Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENCIPTAAN CITRA POSITIF PADA MADRASAH DINIYAH MELALUI PROGRAM PRAKTIK DAKWAH LAPANGAN SANTRI (Studi Kasus Di Pondok Pesantren Al-Hidayah Karangsuci Purwokerto)
Madrasah Diniyah umumnya diselenggarakan oleh masyarakat sebagai perwujudan pendidikan dari, oleh dan untuk masyarakat. Akan tetapi pada saat ini Madrsah Diniyah kurang di lirik oleh masyrakat, sehingga keberadaan Madrasah Diniyah kurang berkembang. Hal ini tidak lain adanya usaha dari lembaga untuk memperbaiki, sehingga akan tercipta citra positif yang baik bagi madrasah diniyah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi penciptaan citra positif di Madrasah Diniyah Salafiyah Al-Hidayah Prwokerto melalui program praktek dakwah lapangan santri (PDLS). Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif data yang diperoleh (berupa kata-kata, gambar, perilaku) tidak dituangkan dalam bidang bilangan atau statistika. Dalam hal ini pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dengan tahapan teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Objek dari penelitian ini adalah strategi penciptaan citra positif pada madrasah diniyah. Hasil dari penelitian ini menujukan bahwa strategi penciptaan citra positif yang digunakan madrasah diniyah antra lain: (1) Melalui kerja sama, (2) Pembekalan Peserta, (3) Pengenalan madrasah diniyah. Strategi ini untuk menciptakan citra pada madrasah diniyah sehingga dapat membentuk kesan, gambaran, keyakinan dan kepercayaan terhadap masyarakat sehingga menciptakan persepsi, penilaian dan reputasi yang baik sebagai pengguna jasa layanan pendidikan.
Kata kunci: Strategi, Citra, Madrasah Diniya
NILAI-NILAI PENDIDIKAN MORAL ANAK USIA DINI DALAM BUKU KUMPULAN DONGENG PAUD MENGENAL KEISTIMEWAAN BINATANG KARYA HERU KURNIAWAN
Pembentukan nilai pendidikan moral anak usia dini dapat di bentuk melalui pengenalan dan pembiasaan mendengarkan cerita-cerita dan kisah yang mengandung pesan moral. Melalui cerita dalam dongeng dan kisah anak diajarkan untuk mengambil pesan yang terkandung dalam cerita. Buku Kumpulan Dongeng Mengenal Keitimewaan Binatang Karya Heru Kurniawan merupakan buku yang sangat layak dijadikan media pembentukan nilai pendidikan moral anak usia dini, didalam buku tersebut, terdapat 20 sub judul dengan 125 halaman.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan moral yang terkandung dalam buku kumpulan dongeng PAUD (mengenal keistimewaan binatang) karya Heru Kurniawan. Jenis penelitian ini adalah penelitian literatur (library research) dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati buku kumpulan dongeng PAUD (Mengenal Keistimewaan Binatang) dan sumber lainnya, mencari, menelaah buku-buku, artikel atau lainnya yang berkaitan dengan skripsi ini. Pengumpulan data dibagi pengumpulan data dibagi menjadi dua sumber yaitu data primer dan sekunder. Sedangkan analisis data yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode analisis isi (content analysis).
Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan moral anak usia dini dalam buku Kumpulan dongeng PAUD (Mengenal Keistimewaan Binatang) karya Heru Kurniawan terdiri dari 6 (enam) nilai pokok yaitu : 1) nilai empati, 2) nilai hati nurani, 3) nilai kontrol diri, 4) nilai rasa hormat 5) nilai kebaikan hati, 6) nilai toleransi
NILAI-NILAI KARAKTER RELIGIUS DALAM BUKU LOCKDOWN 309 TAHUN KARYA EMHA AINUN NADJIB DAN RELEVASINYA TERHADAP GURU KELAS
Pada saat ini, di dunia sedang dilanda bencana alam yang tak pernah terduga sebelumnya yaitu pandemi covid-19. Kejadian tersebut merupakan kejadian luar biasa yang turut melanda semua aspek kehidupan di Indonesia salah satunya yaitu pendidikan karakter. Di Indonesia, pembentukan karakter religius masih banyak terjadi masalah seperti banyaknya kasus yang terjadi akibat pergaulan bebas, penggunaan narkotika dikalangan anak muda, pelecehan seksual, bullying, penggunaan kata-kata kasar dan penganiayaan terhadap sesama. Kemudian ditambah dengan adanya pandemi covid-19 yang menyebabkan individu harus beradaptasi dengan keadaan dan hal-hal baru. Hal tersebut menjelaskan masih kurang efektifnya pendidikan di Indonesia untuk membangun karakter religius.
Berdasarkan penjelasan terkait pendidikan karakter religius dan adanya pandemi covid-19 yang mempengaruhi semua aspek kehidupan maka peneliti berusaha mengkaji sebuah buku yang membahas mengenai covid-19 dengan berterkaitannya pandangan agama individu dalam menghadapi hal tersebut kedalam penelitian ini.Kajian dilakukan untuk menemukan sebuah nilai karakter religius dan relevansinya terhadap guru kelas yang terkandung di dalam buku
tersebut. Peneliti menggunakan buku Emha Ainun Nadjib, yang berjudul Lockdown 309 Tahun. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian pustaka atau litere yang bersifat kualitatif deskriptif dengan menggunakan metode content analisis, penelitian ini dilakukan dengan cara memunculkan data yang bersifat
deskriptif dan dengan mengambil sebuah kesimpulan.
Hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat ditemukan aspek nilai-nilai karakter religius dan relevansinya terhadap guru kelas dalam buku Lockdown 309 Tahun karya Emha Ainun Nadjib yaitu: Pertama, Nilai Religius Ilahiyah yang memuat Iman, Islam, Taqwa, Ikhlas, Tawakal, Syukur, dan Sabar. Kedua, Nilai Religius Insaniyah yang memuat Silaturrahmi, Al-Ukhuwah atau semangat persaudaraan, Ĥuznudżan atau berprasangka baik, Tawadhu atau rendah hati. Nilai-nilai karakter religius tersebut relevan dengan peran guru khususnya guru kelas untuk memberikan contoh perilaku yang baik kepada peserta didik mengenai nilai religius ilahiyah terkait keimanan, dan ketaqwaan, bersyukur dan bersabar. Nilai karakter religius insaniyah terkait kerendah hatian atau tawadhu, keteladanan, kejujuran, kedisiplinan dan kerja keras
KOMUNIKASI INTERPERSONAL ANTARA PEMBINA DAN SANTRIWATI DALAM UPAYA PEMBINAAN AKHLAK DI PONDOK PESANTREN MODERN ZAM ZAM MUHAMMADIYAH CILONGOK BANYUMAS
Komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang dipandang lebih efektif, karena komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang dilakukan oleh dua individu secara langsung maupun tidak langsung. Dalam pembinaan akhlak kepada santri tentunya komunikasi interpersonal akan sangat dibutuhkan, pembina yang menguasai dan melakukan komunikasi interpersonal yang baik kepada santri, maka pembina akan lebih mudah dalam membina santri agar memiliki akhlak yang baik sesuai dengan syariat islam dan misi Pondok Pesantren.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana upaya seorang pembina melakukan komunikasi interpersonal yang baik kepada santriwati saat melakukan pembinaan akhlak di Pondok Pesantren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian lapangan (field research). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori komunikasi interpersonal. Penyajian data di ambil dari hasil observasi, wawancara dan dokumen Pondok Pesantren Modern Zam Zam Muhammadiyah Cilongok.
Penelitian ini menjelaskan bahwa ada 3 aspek penting yang dapat menumbuhkan hubungan interpersonal dalam komunikasi interpersonal antara pembina dan santriwati ketika melakukan pembinaan akhlak, aspek-aspek tersebut yaitu: Sikap percaya, sikap suportif/mendukung dan sikap terbuka. Secara umum pembina sudah melakukan ketiga aspek tersebut, cara yang sering dilakukan pembina ketika menjalin komunikasi interpersonal dengan santri saat pembinaan yaitu dengan memahami karakter santriwati dan sering memberikan nasihat dan tidak menandai santriwati adalah anak yang memiliki akhlak kurang baik.
Kata kunci: Komunikasi Interpersonal, Pembinaan Akhlak, Pembina, dan Santriwat
PENGELOLAAN MEDIA DAKWAH VISUAL INSTAGRAM PONDOK PESANTREN AL-QUR’AN AL-AMIN PABUWARAN
ABSTRAK
Informasi dan komunikasi menjadi sangat penting terutama dalam berdakwah dan menginformasikan nilai-nilai Islam. Kominfo PPQ Al-Amin adalah dengan mengelola dan menyebarkan dakwah lewat karya-karya visual. Lembaga inilah yang membuat dan mengembangkan desain komunikasi visual sebagai media dakwah pada akun Instagram PPQ Al-Amin Pabuwaran. Penelitian ini untuk meneliti bagaimana konsep pengembangan dan pengelolaan media dakwah visual di Instagram PPQ Al-Amin Pabuwaran dengan tujuan menganalisis pengembangan media dakwah visual di Instagram PPQ Al-Amin Pabuwaran.
Jenis penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode pengumpulan data penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data melalui penelusuran, membaca dan mencatat, tindakan selanjutnya adalah penyusunan data, mengklasifikasinya, yang kemudian dilanjutkan dengan penganalisaan data yang menghasilkan kesimpulan.
Penelitian ini menunjukan bahwa, Kominfo Al-Amin Pabuwaran membuat produk konten berupa Dawuh guru, Quotes, Video Pesan Dakwah, Amalan sunnah, Yaumul milad, Rutinan. Kominfo Al-Amin Pabuwaran terus berkembang dan mendapatkan Feedback baik dari nitizen. Nuansa serta design yang berbeda dari tahun ke tahun. Bentuk evaluasi seperti Pengumpulan dan subtansi materi, Observasi trend dan Pembekalan dan pelatihan design grafis.
Kata kunci : Pengelolaan, Dakwah Visual, Kominfo PPQ Al-Amin Pabuwara
PERKEMBANGAN DAN KONTRIBUSI KOMUNITAS GUSDURIAN DI BANYUMAS (2013-2021)
Gusdurian merupakan sebutan untuk murid, santri, sahabat, dan para pengagum
Gus Dur. Tujuan didirikannya Gusdurian adalah untuk menghadapi perkembangan
gerakan puritanisme dan ekstrimisme di Indonesia. Di Banyumas, komunitas
Gusdurian berdiri pada tahun 2013. Pelopornya adalah Chumedi Yusuf yang
merupakan santri Gus Dur saat di Ciganjur. Penelitian ini fokus dalam menguraikan
latarbelakang sejarah perkembangan Komunitas Gusdurian di Banyumas, serta
kontribusinya terhadap tatanan kehidupan beragama di Banyumas. Untuk mengkaji
lebih mendalam mengenai pekembangan dan kontribusi Gusdurian Banyumas,
teori yang digunakan adalah teori siklus oleh Arnold Toynbee dan teori struktural
fungsional dari Radcliffe Brown. Metode penelitian yang digunakan adalah metode
sejarah dengan tahapan heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi.
Penelitian ini memusatkan pada penelitian lapangan. Data atau sumber yang
dikumpulkan berupa wawancara, arsip, dan observasi.
Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah penemuan peristiwa yang menjadi
latarbelakang berdirinya Gusdurian. Serta ditemukannya faktor-faktor yang
menjadi pendukung dan penghambat perkembangan Gusdurian sejak 2013 hingga
2021. Perkembangan yang telah dicapai Gusdurian meliputi semakin banyaknya
anggota dalam setiap tahun dan program yang sudah berjalan dalam beberapa
bidang seperti sosial, agama, dan pendidikan. Selain itu dalam penelitian ini juga
ditemukannya beberapa kontribusi Gusdurian terhadap kehidupan beragama di
Banyumas, meliputi kegiatan dakwah Islam, menjaga ketentraman beragama, serta
menjadi bagian dalam pembentukan kerukunan umat beragama di Banyumas.
Kata kunci : Gusdurian Banyumas, Perkembangan, Kontribusi
A CELLULAR QUOTIENT OF THE TEMPERLEY–LIEB ALGEBRA OF TYPE D
The Temperley–Lieb algebra, invented by Temperley and Lieb in 1971,
is a finite dimensional associative algebra that arose in the context of
statistical mechanics. Later in 1971, Penrose showed that this algebra can
be realized in terms of certain diagrams. Then in 1987, Jones showed that
the Temperley–Lieb algebra occurs naturally as a quotient of the Hecke
algebra arising from a Coxeter group of type A. This realization of the
Temperley–Lieb algebra as a Hecke algebra quotient was later generalized
to the case of an arbitrary Coxeter group by Graham.
Cellular algebras were introduced by Graham and Lehrer, and are a
class of finite dimensional associative algebras defined in terms of a “cell
datum” and three axioms. The axioms allow one to define a set of modules
for the algebra known as cell modules, and one of the main strengths of the
theory is that it is relatively straightforward to construct and to classify
the irreducible modules for a cellular algebra in terms of quotients of the
cell modules. In this thesis, we present an associative diagram algebra
that is a faithful representation of a particular quotient of the Temperley–
Lieb algebra of type D, which has a basis indexed by the so-called type II
fully commutative elements of the Coxeter group of type D. By explicitly
constructing a cell datum for the corresponding diagram algebra, we show
that the quotient is cellular
A COMPARISON OF THE PRODUCT TOPOLOGY ON TWO TREES WITH THE TREE TOPOLOGY ON THE CONCATENATION OF TWO TREES
A game tree is a nonempty set of sequences, closed under subsequences (i.e., if p ∈ T
and p extends q, then q ∈ T). If T is a game tree, then there is a natural topology on [T],
the set of paths through T. In this study we consider two types of topological spaces, both
constructed from game trees. The first is constructed by taking the Cartesian product of
two game trees, T and S: [T] × [S]. The second is constructed by the concatenation of two
game trees, T and S: [T ∗ S]. The goal of our study is to determine what conditions we
must require of the trees T and S so that these two topologies are homeomorphic
MANAJEMEN PROGRAM LITERASI BAGI PESERTA DIDIK DI PERPUSTAKAAN TAMANSARI SMP NEGERI 1 KARANGLEWAS BANYUMAS
Penelitian yang dilakukan penulis membahas mengenai manajemen program literasi bagi peserta didik di Perpustakaan Tamansari SMP Negeri 1 Karanglewas Banyumas. Adapun tujuan mengenai penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan manajemen program literasi bagi peserta didik di Perpustakaan Tamansari SMP Negeri 1 Karanglewas Banyumas
Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek yang diteliti dan menghasilkan data deskriptif yang berupa bentuk dokumen tulisan dan juga lisan yang didapatkan oleh peneliti melalui tahapan wawancara, observasi dan dokumentasi saat penelitian. Pada tahapan teknis analisis dan keabsahan data peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data, kesimpulan dan keabsahan data. Subjek atau sumber data penelitian yaitu : Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, Waka Kurikulum, Kepala Perpustakaan, Pustakawan Perpustakaan, Guru SMP Negeri 1 Karanglewas dan Peserta Didik.
Hasil penelitian menunjukan bahwa manajemen program literasi bagi peserta didik di Perpustakaan Tamansari SMP Negeri 1 Karanglewas Banyumas sebagai berikut : pada tahapan perencanaan sudah direncanakan dengan cukup baik. Proses perencanaan yang dilakukan baik dalam program literasi bagi peserta didik dilakukan pada awal semester, membuat program literasi, sosialisasi teknis pelaksanaan program literasi kepada guru dan peserta didik. Pada tahapan pengorganisasian sudah cukup baik dan sistematis. Kegiatan pengorganisasian yang dilakukan membuat SK tim literasi, pembagian tugas dan tanggung jawabnya, penyusunan kegiatan-kegitan literasi dan sarana prasarana yang menunjang kegiatan literasi bagi peserta didik, serta koordinasi dan komunikasi yang terjalin sudah cukup baik. Pada tahap pelaksanaan sudah cukup baik. Pelaksanaan program literasi dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu tahapan pembiasaan, tahapan pengembangan dan tahapan pembelajaran. Dalam tahapan pembiasaan dilakukan setiap Senin-Sabtu, sedangkan dalam tahapan pengembangan dan pembelajaran dilaksanakan dengan kegiatan lomba bulan bahasa, mengingat tidak dapat berjalan semuanya karena keterbatasan pembelajaran tatap muka. Pada tahap evaluasi sudah cukup baik dimana model evaluasi yang dilakukan untuk mengukur keberhasilan peserta didik dalam manajemen program literasi di Perpustakaan Tamansari SMP Negeri 1 Karanglewas Banyumas melihat dari hasil rangkuman hasil bacaan peserta didik yang dikumpulkan dan d tanda tangani, maka dari itu diketahui sejauh mana peningkatan literasi bagi peserta didik.
Kata Kunci : Manajemen, Program Literasi, Perpustakaa
IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI BANYUMAS NOMOR 14 TAHUN 2019 TENTANG PENGURANGAN PENGGUNAAN KANTONG PLASTIK DAN STYROFOAM PERSPEKTIF MAQĀṢID AL-SYARĪ’AH
Penggunaan kantong plastik dan styrofoam dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi sampah yang menyebabkan kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup. Permasalahan sampah di Kabupaten Banyumas dengan jumlah penduduk Kabupaten Banyumas berjumlah 1.776.918 jiwa pada tahun 2020 dan produksi sampah sekitar 540 ton per hari. Pemerintah Kabupaten Banyumas mengeluarkan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Styrofoam untuk mencegah terjadinya kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Peraturan Bupati Banyumas Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Styrofoam, dan untuk mengetahui perspektif maqāṣid al-syarī’ah dalam Peraturan Bupati Banyumas Nomor 14 Tahun 2019 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik dan Styrofoam.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan penelitian lapangan (field research) yang dilakukan di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banyumas, Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sejahtera Purwanegara, dan di Kelurahan Purwanegara, Kecamatan Purwokerto Utara. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris. Sumber data penelitian ini terdiri dari data primer, data sekunder, dan data tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan pengurangan penggunaan kantong belum diterapkan secara efektif yang terbukti masih digunakannya kantong plastik dan styrofoam oleh pelaku usaha dan masyarakat umum, karena belum dilakukan sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat. Kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik dan styrofoam adalah untuk kemaslahatan bersama dalam konsep maqāṣid al-syarī’ah termasuk dalam tingkatan ḍarūriyyat. Kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik dan styrofoam adalah untuk memelihara jiwa (ḥifẓ al-nafs) agar terhindar dari penyakit yang mengancam kesehatan dan keselamatan manusia, dan memelihara lingkungan hidup (ḥifẓ al-bīah) untuk mencegah terjadinya kerusakan atau pencemaran lingkungan hidup. Tetapi terdapat kemudharatan bagi pemulung yang tidak sesuai dengan memelihara harta (ḥifẓ al-māl)