jamu, obat, makanan, minuman, dan bahan kosmetik. Namun, diversifikasi kunyit basah tersebut membutuhkan mesin untuk mengurangi kadar air dalam kunyit menjadi sekitar 10%. Metode tradisional dengan cara menjemur langsung dibawah matahari memiliki banyak kekurangan, diantaranya; dapat merusak kualitas obat karena suhu yang pancarkan tidak sesuai untuk kharakteristik tanaman obat, dapat terkontaminasi bakteri karena metode pengeringan terbuka. Hal ini akan berakibat ditolaknya produk tersebut oleh industri. Oleh karena itu, diperlukan teknologi yang dapat digunakan untuk mengeringkan kunyit dengan cepat dan tepat sehingga dapat mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan. Pada program ini, pengusul mendesain mesin, memanufaktur, dan, mendesiminasikan mesin pengering kunyit otomatis yang dilengkapi sistem sangrai otomatis, dan implementasi kontrol temperatur cerdas dengan tujuan untuk menghasilkan produk kunyit kering sehingga dapat didistribusikan ke industri maupun apotek
Lampu Penerangan Tenaga Surya untuk Pendayagunaan Panggung Kesenian Desa Tulusbesar Tumpang Malang
Dinas Pariwisata Kabupaten Malang telah menetapkan Desa Tulusbesar, Kecamatan Tumpang sebagai Desa Binaan Wisata Seni Budaya. Desa ini juga menjadi salah satu desa mitra Politeknik Negeri Malang. Beberapa sarana kesenian telah berdiri di desa ini, salah satunya adalah panggung kesenian. Akan tetapi, panggung kesenian tersebut belum memiliki penerangan yang memadai sehingga belum dapat digunakan pada malam hari. Untuk lebih meningkatkan pemanfaatan panggung kesenian dan mencegah terjadinya aktivitas negatif pada malam hari, maka dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemasangan lampu penerangan bertenaga surya. Lampu dipasang setinggi 5m di sisi kanan dan kiri panggung masing-masing berdaya 1500W 5500mAH berukuran 18x63cm. Untuk mempercepat pengerjaan dan turut serta memberdayakan UMKM setempat, maka dilakukan pembangunan dan pemasangan tiang lampu dengan melibatkan Las AHADD yang ada di desa tersebut. Berdasarkan hasil angket kepada enam responden warga desa, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian telah terlaksana sesuai sasaran, mampu memberikan solusi, dan mitra merasa puas dengan hasil pengabdian
Peningkatan Literasi Gizi Seimbang Berbasis Permainan Interaktif Melalui Playbook Nutrition
Literasi mengenai gizi seimbang menjadi hal yang diperlukan sebagai pemahaman dalam pemenuhan gizi bagi anak-anak di masa pertumbuhannya. Literasi gizi seimbang memiliki urgensi yang tinggi dalam mendukung dan menciptakan generasi yang memiliki wawasan, pengetahuan, dan kepekaan terhadap gizi seimbang. Pada usaha untuk meningkatkan literasi, rumah baca seharusnya dapat menjadi peluang yang tepat. Sayangnya, tingkat literasi di Omah Baca Nur Mizan, Kabupaten Magelang mengalami penurunan akibat kurangnya preferensi buku bacaan yang dapat menarik minat anak-anak. Atas permasalahan tersebut, dilakukan wawancara dan observasi untuk mengetahui kebutuhan dari mitra. Pada akhirnya, muncul sebuah inovasi tentang media literasi interaktif untuk meningkatkan minat baca anak-anak di Omah Baca Nur Mizan yang kemudian diberi nama “Play Book Nutrition”. Media literasi ini berisi edukasi tentang gizi seimbang yang disajikan melalui permainan interaktif untuk anak-anak, sehingga memiliki pembeda dari buku-buku konvensional yang telah ada. Play Book Nutrition tidak hanya menjadi buku bacaan semata melainkan dapat melatih kemampuan pemecahan masalah sesuai dengan paradigma belajar masa kini
Pendampingan Akses Permodalan Usaha melalui Lembaga Perbankan bagi UKM Batik Bakaran Kabupaten Pati
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan akses permodalan bagi pelaku UMKM sehingga diharapkan para pelaku UMKM yang menjadi mitra adalah UKM Batik Bakaran Misih dan UKM Batik Bakaran Yuliati Warno. Tujuan pengabdian pada UKM Batik Bakaran Juwana adalah memberikan suatu pemahaman bagi pengrajin batik mengenai informasi terkait pengajuan kredit untuk akses permodalan usahanya. Hasil dari kegiatan pengabdian ini dengan narasumber mitra perwakilan dari Bank Jateng KCP Juwana, membahas terkait hal penting yang perlu dilaksanakan pelaku UMKM sebelum mendapatkan akses permodalan, yaitu: melakukan perhitungan modal yang dibutuhkan, memahami macam akses modal, fitur produk Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan dalam proses pengajuan kredit ke Lembaga Perbankan. Sehingga dengan kecukupan modal yang dimiliki mitra dapat mengembangkan bisnis, menghadapi tantangan keuangan dan krisis, serta dapat meraih peluang pertumbuhan kegiatan bisnis. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini di antaranya diskusi dengan mitra masalah yang dihadapi, Penyampaian materi mengenai akses permodalan dari Bank Jateng KCP Juwana, yang terakhir diskusi dan tanya jawab terkait materi yang belum dipahami oleh mitra. Hasil dari kegiatan pengabdian ini mitra dapat meningkatkan kapasitas produksi dengan tambahan modal, UMKM dapat memperluas kapasitas produksi, meningkatkan kualitas produk, serta memenuhi permintaan pasar yang lebih besar, Meningkatkan daya saing akses kredit bank yang relatif lebih murah dibandingkan dengan sumber pembiayaan informal (misalnya rentenir) membuat UMKM lebih efisien dalam mengelola keuangannya. Mendukung keberlanjutan usaha dengan adanya dukungan pembiayaan formal dari bank, UMKM lebih berkesempatan tumbuh berkelanjutan, tidak hanya bertahan tetapi juga berkembang menjadi usaha yang lebih besar
Inovasi Pangan Lokal Dengan Brand “Karopo Jago” untuk Peningkatan Ekonomi di Desa Pajo Kabupaten Bima
Kabupaten bima merupakan salah satu sentra produksi jagung terbesar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun, komoditas unggulan pertanian jagung di abupaten Bima lebih banyak dijual dalam bentuk bahan mentah ke luar daerah, kemudian diolah dan dijual kembali ke masyarakat NTB. Hal ini menyebabkan masyarakat Kabupaten Bima tidak mendapatkan nilai tambah dari hasil pertanian mereka sendiri. Metodologi yang digunakan berbasis analisis studi kelayakan dan pemberdayaan masyarakat di Desa Paji, Kabupaten Bima. Tim dosen dan mahasiswa kewirausahaan Universitas Muhammadiyah Bima telah menghasilkan inovasi produk pangan Jagung dengan brand “Karopo Jago”. Produk ini telah di presentasikan di kegiatan Entrepeneruship Award VII di bangka Belitung. Inovasi produk ini selanjutnya telah diperkenalkan kepada masyarakat dan diimplementasikan dengan membentuk incubator bisnis di Desa Pajo. Pengembangan inovasi pangan lokal berbasis jagung dapat menciptakan peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah produk dan memperoleh keuntungan yang lebih besar. selain itu, inovasi pangan lokal mendorong tumbuhnya industri pengolahan pangan, yang selanjutnya dapat menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan pendapatan masyarakat
Pelatihan Kader untuk Mencegah Ketidakpatuhan Pasien TB di Jakarta Pusat
Kader merupakan anggota masyarakat yang sangat potensial untuk membantu kesuksesan pengobatan pasien tuberculosis (TB). Salah satu kendala pengobatan TB adalah ketidakpatuhan pengobatan. Kader perlu dibekali dengan kemampuan untuk memprediksi ketidakpatuhan pasien dan memberi pendampingan spesifik sesuai karakteristik pasien. Pelatihan ini menggunakan metode diskusi interaktif, pelatihan langsung dalam penggunaan aplikasi monitoring kepatuhan, dan diskusi kelompok. Peserta pelatihan adalah kader TB di Jakarta Pusat sebanyak 40 orang. Didapatkan kenaikan pengetahuan kader pada saat postes dibandingkan dengan pretes. Akan tetapi saat dilakukan monitoring sebulan setelahnya, pengetahuan kader menurun. Hal ini disebabkan karena mayoritas peserta berusia di atas 40 tahun sehingga retensi ingatan relatif lebih lemah. Berdasarkan evaluasi tersebut, disarankan untuk melakukan refreshing materi yang telah disampaikan
Peran Rumah Pangan Lestari dalam Mendukung Ketahanan Pangan dan Mengurangi Risiko Stunting pada Anak: Studi Kasus di Desa Mojorayung Kabupaten Madiun
Program Rumah Pangan Lestari (RPL) “SiPangS” dirancang untuk meningkatkan ketahanan pangan di tingkat rumah tangga dengan memanfaatkan pekarangan sebagai sumber pangan, guna menurunkan angka stunting di Desa Mojorayung. RPL muncul sebagai solusi menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan krisis ekonomi, serta sebagai bagian dari Rencana Aksi Nasional Penanganan Stunting yang diluncurkan pada tahun 2017. Di Desa Mojorayung, yang sebagian besar penduduknya bergantung pada pertanian, keterbatasan lahan dan rendahnya diversifikasi pangan seringkali menjadi kendala utama. Program ini bertujuan untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara optimal melalui budidaya tanaman pangan dan hortikultura, serta pemeliharaan ternak skala kecil. Implementasi RPL di desa ini diharapkan meningkatkan ketahanan pangan, pendapatan, dan kesejahteraan masyarakat, serta mengurangi ketergantungan pada pangan luar desa. Kegiatan yang dilakukan termasuk pembersihan lahan, pemberian pupuk, pembibitan, penyiraman, serta sosialisasi manfaat RPL kepada masyarakat. Program ini juga melibatkan penanaman berbagai tanaman bergizi seperti bayam, pakcoy, kangkung, dan tomat, yang diharapkan membantu mencegah stunting dan meningkatkan kemandirian pangan. Evaluasi awal menunjukkan dampak positif, dengan peningkatan ketahanan pangan dan kesejahteraan di masyarakat, serta hubungan sosial yang lebih erat di antara warga
Manajemen Pemasaran Terkini untuk Meningkatkan Daya Saing Produk UKM Jenang Kudus
UMKM Jenang Kudus mempunyai potensi besar sebagai ikon kuliner Daerah yang dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional. Namun, permasalahan yang dihadapi mitra adalah manajemen pemasaran, terutama pada aspek digital marketing, branding, dan inovasi promosi. Pemasaran sudah memanfaatkan media sosial dan platform e-commerce akan tetapi tidak berkembang secara optimal dikarenakan kurangnya strategi pemasaran dan pengambilan keputusan pemasaran yang tepat sasaran. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan efektivitas manajemen pemasaran digital mitra melalui penerapan strategi berbasis konsumen dan penguatan branding. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat terdiri dari sosialisasi, pelatihan, pendampingan, penerapan dan keberlanjutan. Hasil Pelatihan sosialisasi pemodalan, manajemen pemasaran dan pelatihan e-commerce berdampak positif bagi pengusaha Jenang Kudus. Para pengusaha UKM Jenang Kudus lebih memahami strategi pemasaran modern, memiliki akses informasi pembiayaan untuk mengembangkan usaha, serta mampu memanfaatkan marketplace dan media sosial guna memperluas pasar. Dampaknya, kapasitas produksi dan penjualan meningkat, serta Jenang Kudus lebih adaptif menghadapi persaingan di era digital
Penguatan Gizi Balita melalui Edukasi 1000 HPK dan Demonstrasi Olahan PMT Berbasis Pangan Lokal
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk menjawab permasalahan rendahnya pengetahuan gizi dan keterampilan mengolah pangan lokal bergizi pada masyarakat Desa Kadumadang, Kecamatan Cimanuk, Kabupaten Pandeglang, terutama bagi kelompok rentan pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Tujuan kegiatan adalah meningkatkan pemahaman peserta mengenai gizi seimbang dan keterampilan mengolah Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis ikan nila sebagai sumber protein hewani dan potensi lokal. Metode yang digunakan meliputi Focus Group Discussion (FGD), edukasi gizi (metode ceramah), demonstrasi masak, dan monitoring melalui WhatsApp Group. Demonstrasi menonjolkan pembuatan menu tahu siomay, rolade, dan otak-otak panggang berbahan dasar ikan nila yang telah dimodifikasi resepnya oleh mahasiswa tim pengabdian. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai konsep 1000 HPK, manfaat protein hewani, dan peningkatan keterampilan teknik pengolahan pangan lokal yang mempertahankan nilai gizi. Faktor pendukung meliputi ketersediaan bahan pangan lokal, dukungan pemerintah desa dan kader posyandu, serta partisipasi aktif peserta. Hambatan yang dihadapi antara lain keterbatasan waktu, variasi tingkat pengetahuan awal, dan sarana peralatan yang belum memadai. Kegiatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan keterampilan memasak sehat dan berpotensi menjadi strategi berkelanjutan untuk pencegahan stunting di wilayah pedesaan