JURNAL MESIN TEKNOLOGI
Not a member yet
270 research outputs found
Sort by
RANCANG BANGUN SIMULATOR SISTEM PENGEPAKAN PRODUK BERBASIS PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL
Otomasi adalah teknologi yang terkait dengan aplikasi mesin, elektronik, sistem control dan komputer untuk dapat mengoperasikan dan mengendalikan proses produksi. Pada penerapannya, otomasi digunakan untuk mengurangi waktu proses manufaktur, kesalahan akibat operator dan penyimpanan. Salah satu bagian dari proses produksi adalah proses pengepakan yang merupakan rangkaian proses agar produk tersimpan dalam sebuah kemasan. Tulisan ini membahas rancang bangun simulator sistem pengepakan produk pada jalur produksi. Metode perancangan yang digunakan dalam rancang bangun ini adalah metode French. Perbandingan hasil waktu desain proses dan aktual proses, yaitu: 16,69 detik dan 18,01 detik. Terdapat perbedaan waktu sebesar 1,32 detik antara waktu desain proses dan waktu aktual proses. Perbedaan waktu tersebut dibandingkan terhadap delay yang ditetapkan pada program PLC, yaitu sebesar 1,5 detik. Tingkat keakurasian delay pada program sebesar 88% dan masih dalam kategori baik, sehingga bisa diaplikasikan pada simulator pengepakan ini
PERHITUNGAN OVERALL EQUIPMENT EFFECTIVENESS (OEE) UNTUK ALAT BERAT PEMELIHARAAN JALAN REL PT. KERETA API
Tujuan kegiatan ini adalah perhitungan efektifitas pemanfaatan alat berat pemeliharaan jalan Kereta Api (KA) dalam rangka meningkatkan pemeliharaan jalan KA dengan identifikasi dari permasalahan yaitu seberapa efektif penggunaan alat berat yang sudah dimiliki?. Metodologi yang digunakan dalam penyelesaian permasalah tersebut adalah metode kuantitatif menggunakan pendekatan OEE (Overall Equipment Effectiveness) sedangkan metode kualitatifnya menggunakan pendekatan THIO (Technoware, Humanware, Infoware dan Orgaware) dan pendekatan sebab akibat. Hasil dari perhitungan OEE dari alat berat pemeliharaan jalan rel PT. KAI yaitu 50,05% dengan Availability rata-rata = 77 %, Performance rata-rata = 65% dan Quality rata-rata = 100% (karena dinyatakan tidak ada pengulangan, artinya hasil pekerjaan semuanya dianggap memenuhi syarat) dari hasil yang didapat menunjukkan bahwa terdapat peluang untuk perbaikan terutama pada performance, kemudian pada availability. Namun pada kenyataannya kedua hal ini sangat terkait dengan kemampuan pemeliharaan (maintenance) dari alat-alat berat yang ada. Usia alat yang sudah cukup tua (rata-rata 19 tahun) berpotensi menurunkan kinerja mesin bila pemeliharaan kurang memadai. Hal ini tampak sudah terlihat dari menurunnya availability dan performance
PENGUJIAN DAN PERHITUNGAN PERFORMA MESIN KOMATSU SA12V140-1 SETELAH PROSES REMANUFACTURING
Preventive maintenance adalah suatu perawatan terencana yang dilakukan untuk menjaga performance mesin sedangkan Corrective Maintenance adalah suatu proses perawatan berupa perbaikan jika terjadinya kerusakan. Salah satu aspek dalam preventive maintenance adalah melakukan schedule overhaul. Overhaul adalah suatu proses peremajaan alat atau komponen sebagai upaya untuk mengembalikan kondisi performa alat atau komponen seperti kondisi semula sesuai standar pabrik. Overhaul mesin adalah proses remanufacturing, dimana terdiri dari beberapa sub-sub pekerjaan utama seperti inspeksi, pembongkaran, pengukuran, perakitan, dan pengetesan. Tujuan penelitian yang dilakukan di PT Universal Tekno Reksajaya Jakarta ini adalah menganalisa performa mesin komatsu SA12V140-1 yang meliputi power dan torsi dan besarnya biaya setelah dilakukan proses remanufacturing atau overhaul maintenance. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen berupa pengambilan data dari hasil pengujian mesin. Hasil pengujian mesin menunjukkan bahwa sebelum dilakukan remanufacturing terjadinya penurunan sebesar 15% dari power standar dan 12,89% sementara setelah dilakukannya remanufacturing terjadi penyimpangan naik mencapai 3,24% dari power standar dan 0,12% dari torsi standar serta biaya yang timbul setelah dilakukannya overhaul masuk dalam kategori normal dan cenderung ekonomis, yaitu: 31% dari harga mesin baru
KARAKTERISASI PASIR SILIKA BEKAS INTI COR MELALUI PROSES DAUR ULANG DENGAN PENGIKAT SENYAWA RESIN ALAMI
Teknik pengecoran merupakan salah satu metode pembentukan logam yang sangat lama selain teknik tempa/forging. Sampai sekarang teknik pengecoran logam merupakan teknik yang masih up to date dipakai oleh banyak industri kecil dan besar dalam pembuatan berbagai macam produk. Pengembangan metode teknik pengecoran logam juga terus berkembang baik cetakan yang digunakan, material yang dicetak serta penggabungan cetakan dengan tekanan. Media cetakan tidak hanya terbatas pada penggunaan pasir cetak, namun juga dengan menggunakan cetakan logam, styrofoam, keramik dan sebagainya. Produk cor logam banyak diusahakan oleh masyarakat sebagai kegiatan usaha yang sangat produktif. Salah satu sentra usaha cor khususnya Aluminium dan Kuningan ( Cu-Zn) adalah di kecamatan Juwana Kabupaten Pati. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengolah kembali pasir bekas inti cor agar dapat digunakan kembali melalui proses daur ulang. Selama ini pasir bekas inti cor cenderung dibuang karena tidak mempunyai daya rekat lagi setelah mengalami proses pembakaran. Pasir silika bekas inti cor ini selanjutnya dilakukan proses penggilingan untuk mendapatkan ukuran partikel yang lebih kecil. Selanjutnya dicampur dengan resin alami yang merupakan campuran senyawa fenol dan tar hasil pirolisis biomassa. Penelitian ini menentukan beberapa variabel meliputi : penyusutan, densitas, kekasaran permukaan produk dan kuat tekan pasir inti. Hasil penelitian dengan cara membandingkan karakteristik yang dimiliki pada pasir inti sintetis dengan nilai selisih penyusutan sebesar 75.2%, prosentase kekasaran permukaan terdapat selisih 55,3%, rapat massa produk inti sebesar 8.7 % dan kuat tekan pasir inti rata-rata sebesar 48,5 kg/mm2. Penambahan resin alami melalui daur ulang pasir bekas inti cor sangat memungkinkan untuk digunakan kembali
ANALISA LANJUT PERUBAHAN SIFAT MEKANIK BAHAN PEWTER DENGAN REDUKSI 50% PADA PROSES PENGEROLAN BAHAN
Proses pengurangan ketebalan, penghalusan dan perataan permukaan pada pelat pewter dari proses penuangan oleh usaha kecil di Pulau Bangka masih dilakukan dengan menggunakan metode pengamplasan sehingga waktu yang diperlukan untuk proses tersebut lama. Untuk membantu proses tersebut, maka dilakukan proses pengerolan dengan menggunakan mesin roller press. Bahan pewter yang digunakan dengan komposisi timah 97%, tembaga 2%, antimon 1% dengan dimensi benda uji awal 150 x 50 x 3-3,5 menggunakan 3 sampel dengan rata-rata kekuatan tarik awal 52,18 MPa dan rata-rata kekerasan bahan awal sebesar 12,56 VHN. Dari hasil reduksi sebesar 50% didapatkan bahwa terjadi perubahan dimensi dengan rata-rata kenaikan panjang sebesar 100,48%, kenaikan lebar sebesar 6,86%, penurunan ketebalan akhir rata-rata sebesar 1,69 m. Deformasi yang terjadi menyebabkan perubahan kepadatan butiran pada mikro struktur bahan sehingga rata-rata kekuatan tarik meningkat sebesar 60 MPa dan rata-rata kekerasan akhir bahan meningkat menjadi 13,1 VHN
ANALISIS PENGARUH CAMPURAN BAHAN STYRENE ACRYLONITRILE (SAN) DAN ACRYLONITRILE BUTADIENE STYRENE (ABS) TERHADAP SETINGAN MESIN INJEKSI
Pada proses injection molding, parameter seting mesin dan pengggunaan bahan baku plastik merupakan salah satu yang harus diperhatikan untuk mendapatkan kualias akhir produk yang diinginkan.Untuk meningkatkan kualitas, terutama fungsi produk compact dilakukan penelitian dengan menggunakan variasi campuran bahan plastik dengan komposisi SAN 90 % : ABS 10 % , SAN 80% : ABS 20 % dan SAN 70 % : ABS 30 % pada produk injection molding yaitu Cover Compact 2093 yang dilakukan pemeriksaan dan pengujian untuk mengetahui pengaruh campuran terhadap setingan mesin injeksi, sifat mekanik bahan dan kualitas produk dari segi visual , dimensi produk , tingkat penyusutan bahan dan dari segi fungsional produk.Dari hasil pemeriksaan dan pengujian didapatkan kesimpulan semakin tinggi kadar ABS, nilai tensile strength semakin rendah, namun sebaliknya nilai elongation semakin tinggi. Jadi pada campuran plastik SAN 90 % : ABS 10 % mempunyai nilai tensile strength terbaik yaitu 67,47 ± 1,48 N/mm² . Pengaruh campuran bahan SAN dan ABS terhadap kualitas produk injection molding berdasarkan hasil pemeriksaan tingkat penyusutan (shiringkage ), semakin banyak penambahan kadar plastik ABS tingkat penyusutannya semakin besar dan mempengaruhi hasil nilai dimensi lainnya. Pada campuran bahan plastik SAN 90 % dan ABS 10 % mempunyai hasil pengukuran dimensi jarak kuncian yang paling baik, paling mendekati standart 100,70 ± 0,10 yaitu antara 100,69–100,71 mm. Pada campuran bahan plastik SAN 90 % dan ABS 10 % mempunyai nilai pull test produk yang paling baik, paling mendekati standart 550 ± 150 gramf, yaitu 584 – 590 gramf dan mempunyai nilai push test produk yang paling baik, paling mendekati standart 1200 ± 800 gramf, yaitu 1411 – 1984 gramf
PERANCANGAN BELT CONVEYOR KAPASITAS 30 TON/JAM UNTUK ALAT ANGKUT KERTAS
This plan aims to produce design and construction working drawings belt conveyor capacity 30 tons/hour in PT. Interact Corpindo as aids paper conveyance strong, sturdy, safe, and efficient so that the mobility of paper products can be run smoothly and efficiently. Conveyor Belt design process capacity of 30 tons/hour in PT. Interact Corpindo is conducted in stages, namely planning and explanation of the task/function, planning product concept (working drawings). Analysis techniques include analysis belt, idler roller, roller conveyor, motor power, the moment that occurs at the input and output shafts, gears and bearings. Conveyor Belt driving force Capacity 30 tons/hour in PT. Interact Corpindo planned to use the motor gearbox that is adapted to the results of the planning and design of 15 kW with a conveyor belt speed from 0.8 to 2 m/s. The results of the design produce a belt width of 800 mm, with a path length of 50 m
PELAPISAN EMAS PADA KERAJINAN TANGAN PEWTER UNTUK MENINGKATKAN NILAI JUAL
Electroplating is process surface treatment on the electropolishing object or manually polishing objects to achieve higher value. Electroplating is the transfer of the metal ions with electric current through the electrolyte to create a layer on metal. Gold plating on pewter that contain SN = 90-95%, Sb = 3-10%. and Cu = 1-3% aims to improve the quality of the surface of the object brighter and shiny. Initial coating with the appropriate current and the standard time immerse will produce perfectly electroplating metal. From the research, the initial coating using brass with brass plating, and initial coating using copper with copper cyanide solution will produce a brighter coating of gold and uniform weight of additional metal. Copper plating using copper with acid plating in higher current condition and long immersion will produce a black surface on pewter material
PENGARUH PENINGKATAN KUALITAS SERAT RESAM TERHADAP KEKUATAN TARIK, FLEXURE DAN IMPACT PADA MATRIKS POLYESTER SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN DASHBOARD MOBIL
Resam plant (Dicranopteris linearis) is a forest fern living in rubber plantations and can be found in almost all provinces of indonesia. The plant spreads and has a length of about 7 meters. Research concerning resam fiber for composite material had been done by the author until the end of 2014. Studies by other researchers showed that the use of natural fibers as a composite material could be improved by NaOH. This is very useful to improve the quality of the resam fiber research. The purpose of this study was to obtain new composite materials, the result of a chemical treatment with NaOH to resam fiber. The stages of the research process consist of making test samples, mechanical testing and data analysis. The materials for making the samples comprise of fiber, resin Yukalac 157 BQTN-EX, MEKPO as a hardener, 5 % NaOH and Wax glasses as a preventive attachment of resin into the mold. The test sample was made by mixing random fibers into the resin. Previous fibers were already made of three length: 20 mm, 40 mm and 60 mm. Then the fiber was weighed according to the percentage desired. Fiber percentage was 25%, 30% and 35%. The curing agent was 1,5%. The size of the test sample was based on standard tensile test (ASTM D 638), flexure test (ASTM D 790) and the impact test (ISO 179). The highest value of tensile was 30,750 MPa, elastic modulus was 9400 MPa and a strain 0,315%. The maximum value of the flexure strain was 138 MPa and a flexural modulus was 4880 MPa, while the highest value of impact was 54,14 kJ/m2. Based on the findings, it can be concluded that the results of tensile test, flexure test and impact test already meet the standard plastic used for car dashboard
PERANCANGAN MESIN PENGOLAH SAGU PORTABLE DENGAN KAPASITAS EMPULUR SAGU 350 KG/JAM
Perancangan mesin ini menggunakan sistem parutan guna untuk menghancurkan empulur batang sagu agar pati sagu dapat keluar dari batangnya, parutan dirancang berbentuk silinder dan diberikan susunan mata parut disekeliling silinder parutan tersebut. Batang sagu diparut pada silinder yang sedang berputar sehingga empulur batang sagu hancur dan masuk kedalam bak pencucian, Empulur batang sagu hasil parutan dicuci di dalam bak guna untuk memisahkan pati sagu dengan ampas dengan menggunakan saringan. Sistem pencucian dan pengendapan mengguanakan dua pompa Sanyo PWH 13, pompa pertama menarik air dari sumber mata air ke dalam bak pencucian dan pompa yang kedua memindahkan hasil pencucian ke dalam bak pengendapan. Hasil parutan empulur sagu yang didapatkan dari perancangan ini adalah 6,125 kg/menit (dibulatkan menjadi 350 kg/jam ) dan untuk lebar parutan 40 cm