Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    PENERAPAN PENDEKATAN INKUIRI DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK KELAS TINGGI DI MI MUHAMMADIYAH BEJI KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Pembelajaran tematik dalam penerapanya masih mengalami banyak masalah yaitu siswa cenderung pasif dalam bertanya serta menjawab pertanyaan. Hal ini disebabkan oleh guru yang masih kurang dalam mengoptimalkan sebuah pendekatan. Pendekatan yang digunakan masih berpusat kepada guru. Sebagai upaya meningkatkan keaktifan siswa guru telah menerapkan pendekatan inkuiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan atau menggambarkan penerapan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran tematik kelas tinggi di MI Muhammadiyah Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.Jenis penelitian yang digunakan yaitu penelitian lapangan serta menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adaupun teknik analisis data menggunakan analisis model interaktif Miles and Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penerapan pendekatan inkuiri dalam pembelajaran tematik kelas tinggi di MI Muhammadiyah Beji Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas terdiri dari tiga tahap yaitu tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam tahap perencanaan guru telah menyusun RPP dan media pembelajaran. Kemudian di tahap pelaksanaan pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan. Kegiatan pertama adalah kegiatan awal/pendahuluan, guru menarik perhatian siswa dengan tepuk semangat, bernyayi, membuat peraturan, melakukan orientasi dengan menjelaskan topik, tujuan pembelajaran, hasil pembelajaran yang diharapkan, pokok-pokok kegiatan, pentingnya topik dan kegiatan belajar. Kegiatan kedua adalah kegiatan inti, guru melanjutkan orientasi dengan meminta siswa mengamati media pembelajaran berupa benda kongkrit, gambar, dan video yang bersumber dari YouTube. merumuskan masalah dengan guru memberikan pertanyaan, merumuskan hipotesis dengan mendorong siswa menjawab pertanyaan secara sementara dan melontarkan sebuah pertanyaan terkait dengan materinya, mengumpulkan data dengan meminta siswa berdiskusi mencari jawaban yang telah guru tanyakan, menguji hipotesis dengan meminta siswa perwakilan kelompok untuk membacakan hasil diskusinya, dan merumuskan kesimpulan dengan guru meluruskan jawaban siswa. Kegiatan ketiga adalah penutup, guru melakukan refleksi dengan cara memberikan umpan balik pada proses kegiatan pembelajaran, menarik kesimpulan, pemberian tugas, serta memberikan motivasi kepada siswa. Kata Kunci: Penerapan, Pendekatan Inkuiri, Pembelajaran Temati

    KEDUDUKAN HAKAM DALAM PENYELESAIAN PERKARA SYIQAQ SEBAGAI ALASAN PERCERAIAN PERSPEKTIF EMPAT MADZHAB DAN RELEVANSINYA DALAM KONTEKS KEINDONESIAAN

    No full text
    Kedudukan hakam dalam penyelesaian perkara syiqaq memang mempunyai letak dasar dalam perbedaan penafsiran, lantas bagaimana pendapat empat madzhab dalam memahami nash Al-Qur’an yang menimbulkan penafsiran-penafsiran berbeda mengenai kedudukan hakam. Adapun penelitian ini disusun guna menganalisis pendapat empat madzhab dalam kedudukan hakam dan metode istinbath dari penyelesaian perkara syiqaq. Penelitian yang penulis lakukan termasuk jenis penelitian pustaka (library research) yaitu suatu penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan sumber data primer dan sekunder. Data primernya diperoleh dari Kitab Al-Muwata sebagai rujukan dari pendapat madzhab Maliki, Kitab Al- Umm sebagai rujukan dari pendapat madzhab Syafi’i, dan Kitab Al-Mughni karya Ibnu Qudomah sebagai rujukan dari pendapat madzhab Hambali dan madzhab Hanafi, dan sedangkan data sekunder diperoleh dari buku dan artikel yang berhubungan dengan kedudukan hakam dalam penyelesaian perkara syiqaq. Metode analisis data yang digunakan pada skripsi ini adalah metode analisis komparatif, yaitu membandingkan perbedaan dan persamaan mengenai kedudukan hakam dalam penyelesaian perkara syiqaq sebagai alasan perceraian perspektif empat madzhab dan relevansinya dalam konteks keindonesiaan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikemukakan dalam penyelesaian sengketa tersebut, Madzhab Hanafi, Syafi’i dan Hambali menjelaskan bahwa hakam itu berarti wakil atau sama halnya dengan wakil, dengan demikian hakam tidak boleh menjatuhkan talak kepada pihak istri sebelum mendapat persetujuan dari pihak suami, begitu pula hakam dari pihak istri tidak boleh mengadakan khulu’ sebelum mendapat persetujuan dari pihak suami. Sedangkan menurut madzhab Maliki hakam itu berarti hakim. Sebagai hakim, hakam boleh memberikan keputusan untuk menceraikan suami istri atau juga berusaha mendamaikan tanpa harus meminta persetujuan terlebih dahulu kepada suami-istri. Sedangkan kaitannya dengan konteks keindonesiaan, Undang-undang No. 7 Tahun 1989 yang diubah dengan Undang-undang No. 3 Tahun 2006 tentang Peradilan Agama, mengadopsi pendapat jumhur ulama dimana didalamnya disebutkan tentang tata cara proses penyelesaian perkara syiqaq dengan melalui pemeriksaan saksi-saksi keluarga atau orang-orang terdekat suami istri dan kemudian dapat mengangkat hakam dengan menggunakan cara mediasi terlebih dahulu. Selain lebih relevan pendapat madzhab Hanafi, Syafi’i, Hambali tersebut juga sesuai dengan perintah yang terkandung pada Surat An-Nisa’ Ayat 35. Kata kunci : syiqaq, hakam, empat madzhab dan Relevansi Keindonesiaan

    PERAN HAKIM TERHADAP EFEKTIVITAS PERSIDANGAN SECARA ELEKTRONIK PADA PENYELESAIAN PERKARA PIDANA DI PENGADILAN NEGERI BANYUMAS

    No full text
    PERMA No 4 Tahun 2020 Tentang Administrasi dan Persidangan Perkara Pidana Di Pengadilan Secara Elektronik (PERMA E-Litigasi Pidana) mengamanatkan kepada seluruh instansi dibawah naungan Mahkamah Agung, untuk menerapkan dan melaksanakan kebijakan tersebut. Penerapan yang seharusnya dilakukan secara cepat, menimbulkan berbagai kendala seperti keterbatasan sarana prasarana yang dapat menghambat peninjauan kasus yang tepat dan penggalian fakta hukum di persidangan serta keaktifan hakim dalam memeriksa melalui prosedur lisan berkurang. Dalam hal ini, hakim dituntut untuk cepat beradaptasi dengan sistem yang ada. Dalam penelitian ini, menganalis efektivitas penerapan E-Litigasi Pidana dan peran hakim dalam menunjang penerapan E-Litigasi Pidana di Pengadilan Negeri Banyumas demi terwujudnya modernisasi Peradilan Indonesia. Penulisan yang penulis lakukan termasuk penelitian lapangan (field research) yaitu suatu penelitian dengan cara menggali data yang bersumber dari lokasi atau penelitian lapangan. Pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah yuridis empiris, yakni mengidentifikasi peraturan yang berlaku dan melakukan penelitian terhadap efektivitas hukum yang sedang diterapkan. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan dan wawancara. Sumber data primer dapat dari wawancara dengan hakim dan panitera di Pengadilan Negeri Banyumas. Penelitian ini menunjukan bahwa penerapan E-Litigasi Pidana pada Pengadilan Negeri Banyumas bisa dikatakan efektif karena sudah memenuhi indikator-indikator efektivitas hukum, yaitu penerapan E-Litigasi Pidana sudah sesuai dengan PERMA E-Litigasi Pidana, serta hakim, panitera, jaksa dan advokat yang melaksanakan peran dan tanggungjawab atas kedudukan yang dimilikinya, sarana dan prasarana yang memadai seperti ruang sidang telah dilengkapi layar monitor, kamera dan audio visual, tingkat kesadaran masyarakat terhadap hukum yang diterapkan serta budaya hukum berbasis elektronik sudah berjalan dengan baik. Peran hakim dalam menunjang penerapan E-Litigasi Pidana di Pengadilan Negeri Banyumas demi terwujudnya modernisasi Peradilan Indonesia yaitu hakim dapat menjalankan tugasnya dengan baik dalam memimpin jalannya persidangan serta menemukan keadilan berdasarkan hati nurani atau keyakinan hakim sebagai penemu hukum disesuaikan dengan masyarakat terutama nilai-nilai Pancasila dan keadilan masyarakat

    Penerapan Strategi Jigsaw dalam Pembelajaran Aqidah Akhlak di Kelas IV MI Ma'arif NU Tarisi Tahun Pelajaran 2022/2023

    No full text
    ABSTRAK Dalam proses belajar mengajar, pendidik menempati posisi penting serta sebagai penentu berhasil atau tidaknya suatu proses pembelajaran. Dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di sekolah khususnya pada materi Aqidah Akhlak diperlukan strategi yang tepat. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tesebut, dibutuhkan strategi yang efektif dan sesuai dengan materi yang akan disampaikan salah satunya yaitu strategi jigsaw. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menggambarkan secara mendalam Penerapan Strategi Jigsaw di Kelas IV MI Ma’arif NU Tarisi Tahun Pelajaran 2022/2023 dalam pembelajaran Aqidah Akhlak. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan, dimana peneliti terjun langsung ke lokasi yang akan diteliti untuk memperoleh data dan informasi terkait penerapan strategi jigsaw pada pembelajaran Aqidah Akhlak. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menggambarkan sutau proses yang terjadi di lapangan. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pelaksanaan pembelajaran strategi jigsaw dilakukan pada tahap pelaksanaan pembelajaran yang dimulai dari pembentukan kelompok asal, pembagian materi dan soal penugasan, pembentukan kelompok ahli dilanjutkan dengan diskusi, kembali ke kelompok asal dan mempresentasikan hasil diskusinya di kelompok ahli Kata kunci: Strategi Jigsaw, Pembelajaran Akidah Akhlak

    PEMENUHAN HAK LINGKUNGAN KELUARGA DAN PENGASUHAN ALTERNATIF PERSPEKTIF MAQASHID SYARIAH

    No full text
    Jurusan Hukum Pidana dan Politik Islam, Program Studi Hukum Tata Negara Universitas Islam Negeri Prof Saifuddin Zuhri Anak bagi negara adalah potensi bangsa untuk pembangunan nasional. Untuk itu dibentuklah Perda tentang Kabupaten Layak Anak (KLA) sebagai bentuk kepedulian perkembangan dan pertumbuhan Kabupaten Purbalingga yang mengarah pada daerah industri. Untuk memenuhi kebutuhan perekonomian keluarga anak membutuhkan pengasuhan alternatif agar tercegahnya terlantar. Untuk itu peneliti ingin mengetahui bagaimana pemenuhan hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif pada anak menurut Perda Kabupaten Purbalingga Nomor 27 Tahun 2018 tentang Kabupaten Layak Anak dan bagaimana pandangan maqashid syariah. Penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan (field research). Adapun pendekatan penelitian yang peneliti gunakan adalah yuridis sosiologis, yakni untuk mengetahui proses bekerjanya hukum dari gejala-gejala sosial dalam masyarakat kemudian gejala sosial tersebut dianalisis dengan sudut pandang maqashid syariah. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah metode wawancara, observasi, dokumentasi dan internet. Hasil penelitian menunjukan bahwa, dalam pemenuhan hak lingkungan keluarga dan pengasuhan alternatif pada anak menurut Perda Kabupaten Purbalingga tentang Kabupaten Layak Anak sudah terlaksana dengan cukup baik. Dan pemenuhan hak tersebut memiliki keterkaitan dalam maqashid syariah pada kebutuhan primer (adharuriyyat al-khamsah) yaitu memelihara jiwa (hifz nafs) dan memelihara akal (hifz aql)

    SISA SALDO PADA ARISAN KURBAN MENGGUNAKAN PADI YANG TIDAK DIKEMBALIKAN PERSPEKTIF FIKIH MUAMALAH (STUDI KASUS KELOMPOK ARISAN KURBAN MUSALA AL-MAHFUD DESA MANGUNJAYA KECAMATAN MANGUNJAYA KABUPATEN PANGANDARAN

    No full text
    Kurban merupakan kegiatan yang dianjurkan untuk setiap orang muslim baik yang mampu ataupun kurang mampu. Dalam rangka mewujudkan kurban cara yang dapat ditempuh salah satunya dengan melakukan arisan kurban. Kurban merupakan suatu amal yang baik maka cara memperolehnya juga harus dengan perbuatan yang baik pula. Kegiatan arisan kurban bukanlah sesuatu yang baru, salah satunya yang dilakukan kelompok arisan kurban musala al-Mahfud dengan menjadikan padi sebagai iuran untuk membeli hewan kurban. Dalam praktiknya setelah selesai berkurban terdapat sisa saldo arisan yang tidak dikembalikan kepada peserta arisan. Maka dalam penelitian ini akan membahas bagaimana hukum arisan serta sisa saldo yang tidak dikembalikan perspektif fikih muamalah. Penelitian yang penulis lakukan merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan normatif empiris. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan wawancara. Adapun data primer diperoleh dengan observasi wawancara dan dokumentasi yang berhubungan dengan informasi praktik arisan kurban. Sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, artikel yang berhubungan dengan fikih muamalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa arisan kurban yang dilakukan kelompok arisan kurban musala al-Mahfud memberikan manfaat kepada anggota dan masyarakat sekitar. Adapun praktik arisan tersebut adalah untuk menghadirkan hewan kurban berupa sapi. dengan iuran pembayaran berupa padi sebanyak 100kg dengan dua kali penarikan setelah panen. Arisan ini sudah sesuai dengan ketentuan fikih muamalah karena dilakukan atas dasar kesepakatan dan persetujuan bersama antara panitia dan anggota arisan. Adapun penjualan padi arisan memang belum sesuai karena adanya penimbunan untuk dijual pada saat harga padi mahal. Bagi panitia yang bertugas menarik iuran kemudian diberi upah hal tersebut bukanlah tambahan pembayaran hutang melainkan hanya upah yang diberikan anggota karena sudah bekerja menarik iuran arisan. Kemudian sisa saldo arisan adalah suatu keuntungan dari sisa pelaksanaan kurban yang kemudian diberikan ke musala al-Mahfud merupakan suatu infak yang diperbolehkan atas dasar kesepakatan bersama anggota arisan sehingga hal tersebut tidak bertentangan dengan fikih muamalah. Kata Kunci: Kurban, Arisan Kurban Menggunakan Padi, Sisa Saldo Arisan, Fikih Muamala

    PEMANFAATAN ASET WAKAF SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN PERSPEKTIF MAQASID SYARIAH (STUDI KASUS DI MADRASAH AL-ITIHAD 2 PASIR LOR)

    No full text
    Wakaf adalah sejenis pemberian yang pelaksanaanya dilakukan dengan jalan menahan kepemilikan asal dengan menahan barang yang diwakafkan agar tidak diwariskan, dijual, disewakan, dan sejenisnya lalu menjadikan manfaatnya berlaku umum. Wakaf ditujukan untuk melembagakan manfaat benda wakaf untuk selama-lamanya guna kepentingan umat Islam itu sangat relevan dengan maqāsid syarīah dalam nilai ḥifẓ dīn, ḥifẓ áql, ḥifẓ mâl. Salah satu praktek wakaf dilaksanakan di Madrasah Al-Ittihad 2 Pasir Lor. Dalam pelaksanaan pemanfaatan aset wakafnya masih sebatas untuk tempat pendidikan dan tempat kegiatan keagamaan saja. Hal ini dinilai belum mampu dikatakam maksimal untuk kesejahterkan umat. Oleh karena itu penelitian ini akan meneliti lebih lanjut mengenai bagaimana pemanfaatan aset wakaf sebagai lembaga pendidikan di Madrasah Al-Ittihad 2 Pasir Lor, dan bagaimana pemanfaatan aset wakaf sebagai lembaga pendidikan perspektif maqāsid syarīah. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian lapangan (field research). pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan empiris-normatif. Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data yaitu menggunakan purposive sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian metode analisis data dilakukan dengan redaksi data, penyajian data, dan kesimpulan atau verifikasi data. Dari hasil analisis yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan aset wakaf sebagai Madrasah digunakan sebagai tempat pembelajaran dan tempat kegiatan keagamaan saja. Jika dilihat dari maqāsid syarīah, pemanfaatan aset wakaf di Madrasah al-Ittihad 2 Pasir Lor untuk membantu mewujudkan kesejahteraan umat masuk ke dalam konsep Darûriyyât dan dalam nilai ḥifẓ dīn, ḥifẓ áql, ḥifẓ mâl. Dan ditinjau dari Maqāsid Syarīah perspektif Jasser Auda, khususnya pada sifat keterbukaaan (oppenness), dan keterkaitan (interelated hierarchy), pemanfaatan aset wakaf di Madrasah al-Ittihad 2 Pasir Lor belum dapat dikatakan sebagai pemanfaatan yang maksimal, karena menurut Jasser Auda pemanfaatan aset wakaf yang maksimal harus lebih terbuka dan berkaitan agar kemaslahatannya bisa selalu terjaga, dengan cara perlu dilakukan pembaharuan, inovasi, dan kreasi agar maslahatnya terus mangalir

    PROBLEMATIKA PEKERJA PEREMPUAN DI HOME INDUSTRY BATIK TULIS SEKAR JAGAD GEMEKSEKTI KEBUMEN

    No full text
    Di era globalisasi saat ini, dimana sudah tidak ada lagi ruang dengan batas-batas tertentu banyak ditemukan perempuan yang bekerja di luar rumah mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pekerja perempuan ini tentu memiliki alasan mengapa akhirnya memutuskan untuk bekerja, alasan wanita bekerja di luar rumah diantaranya karena membantu perekonomian keluarga, sebagai bentuk me time, atau bisa juga untuk mencapai cita-cita serta menciptakan karya. Fokus penelitian ini adalah untuk mengetahui problem-problem apa saja yang dihadapi oleh pekerja perempuan di Home Industri Batik Tulis Sekar Jagad di Desa Gemeksekti Kecamatan Kebumen. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan model analisis yang dikemukakan oleh Miles and Huberman yang memiliki tiga tahapan analisis yakni reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan (conclusion drawing/verification). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasanya pekerja perempuan di Home Industri Batik Tulis Sekar Jagad Gemeksekti Kebumen memiliki sejumlah problem atau masalah problem tersebut yakni sistem jam kerja yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku yakni Undang-Undang Ketenagakerjaan No.13 Tahun 2003 pasal 77 ayat (1) dan (2). Sistem kerja yang digunakan merupakan budaya patron-clien atau abdi raja (majikan dengan pekerja/buruh) yang sudah berlaku dari jaman dahulu dan tidak diperbaharui. Sistem pengupahan yang tidak sesuai dengan UMR wilayah kabupaten/kota sehingga penghasilan yang didapat tidak mencukupi kebutuhan hidup keluarganya. Masih kurangnya kesadaran terhadap jaminan sosial tenaga kerja baik dari pemilik maupun pekerja sehingga jaminan diberikan hanya diberikan berupa upah yang naik setiap tahunnya. Kata kunci : Pekerja, Perempuan, Home Industr

    Religiusitas Umat Beragama Dalam Tradisi Penjamasan Jimat Di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas

    No full text
    Abstrak Tradisi Penjamasan Jimat atau Benda Pusaka merupakan sebuah tradisi turun-temurun yang dilakukan di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Berbagai benda pusaka peninggalan Amangkurat masih terjaga sampai saat ini. Pelaksanaan tradisi penjamsan jimat yaitu setiap tanggal 12-13 Rabiul Awal dalam hitungan Aboge. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana religiusitas umat beragama dalam dalam tradisi penjamasan dan sudut pandang umat beragama mengenai tradisi penjamasan jimat di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode pendekatan fenomenologi, Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer dan sekunder, sumber data primer berupa observasi dengan mendatangi lokasi penelitian dan mendapatkan informasi dari sumber pertama. Sumber data sekunder dalam penelitian ini berupa dokumentasi dengan para narasumber dan dokumentasi pelaksanaan penjamasan jimat. Hasil dari penelitian ini adalah religiusitas umat beragama dalam tradisi penjamasan jimat yaitu Religiusitas dalam tradisi penjamasan jimat yaitu ada (a) dimensi keyakinan, dimana seseorang itu mempercayai doktrin-doktrin dalam ajaran agamanya. Dalam tradisi penjamasan jimat orang-orang yang terkibat hanya percaya dengan Allah SWT, kalau untuk yang non-Islam mereka berkeyakinan kepada tuhannya masing-masing. (b) Dimensi Praktik Agama, dalam realita lapangan praktik agama tradisi penjamasan jimat itu berupa doa. (c) Dimensi Penghayatan Agama, yaitu ketika seseoang itu merasakan dekat dengan Tuhan YME., dalam tradisi penjamsan jimat penghayatan yang orang-orang rasakan yaitu mereka merasa damai dan lebih tenang ketika sedang menjamasi benda-benda pusaka. (d) Dimensi Pengetahuan Agama, dalam pelaksanaan tradisi penjamsan jimat orang-orang yang terlibat itu mengetahui bahwa ketika percaya kepada benda-benda itu dinamakan musrik. (e) Dimensi Pengamalan Agama, contohnya itu saling tolong menolong dan tanpa mengarapkan balasan. Dan juga sudut pandang umat beragama mengenai tradisi penjamasan jimat di Desa Kalisalak Kecamatan Kebasen Kabupaten Banyumas yaitu masyarakat tidak mempermasalahkan adanya tradisi penjamasan jimat karena itu hanya bentuk pelestarian kebudayaan dan tradisi. Penjamasan jimat peninggalan Raja Amangkurat I ini agar tetap lestari dan tidak hilang tergerus zaman. Mereka menilai tradisi penjamasan jimat tersebut untuk mendekatkan diri dengan Tuhan, berpasrah diri dan selalu berusaha untuk memperbaiki diri. Kata Kunci: Religiusitas, Tradisi Penjamasan Jimat, Umat Beragama, Desa Kalisala

    PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING PADA ANAK USIA DINI DI TK DARUL QUR'AN AL-KARIM PASCA PANDEMI COVID-19

    No full text
    Sejak akhir tahun 2019 dunia mulai digemparkan oleh adanya Virua baru yang dilansir berasal dari kota Wuhan, Cina yang dikenal dengan sebutan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19 hal ini juga berdampak besar bagi kegiatan masyarakat terutama dalam pendidikan. Membahas tentang pendidikan anak usia prasekolah merupakan yang paling penting dalam hal pembentukan prilaku seorang, anak usia dini yang berkisar 0-6 tahun ini merupakan tahap awal untuk membuat atau membentuk karakter seorang anak baik itu melalui pembiasaan maupun pengajaran. Usia ini merupakan pondasi awal untuk menyangga perkembangan individu selanjutnya. Dengan ini anak usia dini memerlukan pendampingan baik itu dari orangtua maupun oleh guru. Guru Bimbingan Konseling juga berperan dalamproses perkembangan anak selama di sekolah terutama ketika pasca pandemi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara mendalam (indepth interview), observasi dan studi dokumentasi. Aspek yang diteliti yaitu proses pendekatan bimbingan konseling yang dilakukan oleh guru di TK Darul Qur’an Al-Karim kepada peserta didik pasca pandemi. Dimana anak memiliki kesulitan untuk beradaptasi dan kepercayaan diri efek dari pandemi dimana anak terdoktrin untuk selalu dirumah dan menjaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 memeberikan dampak bagi peserta didik baik dalam bersosialisai dan juga dalam persiapan anak menghadapi masalah. Hal ini terjadi karena anak terdoktin bahwa pandemi berbahaya sehingga anak harus mejaga jarak dan lebih berhati-hati dalam melakukan segala hal. Dengan pendekatan Bimbingan Konseling yang di lakukan oleh guru secara perlahan dapat membantu peserta didik untuk meradaptasi dan memupuk rasa percaya diri dan keberanian peserta didik sehingga dapat mengikuti proses pembelajaran dengan nyaman. Kata Kunci: Anak Usia Dini, Pendekatan Bimbingan Konseling, Pandemi Covid-1

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇