JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
    270 research outputs found

    PENGUJIAN KETELITIAN GEOMETRIK PADA MESIN BUBUT EMCOMAT EM 17S MENURUT ISO 1708

    Get PDF
    Dalam pemakaian sehari-hari, mesin perkakas mengalami deformasi karena jepitan, pengaruh panas dan deformasi karena gaya pemotongan. Oleh karena itu, dengan berjalannya waktu pada umumnya karataeristik proses akan berubah. Perubahan ini bisa berupa pergeseran proses rata-rata (Average Process Level) atau variabilitas proses (Process Variability), untuk itu di perlukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin perkakas. Dalam penelitian ini, akan melakukan pengujian ketelitian geometrik pada mesin bubut EMCOMAT EM 17S, karena ketelitian perpindahan akan mempengaruhi ketelitian ukuran benda, sedangkan ketelitian permukaan referensi, ketelitian putaran, spindle, dan ketelitian gerak linier akan mempengaruhi gelombang permukaan dan kekasaran permukaan, serta ketelitian bentuk seperti ; kesejajaran, ketegak-lurusan dan konsentrisitas dari benda kerja. Disamping itu ketelitian benda kerja juga dipengaruhi oleh temperatur lingkungan/suhu ruangan, proses pemotongan, penjepitan benda kerja, pahat dan deformasi akibat gaya pemotongan. Untuk itu pengujian kelayakan terhadap suatu mesin bubut sangat diperlukan, dari hasil pengujian mesin bubut tersebut tidak layak pakai untuk pekerjaan yang presisi. Karena presisi itu adalah suatu pekerjaan yang tidak boleh terdapat penyimpangan pada saat proses, dari hasil pengujian ketelitian geometrik tersebut terdapat beberapa faktor yang hasil rata-ratanya diluar batasan toleransi atau melebihi toleransi yang ditentukan seperti pada pengujian penyelarasan terhadap bed dan carriage,pengukuran simpang putar

    PERENCANAAN SISTEM PENGEREMAN OTOMATIS SEPEDA MOTOR DENGAN MENGGUNAKAN AKTUATOR REM TROMOL

    Get PDF
    Sistem rem dari suatu kendaraan merupakan hal penting dalam sebuah sistem pengamanan maupun kenyamanan dan mengendarai sepeda motor. Rem harus mampu mengurangi kecepatan atau menghentikan sepeda motor secara aman dalam kondisi ramai/macet maupun sepi. Dalam proses pengereman manual kesadaran kontrol otak mempunyai peranan penting untuk memberikan perintah pada tangan atau kaki untuk melakukan pengereman, oleh karena itu untuk melakukan proses pengereman otak harus dalam kondisi sadar (on controll) dan tidak dalam keadaan tidak sadar (out off controll). Untuk memperbaiki kekurangan pada sistem pengereman manual, perlu digunakan sistem pengereman otomatis. Pada sistem pengereman otomatis, sistem pengereman akan mengontrol jarak antara kendaraan bermotor pengguna rem otomatis dengan kendaraan bermotor yang ada di depannya. Sensor Fotoelektrik akan mengaktifkan motor listrik pengaktif rem apabila sensor telah mendeteksi jarak kritis tabrakan sejauh 0,5 meter. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerja dari sistem pengereman otomatis pada sepeda motor, dan melakukan perancangan sistem pengereman otomatis pada sepeda.Dengan menggunakan pengereman otomatis diharapkan bisa mempermudah berkendara. Dan tingkat kecelakaan akibat kelalaian si pengemudi dapat di eliminir

    STUDI SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA DIN 1.7223 41CrMo4 DENGAN PENGARUH PERLAKUAN PANAS

    Get PDF
    Logam baja merupakan logam yang masih dominan dipergunakan dalam suatu industri rancang bangun, konstruksi mesin dan peralatan kebutuhan sehar-hari. Dalam memenuhi kebutuhan industri yang di tuntut tersedianya logam baja yang memiliki kualitas dan sifat mekanis yang baik. Untuk tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan judul “Studi sifat mekanis dan struktur mikro pada baja DIN 1.7223 41CrMo4 dengan pengaruh perlakuan panas”. Dalam penelitian ini temperatur pemanasan yang diberikan adalah 850oC, dan di tahan selama 20 menit setiap sampel yang di berikan perlakuan panas kemudian dicelupkan kedalam air dan oli kemudian dilakukan pengujian tarik, pengujian kekerasan,dan penguijian metallografi. Dari hasil pengujian yang dilakukan, pada temperatur pemanasan 850 oC diperoleh nilai kekuatan tarik tinggi sebesar 1404,16N/mm2 dengan media quenching air. Dari hasil yang di peroleh nilai kekerasan tertinggi nilai rata-ratanya adalah  54 HRC pada temperatur pemanasan 850 oC dengan media quenching oli. Pada temperatur pemanasan  850 oC fasa yang tampak adalah pearlit  dan martensit dan nilai kekerasannya lebih tinggi

    DESAIN SABUK PEMINDAH (CONVEYOR) PADA SIMULASI MESIN PRESS GERAM KERTAS

    Get PDF
    Menjelang pasar bebas di era globalisasi yang menjadi perhatian salah satunya adalah di bidang industri. Dengan semakin meningkatnya persaingan di bidang industri maka akan meningkatnya pula kualitas produk yang dihasilkan. Pada bidang industri dibutuhkan suatu mesin yang dapat membantu dan mengoptimalkan proses produksi. Mesin belt conveyor (sabuk pemindah) merupakan salah satu mesin yang sangat dibutuhkan dalam industri, diharapkan dengan adanya mesin ini akan dapat mengurangi ketidak efektifan proses produksi. Efisiensi merupakan salah satu faktor yang pemnting dalam meningkatkan efektifitas kerja. Selain itu, juga dapat menekan biaya produksi. Efesiensi dapat berarti pengurangan waktu produksi dan peningkatan jumlah produksi tanpa mengurangan  kualitas produk. Agar tercapai efisiensi tersebut dibutuhkan peralatan modern yang dapat mempersingkat waktu pemindahan benda atau barang dari satu mesin ke mesin yang lainnya. Salah satu contoh adalah belt convenyor (sabuk pemindah) yang digunakan sebagai alat transportasi benda dengan tepat dan kontinyu. Dari banyaknya jenis conveyor pada bidang industri, penulis merencanakan pembuatan pada jenis belt conveyor (sabuk pemindah) yang mana disesuaikan dengan dimensi pada simulasi mesin press geram kertas dan material yang dibawa, agar nantinya sesuai dengan yang diharapkan. Dalam tugas akhir ini direncanakan proses pemuatan pada mesin dipress simulasi mesin press dengan massa (G) 0.6 kg. Untuk proses pembuatanya mencakup desain bentuk, perhitungan konstruksi komponen-komponen mesin dan perhitungan daya gerak. Dalam pembahasan ini mengacu pada daftar literatur dan tabel dari beberapa buku dengan refensinya masing-masing untuk menghasilkan ukuran dan perhitungan yang diharapkan. Hasil perencanaan pembuatan pada belt conveyor (sabuk pemindah) dengan kapasitas 0.6 kg mencakup parameter utama conveyor sabuk, menentukan daya motor, ukuran diameter poros dan bantalan (bearing) waktu operasi dan lain sebagainya

    ANALISIS DONGKRAK ULIR DENGAN BEBAN 4000 KG

    Get PDF
    Untuk melakukan penelitian tentang kemampuan dari dongkrak ulir ini adalah ketahanan atau kekuatannya terhadap beban yang akan diangkatnya harus melalui tahapan-tahapan yang akan dilakukan, diantaranya : Diameter utama (dc) dari baut atau poros berulir untuk mempertimbangkan bahan dongkrak ini menerima gaya tekan, hasil dari analisanya didapat diameter utamanya ( dc  =  20,2 mm _  2,02 cm ). Torsinya (T1) didapatkan _ 1263,4 kg/cm . Tegangan geser akibat torsi _ 293,26 kg/cm2. Maka didapatkan tegangan principal maksimal fc (maks) _ 762,7 kg/cm2. Diperoleh Tegangan geser maksimum (fs maks _ 437,7295 kg/cm2).Selanjutnya diperoleh : Tinggi Mur (Nut) = 7,83 cm, adapun jumlah uliran yang terdapat pada murnya adalah 8 uliran. Tegangan geser pada mur (nut) = 189,566 kg/cm2. Dari semua hasil analisa maka didapat tinggi body _ 39,8 _40 cm. Dan Efisiensi dari dongkrak ulir ini adalah _ 0,167 = 16,7%

    PERENCANAAN MOTOR BAKAR PENGGERAK RODA DUA MENGGUNAKAN MESIN PEMOTONG RUMPUT

    Get PDF
    Di zaman sekarang ini kita mengetahui bahwa sepeda motor bukan barang aneh ataupun baramg mewah. Dengan meningkatnya tingkat kehidupan masyarakat di pedesaan dan di kota – kota besar, maka kebutuhan akan adanya alat transportasi yang memadai semakin tinggi. Seperti kita ketahui secara umum, alat transportasi roda dua belum pernah diungkap secara khusus, kalaupun ada belum pernah dibahas secara mendalam suatu tulisan. Mengacu kepada hal tersebut di atas, maka dibua penelitian, yaitu dengan merencanakan sebuah alat transportasi roda dua dengan bermesin potong rumput dengan bahan bakar bensin campur pelumas 2T dengan 1 silinder, daya 2,4 Hp putaran 6000 rpm awalnya mesin potong rumput ini dengan daya 2 Hp putaran 5000 rpm tetapi dengan daya tersebut kurang mampu menarik beban 77 kg maka agar mesin potong rumput tersebut mampu menarik beban 77 kg maka daya dan putaran  tersebut dinaikan. Sepeda dengan menggunakan rangka sepeda BMX yang dirubah ulang untuk dudukan-dudukan seperti mesin, gigi, tengki,dan lengan ayun. Sepeda ini dengan menggunakan ban ukuran 20 X 2,125 untuk ban belakang dan 20 X 125 untuk ban depan, sepeda ini dengan menggunakan rem jenis cakera, agar sepeda motor ini meringankan putaran diroda maka menggunakan bearing dengan type 6000, maka berat kendaraan 27 kg

    ANALISA PRESTASI KERJA TURBIN UAP PADA BEBAN YANG BERVARIASI

    Get PDF
    Kebutuhan konsumen akan daya listrik bervariasi dari waktu ke waktu yang menyebabkan beban mekanis yang dipikul oleh poros Turbin turut bervariasi pula. Perubahan pada beban mekanis ini menyebabkan perubahan langsung pada kerja yang dilakukan oleh poros Turbin. Pengurangan atau penambahan beban dari beban rancangan akan menurunkan unjuk kerja suatu Turbin yang dalam hal ini dilihat dari nilai konsumsi kalor per daya yang dihasilkan terminal generatornya atau Heat Rate Turbin pada variasi titik pembebanan tertentu.Dengan mengetahui prestasi kerja Turbin pada beban yang bervariasi maka kita dapat mengetahui batas-batas (range) beban yang masih dapat dipikul oleh suatu Turbin uap dengan Heat Rate Turbin yang cukup rendah.Pada kondisi normal Turbin unit 1 - 4 UBP Suralaya memiliki unjuk kerja yang baik pada beban operasi puncak 400 MW atau lebih, dimana pada beban tersebut konsumsi kalor turbin atau Heat Rate Turbin cukup rendah berkisar antara 1833,278 – 1871,901 Kcal/kWh. Heat Rate tertinggi terjadi bila turbin dioperasikan pada beban rendah 260 MW dengan nilai Heat Rate mencapai 1958,554 Kcal/kWh

    ANALISIS PENGARUH TEMPERATUR PADA PROSES TEMPERING TERHADAP SIFAT MEKANIS DAN STRUKTUR MIKRO BAJA AISI 4340

    Get PDF
    Baja merupakan salah satu jenis logam yang banyak digunakan oleh manusia untuk berbagai keperluan. Adakalanya baja yang akan diproses tidak mempunyai kekerasan yang cukup. Oleh karena itu perlu dilakukan proses lagi yaitu proses hardening. Dengan melakukan Hardening maka akan didapatkan sifat kekerasan yang lebih tinggi. Semakin tinggi angka kekerasan maka sifat keuletan akan menjadi rendah dan baja akan menjadi getas. Baja yang demikian tidak cukup baik untuk berbagai pemakaian. Oleh karena itu biasanya atau hampir selalu setelah dilakukan proses pengerasan kemudian segera diikuti dengan tempering. Pengujian dilakukan baik pada sifat fisis(komposisi, struktur mikro, dan fotomakro) maupun sifat mekanis (kekerasan dan kekuatan tarik). Hasil penelitian pada baja AISI 4340 diperoleh kekuatan tarik pada spesimen tanpa perlakuan panas sebesar 1115,7 N/mm² dengan VHN sebesar 347, setelah mengalami proses Hardening 850°C kekuatan tarik menjadi 1234,8N/mm² dengan VHN sebesar 527,4. Tempering 200°C  diperoleh kekuatan tarik sebesar 1813.4 N/mm² dengan VHN sebesar 507,6. Tempering 400°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1402,4N/mm² dengan VHN sebesar 435,6. Sedangkan pada proses Tempering 600°C diperoleh kekuatan tarik sebesar 1039,1 dengan VHN sebesar 332,8. Semakin tinggi temperatur pemanasan pada proses tempering kekuatan tarik dan kekerasan semakin menurun, sebaliknya keuletannya meningkat sehingga disesuaikan dengan keperluan

    ANALISIS PERENCANAAN DESALINATION PLANT 4167 TON/JAM

    Get PDF
    Analisis perencanaan desalination plant dengan kapasitas 41,67 ton/jam merupakan suatu perencanaan yang membahas tentang perencanaan dari alat – alat heat exchanger desalination plant, yaitu evaporator, brine heater, ejector condensor, drain cooler. Perencanaan yang dimaksud yaitu menghitung perpindahan panas dari masing – masing alat – alat heat exchanger desalination plant, perhitungan perpindahan panas nya yaitu menghitung heat balance, menghitung luas permukaan perpindahan panas, menghitung pressure drop dan menghitung kekuatan pipa dari alat – alat heat exchanger desalination plant. Pada perencanaan ini menggunakan titanium sebagai bahan pipa, karena titanium dapat dipakai pada temperatur tinggi, sehingga tidak mudah pecah jika dilalui fluida dengan temperatur tinggi. Pada analisa perhitungan terdapat perbedaan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data dari alat-alat heat exchanger . walaupun terjadi perbedaan tetapi perbedaan tersebut  < 5%. Dengan perbedan yang tidak terlalu signifikan antara hasil perhitungan dengan spesifikasi data, maka peencanaan desalination dengan kapasitas  41,67 ton / jam ini dapat digunakan

    PENGARUH LAS TAHANAN LISTRIK TERHADAP KEKUATAN MEKANIS PIPA BAJA API 5L – X52 ( 24” X 12.70 mm )

    Get PDF
    Peranan teknologi pengelasan dalam mendukung berbagai sektor industri terutama dalam bidang fabrikasi dirasakan semakin meningkat dimasa-masa mendatang. Hal ini dirasakan dengan semakin meningkatnya permintaan terhadap berbagai jenis kontruksi dengan persyaratan kualitas semakin tinggi. Maka untuk meningkatkan kualitas dibutuhkan syarat mutu baik  bahan baku yang berkualitas maupun proses produksi dengan teknologi yang canggih dan sumber daya manusia yang terampil. Mutu sambungan las biasanya diukur dari komposisi kimia dari logam, kekuatan dan keuletan serta struktur mikro yang terbentuk pada sambungan las.untuk melakukan pengelasan yang berkwalitas tinggi PT. BAKRIE PIPIE INDUSTRIES menggunakan metode Pengelasan Kampuh Kontinyu (Continuous Seam Welding) dan untuk  mengetahui kekuatan dari pipa baja API 5L  X-52 ( 24” X 12.70mm) maka dilakukan pengujian yang meliputi : Pengujian Tarik, Kekerasan metode Vickers dan Struktur Mikro dengan membandingkan kekuatan daerah HAZ dan Base Metal serta Fusion Line sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Berdasarkan pengujian secara keseluruhan, menunjukkan bahwa data hasil pengujian sesuai standar. Untuk pengujian tarik menunjukkan bahwa Kuat Tarik  daerah Weld lebih tinggi dari  Transe ini dikarenakan Post Weld Heat - treatment, ( perlakuan panas setelah pengelasan ) sangat efektif. Untuk pengujian kekerasan daerah Base Metal yang paling keras, karena tidak terkena perlakuan panas

    264

    full texts

    270

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL MESIN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇