4351 research outputs found
Sort by
Filsafat Pendidikan Video Games: Kajian tentang Struktur Realitas dan Hiperealitas Permainan Digital
Salah satu kecanggihan video game adalah kemampuannya dalam menyalin realitas asli dan menghadirkan dunia permainan sebagai suatu dunia baru. Biarpun telah memisahkan anak-anak dari realitas aslinya, namun realitas virtual video games juga menghubungkan mereka dengan ruang dan waktu berbeda, melampaui daerah, negara, dan bangsa. Konsekuensinya, permainan video games telah mengambil tempat penting dalam ruang konseptual, sebuah 'lingkaran magis', yang membutuhkan pemaknaan secara mendalam. Pasalnya, realitas virtual secara nyata memberi pengaruh besar dalam mengubah cara pandang anak tentang dunia dan peran mereka dalam dunia. Mereka hidup dalam alam simulasi virtual dan terjebak dalam, mengutip Baudrillard, realitas simulacra—sebuah situasi yang problematis dalam filsafat pendidikan. Buku ini, berdasarkan nalar filsafat Baudrillard, hendak menelaah struktur realitas dan hiperealitas dunia digital, serta mengujinya untuk menjawab seberapa efektif faedah permainan digital sebagai medium transfer realitas simulatif praktik pendidikan anak
Ngelmu Kahanan dan Manusia Jawa
Orang Jawa terdidik untuk selalu ngerti kahanan, yakni harus mampu menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi di mana ia berada. Maka orang Jawa dikenal mudah beradaptasi terhadap segala perubahan. Inilah yang membuat orang Jawa mampu bertahan dalam kondisi sesulit apapun.Prinsip ngerti kahanan ini tidak muncul begitu saja. Ada proses panjang berupa pengalaman orang Jawa dalam menghadapi labilnya perpolitikan lokal selama berabad-abad yang membawa pada ketidakpastian. Maka muncul pula prinsip ojo kagetan lan ojo gumunan (jangan mudah kaget dan kagum) hingga membawa diri untuk urip sakmadya (hidup sekedarnya saja). Rasa pasrah muaranya. Tidak ada ambisi berlebih.Ditambah lagi dengan masuknya beberapa budaya asing ke Jawa, mulai dari Hindu, Buddha, Islam, hingga modernisasi ala Eropa yang membuat orang Jawa merasa nyaman untuk ngeli ning ora keli (mengikuti arus tapi tidak hanyut). Tak mengherankan jika budaya dan nilai keyakinan orang Jawa pun bersifat sinkretik, hasil dari penyerapan unsur-unsur asing tersebut.Sebuah kajian budaya tentang karakteristik manusia Jawa tersaji secara ilmiah dan sistematis dalam buku ini. Juga disertai nilai lebih dan kurangnya sebagai bahan introspeksi dan solusi untuk kemajuan bersama. Ditulis oleh seorang Guru Besar Ilmu Budaya UGM yang sudah puluhan tahun mengamati dan membaur dengan masyarakat Jawa
Epos Baratayudha : Perang Besar Pandawa dan Kurawa
Bibit perselisihan antara Pandawa dan Kurawa dimulai sejak orang tua mereka masih sama-sama muda. Pandu, ayah para Pandawa suatu hari membawa pulang tiga orang putri dari tiga negara, bernama Kunti, Gendari, dan Madrim. Salah satu dari mereka dipersembahkan kepada Destarata, kakaknya yang buta. Destarata memilih ketiga putri itu yang dengan cara mengangkat satu per satu, terpilih lah Gendari yang mempunyai bobot paling berat. Destarata berpikir bahwa kelak Gendari akan mempunyai banyak anak, sama seperti impian Destarata. Hal ini membuat tersinggung putri dari Kerajaan Plasajenar itu tersinggung dan sakit hati. Gendari merasa ia tak lebih dari piala bergilir. Ia pun bersumpah keturunannya kelak akan menjadi musuh bebuyutan anak-anak Pandu. Antara lain usaha usaha pembunuhan Pandawa dalam istana yang terbakar, sampai perebutan kerajaan Amarta melalui permainan dadu.Akibat kekalahan dalam perjuadian tersebut, para Pandawa harus menjalani hukuman pengasingan di Hutan Kamiyaka selama 12 tahun, ditambah dengan setahun menyuamar sebagai orang rakyat jelata di Kerajaan Wirata. Namun setelah asa hukuman berakhir, para Kurawa menolak mengembalikan hak-hak para Pandawa. Sebenarnya Yudhistira (Saudara sulung dari Pandawa), hanya menginginkan lima desa saja untuk dikembalikan ke Pandawa bukan keseluruhan wilayah kerajaan. Tetapi Kurawa tidak sudi memberikan satu jengkal tanah pun ke Pandawa. Akhirnya keputusan diambil lewat perang Baratayudha yang tidak dapat dihindari lagi.Setelah membaca buku ini, kita akan lebih berani menghadapi hidup memiliki tekad yang lebih kuat dan pikiran yang lebih bersih. Cerita ini lebih dari sekadar cerita biasa. Cerita di dalamnya mementingkan kebaikan di atas kenikmatan dan kesenangan. Cerita ini mengajak kita untuk melihat misteri kehidupan lebih dalam di tengah hiruk-pikuk kehidupan dunia. Inilah Baratayudha, peperangan bersar antara keluarga Pandawa dan Kurawa di Padang Kurukshetra
Pengantar penelitian mixed methods
Buku karya John W. Creswell ini adalah gambaran singkat tentang penelitian mixed methods yang membawa pembaca melalui langkah-langkah penting dalam merencanakan dan merancang penelitian. Bukan hanya menawarkan tinjauan ekstensif terhadap mixed methods, buku ringkas ini juga memberikan dasar untuk memahami metodologi mixed methods kepada mereka yang mempelajari ilmu sosial, perilaku, dan kesehatan. Praktis untuk digunakan dalam lokakarya, seminar, webinar global, dan sebagai teks tambahan di kelas sarjana dan pascasarjana, buku karya Creswell ini sangat ideal untuk para pemula atau peneliti yang lebih mahir yang sedang mencari buku bacaan permulaan singkat dalam mixed methods, yang ditulis oleh para ilmuwa
Menjadi Guru Penggerak Merdeka Belajar
Gerak lincah Mas Menteri Nadiem Makarim mengisyaratkan bahwa dalam GURU memimpin Kemendikbud dia lebih mementingkan membangun jalan pikiran guru ketimbang mengutak-atik kurikulum. Mas Menteri Milenial ini diharapkan bisa menampik pepatah lama “ganti menteri ganti kurikulum” dan mampu menegaskan kembali bahwa siapa pun presidennya, ganti berapa kali pun menteri pendidikannya, sebagus apa pun kurikulumnya, jika guru sebagai garda terdepan suksesnya pembelajaran di kelas terlupakan, maka upaya menciptakan generasi emas masa depan bangsa Indonesia sama saja dengan menjaring angin. Guru Penggerak Merdeka Belajar diharapkan dapat mencetak sebanyak mungkin agen-agen transformasi dalam sistem pendidikan nasional untuk menyiapkan peserta didik berkompetensi global dan berkarakter, mampu mendorong transformasi pendidikan nasional, mendorong peningkatan prestasi akademik peserta didik, aktif, dan kreatif
Pengantar Jurnalisme Konvergentif: Menjawab Tren Industri media Digital
Pengantar Jurnalisme Konvergentif ini mengkaji berbagai perkembangan terkini pada bidang industri media massa di Indonesia. Mencakup bahasan mengenai hakikat pers, domain pers, penyiaran dan jurnalistik, berita imparsial dan wartawan/jurnalis profesional, konvergensi multimedia, lanskap dan peta kompetisi bisnis media, regulasi media, teknologi masa kini dan masa depan di era digital
In the Name of Cleopatra: Kecantikan, Kecerdikan dan Kekuasaan
Kisah tentang Cleopatra tak pernah habis “dimakan” zaman. Hingga saat ini Cleopatra masih menjadi trendsetter/ benchmark akan kecantikan seorang wanita. Cerita tentang Cleopatra sebenarnya bukan saja sekadar kecantikan dan merawat diri, banyak sisi lain yang menarik untuk diikuti. Dalam buku Ini sesuatu yang tersembunyi akan diungkap
Pengembangan Kurikulum dan Implementasi Pendidikan Inklusi di Sekolah Dasar
Buku Pengembangan Kurikulum dan Implementasi Pembelajaran Inklusi Sekolah Dasar ini merupakan sumber rujukan bagi para peneliti, mahasiswa calon guru, maupun para guru yang akan mengimplentasikan pembelajaran inklusi di kelas. Kehadiran buku ini memberikan suatu wacana dan arah tentang langkah-langkah dalam pengembangan kurikulum dengan paradigma inklusif. Langkah-langkah dimulai dengan asesmen kondisi peserta didik untuk menemukan kebutuhan belajarnya, serta penentuan kompetensi yang dicapai dan rumusan tujuan melalui indikator capaian belajar, penentuan materi, metode, sumber belajar, media belajar, serta evaluasi belajar dengan mengakomodasi peserta didik yang beragam. Untuk itu, kehadiran buku ini wajib dibaca, dikaji, dan dipergunakan oleh semua pihak yang peduli terhadap pendidikan yang benar dan yang ramah untuk semua anak, serta tidak diskriminati
Seri Bunga Rampai; Kontribusi Pendidikan Ilmu Sosial Dalam Membangun Keindonesiaan
Ilmu dan pendidikan merupakan dua hal yang tidak terpisahkan. Di satu sisi, ilmu harus ditransfer kepada generasi berikutnya memalui pendidikan, agar mereka mampu menjelaskan berbagai fenomena yang ada. Ilmu sosial akan memberikan narasi yang menjelaskan hubungan kausalitas dari berbagai fenomena yang ada melalui teori-teori yang dihasilkan oleh para ilmuwan. Dengan berbekal ilmu, khususnya ilmu sosial, seseorang diharapkan mampu menjelaskan realitas sosial dan sekaligus mampu memprediksi apa yang akan terjadi. Di sisi lain, pendidikan juga menjadi sarana untuk membantu seseorang mengembangkan dan sekaligus melakukan perubahan cara berpikir, sikap, dan perilaku. Dengan bahan ilmu sosial, Pendidikan ilmu sosial diharapkan mampu merubah seseorang menjadi semakin bijak dalam bersikap dan bertindak
Nasi Lemak: Sebuah Novel
Nasi lemak adalah sebuah cerita Somad Junaidi, seorang anak yang sudah merasa mentalnya rusak karena pertengkaran di keluarganya. Somad Junaidi juga seorang anak korban bullying yang dilakukan oleh teman-teman, bahkan juga gurunya.Kepergian ke Malaysia semata-mata untuk merubah nasibnya. Somad Junaidi juga berharap bahwa kepergiannya ke Malaysia ini dapat menghilangkan bayang-bayang masa lalunya. Malaysia merupakan sebuah negara harapan buatnya. Setidaknya, di Negeri Jiran inilah Somad Junaidi menemukan bakatnya sebagai seorang penulis. Dengan bantuan seorang mentor, akhirnya Somad Junaidi bisa melahirkan karya perdananya yang berjudul “Nasi Lemak”. Nasi Lemak adalah makanan khas suku Melayu yang umum ditemukan di Malaysia. Menu kuliner ini memiliki rasa yang nikmat dan menggugah selera makan dengan berbagai lauk pendampingnya. Nasi Lemak merupakan hidangan yang dimasak menggunakan santan dengan bumbu pedas. Mula-mula, makanan khas Malaysia satu ini adalah hidangan untuk sarapan saja. Seiring berjalannya waktu, menu ini bisa disantap baik siang maupun malam. Nasi Lemak pada awalnya hanya disajikan dengan telur, irisan mentimun, ikan bilis, atau teri goreng, dan sambal. Namun saat ini, Nasi Lemak dijual dengan berbagai pilihan lauk-pauk seperti, tempe, tahu, petai, kacang goreng, sate, atau hati sapi dan biasanya disertai juga dengan parutan kelapa