FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
STRATEGI TUTUR PEJABAT NEGARA DALAM WAWANCARA YOUTUBE PERSPEKTIF ANALISIS WACANA KRITIS
ABSTRAK: Artikel ini bertujuan untuk memaparkan analisis wacana kritis pada tuturan pejabat publik dalam wawancara di konten Youtube. Jenis dan pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Data dianalisis menggunakan model analisis wacana kritis yang diadaptasi dari Norman Fairclough, yaitu deskripsi, interpretasi, dan eksplanasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan teknologi informasi mempengaruhi pola penyampaian informasi yang ada di masyarakat. Media massa resmi, awalnya, menjadi pusat informasi dan alat kontrol sosial. Namun, di era teknologi ini, masyarakat bisa dengan mudah menjadi sumber informasinya sendiri. Salah satu platform yang digunakan saat ini adalah Youtube. Tidak hanya masyarakat umum, Youtube juga dimanfaatkan oleh pejabat negara untuk menyampaikan informasi. Akan tetapi, pejabat negara tentu memiliki tujuan, yakni pembentukan citra politik. Hasil analisis wacana kritis menemukan tujuh strategi tuturan yang digunakan, yaitu (1) penegasan dengan deskripsi diri, (2) penegasan dengan analogi, (3) penggunaan pertanyaan retoris, (4) pemberian penjelasan, (5) pemaparan program, (6) pemberian persetujuan dengan alasan, dan (7) pemberian jawaban normatif. Berdasarkan hasil penelitian, keseluruhan strategi tersebut memiliki modusnya masing-masing, yang dikelompokkan menjadi 3, yakni (1) penggambaran citra positif, (2) pembentukan citra untuk meminta dukungan, dan (3) penjelasan kesalahpahaman masyarakat.KATA KUNCI: Analisis wacana kritis; ; citra politik; media massa ; modus tuturan; Youtube SPEECH STRATEGIES OF STATE OFFICIALS IN YOUTUBE INTERVIEWS CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS PERSPECTIVEABSTRACT: This article aims to describe critical discourse analysis on the speeches of public officials in interviews on Youtube content. The type and research approach used is descriptive qualitative. The data were analyzed using a critical discourse analysis model adapted from Norman Fairclough, namely description, interpretation and explanation. The results of the study indicate that the development of information technology influences the scheme of information delivery in society. Initially, the official mass media became a center of information and a means of social control. However, in this technological era, people can easily become their own source of information. One of the platforms used today is Youtube. Not only by the public society, Youtube is also used by state officials to convey information. However, state officials certainly have a goal, namely the formation of a political image. The results of critical discourse analysis found seven strategies of speech in interview, namely (1) affirmation with self-description, (2) affirmation with analogy, (3) use of rhetorical questions, (4) giving explanations, (5) program presentations, (6) giving approval with reasons, and (7) providing normative answers. Based on the results of the research, all of these schemes have their respective modes, which are grouped into 3, namely (1) depicting a positive image, (2) forming an image to ask for support, and (3) explaining people's misunderstandings.KEYWORDS: critical discourse analysis; ; political image; mass media; ; Youtub
Leksikon Flora Dan Fauna Dalam Kakawihan Permainan Tradisional Sunda: Kajian Ekolinguistik
ABSTRAK: Kakawihan permainan tradisional Sunda adalah lagu pengiring ketika sebuah permainan dilakukan. Dalam setiap lirik kakawihan banyak ditemukan leksem hewan dan tumbuhan sebagai gambaran kedekatan antara manusia dengan alam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bentuk-bentuk dan kategori leksikon flora dan fauna yang terdapat dalam lirik kakawihan permainan tradisional Sunda. Untuk mengkaji penelitian ini, pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan catat. Selanjutnya, data dianalisis menggunakan metode deksriptif kualitatif menggunakan teori ekolinguistik. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa korpus leksikon flora yang terdapat dalam 22 kakawihan permainan tradisional Sunda ditemukan sebanyak 12 jenis flora. Leksikon fauna yang terdapat dalam kumpulan kakawihan permainan tersebut ditemukan sebanyak 18 jenis fauna. Bentuk leksikonnya terdiri atas (1) bentuk tunggal seperti “oray” yang berarti ular, dan (2) bentuk kompleks seperti “seureuh leuweung” yang berarti sirih hutan. Kategori leksikon dari hasil kajian ini, yaitu nomina dan frasa nomina. Hasil temuan leksikon flora dan fauna tersebut sekaligus menjadi ciri khas wilayah tempat tinggal suku Sunda yang mayoritas bermukim di daerah pegunungan dan identik dengan ekosistem pegunungan, persawahan, sungai, dan sedikit ekosistem pantai. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi secara teoretis dan praktis untuk bidang linguistik, serta menjadi upaya pelestarian alam dan pendokumentasian budaya. KATA KUNCI: leksikon flora dan fauna; kakawihan; permainan tradisional; kajian ekolinguistik THE LEXICON OF FLORA AND FAUNA IN TRADITIONAL SUNDANESE CHILDREN'S SONGS: AN ECOLINGUISTIC STUDY ABSTRACT: Kakawihan, traditional Sundanese children's songs, are sung as accompaniment during games. The lyrics of these songs often include lexemes of animals and plants, reflecting the close relationship between humans and nature. This study aims to identify the forms and categories of flora and fauna lexicons found in the lyrics of traditional Sundanese children's songs. Data collection for this study was conducted using the observation and note-taking methods. The data were then analyzed using a qualitative descriptive method based on ecolinguistic theory. The analysis and discussion revealed that the corpus of flora lexicons in 22 traditional Sundanese children's songs includes 12 types of flora. The fauna lexicons found in these songs consist of 18 types of fauna. The lexicon forms are composed of (1) single forms such as 'oray,' meaning snake, and (2) complex forms such as 'seureuh leuweung,' meaning forest betel. The lexicon categories identified in this study are nouns and noun phrases. The findings of flora and fauna lexicons also characterize the living environment of the Sundanese people, who predominantly reside in mountainous areas and are associated with mountain ecosystems, rice fields, rivers, and a few coastal ecosystems. This research is expected to contribute both theoretically and practically to the field of linguistics, as well as to efforts in nature conservation and cultural documentation. KEYWORDS: Flora and fauna lexicon; kakawihan; traditional games; ecolinguistic stud
PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA PADA PENGGUNA INSTAGRAM TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS TEKS EKSPOSISI
ABSTRAK: Hal yang sering menjadi kendala dalam menulis adalah kurangnya penguasaan kosakata, padahal kosakata menentukan seberapa terampil seseorang dalam berbahasa. Semakin kaya kosakata yang kita miliki, maka semakin besar pula kemungkinan kita terampil berbahasa. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penguasaan kosakata terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa SMA Muhammadiyah 1 Medan; (2) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penguasaan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa kelas X SMA Muhammadiyah se-Kota Medan; serta (3) mengetahui ada atau tidaknya pengaruh penguasaan kosakata dan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis eksposisi siswa SMA Muhammadiyah se-Kota Medan. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMA Muhammadiyah se-Kota Medan dengan mengambil sampel sebanyak 250 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik stratified random sampling. Pengumpulan data kosa kata, tata bahasa, dan menulis eksposisi dilakukan dengan tes kemampuan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis korelasi product moment dan analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil yang di dapat ada 44 siswa (12,75%) siswa memiliki penguasaan kosa kata terhadap kemampuan menulis eksposis pada kategori tinggi, 251 siswa (72,72%) siswa berada pada kategori sedang dan 50 siswa (14.50%) siswa memiliki kemampuan rendah. Sementara untuk penguasaan tata bahasa Indonesia terhadap kemampuan menulis narasi di dapat data yaitu: 59 siswa (17.10%) kategori tinggi, 219 siswa (63,48%) siswa kategori sedang dan 67 siswa (19,42%) kategori rendah.KATA KUNCI: Eksposisi; Instagram; Kosakata; Tata Bahasa INDONESIAN VOCABULARY WRITING ON INSTAGRAM USERS ON THE ABILITY TO WRITE EXPOSITION TEXT ABSTRACT: The background of this research is that the 2013 curriculum was developed by improving individual and group learning patterns while still paying attention to the development of potential especially that of each student, one of which is the ability of students to write descriptive texts. The thing that often becomes an obstacle in writing is the lack of vocabulary mastery, even though vocabulary determines how skilled a person is in language. The richer the vocabulary we have, the more likely we are to be skilled at language. This study aims to: (1) determine whether or not there is an effect of vocabulary mastery on the ability to write exposition for students of SMA Muhammadiyah 1 Medan; (2) know whether or not there is an influence of mastery of Indonesian grammar on the ability to write an exposition of the tenth-grade students of SMA Muhammadiyah in Medan City; and (3) to find out whether or not there is an effect of mastery of Indonesian vocabulary and grammar on the ability to write an exposition of students of SMA Muhammadiyah in Medan. The research subjects were students of class X SMA Muhammadiyah in Medan City taking a sample of 250 students. The sampling technique used a stratified random sampling technique. Vocabulary, grammar, and writing exposition data were collected by means of an ability test. The data analysis technique used is product moment analysis and multiple linear regression analysis. Based on the results obtained there are 44 students (12.75%) students have mastery of vocabulary on the ability to write exposure in the high category, 251 students (72.72%) students in the medium category and 50 students (14.50%) students have the ability low. Meanwhile, for the mastery of Indonesian grammar on narrative writing skills, the data obtained are 59 students (17.10%) in the high category, 219 students (63.48%) in the medium category and 67 students (19.42%) in the low category.KEYWORDS: Eksposition; Instagram; Vocabulary, Gramma
PRAKTIK PENILAIAN GURU TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DALAM PEMBELAJARAN DALAM JARINGAN (DARING)
ABSTRAK: Salah satu dampak yang sangat nampak yang disebabkan oleh Covid-19 adalah di dunia pendidikan, saat sekolah diliburkan, namun pembelajaran harus wajib dilaksanakan, dimana lembaga pendidikan diwajibkan menyelesaikan evaluasi online. Hal ini juga mempengaruhi kegiatan belajar online. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan persiapan assessmen guru SMP mata pelajaran bahasa Indonesia pembelajaran secara online. Mendeskripsikan praktik asessmen kemampuan membaca dalam pembelajaran daring, mendeskripsikan hasil asesmen yang dilaksanakan oleh guru terhadap kemampuan membaca peserta didik. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Kemudian mengumpulkan data dengan cara mensurvei lokasi penelitian dan berbagai bahan kepustakaan yang berasal dari, majalah terkait, artikel, buku yang berkaitan dengan sumber penelitian. Tehnik deskriptif digunakan untuk menganalisis data. Tehnik tersebut digunakan untuk mengumpulkan informasi dari suatu fenomena secara objektif. Hasil yang diperoleh dalam penelitian terbagi atas tiga. Ketiganya meliputi persiapan pelaksanaan penilaian guru SMP dalam pembelajaran daring, praktik asesmen kemampuan membaca dalam pembelajaran daring, dan terakhir hasil penilaian asesmen yang dilaksanakan oleh guru terhadap kemampuan membaca peserta didik.KATA KUNCI: Kemampuan Membaca Siswa; Penilaian; Pembelajaran DaringTEACHER ASSESSMENT PRACTICES ON STUDENTS' READING ABILITY IN NETWORK LEARNING (ONLINE) ABSTRACT One of the very visible impacts caused by Covid-19 is in the world of education, when schools are closed, learning must be carried out, where educational institutions are required to complete online evaluations. This also affects online learning activities. This research was conducted to describe the preparation of online learning for junior high school teacher assessments of Indonesian language subjects. Describe the practice of assessing reading ability in online learning, describing the results of the assessment carried out by the teacher on students' reading ability. This research method uses qualitative research, using a descriptive approach. Then collect data by surveying research locations and various library materials originating from related magazines, articles, books related to research sources. Descriptive techniques were used to analyze the data. The technique is used to collect information from a phenomenon objectively. The results obtained in the study are divided into three. These three include preparing for the implementation of junior high school teacher assessments in online learning, practice assessment reading ability in online learning, and finally the results of the assessment carried out by the teacher on students' reading abilities.KEYWORDS: Student Reading Ability; Evaluation; Online Learnin
DISHARMONI KELUARGA DALAM NOVEL BELENGGU KARYA ARMIJN PANE
ABSTRAK: Keharmonisan sebuah pasangan dalam keluarga menjadi cita-cita semua manusia. Konflik yang sulit dilerai dalam hubungan suami-istri akan menimbulkan sebuah perceraian. Dengan perbedaan dan pembagian gender dalam suatu keluarga dapat memunculkan bentuk disharmoni keluarga. Beberapa pengarang novel menggunakan pendekatan sosiologi keluarga dalam merefleksikan fenomena disharmoni keluarga. Adanya atensi Armijn terhadap isu sosial menjadi latar belakang lahirnya novel Belenggu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk disharmonis keluarga dalam Novel Belenggu karya Armijn Pane menggunakan pendekatan sosiologi sastra serta menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik baca dan catat digunakan dalam penelitian ini guna mengklasifikasikan bentuk disharmoni keluarga dalam novel. Hasil dari kajian ini menunjukkan bahwa bentuk disharmoni keluarga dalam novel Belenggu terdiri: (1) perceraian akibat perselingkuhan dalam keluarga; (2) kurangnya perhatian dan kasih sayang suami-istri; (3) egosentrisme suami-istri; dan (4) perselisihan akibat perbedaan visi dan misi dalam keluarga. Armijn Pane membuktikan bahwa fenomena disharmoni keluarga bisa dikemas dalam sebuah karya fiksi berupa novel tanpa melupakan nilai moral yang menjadi pengingat bagi para pembaca agar tidak mempermainkan sebuah pernikahan dan lebih memahami isu-isu penting untuk dipahami oleh sepasang suami-istri. Meskipun banyak masalah yang menyebabkan disharmoni keluarga, terdapat solusi-solusi untuk menyelesaikan hal tersebut.KATA KUNCI: Belenggu; Disharmoni Keluarga; Pernikahan; Sosiologi Sastra. FAMILY DISHARMONY IN BELENGGU NOVEL BY ARMIJN PANE ABSTRACT: The harmony of a couple in the family is the dream of all human beings. Conflicts that are difficult to resolve in a husband-wife relationship will lead to a divorce. With gender differences and divisions in a family, it can create a form of family disharmony. Several novel authors use a family sociology approach in reflecting on the phenomenon of family disharmony. Armijn's attention to social issues became the background for the birth of the Belenggu novel. This study aims to analyze the form of family disharmony in the Belenggu novel by Armijn Pane using a sociological approach to literature and using descriptive qualitative methods. The reading and note-taking technique was used in this study to classify the forms of family disharmony in the novel. The results of this study indicate that the forms of family disharmony in the Belenggu novel consist of: (1) divorce due to infidelity in the family; (2) lack of attention and affection of husband and wife; (3) conjugal egocentrism; and (4) disputes due to differences in vision and mission in the family. Armijn Pane proved that the phenomenon of family disharmony can be packaged in a work of fiction in the form of a novel without forgetting the moral values that serve as a reminder for readers not to play with a marriage and better understand important issues for a husband and wife to understand. Although there are many problems that cause family disharmony, there are solutions to solve them.KEYWORDS: Belenggu; Family Disharmony; Wedding; Literary Sociology
KONFLIK KEPRIBADIAN NEUROTIK PADA TOKOH UTAMA DALAM NOVEL DAKSA KARYA RIZKI ANJARANI
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan wujud konflik kepribadian neurotik dan upaya yang dilakukan dalam mengatasi konflik kepribadian neurotik yang dialami oleh tokoh utama. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Data dari penelitian ini adalah teks, kalimat, dan dialog yang berkaitan dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasannya. Sumber data pada penelitian ini adalah novel Daksa karya Rizki Anjarani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah teknik simak dan catat. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis isi dengan cara menandai dan mengelompokkan teks, kalimat, dan dialog yang terkait dengan konflik kepribadian dan upaya pengatasan konflik kepribadian berdasarkan teori Karen Horney. Konflik kepribadian yang ditemukan pada penelitian ini terbagi menjadi 2 bentuk konflik yaitu, konflik interpersonal dan konflik intrapsikis. Upaya dalam mengatasi konflik kepribadian yang terjadi dilakukan dengan tiga acara yaitu, bergerak mendekati orang lain, bergerak melawan orang lain, dan bergerak menjauhi orang lain. Ketiga cara tersebut dilakukan oleh tokoh utama pada novel Daksa agar konflik yang terjadi dalam diri tokoh utama dapat diredakan dan diatasi.KATA KUNCI: Konflik Kepribadian; Neurotik; Novel; Psikoanalisis.THE MAIN CHARACTER PERSONALITY CONFLICT IN THE NOVEL DAKSA BY RIZKI ANJARANI: A REVIEW OF KAREN HORNEY'S SOCIAL PSYCHOANALYSIS. ABSTRACT: The purpose of this research is to describe the form of neurotic personality conflict and the efforts made to overcome the neurotic personality conflict experienced by the main character. This study used qualitative research methods. The data from this study are texts, sentences, and dialogues related to personality conflicts and efforts to overcome them. The source of the data in this study is the novel Daksa by Rizki Anjarani. The data collection technique in this study is the observing and noting technique. The data analysis technique used is content analysis technique by tagging and grouping texts, sentences, and dialogues related to personality conflicts and efforts to overcome personality conflicts based on Karen Horney's theory. The personality conflicts found in this study are divided into 2 forms of conflict, namely, interpersonal conflict and intrapsychic conflict. Efforts to overcome personality conflicts that occur are carried out in three ways, namely, moving towards other people, moving against other people, and moving away from other people. These three methods are carried out by the main character in Daksa's novel so that the conflict that occurs within the main character can be mitigated and overcome.KEYWORDS: Personality Conflicts; Neurotics; Novels; Psychoanalysis
ANALISIS PROSODI KAJIAN FONETIK AKUSTIK PADA BAHASA BATAK ANGKOLA
ABSTRAK: Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengidentifikasi bunyi ujaran kalimat imperatif,kalimat ekslamatif dan kalimat berita dalam bahasa Batak Angkola. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Praat untuk mengukur parameter akustik dalam kajian fonetik seperti frekuensi ,durasi, dan intensitas . Pengukuran bunyi ujaran eksperimental ini menggunakan sinyal yang diekstrak menggunakan analisis spektrum dengan bantuan komputer dan software yang ada di komputer bernama Praat.Hasil rekaman suara dalam bahasa Batak Angkola tersebut disimpan dalam bentuk WAV dan software Praat versi 6.0.14 ( Boersma Weenik , 2016 ) yang digunakan untuk menganalisis fitur fitur suprasegmental tersebut. Praat adalah program komputer yang memiliki fungsi untuk media menganalisis , sintesis, dan manipulasi bunyi ujaran. Kemudian metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Eksperimen terkait dengan identifikasi dan verifikasi bunyi uajaran penutur menggunakan parameter akustik melalui analsisis spektograf .kajian fonetik akustik ini digunakan sebagai pembeda antara bunyi asli dan bunyi tiruan yang diucapkan oleh penutur. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa parameter akustik seperti frekuensi , durasi dan intensitas dapat digunakan untuk membedakan bunyi ujaran asli dan yang palsu atau tiruan oleh penutur.KATA KUNCI: Kata kunci 1; Bahasa Batak Angkola 2; Kajian Fonetik 3; Prosodi PROSODY ANALYSIS ACOUSTIC PHONETIC STUDY IN BATAK ANGKOLA LANGUAGE KEYWORDS: The purpose of this study is to identify the speech sounds of imperative sentences, exclamative sentences and news sentences in the Batak Angkola language. This research is conducted using Praat to measure acoustic parameters in phonetic studies such as frequency, duration, and intensity. This experimental speech sound measurement uses a signal extracted using spectrum analysis with the help of a computer and software on a computer called Praat. The results of the voice recording in the Batak Angkola language are stored in WAV and Praat software version 6.0.14 (Boersma Weenik, 2016) which used to analyze these suprasegmental features. Praat is a computer program that has functions for media analyzing, synthesizing, and manipulating speech sounds. Then the research method used in this study is the experimental method. Experiments related to the identification and verification of the speaker's speech sound using acoustic parameters through spectrograph analysis. This acoustic phonetic study is used as a differentiator between the original sound and the artificial sound spoken by the speaker. The results of the study indicate that acoustic parameters such as frequency, duration and intensity can be used to distinguish the original speech sound and the fake or imitation by the speaker.KEYWORDS: Keyword 1; Batak Angkola Language Keyword 2; Fonetic Study Keyword 3; Prosod
PELESTARIAN BAHASA BADUY SEBAGAI KEARIFAN LOKAL MELALUI APLIKASI TOUR GUIDE BERBASIS ANDROID
ABSTRAK: Di masa modern yang serba canggih ini peran teknologi informasi adalah sesuatu hal yang keberadaannya tidak bisa kita hindari, hampir memasuki semua aspek kehidupan manusia seperti di bidang telekomunikasi, kesehatan, hiburan, bisnis dan tidak terkecuali di aspek pendidikan dan kebudayaan. Akan tetapi kemajuan teknologi ini kurang di barengi dengan pelestarian budaya kearifan lokal, termasuk kearifan budaya suku baduy di Kabupaten Lebak. Wisata suku Baduy sudah merupakan tempat wisata Budaya yang sudah dikenal oleh seluruh dunia. Bahasa yang digunakan oleh pengunjung adalah Bahasa nasional Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris apabila wisatawan mancanegara. Masih jarang wisatawan disuguhkan Bahasa lokal Baduy nya untuk menerima para wisatawan oleh para Tour Guide nya, sehingga para wisatawan tidak mengetahui Bahasa lokal Baduy sebagai bahasa kearifan lokal masyarakat Baduynya. Oleh karena itu pentingnya mengenalkan dan melestarikan budaya kearifan lokal khususnya bahasa baduy kepada para pengunjung wisatawan suku Baduy agar bahasa lokal Baduy nya pun dikenal oleh wisawatan bahkan dunia. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan serta mengenalkan bahasa lokal Baduy sebagai bahasa yang digunakan oleh wisatawan sebagai Tour Guide bahasa lokal kearifan lokal Baduy bagi pengunjung wisata budaya Baduy berbasis aplikasi mobile yang menyajikan dalam terjemahan 3 bahasa yaitu bahasa Inggris, Bahasa Indonesia dan Bahasa baduy. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan research and development (RD). Penelitian ini membahas tentang kegiatan keseharian orang Baduy dan penggunaan bahasanya. Selain itu, menghasilkan aplikasi Tour Guide bahasa Baduy dengan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dengan fitur teks dan suara. KATA KUNCI: Bahasa Baduy; Kearifan local; suku Baduy; Tour Guide; mobile PRESERVATION OF THE BADUY LANGUAGE AS LOCAL WISDOM THROUGH AN ANDROID-BASED TOUR GUIDE APPLICATION ABSTRACT: In modern era, everything is done with shopisticated, and the role of information technology is something that we cannot avoid, almost entering all aspects of human life such as in the fields of telecommunications, health, entertainment, business and not least in aspects of education and culture. However, this technological progress is not accompanied by the preservation of local cultural wisdom, including the cultural wisdom of the Baduy tribe in Lebak Regency. Baduy tourism is already a cultural tourist spot that is known throughout the world. The language used by visitors is Indonesian as the national language or English for foreign tourists. It is still rare for tourists to be served the local Baduy language to receive tourists by Tour Guide s, so tourists do not understand the local Baduy language as the language of local wisdom of the Baduy community. Therefore, it is important to introduce and preserve local wisdom culture, especially the Baduy language to Baduy tourist visitors so that the local Baduy language is known to tourists and even the world.This research aims to preserve and introduce the local Baduy language as the language used by tourists as a local language Tour Guide for Baduy local wisdom for visitors to Baduy cultural tourism based on a mobile application which is presented in 3 language translations, namely English, Indonesian and Baduy. This research uses descriptive qualitative research methods and research and development (RD). This research discuss about the actities of people in Baduy and the using of their language. Beside it, produces a Baduy language Tour Guide application translated into Indonesian and English with text and voice features.KEYWORDS: Baduy language; local wisdom; Baduy tribe; Tour Guide; mobil
URUTAN DASAR DAN SISTEM PIVOT KLAUSA BAHASA BATAK TOBA
ABSTRAK: Penelitian prototipe word order Bahasa Batak Toba (BBT) ini memiliki tujuan untuk menggambarkan karakteristik tata urut kata dan sistem pivot BBT dan menginterpretasikan tipologi BBT berdasarkan karakteristik sintaksis klausanya. Dalam pelaksanaannya data dianalisis dengan menggunakan metode agih dengan teknik ganti dan ubah-ujud. Pengujian pivot dilakukan terhadap konstruksi klausa koordinatif dan subordinative. Hasil uji pivot menunjukkan bahawa pola urutan kata VOS merupakan prototipe yang lazim dalam BBT. Penganalisisan data secara tipologis menunjukkan simpulan dari penelitian ini adalah bahwa BBT digolongkan kepada kelompok bahasa akusatif secara sintaksis. Hal tersebut tercermin lewat S yang diperlakukan sama dengan A, dan ada perlakuan berbeda untuk P. selanjutnya pengujian pivot memperlihatkan bahwa FN pada BBT dapat dilesapkan secara langsung apabila FN tersebut berada dalam fungsi S atau A. sebaliknya jika FN ada pada fungsi P maka hal pelesapan tidak bisa dilakukan secara langsung. Pelesapan dapat dilakukan dengan cara pemasifan atau pentopikalisasian salah satu klausa terlebih dahulu. Dari hasil pola yang dihasilkan diatas maka dapat dismpulkan bahwa BBT adalah bahasa dengan tipologi akusatif dengan merujuk pada sistem pivot S/A.KATA KUNCI: Word OrderKlausa; Sistem Pivot; Bahasa Batak toba. TOBA BATAK LANGUAGE WORD ORDER PROTOTYPE (PIVOT SYSTEM OF CLAUSE BASIC ORDER). ABSTRACT: This prototype research on the word order of the Toba Batak Language (BBT) aims to describe the characteristics of the word order and pivot system of BBT and interpret BBT typology based on the characteristics of the clause syntax. The data were analyzed using the distribution method with substitution and transformation techniques. Pivot testing is carried out on the construction of coordinative and subordinate clauses. The pivot test results show that the VOS word order pattern is a common prototype in BBT. Typological analysis of the data shows the conclusion of this study is that BBT is classified into the accusative language group syntactically. This is reflected through S which is treated the same as A, and there is a different treatment for P. Furthermore, the pivot test shows that FN in BBT can be eliminated directly if the FN is in the S or A function. Conversely, if FN is in the P function, the dissolution can't be done directly. Omitting can be done passively or by topicalizing one of the clauses first. From the results of the pattern produced above, it can be concluded that BBT is a language with an accusative typology with reference to the S/A pivot system.KEYWORDS: Word Order; Clause; Pivot System; Toba Batal Language
PENILAIAN AUTENTIK PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA MENULIS KARYA ILMIAH: PENGGUNAAN DAN PENCAPAIAN KETERAMPILAN PESERTA DIDIK
ABSTRAK: Penilaian adalah unsur yang utama pada proses kegiatan pembelajaran. Pelaksanaan penilaian hasil dari proses pembelajaran yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan pembelajaran. Melalui kegiatan penilaian diperoleh informasi terkait ketercapaian peserta didik selama belajar yang menunjukkan keberhasilan guru dalam mengajar. Oleh karena itu, kegiatan pelaksanaan penilaian dapat sekaligus memberikan fungsi umpan balik kepada guru dan peserta didik dalam pembelajaran. Penilaian autentik adalah kegiatan penilaian peserta didik untuk mengerjakan tugas sebagai bentuk penerapan aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Penilaian autentik dilaksanakan dengan teknik penilaian kinerja atau proyek, penilaian portofolio, dan penilaian tertulis. Penilaian autentik pelaksanaannya dilakukan oleh guru harus berdasarkan instrumen yang telah disusun berdasarkan penilaian autentik. Selain itu, penilaian autentik dalam penerapannya harus sesuai prosedur yang akan ditempuh guru dalam mengevaluasi ketercapaian peserta didik selama proses kegiatan pembelajaran. Penelitian yang fokus kepada penilaian autentik dalam pembelajaran bahasa Indonesia menulis karya ilmiah menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penelitian ini memiliki tujuan mendeskripsikan dan menganalisis mengenai penggunaan penilaian autentik dan langkah penerapan penilaian autentik dalam pembelajaran menulis karya ilmiah di SMA, SMK, MA, MAK kelas XI semester dua. Hasil penelitian memaparkan bahwa penilaian autentik yang dilaksanakan oleh guru bahasa Indonesia tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan dalam mengevaluasi kompetensi dasar mengonstruksi karya ilmiah telah berjalan dengan baik dan mencapai perkembangan keterampilam peserta didik.KATA KUNCI: Penilaian Autentik; Menulis Karya Ilmiah; Keterampilan Peserta Didik.AUTHENTIC ASSESSMENT OF INDONESIAN LANGUAGE LEARNINGWRITING SCIENTIFIC WORKS: USE AND ACHIEVEMENTSTUDENT SKILLS ABSTRACT: Assessment is the main element in the process of learning activities. Implementation of the results of the learning process that cannot be separated from learning activities. Through activities obtained information related to the achievement of students during learning that shows the success of teachers in teaching. Therefore, assessment activities can simultaneously provide a feedback function to teachers and students in learning. Authentic assessment is an activity of assessing students to work on assignments as the application of knowledge aspects and skills aspects. Authentic assessment is carried out with assessment or project techniques, portfolio assessment, and writing. Authentic implementation carried out by the teacher must be based on an instrument that has been prepared based on an authentic assessment. In addition, authentic assessment in its application must be in accordance with the procedures that will be achieved by the teacher in creating student achievement during the process of learning activities. Research that focuses on authentic assessment in Indonesian language learning writes scientific papers using descriptive qualitative research. This study has the aim of describing and analyzing the use of authentic assessment and steps of authentic application in learning scientific work in SMA, SMK, MA, MAK class XI in the second semester. The results of the study revealed that the authentic assessment carried out by Indonesian language teachers at the high school and vocational level in developing basic competencies in constructing scientific works had gone well and achieved the development of students' skill.KEYWORDS: Authentic Assessment; Writing Scientific Papers; Authentic Assessment; Writing Scientific Papers; Student Skills