FON : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Not a member yet
159 research outputs found
Sort by
PERBEDAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI SMA NEGERI 1 CIAWIGEBANG TAHUN AJARAN 2014/2015 DALAM PEMBELAJARAN MENULIS CERPEN DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA GAMBAR SERI DAN MEDI TEKS NARASI
Masalah Penelitian ini yaitu : 1) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 dalam Ciawigebang pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri? 2) Bagaimanakah hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media teks narasi? 3)Adakah perbedaan hasil belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Ciawigebang dalam pembelajaran menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi? Metode: metode eksperimen sungguhan Simpulan: Berdasarkan data dan pengolahan data maka peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut. 1) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri, berkategori baik. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 66 berada pada rentang nilai 60-80. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 2) Kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media teks narsi, berkategori cukup. Berdasarkan pengolahan data diperoleh nilai rata-rata 58 berada pada rentang nilai 50-60. Jadi, hipotesis yang peneliti ajukan, diterima. 3) Ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri dan media teks narasi pada siswa kelas XI IPS 4 dan XI IPS 5 SMA Negeri 1 Ciawigebang tahun ajaran 2014/2015. Hal tersebut dibuktikan dari hasil penghitungan dengan uji t yang menghasilkan t hitung lebih besar daripada t tabel, yaitu t hitung 4,12 t tabel 1,66. Artinya, kemampuan menulis cerpen dengan menggunakan media gambar seri lebih baik dari pada media teks narasi.Kata kunci: Perbandingan, menulis cerpen, media gambar seri, dan media teks naras
PERBEDAAN KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN NARASI MELALUI PENERAPAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DENGAN EXAMPLE NONEXAMPLE PADA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 KADUGEDE KABUPATEN KUNINGAN TAHUN AJARAN 2014/2015
Judul penelitian ini adalah Perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015. Rumusan Masalah: 1) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learning ?, 2) Bagaimanakah kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexample ?, 3) Adakah perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexample pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015?. Metode: quasi eksperiment atau eksperimen semu. Simpulan: 1)Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode problem based learningtermasuk kategori baik, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 79,47 dengan jarak interval 71 – 85. Jadi hipotesis diterima. 2) Kemampuan siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015 dalam menulis karangan narasi melalui metode example nonexampletermasuk kategori cukup, hal ini dibuktikan dengan memperoleh nilai rata-rata 65,87 dengan jarak interval 41 – 70. Jadi hipotesis diterima. 3) Terdapat perbedaan kemampuan menulis karangan narasi melalui penerapan metode problem based learning dengan example nonexamplepada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Kadugede Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2014/2015hal ini dibuktikan dengan hasil perhitungan uji hipotesis diperoleh t hit (5,686) t daf (1,67), maka Hi diterima.Kata kunci : perbedaan, kemampuan menulis karangan narasi, penerapan metode PBL dan example nonexample, dan siswa kelas VI
ANALISIS STRUKTUR BAHASA SLANG PADA MAJALAH KAWANKU PERIODE JANUARI 2015DAN ANCANGAN PEMBINAAN BAHASA PADA REMAJA SEBAGAI KONSUMEN MAJALAH KAWANKU
Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis bahasa slang dalam majalah kawanku priode Januari 2015 berdasarkan bentuk kata, struktur bahasa slang, dan ancangan pembinaan, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap bentuk dan struktur bahasa slang yang terdapat dalan majalah kawanku periode Januari 2015 dan ancangan pembinaan untuk konsumen majalah Kawanku. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana bentuk kata bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (2)Bagaimana struktur bahasa slang dalam majalah Kawanku periode Januari 2015?, (3)Bagaimana ancangan pembinaan pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku?.Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk medeskripsikan bentuk bahasa slang yang ada dalam majalah kawanku periode Januari 2015,(2)Untuk mendeskripsikan struktur bahasa slang yang ada dalam majalah Kawanku periode Januari 2015(3)Untuk mendeskripsikan ancangan pembinaan Bahasa pada remaja sebagai konsumen majalah Kawanku.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah majalah Kawanku berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam majalah kawanku terdapat bentuk kata slang, (2) struktur bahasa slang yang dianalisi lebih banyak menggunakan penyingkatam, akronim,pembentukan dan penggubahan kata.(3) terjadi banyak kesalahan penggunaan penyingkatan, pengubahan kata, dan akronim yang tidak sesuai dengan standar maka akan di beri informasi lebih luas menganai kebahasaan terutama bahasa slang atau bahasa pergaulan yang lebih cepat berkembang di kalangan remaja saat ini dengan menggunakan ancangan pembinaan melalui strategi penyuluhan terhadap penggunaa majalah kawanku yaitu para remaja terutama SMA. Berdasarkan penelitian ini, penulis merekomendasikan agar remaja konsumen majalah Kawanku dapat menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam situasi formal ataupun nonformal.Kata kunci : Bahasa Slang, Majalah Kawanku, dan Ancangan Pembinaan
ANALISIS KATA SERAPAN DALAM NASKAH DRAMA “OPERA KECOAâ€KARYA N. RIANTIARNO BERDASARKAN ASAL BAHASA, JENIS KATA, DAN PROSES PEMBENTUKANNYA
ABSTRAK Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis kata serapan dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N. Riantiarnoberdasarkan asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap penyerapan bahasa asing dan daerah ke dalam bahasa Indonesia yang terdapat dalan naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Kata serapanapasaja yang terdapatdalamnaskah drama drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno?, (2) Kata serapandaerahapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno?, (3) Kata serapanasingapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno?, (4) Termasukjenis kata apasaja kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno?, (5) Bagaimana proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untukmengetahui kata serapan yang ada dalam naskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno, (2) Untuk mengetahui kata serapan bahasa daerah dalam naskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno, (3)Untuk mengetahui kata serapan bahasa asing dalam naskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno, (4) Untuk mengetahui jenis kata dalam kata serapan yang terdapat dalam kalimat pada naskah dramaâ€operakecoa†karya N. Riantiarno, (5) Untuk mengetahui proses pembentukan kata serapan dalam naskah drama “opera kecoa†karya N. Riantiarno. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah naskah drama berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh Kesimpulan (1) Dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno terdapat kata serapan dari bahasa asing dan bahasa daerah, (2) Kata-kata serapan daerah yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno berasal dari bahasa sansakerta, (3) Kata-kata serapan asing yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno berasal dari bahasa Belanda, Arab, Portugis, dan inggris kata serapan asing lebih banyak diserap dari bahasa Belanda, (4) Analisis kata serapan berdasarkan jenis kata yang diperoleh dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno lebih banyak termasuk kedalam jenis kata benda, (5) proses pembentukan dalam naskah drama “Opera Kecoa†karya N.Riantiarno lebih banyak menggunakan proses secara adaptasi. Kata Kunci : Kata Serapan, Asal Bahasa, Jenis Kata, Dan Proses Pembentukanny
PERBANDINGAN BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2006 DALAM MENJABARKAN SK DAN KD DENGAN BUKU TEKS MAHIR BERBAHASA INDONESIA TERBITAN ERLANGGA UNTUK SISWA SMP KELAS VII KURIKULUM 2013 DALAM MENJABARKAN KI DAN KD DILIHAT DARI PROPORSI ILMU KETERAMPILAN BERBAHASA, ILMU KEBAHASAAN, DAN ILMU KESASTRAAN
Judul penelitian ini adalah Perbandingan Buku Teks Bahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2006 Dalam Menjabarkan SK dan KD dengan Buku Teks Mahir Berbahasa Indonesia Terbitan Erlangga untuk Siswa SMP Kelas VII Kurikulum 2013 dalam Menjabarkan KI Dan KD dilihat dari Proporsi Ilmu Keterampilan Berbahasa, Ilmu Kebahasaan, Dan Ilmu Kesastraan. Rumusan masalah: (1) Bagaimana buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD; (2) Bagaimana buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga siswa SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan; (3) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD; (4) Bagaimana perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 dalam menjabarkan KI dan KD dilihat dari proporsi ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan. Tujuan: ingin mengetahui kelengkapan dan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013. Metode: deskriftif kualitatif. Simpulan: perbandingan perbandingan buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006 dalam menjabarkan SK dan KD dengan buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013 sebagai berikut: keilmuan Berbicara, Sintaksis3 (kalimat), dan Puisi mendominasi penjabaran buku teks Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2006. Sementara keilmuan Membaca, Sintaksis3 (kalimat), dan Cerpen mendominasi penjabaran buku teks Mahir Bahasa Indonesia Erlangga SMP kelas VII kurikulum 2013.Kata kunci: perbandingan, buku teks bahasa Indonesia kelas VII SMP, kurikulum 2006, kurikulum 2013, ilmu keterampilan berbahasa, ilmu kebahasaan, dan ilmu kesastraan
ANALISIS KATA SERAPAN DALAM NASKAH DRAMA “OPERA KECOA”KARYA N. RIANTIARNO BERDASARKAN ASAL BAHASA, JENIS KATA, DAN PROSES PEMBENTUKANNYA
Penelitian ini merupakan suatu deskripsi tentang analisis kata serapan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N. Riantiarnoberdasarkan asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukannya, yang dilatarbelakangi oleh rasa ingin tahu penulis terhadap penyerapan bahasa asing dan daerah kedalam bahasa Indonesia yang terdapat dalan naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno. Hal ini menyangkut rumusan masalah sebagai berikut (1) Kata serapanapasaja yang terdapatdalamnaskah drama drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (2) Kata serapandaerahapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (3) Kata serapanasingapasaja yang terdapatdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (4) Termasukjenis kata apasaja kata serapan yang terdapatdalamkalimatpadanaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?, (5) Bagaimana proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno?. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untukmengetahui kata serapan yang adadalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (2) Untukmengetahui kata serapanbahasadaerahdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (3)Untukmengetahui kata serapanbahasaasingdalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno, (4) Untukmengetahuijenis kata dalam kata serapan yang terdapatdalamkalimatpadanaskahdrama”operakecoa” karya N. Riantiarno, (5) Untukmengetahui proses pembentukan kata serapandalamnaskah drama “opera kecoa” karya N. Riantiarno.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analitik, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi. Objek penelitian yang digunakan penulis ialah naskah drama berdasarkan hasil penelitian diatas maka diperoleh kesimpulan (1) Dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno terdapat kata serapan dari bahasa asing dan bahasa daerah, (2) Kata-kata serapan daerah yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa sansakerta, (3) Kata-kata serapan asing yang ada dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno berasal dari bahasa Belanda, Arab, Portugis, dan inggris kata serapan asing lebih banyak diserap dari bahasa Belanda, (4) Analisis kata serapan berdasarkan jenis kata yang diperoleh dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak termasuk kedalam jenis kata benda, (5) proses pembentukan dalam naskah drama “Opera Kecoa” karya N.Riantiarno lebih banyak menggunakan proses secara adaptasi.Kata kunci : kata serapan, asal bahasa, jenis kata, dan proses pembentukanny
NILAI PSIKIS DALAM NOVEL BAIT SURAU KARYA RAKHA WAHYU (sebagai upaya alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013 di SMA)
Judul penelitian ini adalah Nilai Psikis dalam novel Bait Surau karya Rakha Wahyu (sebagai alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada kurikulum 2013). Rumusan Masalah: 1) apakah tema yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 2) bagaimana tokoh dan perwatakan yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 3) bagaimana konflik yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 4) apakah amanat yang terkandung dalam Novel, “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 5) bagaimana nilai psikis yang ada dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu?; 6) apakah Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu dapat dijadikan sebagai upaya alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA?; Tujuan: ingin mengetahui apakah tema yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, bagaimana tokoh dan perwatakan yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, bagaimana konflik yang terkandung dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, apakah amanat yang terkandung dalam Novel “Bait Surau” karya Rakha Wahyu, dan bagaimana nilai psikis yang ada dalam Novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu, serta ingin mengetahui apakah dapat dijadikan sebagai upaya alternatif bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analisis. Simpulan: nilai psikis dalam novel“Bait Surau” karya Rakha Wahyu dapat dijadikan sebagai upaya alternatif pemilihan bahan ajar Bahasa Indonesia pada Kurikulum 2013 di SMA kelas XII dilihat dari Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD), serta psikologi perkembangan.Kata kunci: nilai psikis, bahan ajar, kurikulum 201
ANALISIS KESALAHAN MORFOLOGIS DAN SINTAKSIS PADA PIDATO PRESIDEN JOKO WIDODO PERIODE JANUARI 2015
Judul penelitian ini adalah analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015. Rumusan Masalah : 1) bagaimana kesalahan morfologis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ?; 2) bagaimana kesalahan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 ? Metode : deskriptif analisis kualitatif. Simpulan: analisis kesalahan morfologis dan sintaksis pada pidato presiden Joko Widodo periode Januari 2015 adalah sebagai berikut : kesalahan morfologis pada pidato Presiden Jokowi periode 2015 banyak terjadi karena menghilangkan imbuhan pada suatu kata, selain itu adanya penyingkatan morfem men-, meny-, meng-, dan menge- menjadi n-, ny-, ng-, dan nge-. Dalam penggunaan bahasa, karena pengaruh bahasa daerah, morfem men-, meny-, meng-, dan menge- disingkat menjadi n-, ny-, ng-, dan nge- dalam pembentukan kata kerja. contohnya, pada kata ngalami seharusnya mengalami, beri seharusnya memberi, kata nyenggol seharusnya menyenggol, ngejek seharusnya mengejek, make seharusnya memakai, nontonseharusnya menonton. Kesalahan sintaksis banyak terjadi karena kesalahan pada penyusunan struktur kalimat yang salah seperti pada kalimat alhamdulillah sudah, sekarang ketemu adalah contoh penyusunan struktur yang salah, seharusnya Alhamdulillah sekarang sudah bertemu kesalahan dalam bidang sintaksis juga terjadi karena adanya penggandaan subjek yaitu kata ‘Saya’ seperti pada kalimat Saya kemarin saya lihat, peraturan ko seperti ini seharusnya kalimat tersebut adalah Saya kemarin lihat peraturan ko seperti ini. Selain itu adanya kesalahan sintaksis karena berstruktur dari bahasa daerah seperti pada kalimat Kalau dibiarkan, sudah ton, bawanya ton, ya kan, dimasukkan ke penjara, eh masih mengendalikan bisnis narkobanya dari dalam penjara Kata narkobanya merupakan kesalahan sintaksis yang terpengaruh oleh struktur bahasa daerah yaitu menggunakan akhiran-nya, contoh lain seperti dalam kalimat ‘bukunya sudah di ke kantorkan’.Kata kunci : kesalahan, morfologis, sintaksis
PERBEDAAN HASIL BELAJAR SISWA DALAM MEMAHAMI UNSUR INTRINSIK HIKAYAT DENGAN MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING (SFE) DAN METODE COOPERATIVE SCRIPT PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 LURAGUNG TAHUN AJARAN 2014/2015
Judul penelitian ini adalah Perbedaan Hasil Belajar Siswa dalam Memahami Unsur Intrinsik Hikayat dengan Menggunakan Metode Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) dan Metode Cooperative Scriptpada Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Luragung Tahun Ajaran 2014/2015.Rumusan Masalah: 1) bagaimana hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015? 2) bagaimana hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajarancooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015? 3) adakah perbedaan hasi belajar dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining dan metode cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015?. Metode: deskriptif komparatif. Simpulan: 1) hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015, baik. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai yaitu 76,42, dapat dikategorikan baik; 2) hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015, cukup. Hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata yang dicapai adalah 68,63,dapat dikategorikan cukup; 3) ada perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa dalam memahami unsur intrinsik hikayat dengan menggunakan metode pembelajaran student facilitator and explaining dan metode cooperative script pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Luragung tahun ajaran 2014/2015. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji perbedaan dengan uji t yang menyatakan bahwa pada taraf signifikansi 0,05 (tingkat kepercayaan 95%) hasil t tabel (2,000) t hitung (3,23). Jadi hipotesis diterima.Kata kunci: perbedaan, hasil belajar siswa, unsur intinsik hikayat, metode student facilitator and explaining, dan metodecooperative script
ANALISIS STRUKTUR DAN KAIDAH TEKS EKSPOSISI PADA HARIAN PIKIRAN RAKYAT EDISI MINGGU KE 2 BULAN JANUARI 2015 DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN AJAR DALAM PEMBELAJARAN MEMAHAMI TEKS EKSPOSISI DI SMA KURIKULUM 2013
Judul penelitian ini adalah Analisis Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Pada Harian Pikiran Rakyat Edisi Minggu ke 2 Bulan Januari 2015 dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar dalam Pembelajaran Memahami Teks Eksposisi di SMA Kurikulum 2013.Rumusan masalah: 1) bagaimana struktur teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; 2) bagaimana kaidah teks eksposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015?; dan 3) apakah teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar memahami teks eksposisi di SMA? Metode : Deskriptif kualitatif. Simpulan: Teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015, jika dilihat dari struktur dan kaidah teks eksposisi, sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai, maupun dengan materi pelajaran yang akan disampaikan, dan dengan kondisi sarana yang tersedia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teks ekposisi pada Harian Umum Pikiran Rakyat edisi bulan Januari 2015 dapat dijadikan bahan ajar bagi siswa di SMA dalam memahami teks eksposisiKata kunci : analisis struktur dan kaidah,pemanfaatannya sebagai bahan ajar kurtila