Agrikultura
Not a member yet
    249 research outputs found

    Pola Usahatani Sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa

    Full text link
    Pengelolaan usahatani sangat dibutuhkan dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani. Salah satu cara yang dilakukan petani sayur dalam meningkatkan pendapatannya adalah dengan melakukan pola usahatani. Penelitian ini akan mengkaji tentang pola usahatani dan pendapatan petani sayur di Desa Erelembang Kecamatan Tombolopao Kabupaten Gowa. Jumlah populasi pada penelitian ini adalah petani sayur sebanyak 301 dengan sampel yang diambil sebesar 10% dari total populasi. Jumlah sampel 30 orang petani sayur ditentukan dengan menggunakan teknik simple random sampling. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola usahatani sayur di Desa Erelembang yaitu tumpang sari kentang dan buncis, tumpang sari tomat dan kubis serta pergiliran tanaman pada lahan berpengairan dan lahan nonirigasi. Total pendapatan petani sayur di lokasi penelitian sebesar Rp 168.720.042 per musim per ha dengan pendapatan berdasarkan lahan berpengairan sebesar Rp 92.009.664 dan lahan nonirigasi sebesar Rp 76.710.378 per ha

    Faktor-Faktor yang Berkaitan dengan Impor dan Ekspor Bawang Merah di Indonesia

    Full text link
    Indonesia mengalami perubahan dari negara importir bawang merah menjadi negara yang mampu ekspor bawang merah ke berbagai negara. Namun, volume ekspor bawang merah belum maksimal jika dilihat dari produksi bawang merah yang melimpah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor terkait terhadap impor dan ekspor bawang merah di Indonesia. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa time series tahun 2002-2021 yang bersumber dari instansi yaitu Badan Pusat Statistik, Kementerian Perdagangan, Bank Dunia, Bank Indonesia serta literatur terkait. Metode yang digunakan yaitu Regresi Linier Berganda dengan first difference method. Hasil penelitian menunjukkan harga domestik dan konsumsi berpengaruh positif signifikan yaitu ketika harga domestik dan komsumsi meningkat maka volume impor turut mengalami peningkatan, sedangkan nilai tukar rupiah berpengaruh negatif signifikan terhadap volume impor yaitu setiap terjadi kenaikan nilai tukar rupiah maka volume impor menurun. Produksi dan harga impor berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap volume impor. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor yaitu nilai tukar rupiah. Nilai tukar rupiah yang terapresiasi akan menyebabkan volume ekspor menurun dikarenakan harga jual di pasar dunia semakin tinggi. Harga ekspor dan GDP per kapita dunia berpengaruh positif, sedangkan harga domestik dan produksi berpengaruh negatif, namun keempat variabel tersebut tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor. Variabel-variabel dalam model ekspor belum mampu menjelaskan ekspor bawang merah dengan baik dikarenakan hanya menjelaskan model tersebut sebesar 45%

    Keanekaragaman Tumbuhan Bawah dan Implikasinya terhadap Serangga di Kawasan Budi Daya Tanaman di Kawah Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat

    Full text link
    Lanskap di Kawah Kamojang, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung terdiri dari kawasan konservasi, kawasan lindung dan kawasan budi daya yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi keanekaragaman jenis tumbuhan bawah dan serangga yang terdapat di kawasan budi daya. Metode yang digunakan adalah eksploratif deskriptif dengan pengambilan sampel secara transek garis berjalur sejauh radius 500m di empat lokasi kawasan budidaya yang berbeda, yaitu di dekat Cagar Alam (CA), Taman Wisata Alam (TWA), lahan pertanian dan Hutan Lindung (HL). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga November 2022. Hasil penelitian menunjukkan ditemukannya 41 famili dan 96 spesies tumbuhan bawah serta tiga famili yang memiliki Indeks Nilai Penting (INP) tertinggi, yaitu Asteraceae, Fabaceae, dan Poaceae. Tumbuhan bawah Ageratina riparia banyak ditemukan di dekat CA dan TWA, sedangkan Imperata cylindrica banyak ditemukan di dekat lahan pertanian dan HL. Keanekaragaman jenis tumbuhan bawah terkategori tinggi dan tersebar di semua lokasi secara merata. Kelompok serangga yang ditemukan termasuk ke dalam 9 ordo dan 78 famili dan tiga famili dengan nilai INP tertinggi yaitu Cicadellidae, Acrididae dan Drosophilidae.  Famili Cicadellidae banyak ditemukan di dekat CA dan HL, Acrididae di dekat TWA dan Drosophillidae di  dekat lahan pertanian. Sebagian besar serangga memiliki peran fungsional sebagai herbivor (32 famili) dengan INP tertinggi yaitu Cicadellidae, predator (11 famili) dengan INP tertinggi yaitu Formicidae, parasitoid (16 famili) dengan INP tertinggi yaitu Braconidae, dan polinator (3 famili) dengan INP tertinggi yaitu Syrphidae. Serangga lainnya memiliki peranan sebagai dekomposer, netral, hama ternak, serangga air, vektor entomopatogen, dan vektor penyakit. Keanekaragaman jenis serangga terkategori sedang dan menyebar secara merata

    Dinamika Populasi Kumbang Elaeidobius kamerunicus Faust sebagai Polinator Utama pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya

    Full text link
    Secara alami, kelapa sawit adalah tanaman menyerbuk silang. Oleh karena itu, kumbang Elaeidobius kamerunicus Faust sangat berperan dan paling efektif sebagai serangga penyerbuk utama pada tanaman kelapa sawit karena berkaitan langsung dengan proses polinasi dan fertilisasi yang sangat berpengaruh terhadap hasil panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika populasi kumbang E. kamerunicus sebagai polinator utama pada tanaman kelapa sawit di Kecamatan Sitiung, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Sitiung pada tiga Nagari (Desa/Kelurahan) yang berbeda yaitu di Siguntur, Sitiung dan Sungai Duo. Metode scan sampling digunakan dalam pengamatan dan tahapan dalam penelitian meliputi penentuan lokasi, penentuan bunga kelapa sawit betina dan jantan, serta pengamatan frekuensi kunjungan dan kelimpahan populasi kumbang E. kamerunicus. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa jumlah populasi kumbang E. kamerunicus lebih dari 20.000 ekor per hektar artinya peran serangga ini sudah cukup efektif di lahan/lokasi penelitian. Frekuensi kunjungan E. kamerunicus tertinggi (432 kumbang/tanaman/jam) ditemukan pada pagi hari pukul 09.00-10.00 WIB dan terendah (96 kumbang/tanaman/jam) pada sore hari pukul 16.00-18.00 WIB di Siguntur. Kelimpahan populasi E. kamerunicus terbesar (23.144 individu/tandan) ditemukan di Sungai Duo pada pagi hari sekitar pukul 08.30-10.00 WIB

    Peluang Pengembangan Inpari IR Nutri Zinc dan Perbenihan Padi di Sumatera Utara

    Full text link
    Inpari IR Nutri Zinc adalah salah satu varietas padi yang mempunyai keistimewaaan karena berasnya mengandung Zn tinggi sebagai  unsur yang sangat bermanfaat untuk mencegah kekurangan gizi.  Inpari IR Nutri Zinc sebagai produk biofortifikasi, menjadi salah satu komponen dalam program prioritas nasional untuk mengatasi stunting di Indonesia. Varietas Inpari IR Nutri Zinc sangat berpotensi untuk dikembangkan pada berbagai agroekosistem, bila didukung oleh komponen teknologi yang sesuai agar pertumbuhan dan hasilnya maksimal.  Sasaran yang tepat untuk pengembangan Inpari IR Nutri Zinc adalah daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi, yaitu golongan masyarakat yang mengandalkan beras sebagai bahan pangan pokok sekaligus sumber mineral yang dapat dikonsumsi setiap hari. Peluang pengembangan varietas ini menghadapi berbagai tantangan, antara lain preferensi petani dan permodalan yang masih rendah, serta teknologi pengolahan hasil untuk mendukung produk olahan berasnya bernilai jual tinggi yang belum berkembang. Hilirisasi varietas Inpari IR Nutri Zinc yang kaya unsur Zn ini belum terlaksana, karena belum berkembangnya varietas di tingkat penangkar benih maupun di tingkat petani, serta belum tersosialisasikannya keunggulan khusus varietas ini

    Stabilitas Hasil Tiga Genotipe Tebu (Saccharum officinarum L.) Hasil Mutasi Ethyl Methane sulfonate (EMS)

    Full text link
    Perakitan varietas tebu unggul diperlukan sebagai upaya peningkatan produksi tebu nasional. Salah satu kriteria penentuan varietas unggul tebu adalah mempunyai performa daya hasil tinggi dan stabil. Penelitian ini bertujuan guna mengevaluasi penampilan agronomi dan stabilitas hasil genotipe tebu mutan di tiga lokasi. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan. Materi evaluasi terdiri dari tiga genotipe tebu hasil mutasi dengan ethyl methanesulfonate (EMS) generasi keempat (M4.1, M4.2, M4.3) dan satu varietas Bululawang (BL) sebagai pembanding. Percobaan dilakukan di tiga lokasi yaitu Kabupaten Jember (Kecamatan Arjasa, Kecamatan Sukorambi) dan Kabupaten Bondowoso (Kecamatan Pakem) dari bulan Desember 2020 - Januari 2022. Adaptasi dan stabilitas hasil genotipe tebu dievaluasi menggunakan model Finlay-Wilkinson, Eberhart dan Russell, dan Additive Main Effects and Multiplicative Interaction (AMMI). Hasil percobaan menunjukkan bahwa analisis ragam gabungan menunjukkan interaksi genotipe x lingkungan nyata pada karakter hasil produksi. Genotipe tebu mutan M4.1, M4.2, M4.3 memperlihatkan performa agronomi dan hasil tertinggi di semua lokasi, serta nyata lebih tinggi dari varietas pembanding BL berdasar uji LSI 5%. Genotipe tebu  BL, M4.1 dan M4.3 teridentifikasi memiliki stabilitas hasil tinggi terhadap semua lokasi uji, sehingga direkomendasikan sebagai genotipe unggul baru yang stabil serta memiliki daya hasil tinggi. Adapun genotipe M4.3 dinyatakan sebagai genotipe adaptif spesifik lokasi sehingga baik apabila ditanam di daerah Arjasa dan Sukorambi, berdasar uji stabilitas  Finlay dan Wikinson, Eberhart dan Russell, dan AMMI.  Implikasi hasil diharapkan genotipe tebu mutan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk dilakukan pendaftaran varietas unggul baru

    Keragaan Agronomi Galur-Galur Padi (Oryza sativa L.) dengan Potensi Hasil Tinggi di Dataran Rendah Sukamandi

    Full text link
    Salah satu upaya peningkatan produktivitas padi sawah irigasi adalah dengan merakit Varietas Unggul Baru (VUB) yang memiliki daya hasil tinggi serta sesuai dengan kondisi agroekosistem, sehingga perlu adanya peningkatan stabilitas suatu galur agar tetap berproduksi tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi keragaan agronomi hasil 31 galur padi (Oryza sativa L.) inbrida sawah irigasi dengan potensi hasil tinggi pada dataran rendah Sukamandi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2021 – Januari 2022 (Musim Tanam (MT) 2-2021) di Kebun Percobaan Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 39 perlakuan yang terdiri dari 31 galur dan 8 varietas pembanding yaitu Inpari 30, Inpari 32, Inpari 42, Cakrabuana, Inpari Digdaya, Inpari Gemah, Inpari 47, dan Inpari 48 yang diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat galur-galur yang diuji memiliki perbedaan yang nyata pada seluruh karakter keragaan agronomi. Sebanyak delapan galur harapan nyata mempunyai hasil panen mendekati varietas pambanding terbaik Inpari 42 (5,5 t/ha) dengan kisaran 4,25-5,34 t/ha. Galur-galur tersebut yaitu BP 4126f-Kn-1-WBC-2-3-4, BP 30546D-SKI-19-3-2, B14667E-MR-18-5-Kn-1, B14928D-MR-27-2-5-3-PN-2, IR 102860-8:42-B-B, B1398E-KA-6-3, PR40786-16-2-0-SBY-0-CRB-0, dan BP18322-3-2-JK-0-IDN-2-SKI-6-PWK-2

    Faktor-faktor yang Berkaitan dengan Aktivitas Pencatatan dan Analisis Keuangan Berbasis Teknologi pada Usahatani Kentang di Kecamatan Pangalengan Kabupaten Bandung

    Full text link
    Usahatani kentang (Solanum tuberosum L.) memiliki prospek yang baik dalam kelompok tanaman hortikultura. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang terkait dengan pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada usahatani kentang di Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Pangalengan, khususnya di Desa Pulosari dan Desa Pangalengan. Sampel 52 petani kentang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Metode penelitian yang dipakai adalah survei. Analisis regresi logit digunakan untuk menganalisis keterkaitan usia, latar belakang pendidikan, pendapatan, pengalaman bertani, status kepemilikan lahan, dan pengalaman mendapatkan pelatihan aktivitas pencatatan dan analisis keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas pencatatan dan analisis keuangan berbasis teknologi pada petani berkaitan dengan faktor pendapatan dan pengalaman dalam mendapatkan pelatihan pencatatan dan analisis keuangan

    Mikroenkapsulasi Asap Cair Tempurung Kelapa Menggunakan Variasi Total Padatan Terlarut

    Full text link
    Asap cair merupakan suatu bahan hasil dari proses karbonisasi kayu pada suhu tinggi tanpa adanya kehadiran oksigen. Kandungan senyawa bioaktif asap cair terdiri dari senyawa fenol dan asam organik yang memiliki kemampuan sebagai antimikroba dan antioksidan. Senyawa bioaktif mudah mengalami oksidasi atau sangat tidak stabil terhadap panas dan logam. Teknologi mikroenkaspulasi mencegah terjadinya proses oksidasi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perbedaan total padatan terlarut dari penambahan bahan penyalut maltodekstrin terhadap kadar fenol, kadar asam dan kadar karbonil mikrokapsul asap cair dari tempurung kelapa. Percobaan menggunakan satu faktor, yaitu perbedaan persentase Total Padatan Terlarut (TPT) 15%, 20%, dan 25% sebagai perlakuan. Proses mikroenkapsulasi asap cair dengan melakukan pencampuran  maltodekstrin pada larutan asap cair hingga mencapai persentase Total Padatan Terlarut  sesuai perlakuan. Perubahan larutan dispersi menjadi bubuk berukuran mikro dilakukan dengan spray drying menggunakan suhu inlet 130oC. Kadar fenol tertinggi adalah mikrokapsul asap cair dengan enkapsulan maltodekstrin sampai denganTPT 15%. Penambahan maltodekstrin sebagai enkapsulan tidak berpengaruh pada kadar total karbonil mikrokapsul asap cair. Penambahan  maltodekstrin dapat meningkatkan kadar total asam pada mikrokapsul asap cair. Proses enkapsulasi asap cair terbaik dapat dilakukan menggunakan bahan penyalut maltodekstrin dengan TPT 15% karena memiliki kadar total fenol tertinggi yang berkontribusi terhadap sifat antioksidan dan antimikroba

    Evaluasi Kemampuan Lahan sebagai Dasar Rekomendasi Penggunaan Lahan di Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Wonogiri

    Full text link
    Kemampuan lahan merupakan komponen yang digunakan untuk menentukan kesesuaian potensi dengan penggunaan lahannya. Penggunaan lahan yang tidak sesuai dengan kemampuannya berpotensi mengalami degradasi lahan. Tujuan penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kemampuan lahan, faktor penentunya, dan memberikan arahan penggunaan lahan serta pengelolaannya secara tepat. Penelitian jenis survey ini menggunakan metode purposive sampling untuk pengamatan kondisi di lapangan dan pengambilan sampel. Data hasil pengamatan diolah dengan matching data kemampuan lahan dan uji statistik ANOVA dan korelasi untuk menemukan faktor yang paling menentukan kemampuan lahan di Ngadirojo. Hasil penelitian menunjukkan kemampuan lahan di Kecamatan Ngadirojo adalah III-l2.d3.b1, IV-d4, IV-l3 dan IV-l3.d4. Faktor yang menentukan kemampuan lahan di antaranya penggunaan lahan dan kedalaman tanah. Arahan penggunaan lahan yang dapat diterapkan berupa sawah, sawah dengan konservasi, dan agroforestry

    231

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrikultura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇