Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
10362 research outputs found
Sort by
PANDANGAN ASN PEREMPUAN TERHADAP PERATURAN PEMERINTAH NO. 45 TAHUN 1990 PASAL 4 AYAT 2 MENURUT HUKUM ISLAM (Studi Kasus di Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas)
Penulisan skripsi ini pada dasarnya dilatar belakangi aturan pemerintah pasal 4 Ayat 2 No. 45 Tahun 1990 yang melarang seorang perempuan Aparatur Sipil Negara untuk menjadi istri kedua/ketiga/keempat. Hal ini tentunya tertolak belakang dengan Hukum Islam, undang-undang perkawinan pasal 1 tahun 1974 dan kompilasi hukum islam yang memperbolehkan dengan syarat-syarat tertentu. Sehingga penulis tertarik untuk meneliti bagaimana Pandangan Asn Perempuan Terhadap Peraturan Pemerintah No. 45 Tahun 1990 Pasal 4 Ayat 2 Menurut Hukum Islam. Tujuannya untuk mengetahui maslahah dan mafsadat dari peraturan tersebut.
Penelitian yang penulis lakukan termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu penelitian yang akan dilakukan pada suatu tempat terjadinya masalah di lapangan. Adapun pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan yuridis normatif, yaitu mengkonsepsikan hukum sebagai norma atau aturan yang tercantum dalam peraturan perundang-undangan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode wawancara, dokumentasi, dan wawancara. Sumber data yang diperoleh berupa sumber data primerdan sumber data sekunder.
Pandangan Aparatur Sipil Negara perempuan Kecamatan Purwokerto Timur Kabupaten Banyumas mayoritas tidak setuju dengan Pasal 4 Ayat 2 No. 45 Tahun 1990 karena bisa berakibat terjadinya nikah siri, terpuruknya ekonmoi, dan berakibat zina. Pandangan tersebut merupakan suatu kemafsadatan yang lebih dominan dibandingkan dengan kemaslahatannya dan bila terdapat dua mafsadat maka memilih kemafsadatan yang lebih ringan. Sehingga aturan tersebut seharusnya menjadi perhatian bagi pemerintah tentunya lembaga legislatif. Karena Menolak keburukan (mafsadah) lebih diutamakan dari pada meraih kebaika (nmaslahah). Penelitian ini menunjukkan bahwa poligami dalam islam sebenarnya adalah sebuah solusi aturan yang sangat baik, menjaga kaum laki-laki dan wanita dari berbagai faktor keburukan dan penyimpangan
ANALISIS PERAN BAITUL HIKMAH PADA MASA DINASTI ABBASIYAH SERTA RELEVANSINYA TERHADAP INTEGRASI PENDIDIKAN ISLAM DAN SAINS
Dikotomi antara agama dan sains terjadi akibat ruang lingkup agama
maupun sains yang hanya memfokuskan pada aspek serta wilayahnya sendiri-
sendiri, dengan ini integrasi Pendidikan Islam dan sains mempunyai sesuatu yang
relevan dengan peradaban Islam, yaitu adanya lembaga Baitul Hikmah pada masa
Dinasti Abbasiyyah sebagai pusat kegiatan keilmuan yang memiliki banyak peran
transformasi ilmu pengetahuan.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran Baitul Hikmah pada
masa Dinasti Abbasiyah serta relevansinya terhadap integrasi Pendidikan Islam
dan sains. Penelitian ini menggunakan metode library reseacrh atau penelitian
kepustakaan dengan pendekatan historis (sejarah) yang bersifat deskriptif
kualitatif. Objek dari penelitian ini adalah analisis peran Baitul Hikmah pada
Masa Dinasti Abbasiyah serta relevansinya terhadap integrasi Pendidikan Islam
dan Sains.
Hasil analisis peran Baitul Hikmah pada masa Dinasti Abbasiyah serta
relevansinya terhadap integrasi Pendidikan Islam dan sains yaitu: 1) Baitul
Hikmah sebagai perpustakaan yang relevan dengan sarana prasarana serta sumber
belajar Pendidikan Islam, 2) Baitul Hikmah sebagai lembaga penerjemah yang
relevan dengan fasilitas penerjemahan dapat dijadikan sebagai media, sumber
belajar, serta sarana pembelajaran Pendidikan Islam, 3) Baitul Hikmah sebagai
lembaga riset dan observatorium yang relevan dengan media serta kelembagaan
di bidang kurikulum Pendidikan Islam, 4) Baitul Hikmah sebagai lembaga
pendidikan Islam yang relevan dengan konsep pendidikan Islam memadukan
antara penelitian ilmiah yang mengacu pada ayat-ayat kauniyah
STRATEGI GURU DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS I DI MI MUHAMMADIYAH 2 SLINGA KECAMATAN KALIGONDANG KABUPATEN PURBALINGGA TAHUN PELAJARAN 2021/2022
Membaca adalah proses seseorang untuk memperoleh informasi atau makna dari pesan yang ditulis oleh penulis. Oleh karena itu dengan membaca seseorang dapat memperoleh ilmu pengetahuan serta pengalaman-pengalaman lain yang baru. Untuk memperoleh ilmu pengetahuan tersebut seseorang harus bisa membaca, dan keberhasilan belajar membaca saat di sekolah sangat berpengaruh terutama di kelas I. Di kelas I siswa difokuskan agar bisa membaca dari tahap permulaan. Pada tahap permulaan siswa kelas I diharapkan untuk bisa hafal huruf abjad, membaca kata-kata dan membaca kalimat yang sederhana dengan benar. maka guru harus menyiapkan beberapa strategi-strategi yang menarik untuk menarik perhatian siswa supaya lebih semangat dalam mengikuti belajar membaca.
Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk mengetahui bagaimana strategi yang digunakan dalam keterampilan kemampuan membaca siswa kelas I di MI Muhammadiyah 2 Slinga Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini dilakukan dengan jenis lapangan, dengan metode deskriptif kualitatif. Subjek dari penelitian ini adalah guru kelas I dan siswa kelas I di MI Muhammadiyah 2 Slinga. Agar memperoleh realita yang sesuai dengan fenomena. Teknik pengumpulan data dilaksanakan dengan melalui teknik observasi, wawancara, dan metode pengumpulan data lainnya. Hasil penelitian dilapangan yaitu menunjukan bahwa kemampuan yang ada di kelas I MI Muhammadiyah 2 Slinga masih rendah karena terdapat siswa yang masih membutuhkan pendampingan dari guru kelas.
Sedangkan strategi yang digunakan oleh guru kelas I adalah strategi bottom-up, top-down, dan interaktif. dalam penggunaan strategi tersebut guru juga menerapkan dengan media kartu huruf dan buku cepat baca. Dengan penggunaan strategi tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Dampak dari penggunaan strategi tersebut yakni meningkatnya kemampuan membaca siswa yang ditandai dengan siswa mampu membaca sendiri dan hanya belum bisa membedakan pada huruf “b” dan “d”.
Kata kunci: Kemampuan membaca, Siswa Kelas I, dan Strategi gur
PENDIDIKAN KELUARGA DALAM MENUMBUHKAN KARAKTER MANDIRI ANAK DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA RA DIPONEGORO 57 NOTOG PATIKRAJA KABUPATEN BANYUMAS
Belajar merupakan suatu kebutuhan bagi setiap manusia dalam
memenuhi kehidupannya. Belajar juga bisa dikatakan sebagai proses perilaku
yang lebih baik sehingga siap dan berhasil mengatasi berbagai masalah
individu dan lingkungan. Menurut Piaget, yang dikutip dari buku Perspektif
slam Tentang Strategi Pembelajaran, belajar adalah sebuah proses nteraksi
anak didik dengan lingkungan yang selalu mengalami perubahan dan
dilakukan secara terus menerus.
Jenis penelitian menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif analitik. Pengumpulan data yang diperoleh melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis ini adalah: 1)
pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa peran keluarga dalam membentuk
karakter mandiri di masa pandemi Covid-19, keenam orang tua mau membimbing
dan membiasakan anak. Setelah karakter mandiri tersebut sudah dibentuk pada
anak, orang tua banyak mengalami kendala dengan karakter mandiri anak,
Selanjutnya ke enam orang tua tersebut tidak memarahi anak dan berkomunikasi
baik dengan anak, ini menunjukkan pendidikan keluarga dalam menumbuhkan
karakter mandiri di masa pandemi Covid-19 sangat penting dilakukan dan efektif,
orang tua mau membimbing dan membiasakan anak dalam belajar. Oleh karena
itu keenam orang tua tersebut menerapkan pola asuh permisif pada anaknya
DETERMINAN KEPUTUSAN PEMBELIAN DALAM PENGGUNAAN JASA PENGIRIMAN DENGAN KEPUASAN KONSUMEN SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (STUDI KASUS PADA KONSUMEN PT TIKI JALUR NUGRAHA EKAKURIR DI KABUPATEN BANYUMAS)
Dalam proses memilih suatu layanan jasa pengiriman, keputusan pembelian konsumen akan dipengaruhi oleh konsep pemasaran. Strategi pemasaran Islam tentang mengelola dan menjalankan program pemasaran dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah pengiriman.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produk, kualitas pelayanan, harga, saluran pemasaran, dan promosi yang pengaruhnya terhadap keputusan pembelian dalam penggunaan jasa pengiriman dengan kepuasan konsumen sebagai variabel mediasi (Studi Kasus Pada Konsumen PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir Di Kabupaten Banyumas). Sampel dalam penelitian ini adalah 165 konsumen JNE di Kabupaten Banyumas. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dengan analisis Structural Equational Modeling (SEM) atau Model Persamaan Struktural dengan program AMOS 20.
Hasil uji Structural Equational Modeling (SEM) menunjukan bahwa produk, kualitas pelayanan, harga, saluran pemasaran, dan promosi berpengaruh terhadap keputusan pembelian dalam penggunaan jasa pengiriman. Selanjutnya dari hasil penelitian menunjukan kepuasan konsumen tidak dapat memediasi antara produk, harga, saluran pemasaran, dan promosi terhadap keputusan pembelian. Hal ini berarti kepuasan konsumen bukan merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang. Sementara hasil penelitian kepuasan konsumen memediasi antara kualitas pelayanan terhadap keputusan pembelian, maka kepuasan konsumen merupakan faktor kunci bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang yang merupakan porsi terbesar dari volume penjualan perusahaan.
Kata Kunci: Keputusan Pembelian, Penggunaan Jasa Pengiriman, dan Kepuasan Konsume
DINAMIKA MENTERI KOORDIANTOR DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA PERSPEKTIF AL WIZARAH
Pasal 4 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 menjelaskan bahwasannya Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan pemerintahan menurut Undang-Undang Dasar. Dilihat dari sudut pandang teori pemisahan kekuasaan yang dimaksud pemerintahan adalah kekuasaan eksekutif. Sebagai kepala pemerintahan Presiden dalam menjalankan sebuah kekuasaan pemerintahan yang amat luas, kiranya diperlu adanya seorang pembantu dalam menjalankan roda pemerintahan atau dalam penyelenggaraan negara yakni menteri. Pembentukan menteri sendiri sudah dituangkan dalam Pasal 17 UUD NRI Tahun 1945 yang menyatakan bahwa Presiden dibantu oleh menteri-menteri, menteri-menteri diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, setiap menteri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan, pembentukan, pengubahan dan pembubaran kementerian negara diatur dalam undang-undang. UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara mengenal istilah menteri koordinator. Yang mana pada Pasal 14 UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara menyatakan untuk kepentingan sinkronisasi dan koordinasi Presiden dapat membentuk menteri koordiantor.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika menteri koordinator dalam sistem ketatanegaraan Indonesia perspektif al wiza>rah. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum normatif, yaitu penelitian untuk meneliti hukum sebagai suatu asas, norma, peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, doktrin hukum, prinsip hukum, teori hukum dan kepustakaan lainnya untuk menjawab permasalahan atau problematika yang sedang terjadi. Bahan hukum primer adalah UUD NRI Tahun 1945, UU No. 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara. Sedangkan untuk bahan hukum sekunder adalah buku-buku hukum, hasil penelitian hkum, jurnal hukum, makalah hukum, artikel hukum dan pendapat ahli hukum.
Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa perbedaan nomenklatur dan komposisi menteri koordinator merupakan hak prerogatif seorang Presiden. Dimana Presiden sebagai kepala pemerintahan boleh menafsirkan suatu peraturan (droit function). Hak prerogatif berkaitan dengan kepemimpinan nasional yang merupakan suatu hal berkaitan dengan orientatif.
Kata Kunci: Kekuasaan Presiden, Presidensial, Menteri Koordinator, al wiza>rah
PESAN AKHLAK DALAM KOMIK (STUDI ETNOGRAFI VIRTUAL PADA AKUN @HEY.JONG)
Akhlak merupakan ajaran penting dalam agama Islam yang wajib dipatuhi. Tidak bersedianya masyarakat dalam menerapkan ajaran agama mengakibatkan terjadinya krisis akhlak yang terus mengalami peningkatan. Salah satu cara untuk memperbaiki keadaan sosial tersebut adalah dengan memperkenalkan ajaran Islam melalui kegiatan dakwah. Di era modern ini dakwah mudah untuk dilakukan melalui media sosial, salah satunya instagram. Akun @hey.jong merupakan salah satu akun instagram yang melakukan kegiatan berdakwah melalui postingan komik. Penyampaian materi melalui komik menjadi terobosan baru dalam kegiatan berdakwah. Dengan penyajian visualnya yang menarik dan sederhana membuat materi yang disampaikan mudah dipahami oleh pembaca. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kandungan pesan akhlak dalam komik yang disampaikan melalui komunikasi yang terjadi di akun instagram @hey.jong.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis analisis deskriptif, dengan teknik pengumpulan data yaitu wawancara virtual, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan ialah metode Analisis Media Siber milik Rulli Nasrullah yang meliputi level ruang media, level dokumen media, level objek media, dan level pengalaman, serta menggunakan teori Computer Mediated Communications (CMC).
Hasil penelitian dari 21 postingan komik pada akun instagram @hey.jong terdapat pesan akhlak yang meliputi akhlak kepada Allah, akhlak kepada diri sendiri, akhlak kepada sesama manusia dan akhlak kepada alam. Pembagiannya yaitu pesan akhlak kepada Allah berjumlah 5 komik, pesan akhlak kepada diri sendiri berjumlah 10 komik, pesan akhlak kepada sesama manusia berjumlah 5 komik, dan pesan akhlak kepada Allah berjumlah 1 komik. Dalam perspektif teori Computer Mediated Communications (CMC), akun @hey.jong merupakan salah satu komunitas yang kegiatan komunikasinya dilakukan dengan dimediasi oleh perangkat komputer. Bentuk interaksi pengikut di ruang siber dalam perspektif CMC yang dikemukakan oleh Marc Smith meliputi; pertama, followers mampu melakukan interaksi walaupun tanpa harus bertatap muka. Kedua, tidak ada jadwal terstruktur dari admin akun @hey.jong yang ditetapkan dalam proses mengunggah konten. Ketiga, semua interaksi yang terjadi pada akun @hey.jong hanya melibatkan teks serta emoticon. Keempat, yang terlibat dalam interaksi tersebut, tidak mengenal orang berdasarkan gender, usia, pekerjaan ataupun yang lainnya
NILAI-NILAI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM PODCAST PEMUDA TERSESAT
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan akhlak
yang terdapat dalam podcast Pemuda Tersesat.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan penelitian kualitatif. Penelitian ini memfokuskan pada nilai-nilai
pendidikan akhlak yang terdapat dalam podcast ‘’Pemuda Tersesat’’. Sumber data
yang diperoleh dalam penelitian ini yakni dengan menggali data dari sumber
utama yaitu podcast ‘’Pemuda Tersesat’’ serta buku-buku, dokumen-dokumen
seperti artikel, jurnal maupun sumber lain yang ada kaitannya dengan penelitian
ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan ialah wawancara, dokumentasi,
dan observasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam podcast “Pemuda
Tersesat” terdapat berbagai macam nilai-nilai pendidikan akhlak diantaranya,
akhlak terhadap keluarga, toleransi, tolong menolong, tidak mengambil harta yang
bukan haknya, menundukkan pandangan, menghargai orang lain dan adab
membangunkan sahur. Didalam nilai-nilai menghargai orang lain dan adab
membangunkan sahur yang ditunjukkan dalam dialog episode ‘’Cara Bangunin
Sahur Warga Rebel’’ dan ‘’Bolehkah Bangunin Sahur Pake Lagu Aldi Taher’’
yaitu menghargai dan tidak mengganggu orang lain. Seperti yang sudah
disebutkan oleh Habib Ja’far bahwasannya dalam membangunkan sahur ada
adabnya. Yakni dengan suara yang tidak terlalu berisik dan berusaha untuk tidak
mengganggu aktivitas orang lain. Bahkan pada zaman Nabi ada ketentuan
tersendiri mengenai membangunkan orang sahur. Yang pertama tidak
menggunakan kentongan ataupun alat pengeras suara melainkan menggunakan
adzan awal yang dikumandangkan oleh Bilal Bin Rabah sebagai penanda
mulainya sahur dan salat tahajud. Kemudian dilanjutkan adzan kedua oleh
Abdullah Bin Ummi Maktum sebagai penanda berakhirnya waktu sahur atau
imsak. Jarak antar kedua adzan tidak terlalu jauh. Selanjutnya ada nilai akhlak
yaitu toleransi antar umat beragama yang terdapat didalam episode berjudul
‘’Oppa Korea Bertemu Hyung Ja’far‘‘. Dalam wawancaranya bersama Habib
Ja’far dan Tretan Muslim di podcast Pemuda Tersesat, Oppa menceritakan suka
duka menjadi seorang mualaf di Korea maupun di Indonesia. Oppa juga
merasakan perbedaan budaya antara Indonesia dan Korea terutama disaat bulan
ramadhan. Nilai pendidikan akhlak yang lainnya adalah menundukkan pandangan
yang terdapat didalam episode yang berjudul ‘’Dustin, The Real Tersesat!’’,
‘’Dustin Kangen Kolam Renang’’, dan ‘’Menutup Mata Separo Pas Liat Cewek Seksi, Apa Dosa dan Pahalanya Draw?’’. Nilai pendidikan akhlak dalam cuplikan
dialog tersebut adalah perintah untuk menundukkan pandangan. Ini adalah salah
satu akhlak yang diajarkan oleh Nabi agar terhindar dari fitnah maupun zina.
Dalam islam, laki-laki maupun perempuan menjadi salah satu sumber terbesar
fitnah dunia. Oleh karena itu, keduanya harus saling menjaga kehormatan antar
satu sama lain. Dalam episode ‘‘Apakah Donor Darah dari Habib akan Bikin Coki
Jadi...‘’ Tretan Muslim mulai bertanya kepada Habib Ja’far perihal donor darah
yang dilakukan oleh non islam yang nantinya darah tersebut akan ditransfusikan
untuk orang muslim mengandung nilai pendidikan akhlak yaitu tolong menolong.
Nilai pendidikan akhlak yang lainnya ialah tidak mencuri yang terdapat didalam
episode ‘‘Mencuri Harta Anak Yatim untuk Diberi ke Anak Yatim Lain yang
Lebih Yatim‘‘, Coki Pardede mulai membacakan pertanyaan dari salah satu
pemuda tersesat mengenai hukum menjadi Robin Hood versi syariah kepada
Habib Ja’far. Episode yang berjudul ‘’Hukum Menonton Voli Pantai Tersesat’’,
Tretan Muslim membacakan berita yang berisikan seorang ibu-ibu melaporkan
tayangan olimpiade voli yang ditayangkan di televisi nasional kepada KPI karena
dirasa melanggar norma-norma keislaman dan meminta tayangan tersebut
diberhentikan. Dalam episode tersebut mengandung nilai-nilai akhlak kepada
keluarga sesuai dengan Q.S Ali-Imran. Dan nilai pendidikan akhlak yang terakhir
yaitu berperilaku disiplin yang terdapat dalam episode ‘’Hukum Tak Jum’atan
Karena Kunci Kosan Hilang‘‘, Tretan muslim mulai membacakan pertanyaan dari
pemuda tersesat yang isinya mengenai hukum tak jum’atan karena kunci kosan
hilang.
Kata kunci: pendidikan, akhlak, podcast “Pemuda Tersesat
نماذج حفظ نظم ألفية ابن مالك لطلاب الفصل الثاني العالي بالمدرسة الهداية الدينية السلفية كارانج سوتشي بورووكرتو
نماذج الحفظ هو سلسلة من أنشطة الحفظ التي يقوم بها الطلاب في عملية التعلم، باستخدام إطار مفاهيمي يصف الإجراء، بحيث يمكن تحقيق الغرض من الحفظ بشكل صحيح. يتم تكليف الطلاب بمهمة حفظ القراءات والقواعد خلال فترة زمنية معينة، ثم يتم إيداع حفظ هذا الطالب للمعلم بشكل دوري أو عرضي بناء على تعليمات المعلم. المدرسة التي هناك تستخدم نماذج الحفظ يعني مدرسة الهداية الدينية السلفية في الفصل الثاني العالي. أما أغراض البحث في هذا البحث هو تعريف كيفية نماذج حفظ نظم ألفية ابن مالك لطلاب الفصل الثاني العالي بالمدرسة الهداية الدينية السلفية كارانج سوتشي بوورووكرتو.
نوع البحث الذي استخدام به الباحثة هو البحث الميدان، أي البحث الذي يهدف إلى الكشف عن الأعراض بشكل كامل ووفقا للسياق أو ما هو عليه من خلال جمع البيانات من بيئة طبيعية كمصدر مباشر مع أدوات البحث الرئيسية نفسها. أساليب جمع البيانات التي تستخدمها الباحثة هي الملاحظة، المقابلة، التوثيقة.
نتائج البحث الذي تم إجراؤه هو نماذج المستخدمة في الفصل الثاني العالي بالمدرسة الهداية الدينية السلفية كارانج سوتشي بوورووكرتو هناك 4 نماذج: نماذج قراءة المتكررة، نماذج حفظ بفهم الترجمة، نماذج لالاران اليومي، و نماذج لالاران الأسبوعي
AN ANALYSIS OF COMMUNICATIVE COMPETENCE ON "WHEN ENGLISH RINGS A BELL" TEXTBOOK FOR GRADE 8TH JUNIOR HIGH SCHOOL
This research focuses on the analysis of questions and related content with components in communicative competence in the most widely used teaching materials, namely English textbooks. The purpose of this research is to find out and explained the types of English tasks that have been designed to develop communicative competence in a compulsory English textbook and to find out the type of competence that dominates each question and the existing content. This research used the textbook Analysis method with quantitative descriptive. To collect data, this study used primary data, namely the textbook "When English Rings A Bell" for junior high school students in 8th grade. This textbook is regulated by the Ministry of Indonesian Education and Culture. The data collection technique used in this research is documentation with a checklist table instrument. This study uses data analysis techniques from Krippendorff, namely using a content analysis research scheme consisting of 6 stages, namely: Unitizing, Sampling, Recording/coding, Reducing, Inferring, and Narrating. The results of this study indicate that textbooks consist of 124 tasks and communicative competencies, all of which are found, namely Socio-cultural, Discourse, Linguistic, Formulaic, Interactional, and Strategic competence. In addition, the most dominant communicative competence in textbook content is strategic competence, which is 100.00%