JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
270 research outputs found
Sort by
ANALISA PENGARUH HEAT TREATMENT TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO BESI COR NODULAR (FCD 60)
Logam besi cor dapat diperlakukan panas untuk memperbaiki sifat-sifatnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perlakuan quenching temper, normalizing dan annealing terhadap sifat mekanik dan stuktur mikro besi cor grafit bulat. Bahan yang dipakai ini berupa besi cor nodular as-cast FCD 60 hasil pemesanan di industri pengecoran. Pada penelitian diuji sifat mekanik (kekuatan tarik dan kekerasan) serta pengamatan metallografi. Pada struktur mikro terdapat fasa martensit dan austenit pada logam yang di-quenching temper, fasa perlit halus, sementit, dan ferrit pada logam yang di-normalizing, dan fasa perlit kasar dan ferrit pada logam yang di-annealing. Nilai kekerasan rata-rata 501,1 HB (quenching temper), 297,2 HB (normalizing), dan 229,1 HB (annealing). Sedangkan kekuatan tarik sebesar 933 N/mm2 (quenching temper), 474 N/mm2 (normalizing), 380 N/mm2 (annealing).ada spesimen yang diberi perlakuan panas quenching temper mempunyai kekuatan tarik dan kekerasan yang lebih baik dibandingkan hasil spesimen lainnya tetapi tegangan luluhnya tak terukur, karena getas
PEMILIHAN FLUIDA PENDINGIN PADA MESIN PENDINGIN IKAN (FREEZER) KAPASITAS 1 TON
Upaya manusia untuk menghasilkan kehidupan yang layak dan lebih baik terutama dalam perkembangan teknologi, terutamamengenai Mesin Pendingin Ikan (FREEZER) yang menggunakan fluida kerja yang ditargetkanakan menjadi fluida yang lebih baik dari sebelumnya adalah musicool (MC-134) dengan Refrigeran Halokarbon(R-134a), dimana akan dibandingkan teori dasar dari refrigeran, yaitu COP (Coefficient of Performance), Efek Refrigasi serta Kerja Kompressor. Hasil yang didapat adalah kelayakan Hidrokarbon sebagai Fluida pendingin yang baik, ramah lingkungan dan aman
RANCANG BANGUN INSTALASI SISTEM PNEUMATIK PADA BENGKEL SEPEDA MOTOR KAPASITAS 5 PIT
Dengan pertumbuhan penggunaan sepeda motor yang demikian pesatnya, maka bermunculanlah tempat-tempat perawatan sepeda motor, mulai dari kelas pinggir jalan hingga bengkel-bengkel resmi ATPM, maka faktor-faktor yang mempengaruhi perancangan ini adalah Kebutuhan akan gerak yang dilakukan oleh sistem pneumatik, Komponen-komponen apa saja yang diperlukan, Efisiensi antara kebutuhan dengan jumlah komponen yang diperlukan. Untuk itu dirancang suatu alat dengan sistem pneumatik dan hasil perhitungan diperoleh kebutuhan udara mampat rata-rata 319,6 liter/menit, sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut digunakan Kompresor Swan Model SVP(U)-203 dengan kapasitas produksi 355 liter/menit. Selain itu juga dirancang bike lift yang digunakan yang mempunyai beban maksimal 350 kg. Pemilihan ini berdasar dari berat sepeda motor yang banyak beredar di Indonesia.
PENGARUH WAKTU TAHAN HOT DIP GALVANIZED TERHADAP SIFAT MEKANIK, TEBAL LAPISAN, DAN STRUKTUR MIKRO BAJA KARBON RENDAH
Hot Dip Galvanis adalah suatu metode pelapisan (Coating) melalui proses pencelupan kedalam cairan atau lelehan seng (Zn) dengan tujuan untuk meningkatkan ketahanan terhadap korosi. Komponen Baut yang digunakan berbahan baja karbon rendah (Low Carbon Steel) A325. Temperatur yang digunakan pada proses Hot Dip Galvanis adalah 450°C dengan waktu pencelupan yang bervariasi yaitu 30,45 dan 60 detik. Proses hasil galvanisasi terbentuk lapisan fasa intermetalik Fe-Zn yang terbentuk pada permukaan ulir baut Fasa Eta (η), Zeta (ξ), Delta (δ)dan Gamma (Γ) yang terbentuk. pada saat waktu galvanisasi naik semakin lama waktu pencelupan , maka lapisan semakin tebal. Pada uji kekerasan kekerasan yang optimal pada waktu celup 60 detik yaitu 206.508 HVN. Kekerasan terendah pada waktu celup 30 detik yaitu 162.3 HVN
ANALISIS KETAHANAN SAMBUNGAN KELING PADA ALUMUNIUM 2024 DENGAN KEKUATAN TARIK DAN STRUKTUR MIKRO
Pengelingan adalah proses penyambungan antara 2 plat dan 3 plat dengan menggunakan plat almunium 2024. Dalam penelitian ini hasil pengujian tarik paku keling 4 lebih tinggi daripada paku keling 2 dengan selisih setengah tarik maksimum sebesar 25,22 N/mm2. Kekuatan tarik pengelingan 4 sebesar 428,94 N/mm2dan pengelingan 2 yang sebesar 403,53 N/mm2. Setelah mendapat hasil kekuatan tarik dan struktur mikro pada pengelingan 2 dan 4 pada plat almunium 2024, hasilnya pengelingan 4 lebih kuat kekuatan tariknya dan lebih keras struktur mikronya hasil pengelingan 2
ANALISIS TINGKAT KEKERASAN PADA LEFT HAND MAIN LANDING GEAR AXLE SLEEVE HASIL PROSES SHOT PEENING
Landing gear merupakan konstruksi dari roda pendaratan pesawat terbang yang berfungsi untuk menyerap energi yang terjadi pada saat pesawat mendarat (landing). Pada umumnya, landing gear pada suatu pesawat digolongkan menjadi dua bagian yaitu: nose landing gear (landing gear bagian depan) dan main landing gear (landing gear bagian belakang). Nose landing gear berjumlah satu buah dan main landing gear bermacam-macam jumlahnya bergantung jenis pesawatnya. Untuk pesawat penumpang yang merupakan obyek pada penelitian ini, nose landing gear berjumlah satu buah, dan main landing gear berjumlah dua buah (pada sayap kiri berjumlah satu buah dan pada sayap kanan berjumlah satu buah). Selain itu, landing gear juga merupakan salah satu bagian vital dari pesawat terbang yang berfungsi untuk menopang keseluruhan bobot pesawat ketika berada di darat, mulai dari landing hingga take off. Analisis distribusi kekerasan pada axle sleeve landing gear pesawat terbang ini, ditujukan untuk mengetahui pengaruh kekerasan yang terjadi pada axle sleeve landing gear yang telah dimodifikasi. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menganalisa modifikasi axle sleeve dengan metode shot peening, sehingga dapat memastikan bahwa hasil modifikasi tersebut aman. Untuk mencapai tujuan dan manfaat tersebut, peneliti menyusun suatu strategi agar sistematis dalam menganalisa permasalahan. Sehingga hasil penelitian dapat ditampilkan dalam bentuk informasi, khususnya sebagai masukan bagi perusahaan. Harapan yang dikehendaki dalam penelitian ini adalah dengan keamanan pada axle sleeve landing gear maka dapat menghindari pembuangan landing gear, yang mana membutuhkan biaya yang sangat besar, serta masalah terjadinya kecelakaan dapat diminimalisasi, serta tidak terulang kembali. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan pada modifikasi axle sleeve landing gear pada bagian axle sleeve landing gear pesawat terbang, dengan material baja AISI 4340 dengan proses shot peening dapat dinyatakan aman dipakai. Hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening terhadap modifikasi axle sleeve landing gear, didapatkan suatu kesimpulan bahwa hasil analisis dengan menggunakan metode shot peening, kekerasan maksimum yang terjadi pada bagian axle sleeve landing gear sebesar 456.8 HV
ANALISA PERFOMANCE DESALINATION TYPE MSF-OT (MULTI STAGE FLASH-ONCE TROUGH) PADA LOAD SET 80% DI PLTGU MUARA TAWAR
Analisa Performance Desaliantion Type MSF-Once Through pada load set 80% di PLTGU Muara Tawar adalah analisa yang membahas unjuk kerja dari Desaliantion Type MSF-Once Through pada load set 80% di PLTGU Muara Tawar dengan menghitung perpindahan panas di Brine Heater dan Condenser, dimana perhitungannya mencakup perhitungan heat balance, luas perpindahan panas ,lebar stage, panjang stage,performance ratio,dan spesifik ratio pada perhitungan teori. Menghitung konsumsi uap untuk brine heater dan ejector, menghitung produksi air destilate dan performance ratio pada perhitungan performance test selama 60 menit. Setelah menghitung perpindahan panas yang terjadi ,selanjutnya menganalisa hasil dari perhitungan tersebut.Dimana hasil perhitungan teory dan perhitungan performance test selama 60 menit yang telah dilakukan tersebut dianalisa dan dibandingkan dengan data-data yang ada di spesifikasi unit Desaliantion Type MSF-Once Through, apakah sesuai atau tidak.kemudian menarik kesimpulan dari perbandingan tersebut
PERANCANGAN MESIN PENGADUK BAHAN DASAR ROTI KAPASITAS 43 KG
Perancangan mesin pengaduk adonan roti dengan kapasitas 43 kg yang secara rinci menjabarkan elemen mesin yang digunakan meliputi menghitung daya motor penggerak, diameter puli, diameter poros serta menentukan bahan poros yang digunakan, jenis sabuk, sproket, rantai dan tuas pengaduk adonan roti. Mesin pengaduk yang dirancang ini memiliki kapasitas 43 kg yang mampu memproduksi roti sebanyak 5000 pcs dalam 1 jam, adapun komponen yang digunakan terdiri dari 1 buah motor dengan daya 1.5 kW, 4 buah puli, 2 buah poros penerus putaran, 1 buah poros yang memutar sendok pengaduk, 2 buah sabuk, 2 sproket, 1 buah rantai penghubung sproket dan 6 buah bantalan yang menumpu poros. Bak menampungan adonan roti terbuat dari plat stainless yang sehingga terhindar dari karat yang mampu menjaga kebersihan dan sterilisasi adonan makanan, bahan poros menggunakan baja karbon S 55C, serta rangka mesin menggunakan plat. Harapannya dengan menggunakan mesin pengaduk hasil rancangan ini dapat menjadi salah satu solusi dalam pemenuhan kapasitas produksi baik secara kwalitas maupun kwantitas produksi.
PERENCANAAN SISTEM PNEUMATIK PADA MESIN MARKING UNTUK BAHAN BRASS (C3602) DENGAN KEKUATAN GESER 1000N
Dalam persaingan dunia industri sekarang ini, pemakaian proses produksi yang tepat sangat diperlukan. Dengan pemilihan dan pemakaian proses produksi yang sesuai diharapkan akan dihasilkan kualitas produk yang bagus, kestabilan proses, kegagalan proses yang kecil saat proses produksi terutama akibat faktor human error sehingga biaya produksi dapat ditekan sekecil mungkin. Pada penelitian ini direncanakan dengan mengurangi pengoperasian secara langsung oleh operator. Hasil dari perencanaan adalah sebagai berikut: kekuatan marking 1000 N, silinder pneumatik 3 buah, daya kompresor yang diperlukan 1 kW. Dengan perencanaan ini dapat mengurangi kesalahan manusia, kegagalan proses, serta ketidakstabilan proses yang terjadi, karena proses mendorong part, mencekam part, serta melakukan marking dapat dilakukan secara berurutan oleh sistem pneumatik
DESAIN ALAT UJI GAYA TEKAN PADA SOLENOID VALVE
Solenoid Valve yang terletak pada Pompa Hidrolik PC200-7 adalah komponen listrik yang berfungsi sebagai pengatur sudut pompa dan biasa disebut dengan LS-EPC atau PC-EPC. Pompa hidrolik merupakan komponen yang mengalami proses rekondisi di Reman Divisi PT United Tractors, agar komponen tersebut bisa digunakan lagi sebagaimana mestinya sesuai dengan standar fabrik. Selama proses rekondisi tersebut yang umumnya dilakukan terhadap solenoid valve adalah memastikan kondisi solenoid valve dengan cara mengukur nilai standar kelistrikkannya dan itupun merupakan standar dan anjuran dari fabriknya. Agar kualitas hasil pengukuran terhadap solenoid valve lebih akurat, maka perlu dilakukan pengukuran nilai mekanikalnya. Sehingga agar nilai mekanikal bisa dilakukan, perlu dibuatlah sebuah alat ukur yang canggih yang mampu membaca nilai mekanikal solenoid valve. Nilai mekanikal yang dimaksud adalah gaya tekan solenoid valve. Pernah salah satu pelanggan PT United Tractors mengadukan karena mengalami kerusakan pada solenoid valve setelah dilakukan rekondisi atas solenoid valve tersebut. Alat ukur yang dirancang ini dapat membaca tekanan solenoid valve sampai 5 kg dengan keluaran arus bisa mencapai 1A, karena pada umumnya solenoid valve yang dipakai pada alat berat memiliki tekanan sebesar tidak lebih dari 5 kg dan maksimal arus listrik yang diterima adalah 1A. Dengan bervariasinya tegangan dan arus yang bisa dikeluarkan oleh alat ukur ini, mampu mengidentifikasi kondisi solenoid valve dengan baik dan benar