Eksergi
Not a member yet
261 research outputs found
Sort by
Achieving Net Zero Emissions Target: Development of Carbon Dioxide Handling Technologies, Its Challenges and Barriers
Abatement of carbon emission to net zero level in 2050 is a serious work for Indonesia in all sectors. In this article, review on the current status of CC technologies was conducted including commercial scale and R&D works. The technologies performance was also inserted in order to provide the information that valuable and useful in technological selection. However, the challenges and barriers for Indonesia in their efforts to reduce carbon emissions are not only about technological aspects; the issues of policy, socio culture, law and human resources also play an important role. In order to ensure the project going well, regulations and policies are needed both at the national and provincial levels, besides the massive socialization efforts from various stakeholders
Investigasi Efisiensi Penghambatan Korosi Senyawa Quinoxaline Berbasis Machine Learning
Korosi memberikan kekhawatiran serius bagi sektor industri dan akademik karena mempunyai dampak negatif yang signifikan terhadap sejumlah bidang, termasuk perekonomian, lingkungan, masyarakat, industri, keamanan, dan keselamatan. Saat ini, banyak peminat topik pengendalian kerusakan bahan berbasis molekul organik. Quinoxaline mempunyai potensi sebagai inhibitor korosi karena tidak beracun, mudah diproduksi, dan efektif dalam berbagai kondisi korosif. Mengeksplorasi kemungkinan kandidat penghambat korosi melalui penelitian eksperimental adalah proses yang memakan waktu dan sumber daya yang intensif. Dengan menggunakan pendekatan machine learning (ML) berdasarkan model quantitative structure-property relationship (QSPR), kami mengevaluasi beragam algoritma linier dan non-linier sebagai model prediktif nilai corrosion inhibition efficiency (CIE) dalam penelitian ini. Kami menemukan bahwa, untuk kumpulan data senyawa quinoxaline, model non-linier Gradient Boosting Regressor (GBR) mengungguli keseluruhan model linier dan non-linier, serta hasil dari literatur dalam hal kinerja prediksi berdasarkan metrik root mean squared error (RMSE), mean squared error (MSE), mean absolute deviation (MAD), mean absolute percentage error (MAPE) dan coefficient of determination (R2). Secara keseluruhan, penelitian kami memberikan sudut pandang baru tentang kapasitas model ML untuk memperkirakan kemampuan penghambatan korosi pada permukaan besi oleh senyawa organik quinoxaline
Pengaruh Gliserol sebagai Plasticizer terhadap Karakterisasi Edible Film dari Kappa Karaginan
Perkembangan industri pengemasan makanan di era mendatang akan beralih ke bahan alami dan ramah lingkungan yang bisa diproduksi dari biopolimer seperti pati dan hidrokoloid lainnya untuk mengurangi paparan polusi dari polimer sintetis. Kappa karaginan memiliki sifat yang rapuh, sehingga dibutuhkan plasticizer untuk menghasilkan edible film yang lebih elastis. Jenis plasticizer yang digunakan adalah gliserol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi gliserol terhadap karakterisasi edible film dari kappa karaginan. Kappa karaginan dengan konsentrasi 1% (b/v) dilarutkan dengan akuades kemudian ditambahkan gliserol dengan variasi konsentrasi 0,5; 1; 1,5, dan 2% (b/v). Edible film kemudian di karakterisasi berdasarkan sifat mekanik, gugus fungsional, ketebalan, kadar air, kuat tarik, elongasi, warna dan opacity. Hasil analisa menunjukkan bahwa penambahan gliserol sebesar 1% dapat meningkatkan sifat mekaniknya, dan film mempunyai 0,146 mm, kadar air 17,90%, kuat tarik dan elongasi 2,53 MPa dan 14,09% dan sifat optik warna dan opacity masing-masing sebesar 96,96% dan 1,32.
Efisiensi Thermal Alat Economizer pada Pre-Treatment Section dalam Pengolahan Crude Palm Oil (CPO)
Dalam industri pengolahan CPO, efisiensi energi pada alat economizer menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja alat economizer dalam mentransfer energi panas pada aliran fluida Crude Palm Oil (CPO) dan Refined Bleached and Deodorized Palm Oil (RBDPO). Metode penelitian yang dilakukan adalah pengamatan langsung dengan pengukuran suhu dan aliran fluida, dari data tersebut dihitung heat loss dan evaluasi efisiensi termal pada PT XYZ. Hasil penelitian menunjukkan terjadi fluktuasi temperatur pada aliran masuk dan keluar CPO dan RBDPO. Fluktuasi ini dipengaruhi oleh perubahan variabel aliran fluida yang masuk. Aliran massa RBDPO mengalami peningkatan dari 33.659,98 kg/jam menjadi 36.720 kg/jam, sementara aliran CPO tertinggi pada 37.280 kg/jam. Efisiensi termal alat economizer HE-T521A dengan nilai rata-rata sebesar 89,45%. Efisiensi termal tertinggi dicapai pada tanggal 22 Februari 2023, yaitu mencapai 91,09%, sedangkan nilai terendah terjadi pada tanggal 24 Februari 2023, sebesar 88,58%. Meskipun efisiensi termal masih di bawah target desain 94%, alat ini tetap memberikan efisiensi termal yang relatif baik. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai dasar untuk perbaikan dan pemantauan lebih lanjut guna meningkatkan efisiensi termal alat sesuai dengan desain yang diharapkan
Effect of Chitosan-TiO2 Membrane Performance for the Degradation of Batik Waste with a Photocatalytic Hybrid System
The treatment of industrial wastewater has gained significant attention in recent years due to its detrimental impact on the environment and public health. This study aims to explore the effectiveness of a photocatalytic hybrid system using a Chitosan-TiO2 membrane for the degradation of batik waste. The performance of the membrane was investigated through a series of experiments, evaluating its ability to remove organic pollutants and enhance the overall treatment efficiency. The morphology, as seen through SEM images, shows a rough surface that enhances photocatalytic efficiency by providing a larger surface area for reactions. The uniform distribution of TiO2 particles within the chitosan matrix is crucial for stable and efficient pollutant degradation during photocatalysis. Furthermore, Chitosan-TiO2 membranes offer a promising solution for batik wastewater treatment. They combine the benefits of chitosan\u27s permeability and organic substance capture with TiO2\u27s photocatalytic capabilities. This integration allows for efficient, one-step hybrid photocatalytic filtration, reducing the use of harmful chemicals and producing environmentally friendlier byproducts. Finally, AAS analysis demonstrated that the addition of TiO2 improved heavy metal degradation in batik waste, with optimal performance observed up to a 89.78% rejection rate, beyond which TiO2 agglomeration occurred
Studi Efektivitas Pemanfaatan Arang Aktif Cangkang Kelapa Sawit (Elaeis guineensis) Sebagai Adsorben Pengurangan Kadar Amonia Limbah Cair Tahu
Limbah cair tahu mengandung gas-gas yang terdekomposisi bahan-bahan organik yang terdapat di dalam air buangan seperti gas nitrogen (N2), oksigen (O2), hidrogen sulfida (H2S), ammonia (NH3), karbondioksida (CO2) dan metana (CH4). Penelitian sebelumnya menemukan bahwa kandungan ammonia pada limbah cair tahu berkisar antara 21,4 mg/L hingga 33,5 mg/L. Angka ini sangatlah tinggi jika dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yaitu sebesar 8 mg/L. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh ammonia yang berasal dari limbah cair tahu dan mengoptimalkan pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit. Pengurangan kadar ammonia ini dilakukan dengan metode adsorbsi, sedangkan metode analisis kadar ammonia menggunakan spektrofotometri. Arang aktif cangkang kelapa sawit diaktivasi menggunakan larutan H2SO4. Variasi waktu kontak yang digunakan adalah 30, 60, 90 dan 120 menit, sedangkan variasi massa adsorben adalah 2, 4, 6 dan 8gram. Hasil penelitian menunjukkan kondisi optimal untuk proses adsorpsi ammonia adalah 30 menit waktu kontak dengan 4gram jumlah arang aktif. Hasil karakterisasi menunjukkan bahwa arang aktif memenuhi standar kualitas dan cocok untuk mengurangi kadar ammonia dalam limbah cair tahu. Hasil penelitian ini dapat diaplikasikan untuk pemanfaatan limbah cangkang kelapa sawit untuk penurunan konsentrasi ammonia pada limbah cair tahu
Comparison of Different Types of Bleaching Earth on the Quality of Bleaching Palm Oil (BPO)
Bleaching Earth (BE), primarily derived from Bentonite, is widely used in the bleaching process of Crude Palm Oil (CPO). Its efficiency depends on the proportions of SiO₂ and Al₂O₃, which enable effective pigment absorption. This study evaluates the performance of unmodified Bentonite, nano SiO₂-modified Bentonite, and commercial BE in producing Bleached Palm Oil (BPO). The novelty lies in the nano SiO₂ modification, designed to enhance the structural properties and absorption capabilities of Bentonite. Characterization of BE was conducted using Fourier Transform Infrared Spectroscopy (FTIR) and Scanning Electron Microscopy (SEM), while BPO quality was assessed through parameters like moisture content, acid value, Free Fatty Acid (FFA) levels, (Deterioration of Bleachability Index (DOBI), and β-carotene concentration. The results showed that BPO processed with nano SiO₂-modified Bentonite had the lowest β-carotene concentration (443%) and a DOBI value of 1.453, demonstrating superior bleaching performance compared to unmodified and commercial BE. Other parameters, including FFA levels and moisture content, exhibited minimal variation. Color analysis revealed that BPO processed with nano SiO₂-modified Bentonite achieved a comparable color value (1.5/15) to commercial BE. These findings highlight the potential of nano SiO₂-modified bentonite for improving oil quality by reducing FFA and acid value while maintaining optimal moisture content, offering a novel and effective alternative to unmodified bentonite in oil refining
Ekstraksi Minyak Atsiri Jahe (Zingiber officinale) dengan Proses Distilasi: Pengaruh Jenis Jahe dan Metode Distilasi
Minyak atsiri jahe merupakan salah satu komoditas ekspor Indonesia yang sangat potensial untuk dikembangkan. Minyak atsiri jahe banyak digunakan dalam berbagai industri, seperti industri parfum, kosmetik, essence, farmasi dan flavoring agent. Mutu minyak atsiri yang rendah merupakan kendala mengapa minyak atsiri jahe Indonesia kurang laku di pasaran luar negeri. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh jenis jahe (jahe gajah, jahe emprit dan jahe merah) serta metode destilasi (distilasi air dan distilasi uap-air) untuk mendapatkan minyak jahe dengan kualitas yang baik. Penelitian dilakukan dengan pengecilan ukuran jahe yang telah dibersihkan, pengeringan irisan jahe dan proses distilasi. Minyak hasil distilasi yang telah dipisahkan kemudian dianalisa. Dari hasil analisa dan perhitungan menunjukkan bahwa setiap jenis jahe mempunyai komposisi dan kandungan minyak jahe yang berbeda. Jahe merah mempunyai rendemen terbesar yaitu 0,342 % dengan kandungan minyak (sineol) sebesar 11,39 %. Metode penyulingan mempengaruhi rendemen dan kualitas minyak jahe yang dihasilkan, dimana metode yang paling baik adalah metode penyulingan air dan uap. Jahe merah mempunyai kualitas minyak jahe terbaik yaitu massa jenis 0,8828 g/mL, bilangan asam 1,136 mg KOH/g, bilangan ester 7,980 mg KOH/g serta memenuhi standart SNI 06-1312-1998
Scientometric Analysis of Biofilm Research in Microbial Fuel Cells: Insights into Key Research Areas and Emerging Trends
A scientometric investigation mapped the literature on biofilm development in Microbial Fuel Cells (MFCs), revealing promising renewable energy prospects and waste treatment solutions. The analysis encompassed 16898 sources, predominantly research articles (12571), along with review papers, conference papers, books, and other publications. Network analysis highlighted key research clusters and subtopics, including biofilm characterization, electrode optimization, and monitoring/control technologies. Insights from biofilm research have led to innovative approaches like biofilm engineering and advanced analytical techniques, enhancing real-world applications. Integration of MFCs into sustainable development underscores biofilms\u27 potential as eco-friendly and economically viable components of energy production systems
Extraction of Avocado Seed Waste as a Potential Feedstock for Biodiesel Production
The rising interest in sustainable energy sources has spotlighted biodiesel as a promising alternative to fossil fuels. Avocado seed waste, rich in vegetable oil, presents a potential feedstock for biodiesel production. However, optimizing the extraction process to maximize oil yield and quality is crucial. This study addresses the knowledge gap concerning the impact of drying time and solvent type on oil extraction efficiency from avocado seeds. Here, we show the effects of varying drying times (2, 3, and 4 hours) and using two solvents (96% ethanol and isopropyl alcohol) on the oil yield and quality using Soxhlet extraction. Results indicate increased drying time correlates with reduced moisture content, with values of 79.94%, 63.17%, and 47.39% for 2, 3, and 4 hours, respectively. Comparatively, isopropyl alcohol exhibited a higher fatty acid content (0.718%) than 96% ethanol. The density of oil extracted with 96% ethanol (1.34 g/ml) after 3 hours of drying surpassed that of isopropyl alcohol. These findings suggest that drying time and solvent type significantly influence the extraction efficiency and quality of oil from avocado seeds, highlighting their potential as a viable biodiesel feedstock