JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    PENGARUH MODULUS KEHALUSAN AGREGAT TERHADAP PENENTUAN KADAR ASPAL PADA CAMPURAN JENIS AC-WC

    Get PDF
    Modulus Kehalusan (Fineness Modulus) butir agregat didefinisikan sebagai jumlah persen kumulatif dari butir-butir agregat yang tertinggal diatas suatu set ayakan dan kemudian dibagi dengan seratus, oleh karena itu Fineness Modulus menggambarkan distribusi besaran atau jumlah presentase butiran baik agregat halus maupun agregat kasar. Semakin besar Modulus Kehalusan maka semakin kecil luas permukaan agregat yang perlu diselimuti aspal, sehingga Modulus Kehalusan menentukkan besarnya aspal yang dibutuhkan dalam suatu campuran yang pada akhirnya akan mempengaruhi kekuatan campuranPada penelitian ini telah dilakukan percobaan dilaboratorium dengan menggunakan Fineness Modulus sebagai salah satu faktor penentu kadar aspal dan juga untuk melihat pengaruh kondisi gradasi menerus dengan Fineness Modulus. Dalam perencanaan ini akan dibuat tiga variasi gradasi untuk melihat pengaruh Modulus Kehalusan dari masing-masing gradasi.Metode pelaksanaan yang digunakan untuk melihat pengaruh Fineness Modulus sebagai penentuan kadar aspal pada campuran jenis AC-WC (Asphalt Concrete – Wearing Course) yaitu akan diperiksa berdasarkan gradasi yang ada kemudian akan dihitung nilai FM-nya setelah itu akan dibuat campuran dan dievaluasi dengan Kriteria Marshall dari masing-masing gradasi. Setelah itu akan diambil sampel hasil perancangan dari masing-masing gradasi untuk pemeriksaan Marshall guna mendapatkan hasil kadar aspal terbaik yang akan dihubungkan dengan nilai Fineness Modulus.Hasil Uji Marshall dari ke 3 gradasi dengan campuran AC-WC masuk dalam spesifikasi umum bidang jalan dan jembatan, divisi VI Revisi III Perkerasan beraspal, Dep. PU, Edisi 2010. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah sebagai berikut, nilai Fineness Modulus 5,01 dengan kadar aspal terbaik 7,2% untuk gradasi batas atas, FM 5,44 dengan kadar aspal terbaik 6,8% untuk gradasi batas tengah dan FM 5,63 dengan kadar aspal terbaik 6,4% untuk gradasi batas bawah. Adapun data-data hubungan FM dengan kriteria Marshall untuk nilai Stability didapatkan grafik yang berfluktuasi sesuai dengan batas-batas kriteria Marshall berdasarkan spesifikasi, untuk Kriteria Marshall: Flow, VMA, VFB dan Ratio Filler diperoleh hasil semakin besar Fineness Moduus maka semakin kecil hasil kriteria Marshall tersebut. Dan untuk kriteria Marshall: Density dan VIM diperoleh hasil semakin besar Fineness Modulus maka semakin besar hasil kriteria Marshall tersebut. Dapat disimpulkan penggunaan Modulus Kehalusan pada penentuan kadar aspal mempunyai pengaruh yakni semakin besar Modulus Kehalusan maka semakin kecil kadar aspal yang diperlukan sehingga Modulus Kehalusan dapat digunakan sebagai penentuan kadar aspal campuran AC-WC. Dan disarankan untuk pelaksanaan pembuatan konstruksi jalan menggunakan nilai Modulus Kehalusan yang besar sehingga kadar aspal yang akan digunakan sedikit akan tetapi tetap masuk dalam spesifikasi yang telah ditentukan. Kata kunci: Aspal, Agregat, Modulus Kehalusan, Marshall, AC-W

    PERBANDINGAN NILAI KAPASITAS BEBAN MAKSIMUM KOLOM BETON BERTULANG GEOPOLYMER DENGAN KOLOM BETON BERTULANG KONVENSIONAL

    Get PDF
    Pada penelitian ini Kolom Beton Bertulang Geopolymer dan Kolom Beton Bertulang Konvensional pada perawatan suhu ruangan diuji Nilai Kapasitas Beban Maksimum dengan perbandingan berdasarkan Komposisi Campuran Beton, Ukuran Penampang 100 mm x 100 mm x 350 mm, dan Jumlah Tulangan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional lebih besar 140,7 kN dari Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer.Perhitungan analitis Kapasitas Kolom (Pn) pada Benda Uji Kolom Beton Konvensional memiliki nilai kapasitas beban aksial 317.25 kN, sehingga Perhitungan Nilai Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Konvensional  lebih kecil 8.7% dari hasil Pengujian Laboratorium. Dan Perhitungan Analitis Kapasitas Beban Maksimum Kolom Beton Bertulang Geopolymer 196.37 kN lebih kecil 5% dari hasil Pengujian Laboratorium. Kata Kunci : Beton Konvensional, Beton geopolymer, Beban Maksimum Kolo

    PENGARUH PEMBEBANAN TERHADAP HASIL PENGUJIAN HAMMER TEST PADA KOLOM BETON BERTULANG

    Get PDF
    Hammer Test adalah pengujian mutu beton yang bersifat tidak merusak (non destructive test), hammer test bekerja dengan cara memukul permukaan beton yang akan di uji kemudian dari aksi tersebut akan di dapatkan nilai akibat dari pemantulan balik dari piston yang di pukulkan tadi, selanjutnya dari nilai pukulan balik tadi akan di olah menjadi data kuat tekan beton. Pada pengujian hammer test yang di lakukan pada bangunan beton bertulang, di dapati nilai karakteristik beton yang cenderung di anggap lebih tinggi jika di bandingkan dengan rata-rata kuat tekan beton yang biasanya di gunakan untuk merencanakan sebuah bangunan.Dari fenomena yang terjadi tersebut, peneliti menganggap hal itu bisa terjadi di akibatkan oleh beton yang sudah menjadi bangunan & sudah di bebani akan menjadi lebih kaku, sehingga nilai angka pantul beton yang didapat dari pengujian Hammer test menjadi lebih tinggi yang kemudian menyebabkan nilai kuat tekan beton menjadi lebih tinggi, tetapi hal itu juga belum bisa di pastikan karena pengujian hammer test biasanaya di lakukan jauh setelah bangunan tersebut selesai di buat sehingga nilai kuat tekan awal yang di uji di laboratorium biasanya sudah tidak ada.Pada penelitian ini di buat benda uji berupa kolom beton bertulang dengan ukuran penampang 15cm x 15cm dengan tinggi 100cm dan benda uji silinder ber diameter 10cm dan tinggi 20cm yang akan di bandingkan nilai kuat tekan dari masing-masing benda uji tersebut. Kemudian benda uji kolom beton bertulang juga akan di beri beban dan kemudian akan di lihat dan di bandingkan nilai kuat tekan dari kolom berdasarkan tiap variasi beban. Selain beban posisi pengujian juga di variasikan pada sepanjang sisi kolom, dimana di sepanjang sisi kolom di bagi menjadi 6 segmen untuk kemudian di uji dan di bandingkan.Kemudian hasilnya di dapat nilai kuat tekan beton menggunakan Hammer Test sudah menunjukan nilai  yang lebih tinggi dari hasil yang di dapat dari pengujian Compression Machine meskipun dengan tanpa penambahan beban, perbedaan kuat tekan yang di dapat sekitar 1MPa – 2 MPa. Pada penambahan beban juga di dapat hasil yang adalah berpengaruh yaitu penambahan beban mempengaruhi nilai angka pantul sehingga menaikkan hasil nilai kuat tekan yang di dapat menggunakan Hammer Test. Dan untuk variasi posisi pengujian di dapat posisi paling bawah yang memiliki nilai kuat tekan terbesar. Kata kunci : Mutu Beton, Hammer Test Kolom, Pembebanan, Kolo

    ANALISA TUNDAAN AKIBAT AKTIVITAS SISI JALAN (STUDI KASUS: JLN. SAM RATULANGI, KOTA MANADO)

    Get PDF
    Kota Manado memiliki perkembangan yang sangat pesat, salah satunya dalam bidang perekonomian. Perkembangan ini mengakibatkan tumbuhnya areal komersil (jasa, perdagangan dan perkantoran) di beberapa bagian kota, antara lain di sepanjang jalan Sam Ratulangi. Kondisi ini mengakibatkan terjadinya pertumbuhan arus lalu lintas dengan kompleksitasnya, seperti terjadinya tundaan yang mengakibatkan kemacetan, dimana hal ini menjadi topik penelitian.Pengambilan data primer dilakukan secara langsung di lokasi penelitian yaitu, data geometrik, volume kendaraan, kecepatan kendaraan. Data sekunder yang dibutuhkan, seperti; peta lokasi dan data jumlah penduduk, didapatkan dari instansi terkait. Analisis data menggunakan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI 1997).Dari hasil analisis diperoleh; kapasitas pada segmen 1 sebesar 3501,2 smp/jam dan pada segmen 2 sebesar 3574,9 smp/jam. Volume jam puncak berkisar 2.419 smp/jam hingga 3.467 smp/jam, kecepatan berkisar dari 8,11 km/jam hingga 22,54 km/jam. Pada penelitian ini juga diperoleh kecepatan arus bebas untuk segmen 1 sebesar 41,96 km/jam dan pada segmen 2 sebesar 43,71 km/jam.Tundaan pada segmen 1 terjadi selama 24,00 detik dan untuk segmen 2 selama 17,53 detik dengan jarak tinjauan sepanjang 50 meter. Dengan tundaan tersebut maka diperoleh tundaan total selama 41,53 detik dalam menempuh jarak 100 meter. Tundaan yang terjadi pada segmen 1 dikategorikan dalam tingkat pelayanan E dengan nilai rasio sebesar 0,90 < 0,99 < 1 yang artinya arus tidak stabil, kecepatan rendah dan berbeda-beda, volume mendekati kapasitas dan tundaan yang terjadi di segmen 2 dikategorikan dalam tingkat pelayanan D dengan nilai rasio sebesar 0,80 < 0,88 < 0,90 yang artinya arus mulai tidak stabil, kecepatan rendah dan berbeda-beda, volume mendekati kapasitas.Hambatan samping yang berpengaruh pada ruas jalan Sam Ratulangi dilihat dari hasil analisa data selama 4 hari, yang paling berpangaruh yaitu; kendaraan menaikkan dan menurunkan penumpang memiliki nilai frekuensi berbobot/jam sebesar 1654/jam, sedangkan untuk kendaraan keluar masuk sebesar 1085/jam.  Kata Kunci: tundaan, hambatan samping, kapasitas, aktivitas, sisi jala

    OPTIMALISASI KUAT TEKAN BETON GEOPOLYMER DENGAN MENAMBAHKAN SEMEN ATAU KAPUR PADA PERAWATAN TEMPERATUR RUANGAN

    Get PDF
    Beton merupakan material yang paling sering digunakan dalam bidang konstruksi. Beton sendiri terdiri dari Semen Portland, agregat kasar, agregat halus, dan air. Dalam pembuatan beton, semen yang digunakan dapat menghasilkan gas karbondioksida yang sangat berbahaya, jika dilepaskan ke atmosfir dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Beton geopolymer merupakan salah satu alternatif dimana beton ini adalah beton yang ramah lingkungan karena tidak menggunakan semen tetapi diganti dengan bahan pozzolon yang memiliki sifat yang menyerupai dengan semen yaitu abu terbang (fly ash).Pada saat ini di Indonesia beton geopolymer sendiri belum dapat diterapkan langsung di lapangan karena memerlukan elevated temperatur yang cukup tinggi.Dalam penelitian ini peneliti mensubstitusikan semen atau kapur dengan variasi substitusi 12.5%, 15%, 17.5%, dan 20% dari berat abu terbang, dengan umur pengujian 7, 14, dan 28 hari, pada temperatur ruangan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada substitusi semen nilai kuat tekan beton geopolymer mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya variasi substitusinya. Pada variasi substitusi kapur hanya dilakukan substitusi sampai kadar 15% karena pada kadar yang lebih besar beton dengan cepat mengeras dan tidak dapat dikerjakan. Kata kunci: beton, geopolymer, fly ash, substitusi, kuat tekan, semen Portland, perawata

    ANALISIS PENGARUH PEMBANGUNAN WADUK KUWIL-KAWANGKOAN TERHADAP DEBIT BANJIR DI HILIR SUNGAI TONDANO

    Get PDF
    Salah satu cara untuk mencegah terjadinya banjir adalah dengan membuat rekayasa bangunan air seperti waduk, waduk adalah suatu bangunan air yang berfungsi untuk menampung air sungai yang memilki kelimpahan air di musim penghujan dan menampung air pada musim kemarau, dengan demikian dengan adanya waduk maka pada musim hujan dapat menampung kelebihan air sehingga tidak menyebabkan banjir, melainkan dapat ditampung untuk digunakan pada musim kemarau.Waduk Kuwil Kawangkoan dibangun untuk keperluan pencegahan banjir dan sebagai sumber pembangkit listrik tenaga air. Pada penelitian ini akan dianalisis pengaruh waduk ini terhadap debit banjir di hilir sungai Tondano, dengan kala ulang 25, 50 dan 100 tahun, menggunakan bantuan program HEC-HMS.Data yang diperlukan adalah data curah hujan rerata harian maksimum dari beberapa stasiun, Peta DAS Tondano, Tata Guna Lahan DAS Tondano, kurva hubungan antara elevasi dan luas bendungan, dan data debit AWLR di daerah tinjauan, sedangkan untuk pengolahan hidrolika dibutuhkan data penampang sungai.Hasil analisis menunjukkan debit yang terjadi sebelum adanya bendung untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun adalah sebesar, 481,3 m3/det, 534,7 m3/det dan 588,2 m3/det, setelah adanya waduk untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun dengan elevasi air dalam waduk 87,5 m atau dalam keadaan low water level (LWL) debit banjir outflow sebesar 230,8 m3/det, 283,3 m3/det dan 337,3 m3/det sehingga banjir yang tereduksi dari sebelum adanya waduk dengan kala ulang 25,50 dan 100 tahun sebesar 250,5m3/det, 251,4 m3/det dan 250,9 m3/det.Keadaan tinggi air dalam waduk pada elevasi 100 m (Normal Water Level) debit outflow untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun masing-masing sebesar 439,5 m3/det, 490 m3/det dan 540 m3/det sehingga debit banjir yang tereduksi 41,8 m3/det, 44,7 m3/det dan 48,2 m3/det. Keadaan air dalam waduk pada elevasi (103,6) (High Water Level), outflow untuk kala ulang 25, 50 dan 100 tahun sebesar 445,7 m3/det, 495,4 m3/det dan 545,6 m3/det dengan reduksi banjir sebesar 35,6 m3/det, 39,3 m3/det dan 42,6 m3/det. Informasi yang didapat adalah adanya waduk sangat mempengaruhi debit banjir di hilir sungai Tondano pada saat air dalam waduk terisi air sampai pada elevasi low water level atau 87,5 m ketika akan terjadinya banjir.  Keywords: Debit Banjir, Tinggi Muka Air Banjir, Waduk Kuwil-Kawangkoa

    EVALUASI TEKNIS PENGGUNAAN KOLOM KOMPOSIT BAJA BETON PADA BANGUNAN BERTINGKAT BANYAK

    Get PDF
     Saat ini kolom pada bangunan tinggi banyak menggunakan material beton bertulang. Seiring berkembangnya teknologi, kayu dan beton yang selama ini digunakan penuh dalam setiap pembangunan gedung, kini sudah mulai beralih menggunakan material baja. Pada akhirnya terciptalah berbagai metode dalam desain struktur salah satunya struktur komposit yang terdiri dari gabungan baja dan beton. Dengan menggunakan material baja ini selain dapat mengurangi masalah bagi lingkungan juga proses pengerjaannya yang terbilang lebih cepat dari konstruksi beton bertulang biasa. Pada penelitian ini didesain 3 model gedung lantai 15 dengan dimensi bangunan 24x36 m2 dimana masing-masing model kolom materialnya menggunakan beton bertulang, baja dan komposit baja-beton. Didesain dengan fungsi gedung, wilayah gempa dan pembebanan yang sama, yang nantinya akan dibandingkan ketiga kolom tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolom komposit baja-beton lebih optimal untuk digunakan pada struktur gedung yang direncanakan. Hal ini ditunjukkan dengan dimensi yang lebih kecil, kebutuhan materialnya lebih rendah juga memiliki kelebihan struktur yang cenderung menyerupai kolom baja serta memiliki ketahanan terhadap bahaya kebakaran. Kata Kunci: Bangunan bertingkat, Kolom Komposit, Kolom Beton Bertulang, SAP 200

    PENGARUH DINDING PADA LANTAI DASAR TERHADAP DISPLACEMENT PADA BANGUNAN SET-BACK DAN NON SET-BACK

    Get PDF
    Pasangan bata ini seringkali diabaikan dalam perencanaan struktur bangunan dan pengaruh terhadap kekakuan dan kekuatan struktur tidak diperhitungkan dalam analisis dan disain struktur. Pasangan dinding bata hanya dinggap sebagai beban gravitasi dan keberadaannya diasumsikan tidak mempengaruhi kekakuan dan kekuatan struktur bangunan. Akan tetapi bangunan yang menggunakan pasangan dinding bata memiliki kekakuan struktur yang besar. Banyak bangunan yang secara arsitektur memiliki nilai estetika tinggi yang pada umnya menjadi pilihan para arsitek dalam mendisain suatu bangunan. Kebanyakan dari bangunan-bangunan seperti ini memiliki struktur yang tidak beraturan diantaranya juga bangunan-bangunan dengan set-back.Penelitian dilakukan pada pemodelan struktur bangunan Set Back dan Non-Setback dengan menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi pada lantai dasar. Bangunan set-back di variasikan pada 4 model, yaitu model B, model C model D dan model E .Kemudian dilakukan analisis menggunakan program SAP2000.Dan untuk parameter yang ditinjau pada penelitian ini adalah mengetahui displacement yang terjadi pada tiap pemodelan struktur bangunan tersebut serta perbandingan antara bangunan yang menggunakan dinding pengisi dan tanpa dinding pengisi.Dari hasil penelitian tersebut diperoleh displacement terbesar terdapat pada bangunan dengan rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah terbesar yaitu model E1 sebesar 30,231 mm dan E2 sebesar 30,4877 mm. Dalam hal ini menunjukkan bahwa Semakin besar rasio tinggi bagian set-back terhadap bagian bawah maka akan semakin besar displacement yang terjadi. Bangunan yang memiliki set-back akan mengalami kenaikan displacement yang signifikan pada satu tingkat diatas penempatan set-back tersebut dan yang terbesar pada model D2 sebesar 28,3074 pada tingkat 5 Bangunan yang menggunakan dinding pengisi akan membuat struktur bangunan lebih kuat pada bangunan dengan menggunakan dinding pengisi (Model E1) terhadap bangunan tanpa dinding pengisi (Model E2) maka displacement akan mengalami perbedaan sebesar 22,01%. Kata Kunci: Bangunan Bertingkat, Set Back, Displacement, Dinding Pengisi, Masonr

    STUDI PENGALIHAN ALUR SUNGAI ARAREN DI DESA PINASUNGKULAN KOTA BITUNG

    Get PDF
    Pengalihan alur sungai sudah sering kali dilakukan untuk alasan kegiatan pertambangan dan sebagainya, dalam penelitian ini dilakukan studi mengenai bagaimana mengalihkan suatu alur sungai berdasarkan kaidah-kaidah teknis yang berlaku. Studi ini dibuat agar kerusakan-kerusakan yang mungkin saja terjadi pada saat pengalihan alur sungai dapat diminimalisir sampai pada batas yang sudah ditentukan.Metode penelitian dilakukan dengan cara melakukan pemetaan Geodesi untuk mengetahui profil sungai kemudian analisis hidrologi dan hidrolika. Hasil analisis menunjukan profil sungai penampang existing terjadi luapan banjir pada  STA 0 dan STA 300 pada debit banjir rencana kala ulang 25, 50 dan 100 tahun.Penampang teknis sungai yang baru di buat untuk mengalihkan alur sungai Araren yang direncanakan mampu menampung debit banjir pada kala ulang 100 tahun. Alur sungai Araren akan dialihkan ke alur sungai terdekat yaitu sungai Kayuwale, pengalihan alur sungai akan dilakukan sepanjang 500 meter. Kata Kunci: Pengalihan alur sungai, Debit banjir rencana, Penampang Teknis Sungai

    ANALISA RANGKA BATANG STRUKTUR MENARA TANGKI AIR AKIBAT GEMPA

    Get PDF
    Gempa memiliki pengaruh yang cukup besar untuk struktur rangka batang yang pusat beban utamanya bekerja pada bagian struktur paling atas, misalnya struktur rangka batang menara tangki air. Ketika gempa tejadi, struktur mengalami pepindahan vertikal dan horisontal. Gaya gempa dalam arah vertikal hanya sedikit mengubah gaya gravitasi yang bekerja pada struktur yang umunya direncanakan terhadap gaya vertikal dengan faktor keamanan yang cukup tinggi. Oleh karena itu, struktur jarang runtuh akibat gaya gempa vertikal. Sebaliknya gaya gempa horisontal bekerja pada titik-titik yang lemah pada struktur yang tidak cukup kuat dan akan menyebabkan keruntuhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh gempa pada struktur menara tangki air dengan menggunakan metode kekakuan, analisa dilakukan dengan mengubah beban gempa menjadi beban nominal statik ekuivalen yang bekerja pada titik-titik kumpul bagian paling atas struktur menara tangki air. Hasil dari analisa dengan menggunakan metode kekakuan ini akan dibandingkan dengan hasil analisa dengan menggunakan program SAP2000.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perpindahan (displacement) arah horisontal yang terjadi pada menara tangki air dengan kondisi tangki terisi penuh lebih besar daripada displacement yang terjadi pada kondisi tangki terisi setengah dan kondisi tangki kosong. Kata Kunci: Rangka Batang, Menara Tangki Air, Gempa, Metode Kekakua

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇