261 research outputs found

    Pembuatan Serbuk Fikobiliprotein dari Spirulina platensis melalui Proses Freezing-Thawing dan Freeze-Drying

    Get PDF
    Mikroalga golongan Cyanophyta seperti Spirulina Platensis (SP) merupakan salah satu sumber makanan fungsional yang bergizi. SP mengandung senyawa fikobiliprotein (PBP) yang merupakan komponen terbesar dari protein dan berfungsi sebagai antioksidan dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbandingan solven-biomassa (S/B), waktu pengeringan beku, dan luas permukaan wadah sampel pada pengeringan beku terhadap serbuk PBP yang dihasilkan. Eksperimen diawali dengan proses perendaman SP kering (1,5 dan 3 g) selama 1 jam, pembekuan selama 24 jam, thawing, penyaringan vakum (30-90 menit) dan pengeringan beku (freeze-drying) pada filtrat yang diperoleh. Analisis konsentrasi PBP dalam filtrat dilakukan dengan mengukur absorbansinya menggunakan UV-Vis Spektrofotometer diuji pada panjang gelombang 562, 615, dan 652 nm.  Kadar air pada serbuk PBP setelah dilakukan proses freeze-drying diukur secara gravimeteri. Variasi yang dilakukan meliputi perbandingan S/B (6,67-133,33) mL air suling/g SP kering. Variasi waktu freeze drying selama 24 dan 32 jam. Waktu optimum untuk penyaringan vakum 30,55 menit dan menghasilkan konsentrasi PBP tertinggi (7,639 g/L). Nilai S/B optimum didapatkan  sebesar 20 mL/g dengan rendemen 112,32 mg/g (SP kering). Luas permukaan wadah sampel pada pengeringan beku yang terbaik adalah 427,5 cm2 dan banyaknya air yang teruapkan sebesar 99,71% dari berat filtra

    Pengaruh Delignifikasi Pada Karakteristik Karbon Aktif dan Biosorben dari Limbah Kulit Pisang Kepok

    Get PDF
    Jumlah kandungan selulosa dalam bahan alam berupa biomassa menunjukkan potensinya menjadi adsorben berdasarkan karbon yang dapat dihasilkan. Salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai adsorben adalah limbah kulit pisang kepok yang ketersediaan banyak dan mengandung selulosa sebanyak 18,71%. Penelitian dilakukan dengan variasi perlakuan delignifikasi dan tanpa delignifikasi pada kulit pisang kepok untuk menjadi biosorben dan karbon aktif. Semua jenis adsorben kemudian diaktivasi menggunakan aktivator H2SO4. Hasil analisis karakteristik SEM – EDX, FTIR, dan BET menunjukkan bahwa kombinasi perlakuan delignifikasi dan karbonasi (sampel A) dapat meningkatkan kadar karbon yang terkandung dalam sampel adsorben (pad hasil SEM ditandai dengan adanya struktur selulosa yang lebih beraturan dan pori kecil). Dari hasil EDX, sampel A terindikasi mengandung unsur karbon tertinggi yaitu 78,65% berat dan diperkuat dengan hasil analisis FTIR dimana sampel A memiliki rentang peak ikatan C=C dan C-H lebih luas (pertanda selulosa yang sudah terpisah terkarbonasi dengan baik sehingga menghasilkan unsur karbon). Selain itu, kombinas perlakukan proses delignifikasi dan karbonisasi juga meningkatkan luas permukaan pori keseluruhannya dibandingkan dengan variasi lainnya dengan nilai sebesar 83,381 m2 /g. Dari penelitian ini tampak bahwa pretreatment proses delignifikasi dapat meningkatkan karakteristik adsorben dari nlimbah kulit pisang kepok dengan peningkatan kadar karbon terkandung dan luas permukaa

    Aplikasi Membran Komposit PSF/Zeolit untuk Pemisahan Zat Warna Methylene Blue

    No full text
    Industri tekstil menghasilkan limbah cair dengan kandungan zat warna sekitar 40%. Metilen biru adalah zat warna yang dapat berdampak pada terganggunya ekosistem perairan dan kesehatan manusia karena bersifat karsinogenik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan zeolit pada membran polisulfon (PSF) terhadap kinerja membran dalam penyisihan metilen biru. Metode pembuatan membran menggunakan metode inversi fasa dengan N-Methyl-2-pyrrolidone (NMP) sebagai solvent dan akuades sebagai nonsolvent. Karakterisasi membran berdasarkan uji SEM-EDX, menunjukkan zeolit terdeposit pada permukaan membran secara merata. Pada penyisihan metilen biru didapatkan permeabilitas lebih rendah dengan menggunakan zeolit dibanding yang tidak menggunakan zeolit. Sedangkan rejeksi membran PSF dengan zeolit lebih tinggi daripada membran PSF tanpa zeolit. Rejeksi membran PSF dengan zeolit didapatkan hasil hingga 93%

    Kemajuan Terkini dalam Ekstraksi Senyawa Bioaktif dari Biji-Bijian (Review)

    Get PDF
    Pertambahan populasi dunia dan masalah lingkungan merupakan isu yang terus berkembang dan memerlukan solusi. Pertambahan populasi dunia harus di ikuti dengan penyedian pangan seperti karbohidrat, protein dan lemak yang mencukupi. Isu lingkungan memerlukan proses penyediaan pangan yang hijau dan berkelanjutan. Dalam makalah ini membahas proses ekstraksi hijau menggunakan enzim sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan meminimasi dampak kesehatan dan lingkungan yang disebabkan oleh penggunaan pelarut organik seperti yang digunakan di dalam ekstraksi konvensional. Bahasan meliputi review kemajuan terkini ekstraksi padat cair, keuntungan dan kelemahan ekstraksi konvensional dan ekstraksi enzimatis, dasar pemilihan enzim, dan peranan enzim dalam proses ekstraksi padat-cair. Data diperoleh dari hasil review jurnal yang membahas mengenai ekstraksi padat-cair baik ekstraksi konvensional dan ekstraksi modern saat ini yang fokus pada ekstraksi menggunakan enzim sebagai alternative untuk menggantikan pelarut organik

    Penghilangan Rhodamin B dari Limbah Cair Menggunakan Pelarut Minyak Goreng Bekas dalam Membran Cair Emulsi

    Get PDF
    Perkembangan industri tekstil dapat meningkatkan pencemaran air akibat zat warna yang terbuang bersama limbah cair yang membahayakan mahluk hidup dan lingkungan sekitarnya sehingga diperlukan suatu proses pengolahan limbah cair zat warna. Tujuan penelitian ini adalah penghilangan zat pewarna kationik rhodamin B dalam aliran air berbasis minyak jelantah dalam proses ELM dengan pengaruh variasi konsentrasi Span 80 dan konsentrasi fase internal HCl. Variasi konsenstrasi HCl (0,01; 0,1; 1; 2 M) dan konsentrasi span 80 (1; 2; 3; 4 %b/v) sebagai variabel bebas. Efisiensi ekstraksi zat warna rhodamin B, kerusakan emulsi, dan stabilitas emulsi sebagai variabel terikat. Variabel tetapnya adalah volume membran 25 ml, konsentrasi fase eksternal rhodamin B 5 ppm, rasio volume fase internal dengan fase membran 1:3, rasio volume fase membran dengan fase eksternal 1:3, konsentrasi D2EHPA 2,5%, kecepatan emulsifikasi 1200 rpm selama 25 menit, kecepatan pengadukan 200 rpm selama 7 menit dan didiamkan 50 menit. Pengujian menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan panjang gelombang 557 nm. Persentase ekstraksi maksimum yang dicapai sebesar 88,79% dengan stabilitias emulsi 75,86%. Kerusakan emulsi tiap variasi < 20%. Analisis data menggunakan ANOVA two factor with replication dengan hasil yang signifikan

    Kinetika Adsorpsi Ion Zn Menggunakan Serbuk Gergaji Kayu Jati (Tectona grandis) Teraktivasi EDTA dalam Air Limbah Batik Kayu

    Get PDF
    Limbah cair yang dihasilkan kerajinan batik kayu mengandung ion logam berat Zn2+ sebesar 7,6188 mg/L. Nilai tersebut melebihi batas yang diperbolehkan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan serbuk gergaji kayu jati teraktivasi EDTA sebagai adsorben ion logam Zn2+ dengan meninjau kinetika adsorpsi. Adsorben teraktivasi digunakan untuk adsorpsi Zn2+ dengan variasi waktu kontak (5-60 menit) dan suhu (30-55 °C). Identifikasi gugus fungsi adsorben dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) sedangkan kadar Zn2+ yang terjerap diuji menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kondisi optimal terjadi pada suhu 45°C dan waktu kontak 45 menit dengan konsentrasi ion logam Zn setelah adsorpsi 4,812 mg/L dan nilai kapasitas adsorpsi 1.2806 mg/g. Hasil tersebut menunjukkan kelayakan larutan sampel setelah proses adsorpsi sebagai air hygiene sanitasi. Analisis kinetika adsorpsi menunjukkan bahwa proses ini mengikuti model kinetika Lagergren orde dua semu dengan persamaan konstanta laju adsorpsi k = 1,527x105 exp (-4592,5/T) (g/mg.mnt) dengan nilai energi aktivasi 38,182 kJ/mol yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi secara fisisorpsi. Hasil ini memberikan pemahaman mekanisme adsorpsi logam Zn menggunakan serbuk gergaji kayu jati teraktivasi EDTA yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan metode pengelolaan limbah yang efektif.Limbah cair yang dihasilkan kerajinan batik kayu mengandung ion logam berat Zn2+ sebesar 7,6188 mg/L. Nilai tersebut melebihi batas yang diperbolehkan sehingga berpotensi mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan serbuk gergaji kayu jati teraktivasi EDTA sebagai adsorben ion logam Zn2+ dengan meninjau kinetika adsorpsi. Adsorben teraktivasi digunakan untuk adsorpsi Zn2+ dengan variasi waktu kontak (5-60 menit) dan suhu (30-55 °C). Identifikasi gugus fungsi adsorben dilakukan menggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR) sedangkan kadar Zn2+ yang terjerap diuji menggunakan Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Kondisi optimal terjadi pada suhu 45°C dan waktu kontak 45 menit dengan konsentrasi ion logam Zn setelah adsorpsi 4,812 mg/L dan nilai kapasitas adsorpsi 1.2806 mg/g. Hasil tersebut menunjukkan kelayakan larutan sampel setelah proses adsorpsi sebagai air hygiene sanitasi. Analisis kinetika adsorpsi menunjukkan bahwa proses ini mengikuti model kinetika Lagergren orde dua semu dengan persamaan konstanta laju adsorpsi k = 1,527x105 exp (-4592,5/T) (g/mg.mnt) dengan nilai energi aktivasi 38,182 kJ/mol yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi secara fisisorpsi. Hasil ini memberikan pemahaman mekanisme adsorpsi logam Zn menggunakan serbuk gergaji kayu jati teraktivasi EDTA yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan metode pengelolaan limbah yang efekti

    Mix Metal Thermal Stabilizer from Palm Fatty Acid Distillate

    Get PDF
    Polyvinyl chloride (PVC) is a widely utilized material across various fields; however, it is prone to thermal degradation, even at temperatures as low as 70°C. To enhance its thermal stability, the addition of thermal stabilizers is essential. Mixed metal stabilizers are among the most environmentally friendly and effective options, composed of carboxylate acids and a combination of alkaline earth and transition metals. This study aims to synthesize a Ca/Zn-based mixed metal stabilizer using Palm Fatty Acid Distillate (PFAD), a locally available raw material with significant potential as a source of carboxylate acid. The synthesized stabilizer, termed "Ca/Zn palmat," utilizes calcium (Ca) and zinc (Zn), chosen for their non-toxic properties. FTIR analysis confirmed the successful formation of Ca/Zn carboxylate groups from PFAD. The optimal Ca:Zn ratio was determined to be 4:1, providing a PVC stability time of approximately 15 minutes based on the Congo red test. The ideal stabilizer dosage was found to be 7 phr (parts per hundred resin). Furthermore, the addition of pentaerythritol as a co-stabilizer demonstrated a synergistic effect, significantly enhancing the thermal stability of PV

    Effect of Immersion Time on CA/NMP Membrane Preparation for Microplastic Separation in Water

    Get PDF
    Indonesia produces more than 4.8 million tons of plastic waste every year, but it has not been managed properly so that it will end up in Indonesian waters. This plastic waste is then decomposed into microplastics (MPs) which are <5 mm in size. The presence of MPs in Indonesian waters can have a negative impact on living things, so it needs to be separated from the waters. One method that is considered to separate MPs in water is microfiltration using Membrane Technology. This study aims to determine the effect of immersion time on the characteristics and performance of microfiltration membranes. The fabrication of membrane was prepared using phase inversion method, with Cellulose Acetate (CA)/N-Methyl-2Pyrrolidone (NMP) as polymer/solvent and distilled water as non-solvent. Characteristics analysis to determine the hydrophilicity of the membrane such as contact angle, moisture content, porosity and pore size of the membrane. Scanning Electrone Microscope (SEM) to determine the surface morphology and structure of the membrane, and analysis of microplastic rejection in water. The results of the characteristic analysis showed that the membrane was hydrophilic with a contact angle in the range of 61-53°, porosity of 80-83%, moisture content of 79-82% and pore size of 8.4-5.8 μm in accordance with the microfiltration membrane, as well as the membrane rejection ability reached 99%. So that membrane technology needs to be developed again to separate MPs in water

    Optimalisasi Mutu Batubara Indonesia: Kajian Metode dan Potensi dalam Peningkatan Nilai Kalor Batubara

    Get PDF
    Nilai kalori batubara sangat penting bagi batubara itu sendiri. Selain berpengaruh pada proses pembakaran, nilai kalori juga menunjukkan kandungan energi yang terkandung dalam batubara. Nilai kalori batubara dipengaruhi oleh beberapa parameter diantaranya ialah kelembapan, kadar abu, zat terbang, karbon tetap dan total sulfur. Namun 40% cadangan batubara di Indonesia masih kualitas rendah. Hal ini menunjukan perlu adanya teknologi peningkatan nilai kalori yang sesuai, dengan tujuan batubara kualitas rendah ini dapat digunakan secara maksimal serta mengurangi emissi CO2 yang dikeluarkan selama proses pembakaran di PLTU. Teknologi pengeringan batubara menjadi salah satu teknologi peningkatan nilai kalori batubara, dengan konsep pengurangan kadar air yang dipengaruhi oleh suhu dan tekanan. Teknologi ini terbagi menjadi empat kategori yaitu mekanis, evaporasi, non-evaporasi dan pirolisis. Sesuai dengan program hilirisasi kementrian ESDM tentang pemanfaatan batubara, teknologi yang dikembangkan dalam proses upgrading  batubara adalah teknologi UBC (Upgrading Brown Coal) dan teknologi CDB (coal dry briquette). Selain itu campuran batubara kualitas rendah dengan biomassa juga dimanfaatkan menjadi bahan bakar pembangkit listrik atau sering disebut co-firring. Baik diaplikasikan langsung maupun dibentuk menjadi briket. Program ini dijalankan untuk mendorong Program NZE pemerintah yang berkomitmen untuk mencapai nol emisi CO2 di tahun 2050.

    Pembuatan Bioplastik dari Pati Umbi Ganyong Menggunakan Penguat Seng Oksida dan Plastilizer Gliserol dengan Metode Melt Intercalation

    Get PDF
    Plastik memiliki banyak kelebihan sebagai bahan material suatu produk. Namun, plastik dapat memberikan dampak buruk bagi lingkungan karena sifatnya yang susah terdegradasi. Sifat ini membuat penumpukan sampah plastik semakin tinggi. Oleh karena itu perlu adanya alternatif untuk menangani permasalahan tersebut diantaranya dengan memproduksi bioplastik. Pada penelitian ini, bioplastik diproduksi dari pati ganyong dan gliserol dengan penambahan ZnO melalui proses pencampuran pada kecepatan pengadukan 700 rpm dan pemanasan pada temperatur 80 oC selama 60 menit. Tujuan dari penelitian ini, yaitu untuk mempelajari pembuatan bioplastik menggunakan metode melt intercalation serta mengetahui bagaimana pengaruh penambahan ZnO dan gliserol terhadap kualitas bioplastik. Variabel bebas penelitian ini berupa komposisi gliserol dan ZnO dimana variasi komposisi yang digunakan meliputi 2g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol, 3g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol, dan 4g ZnO:20%, 30%, 40% gliserol sedangkan massa pati yang digunakan tetap sebanyak 5 gr. Hasil analisa uji kualitas bioplastik menunjukkan perolehan komposisi bahan yang optimal pada sampel penambahan 3g ZnO dan 20% gliserol dimana nilai kuat tarik yang diperoleh sebesar 7,848 MPa, nilai elongasi sebesar 13,285%, nilai swelling sebesar 31,8182%, dan kemampuan degradasi selama 20 hari

    227

    full texts

    261

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Eksergi
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇