JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
    270 research outputs found

    ANALISIS HEAT EXCHANGER JENIS SHEEL AND TUBE DENGAN SISTEM SINGLE PASS

    Get PDF
    Proses perpindahan kalor pada dunia industri pada saat ini,  merupakan proses kunci kerja dalam suatu mesin, karena semua mesin bekerja dalam temperatur yang cukup tinggi. Salah satu alat penukar kalor (Heat  Exchanger), yang digunakan pada untuk mempertukarkan kalor antara fluida kerja yang berbeda temperaturnya. Oleh karena itulah penggunaan Heat Exchanger perlu diperhatikan kinerjanya secara teratur karena penggunaan Heat Exchanger dapat menghemat pemakaian energy pada mesin dengan menjaga agar mesin tersebut tidak bekerja dengan temperatur  yang cukup tinggi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa unjuk kerja alat penukar kalor jenis shell and tube dengan system satu lintasan sebagai pendingin mesin pada PLTU, PJB Muara karang Unit 1 seperti kompresor, hydrogen cooler. Dimana alat penukar kalor ini bekerja untuk mendinginkan kembali air pendingin dari mesin selama mesin itu bekerja, dengan menggunakan air laut sebagai fluida pendinginnya. Dari data yang diperoleh, hasil analisa alat penukar kalor ini didapat laju  perpindahan panas sebesar 2179,8 W dan keefektifan alat penukar kalor tersebut selama alat penukar kalor tersebut bekerja sebesar 71,5 %, dimana dari hasil analisa tersebut dapat dikatakan bahwa alat penukar kalor masih bekerja dengan baik

    PERANCANGAN SPRING BUFFER ELEVATOR KAPASITAS 2 TON DENGAN KETINGGIAN LIMA LANTAI

    Get PDF
    Elevator ini merupakan hasil perpaduan kerja antara mechanical dengan electrical, sehingga bentuknya dirancang praktis dan system pengontrolanya otomatis. Pada elevator yang digunakan untuk mengangkut penumpang, kekuatan harus dirancang sekuat mungkin agar penumpang merasa aman dan nyaman. Yamg perlu ditekankan dalam perancangan elevator ini adalah system pengamanan ketika elevator jatuh kelantai paling dasar dari ketinggian yaitu perancangan balok penyangga. Penulis melakukan perhitungan-perhitungan diantaranya jarak jatuh bebas, kecepatan saat jatuh bebas, besar gaya tekan setelah jatuh bebas, dimensi pegas, dimensi slinder piston, silinder shock absorber, flens penahan pegas, massa jenis fluida, saluran  lubang kontrol oli, menentukan diameter saluran  lubang pemasukan oli, menentukan diameter saluran lubang pembuangan oli, menghitung diameter baut pelat dasar, dan spesifikasi dari spring buffer, dengan kapasitas  penumpang maksimum 26 orang atau 2000 kg. Selanjutnya melakukan pemeriksaan terhadap kekuatan dan keamanan spring buffer elevator, agar hasil rancangan yang dirancang layak untuk digunakan dan aman untuk mengangkat penumpang sehingga menjadi efektif dan efisien

    PENGARUH PENAMBAHAN ADITIF ABD – 01 SOLAR KE DALAM MINYAK SOLAR TERHADAP KINERJA MESIN DIESEL

    Get PDF
    Semenjak tahun 1990 penggunaan bahan bakar diesel (solar) di Indonesia diperkirakan akan jauh meningkat dibandingkan penggunaan bensin. Masalahnya ialah dilihat dari sisi konsumen, permintaan akan minyak solar terus meningkat begitu besar. Pada penelitian ini sebuah mesin diesel akan diuji dengan menggunakan bahan bakar solar murni ditambahkan zat aditif dengan komposisi yang berbeda-beda yaitu pertama menggunakan bahan bakar solar murni 500 ml ditambah 4 % zat aditif, 6 % zat aditif dan 8 % zat aditif. Dari hasil pengujian didapat daya mesin yang dihasilkan oleh bahan bakar campuran aditif, yang mengalami kenaikkan jika dibandingkan dengan bahan bakar solar murni. Besar jumlah pamakaian bahan bakar pada campuran minyak solar dan aditif relatif rendah atau dengan kata lain lebih irit

    RANCANGAN ULANG MESIN PENGUPAS BIJI MELINJO BERKAPASITAS 90 KG/JAM

    Get PDF
    Melinjo (gnetum gnemon) adalah merupakan salah satu tanaman pangan, maka dengan ini penulis membuat perancangan mesin pengupas biji melinjo dimana dalam perancangan ini kecepatan linier yang direncanakan adalah sekitar 0,300 – 0,740 m/s dengan kapasitas kerja mesin 1,5 kg permenit atau 90 kg/jam dengan putaran mesin 71 rpm dengan lama pemanasan biji antara 5 – 8 menit banyaknya biji terkupas adalah sebesar 80 % dan sisanya adalah biji yang rusak.Karena banyaknya permasalahan yang timbul, maka penulis membatasi perhitungan hanya pada beberapa komponen mesin pengupas biji melinjo (Gnetum gnemon) saja, yang meliputi perhitungan hopper, baut dan rangka pada perancangan mesin ini hopper yang didukung F = 39,2 N. Beban perbaut (w) 75 N yang merupakan komponen pengikat pada rangka mesin pengupas biji melinjo

    PERENCANAAN BATANG TORAK MOTOR BENSIN 4 LANGKAH 100 CC

    Get PDF
    Dalam komponen motor 4 langkah batang torak merupakan komponen yang penting dalam meneruskan energi didalam ruang bakar ke poros engkol yang menghasilkan gerak putar. Dengan fungsinya untuk meneruskan gaya yang dihasilkan oleh pembakaran bahan bakar dari torak ke poros engkol, maka batang torak membutuhkan kekuatan yang tahan terhadap beban dinamis. Untuk mendapatkannya diperlukan perencanaan yang baik. Kekuatan batang torak perlu diperhitungkan dengan menentukan gaya-gaya yang terdapat di bagian-bagian batang torak tersebut, seperti pada bagian ujung kecil, batang, ujung besar, sehingga kita dapat menentukan dimensi dari bagian-bagian itu. Beban dinamik sangat dominan dalam menentukan kekuatan dan ukuran dari batang torak. Oleh karena itu kita harus memperhitungkan faktor keamanan dan faktor konsentrasi tegangan pada setiap bagian dalam batang torak untuk mendapatkan hasil yang baik.

    PERENCANAAN ULANG MESIN PENGUPAS KACANG TANAH DENGAN KAPASITAS 180 KG/JAM

    Get PDF
    Dari hasil perencanaan ulang mesin pengupas kacang tanah kapasitas 180 kg polong / jam, direncanakan silinder mengupas 4 alur, panjang 1 alur = 290 mm dan lebarnya 39 mm, koefisien gesek antara rumah silinder dengan pengupas 0,6 sedangkan kecepatan putarannya 318 rpm. Untuk polong kacang itu sendiri mempunyai data-data bila dirata-ratakan panjang satu biji kacang polong = 26 mm (14 38 mm), lebar satu biji kacang polong = 6 mm (58 mm), berat satu biji kacang polong = 0,5 gr (0,40,8 gr). Komponen utama seperti rangka menggunakan besi siku. Bak penampung (hopper) menggunakan kontruksi baja plat yang tebalnya 3 mm, didalam hopper terdapat bagian pengupasan dari concave dan silinder pengupas. Concave ini di desain setengah lingkaran dan bahan yang digunakan ialah baja pejal dengan ketebalan 6 mm. Ayakan berfungsi untuk memisahkan kulit dan biji kacang polong dan di desain dengan kemiringan + 5º, menggunakan bahan dari plat perforated (Plat seng berlubang). Blower (penghembus) menggunakan sudu-sudu untuk menghasilkan angin yang telah ditentukan putarannya. Saluran keluaran kulit terbuat dari bahan plat seng dengan ketebalan 1,2 mm. Komponen utama yang terakhir adalah engine (motor penggerak) menggunakan bahan bakar bensin (premium) dengan kapasitas daya 5,5 hp, bekerja menurut prinsip motor 4 langkah

    PERENCANAAN MESIN PENGHANCUR PLASTIK KAPASITAS 30 KG/JAM

    Get PDF
    Semakin banyaknya limbah plastik baik itu limbah industri maupun limbah rumah tangga, telah pula menjadi masalah yang patut dicari solusinya pada saat ini karena material ini masih menjadi pilihan utama contohnya yaitu botol atau gelas plastik. Dimana barang tersebut dipakai sebagai wadah untuk menyimpan air minum. Botol dan gelas plastik bekas tersebut masih bisa didaur ulang. Dengan cara yaitu botol dan gelas plastik tersebut harus dihancurkan menjadi serpihan berukuran kecil. Model mesin  penghancur plastik yang dibuat ini sangat mudah pengoperasiannya serta mempunyai ukuran 800mm x 600mm x 1400mm. Sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas untuk menempatkannya, selain itu model mesin penghancur plastik ini juga diberi roda agar mesin dapat dipindahkan dengan mudah. Mesin penghancur plastik ini juga dilengkapi dengan penggerak motor listrik, dimana motor listrik ini berfungsi sebagai sumber tenaga untuk merubah energi listrik menjadi energi mekanik. Sebagaimana yang dibutuhkan mesin agar bergerak sesusai kebutuhan pada kerjanya. Dengan daya motor (P) = 764 W = 1 HP, dengan  putaran poros motor (n) = 1420 rpm, dan tegangan motor listrik (V) = 220 Volt. Dalam proses penghancuran pada mesin ini dilengkapi dengan 4 pisau yang melekat pada poros dengan cara berputar. Dengan bahan pisau baja ST 37 mempunyai kekuatan tarik (σ) = 19,45 Mpa. Dengan berputarnya poros pada pisau ini mengakibatkan bekerjanya tegangan geser terhadap plastik, sehingga dapat dikatakan botol atau gelas plastik tersebut akan putus atau hancur

    ANALISIS PERUBAHAN DIMENSI BAJA AISI 1045 SETELAH PROSES PERLAKUAN PANAS (HEAT TREATMENT)

    Get PDF
    Salah satu cara meningkatkan sifat mekanis dari baja adalah dengan proses pengerasan (Hardening). Tetapi proses ini sering juga diikuti dengan adanya dampak negatif yang justru sangat merugikan, seperti perubahan bentuk ( Distorsi). Karena terjadinya hal tersebut di atas, maka perlu dilakukan penelitian perubahan bentuk setelah proses pengerasan. Material yang digunakan adalah baja AISI 1045 dengan proses pengerasan yang dilakukan pada media air, oli, dan udara yang temperatur austenisasinya 8500 C dan waktu penahanan (holding time) masing-masing 30 menit. Nilai kekerasan setelah proses Heat Treatment juga mengalami perubahan yang cukup besar. Pada media pendinginan air terjadi peningkatan hingga 300 % disusul media pendingin oli sekitar 200 % dari kekerasan awal. Tetapi pada media pendinginan udara terjadi penurunan nilai kekerasan sekitar 10 % dari kekerasan awal

    PERBANDINGAN KARAKTERISTIK MEKANIS DAN KOMPOSISI KIMIA ALUMUNIUM HASIL PEMANFAATAN RETURN SCRAP

    Get PDF
    Dalam pembuatan produk komponen yang terbuat dari paduan Alumunium terdapat sisa-sisa logam (scrap) dari proses yang dilalui sampai proses akhir. Scrap tersebut diperoleh dari proses pengecoran (gatting system dan rejected part). Scrap ini jumlahnya relatif banyak, sehingga perlu dimanfaatkan kembali untuk di ubah kedalam bentuk ingot dan menjadi produk akhir dan diharapkan dapat mengurangi pemakaian ingot standar dengan tidak megurangi kualitas yang dipersyaratkan. Pada penelitaian yang saya lakukan ini, saya melakukan analisa terhadap perbandingan antara Ingot Alumunium standar dengan Ingot Renturn Scrap, perbandingan yang saya analisa adalah 100 % Ingot Alumunium Standar, 60 % Ingot Standar + 40 % Ingot  return scrap Alumunium, 30 % Ingot Standar + 70 % Ingot  return scrap Alumunium, 100 % Ingot return scrap Alumunium setelah keempat perbandingan yang berbeda tadi dilakukan proses peleburan, kemudian di ambil sampel dari masing-masing perbandingan yang kemudian dilakukan pengujian komposisi kimia dan pengujian mekanis ( uji kekerasan dan uji terik ). Setelah dilakukan pengujian maka diperoleh hasil Uji  Komposisi, sampel 1 dan 2 masuk dalam standar yang ditentukan, sedangkan sampel 3 dan 4 unsur Zn melebihi standar yang ditentukan. Uji tarik diperoleh hasil rata-rata dari keempat sampel sekitar 190 N/mm2. Uji kekerasan diperoleh hasil rata-rata dari keempat sampel sekitar 43 HRB

    PERENCANAAN MESIN PEMECAH BIJI KOPI MENTAH

    Get PDF
    Mesin pemecah biji kopi mentah ini merupakan salah satu alternatif peralatan guna menunjang usaha industri pertanian, Khususnya petani-petani kecil di daerah pedesaan. Mesin ini menggunakan dua buah rol pemecah yang memiliki diameter yang sama dengan putaran yang berbeda. Pada dasarnya proses pemecahan yang terjadi karena adanya gesekan antara dua buah rol yang dilapisi karet dengan kulit biji kopi kering, dimana akan menimbulkan tekanan dan gesekan pada kulit kopi kering sehingga biji kopi akan tertinggal dari kulitnya. Dari perhitungan kapasitas mesin dengan perencanaan diameter rol pemecah 200 mm dua buah, dengan panjang rol 400 mm didapat panjang barisan (jejeran) kopi sekitar18, dan dari surfey pengukuran dilapangan panjang biji kopi yang didapat sebesar +18 mm. Sehingga dari hasil perkalian antara panjang biji kopi yang berbaris dengan panjang ukuran kopi didapat sekitar 324 mm. bila dihitung dalam satu putaran rol pemecah sebesar 11 rpm dikalikan panjang barisan 18 butir maka yang dihasilkan sekitar 198 butir/menit. Hasil perhitungan dua buah rol pemecah didapat sekitar 34,8 lapisan biji kopi dan untuk mendapatkan berapa biji butir kopi maka di kalikan dengan 18 sehingga  didapat sekitar 628 butir biji kopi. Untuk Putara rol 11 rpm dikali dengan hasil perhitungan 628 butir permenit maka didapat sebesar 6908 butir permenit. Dari hasil penimbangan dilapangan 1 Kg biji kopi kering sekitar +1750 butir. Dari pehitungan kapasitas didapat sebesar 3,9 Kg/menit, Hasil tersebut adalah  pembagian antara butir permenit dengan 1 kg biji kopi kering

    264

    full texts

    270

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL MESIN TEKNOLOGI
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇