Jurnal ProNers
Not a member yet
328 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW(Nurse’s Caring Behavioral Relationship with Stroke Patient Satisfaction: Literature Review)Melta Oktasari1, Hafrizal Riza2, Suhaimi Fauzan31Mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, 0822853041652Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Tanjungpura3Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran [email protected] , [email protected] , [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Kepuasan pada pasien stroke dapat terpenuhi jika perilaku caring dilakukan dengan baik oleh perawat. Perilaku caring juga menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengidentifikasi kepuasan pasien stroke terhadap perilaku caring perawat. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan penelusuran melalui database Google Scholar, Research Gate, dan Proquest dengan rentang periode publikasi tahun 2011-2020. Hasil: Didapatkan tujuh jurnal yang dipakai dalam review. Perilaku caring perawat menunjukkan hubungan dengan tingkat kepuasan pasien stroke. Indikator perilaku caring yang dibutuhkan sebaiknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perawatan yang ada. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien stroke. Perilaku caring sangat penting bagi setiap orang, juga sangat dibutuhkan bagi perawat selaku pemberi asuhan keperawatan di rumah sakit. Kata Kunci: Caring perawat, kepuasan pasien stroke
GAMBARAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN SANTRI SELAMA BELAJAR MENGAJAR PADA MASA PANDEMI COVID-19 DI PONDOK PESANTREN TRI-BAKTI AL-MAS’UDIYAH KUBU RAYA
Corona Virus Diases (COVID-19) adalah virus yang menyerang system pernafasan. Karena Penyebaran COVID-19 yang begitu pesat menyebabkan COVID-19 di umumkan sebagai pandemi global dan menimbulkan kebijakan salah satunya sekolah ataupun pesantren. Bagi pesantren yang melakukan sekolah secara tatap muka di wajibkan untuk menerapkan protokol kesehatan yang ada untuk mencegah penyebaran COVID-19. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan protokol kesehatan santri selama belajar mengajar pada masa pandemi COVID-19 di Pondok pesantren Tri Bhakti Al-Masudiyah. Metode: Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah santri di Pondok Pesantren Tri-Bhakti Almasudiyah Kubu Raya yang menduduki sekolah Mts. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang di bagikan kepada responden dengan pengolaan data menggunakan program computer. Hasil penelitian: Hasil penelitian Menunjukkan karakteristik responden berjenis kelamin laki-laki (54,4%), perempuan (54,6%), umur 12-15 tahun (86,8%), diatas 15 tahun (13,2 %). Responden yang menduduki kelas 7 sebanyak 45,6%, kelas 8 sebanyak 25% dan kelas 9 sebanyak 29,4%. Jumlah penerapan potokol kesehatan santri menggunakan masker sebanyak 61%, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir sebanyak 74% dan menjaga jarak dengan minimal 2 meter sebanyak 62,5%. Kesimpulan: Penerapan protokol kesehatan santri selama belajar mengajar pada masa pandemi COVID-19 belum dilakukan secara maksimal
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW
HUBUNGAN PERILAKU CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN STROKE: LITERATURE REVIEW(Nurse’s Caring Behavioral Relationship with Stroke Patient Satisfaction: Literature Review)Melta Oktasari1, Hafrizal Riza2, Suhaimi Fauzan31Mahasiswa Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Tanjungpura, 0822853041652Dosen Program Studi Farmasi Fakultas Kedokteran Tanjungpura3Dosen Program Studi Keperawatan Fakultas Kedokteran [email protected] , [email protected] , [email protected] ABSTRAK Latar Belakang : Kepuasan pada pasien stroke dapat terpenuhi jika perilaku caring dilakukan dengan baik oleh perawat. Perilaku caring juga menjadi salah satu indikator kualitas pelayanan di rumah sakit. Tujuan: Untuk mengidentifikasi kepuasan pasien stroke terhadap perilaku caring perawat. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan metode literature review dengan melakukan penelusuran melalui database Google Scholar, Research Gate, dan Proquest dengan rentang periode publikasi tahun 2011-2020. Hasil: Didapatkan tujuh jurnal yang dipakai dalam review. Perilaku caring perawat menunjukkan hubungan dengan tingkat kepuasan pasien stroke. Indikator perilaku caring yang dibutuhkan sebaiknya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perawatan yang ada. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara perilaku caring perawat dengan tingkat kepuasan pasien stroke. Perilaku caring sangat penting bagi setiap orang, juga sangat dibutuhkan bagi perawat selaku pemberi asuhan keperawatan di rumah sakit. Kata Kunci: Caring perawat, kepuasan pasien strok
The Effect of Intradialytic Exercise on Stress in Hemodialysis Patients in Islamic Hospital Foundation (YARSI) Pontianak
Background: Patients diagnosed with chronic kidney failure (CKF) and are required to undergo hemodialysis will experience physical and psychological changes. These changes become the source of stress. Although many studies support the beneficial effect of exercise on stress in hemodialysis patients, its implementation as a part of medical treatment is lacking. Aim: To investigate the effect of intradialytic exercise on stress level in hemodialysis patients. Method: This quasi-experimental study used pre- and post-test, conducted on 32 subjects who were collected through purposive sampling technique. The stress level was measured with Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Paired-t, Wilcoxon and Mann-Whitney tests were used for the analysis. Result: After being given the intervention of intradialytic exercise showed a decrease in the score of stress as indicated by the wilcoxon test gave a value p = 0,021, while on the control group value p= 0,164 as indicated by the paired T test. The results showed no difference in post test the intervention group and control group obtained from the results of the Mann Whithney test with a value p= 0,731. Conclusion: The intradialytic exercise had a significant effect on stress level in hemodialysis patients
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LANSIA DENGAN HIPERTENSI TERHADAP KUNJUNGAN KE POSYANDU LANSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PAL TIGA PONTIANAK
Latar Belakang: Masalah kesehatan akibat dari proses penuaan sering terjadi pada sistem kardiovaskuler dan yang paling umum yaitu penyakit hipertensi dengan prevalensi yang meningkat seiring bertambahnya usia. Dalam mewujudkan kesejahteraan lansia, pemerintah memfasilitasi kelompok lanjut usia dengan program Posyandu Lansia. Dalam pelaksanaannya, Posyandu Lansia kurang begitu dimanfaatkan oleh lansia sementara didapatkan angka laporan hipertensi tertinggi terjadi di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga Pontianak. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan faktor-faktor sikap lansia, dukungan keluarga, pengetahuan, jarak akses, dan peran kader terhadap kunjungan lansia dengan hipertensi ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Pal Tiga. Metode: Penelitian kuantitatif menggunakan metode purposive sampling dengan pendekatan cross sectional. Sampel 51 orang dengan teknik pengambilan sampel non probability sampling. Data diperoleh dari kuesioner dan untuk frekuensi kehadiran di posyandu dilihat dari KMS (Kartu Menuju Sehat) responden. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji statistik chi-square untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil: Responden yang sering hadir berjumlah 17 orang (33.3%) dan yang tidak sering hadir 34 orang (66.7%). Hasil uji statistik menunjukkan faktor sikap lansia terhadap frekuensi kunjungan posyandu lansia memiliki nilai p value < 0.05. Kesimpulan: Kurangnya motivasi berdampak pada perilaku dan sikap yang diambil sehingga ini menjadi penyebab yang mempengaruhi faktor sikap lansia terhadap kegiatan posyandu lansia. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Posyandu LansiaReferensi: 42 (1998-2021
PENGARUH LATIHAN FISIK TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE II: LITERATURE REVIEW
Latar Belakang: Penderita diabetes melitus tipe II yang tidak bisa mengontrol kadar glukosa mampu menyebabkan infeksi yg parah serta jika tak mengatasi pada jangka panjang bisa mengakibatkan banyak sekali komplikasi. Agar bisa mengendalikan kadar glukosa darah penderita diabetes melitus bisa melakukan latihan fisik. Metode: Penelitian ini menggunakan metodologi literature review, dengan menggunakan metode pencarian artikel SPIDER. Database yang digunakan yaitu ScienceDirect, PubMed, Neliti, serta Portal Garuda. Ditemukan tujuh artikel penelitian yg diterbitkan mulai asal tahun 2016 – 2021. Hasil: Penderita diabetes melitus tipe II yang usia 20-69 tahun bisa melakukan latihan fisik memakai metode aerobik, jalan kaki, senam, serta yoga selama 20-60 menit serta dilakukan 3 hari dalam seminggu buat menurunkan kadar glukosa darah Kesimpulan: Latihan aerobik dengan intensitas fatMAX telah diidentifikasi sebagai latihan fisik yang paling efektif untuk menurunkan kadar glukosa darah pada individu dengan diabetes melitus tipe II, menghasilkan penurunan hingga 23 mg/dL. Selain itu, menggabungkan latihan yoga dengan metformin telah menunjukkan penurunan kadar glukosa darah yang signifikan, dengan penurunan hingga 68,97 mg/dL
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN SELF EFFICACY PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA : Literature Review
Latar Belakang : Efikasi Diri yang tinggi pada pasien dengan benigna prostat hiperplasia dapat meningkatkan efek pengobatan kearah yang lebih baik sedangkan efikasi diri yang rendah akan berakibat pada kegagalan pengobatan. Hal ini dapat terjadi karena adanya faktor pendukung yang dapat meningkatkan motivasi salah satunya adalah dukungan keluarga. Tujuan : Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan efikasi diri pasien benigna prostat hiperplasia. Metode : Penelitian ini menggunakan metode literature review, Adapun sumber yang didapat melalui pencaharian menggunakan databased akademik yaitu Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, dan ResearchGate.net. Hasil : Ditemukan ada 7 artikel yang terkait dengan dukungan keluarga pada self efficacy pasien BPH. Hasil yang didapat dari 7 artikel yang dibahas menyatakan bahwa dukungan keluarga yang baik berpengaruh bagi efikasi diri pasien penderita BPH, pasien yang mendapat dukungan keluarga cenderung memiliki efikasi diri yang baik. Kesimpulan : Dukungan keluarga yang baik berpengaruh pada self efficacy pasien penderita BPH kearah yang lebih baik
HUBUNGAN KARAKTERISTIK PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISA DENGAN KADAR HEMOGLOBIN DI RSUD DR. SOEDARSO
Latar belakang: prevalensi akibat penyakit ginjal kronik mengalami kenaikan seiring waktu. Salah satu metode yang kerap dijalankan oleh pasien gagal ginjal kronik adalah hemodialisis. Hemoglobin yaitu komponen penting dari pemeriksaan reguler pada pasien yang menjalani hemodialisis. Penurunan hemoglobin berpotensi menurunkan kualitas hidup, hingga berisiko kematian. Penting bagi perawat untuk memahami interaksi dalam internal dan eksternal pasien dengan perubahan hemoglobin. Analisis mengenai interaksi terhadap jenis kelamin, suku dan pekerjaan diharapkan mampu memberikan informasi tambahan mengenai faktor yang berpotensi akan perubahan hemoglobin. Metode: penelitian kuantitatif ini memiliki pendekatan cross-sectional dengan pengambilan data sebanyak 73 responden dengan cara quota sampling. Penelitian ini menggunakan lembar checklist, serta penggunaan kendall’s thou sebagai uji statistik. Hasil: nilai p value yang ditunjukkan berdasarkan uji statistik menunjukkan antara jenis kelamin (0,569), suku (0,391), dan pekerjaan (0,359) dengan kadar hemoglobin. Kesimpulan: tidak ada hubungan antara jenis kelamin, suku dan pekerjaan sebagai komponen karakteristik pasien gagal ginjal kronik dengan kadar hemoglobin yang menjalani hemodialisi
Pengaruh Intervensi Expressive Writing Terhadap Skor Depresi ODHA Di RSUD. Dr. Soedarso Pontianak
Depresi adalah gangguan mental yang paling sering dilaporkan. ODHA berisiko lebih tinggi mengalami gangguan mental, terutama depresi. Depresi pada ODHA dapat dipicu oleh stres, peristiwa kehidupan yang sulit, efek samping obat-obatan, atau efek HIV pada otak dan bahkan dapat mempercepat perkembangan HIV menjadi AIDS. Depresi dapat mengurangi kepatuhan dan kualitas hidup, melemahkan fungsi fisik dan efek terapi antiretroviral dan memberi tingkat komorbiditas medis yang lebih tinggi. Expressive writing merupakan intervensi yang dapat digunakan sebagai intervensi untuk menangani depresi. Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan pra experimen dalam kelompok kategori (one group pretest-posttest design) dengan 15 ODHA yang menderita depresi. Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kuesioner BDI-II, jenis uji analitik yang digunakan adalah uji T Berpasangan. Hasil: Setelah diberikan intervensi expressive writing pada ODHA menunjukkan penurunan skor BDI-II seperti yang ditunjukan oleh uji T Berpasangan dengan nilai p 0,001, nilai mean dari 23,60 menurun ke 10,73. Kesimpulan: Ada pengaruh intervensi expressive writing terhadap skor depresi pada ODHA di RSUD. dr. Soedarso Potianak. Sehingga direkomendasikan bahwa intervensi expressive writing dapat membantu mengurangi skor depresi ODH
Faktor Makanan Yang Memengaruhi Kejadian Akne Vulgaris: Literature Review
ABSTRAKLatar Belakang: Faktor makanan sebagai penyebab timbulnya akne vulgaris masih diperdebatkan. Beberapa studi tentang faktor makanan dan kejadian akne vulgaris menunjukkan adanya kaitan antara makanan dengan indeks glikemik yang tinggi seperti susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food dengan kejadian akne vulgaris namun hasil penelitian menunjukkan perbedaan hasil. Tujuan: Mengidentifikasi faktor makanan yang dapat memengaruhi kejadian akne vulgaris. Metode: Literature review dengan mencari kajian di database atau mesin pencari seperti Google Scholar, PubMed, ProQuest, Science Direct, dan Research Gate. Tahun publikasi terbatas pada tahun 2016-2021 dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Hasil pencarian penelitian didapatkan sebanyak 27 studi yang relevan terdapat 7 studi dari publikasi internasional dan nasional yang sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi. Hasil: Faktor makanan yang terdiri dari beberapa faktor seperti indeks glikemik yang tinggi (asupan susu low fat/skim milk, cokelat, makanan berlemak dan fast food) memengaruhi perkembangan akne vulgaris. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor makanan yang memengaruhi kejadian akne vulgaris.Kata Kunci: Akne Vulgaris, Faktor Makanan, Literature Revie