JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI KAWANGKOAN DI DESA KAWANGKOAN KECAMATAN KALAWAT KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Sungai Kawangkoan adalah sungai di Kabupaten Minahasa Utara yang melewati Desa Kawangkoan, Kecamatan Kalawat. Sungai Kawangkoan melewati kawasan pembangunan jembatan yang merupakan bagian dari jalan Tol Manado-Bitung memerlukan analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang nantinya akan berpengaruh terhadap perencanaan struktur jembatan tersebut.Analisis debit banjir dan elevasi tinggi muka air dilakukan dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan Kaleosan dan pos hujan Talawaan. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum selama 10 tahun, dari tahun 2009 s/d 2018. Setelah diperoleh besaran curah hujan, pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow)  menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow dan ratio to peak. Batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukkan nilai 0,852. Analisis debit banjir dilakukan dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi tinggi muka air pada penampang terukur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Kawangkoan yang ditinjau masih mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Kawangkoan, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS

    ANALISIS NERACA AIR SUNGAI ALO DI TITIK BENDUNG ALO KABUPATEN GORONTALO

    Full text link
    Salah satu pemanfaatan DAS Alo yang secara administrasi sebagian besar berada di Kecamatan Tibawa, yaitu dengan pembangunan  Bendung Alo yang sangat berguna sebagai penunjang kegiatan di bidang pertanian. Akhir - akhir ini  pada musim kemarau debit di Bendung Alo mengalami penurunan sehingga Bendung Alo tidak mampu menyuplai air secara maksimal untuk kebutuhan irigasi, akibatnya para petani mengalami kerugian. Padahal sebagian besar masyarakat yang ada di lingkup DAS Alo berprofesi sebagai petani, hal tersebut menggambarkan bahwa kehidupan masyarakat sangat bergantung pada penggunaan lahan serta ketersediaan air. Maka dari itu, diperlukan analisis neraca air untuk melihat keseimbangan antara ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Alo.Analisis neraca air dilakukan dengan membandingkan ketersediaan dan kebutuhan air di DAS Alo. Ketersediaan air dihitung menggunakan metode NRECA (National Rural Electric Cooperative Association) dengan masukan data curah hujan, evapotranspirasi dan parameter DAS untuk mencari debit andalan Q80% dan Ketersediaan air untuk pemeliharaan sungai Q95%. Kebutuhan air yang dihitung adalah kebutuhan air untuk D.I Alo.Hasil dari analisis neraca air menunjukkan bahwa ketersediaan air di DAS Alo tidak mampu memenuhi kebutuhan air untuk lahan irigasi di sekitar DAS Alo baik untuk lahan irigasi fungsional maupun potensial. Masa tanam dan pola tanam yang digunakan perlu disesuaikan kembali sehingga ketersediaan air dapat memenuhi kebutuhan lahan irigasi fungsional.  Kata Kunci : DAS Alo, Metode NRECA, Neraca Ai

    TINJAUAN KOLOM AKIBAT PERUBAHAN FUNGSI RUANGAN DENGAN PERKUATAN STRUKTUR BAJA (Menggunakan Bahasa Pemrograman MATLAB)

    Full text link
    Mengalihfungsikan bangunan merupakan hal yang bisa dilakukan untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur konstruksi bangunan yang baik karena efisiensi yang dihasilkan. Penggantian fungsi suatu bangunan dengan fungsi yang baru dapat menjadi alternatif yang lebih tepat. Substitusi fungsional yang ada akan menghasilkan perubahan beban pada struktur kolom bangunan sehingga sangat dibutuhkan suatu analisis kekuatan struktur kolom sesuai dengan kondisi substitusi fungsional yang ada.Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis akibat alihfungsi ruangan dalam kasus perubahan fungsi ruang rawat inap menjadi ruang arsip pada suatu gedung rumah sakit berlantai enam. Prosedur penelitian ini terdiri dari tiga tahap yakni input, analisis, dan output. Proses input meliputi pemodelan denah struktur dan geometri penampang struktur bangunan, serta pengisian beban yang bekerja pada bangunan sebelum dan setelah alihfungsi ruangan. Proses analisis diawali dangan analisis dinamis struktur bangunan untuk mengidentifikasi kolom-kolom yang kritis, kemudian dilanjutkan dengan analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang teridentifikasi dengan membuat program menggunakan bahasa pemrograman MATLAB. Hasil keluaran dari penelitian ini adalah gambar visualisasi hasil analisis elemen hingga untuk melihat daerah pada kolom dimana perlu dipasangi perkuatan.Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis sebelum dipasang perkuatan menunjukkan bahwa alihfungsi ruangan mengakibatkan nilai tegangan ekivalen (Von Mises stress, σe) maksimum dan tegangan σe rata-rata di kolom-kolom kritis naik. Untuk tegangan σe maksimum umumnya terjadi pada sayap di ujung atas kolom. Kolom-kolom tersebut masih mampu dalam memikul beban, namun demikian perkuatan tetap dipasang pada daerah kolom dengan tegangan terbesar. Hasil analisis elemen hingga pada kolom-kolom kritis yang telah dipasangi perkuatan menunjukkan bahwa pemasangan perkuatan pada kolom mengakibatkan nilai tegangan σe pada daerah kolom yang dipasangi perkuatan menurun, sementara yang tidak dipasangi perkuatan naik. Kata kunci:    Alihfungsi Ruangan, Kolom, Struktur Baja, Perkuatan, Analisis Elemen Hingga, Von Mises Stress, MATLA

    ANALISA KINERJA SIMPANG TAK BERSIGNAL (STUDI KASUS: SIMPANG TAK BERSIGNAL LENGAN TIGA Jl. HASANUDDIN, Jl. SANTIAGO DAN Jl. POGIDON, TUMINTING)

    Full text link
    Perkembangan Kota Manado memberikan dampak perubahan yang sangat besar di berbagai sistem terutama di bidang sistem transportasi. Hal ini mengakibatkan ruas jalan akan mengalami kemacetan, antrian atau tunda an serta kemungkinan terjadi kecelakaan lalu lintas yang dapat menggangu kelancaran dan kenyamanan berkendara. Persimpangan jalan merupakan tempat bertemunya arus lalu lintas dari dua jalan atau lebih. Persimpangan lengan tiga tuminting merupakan salah satu titik persimpangan yang mengalami banyak konflik. Maka dari itu, diperlukan untuk melakukan Analisa Kinerja Lalu Lintas pada persimpangan Jalan Tuminting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja lalu lintas pada persimpangan lengan tiga tak bersignal. Untuk mengetahui waktu tundaan dan tingkat pelayanan jalan perlu dilakukan analisa persimpangan dengan mengacu pada metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia 1997 (MKJI 1997) dan untuk mengetahui bagaimana simulasi lalu lintas persimpangan tanpa lampu dan adanya lampu lalu lintas, pada persimpangan lengan tiga Tuminting perlu dilakukan simulasi dengan menggunakan software Simulation of urban Mobility (SUMO).Hasil dari penelitian didapat arus puncak pada saat jam puncak yaitu jam 10.00-11.00 WITA, dengan volume total kendaraan (QTOT) sebesar 1581 smp/jam. Hasil perhitungan menunjukan bahwa kapasitas simpang (C) sebesar 1847,7 smp/jam, dengan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,86, tundaan simpang (D) sebesar 14,1 det/smp dan peluang antrian yang terjadi adalah 29 % - 58%. Level Of Service (LOS) yang di dapat yaitu LOS D, untuk hasil simulasi pergerakan lalu lintas menggunakan program sumo menunjukan bahwa simpang Jl. Hasanuddin, Jl. Pogidon, Jl. Santiago, Tuminting perlu dipasang lampu lalu lintas (Traffic Light) agar dapat mempercepat pergerakan lalu lintas. Kata Kunci: Persimpangan, Kapasitas, Tundaan, Level of Service (LOS), Simulasi

    PENGENDALIAN BIAYA DAN WAKTU PADA PROYEK PEMBANGUNAN RUKO DI AREA PERUMAHAN KHARISMA KOKA MINAHASA MENGGUNAKAN METODE KONSEP NILAI HASIL

    Full text link
    Pengendalian pada pembangunan proyek konstruksi merupakan hal yang sangat penting pada tahap pelaksanaan proyek. Pengendalian waktu dan biaya yang baik diharapkan dapat membantu pelaksanaan proyek sesuai dengan waktu yang sudah direncanakan terlebih dahulu. Maka dari itu diperlukan perencanaan dan pengendalian supaya tidak terjadi pembengkakan biaya dan tidak terjadi keterlambatan pada proyek pembangunan. Salah satu metode dalam mengendalikan biaya dan waktu proyek dengan menggunakan metode konsep nilai hasil (earned value), dimana metode ini menggunakan perbandingan antara nilai dan hasil dari apa yang telah dikerjakan dalam suatu proyek.Dari hasil perhitungan analisis metode nilai hasil pada minggu ke-10 didapatkan ACWP= Rp. 229.208.374, BCWS= Rp. 512.320.972, BCWP= Rp. 254.667.780, nilai schedule variance (SV) sebesar Rp. Rp (-257.653.192)). Hasil ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan terlambat sekitar (-14.770%) dari jadwal rencana. Sedangkan cost variance (CV) sebesar Rp. 25.459.406. Diperkirakan waktu penyelesaian proyek ini (ECD) = 34Minggu, berarti cenderung mengalami  penambahan waktu selama 12 Minggu. Kata Kunci: Pengendalian, Nilai Hasil, Pembangunan Ruk

    PREDIKSI BANJIR DI SUNGAI RANOWANGKO KECAMATAN AMURANG KABUPATEN MINAHASA SELATAN

    Full text link
    Sungai Ranowangko merupakan salah satu sungai dengan DAS yang luas di Kabupaten Minahasa Selatan. Sungai Ranowangko yang berada di Kelurahan Lewet Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan Provinsi Sulawesi Utara, pada saat musim penghujan dengan intensitas yang tinggi sungai Ranowangko memiliki potensi terjadi banjir, seperti yang pernah terjadi pada tahun 2000. Banjir yang terjadi pada tahun 2000 sangat merugikan masyarakat yang ada di sekitar bantaran sungai Ranowangko, selain merendam rumah warga, banjir juga mengakibatkan tertutupnya akses jalan Trans Sulawesi karena putusnya jembatan Ranowangko. Oleh karena itu dibutuhkan data mengenai besar debit banjir  dan tinggi muka air yang dapat terjadi.Analisis dilakukan dengan mencari frekuensi hujan dengan metode Log Pearson III. Adapun data hujan yang digunakan berasal dari 2 pos hujan dan 1 pos klimatologi, yaitu pos hujan MRG ARR Pentu-Pinaling dan MRG ARR Molompar. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum dari tahun 2008 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Service dan SCS Curve Number (CN). Aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan program komputer HEC-HMS. Dalam kalibrasi ini, parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, baseflow, dan ratio to peak. Kalibrasi dilakukan dengan menggunakan uji koefisien determinasi dengan memperhatikan nilai koefisien determinasi yang > 0,6 dianggap sudah bisa memenuhi untuk tingkat kemiripan. Hasil kalibrasi didapat 0,978 (memenuhi). Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dan kemudian dimasukan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi tinggi muka air pada penampang yang telah diukur.Hasil simulasi pada titik kontrol 500 m arah hulu jembatan Ranowangko menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+25 sampai 0+150 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana, sedangkan penampang pada sta 0+0 hanya bisa menampung debit banjir untuk kala ulang rencana 2 tahun. Untuk hasil simulasi pada titik kontrol 2260 m arah hulu jembatan Ranowangko menunjukkan bahwa semua penampang melintang dari sta 0+25 sampai 0+50 tidak dapat menampung debit banjir untuk semua kala ulang rencana, sedangkan penampang pada sta 0+0 hanya bisa menampung debit banjir untuk kala ulang rencana 2 tahun.Kata Kunci: Sungai Ranowangko, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    ANALISIS DEFORMASI GELOMBANG PADA PANTAI MINAHASA BARAT

    Full text link
    Gelombang laut menjadi salah faktor utama yang memicu terjadinya kerusakan pantai. Pantai Minahasa Barat merupakan kawasan wisata pantai yang cukup diminati dengan area bermain pasir yang cukup luas, namun berdasarkan pengamatan, pantai telah mengalami kerusakan diantaranya terjadi abrasi dan erosi. Jika dibiarkan abrasi akan menggerogoti area bermain pasir bahkan pemukiman warga.  Deformasi gelombang adalah perubahan karakteristik gelombang seperti tinggi, periode, arah dan sebagainya. Deformasi gelombang yang sering dialami adalah gelombang pecah, difraksi, refraksi dan reflesi gelombang. Berdasarkan hasil analisis diperoleh koefisien refraksi berkisar antara 0.934 - 1.003, koefisien shoaling antara 0.905-1.335, tinggi gelombang pecah Maksimum (Hb) : 1,58m, gelombang pecah pada kedalaman (Db): 1,01 m dengan jarak 12,4m dari garis pantai Kata Kunci: Deformasi gelombang, gelombang pecah, refraksi, shoaling, pantai Minahasa Bara

    PEMERIKSAAN KUAT TARIK LANGSUNG BETON DENGAN TRAS SEBAGAI SUBSITUSI PARSIAL AGREGAT HALUS

    Full text link
    Tras digunakan pada penelitian ini sebagai subsitusi parsial pasir. Untuk mengetahui variasi terbaiknya ditunjukan dengan besaran nilai optimal kekuatan tarikan beton melalui uji kuat tarik langsung. Dipakai silinder pada pengujian kuat tekan dengan dimensi diameter 100 mm dan tinggi 200 mm, sedangkan pada pengujian kuat tarik digunakan balok I. Tras yang digunakan pada subsitusi pasir untuk pembuatan beton, memiliki bermacam persentase yakni 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. kekuatan rencana 25 MPa. Keseluruhan sampel berjumlah 48 buah 24 silinder dan 24 Balok I, masing-masing pada berbagai variasi sampelnya adalah 8 buah. Silinder berjumlah 4 sampel untuk pengujian kuat tekan juga Balok I berjumlah 4 sampel pada pengujian kuat tarik langsung. Percobaan untuk mendapatkan nilai optimum pada sampel kuat tekan dan kuat tarik langsung didapatkan ketika beton berumur 28 hari, adapun Batasan slump antara 7,5 cm sampai 10,0 cm. Perolehan percobaan uji kuat tekan dan kuat tarik langsung memperlihatkan bahwa subsistusi parsial pasir dengan tras bisa terjadi peningkatan. Pada pengujian kuat tekan secara maksimum memiliki hasil 26,93 MPa meningkat sebanyak 5% dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 25.55 MPa. Adapun kuat tarik langsung maksimum terjadi pada persentase 10% dengan hasil 2,87 MPa meningkat sebanyak 17,40% % dari pengujian beton tanpa campuran tras yang bernilai 2,36 MPa. Kata Kunci: Tras, Subsitusi Parsial, Kuat Tarik Langsun

    METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN DINDING PASANGAN BATA RINGAN DAN PLESTERAN PADA PEKERJAAN PROYEK OFFICE AND DISTRIBUTION CENTRE PT. SUKANDA JAYA AIRMADIDI-MINAHASA UTARA

    Full text link
    Metode konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan pelaksanaan konstruksi yang mengikuti prosedur serta telah dirancang sesuai dengan pengetahuan atau standar yang telah diuji cobakan. Cara atau metode tersebut tidak terlepas dari penggunaan teknologi sebagai pendukung dan mempercepat proses pembuatan suatu bangunan, agar kegiatan pembangunan dapat berjalan sebagai mana mestinya sesuai dengan yang diharapkan dan lebih ekonomis dalam biaya pemakaian bahan.Konstruksi merupakan suatu kegiatan membangun sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah area atau pada beberapa area. Secara ringkas konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. Konstruksi sebagai satu pekerjaan, tetapi dalam kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda.Dinding menjadi hal yang paling diperhatikan baik pada segi struktur. Dinding adalah suatu struktur padat yang membatasi dan kadang melindungi suatu area. Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material sesuai kebutuhannya, antara lain: dinding batu buatan (bata dan batako), dinding batu alam, dinding kayu: kayu, dinding beton.Bata ringan adalah batu bata yang memiliki berat jenis lebih ringan daripada bata pada umumnya. Bata ringan dikenal ada 2 (dua) jenis: Autoclaved Aerated Concrete (AAC) dan Cellular Lightweight Concrete (CLC). Keduanya didasarkan pada gagasan yang sama yaitu menambahkan gelembung udara ke dalam mortar akan mengurangi berat beton yang dihasilkan secara drastis. Perbedaan bata ringan AAC dengan CLC dari segi proses pengeringan yaitu AAC mengalami pengeringan dalam oven autoklaf bertekanan tinggi sedangkan bata ringan jenis CLC yang mengalami proses pengeringan alami. CLC sering disebut juga sebagai Non-Autoclaved Aerated Concrete (NAAC). Kata kunci: Metode Pelaksanaan Konstruksi, Pasangan Bata Ringan, Pekerjaan Dindin

    EVALUASI STRUKTUR PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) (STUDI KASUS: RUAS JALAN AIRMADIDI-KAIRAGI) STA 8+193,64-STA 11+193,64

    Full text link
    Evaluasi struktur perkerasan jalan sangat penting untuk kebutuhan preservasi dan pemeliharaan perkerasan jalan serta menentukan teknik penanganannya. Evaluasi struktur perkerasan dilakukan untuk memperkirakan besarnya penurunan fungsi jalan sehingga perlu adanya pemeliharaan maupun rehabilitasi untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas selama umur rencana jalan yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu metode Pavement Condition Index (PCI). Penelitian ini akan mengevaluasi kinerja perkerasan struktur perkerasan jalan lentur menggunakan metode PCI seperti yang dilakukan sebelumnya oleh Birasungi dkk (2019), yang meneliti tentang Evaluasi Struktur Perkerasan Lentur Menggunakan Metode Bina Marga 2013 Studi Kasus: Ruas Jalan Yos Sudarso Manado. Peneliti ingin membuktikan Evaluasi Struktur Perkerasan Jalan dengan menggunakan metode PCI yang dilakukan di ruas jalan Airmadidi-Kairagi yang merupakan akses penghubung antara Kota Bitung dan Kota Manado yang banyak dilintasi oleh kendaraan besar dengan muatan yang berat yang diperkirakan dapat mempengaruhi kinerja struktur perkerasan jalan. Dari pengamatan yang dilakukan di lokasi ada beberapa kerusakan jalan diantaranya retak kulit buaya, retak alur, lubang, kegemukan. Tujuan dari evaluasi struktur perkerasan jalan adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan strategi pemeliharaan agar perkerasan jalan dalam kondisi yang baik selama umur rencana. Pemeliharan jalan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan penambalan, pelaburan permukaan, pelapisan ulang dan recycling. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Airmadidi-Kairagi STA 8+193,64 - STA 11+193,64. Berdasarkan Bina Marga 2013, nilai Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESA) diperoleh 37.699.062,13 untuk 10 tahun yaitu dari tahun 2014 sampai pada tahun 2024. Fungsi layanan struktur perkerasan jalan bisa dilihat dari besarnya penururnan nilai indeks permukaan. Nilai Indeks Permukaan yang diperoleh selama 5 tahun dari tahun 2014 sampai pada tahun 2019 adalah 4,26 dan untuk nilai indeks permukaan untuk 10 tahun dari tahun 2014 sampai pada tahun 2024 adalah 2,52. Kerusakan jalan tidak hanya dipengaruhi besar beban lalu lintas, melainkan juga kualitas struktur perkerasan jalan. Nilai PCI untuk Ruas Jalan Airmadidi-Kairagi adalah 65,9 (sangat Baik). Kata Kunci: Evaluasi struktur, Perkerasan, Pavement Condition Index, Kinerja struktu

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇