JURNAL SIPIL STATIK
Not a member yet
    817 research outputs found

    PENGARUH PENDAPATAN TERHADAP PEMILIHAN MODA TRANSPORTASI (Studi Kasus: Jln. Piere Tendean)

    Full text link
    Pemilihan moda merupakan tahapan penting dalam perencanaan transportasi. Transportasi yang handal, aman dan nyaman merupakan beberapa alasan responden untuk memilih moda transportasi yang akan di gunakan dalam mencapai tempat tujuan. Kota manado merupakan kota dengan tingkat penggunaan mobilitas yang tinggi khusunya di Jalan Piere Tendean. Jumlah pendapatan yang beragam membuat seseorang harus memilih kriteria moda transportasi yang akan digunakan sesuai dengan pendapatan yang didapat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik pelaku perjalanan, serta mengetahui besarnya probabilitas dalam pemilihan moda.Survei dilakukan dengan penyebaran kuesioner kepada 600 responden berisi karakteristik pelaku perjalanan, meliputi sosio ekonomi, dengan menggunakan metode Stated Preference, kemudian diolah dengan analisa regresi untuk mendapatkan persamaan utilitas. Selanjutnya dari persamaan utilitas dibentuk berdasarkan pendapatan untuk menganalisa pengaruh pendapatan terhadap pemilihan moda transportasi. Pemodelan pemilihan moda dilakukan dengan Model Multinomial Logit.Hasil yang di peroleh menunjukkan bahwa terdapat 46% responden berpendapatan rendah, 45% responden berpendapatan menengah dan 9% responden berpendapatan tinggi, dengan beberapa faktor yang mempengaruhi pemilihan seperti, tingkat Pendidikan, jenis pekerjaan kepemilikan kendaraan pribadi serta moda transportasi yang aman dan efektif bagi responden. Selanjutnya dari hasil penelitian menunjukan probabilitas pemilihan moda dari keseluruhan moda transportasi, kendaraan pribadi memiliki probabilitas paling tinggi pada setiap golongan seperti pada golongan pendapatan rendah sebesar 0.38, pendapatan menengah 0.35 dan pendapatan tinggi sebesar 0.45, sedangkan untuk Kendaraan online memiliki probabilitas, untuk golongan pendapatan rendah 0.35, pendapatan menengah 0.35 dan pendapatan tinggi 0.33, dan untuk angkutan umum memiliki probabilitas paling rendah yaitu untuk golongan pendapatan rendah 0.25, pendapatan menengah 0.27, dan pendapatan tinggi 0.20. Kata Kunci: Stated Preference, Pemilihan Moda, Pendapatan, Multinomial Logi

    ANALISA CAMPURAN ASPAL PORUS MENGGUNAKAN MATERIAL DARI KAKASKASEN KECAMATAN TOMOHON UTARA KOTA TOMOHON

    Full text link
    Asphalt porous merupakan campuran bergradasi terbuka (open graded) dengan persentase agregat kasar yang besar, persentase agregat halus yang kecil, sehingga menyediakan rongga udara yang besar. Aspal porus merupakan inovasi untuk mengurangi genangan air di atas permukaan jalan. Aspal porus memiliki nilai stabilitas yang rendah namun memiliki nilai permeabilitas yang tinggi yang disebabkan oleh banyaknya rongga dalam campuran lapisan perkerasan sebagai sistem drainase. Aspal porus digunakan pada jalan yang memiliki lalu lintas yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai permeabilitas dan kekuatan material berdasarkan kriteria marshall dengan agregat yang bersumber dari Kakaskasen dan diatur di laboraturium sehingga memiliki parameter komposisi campuran sebagai bahan pengisi dan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat.Rancangan campuran berdasarkan komposisi agregat sesuai dengan persyaratan gradasi (Asphalt Concrete-Wearing Course) atau disingkat AC-WC dan dicari kadar aspal perkiraan dibuat benda uji marshall. Kadar aspal ditetapkan dulu menggunakan aspal penetrasi 60/70 sebagai bahan pengikat dan dibuat benda uji marshall dengan 5 variasi kadar aspal serta dilakukan pengujian untuk mendapatkan nilai permeabilitas dimana air di dalam tabung jatuh bebas kedalam mould yang berisi benda uji pada ketinggian tertentu sampai melewati rongga pada campuran.Hasil penelitian menunjukkan pada campuran aspal porus didapat kadar aspal terbaik 5.5% diperoleh nilai stabilitas 582 kg, flow 3,5 mm, VIM = 22,5 %, MQ = 166 %, semua besaran nilai kriteria marshall yang di dapat belum memenuhi nilai batas-batas spesifikasi. Hasil penelitian permeabilitas aspal porus didapat 3%; 307,72 cm3 , 4%; 269,62 cm3, 5%; 231,52 cm3, 6%; 181,70 cm3, 7%; 82,06%, dan memiliki rata-rata  koefisien permeabilitas 3%; 0,49, 4%; 0,43 ,5%; 0,38 ,6%; 0,24,7%; 0,17 semua besaran nilai permeabilitas aspal memenuhi batas-batas kriteria spesifikasi.Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh bahwa campuran aspal porus dengan menggunakan material bersumber dari Kakaskasen dengan menggunakan bahan pengikat aspal penetrasi 60/70 memiliki nilai stabilitas yang rendah dan memiliki nilai permeabilitas yang tinggi tapi campuran tersebut masih layak digunakan pada kondisi jalan yang lalulintas rendah. Dengan demikian disarankan untuk campuran aspal porus melakukan penelitian yang lebih lagi dengan menggunakan sumber material yang berbeda serta bahan pengikatnya dan perlu diadakan penelitian lanjutan tentang kinerja marshall seiring dengan pengaruhnya kekuatan pada campuran perkerasan. Kata Kunci: Aspal porus, Kriteria Marshall, Permeabilitas, Aspal Penetrasi 60/7

    MANAJEMEN ALAT BERAT PADA PEKERJAAN BENDUNGAN LOLAK

    Full text link
    Untuk memulai suatu pekerjaan konstruksi tentunya kita perlu perencanaan yang matang agar supaya pekerjaan tersebut dapat berjalan lancar, mulai dari tahapan Feasibility Study (Studi Kelayakan), Detail Engineering Design (DED), sampai dengan Tahap Pelaksanaan, yang semuanya itu harus dilakukan dalam rangka mencapai output suatu pekerjaan. Tujuan dan pemilihan alat berat yang benar tentunya menjadi salah satu kelancaran dalam pembangunan konsrtuksi, apalagi untuk pembangunan bendungan, apalagi untuk pekerjaan penggalian dan penimbunan.Tugas Akhir ini memiliki pokok pembahasan, yaitu untuk mengetahui produktifitas alat berat, jumlah alat berat yang dibutuhkan dan waktu pelaksanaan pekerjaan, dalam pembangunan bendungan lolak. Penelitian ini dibatasi pada masalah produktivitas alat berat, dan jumlah alat yang akan digunakan dalam pekerjaan penimbunan bendungan, yang berkaitan dari kombinasi alat barat excavator VOLVO EC480D, dump truck isuzu FVZ 285, bulldozer D85, sheep foot roller SAKAI SV520T, vibration roller CATERPILLAR CS533E.Adapun jumlah alat dan tipe alat yang akan digunakan dari hasil perhitungan untuk timbunan bendungan utama pada zona 1-4 adalah : untuk zona 1 dengan volume 196,856,69  m3 didapat 1 unit bulldozer D85, 1 unit sheep foot roller SAKAI SV520T, dan 1 unit vibration roller CATERPILLAR CS533E. untuk zona 2 dengan volume 86,805,33 m3 didapat 1 unit vibration roller CATERPILLAR CS533E. untuk zona 3 dengan volume 77,333,12 m3 didapat 1 unit vibration roller CATERPILLAR CS533E. untuk zona 4 dengan volume 141,173,84 m3 didapat 1 unit bulldozer D85, 1 unit sheep foot roller SAKAI SV520T, 1unit vibration roller CATERPILLAR CS533E.dengan lama waktu penyelesaian 300 hari kalender..Kata Kunci: Bendungan Lolak, Produktivitas, Excavator, Dump Truck, Bulldozer, Compacto

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MAEN KECIL DI DESA MAEN KABUPATEN MINAHASA UTARA

    Full text link
    Sungai Maen kecil adalah salah satu sungai di kabupaten Minahasa Utara yang melewati desa Maen. Sungai ini pernah meluap dan membanjiri beberapa daerah yang dilewati. Luapan air dari sungai Maen kecil menimbulkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai maupun pengguna jalan raya. Dalam mengantisipasi banjir yang kemungkinan akan terjadi kelak, dibutuhkan data debit banjir dan elevasi tinggi muka air untuk penyesuaian penampang sungai Maen kecil.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan Araren – Pinenek dan pos hujan Klimatologi Maen. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2009 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukan nilai 0,7862. Dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS  untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang terukur. Hasil simulasi menunjukkan untuk penampang STA 0 + 0 masih mampu menampung debit banjir pada kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Selain itu semua penampang sungai Maen kecil yang ditinjau sudah tidak mampu menampung debit banjir untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Maen kecil, Debit Banjir, Elevasi Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RA

    STUDI EKSPERIMENTAL PENGUJIAN KUAT TEKAN BETON MENGGUNAKAN KAPUR DAN BATU APUNG SEBAGAI BAHAN PENGGANTI SEBAGIAN SEMEN

    Full text link
    Beton adalah material konstruksi yang pada saat ini sudah sangat umum digunakan. Gas emisi karbondioksida (CO2) yang di hasilkan pada saat pembuatan semen yang menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan. Guna meminimalisirkan penggunaan semen portland pada konsrtuksi bangunan dan menguranggi penggunaan limba pada matrial alam, maka pemakaian semen jenis lain perlu dicoba, kapur dan batu apung adalah contoh limbah yang mengandung oksida silika sebagai bahan utama penyusunnya, demikian hal tersebut memberikan sifat pozzolanik sehingga diimanfaatkan sebagai bahan penganti sebagian semen.Penelitan  kali ini untuk mengetahui pengaruh penambahan kapur dan batu apung sebagai bahan pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton. Menggunakan metode ACI 211.1-91 digunakan untuk menghitung komposisi pada kuat tekan beton. Pengujian kuat tekan beton menggunakan benda uji berbentuk silinder berdiameter 100 mm dan tinggi 200 mm. Pengujian dilakukan pada beton umur 14 hari dan 28 hari, dengan variasi presentase benda uji KPR, KPRBA1, KPRBA2, dan KPRBA3.Hasil penelitian uji kuat tekan beton dengan bahan pengganti sebagian semen bahwa seiring bertambahnya variasi batu apung nilai kuat tekan beton menurun. Pada beton dengan bahan tamba KPR 16% dan BA 4% mengalami peningkatan presentase paling optimum sebesar 28,46%. Kata Kunci: Pozzolan, kapur, Batu Apung, Kuat Tekan

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI MARISA KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO

    Full text link
    Sungai Marisa adalah salah satu sungai yang berada di Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo. Sungai Marisa pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga yang tinggal di sekitar sungai, rusaknya areal pertanian serta menganggu lalu lintas kendaraan. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air dari Sungai Marisa.Analisis dimulai dengan mencari frekuensi hujan menggunakan metode Log Pearson III. Data hujan yang digunakan berasal dari dua pos hujan, yaitu pos hujan MRG DAS Limboto Datahu dan pos hujan Klimatologi DAS Limboto. Data curah hujan yang digunakan adalah data curah hujan harian maksimum tahun 2009 s/d 2018. Pemodelan hujan aliran pada program komputer HEC-HMS menggunakan metode HSS Soil Conservation Services, dan untuk kehilangan air dengan SCS Curve Number (CN). Untuk aliran dasar (baseflow) menggunakan metode recession. Dilakukan kalibrasi parameter HSS SCS sebelum melakukan simulasi debit banjir dengan menggunakan uji koefisien determinasi (r²). Parameter yang dikalibrasi adalah lag time, curve number, recession constant, initial discharge dan ratio to peak. Untuk batasan setiap parameter disesuaikan dengan nilai standar pada program komputer HEC-HMS. Hasil uji koefisien determinasi (r²) menunjukkan nilai 0,9799. Kemudian dilakukan analisis debit banjir dengan parameter terkalibrasi menggunakan program komputer HEC-HMS. Debit puncak hasil simulasi setiap kala ulang dimasukkan dalam program komputer HEC-RAS untuk simulasi elevasi tinggi muka air pada penampang. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua penampang Sungai Marisa yang ditinjau tidak mampu menampung debit banjir yang terjadi untuk kala ulang 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, dan 100 tahun. Kata kunci: Sungai Marisa, Debit Banjir, Tinggi Muka Air, HEC-HMS, HEC-RAS

    ANALISIS PERHITUNGAN STABILITAS LERENG METODE FELLENIUS MENGGUNAKAN PROGRAM PHP

    Full text link
    Runtuhnya suatu lereng bisa terjadi akibat adanya gaya dorong yang timbul karena beban pada tanah. Upaya untuk mengurangi runtuhnya suatu lereng dapat dilakukan dengan cara menstabilkan lereng tersebut. Saat ini banyak metode untuk menghitung kestabilkan lereng. Salah satu metode yang sering digunakan dalam menghitung stabilitas lereng adalah metode Fellenius. Akan tetapi di dalam metode perhitungan safety factor pada stabilitas lereng dengan metode Fellenius jika dihitung secara manual banyak menggunakan rumus sehingga membutuhkan waktu yang lumayan lama. Salah satu cara untuk mendapatkan hasil perhitungan yang singkat dan juga akurat yaitu dengan cara membuat program safety factor menggunakan bahasa pemograman. Jika dibuat perbandingan antara perhitungan manual dengan program, selisih hasilnya kurang dari 1%, artinya program PHP ini layak digunakan.  Kata Kunci: Analisis Stabilitas Lereng, Faktor Aman, Metode Fellenius, PH

    ANALISIS DEBIT BANJIR DAN TINGGI MUKA AIR SUNGAI BIYONGA KECAMATAN LIMBOTO KABUPATEN GORONTALO

    Full text link
    Sungai Biyonga merupakan salah satu sungai di Kabupaten Gorontalo yang melewati Kelurahan Hunggaluwa, Kecamatan Limboto. Sungai ini sudah pernah meluap dan menyebabkan kerugian bagi warga sekitar. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan debit banjir dan elevasi tinggi muka air yang dapat terjadi.Pada penelitian ini dilakukan perkiraan debit banjir rencana di Sungai Biyonga dengan analisis hidrologi untuk mengetahui besaran debit banjir rencana. Debit banjir rencana adalah debit maksimum pada suatu sungai dengan periode tertentu. Analisis menggunakan beberapa metode yaitu metode data debit tersedia ataupun tidak tersedia data debit. Sungai Biyonga memiliki data debit pengukuran sehingga tidak di perlukan analisis curah hujan. Data debit harian maksimum selama 12 tahun, yaitu dari tahun 2007 s/d 2018 berasal dari pos pengukuran debit Kayu Bulan. Dilakukan analisis frekuensi debit dengan kala ulang 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Analisis Hidraulika untuk prediksi elevasi tinggi muka air menggunakan program HEC-RAS versi 5.07.Hasil simulasi menunjukkan bahwa penampang Sungai Biyonga untuk Kala Ulang 5 Tahun (STA 0 + 145 m, STA 0 + 272 m, STA 0 + 395 m, STA 0 + 490 m), dan Kala Ulang 10 Tahun (STA 0 + 145 m, STA 0 + 272 m) masih dapat menampung debit banjir sedangkan untuk Kala Ulang 10 Tahun (STA 0 + 395 m dan STA 0 + 490 m), Kala Ulang 25 Tahun, Kala Ulang 50 Tahun dan Kala Ulang 100 Tahun semua penampang sudah tidak dapat menampung debit banjir. Kata kunci: Sungai Biyonga, Debit Banjir Rencana, Tinggi Muka Air, HEC-RA

    ANALISIS PERILAKU BEBAN LATERAL EKSENTRIS TERHADAP KAPASITAS TIANG PANCANG TUNGGAL VERTIKAL PADA PASIR HOMOGEN

    Full text link
    Pondasi adalah bagian terbawah yang langsung berhubungan dengan tanah dari suatu konstruksi misalnya gedung, jembatan, dinding penahan tanah, tanggul, menara, dan lain-lain. Pondasi harus diperhitungkan untuk dapat menjamin kestabilan bangunan terhadap beratnya sendiri. Selain menopang beban struktur diatasnya secara vertikal atau disebut dengan beban aksial, pondasi juga harus dapat menahan beban lateral (horizontal) dapat berupa tekanan tanah lateral, beban angin, beban gempa, beban gelombang air laut, beban tubrukan dari kapal pada saat berlabuh didermaga, dan lain-lain.Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimental di laboratorium. Penelitian eksperimental ini dimulai dengan mempersiapkan bahan yang akan diuji yaitu pasir. Dalam pengujian dilaboratorium dicari nilai defleksi dan serta beban dari tiap material yang digunakan dengan variasi kepadatan yang ditentukan dengan nilai 1= 1.3 g/cm3, 2= 1.4 g/cm3, 3= 1.5 g/cm3, dan 4= 1.6 g/cm3. Untuk kekakuan pondasi berdasarkan penentuan batas kondisi dari perhitungan didapat hasil tiang termasuk fleksibel pada semua jenis bahan yang dipakai dalam penelitian.Dari hasil pengujian laboratorium untuk perilaku beban lateral eksentris terhadap beban dengan variasi kepadatan pada tanah pasir mengalami perubahan di setiap kepadatan, sehingga nilai berat isi tanah pasir sangat berpengaruh. Dari perbandingan sudut geser dalam dan kepadatan bahwa semakin besar kepadatan maka semakin besar pula nilai sudut geser dalam pada tanah pasir. Kata Kunci: Daya dukung, daya dukung ultimate, beban lateral, pasir

    PENATAAN SISTEM DRAINASE DI KOMPLEKS PERUMAHAN MARCO DUTA KELURAHAN RANOMUUT KEC. PAAL DUA KOTA MANADO

    Full text link
    Kompleks Perumahan Marco Duta Kelurahan Ranomuut Kecamatan Paal 2 memiliki permasalahan yang disebabkan oleh kurangnya kemampuan saluran drainase dalam menampung debit air yang ada. Saluran yang ada juga tidak tersambung/terputus dengan saluran lainnya. Di beberapa tempat tidak memiliki saluran drainase sehingga mengakibatkan terjadinya genangan pada ruas jalan.Dalam penelitian ini analisis yang digunakan meliputi analisis hidrologi dengan menggunakan distribusi Log-Pearson III untuk menentukan besaran variabel hidrologi pada periode ulang tertentu dan perhitungan intensitas hujan menggunakan rumus Mononobe. Debit rencana menggunakan metode rasional. Analisis hidraulika untuk menghitung kapasitas debit saluran eksisting dan saluran rencana menggunakan rumus Manning. Kedua hasil ini dibandingkan ( ) untuk melihat daya tampung dari setiap ruas saluran.Berdasarkan hasil analisis diperoleh 36 ruas saluran eksisting dari 124 ruas saluran eksisting tidak mampu menampung debit air hujan dengan kala ulang 10 tahun, diperlukan perubahan dimensi saluran. Perlu penambahan 6 ruas saluran baru pada daerah yang belum memiliki saluran drainase. Kata kunci: Marco Duta, Sistem Drainase, Analisis Hidrologi, Debit RencanaÂ

    816

    full texts

    817

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL SIPIL STATIK
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇