Repository IAIN Purwokerto
Not a member yet
    10362 research outputs found

    DAKWAH SEBAGAI PENGGERAK EKONOMI MASYARAKAT (STUDI KASUS PENGAJIAN RUTIN MANAQIB SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI MWC NU KECAMATAN KETANGGUNGAN KEBUPATEN BREBES)

    No full text
    Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani atau yang biasa masyarakat Ketanggungan sebut Manaqib Kubro. Manaqib juga bisa dijadikan sebuah uswah dan pengetahuan ilmu. Melalui program kegiatan dakwah Manaqib Syekh Abdul Qodir al-Jailani yang dilaksanakan secara bergilir setiap satu bulan sekali di masing-masing Desa yang terdapat di Kecamatan Ketanggungan berdampak sangat positif. Dengan bermuhasabah mengenal kisah-kisah orang-orang shaleh masyarakat Ketanggungan makin kompak dan antusias untuk menyemarakan syiar Aswaja. Dengan kegiatan tersebut, MWC NU berhasil mengumpulkan ribuan jamaah dalam sekali melakukan kegiatan Manaqib. Selain itu, MWC NU berhasil menggerakkan ekonomi masyarakat. Terbukti, jamaah berhasil mengumpulkan infaq hingga puluhan juta dalam satu kali kegiatan. Dan menjadikan area penyelenggara UMKM nya tumbuh subur, dengan transaksi perputaran yang cepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mndeskripsikan dan menganalisa bagaimana strategi yang dilakukan Majelis Wakil Cabang NU Ketanggungan dan dampak perekonomian masyarakat Ketanggungan terutama masyarakat yang berdagang. Peneliti menggunakan penelitian kualitatif dengan kata-kata yang diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif yakni menggambarkan hasil penelitian secara naratif dan menggiunakan kata-kata yang mewakilkan seluruh isi hasil penelitian yang didapat dilapangan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa hal yang menyangkut meningkatnya perekonomian masyarakat dengan ribuan jamaah yang hadir dalam sekali pengajian, masyarakat tidak menyia-nyiakan peluang usaha yang ada. Dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki masyarakat berbondong-bondong untuk berdagang di sekitaran pengajian yang berlangsung. Pertama terbukanya peluang usaha bagi masyarakat sekitar, kedua bertambahnya penghasilan yang didapat oleh para pedagang dan yang ketiga adalah menjadikan bentuk promosi bagi pedagang yang baru saja merintis dagangannya

    PEMBENTUKAN KARAKTER RELIGIUS SISWA MELALUI PROGRAM FULL DAY SCHOOL DI MI NURUL HUDA CINYAWANG KECAMATAN PATIMUAN KABUPATEN CILACAP

    No full text
    Pembentukan karakter religius sangatlah penting bagi siswa, sekolah tidak hanya memberi materi pelajaran saja akan tetapi perlu mengajarkan ajaran-ajaran agama Islam untuk membentuk dan memperkuat karakter religiusnya. Pembentukan karakter religius merupakan suatu cara atau proses untuk membentuk diri seseorang supaya menjadi tanda atau ciri khas setiap individu agar memiliki sikap dan perilaku yang sesuai dengan aturan ajaran agama yang dianutnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Program Full Day School Di MI Nurul Huda Cinyawang?”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan lebih jauh tentang pembentukan karakter religius siswa melalui program full day school di MI Nurul Huda Cinyawang. Jenis penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan penelitian ini digolongkan juga ke dalam penelitian deskriptif kualitatif. Untuk keperluan pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sedangkan dalam menganalisis data penelitian menggunakan pola interaktif yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian “Pembentukan Karakter Religius Siswa Melalui Program Full Day School di MI Nurul Huda Cinyawang” bahwa pembentukan karakter religius yang diwujudkan melalui beberapa kegiatan, yaitu kegiatan pembiasaan pagi yang meliputi bersalaman dan mengucapkan salam setiap pagi dengan guru yang menyambut di depan gerbang sekolah, membaca doa sebelum belajar, melafalkan kalimat an-nahdliyah, murojaah hafalan juz 30, tadarus Al-Qur’an, dan kajian kitab kuning. Kemudian di waktu istirahat terdapat kegiatan shalat dhuha berjamaah diikuti oleh semua siswa dan seluruh dewan guru yang tidak berhalangan lalu setelahnya membaca asmaul husna bersama. Selanjutnya di siang hari dilaksanakan shalat dzuhur berjamaah yang diikuti oleh seluruh siswa dan dewan guru yang sedang tidak berhalangan. Selain pembiasaan harian, terdapat juga pembiasaan mingguan dan pembiasaan incidental. Dari keseluruhan kegiatan-kegiatan tersebut tentunya mengandung nilai-nilai pembentukan karakter, seperti nilai religius, nilai jujur, nilai disiplin, nilai tanggung jawab, nilai toleransi, cinta damai dan ketakwaan yang semakin meningkat. Kata Kunci: Pembentukan Karakter Religius, Program Full Day Schoo

    Manajemen Pembiayaan Pendidikan di KB Queenza Cilongok Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas

    No full text
    Abstrak : Manajemen pembiayaan pendidikan merupakan aktivitas mengatur pembiayaan di lembaga pendidikan adapun langkah-langkah yang digunakan adalah perencanaan pembiayaan pendidikan, pengorganisasian pembiayaan pendidikan, pelaksanaan pembiayaan pendidikan dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Dengan adanya manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah dapat membantu penggunaan dana sekolah supaya dapat digunakan secara efektif dan efisien. Penggunaan manajemen pembiayaan berhasil digunakan pada sekolah swasta salah satunya di KB Queenza Cilongok, dengan keterbatasan sumber pemasukan dana sekolah dan jumlah pemasukan dana yang tidak menentu, namun sekolah selalu berkecukupan dalam menggunakan dana sekolah. Tujuan adanya penelitian ini adalah untuk menjawab tentang langkah-langkah yang digunakan sekolah untuk memaksimalkan penggunaan dana sekolah yang dapat digunakan untuk keseluruhan kebutuhan sekolah. Manfaat dari penelitian ini sebagai pengetahuan dan ilmu, penerapan manajemen pembiayaan pendidikan di sekolah dapat dilaksanakan dan bermanfaat baik untuk lembaga pendidikan pada khususnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yang mana peneliti melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan data penelitian di sekolah. Adapun hasil penelitian yang telah dilaksanakan di sekolah, KB Queenza Cilongok menggunakan adalah perencanaan pembiayaan pendidikan, pengorganisasian pembiayaan pendidikan, pelaksanaan pembiayaan pendidikan dan pengawasan pembiayaan pendidikan. Pada kesimpulannya dengan empat langkah yang digunakan KB Queenza Cilongok pada manajemen pembiayaan pendidikan, sekolah dapat menggunakan sumber dana sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah dan dana dapat digunakan secara efektif dan efisien. Kata Kunci : Manajemen, pembiayaan pendidikan

    CRYPTOCURRENCY SEBAGAI KOMODITI DALAM PERDAGANGAN BERJANGKA DI INDONESIA PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

    No full text
    Belakangan ini, cryptocurrency menyisakan pro dan kontra terkait penggunaannya sebagai komoditi dalam perdagangan berjangka. Berdasarkan amanat Pasal 2 Peraturan Bappebti Nomor 3 Tahun 2019, komoditi yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka harus telah mendapat fatwa dari DSN-MUI. Akan tetapi hingga skripsi ini dikerjakan, DSN-MUI belum juga mengeluarkan fatwa secara resmi mengenai aset kripto sebagai komoditi yang diperdagangkan di bursa berjangka. Oleh karena persoalan tersebut menyangkut kepentingan khalayak luas sehingga memiliki signifikansi besar untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap cryptocurrency sebagai komoditi dalam Perdagangan Berjangka di Indonesia, serta peluangnya sebagai komoditas dalam Kontrak Derivatif Syariah (Komoditi Syariah) di Indonesia. Adapun jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka, dengan pendekatan hukum normatif. Teknik pengumpulan data menggunakan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif, yang terdiri atas tiga alur kegiatan yang berlangsung secara bersamaan sejak pengumpulan data, yakni reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pertama, Cryptocurrency sebagai komoditi dalam perdagangan berjangka di Indonesia sejatinya telah mencapai unsur-unsur syariah, yakni unsur maslahat dan manfaat bagi masyarakat. Namun, cryptocurrency sebagai komoditi, masih tidak dapat terhindar dari beberapa sifat yang dilarang dalam jual beli menurut hukum Islam, yakni (a) Soal underlying asset atau aset yang mendasari cryptocurrency; (b) Soal potensi garar; dan (c) soal regulasi. Kedua, Peluang cryptocurrency sebagai komoditas dalam Kontrak Derivatif Syariah di Indonesia, masih belum terpenuhi syarat objektif sebuah kontrak syariah, sedangkan syarat kesepakatan dan kecakapan sebagai syarat subjektif telah terpenuhi. Syarat objektif yang belum terpenuhi adalah pada syarat objek perjanjiannya, yang masih tidak dapat terhindar dari beberapa sifat yang dilarang dalam jual beli menurut hukum Islam. Cryptocurrency masih rentan terhadap potensi riba, maysîr/spekulatif. Walaupun begitu, peluang cryptocurrency sebagai komoditi dalam kontrak derivatif syariah masih cukup besar, selama dapat dipastikan terhindar dari unsur maysir/spekulasi, riba, garar, dan praktek illegal atau money laundry. Kata Kunci : Cryptocurrency, Komoditi, Perdagangan Berjangka, Kontrak Derivatif Syariah, Hukum Isla

    MANAJEMEN BLENDED LEARNING DI MASA NEW NORMAL DI MTs MA'ARIF NU 1 KEBASEN BANYUMAS

    No full text
    Pandemi covid-19 telah berangsur menurun, namun kondisi belum normal seperti sedia kala. Hal ini tentu saja berpengaruh terhadap pelaksanaan pembelajaran di Madrasah. Dalam Pembelajaran jarak jauh perlu dimanajemen dengan baik supaya dapat dikondisikan sesuai dengan sistem. Sesuai kebijakan Kementerian Agama Kabupetan Banyumas bahwa di masa new normal peserta didik hanya diperkenalkan masuk 50% dari jumlah seluruh peserta didik setiap kelasnya. Tujuan penelitian ini untuk mengeksplorasi dan meneliti kegiatan manajemen blended learning dalam masa new normal di Mts Ma’arif NU Kebasen Banyumas. Subjek penelitian ini adalah kepala sekolah, wakil-wakil kepala sekolah, guru, dan peserta didik di Mts Ma’arif NU 1 Kebasen Banyumas. Metode penelitian dengan menggunakan penelitian lapangan (fied research) dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah guru IPA dalam melaksanakan manajemen blended learning dari mulai perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Kemudian teknik analisis datanya melalui: (1) Pengumpulan data berupa instrumen, kegiatan manajemen, kurikulum, dan penilaian; (2) reduksi data berupa mengelola dan menghasilkan catatan dari teknik penelitian ini; (3) Penyajian data melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan; (4) Verifikasi atau penarikan kesimpulan. Berdasarkan data yang dikumpulkan di dapat kegiatan manajemen blended learning dalam masa new normal di Mts Ma’arif NU Kebasen Banyumas melalui: (1) Perencanaan (Planning) blended learning seperti, mengadakan rapat perencanaan pembelajaran di masa new normal, merencanakan platform e-learning yang akan dipakai pada pembelajaran, menyepakati kurikulum yang diterapkan, merencanakan jadwal pelaksanakan, merencanakan pembagian tugas pelaksanaan, merencanakan presentasi pelaksanaan sikronus dan a-sinkronus, merencakan sarana dan prasarana; (2) Pengorganisasian (Organizing) blended learning melalui Koordinasi antara Kepala Madrasah, Waka Kurikulum, Waka Sarana Prasarana, Waka Humas, Kepala Tata usaha, komite Madrasah dan pengawas Madrasah. (3) Pelaksanaan (Actuating) blended learning melalui; Perencanaan Proses Pembelajaran, Pelaksanaan Proses Pembelajaran, Penilaian Hasil Pembelajaran, Pengawasan Proses Pembelajaran; (4) Pengawasan (Controlling) blended learning. Empat pilar dalam sistem manajemen dalam blended learning di masa new normal. Dari sinilah, hasil dari manajemen sekolah dalam mengelola blended learning yang harus dimiliki dalam kompetensi pengajaran guru untuk mengembangkan peserta didik yang terampil, berilmu, dan berbudi pekerti. Kata Kunci: Manajemen, Blended Learning, Masa New Normal Dwi Riyani Darma Setianingsih NIM. 201765005 E-mail: [email protected] Postgraduate Islamic Education Management Study Program UIN Prof. Kiai Haji Saifuddin Zuhri ABSTRACT The COVID-19 pandemic has gradually decreased, but conditions are not as normal as they used to be. This of course affects the implementation of learning in Madrasas. In distance learning, it needs to be managed properly so that it can be conditioned according to the system. In accordance with the policy of the Ministry of Religion of Banyumas Regency that in the new normal period, students are only introduced to 50% of the total number of students in each class. The purpose of this study was to explore and examine blended learning management activities in the new normal at MTs Ma'arif NU Kebasen Banyumas. The subjects of this study were principals, vice principals,, teachers, and students at MTs Ma'arif NU 1 Kebasen Banyumas. The research method uses field research (field research) with observation data collection techniques, in-depth interviews, and documentation. Informants in this study were science teachers in implementing blended learning management from planning, implementation, and evaluation. Then the data analysis techniques are: (1) Collecting data in the form of instruments, management activities, curriculum, and assessments; (2) data reduction in the form of managing and producing notes from this research technique; (3) Presentation of data through planning, organizing, implementing, and monitoring; (4) Verification or drawing conclusions. Based on the data collected, it was found that blended learning management activities in the new normal period at MTs Ma'arif NU Kebasen Banyumas through: (1) Planning blended learning such as holding learning planning meetings in the new normal period, planning an e-learning platform that will be used in learning, agreeing on the curriculum to be applied, planning the implementation schedule, planning the division of implementation tasks, planning presentations on synchronous and a-synchronous implementation, planning facilities and infrastructure; (2) Organizing blended learning through coordination between the Head of Madrasah, Deputy Head of Curriculum, Deputy Head of Infrastructure, Deputy Head of Public Relations, Head of Administration, Madrasah committee and Madrasah supervisors. (3) Implementation (Actuating) blended learning through; Learning Process Planning, Implementation of Learning Processes, Assessment of Learning Outcomes, Supervision of Learning Processes; (4) Supervision (Controlling) blended learning. The four pillars of the management system in blended learning in the new normal. From here, the results of school management in managing blended learning that must be possessed in the teaching competence of teachers to develop students who are skilled, knowledgeable, and virtuous. Keywords: Management, Blended Learning, New Normal Perio

    PENGARUH KUALITAS PRODUK DAN PERSEPSI HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN SARANG BURUNG WALET (Studi Kasus Pengusaha Pengepul Sarang Burung Walet Bapak Agus Suryanta Desa Banjar Harjo, Kabupaten Kulon Progo)

    No full text
    Usaha sarang burung walet adalah salah satu jenis usaha di Indonesia yang sangat kompetitif. Usaha sarang burung walet tidaklah mudah dikarenakan perusahaan harus memiliki stratrgi bersaing yang tepat dalam usahanya dalam mencapai kompetisi pasar. Para pengusaha sarang burung wallet harus bisa bersaing secara harga dan kualitas. Kualitas sarang burung wallet dan persepsi harga dari konsumen sangat penting bagi para pengusaha supaya dapat menarik konsumen untuk melakukan pembelian di usahanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas dan persepsi harga terhadap keputusan pembelian. Penelitian ini menggunakan teknik analisa regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh variable independent X1 (Kualitas Produk) dan X2 (Harga Jual) terhadap variable dependent Y (Keputusan Pembelian). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh kualitas produk terhadap keputusan pembelian dengan besar pengaruhnya adalah sebesar 21,4%. Persepsi harga terhadap keputusan pembelian juga berpengaruh sebesar 11,6%. Secara simultan, kualitas produk dan persepsi harga berpengaruh terhadap keputusan pembelian hal ini ditunjukkan dengan nilai signigikansi uji F yaitu sebesar 0.001 < 0.05. Besar pengaruh kualitas dan persepsi harga secara simultan adalah sebesar 28,1%. Kata Kunci: Presepsi Harga, Kualitas Produk, Keputusan Pembelian, Sarang. THE EFFECT OF PRODUCT AND PRICE PERCEPTIONS ON THE PURCHASE DECISION OF SWALLOW’S NEST (Case Study Of Swallow’s Nest Collector Entrepreneuer, Agus Suryanta, Banjar Harjo, Kulon Progo) Yana Wijayanti NIM 1522201111 E-mail:[email protected] Study Program of Islamic Economics, Faculty of Islamic Economics and Business, Prof. Kh. Saifuddin Zuhri State Islamic University, Purwokerto ABSTRACT Swallow’s nest business is one of the most competitive types of business in Indonesia. Swallow’s nest business is not easy because companies must have the right competitive strategy in their efforts to achieve market competition. Wallet bird’s nest entrepreneurs must be able to competitive in price and quality. The quality of the fierce bird wallet and the perception of the price of the connamen are very important for enterpreneurs in order to attract consumers to carry out burders in their business. This study aims to determine the effect to quality and price perceptions on purchasing decisions. The study uses multiple linier regression analysis techniques to determine the effect of independent variable X1 (Product Quality) and X2 (Price Perceptions) on the dependent variable Y (Purchase Decision). The results of this study indicate that there is an influence of the product quality on purchasing decisions with a large effect of 21,4%. Price perceptions on purchasing decisions also have an effect of 11,6%. Simultaneously product quality and price perception affect purchasing decisions, this is indicated by the significancy value of the F test, which is 0,001 < 0,05. The effect of quality and price perception simultaneously is 28,1%. Keyword: Price Perception, Product Quality, Purchasing Decision, Nest

    NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL SANG PEMIMPI KARYA ANREA HIRATA DAN RELEVANSINYA DENGAN PENDIDIKAN DASAR

    No full text
    Pada zaman sekarang ini, telah banyak terjadi kasus yang menimbulkan munculnya citra yang kurang baik pada karakter penerus bangsa ini. Oleh karena itu salah satu solusi dari permasalahan ini adalah dengan menanamkan pendidikan karakter kepada anak-anak sejak dini. Pendidikan karakter dapat dilakukan melalui berbagai hal dan dimana saja, bisa di terapkan di lingkungan sekolah, lingkungan rumah dan juga lingkungan masyarakat. Untuk dapat memberikan pendidikan karakter pun bisa diperoleh dari berbagai sumber, salah satunya adalah novel. Selain digunakan sebagai bahan bacaan dan hiburan dikala waktu luang, novel juga dapat memberikan banyak nilai-nilai pendidikan yang dapat di ambil oleh para pembaca. Salah satunya adalah novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, mendeskripsikan dan menganalisis nilai-nilai pendidikan karakter yang ada dalam Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata. Penulis memilih Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata sebagai obyek penelitian karena novel ini mengandung cerita terkait perjuangan dan tekad seorang anak dalam meraih pendidikan yang setinggi-tingginya sehingga dapat digunakan sebagai teladan dalam memberikan gambaran nilai-nilai pendidikan karakter. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan atau library research. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari sumber data primer yang berupa Novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata dan sumber data sekunder berupa buku-buku, artikel, dan sumber lain yang berkaitan dengan penelitian ini. Setelah data terkumpul kemudian dilakukan analisis data. Dalam metode analisis data, penelitian ini menggunakan metode content analysis atau analisis isi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka ditemukan bahwa nilai-nilai karakter yang terdapat dalam novel Sang Pemimpi ada diantaranya: Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas. Yang mana nilai tersebut tentunya memiliki relevansi dengan pendidikan dasar. Berdasarkan hasil analisis terdapat 5 nilai pendidikan karakter yang masuk dalam program penguatan pendidikan karakter versi Kemendikbud

    Penerapan Metode Wafa Dalam Pembelajaran Tahsin Al-Quran di Era New Normal SD IT Harapan Bunda Purwokerto

    No full text
    Metode Wafa merupakan metode belajar al-Quran dengan menggunakan otak kanan sehingga menghadirkan pembelajaran al-Quran yang mudah, cepat dan menyenangkan. Sedangkan Wafa di ambil dari kata Al-Wafa (الوفاء) yang artinya setia. Harapannya agar semua bisa setia terhadap al-Quran. Dalam membaca al-Quran diperlukannya mempelajari tahsin. Pembelajaran Tahsin al-Quran adalah upaya menyempurnakan bacaan al-Quran sesuai dengan sifat dan makhorijul huruf beserta kaidah hukum tajwidnya dengan baik dan benar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Metode Wafa Dalam Pembelajaran Tahsin Al-Quran di Era New Normal. Era New Normal adalah era di mana sebuah perubahan atau kebiasaan baru dimulai setelah sebelumnya berada pada kebiasaan di masa/era Pandemi. Peneliti memilih SD IT Harapan Bunda Purwokerto sebagai tempat penelitian karena SD IT Harapan Bunda menggunakan metode Wafa, sebagai salah satu sekolah pertama yang menggunakan metode Wafa dan menjadi Wafa Quran Centre di Kabupaten Banyumas. SD IT Harapan Bunda Purwokerto merupakan sekolah swasta yang berada dibawah naungan LPIT (Lembaga Pendidikan Islam Terpadu) Harapan Bunda Purwokerto. Sekolah ini merupakan sekolah dasar yang memiliki visi “Mewujudkan Pendidikan Dasar Berbasis Quran dan Berorientasi Pada Iptek.” Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Adapun objek penelitian dalam skripsi ini adalah Penerapan Metode Wafa Dalam Pembelajaran Tahsin Al-Quran Di Era New Normal SD IT Harapan Bunda Purwokerto. Adapun metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi

    ANALISIS LITERASI DAN INKLUSI KEUANGAN DALAM MENINGKATKAN MINAT MENGGUNAKAN PRODUK BANK SYARIAH (STUDI KASUS PADA MASYARAKAT DESA KEJOBONG KABUPATEN PURBALINGGA)

    No full text
    Literasi keuangan merupakan pemahaman individu sehingga mempermudah dalam pengambilan keputusan terhadap keuangannya dengan baik hingga mencapai kesejahteraan. Inklusi keuangan yaitu pemenuhan akses pada berbagai lembaga, produk, dan layanan jasa keuangan. Pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat. Minat muncul karena pemahaman terhadap produk atau jasa yang ditawarkan. Dalam bank syariah di Indonesia terdapat produk penghimpunan dan produk pembiayaan. Dalam penelitian ini, masalah umum yang ditemukan adalah bagaimana literasi dan inklusi keuangan dalam meningkatkan minat masyarakat Desa Kejobong untuk menggunakan produk bank syariah. Berdasarkan tujuannya penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian dikumpulkan menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian data di analisis dengan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data pada penelitian ini menggunakan teknik membercheck dan triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa, tingkat literasi dan inklusi masyarakat Desa Kejobong masih rendah. Pemahaman dan pengetahuan masyarakat terhadap bank syariah beserta akad-akadnya masih kurang. Masih banyak masyarakat yang belum akses pada bank ataupun koperasi syariah. Belum ada upaya yang dilakukan oleh perangkat Desa Kejobong untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan. Untuk upaya yang dilakuakan oleh bank syariah dalam meningkatkan literasi dan inklusi keuangan cukup giat dengan mendatangi langsung calon nasabah. Kata Kunci : Literasi, Inklusi Keuangan, Minat, Meningkatakan, Produk Bank Syaria

    KEPEMIMPINAN POLITIK MUAWIYAH BIN ABU SUFYAN PADA DINASTI UMAYYAH DI DAMASKUS (661-680 M)

    No full text
    Sejak zaman Khulafaur-Rasyidin, Muawiyah bin Abu Sufyan telah memiliki peran yang cukup strategis. Setelah Rasulullah wafat, kekhalifahan diserahkan kepada Ali bin Abi Thalib, namun Muawiyah menolak memba‟at Ali. Sampai terjadilah perang Siffin yang berujung tahkim yang membuat banyak pihak kecewa, hingga Ali bin Abi Thalib mati dibunuh. Sehingga jabatan khalifah diberikan kepada putranya yaitu Hasan bin Ali. Karena Hasan bin Ali ingin memadamkan gejolak dan krisis politik, maka jabatan khalifah diserahkan kepada Muawiyah bin Abu Sufyan. Penelitian ini merupakan penelitian kajian pustaka (Library Research). Metode sejarah yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 4 tahapan yaitu, heuristik (pengumpulan data), verifikasi (kritik sumber), intreptretasi (penafsiran), dan historiografi. Teori yang digunakan adalah teori sejarah, serta menggunakan pendekatan sosio-politik. Hasil penelitian Muawiyah bin Abu Sufyan menjadikan Damaskus sebagai ibukota Umayyah, meletakkan dasar-dasar aturan dengan pembentukan protokoler yang mengawal dan menyeleksi tamu yang akan berurusan dengan khalifah, mengadakan dinas pos, membangun anjungan dalam masjid untuk menjaga keamanan diirnya dari serangan musuh ketika sembahyang. Muawiyah berhasil dalam membangun kekuatan armada laut Islam dan menjabat Amir al-Bahr pada masa pemerintahan khalifah Usman bin Affan. Sistem pemerintahan pada masa Muawiyah menjadi monarchiheridetis (kerjaan turun-temurun). Muawiyah bin Abu Sufyan menerapkan beberapa prinsip kebijakan politik dalam negeri demi memperkokoh sendi-sendi kemanan dan stabilitas negara. Prinsip pertama: memperlakukan sebaik-baiknya tokoh-tokoh besar, Kedua: menugasi banyak orang yang paling cerdas, kompeten, dan paling berpengalaman dalam mengurus masyarakat. Ketiga: mengawasi langsung sendiri segala urusan negara. Dalam kebijakan politik luar negeri, Muawiyah kembali melakukan penaklukan yang sebelumnya sempat terhenti pada masa Usman bin Affan. Muawiyah bekerja sama dengan Mesir dan Syam mempersiapkan angkatan armada yang besar untuk menaklukan Byzantium. Banyaknya faktor yang mendukung kekokohan Konstatinopel membuat pasukan armada laut Islam mundur yang berakhir mengadakan perundingan. Penaklukan ke Afrika Utara, Muawiyah mengandalkan Uqban bin Nafi‟. Uqbah membangun Qairuwan, kota yang menjadi pangkalan militer bagi kaum Muslimin. Pembangunan Qairuwan merupakan bukti bahwa penaklukan demi penaklukan terus dilakukan secara berkesinambungan. Kata kunci: Muwiyah bin Abu Sufyan, Kepemimpinan, Dinasti Umayya

    0

    full texts

    10,362

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Repository IAIN Purwokerto
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇