FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
PEMBELAJARAN MEMBACA CEPAT UNTUK MENINGKATKAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROBLEM SOLVING DI KELAS VII C SMP NEGERI 1 CIBEUREUM TAHUN PELAJARAN 2012/2013
Reading skills is an activity to find the information or message. Thus humans are required to be read in order to gain knowledge and insight in order to compete with other human beings. Thus the reading should be trained from an early age when a child enters the world of education at elementary, junior high, high school, and college students. Problem Formulation 1) How does learning to read faster implementation plan to improve reading comprehension by using the method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 2) What is the process of learning to read faster to improve reading comprehension by using the method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? 3) What is the result of learning to read faster to improve reading comprehension by using a method of problem solving in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum? The method used in this study was Classroom Action Research (CAR). Data Acquisition Techniques used in this study are as follows: Study Library, Observation Techniques, Test Engineering. Setting (Time and Place) Research conducted in April to June 2012. Outdoor Research done in class VII C SMP Negeri 1 Cibeureum. Conclusion 1 The observation plan of learning in the first cycle reaches the final value 2.00 with sufficient criteria. Learning implementation plan cycle II on the second cycle reaches the final value 3.01 with good criteria. 2. In the first cycle of the learning process generally reaches 72.7%, which means that the performance of the teacher is the learning cycle II reached 84.4%, the teacher has done the stages of learning to read faster with problem solving techniques. processing stages teachers have done well learning to read fast. 3. The final value of the evaluation of the first cycle of learning 'Summing these works after a quick read 200 words per minute "mastery learning C Class VII students of SMP Negeri 1 Cibeureum not been successful of the 35 students, 17 students have not reached the KKM and 18 students have reached the value of KKM, presentation reached 51.4% number does not reach the minimum passing percentage grade. With the value of the final class average 70.58. Class VII student mastery C SMP Negeri 1 Cibeureum successful on the second cycle of the 35 students, 27 students had achieved mastery Criteria minimal value, if dipersentasekan reached 77.2% of the students of class VII C and 8 students who have not reached the KKM percentage of 22.8%. With the value of the final class average 78.44.Keyword : reading faster, reading comprehension, problem solving method
ANALISIS TINDAK TUTUR DAN GAYA BAHASA PADA DIALOG-DIALOG NASKAH DRAMA “REPUBLIK BAGONG†KARYA N. RINATIARNO
Rumusan masalah yang menjadi penelitian dalam skripsi ini adalah sebagai berikut. 1) Bagaimanakah unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno? 2) Bagaimanakah tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana? 3) Bagaimanakah tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 4) Bagaimanakah tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana? 5) Bagaimanakah gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi?. Tujuan penelitian: 1) ingin mengetahui unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno; 2) ingin mengetahui tindak tutur lokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Rinatiarno berdasarkan setting suasana; 3) ingin mengetahui tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 4) ingin mengetahui tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana; 5) ingin mengetahui gaya bahasa pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi. Metode: metode deskriptif kualitatif. Teknik: teknik perolehan data (teknik studi pustaka dan analisis dokumenter) dan teknik pengolahan data (analisis). Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno. Kemudian teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposif. Sampel dalam penelitian ini adalah dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno yang mempunyai tindak tutur lokusi, ilokusi, perlokusi, dan gaya bahasa. Simpulan yang menjadi penelitian dalam skripsi ini sebagai berikut. 1) Unsur intrinsik pada dialog-dialog drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno dapat disimpulkan tema, konflik, alur atau plot, tokoh dan perwatakan, latar atau setting, dialog, amanat. 2) Tindak tutur lokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah meminta. 3) Tindak tutur ilokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur lokusi yang lebih banyak digunakan adalah memberitahukan. 4) Tindak tutur perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno berdasarkan setting suasana dapat disimpulkan bahwa tindak tutur perlokusi yang banyak pengarang digunakan adalah meyakinkan. 5) Gaya bahasa berdasarkan lokusi, ilokusi, perlokusi pada dialog-dialog naskah drama “Republik Bagong†karya N. Riantiarno dapat disimpulkan bahwa gaya bahsa yang banyak digunakan pengarang adalah gaya bahasa asonansi.Kata kunci : tindak tutur, gaya bahasa, naskah drama
PERBANDINGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEKKARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI I CIWARU KABUPATEN KUNINGAN DENGAN TEMA, SETTING, DAN TITIK PENGISAHAN CERITA PENDEK KARYA SISWA KELAS XII SMANEGERI 1 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2012/2013
Penelitian ini berjudul Perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru Kabupaten Kuningan dengan Tema, Setting, dan Titik Pengisahan Cerita Pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013. Rumusan masalah: 1) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013? 2) bagaimana tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tahun pelajaran 2012/2013? 3) bagaimanakah perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan? Tujuanpenelitian: 1) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru.2) ingin mengetahui tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 Kuningan. 3) untuk mengetahui perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negeri 1 Ciwaru dengan tema, setting, dan titik pengisahan cerita pendek karya siswa SMA Negri 1 kuningan. Metode : deskriptif kualitatif. Teknik:teknikperolehan data (studi kepustakaan, observasi, penugasan) danteknikpengolahan data (analisis). Populasi : yaitu seluruh cerpen karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan dengan dengan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negri 1 Ciwaru tahun pelajaran 2012/2013 jumlah keseluruhan sebanyak 204  siswa. Sampel : adalah 20% dari keseluruhan jumlah populasi yaitu 40 cerpen. Simpulan: 1) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu tentang percintaan, penyesalan, persahabatan, kehidupan, keindahan alam, pengalaman, perjuangan, dan keluarga. Dari cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 CiwaruTernyatatema tentang percintaan dan persahabatan lebih mendominasi. 2) Tema yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu tentang kehidupan, pengalaman, perjuangan, persahabatan, percintaan, dan cita-cita. Dan tema tentang kehidupan lebih mendominasi. Perbandingan tema cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan tema cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini membuktikan bahwa pokok persoalan yang ingin disampaikan atau diungkapkan siswa sebagai pengarang sangat dipengaruhi oleh perkembangan intelektual dan pengalaman pendidikan di samping tingkat kepekaan terhadap gejala-gejala sosial yang ada di lingkungannya. Sehingga tema percintaan dan persahabatan muncul mendominasi pada cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru sebagai tanda dimulainya proses pencarian identitas diri. Begitu juga pada cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan tema kehidupan muncul mendominasi sebagai tanda pencapaian pendewasaan yang matang. 3) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting kota, kampus, kelas, candi, jalan, panti asuhan, pedesaan, pasar, rumah. Setting tentang perkotaan lebih mendominasiini artinya meskipun berada di daerah pedesaan tetapi mereka mampu bersaing dengan daerah perkotaan. Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari. Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana sedih, dan bahagia. 4) setting yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk setting tempat lebih banyak menggunakan setting seperti kampus, sekolah, kelas, mesjid, rumah sakit, pabrik, cafe, angkot, desa, jalan, gunung, lapangan, puncak, kebun, taman, rumah, meja belajar, duduk di bangku, sudut kamar, dan tempat tidur. Dan setting tentang pedesaan dan pegunungan lebih mendominasi ini artinya dikarenakan kehidupan sehari-hari mereka di wilayah kota sehingga mereka beralih dan lebih merasa sejuk mengambil pedesaan.Untuk setting waktu banyak menggunakan setting tahun, bulan, hari.Untuk setting suasana banyak menggunakan setting suasana suasana sedih, bahagia, dan haru. 5) titik pengisahanyang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 14 cerpen. Titik pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 1 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 21 cerpen.titik pengisahan yang diangkat dalam cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan yaitu untuk titik pengisahan sebagai pengamat sebanyak 15 cerpen. pengisahan sebagai tokoh bawahan sebanyak 3 cerpen. Ttik pengisahan sebagai tokoh utama sebanyak 18 cerpen.Perbandingan titik pengisahan cerita pendek kerya siswa kelas XII SMA Negeri 1 kuningan dengan titik pengisahan cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Ciwaru di atas yaitu bervariasi. Hal ini menunjukan bahwa pengalaman yang mereka alami secara langsung mereka sampaikan tanpa perantara orang lain, sedangkan untuk siswa yang memposisikan diri sebagai pengamat mereka lebih suka meninjau pengalaman yang mereka alami agar lebih bisa menikmati diri mereka sebagai pengarang yang memegang jalan cerita. Dalam penggunaan titik pengisahan sebagai tokoh utama tidak ada perbedaan hanya saja untuk cerita pendek karya siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kuningan pengarang sebagi pengamat banyak pula digunakan, hal ini membuktikan bahwa sikap pengarang terhadap objek atau pokok persoalannya sangat dipengaruhi oleh tingkat kepekaan individu tersebut terhadap keinginan masing-masing sesuai imajinasi yang mereka harapkan untuk terjun secara langsung maupun hanya mengamati dan mengatur jalan cerita.Kata kunci : perbandingan tema, setting, dan titik pengisahan, cerita pendek, siswa SMA Negeri 1 Ciwaru siswa SMA Negeri 1 Kuningan
CAKUPAN ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN DALAM KI DAN KD PADA STANDAR ISI SMA KELAS XII KURIKULUM 2013 MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA WAJIB DAN PEMINATAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan Kurikulum yang selanjutnya menarik penasaran peneliti untuk membuktikan apakah benar dalam KI dan KD Mata Pelajaran Bahasa Indonesia SMA Kelas XII Kurikulum 2013 terdapat Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesatraan, yang selama ini keilmuan tersebut sudah diterima oleh peneliti di bangku kuliah. Rumusan masalah yaitu 1). Bagaimanakah cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XII Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib? 2). Bagaimanakah cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XII Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan? Tujuan Penelitian yaitu 1). Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XII Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Wajib, 2). Ingin mengetahui cakupan ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan dalam KI dan KD pada standar isi SMA kelas XII Kurikulum 2013 mata pelajaran Bahasa Indonesia Peminatan. Adapun manfaat penelitian yaitu: 1). a. Penelitian ini diharapkan dapat membantu mengembangkan ilmu pengetahuan, khususnya dalam ilmu kependidikan. 2). a. Agar pembaca tahu ada bidang keilmuan apa saja dalam KI dan KD Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, menggunakan teknik pengolahan data 1) membaca KI KD, 2) menjabarkan KI KD ke dalam skema, 3) menjabarkan skema, 4) memasukan dan menganalisis KI KD ke dalam tabel, 5) menjabarkan dan mendeskripsikan hasil analisis. Standar Isi SMA Kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan merupakan populasi penelitian. Adapun sampel dalam penelitian ini yakni: Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang terdapat dalam Standar Isi Kurikulum 2013 SMA Kelas XII Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Wajib dan Peminatan. Berdasarkan hasil analisis pengolahan data “Cakupan Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, dan Ilmu Kesastraan dalam KI dan KD mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA XII Wajib dan Peminatan dapat terlealisasikan dalam Kurikulum 2013 dan yang lebih mendominasi adalah Ilmu Kereampilan Berbahasa (Berbicara, Menulis), Ilmu Kebahasaan (sosiolinguistik, psikolinguistik, jurnalistik, fonologi (bunyi segmental dan suprasegmental), morfologi (kata), sintaksis (kalimat), semantik (jenis makna, relasi, majas), pragmatik), Ilmu Kesastraan (prosa fiksi (lama baru), puisi, drama). Jenis teks yang mendominasi dalam bahan pembelajaran adalah teks jenis jurnalistik.Kata kunci : KI-KD wajib dan peminatan, keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, kesastraa
NILAI PENDIDIKAN DALAM NOVEL TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK KARYA HAMKA SEBUAH ANALISIS UNSUR TEMA, TOKOH, PERWATAKAN, AMANAT
Penelitian ini merupakan suatu analisis terhadap unsur pendidikan atas tema, tokoh dan perwatakan serta amanat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimanakah amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA?, Bagaimana nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat? Tujuan penelitian ini adalah : Ingin mengetahui tema dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui tokoh dan perwatakan dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Ingin mengetahui amanat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA.Ingin mengetahui nilai pendidikan pada novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA dilihat dari tema, tokoh dan perwatakan serta amanat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Teknik pemerolehan data yang akan dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah studi pustaka dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah unsur intrinsik novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Sampel dalam penelitian ini adalah tema, tokoh dan perwatakan, amanat serta nilai pendidikan dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA. Setelah dilakukan analisis maka diperoleh simpulan sebagai berikut. 1) Tema yang terdapat dalam Novel yang berjudul Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka adalah tentang cinta yang sejati, tulus dan cinta yang setia antara laki-laki dan perempuan tetapi tidak dapat dipersatukan dan tak tersampaikan karena tradisi adat Minangkabau yang begitu mengikat. 2) Tokoh dan perwatakan yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka Tokoh utama adalah Zainuddin, berwatak sopan, baik budi. Hayati, pandai berterima kasih. Aziz, memiliki karakter kasar. Khadijah, senang mempengaruhi orang lain. Sedangkan tokoh bawahan adalah Base, memiliki karakter penuh rasa sayang. Ahmad, memiliki karakter penurut, Muluk, memiliki karakter pandai bergaul. Amanat yang terdapat dalam novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Hamka : Jika cinta itu tulus dari hati yang sebenarnya, maka cinta itu tidak perlu memaksanakan untuk dimiliki. Dalam hidup kita tidak dapat mudah putus asa dan harus selalu memiliki tujuan hidup. Cinta tak sampai seharusnya bukan akhir dari segalanya. Jangan memelihara dendam kepada orang lain. Selalu menjaga amanat. Unsur pendidikan yang terdapat dalam Novel Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya HAMKA adalah : Unsur pendidikan religius; unsur Aqidah yakni selalu mengingat Tuhan dalam keadaan apapun. Unsur Ahlak yakni bercita-cita untuk memperdalam ilmu dunia dan akhirat sehingga kelak menjadi seorang yang berguna. Nilai Pendidikan Moral; Kesetiaan, kejujuran, dan kebenaran akan senantiasa mendapat ujian. Nilai Pendidikan Sosial; Sebagai anggota masyarakat, manusia harus saling menghargai dan menghormati; serta saling menolong terhadap sesama manusia.Kata kunci : Unsur intrinsic, nilai pendidikan, nove
ANALISIS KESALAHAN BAHASA DAN MAKNA BAHASA PADA SPANDUK DI SEPANJANG JALAN SILIWANGI KABUPATEN KUNINGAN PERIODE FEBRUARI 2015
Judul penelitian ini adalah Analisis Kesalahan Bahasa dan Makna Bahasa pada Spanduk di Sepanjang Jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan Periode Februari 2015. Rumusan Masalah: 1) bagaimana kesalahan bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 2) bagaimana makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015?; 3) termasuk kedalam jenis makna apa sajakah bahasa yang ada dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015? Metode: deskripsi kualitiatif. Simpulan: 1) jumlah kesuluruhan kesalahan berbahasa sebanyak 13 kesalahan, kesalahan penggunaan EYD berjumlah 6, dan kalimat berjumlah 7 yang muncul pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan; 2) analisis makna bahasa yang terdapat dalam spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan periode Februari 2015 merupakan analisis makna dan tulisannya yang terdapat dalam spanduk; 3) jenis makna yang terdapat dalam pada spanduk di sepanjang jalan Siliwangi Kabupaten Kuningan adalah makna leksikal dan gramatikal.Kata kunci : analisis, kesalahan bahasa, makna bahasa, dan spandu
TINDAK TUTUR GURU BAHASA INDONESIA DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SMK NEGERI SE-KABUPATEN KUNINGAN TAHUN PELAJARAN 2012/2013 (Studi deskriptif dilihat dari lokusi, ilokusi, dan perlokusi)
Research problems in this paper is how to form speech acts used Indonesian teacher in teaching and learning activities in a district SMK Brass academic year 2012/2012?. The purpose of this study was to determine the form of speech acts used Indonesian teacher in teaching and learning activities in a district SMK Brass academic year 2011/2012. In this study the authors use analytical and descriptive method to get the data in the authors analyzed using the techniques of observation and documentation. The population in this study are all utterances Indonesian teacher in a district SMK Brass. The results of this analysis can be concluded that: 1) Follow locutions said Indonesian teacher in teaching and learning activities at SMK Brass Se-district basis of the types of speech acts lokusi contained 162 utterances, consisting of narrative speech act type locutions 26 speech, not speech descriptive type locutions 12 speech, and speech act type 124 informative speech, 2) Follow ilokusi said Indonesian teacher in teaching and learning activities in Se-district SMK Brass basis of the criteria contained 179 ilokusi speech act utterances, consisting of speech acts ilokusi 6 criteria assertive speech, speech acts directive criteria ilokusi 146 utterances, speech acts ilokusi criteria commissive 10 speech, expressive speech acts ilokusi criteria 9 speech, and speech acts ilokusi 8 criteria declarative utterances; 3) Follow perlokusi said Indonesian teacher in teaching and learning activities SMK-Se in Kuningan District on the basis of the parts of speech act perlokusinya contained 95 utterances, consisting of speech acts perlokusi said section encourages partners to learn about something 5 speech, speech acts perlokusi part to make partner says to do something 69 speech, and the speech act perlokusi part to make partner said something to think about 21 utterances.Keywords: analsys, speech act, teache
KAJIAN VARIASI BAHASA PADA STATUS YANG DIBUAT OLEH PENGGUNA TWITTER YANG BERGABUNG DENGAN AKUN TWITTER SAQINAA MELISA PERIODE JANUARI 2014
Bahasa nasional di Indonesia adalah bahasa Indonesia, munculnya variasi bahasa yang digunakan dalam status pengguna twitter ini jelas merusak bahasa nasional. Untuk itu peneliti merasa terdorong untuk melakukan penelitian tentang “Kajian Variasi Bahasa pada Status yang Dibuat oleh Pengguna Twitter yang Bergabung dengan Akun Twitter Saqinaa Melisa Periode Januari 2014â€. Berdasarkan latar belakang tersebut maka permasalahan penelitian ini adalah 1) Variasi bahasa apa yang digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqina Melisa periode Januari 2014? 2) Variasi bahasa apa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014? Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pemerolehan data menggunakan studi pustaka, dan teknik dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 yang berjumlah 477 buah. Sampel yang diambil dalam penelitian ini hanya 114 buah status, peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan, yaitu sampel bertujuan atau purposive sampel. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Variasi bahasa yang digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem dan Akrolek. 2) Variasi bahasa yang paling banyak digunakan pada status yang dibuat oleh pengguna twitter yang bergabung dengan akun twitter Saqinaa Melisa periode Januari 2014 adalah variasi bahasa Slang / Prokem. Dari 114 status yang dijadikan sampel penelitian, 74 status termasuk kedalam variasi bahasa Slang / Prokem, dan 40 status lainnya termasuk kedalam variasi bahasa akrolek.Kata kunci : variasi bahasa, akun twitte
PERBANDINGAN NOVEL CANTIK ITU LUKA KARYA EKA KURNIAWAN DENGAN MIDAH SIMANIS BERGIGI EMAS KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER
ABSTRAK: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui betapa berpengaruhnya kecanti-kan yang dimiliki oleh seorang perempuan tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Kecantikan dapat mengakibatkan keperibadian seseorang merasa terancam. Adapun masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana perbandingan pengaruh cantik terhadap tokoh utama perempuan dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pemahaman secara mendalam dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra. Sumber datanya novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan dan novel Midah Simanis Bergigi Emas karya Pramoedya Ananta Toer. Data yang bersumber dari satuan-satuan bahasa yang berupa kutipan cerita. Hasil penelitian menunjukkan pengaruh kecantikan yang dimiliki oleh tokoh utama dalam novel Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan.KATA KUNCI: psikologi sastra, kecantikan dan perempuan. ABSTRACT: The objectives of this reseach are how the influence owned by beauty a women the main character in Cantik Itu Luka novel by Eka Kurniawan and Midah Simanis Bergigi Emas by Pramoedya Ananta Toer . The beauty can lead the personality of a feeling person threatened. The as for problem to in this research is how the comparison of the beautiful influence of the main character womwns in the Cantik Itu Luka novel by Eka Kurniawan and Midah Simanis Bergigi Emas by Pramoedya Ananta Toer. This reseach using qualitative descriptive method with deep understanding and the using literature psychology the approach. The source of the data are Cantik Itu Luka novel by Eka Kurniawan dan Midah Simanis Bergigi Emas novel by Pramoedya Ananta Toer. The data source from the language units in the from of story quotes. The research of results show the influence of a beauty possessed by the main character in the Cantik Itu Luka novel by Eka Kurniawan and Midah Simanis Bergigi Emas novel by Pramoedya Ananta Toer.KEY WORDS: literature psychology, beauty and womens
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH BERORIENTASI BERPIKIR KRITIS DALAM PEMBELAJARAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTASI PADA SISWA KELAS XI SMK MUHAMMADIYAH 3 KUNINGAN TAHUN AJARAN 2013/2014
Judul penelitian ini “ Keefektifan Model Pembelajaran Berbasis Masalah Berorientasi Berpikir Kritis Dalam Pembelajaran Menulis Karangan Argumentasi Pada Siswa Kelas XI SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014â€. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1). bagaimana perencanaan pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis paragraf argumentasi, 2) bagaimana aktivitas guru dan siswa dalam proses penerapan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi 3) bagaimana efektifitas model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi . Berdasarkan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian ini adalah: 1) mendeskripsikan perencanaan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi 2). mendeskripsikan aktivitas guru dan siswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi, 3) mengetahui keefektifan model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu dengan kategori tes awal dan tes akhir pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Populasi penelitian ini, yaitu siswa kelas XI dengan sampel siswa eksperimen yaitu kelas XI TKJ 1 dan sampel kelas kontrol yaitu kelas XI TKR 1 SMK Muhammadiyah 3 Kuningan Tahun Ajaran 2013-2014. Instrumen yang digunakan yaitu berupa lembar observasi guru dan siswa, lembar tes awal dan tes akhir, dan lembar observasi.Hipotesis dalam penelitian ini adalah “model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis efektif diterapkan dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi:. Setelah dilakukan penelitian, hipotesis itu terbukti. Hal ini dapat dilihat dari niai rata-rata tes akhir di kelas kontrol mengalami kenaikan dari tes awalnya yang tidak begitu signifikan karena hanya mencapai angka 10, yakni dari 52 menjadi 62. Ini menunjukkan bahwa model pembelajaran ceramah yang dilakukan guru di kelas kontrol berhasil diterapkan karena kemampuan siswa dalam menulis karangan argumentasi meningkat. Sedangkan di kelas eksperimen nilai rata-rata tes akhir menulis karangan argumentasi juga mengalami kenaikan yang signifikan dari tes awalnya, yakni dari 53 menjadi 81. Atau mengalami kenaikan 28 angka. Disini menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis masalah berorientasi berpikir kritis yang diterapkan di kelas eksperimen berhasil dan efektif, karena dibuktikan dengan meningkat nya nilai siswa yang lebih tinggi dibandingkan di kelas kontrol.      Berdasarkan hasil penelitian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis masalahberorientasi berpikir kritis ini dapat digunakan sebagai aternatif dalam pembelajaran menulis karangan argumentasi.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Masalah, Berpikir Kritis dan Karangan Argumentas