JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
270 research outputs found
Sort by
PERANCANGAN REFRIGERATED SEA WATER (RSW) SISTEM KERING PADA KAPAL IKAN KAYU LAPIS FIBER 58 GT DENGAN KAPASITAS PALKA 45 M3
Ikan adalah komoditi yang tidak tahan lama dan mudah rusak jika ditempatkan di ruang terbuka. Oleh karena itu, para nelayan menggunakan es untuk mendinginkan ikan agar tetap segar. Akan tetapi, cara ini tidak efektif dan efisien karena es cepat mencair, sehingga diperlukan teknologi refrigerasi. Perancangan refrigerated sea water (RSW) ini bertujuan agar dapat digunakan untuk mendinginkan ikan sebagai pengganti es dan mendapatkan sistem pendinginan ikan pada kapal penangkap ikan yang sesuai dengan ukuran palka kapal. Metode yang digunakan dengan observasi lapangan, wawancara dan studi literatur, kemudian dilakukan pengolahan dan analisis data. Dalam perancangan RSW pada kapal ikan kayu lapis fiber 58 GT didapatkan sistem refigerasi yang dipakai adalah sistem refrigerasi kompresi uap, data ruang pendinginan dengan total volume palka 45 m3, menggunakan refrigeran R-22. Jenis kompresor yang digunakan adalah kompresor torak dengan daya kompresor 40 HP, jenis kondensor shell dan tube, beban pendinginan 3,7 x 105 kcal/hours. Untuk evaporator menggunakan jenis evaporator kering, susunan zig-zag, bahan pipa pipa galvanis dengan diameter luar pipa 0,0095 m, diameter dalam 0,0035 m, tebal pipa 0,003 m, jumlah pipa 30 batang, panjang pipa 6 m. Untuk katup ekspansi yang digunakan adalah jenis pipa kapiler. Adapun unjuk kerja atau COP (Coeffisient Of Performance) dari perancangan yang didapat adalah sekitar 4,5078
PENGUJIAN MESIN PRESS MEKANIK SEMI OTOMATIS DENGAN PENGGERAK MOTOR LISTRIK 0.5 HP
Mesin press dituntut agar menghasilkan produk yang baik dapat membentuk sesuai yang direncanakan, dimana daya yang dihasilkan motor dimanfaatkan untuk penekanan dari gaya rotasi menjadi translasi, karna dalam proses penekanan akan terjadi proses deformasi plastis. Dengan menggunakan material pengujian mesin press mekanik yang digunakan adalah plat tembaga, alumunium, kuningan ketebalan 0.5 mm, mild steel 0.2 % carbon ketebalan 0.3 mm. Dalam pengujian mesin press ini Menggunakan konstruksi blanking dies, dengan ukuran diameter produk blank adalah 22 mm, material yang digunakan pada dies dan punch adalah Bohler K110 atau dalam AISI dengan nama D2. Clearance dan diameter punch pada proses blanking didapat sebesar mm, clearance jarak sisi tepi dan clearance antar produk blank adalah a = 0.815 mm sebagai jarak minimal sisi tepi dibulatkan menjadi 2 mm, b = 0.8 mm, besaran didapat dari tabel. Digenapkan juga menjadi 2 mm. gaya potong yang terjadi sebesar 6207.6 N, gaya stripper didapat 310.38 N, maka gaya total yang ditimbulkan sebesar 0.66465 Ton. Punch dan dies tanpa perlakuan panas akan mengalami kerusakan dikarenakan beban yang diterima punch dan dies terus menerus, kerusakan tersebut mengakibatkan timbulnya cacat pada produk blank. Gaya potong terbesar diperoleh material kuningan sebesar 0.76 Ton
PERANCANGAN TOOL PUNCHING UNTUK PIPA SANITARI DIAMETER 2 IN
Dalam sebuah proyek pemipaan sanitari selalu terkendala material fitting Tee yang menyebabkan proyek tersebut menjadi tidak bisa bersaing baik dalam biaya juga waktu pengerjaan, bahkan proyek terkadang menjadi rugi, melihat kenyataan ini peneliti akhirnya mencari solusi dengan merencanakan alat bantu untuk membuat sejenis fiting tee sanitari yang dibuat dari pipa sanitari yang dibentuk dengan metode deformasi plastis dan cara proses pendesakan dalam serta uji kekuatan pada proses akhirnya. Bahan dan alat bantu untuk proses pembuatan alat ini diusahakan dari alat yang ada dan mudah dicari di pasaran dengan tujuan siapapun bisa mengembangkan alat ini lebih lanjut. Hasil yang dicapai tool yang dapat membentuk lubang pipa dengan batasan toleransi yaitu 1% untuk kebulatan pipa minimal 1.2 untuk ketebalan dinding pipa serta material dengan Kualitas A240-316Ti (C 0.08%, Mg 2.0%, Cr 16-18%, Ni 10-14%, Mo 2-3%) yang sudah cukup baik.
ANALISA PENYEBAB KERUSAKAN PADA DIFFERENTIAL HEAVY DUTY TRUCK HD 785-5
Heavy Duty Truck (HD) 785-5 adalah unit pengangkut muatan (hauling) yang menggunakan tipe differential conventional. Dengan tipe ini apabila unit dalam keadaan medan yang sangat berat atau biasa dibilang keadaan jalan licin maka differential akan membuat unit berjalan sama antara roda kiri dan roda kanan untuk menyeimbangkan keadaan medan. Ini sangat penting untuk meningkatkan unit bekerja dengan efektif dan proses produksi berjalan dengan semestinya. HD 785-5 digunakan untuk Houling atau mengangkut overburden/looding point dari kendaraan pemuat seperti: Dozer Shovel, Excavator, dan Wheel Loader menuju tempat pembuangan limbah atau mengangkut batu bara menuju stockpile maupun crusher. Differential pada suatu unit merupakan suatu system yang sangat penting, Mengapa disebut demikian karena differential mempunyai fungsi yang penting. Apabila pada salah satu komponen dari differential ini ada yang tidak berfungsi maka secara otomatis unit tidak dapat beroperasi secara maksimal. Kemungkinan kerusakan yang terjadi pada differential bisa diakibatkan oleh kerusakan pada komponen seperti, terjadi keausan pada rear axle shaft, terjadi kerusakan pada bevel pinion gear differential, terjadi keausan (scracth) di bevel gear, thrust washer rear differential aus dan scratch pada bagian yang contact dengan side gear, terjadi kerusakan planetary pinion gear. Kemudian komponen diperiksa satu persatu untuk mencari data hasil kerusakan. Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap komponen tersebut ternyata pada komponen - komponennya terdapat kerusakan. Dari hasil pemeriksaan yang diperoleh maka dapat dilakukan langkah - langkah perbaikan meliputi penggantian dan pengetesan dan seterusnya. Pada unit ini terdapat salah satu sistem penting yaitu differential yang berfungsi sebagai meneruskan tenaga putar dari transmisi melalui propoler shaft yang selanjutnya akan membuat penyaluran tenaga lebih halus dari final gear keroda kiri dan kanan pada kondisi apapun
PENGEMBANGAN KOMPOSIT SERAT ALAM RAMI DENGAN CORE KAYU SENGON LAUT UNTUK APLIKASI SUDU TURBIN ANGIN
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik bahan komposit berpenguat serat rami core KSL dengan matriks epoxy resin pada aplikasi sudu turbin angin NACA 4412. Penelitian ini terbagi dalam beberapa tahapan. Tahap pertama pembuatan model komposit, setelah itu dibuatlah komposit dengan fraksi volume 30%, 40%, 50%, dengan arah serat 0º, 45º, 90º. Pembuatan spesimen dengan metode cetak tekan. Tahap kedua yaitu pengujian material komposit. Pengujian yang dilakukan yaitu uji tarik dan uji bending. Uji tarik dilakukan menggunakan standar ASTM D 638 dan bending ASTM D 790. Tahap ketiga yaitu hasil analisa data dan pembahasan. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan kekuatan tarik (tensile strength) untuk serat rami core KSL terbesar pada fraksi volum 40% arah serat 45º dengan nilai 27.13 MPa. Kekuatan Bending untuk serat rami core KSL pada fraksi volume 30% arah serat 0º dengan nilai 5.08 MPa. Diharapkan pemanfaatan serat rami dan kayu sengon laut sebagai pengganti serat gelas pada pengembangan sudu turbin angin dapat memperbaiki sifat mekanis bahan sudu turbin angin yang telah dibuat sebelumnya.
PERANCANGAN MESIN PEMBERSIH UNTUK PART INTERNAL ALAT BERAT DENGAN SISTEM PNEUMATIK
Pembuatan mesin ini untuk meningkatkan kualitas serta produktifitas, kurangnya kebersihan pada proses pencucian part internal alat berat serta membutuhkan waktu yang lama yang diakibatkan karena proses pembersihan masih manual dengan kuas dan mesin yang sekarang hanya bisa mengalirkan fluida tanpa mempunyai tekanan penyemprotan serta penggunaan alpha cleaner M yang banyak yaitu 190 liter/bulan. Perancangan mesin sistem pneumatik dengan menggunakan gun sand blasting untuk alat penyemprot sehingga fluida yang dikeluarkan mempunyai tekanan yang mampu membersihkan part sehingga proses menjadi cepat, udara bertekanan yang digunakan 100 psi dengan pengunaan nozzle dengan diameter dalam 9 mm, diameter luar 22 mm dan panjang nozzle 40 mm, 60 mm, serta 120 mm dari pengujian variasi panjang nozzle didapat hasil untuk ukuran panjang nozzle 40 mm penyemprotan sejauh 2,446 m, panjang nozzle 60 mm penyemprotan sejauh 3,253 m, dan untuk panjang 120 mm penyemprotan sejauh 4,450 m sehingga nilai rata-rata penyemprotan 3,383 m dengan kecepatan 2,023 mampu membersihkan oli dengan cepat. Mesin ini dirancang mampu menahan beban 2400 N dengan nilai defleksi kerangka 1,148 x 10-6 m masih dibawah 1 mm jadi aman. Sistem mesin ini menggunakan bahan penyemprot jenis alpha cleaner M bersirkulasi dan terdapat filter sehingga pengunaan fluida lebih lama yaitu 50 liter/bulan. Jadi mesin sistem pneumatik ini lebih cepat, bersih, dan konsumsi alpha cleaner M lebih sedikit
ANALISIS BODY DEFECT PADA PRODUKSI KALENG TWO PIECE (2PC) DI PT UNITEDCAN COMPANY DENGAN MENGGUNAKAN TEORI PUNCHING TOOL
Kaleng Two Piece (2Pc) adalah salah satu produk dari PT United Can Company yang sangat banyak tersedia di pasaran sebagai alat kemas minuman ringan seperti: pada kaleng Coca Cola, Sprite, Fanta, Pocary Sweat dan minuman ringan lainnya. Minuman berkarbonasi banyak menggunakan kaleng Two Piece (2Pc) karena sifat bahan dalam kemasannya dapat menahan tekanan udara yang berasal dari minuman ringan dan bahan karbonasi tersebut, sifat ini tidak dimiliki oleh kemasan lain, seperti: kemasan plastik. Kaleng Two Piece (2Pc) dibuat melalui 3 proses manufaktur, pertama: plat alumunium mengalami proses blanking, kedua: proses drawing (bentuk seperti mangkok/cupping), dan terakhir: proses wall ironing (penipisan dinding material). Material yang digunakan adalah plat alumunium yang memiliki ketebalan 0.3mm, dengan batas patah tarik sebesar 300N/m
PERILAKU PRODUK BAJA ANGANG STEEL UNTUK SUBTITUSI PRODUK SCREW SWCH 18A
Pesatnya pertumbuhan ekonomi pada sektor industri berdampak pada semakin ketatnya persaingan suatu usaha. Guna bertahan di era tersebut seluruh perusahaan harus mengerahkan daya dan upayanya agar tetap bertahan. Pertumbuhan pada sektor otomotif dan elektronik merangsang sektor yang lain sebagai penunjang sektor tersebut untuk ikut tumbuh dan berkembang, di antaranya adalah industri screw. Alat pemanas digunakan untuk melakukan proses perlakuan permukaan pada specimen kawat SWCH 18A. Temperatur specimen diatur dengan menggunakan Ampere control. Ampere yang digunakan dengan variasi 1,2,3,4,5,6,7 dan 8 Ampere. Dengan cara penyambungkan mesin pemanas mesin heading dengan jarak kurang-lebih 1 meter. Dengan percobaan proses masing-masing 1000 pcs dalam variasi ampere. Berdasarkan hasil penelitian pada variasi ampere 1,2,3,4,5,6,7 dan 8 Ampere didapatkan hasil paling optimum pada setting 5 ampere dengan hasil 13% produk NG serta hasil dengan NG paling banyak pada 1,2 serta 8 ampere 100% NG
ANALISA FRAKTOGRAFI PADUAN Cu-Zn 70/30 PADA BERBAGAI % DEFORMASI CANAI HANGAT
TMCP (Thermo mechanical controlled process) merupakan suatu proses perubahan bentuk suatu material dengan cara memberikan regangan plastis yang besar dan terkontrol terhadap material. Salah satu metode TMCP yang sedang dikembangkan adalah pengerjaan canai hangat karena memiliki banyak kegunaan seperti dapat memberikan efisiensi energi dan kemudahan dalam pengontrolan dimensi. Pengerjaan canai hangat dengan menggunakan variasi persentase deformasi sebanyak 32,25%; 35,48%; dan 38,7% dari penelitian canai hangat di suhu 500°C secara double pass reversible dilakukan pada pelat paduan Cu-Zn 70/30. Dengan melakukan pemeriksaan fraktografi menggunakan analisa field emission scanning electron microscope (FESEM) dapat dilihat bahwa patahan uji tarik pada material paduan Cu-Zn 70/30 memiliki ukuran dimple yang semakin kecil dan bentuk dimple yang lebih dangkal seiring dengan bertambahnya persentase deformasi dan regangan canai hangat
OPTIMASI RANCANG BANGUN ALAT PEMERAS BUAH JERUK DENGAN MENGGUNAKAN SISTEM PERPUTARAN MOTOR LISTRIK 0,3 HP
Guna mendukung UKM (Usaha Kecil Menengah) dan memberikan kemudahan pada setiap orang yang akan membuat sari buah atau jus jeruk sehingga dapat menghemat waktu dan tenaga maka dirancang alat pemeras jeruk dengan kapasitas yang kecil dengan menggunakan metode optimasi perancangan dengan sistem perputaran sebagai pemerasnya dan cara kerjanya digerakkan oleh motor listrik yang mana dayanya ditransmisikan oleh daya listrik kemudian ke pencekam buah jeruk tersebut yang berfungsi agar perputaran terpusat pada keseluruhan diameter dinding buah jeruk. Adapun kapasitas yang didapat dari hasil perhitungan adalah 320 ml/menit dengan diameter buah jeruk 65 mm, sedangkan dengan diameter buah jeruk 70 mm didapat 250 ml/menit dan motor listrik dengan daya 0,3 HP, Putaran 1500 rpm