Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS MOBILISASI DINI PADA IBU POST PARTUM TERHADAP PERCEPATAN PROSES PENYEMBUHAN LUKA SECTIO CAESAREA FASE INFLAMASI DI RSUD SANGGAU TAHUN 2014
Latar belakang: Persalinan yang dilakukan dengan operasi sectio caesarea membutuhkan rawat inap yanglebih lama di rumah sakit. Hal ini tergantung dari cepat lambatnya penyembuhan luka akibat proses pembedahan. Mobilisasi yang dilakukan dengan segera tahap demi tahap akan membantu memperbaiki alirandarah sehingga akan mempercepat proses penyembuhan luka khususnya pada fase inflamasi. Oleh karena itu,mobilisasi dini merupakan langkah awal terhadap percepatan proses penyembuhan luka ibu dengan postsectio caesarea. Objektif: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektifitas mobilisasi dini pada ibu post partum terhadappercepatan proses penyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi. Metode: Jenis penelitian ini pre-eksperimen dengan desain the one shot case study. Jumlah sampel 28responden yang dilakukan dengan consevutive sampling. Analisa penelitian menggunakan uji alternatifFisher. Hasil: Dari analisa mobilisasi dini pada ibu post sectio caesarea terhadap percepatan penyembuhan luka faseinflamasi dengan menggunakan uji alternatif Fisher didapatkan hasil nilai p = 0,001 dimana nilai p < 0,05.Kesimpulan: Pada penelitian ini mobilisasi dini pada ibu post partum efektif terhadap percepatan prosespenyembuhan luka sectio caesarea fase inflamasi di RSUD Sanggau Tahun 2014.Kata Kunci: Mobilisasi dini, Sectio caesearea, Penyembuhan luka fase inflamasiReferensi : 32 (2003-2013
HUBUNGAN POLA ASUH IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK BALITA DI DESA TUNANG KECAMATAN MEMPAWAH HULU KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT
Latar belakang: Pertumbuhan dan perkembangan anak balita dipengaruhi oleh asupan zat gizi makanan yangdiperoleh. Maka dari itu diusia balita, anak membutuhkan perhatian lebih dari pengasuhan ibunya dalam memenuhikebutuhan nutrisi.Tujuan: Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pola asuh ibu dengan status gizi anak balita di DesaTunang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kalimantan Barat.Metode: Jenis penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional. Sampel pada penelitian ini adalahsebanyak 145 ibu yang mempunyai anak balita. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara random.Hasil: Penelitian menunjukkan sebagian besar anak balita memiliki status gizi normal yaitu 60,7%, gemuk 17,9% dankurus 21,4%. Pola asuh ibu yang tergolong dalam kategori baik yaitu sebanyak 51,7% dan kurang baik sebanyak48,3%. Analisis selanjutnya menggunakan chi-square, diperoleh nilai p=0,061 (p>0,05).Kesimpulan: Pada penelitain ini didapatkan hasil bahwa tidak ada hubungan antara pola asuh ibu dengan status gizianak balita di Desa Tunang Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Disarankan untuk ibuyang telah menerapkan pola asuh yang baik untuk tetap dipertahankan dan bagi ibu yang mempunyai anak balita yangberstatus gizi kurus untuk lebih memperhatikan asupan gizi yang diberikan. Selain itu penting bagi petugas kesehatanuntuk melakukan penyuluhan kesehatan kepada para ibu guna memperbaiki status gizi anak balita. Kata kunci: balita, status gizi, pola asu
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KUALITAS TIDUR PENDERITA INSOMNIA PADA LANJUT USIA (LANSIA) DI PANTI JOMPO GRAHA KASIH BAPA KABUPATEN KUBU RAYA
Latar belakang : Lansia mengalami penurunan kondisi dan fungsi tubuh salah satunya penurunan kualitas tidur yaitu insomnia. Terapi musik adalah salah satu bentuk penyembuhan dengan distraksi secara nonfarmakologi untukmengobati atau mengurangi gejala insomnia. Mendengarkan musik sampai saat ini menjadi metode relaksasi yangsering dilakukan untuk mengatasi kesulitan tidur karena musik merupakan cara yang mudah untuk mengalihkanperhatian, musik lebih sederhana, mudah dimengerti dan hampir semua orang menyukainya. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Terapi Musik Terhadap Kualitas Tidur PenderitaInsomnia Pada Lanjut Usia (Lansia) di Panti Jompo Graha Kasih Bapa Kabupaten Kubu Raya Tahun 2014Metodologi Penelitian : Merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain penelitian pre-eksperimentaldengan one-group pretest-posttest design tanpa adanya kelompok kontrol. Jumlah responden 16 orang. Analisis yangdilakukan menggunakan analisis univariat dan bivariat. Hasil : Analisis bivariat menggunakan paired t test menunjukkan bahwa ada pengaruh terapi musik terhadap kualitastidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi dengan nilai p= 0,000Kesimpulan : Ada pengaruh terapi musik terhadap kualitas tidur sebelum dan sesudah diberikan intervensi. Terapimusik dapat meningkatkan kualitas tidur pada lansia. Oleh karena itu disarankan untuk dilakukannya penelitian yangbersifat aplikasi aspek biokimia pada lansia yang mengalami gangguan tidur
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI TERJADINYA LUKA KAKI DIABETIK PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DI BALAI PENGOBATAN DAN SPESIALIS PERAWATAN LUKA, STOMA, DAN INKONTINENSIA “KITAMURA” PONTIANAK PADA TAHUN 2014
Diabetes mellitus (DM) is the seventh of the most leading causes of death in the world, where 15% ofthis case are at risk of diabetic foot ulcer. There are many factors affecting its occurence, but the mainfactors are still not well explored. This study aims to identify correlations between diet pattern,medication, smoking behaviour, physical activity, follow-up, foot care, psychological aspect, socialinteraction, spiritual aspect, and race/ethnicity toward diabetic foot ulcer occurence in type 2 DMpatients. This is a quantitative study with cross-sectional approach. Sample involved in this study is 88respondents, taken through accidental sampling method in “KITAMURA” Specialist Clinic of Wound,Stoma, and Incontinence Care, Pontianak. Univariate, bivariate with chi-square test, and multivariatewith logistic regression are used for data analysis. Bivariate analysis indicates that there are significantcorrelations between smoking behaviour (p = 0,008), follow-up (p = 0,011), and ethnicity (p = 0,000)towards diabetic foot ulcer occurence. Further, multivariate analysis shows factors affecting diabeticfoot ulcer are social interaction (p = 0,018; OR = 7,807), foot care (p = 0,028; OR = 5,566), smokingbehaviour (p = 0,007; OR = 0,110), psychological aspect (p = 0,008; OR = 0,110), Malays (p = 0,001;OR = 0,029), and Javanese ethnicities (p = 0,001; OR = 0,021). This study shows that social interactionand foot care are the main factors causing diabetic foot ulcer after affected by smoking behaviour andethnicity.Keywords : diabetic ulcer, diabetes, factorsReferences : 54 (1986 – 2014
HUBUNGAN TUGAS KELUARGA DENGAN KEJADIAN TB PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERUMNAS II PONTIANAK TAHUN 2014
Background: The magnitude of the incidence of TB each year in the city of Pontianak requires families to be moresensitive to the health problems that can be solved if the family can carry out their duties properly.Aims: This study aims to analyze the relationship between family duties with pulmonary TB incidence inPuskesmas Perumnas II Pontianak in 2014.Methods: This study used a cross-sectional study design descriptive analitic approach. The statistical test used isthe Chi-Square. The samples were families who have family members who have pulmonary TB disease. Samplingtechnique of this study is the total sampling with 65 respondent.Results: The task of the family in identifying health problems with good categories is 60%, to decide theappropriate action for the health of family members who suffer from pulmonary tuberculosis by good category is89.2%, caring for family members who suffer from pulmonary tuberculosis with good category is 60%, creatingand modify a healthy environment with good categories is 63.1%, and good categories of public health facilities is53.84%. Respondents who experienced a smear (+) is equal to 69.23% and smear (-) of 30.77%. Familydutiesgood category is 47,7% and not good categoriesis 52,3%. A total of 31 people with family duties good thereare 12 people suffered smear (+).Conclusion: There is no significant relationship between family duties with pulmonary TB incidence in PuskesmasPerumnas II Pontianak in 2014 (p = 0.158).Keywords: Tuberculosis, Family Duties* Nursing Student of Tanjungpura University** Nursing Lecturer of Tanjungpura Universit
EFEKTIFITAS TERAPI MUSIK TERHADAP PENURUNAN SKOR DEPRESI PADA LANSIA DI UPT PANTI SOSIAL TRESNA WERDHA MULIA DHARMA KABUPATEN KUBU RAYA
Latar Belakang. Depresi merupakan salah satu gangguan kejiwaan serius yang paling banyak ditemukan pada lansiakarena dapat berakibat pada munculnya insiden bunuh diri. Namun sangat disayangkan diagnosa depresi pada lansiasering tidak terdeteksi sehingga kurangnya penanganan khusus terhadap permasalahan ini. Tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat efektifitas terapi musik dalam menurunkan skor depresi pada lansia di UPT Panti Sosial TresnaWerdha Kubu Raya yang diukur dengan Geriatric Depression Scale (GDS). Metodologi. Penelitian ini menggunakandesain penelitian kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest d esign dengan teknik total samplingdimana dilakukan pemberian intervensi berupa terapi musik kepada seluruh sampel. Jumlah sampel pada penelitian iniberjumlah 21 orang yang terdiri dari 14 wanita dan 7 pria. Terapi musik diberikan sebanyak 5 sesi pertemuan denganmelakukan kegiatan yang telah terjadwal yang terdiri dari bern yanyi, mendengarkan musik, serta berjoget mengikutiirama lagu. Hasil. Terdapat penurunan skor depresi yang bermakna antara posttest dan pretest pada lansia yangmengalami depresi setelah dilakukan intervensi terapi musik. Skor GDS pada posttest menurun menjadi rata-rata 3dibanding skor pada pretest yang memiliki rata-rata 7. Hasil uji t berpasangan menunjukkan terjadi penurunan skordepresi pada responden setelah dilakukan terapi musik (p value = 0,000 < ? = 0,005). Kesimpulan. Terapi musikefektif untuk menurunkan skor depresi pada lansia dan dapat digunakan sebagai tindakan preventive dan promotiveuntuk depresi pada lansia. Kata kunci: Depresi, skor depresi lansia, terapi musik*Nursing Student at Faculty of Medicine of Tanjungpura University, Pontianak **1st Thesis Supervisor, Nursing lecturer in Faculty of Medicine of Tanjungpura University, Pontianak***2nd Thesis Supervisor, Head of Nursing Department in STIKES YARSI, Pontiana
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU WANITA USIA SUBUR DALAM DETEKSI DINI KANKER SERVIKS DENGAN METODE PEMERIKSAAN INSPEKSI VISUAL ASAM ASETAT (IVA) DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TANJUNG HULU PONTIANAK TIMUR TAHUN 2014
Background: Women’s mortality caused by cervical cancer in Indonesia is still high. Therefore, vacination andearly detection are crucial for cervical cancer preventions. One of cervical cancer early detection programs isthrough visual inspection with acetic acid (VIA). The preliminary study showed the result of VIA examination inTanjung Hulu Health Center’s work area is the lowest in Pontianak.Aim: The aim of this study is to analyze factors related to behaviour of childbearing-age women in early detectionof cervical cancer by visual inspection with acetic acid (VIA) in Tanjung Hulu Health Center’s work area eastPontianak in 2014Method: This is a cross-sectional study with sample of 107 respondents in Tanjung Hulu Health Center’s workarea. Data collection was taken through filling a set of questionnaire in April 2014. Analysis performed byunivariate, bivariate and multivariate.Results: Fisher analysis shows information exposure are signignificantly related to women’s behaviour to haveVIA examination (p = 0.013). Besides that health practitioner’s support also signignificantly related to women’sbehaviour to have VIA examination (p = 0.004). Although logistic regression analysis shows that informationexposure is the most dominant factor with OR = 0.152 (95%CI: 0,025 – 0,921) after controled by healthpractitioner’s support.Conclusion: Factor related to women’s behaviour to have VIA examination is health practitioner’s support andinformation exposure although the most dominant factor related to women’s behaviour to have VIA examination isinformation exposure. Keywords: Behaviour of childbearing-age women, VIA examination, Cervical cancer* Nursing Student of Tanjungpura University**Nursing Lecturer of Tanjungpura University
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK DI SMA SANTUN UNTAN PONTIANAK
Latar Belakang. Stres yang dialami remaja disebabkan oleh stresor yang mereka hadapi seperti tugas sekolah danpermasalahan dengan teman kencan. Banyak cara yang dilakukan oleh remaja untuk menghindari stres salah satunyadengan cara merokok. Remaja yang merokok hanya ingin mendapatkan kesenangan sesaat tanpa memikirkan dampak yang disebabkan oleh rokok.Tujuan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya korelasi tingkat stresdengan perilaku merokok pada remaja. Metodologi. Jenis penelitian ini kuantitatif analitik dengan desain penelitian cross-sectional. Jumlah sampel 49 remaja dengan menggunakan total sampling. Analisa data penelitian menggunakanuji Spearman.Hasil. Dari analisa korelasi tingkat stres dengan perilaku merokok didapatkan hasil nilai r= 0,407 dannilai p= 0,004 dimana nilai p< 0,05. Kesimpulan. Pada penelitian ini ada korelasi yang positif antara tingkat stres dengan perilaku merokok di SMA Santun Untan Pontianak, artinya semakin tinggi tingkat stres maka perilaku merokokjuga akan meningkat. Kata kunci: Stres, Perilaku Merokok, Pontiana
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN DENGAN SIKAP IBU PRIMIPARA MENGENAI KENYAMANAN DAN TEKNIK YANG BENAR SAAT MENYUSUI DI KLINIK BERSALIN MULIA KUBU RAYA
Kurangnya pengetahuan tentang teknik menyusui yang benar dapat menimbulkan banyak masalah antara lain seperti luka atau lecet pada puting susu. Selama 15 tahun terkhir pengkajian mengenai teknikmenyusui dan ASI eksklusif telah disimpulkan bahwa masih kurangnya pengetahuan dan sikap ibutentang kenyamanan dan teknik yang benar pada saat menyusui. Tujuan penelitian ini mengidentifikasipengetahuan, sikap, kenyamanan dan teknik yang benar saat menyusui serta adanya hubungan antarapengetahuan dengan sikap ibu primipara mengenai kenyamanan dan teknik yang benar saat menyusui.Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dengan rancangan penelitian cross sectional. Jumlahsampel sebanyak 23 responden, pengambilan sampel dengan teknik Accidental sampling. Penelitian inidilaksanakan di 3 klinik Kabupaten Kubu Raya yaitu Klinik Bersalin Mulia Kubu Raya, Klinik BersalinMariana Kubu raya dan Klinik Bersalin Sentosa Kubu Raya. Penelitian ini dilaksanakan mulai tanggal 21mei 2013 hingga 15 juni 2013. Hasil penelitian ini mengidentifikasi adanya hubungan antara pengetahuandengan sikap ibu primipara di Klinik – Klinik Bersalin Kabupaten Kubu Raya dengan p value = 0,044.Dalam penelitian ini didapatkan kurangnya tingkat pengetahuan ibu mengenai teknik menyusui yangbenar yang dapat mempengaruhi sikap ibu pada saat menyusui. Banyak yang dapat dilakukan untuk dapatmeningkatkan pengetahuan para ibu yaitu memberikan promosi kesehatan tentang ASI, manfaat ASI sertateknik yang nyaman dan benar saat menyusui. Kata Kunci : Ibu Primipara, Pengetahuan, Sikap, Teknik Menyusui yang Nyaman dan BenarSumber : 25 (2000-2013
HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK PEKERJAAN IBU DENGAN STATUS GIZI ANAK USIA 4-6 TAHUN DI TK SALOMO PONTIANAK
AbstractChildren aged 4-6 years old are the most vulnerable groups experiencing nutritional problems which are in a period ofgrowth and development and for the establishment of future physical, psychological, and their intelegance. Nutritionalproblems may be influenced by maternal factors such as maternal employment, maternal education, or maternalknowledge. This study aims to determine the relationship between the nutritional status of children aged 4-6 years withmaternal employment. This research is quantitative research using survey methods with a cross-sectional approach.Subjects in this study were 40 mothers and children aged 4-6 years in Salomo Kindergarden Pontianak taken withconcecutive sampling. Information about mothers characteristics was collected using a questionnaire and thenutritional status of children was collected by measuring their anthropometric measurements. The data was analyzedusing Chi Square Test with a 95% significance level. Most respondents were mothers that were 35 years old above(57.5%), employed (52.5%), having higher education (50%), and a good knowledge about nutrition (82.5%).Nutritional status of children mostly good/normal (80%). Chi square test results showed there was no correlationbetween mothers employment with the child's nutritional status (p = 0.805), there was no correlation of motherseducation with the children's nutritional status (p = 0.595), and the mothers knowledge was correlated with nutritionalstatus of children (p = 0.046). It can be concluded that mothers' knowledge on nutrition can affect the nutritional statusof children. The suggestion of this research was mothers can inmproved the nutritional needs of the children inaccordance with a nutrition balance guidelines because founded children with obesity in this study.Keywords: Nutritional Status, Children Aged 4-6 Years Old, Mother's Employmen