FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
    159 research outputs found

    PENERAPAN MODEL KARTU BICARA (TIME TOKEN) DALAM PEMBELAJARAN BERBICARA MELAPORKAN PERISTIWA SECARA LISAN PADA SISWA KELAS IX MTs NEGERI 5 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2019/2020

    Full text link
    ABSTRAK: Kemampuan berbicara siswa masih minim. Salah satu faktor penyebab minimnya kemampuan berbicara siswa adalah pemanfaatan strategi mengajar. Guru masih mempunyai pemikiran lama sehingga hasil pembelajaran kurang begitu maksimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perencanaan model pembelajaran kartu bicara (time token), mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran berbicara melaporkan peristiwa, dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan berbicara siswa setelah menggunakan model kartu bicara (time token). Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain pretest posttest control group design atau pretest  posttest  kelompok  kontrol.Kata Kunci :  model pembelajaran kartu bicara (time token), berbicara, berbicara melaporkan peristiwa. THE APPLICATION OF TALK CARD MODEL (TIME TOKEN) IN SPEECH LEARNING IN REPORTING EVENTS ORAL IN CLASS IX STUDENTS OF MTs NEGERI 5 KUNINGAN 2019/2020 Academic Year ABSTRACT: Students' speaking ability is still minimal. One of the factors causing the students' lack of speaking ability is the use of teaching strategies. Teachers still have old thoughts so that the learning outcomes are not optimal. The purpose of this study was to describe the planning of the talking card learning model (time token), describe the implementation of learning to speak to report events, and describe the improvement of students' speaking skills after using the talk card model (time token). The method used was an experimental method with pretest posttest control group design or pretest posttest control group.Keywords: talking card learning model (time token), speaking, speaking to report events.ABSTRACT: Students' speaking ability is still minimal. One of the factors causing the students' lack of speaking ability is the use of teaching strategies. Teachers still have old thoughts so that the learning outcomes are not optimal. The purpose of this study was to describe the planning of the talking card learning model (time token), describe the implementation of learning to speak to report events, and describe the improvement of students' speaking skills after using the talk card model (time token). The method used was an experimental method with pretest posttest control group design or pretest posttest control group.Keywords: talking card learning model (time token), speaking, speaking to report events

    PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TEKS EKSPOSISI PADA SISWA KELAS X SMA

    Full text link
    ABSTRAK: Permasalahan dalam penelitian ini adalah proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas hasil pengembangan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa  kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan proses pengembangan bahan ajar teks eksposisi, efektivitas penggunaan bahan ajar teks eksposisi dan kelayakan hasil validasi ahli pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. Penelitian ini menggunakan metode RD. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan. Penelitian ini menggunakan instrumen nontes dan instrumen tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi  pada siswa kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun pembelajaran 2018-2019, dimana sebelum proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi berada pada kategori cukup dan kemudian meningkat menjadi baik setelah proses pengembangan bahan ajar menulis teks eksposisi di kelas X SMA Negeri 14 Medan Tahun Pembelajaran 2018-2019. KATA KUNCI: pengembangan, bahan ajar, teks eksposisi, efektivitas, validasi.  ABSTRACT: The problem with  this study is  the  development of the exposed text tex, the effectiveness of the development of the exposed text, and the worthiness of the validation result of expert validation on the country’s 14-outdoor x high scholl student 2018-2019 learning year. The purpose of this study is to describe the process of developing the exposed text material, the effectiveness of use of the exposed text text, and the worthiness of validation result from experts in the country’s 14 th grade x high school learning year 2018-2019. The study USES  rd methods. This research subject is a 14-year-old country x high school student. The study USES nontes and test instruments. The result of this study shows that the development of the teaching material writes the exposed text of the country’s 14 high- school x student of 2018-2019 fields of learning, in which before the process of developing the teaching material writes the exposed text is in sufficient category and then rises to be good after the process of developing the teaching material writes the exposed text of the country’s 14th field x class of 2018-2019 learning year.KEYWORDS: Development, ajar, exposed text, efectivitas, validation

    PRINSIP KERJA SAMA DALAM DIALOG LENONG BETAWI “ANAK DURHAKA”

    Full text link
    ABSTRAK: Sandiwara lenong yang bersifat humor diduga memiliki beberapa jenis prinsip kerja sama yang terdapat di dalam dialognya. Dialog lenong yang dilakukan tanpa naskah dan memaksimalkan improvisasi antarpemeran menyebabkan terjadinya humor spontan. Maka dari itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menemukan jenis-jenis maksim kesantunan yang terdapat dalam dialog lenong Betawi. Judul lenong yang diteliti dalam penelitian ini adalah “Anak Durhaka” yang dipentaskan oleh grup Sanggar Surya Kencana. Data penelitian ini diperoleh dari pertunjukan lenong yang diadakan oleh Lembaga Budaya Betawi di Jurang Mangu Timur, Tangerang Selatan. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode analisis isi dengan kriteria analisis didasarkan pada teori prinsip kerja sama yang dikemukakan oleh Grice. Analisis dan interpretasi data dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dalam dialog leonog “Anak Durhaka” terdapat maksim kesantunan. Hasil dari kajian tersebut menunjukkan bahwa pelanggaran maksim memiliki jumlah temuan terbanyak. Hal itu mengindikasikan bahwa dalam dialog lenong terdapat banyak pelanggaran maksim sehingga memunculkan percakapan humor.KATA KUNCI: Pragmatik; prinsip kerja sama; lenong betawi. COOPERATION PRINCIPAL IN THE "ANAK DURHAKA" LENONG BETAWI DIALOGUE ABSTRACT: Humorous lenong play is thought to have some kind of cooperation principles contained in the dialogue. The dialogue of lenong spoken without the script and maximizing the improvisation led to the occurrence of spontaneous humor. Therefore, the purpose of this study is to describe and find the types of maxims of politeness in the lenong dialogue. The title of lenong studied in this research is "Anak Durhaka" performed by Sanggar Surya Kencana Group. The data of this research is obtained from lenong performances held by Lembaga Budaya Betawi in Jurang Mangu Timur, South Tangerang. This qualitative research using the method of content analysis with the criteria of analysis based on the theory of cooperation proposed by Grice. The analysis and interpretation of the data in this study indicates that in the dialogue of lenong "Anak Durhaka" there is fulfillment and maximal abuse of cooperation. The results of the review indicate that the maximal breach has the highest number of findings. This results indicates that in lenong there are many violations of the maxim so as to bring up the conversation of humor.

    PENINGKATAN KEAKTIPAN DAN HASIL BELAJAR BAHASA INGGRIS KOMPETENSI MENULIS DALAM TEKS PROSEDUR MELALUI MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH SISWA KELAS IX MTs NEGERI 5 KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2019/2020

    Full text link
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar serta keaktifan siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Bahasa Inggris kompetensi menulis teks procedure dengan menerapkan model pembelajaran Make a Match. Metodologi yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas model Kemis dan Mc Tagart yang dilaksanakan dalam dua siklus yang setiap siklusnya terdapat kegiatan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Secara keseluruhan (dua siklus) hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan model pembelajaran Make a Match berhasil meningkatkan ketuntasan dari 2 siswa (5,71%) menjadi 29 siswa (82,85%) atau naik 27 siswa (77,14%). Sementara keaktifan siswa mengalami kenaikan dari rata-rata 25 siswa pada siklus 1 (71,42%), menjadi rata-rata 32 siswa pada siklus 2 (94,28 %).KATA KUNCI: Make a Match; Procedure Text; keaktifan belajar; keterampilan menulis. IMPROVEMENT OF ENGLISH LEARNING ACTIVITY AND OUTCOMES WRITING COMPETENCY IN PROCEDURE TEXT THROUGH MAKE A MATCH LEARNING MODEL FOR STUDENTS CLASS IX STATE MTs 5 BRASS IN 2019/2020  ABSTRAK: This study aims to determine the increase in learning outcomes and student activeness in English learning competency in writing procedure text by applying the Make a Match learning model. The methodology used was the Classroom Action Research model of Kemis and Mc Tagart which was carried out in two cycles, each of which contained planning, action, observation, and reflection activities. Overall (two cycles) the results of this study were that the application of the Make a Match learning model succeeded in increasing the completeness of 2 students (5.71%) to 29 students (82.85%) or an increase of 27 students (77.14%). While student activeness has increased from an average of 25 students in cycle 1 (71.42%), to an average of 32 students in cycle 2 (94.28%).KEYWORDS: Make a Match; Procedure Text; active learning; writing skills

    TINDAK TUTUR SISWA DALAM PEMBELAJARAN ONLINE VIA WHATSAPP DI KELAS 3 SD NEGERI 2 SETROJENAR (Studi Deskriptif dilihat dari Lokusi, Ilokusi, dan Perlokusi)

    Full text link
    ABSTRAK: Penelitian ini memiliki tujuan guna memaparkan dan mendeskripsikan mulai dari jenis tindak tutur, bentuk, dan maksud tuturan siswa yang dipakai  ketika  pembelajaran online via WhatsApp di kelas 3 SDN 2 Setrojenar. Penelitian dilakukan dengan studi deskriptif yang dilihat berdasarkan jenis tindak tutur lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Adapun jenis dari penelitian yang digunakan dalam penyusunan artikel ini yaitu berupa penelitian deskriptif  kualitatif. Sumber data yang diperlukan dalam penelitian  yaitu sumber dalam bentuk tertulis yang ada pada pembelajaran online via WhatsApp di kelas 3 SDN 2 Setrojenar. Data dari penelitian yang dilakukan  yaitu berupa keseluruhan tuturan yang berjenis lokusi, ilokusi, dan perlokusi. Teknik yang digunakan dalam  pengumpulan data yakni teknik  baca, simak, dan catat. Analisis data pada penelitian ini yaitu berupa analisis data kualitatif. Peneliti mendapatkan hasil penelitian yang dilakukan berdasarkan tindak tutur siswa saat pembelajaran online via WhatsApp bahwa di dalam pembelajaran tersebut terdapat, jenis-jenis  tindak tutur yaitu tindak tutur lokusi, tindak tutur ilokusi, dan tindak tutur perlokusi. Berdasarkan jenis tindak tutur lokusi terdapat bentuk informatif dan bentuk pertanyaan. Bentuk asertif, direktif, dan ekspresif juga terdapat pada tindak tutur jenis ilokusi. Sedangkan pada tindak tutur terdapat bentuk dorongan yang membuat mitra tutur melakukan sesuatu. Tindak tutur siswa pada pembelajaran online via whatsApp di kelas 3 SDN 2 Setrojenar memiliki maksud tuturan yakni untuk mempengaruhi, menginformasikan sesuatu, memuji, dan mengapresiasi.KATA KUNCI: pragmatik; tindak tutur; whatsApp ACTION OF TUTUR STUDENTS IN VIA WHATSAPP ONLINE LEARNING IN CLASS 3 SD NEGERI 2 SETROJENAR(Descriptive Study based on Location, Illocution and Perlocution) ABSTRACT: This study aims to describe and describe the types of speech acts, forms, and intentions of students' speech used in online learning via WhatsApp in grade 3 of SDN 2 Setrojenar. The study was conducted with a descriptive study that was seen based on the type of speech acts of locution, illocution, and perlocution. The type of research used in the preparation of this article is descriptive qualitative research. Sources of data needed in the study are sources in written form that exist in online learning via WhatsApp in grade 3 SDN 2 Setrojenar. Data from the research carried out in the form of a whole speech that is of type locution, illocution, and perlocution. The techniques used in data collection are reading, listening, and note-taking. Data analysis in this research is in the form of qualitative data analysis. Researchers get the results of research conducted based on students' speech acts when learning online via WhatsApp that in learning there are, the types of speech acts are locus speech acts, illocutionary speech acts, and perlocutionary speech acts. Based on the type of locus speech act there are informative forms and forms of questions. The assertive, directive, and expressive forms also occur in speech acts of the illocutionary type. Whereas in speech act there is a form of encouragement that makes the speech partner do something. The students' speech acts on online learning via WhatsApp in grade 3 SDN 2 Setrojenar have the purpose of speech which is to influence, inform something, praise, and appreciate.KEYWORDS: pragmatics; speech act; WhatsApp

    ANALISIS PENGGUNAAN BAHASA MAHASISWA DAN DOSEN PADA UKM KEPROTOKOLAN SERTA DISKUSI DI KELAS

    Full text link
    ABSTRAK: Bahasa Indonesia merupakan alat pertama, alat utama, dan alat pokok fundamental dalam proses pendidikan. Berbicara tentang pendidikan, erat sekali kaitannya dengan bahasa. Bahasa tanpa penuturnya (mahasiswa dan dosen) tidak akan menghasilkan suatu bahasa, begitupun penutur tanpa bahasanya tidak akan menciptakan suatu bahasa. Karena bahasa memerlukan penutur dengan bunyi bahasanya yang dituturkan. Erat kaitannya dengan pembinaan yang ditujukan kepada orangnya atau penuturnya kemudian pengembangan yang ditunjukan kepada bahasanya. Kedua hal itu saling bertkaitan dan tidak bisa dipisahkan, karena untuk mencetak generasi yang cinta akan bahasa nasional bangsa kita, maka merekalah yang senantiasa meningkatakan mutu pembelajarannya dalam bahasa Indonesia dengan menguasai PUEBI serta melaksanakan Undang-Undang Kebijakan tentang bahasa yang harus kita biasakan bahkan lestarikan. Sehingga Pemerintah harus lebih tegas dan menegakan tentang hukum ketatabahasaan. Supaya mereka dapat saling membina dan mengembangkan bahasa di duplikasi selanjutnya.KATA KUNCI: Analisis; bahasa; UKM keprotokolan; dan diskusi. ANALYSIS OF THE USE OF STUDENTS AND LECTURERS IN PROTOCOLAN SME AND CLASS DISCUSSION ABSTRACT: Indonesian language is the first tool, the main tool, and the main fundamental tool in the educational process. Talking about education, it is closely related to language. Language without speakers (students and lecturers) will not produce a language, likewise speakers without language will not create a language. Because language requires speakers with the sounds of the language spoken. Closely related to coaching aimed at the person or speaker, then the development shown in the language. These two things are interrelated and cannot be separated, because in order to create a generation that loves our nation's national language, it is they who always improve the quality of their learning in Indonesian by mastering PUEBI and implementing the Policy Law on language that we must get used to and even preserve. So that the Government must be more firm and enforce grammatical law. So that they can foster each other and develop language in the next duplication.KEYWORDS: Analysis; language; protocol UKM; and discussion

    PENGGALIAN NILAI-NILAI TRADISI SINGO ULUNG SEBAGAI RELEVANSI PEMBELAJARAN

    Full text link
    Menanamkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia dalam lembaga pendidikan salah satunya melalui mata pelajaran Bahasa Indonesia. Disinilah bertemu antara pendidikan dan kebudayaan lokal. Pembelajaran Bahasa digunakan untuk mengkomunikasikan kearifan lokal masyarakat setempat, salah satunya Bondowoso yaitu Singo Ulung. Pembelajaran yang efektif merupakan pembelajaran yang bersifat kontekstual. Pembelajaran kontekstual yaitu hal yang dipelajari oleh peserta didik sesuai dengan kondisi nyata yang dialami oleh peserta didik itu sendiri. Peserta didik akan mudah memahami pembelajaran ketika materi pembelajaran dikaitkan langsung dengan kehidupan nyata. Peserta didik tidak mengandai-andai suatu kejadian yang ada di dalam teks

    KONFLIK BATIN TOKOH PAK FAUZAN DAN PAK ISKANDAR DALAM NOVEL “KAMBING DAN HUJAN” (Telaah Psikologi Sastra)

    Full text link
    ABSTRAK:  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk konflik batin tokoh Pak Fauzan dan Pak Iskandar  dalam novel “Kambing dan Hujan” karya Mahfud Ikhwan. Masalah pada penelitian ini adalah  adanya konflik batin yang terjadi pada tokoh Pak Fauzan dan Pak Iskandar. Konflik batin tersebut mengakibatkan gangguan psikologis pada kedua tokoh tersebut. Untuk mengupas hal tersebut digunakan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Teori psikoanalisis digunakan sebagai pembedah konflik batin yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu novel “Kambing dan Hujan”, sedangkan data yang digunakan berupa dialog dan narasi dalam novel. Hasil penelitian ini berupa konflik batin antara lain:  (1) Adanya pertentangan yang tidak sesuai keinginan. (2) Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan. (3) Kecemasan dalam menghadapi masalah.KATA KUNCI:  Konflik Batin , Psikoanalisis, Bentuk Konflik Batin.  ABSTRACT: This study aims to determine the form of inner conflict between Pak Fauzan and Pak Iskandar in the novel "Goat and Rain" by Mahfud Ikhwan. The problem in this study is that there was an inner conflict that occurred in the figures of Pak Fauzan and Pak Iskandar. The inner conflict resulted in a psychological disturbance on the two figures. To explore this point, Sigmund Freud's psychoanalytic theory was used. Psychoanalytic theory is used as a dissection of inner conflicts that occur. This research is a qualitative research. The data source used is the novel "Goat and Rain", while the data used is in the form of dialogue and narration in the novel. The results of this study are in the form of inner conflicts, among others: (1) There are conflicts that are not as desired. (2) Expectations that are not in accordance with reality. (3) Anxiety in facing problems.KEYWORDS: Inner Conflict, Psychoanalysis, Form of Inner Conflict

    KEMAMPUAN GURU BAHASA INDONESIA DALAM MEMBUAT SOAL TES BERBASIS HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) DI SMP SEKECMATAN KARANGNUNGGAL

    Full text link
    ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat soal tes berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) tingkat SMP se-Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dan (2) menganalisis kesesuaian soal tes yang dibuat oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia ditinjau dari kriteria soal Higher Order Thinking Skills (HOTS). Penelitian ini dilaksanakan di tiga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang berada di Kecamatan Karangnunggal Kabupaten Tasikmalaya dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif.Sumber data dalam penelitian ini adalah guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang secara keseluruhan berjumlah 7 orang. Sumber data dari SMP N 1 Karangnunggal sebanayak 2 orang, dari SMP Negeri 3 Karangnunggal sebanyak 2 orang dan dari SMP IT Karangnunggal sebanyak 3 orang. Data yang diperoleh berupa soal esai dan pilihan ganda yang dibuat oleh setiap responden.Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen tes.Data tersebut dikaji dengan teknik analisis deskriptif. Hasil pengkajian pertama diperoleh kemampuan guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam membuat soal tes berbasis HOTS dalam bentuk esai maupun pilihan ganda masih rendah. Hal tersebut terbukti dari jumlah keseluruhan soal yang masih berada pada ranah ingatan (C1).Hasil pengkajian yang kedua diperoleh bahwa bentuk soal pilihan ganda ataupun esai belum memenuhi kriteria soal HOTS yang baik.Hal itu terbukti dari masih banyaknnya soal pilihan ganda ataupun esai yang belum menggunakan stimulus yang menarik dan kontekstual, mengukur kemampuan kognitif level analisis, evaluasi, maupun mencipta serta belum mengandung jawaban yang tersirat.KATA KUNCI: Higher Order Thinking Skills (HOTS); Kemampuan Guru; Soal TesABILITY OF INDONESIAN TEACHERS IN MAKING TEST BASED HOTS (HIGHER ORDER THINKING SKILLS) IN JUNIOR HIGH SCHOOL DISTRICT KARANGNUNGGAL ABSTRACT: This research is aimed to describe (1) the ability of Bahasa Indonesia teachers to construct the questions based on HOTS for Junior High School students in Karangnunggal district Tasikmalaya and (2) the analysis of examination questions that are made by Bahasa Indonesia teachers considering the criteria of HOTS. This research was conducted at 3 Junior High School in Karangnunggal district by using qualytative descriptive method. The data source in this research is teachers of Bahasa Indonesia which amount 7 teachers. The data source are 2 teachers from SMPN 1 Karangnunggal, 2 teachers from SMPN 3 Karangnunggal, and 3 teachers from SMP IT Karangnunggal. The data gained are essay questions and multiple choice questions which are made by each respondent. The aquisition of the data in this research is using test. Those datas are examined by using descriptive analysis technique. The result of first assesment is that the ability of Bahasa Indonesia teachers to construct the quesrions based on HOTS in essay and multiple choice form is skill low. That statment is proven from the whole numbers of questions that is in memory domain (C1). The second assesment results that the assay and multiple choice from have not fulfilled the criteria of a good HOTS questions. That statment is proven from the essay and multiple choice questions that are still lack of interesting and contextual stimulants, measure that analysis level, evaluation level, and creating level of cognitif ability and also have not contained implicit answer.KEYWORDS: Higher Order Thinking Skills (HOTS); Teachers Ability; Test Question

    NILAI-NILAI BUDAYA MINANGKABAU DALAM NASKAH DRAMA DR. ANDA KARYA WISRAN HADI

    Full text link
    ABSTRAK: Rabunnya wawasan terhadap nilai-nilai budaya daerah di kalangan masyarakat semakin kurang diperhatikan sejak kesenian populer maupun barat menjamur di Indonesia. Dengan demikian, budaya tradisi perlu diberi ruang luas dalam berekspresi, yang tentu dilandasan dengan budaya-budaya daerah. Naskah drama karya Wisran Hadi dipilih karena cerita didalamnya mampu memberikan wawasan tentang kebudayaan Minangkabau yang penuh pemaknaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) Jenis-jenis budaya Minangkabau dan (2) Nilai-nilai budaya dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Penelitian ini menggunakan pendekatan antropologi sastra. Pendekatan antropologi sastra dipilih karena sastra saling berkaitan dengan budaya yang membentuknya. Sumber data yang digunakan yaitu naskah drama DR. Anda, sedangkan data dalam penelitian ini adalah sekuens cerita, kutipan satuan cerita berwujud dialog dan monolog. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Metode deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan makna nilai budaya Minangkabau melalui naskah drama DR.Anda. Hasil penelitian ini berupa. Pertama, jenis-jenis budaya Minangkabau meliputi: pepatah pepitih, arti nama Minagkabau, merantau, pakaian adat, dan upacara adat. Kedua, Nilai-nilai kebudayaan berupa: nilai budaya politik dan nilai budaya sosial masyarakat Minangkabau.  KATA KUNCI: Antropologi Sastra; Budaya Minangkabau; DR.Anda.  MINANGKABAU CULTURAL VALUES IN DR.ANDA PLAY SCRIPT BY WISRAN HADI ABSTRACT: The insight toward local cultural values amongst the society is getting paid less attention since the western and popular arts spread out in Indonesia. Therefore, culture and tradition need to give more space to express themselves which certainly are based on local cultures. The play script by Wisran Hadi was chosen because it gave meaningful insightf of Minangkabau culture. This research aimed to describe (1) kinds of Minangkabau culture and (2) cultural values in the life of Minangkabau society. This research used literary anthropology approach. The approach used was the play script of DR.Anda, while the data in this research were the sequence of the story and quotes of story unit in the form of dialogues and monologues. The method used in this research was descriptive qualitative. The descriptive method was used to describe the meaning of Minangkabau cultural values through the DR.Anda script play. The results were first, the cultures of Minangkabau included: sayings, meaning of Minangkabau names, traditional clothes and traditional ceremonies. Second, the cultural vales were: the value of political culture and the value of social cultural of Minangkabau society.KEYWORDS: DR.Anda; Literary Anthropology; Minangkabau culture

    155

    full texts

    159

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇