Agrikultura
Not a member yet
    249 research outputs found

    Bioaktivitas Campuran Ekstrak Biji Barringtonia asiatica L. (Kurz.) (Lecythidaceae) dan Getah Azadirachta indica A. Juss. (Meliaceae) terhadap Larva Spodoptera litura F. (Lepidoptera: Noctuidae)

    Get PDF
    ABSTRACTBioactivity of mixed seed extract of Barringtonia asiatica l. (kurz.) (lecythidaceae) and sap of Azadirachtaindica A. Juss. (meliaceae) against larvae of Spodoptera litura f. (lepidoptera: noctuidae)Barringtonia asiatica and Azadirachta indica are known to have variety of chemical compounds that haspotency to be developed as botanical pesticides. The study aimed to determine insecticidal toxicity of B.asiatica seed extract and A. indica sap and their mixture. The experiment was carried out in the Laboratoryof Pesticides and Application Technology, Department of Plant Pests and Diseases, Faculty of Agriculture,Universitas Padjadjaran. The experiments were conducted either on toxicity test of the seed extract of B.asiatica and the sap of A. indica singly or their mixture based on the comparison of LC95. Toxicity testing wasperformed using a leaf-residue feeding method on the instar I of Spodoptera litura larvae. The resultsshowed that seed extractof B.asiatica has a moderate toxicity to S.liturawith the LC50 value of 0.491% andaffected body weight of the larvae. The sap of A.indicahas had slightly low toxicity with the LC50 value of1.310%. The mixture of B. asiatica seed extract and A. Indica sap (based on ratio of 4.1%of B. asiaticacompare to 4.9% of A. Indica) has LC50 value of 0.970% (slightly low toxicity) and the LC95 value of 15.99%that was antagonistic on the LC95 level with Cotoxicity Ratio value of 0.23% on 12 days after treatment.Keywords: Cotoxicity ratio, independent joint action, Barringtonia asiatica, Azadirachta indica, SpodopteralituraABSTRAKBarringtonia asiatica dan Azadirachta indica diketahui memiliki berbagai senyawa kimia yang berpotensidikembangkan sebagai pestisida nabati. Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak biji B.asiatica dan getah A. indica serta campurannya telah dilakukan di Laboraturium Pestisida dan TeknikAplikasi, Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran.Penelitian meliputi uji toksisitas ekstrak biji B. asiatica dan getah A.indica secara tunggal, dan pengujiancampuran ekstrak biji B. asiatica dan getah A.indica berdasarkan pada perbandingan LC95. Pengujiantoksisitas dilakukan dengan metode celup pakan pada larva instar I Spodoptera litura. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa ekstrak biji B. asiatica bersifat toksik sedang terhadap S. litura dengan nilai LC50sebesar 0,491% dan berpengaruh terhadap bobot basah larva. Getah A. indica bersifat toksik ringan dengannilai LC50 1,310%. Campuran ekstrak biji B. asiatica dan getah A. indica berdasarkan rasio 4,1% B. asiaticaberbanding 4,9% A. indica memiliki LC50 sebesar 0,970% (toksisitas ringan) dengan LC95 sebesar 15,99% dandinyatakan bersifat antagonis pada LC95 dengan nilai Nisbah Kotoksisitas 0,23% pada 12 hari setelahaplikasi.Kata kunci: Nisbah Kotoksisitas, Kerja bersama bebas, Barringtonia asiatica, Azadirachta indica, Spodopteralitur

    The Effect of Steel Slag and Bokashi of Husk to Soil Bulk Density, Soil Aggregate Stability, Soil Porosity and Plant Biomass Broccoli in Andisol Lembang

    Get PDF
    ABSTRACTAndisol soil has very good soil physical characteristic, however it has problem with the Pretention. Giving ameliorant to reduce the P retention is expected to maintain, moreover toimprove some soil physical characteristics. The objective of this research was to find out theinteraction between steel slag and bokashi of husk to bulk density, aggregate stability, soil porosityand biomass of broccoli on Andisol Lembang. This study used a randomized block design factorialwith two factors. The first factor was steel slag and the second factor was bokashi of husk. Each ofthem consisted of 4 levels: 0%, 2.5%, 5.0% and 7.5% with two replications. The result of thisresearch showed there was not interaction between steel slag and bokashi of husk to soil bulkdensity, soil aggregate stability, soil porosity and biomass of broccoli. The statistical results showedthat bokashi of husk influence independently to decreasing soil bulk density until 0.53 g cm-3,decreasing soil aggregate stability until 3.25 and increasing soil porosity until 80.22%, but theprovision of steel slag and bokashi of husk didn‟t influence to biomass of broccoli.Keywords : organik matter, silicate, bulk density, agreggate stability, broccoliABSTRAKAndisol mempunyai sifat fisika tanah yang baik, namun bermasalah dengan retensi P. Pemberianamelioran untuk mengurangi retensi P, diharapkan dapat mempertahankan, bahkan meningkatkanbeberapa parameter fisika tanah tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi terakbaja dengan bokashi sekam padi terhadap bobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah danbiomassa tanaman brokoli pada Andisol Lembang. Penelitian menggunakan Rancangan AcakKelompok Pola Faktorial dengan dua faktor. Faktor pertama terak baja dan faktor kedua bokashisekam padi masing-masing 4 taraf: 0%, 2,5%, 5,0% dan 7,5%, diulang dua kali. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara terak baja dengan bokashi sekam padi terhadapbobot isi, kemantapan agregat, porositas tanah dan biomassa tanaman brokoli. Hasil statistikmenunjukkan bahwa bokashi sekam padi berpengaruh mandiri untuk menurunkan bobot isi tanahsampai 0.53 g cm-3, menurunkan kemantapan agregat tanah sampai 3,25 dan meningkatkanporositas tanah sampai 80,22%, namun pemberian terak baja dan bokashi sekam padi tidakberpengaruh terhadap biomassa tanaman brokoli.Kata kunci : bahan organik, silikat, bobot isi, kemantapan agregat, brokol

    Uji Keefektifan Antijamur Ekstrak Air Rimpang Lengkuas (Alpinia galanga [L] Willd.) sebagai Perlakuan Pratanam untuk Mengendalikan Colletotrichum spp. pada Kedelai (Glycine max L.)

    Get PDF
    ABSTRACTAntifungal Effect of Aqueous Extract of Galangal (Alpinia galanga [L] Willd.) Rhizomeas Seed Treatment to Control Colletotrichum spp. of Soybean (Glycine max L.)Colletotrichum is one of the most important seed-borne pathogens of soybean which is usuallycontrolled with synthetic fungicide seed treatment. However, it is believed that the use ofsynthetic fungicide can cause a variety of negative impacts to the environment and humanhealth. Galangal rhizome extract has been widely reported to have antifungal and antibacterialproperties. The aim of the study was to investigate the effectiveness of galangal rhizomeaqueous extract as antifungal for pre-planting seed treatment to control Colletotrichum spp. insoybean. Laboratory and glasshouse experiments were carried out at the Department of PlantPests and Diseases, Faculty of Agriculture, Universitas Padjadjaran. The method used was anexperimental method to test the effectiveness of galangal rhizome aqueous extract against theemergence and spore germination suppression of Colletotrichum spp., and to test the seedviability and plant growth of soybean. Galangal rhizome extract with concentrations of 10%,30%, 50%, 70%, 90% and 100% as well as a metalaxyl fungicide (0.5 g/l) were applied as aseed treatment. The results showed galangal rhizome aqueous extract at concentration of100% reduced the presence of Colletotrichum spp. in seeds up to 100% after the treatment andsuppressed the spore germination by 76.20% as well as increased the seed viability and thegrowth of soybean plants.Keywords: Alpinia galanga, aqueous extract, seed treatment, soybean, Colletotrichum spp.ABSTRAKUmumnya pengendalian penyakit tular benih pada kedelai dilakukan melalui perlakuan benihdengan menggunakan fungisida sintetik yang diakui dapat menimbulkan berbagai dampak negatifpada lingkungan maupun kesehatan manusia. Penggunaan ekstrak air rimpang lengkuas untukperlakuan benih dapat diterapkan sebagai alternatif pengendalian penyakit tular benih padakedelai. Lengkuas telah banyak dilaporkan memiliki sifat antijamur dan antibakteri. Penelitian inidilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui keefektifan ekstrak air rimpang lengkuas sebagaiantijamur untuk perlakuan benih dalam mengendalikan penyakit tular benih pada kedelai.Percobaan dilaksanakan di Laboraturium Fitopatologi dan rumah kaca Departemen Hama danPenyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Padjadjaran. Metode penelitian yangdigunakan adalah metode eksperimen dengan pengujian keefektifan air persaan rimpang lengkuasterhadap kemunculan, penekanan perkecambahan konidia, uji pertumbuhan benih, dan viabilitasbenih jamur Colletotrichum spp. pada kedelai. Ekstrak air rimpang lengkuas dengan konsentrasi10%; 30%; 50%; 70%; 90%; dan 100% serta fungsida berbahan aktif metalaksil (0,5 g/l)diaplikasikan sebagai perlakuan benih kedelai. Hasil percobaan menunjukkan ekstrak air rimpanglengkuas konsentrasi 100% dapat menekan sampai 100% kemunculan Colletotrichum spp. setelah perlakuan benih, menekan perkecambahan konidia sebesar 76,20% serta meningkatkanpertumbuhan dan viabilitas benih kedelai.Kata kunci: engkuas, ekstrak air, perlakuan benih, kedelai, Colletotrichum spp

    Sinergisme Ekstrak Piper aduncum dan Tephrosia vogelii terhadap Penggerek Batang Padi Kuning, Scirpophaga incertulas

    Get PDF
    AbstractSynergism of Piper aduncum and Tephrosia vogelii Extracts against the Rice Yellow Stem Borer, ScirpophagaincertulasRice (Oryza sativa) is one of the important staple food crops in the world. One of the important pests on riceis the rice yellow stem borer (RYSB) Scirpophaga incertulas . One of the alternative control techniques thatcan be applied is by using botanical insecticides. The purpose of this study was to determine the synergismbetween Piper aduncum fruit and Tephrosia vogelii leaf extracts against RYSB larvae. P. aduncum and T.vogelii extracts, either tested separately or in mixtures with concentration ratios of 1:1, 2:1, and 1:2, wereeffective against RYSB larvae. The treatments with these extracts caused death in YRSB larvae at 72 hoursafter treatment in which the affected larvae showed internal tissue damage symptom. The most toxic testmaterial to RYSB larvae was P. aduncum and T. vogelii extract mixture with a concentration ratio of 1:2.LC50 and LC95 of P. aduncum extract were 0.175% and 0.126%, respectively, while those of T. vogelii extractwere 1.620% and 2.075%, respectively. P. aduncum and T. vogelii extract mixture with 1:1 ratio had LC500.056% and LC95 0.143%, while that with 2:1 ratio had LC50 0.025% and LC95 0.149%. LC50 and LC95 of themixture with 1:2 ratio were 0.016% and 0.083%, respectively. P. aduncum and T. vogelii extract mixture atthe three concentration ratios were more effective than P. aduncum and T. vogelii extracts appliedseparately and synergistic to RYSB larvae.Keywords: Botanical Insecticide, Piper aduncum, Scirpophaga incertulas , Synergism, Tephrosia vogelii .AbstrakPadi (Oryza sativa) merupakan salah satu komoditas penting pangan dunia. Salah satu hama penting padatanaman padi adalah penggerek batang padi kuning, Scirpophaga incertulas . Salah satu cara pengendalianyang dapat diterapkan adalah dengan menggunakan insektisida nabati. Tujuan penelitian ini adalahmenentukan sinergisme ekstrak buah Piper aduncum dan daun Tephrosia vogelii terhadap larva S.incertulas . Perlakuan ekstrak P. aduncum dan T. vogelii baik secara terpisah maupun campuran pada nisbahkonsentrasi 1:1, 2:1, dan 1:2 efektif terhadap larva S. incertulas . Perlakuan ini dapat menimbulkan kematianpada S. incertulas dengan gejala kerusakan jaringan larva instar 1 pada 72 jam setelah perlakuan. Bahan ujiyang paling beracun terhadap larva S. incertulas adalah campuran ekstrak P. aduncum dan T. vogelii dengannisbah konsentrasi 1:2. LC50 dan LC95 ekstrak P. aduncum masing-masing 0,175% dan 0,126%. Sementara ituLC50 dan LC95 ekstrak T. vogelii masing-masing 1,620% dan 2,075%. Campuran ekstrak P. aduncum dan T.vogelii pada nisbah konsentrasi 1:1 memiliki LC50 0,056% dan LC95 0,143%. Sementara itu campuran ekstraktersebut pada nisbah konsentrasi 2:1 memiliki LC50 0,025% dan LC95 0,149%. LC50 dan LC95 campuranekstrak tersebut pada nisbah konsentrasi 1:2 masing-masing 0,016% dan 0,083%. Campuran ekstrak P.aduncum dan T. vogelii pada ketiga nisbah konsentrasi lebih efektif dibandingkan dengan ekstraktunggalnya dan bersifat sinergis terhadap larva S. incertulas .Kata kunci: Insektisida Nabati, Piper aduncum, Tephrosia vogelii , Scirpophaga incertulas , Sinergisme

    Pengaruh Jarak Tanam dan Aplikasi Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L. Merril) Varietas Kaba

    Get PDF
    ABSTRACTEffect of Plant Spacing and NPK Fertilizer Application on Plant Growth and Yield of Soybean(Glycine max L. Merril) of Kaba VarietyThis study aim was to determine the effect of plant spacing and NPK fertilizer application on thegrowth and yield of soybean of Kaba variety. The experiment was conducted in the field of theUPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon Sub district, Cirebon District, WestJava from April to July 2014. The experimental method used was an experimental method withRandomized Block Design (RAK) with factorial arrangement of two treatment factors that wasrepeated three times. The first factor was the plant spacing consisted of three levels of 40x10, 40x15and 40x20 cm of plant spacing, while the second factor was the dose of NPK fertilizer whichconsisted of four levels of 200, 250, 300 and 350 kg/ha. Result showed that there was interactionbetween plant spacing and dose of NPK fertilizer to the average of leaf area index of soybean Kabavariety at the age of 21 days after planting. The treatment of Phonska NPK fertilizer in the dose of350 kg/ha gave the best soybean production of 1.44 kg/plot or the equivalent of 1.91 tons/ha(assuming of effective land conversion of 80%/ha), while the plant spacing did not show anysignificant effects the soybean production.Keywords: soybean, plant spacing, NPK fertilizerABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan aplikasi pupuk NPK terhadappertumbuhan dan hasil tanaman kedelai (Glycine max) varietas Kaba. Penelitian dilaksanakan dilahan di UPTD Balai Pengembangan Benih Palawija (BPBP), Plumbon, Cirebon, Jawa Barat daribulan April sampai dengan Juli 2014. Metode percobaan yang digunakan yaitu metode eksperimendengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan perlakuan terdiri dari dua faktoryang diulang tiga kali. Faktor yang pertama adalah jarak tanam yang terdiri dari tiga taraf yaitu40x10, 40x15 dan 40x20 cm, sedangkan faktor yang kedua adalah dosis pupuk NPK yang terdiri dariempat taraf yaitu 200, 250, 300 dan 350 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksiantara jarak tanam dan dosis pupuk NPK terhadap rata-rata indeks luas daun tanaman kedelaivarietas Kaba pada umur 21 hari setelah tanam. Dosis pupuk NPK Phonska 350 kg/hamenghasilkan produksi terbaik sebanyak 1,44 kg/petak atau setara dengan 1,91 ton/ha (asumsikonfersi lahan efektif 80%/ha), sedangkan jarak tanam pada perlakuan tidak menunjukkan adanyapengaruh nyata terhadap produksi kedelai.Kata kunci: kedelai, jarak tanam, pupuk NP

    Efek Aplikasi Jamur Parasit Nematoda G. rostochiensis terhadap Pertumbuhan dan Tajuk serta Serapan P dan K Tanaman Kentang

    Get PDF
    Globodera rostochiensis (Woll)  adalah nematoda sista kuning (NSK)  pengganggu tanaman yang berbahaya pada tanaman kentang baik di daerah tropis maupun sub tropis. Mekanisme NSK untuk menyebabkan penyakit adalah pembentukan sinsitium yang menghambat serapan unsur hara dari tanah oleh akar tanaman. Penelitian rumah kaca ini dilakukan untuk menguji kemampuan jamur parasitik NSK dalam meningkatkan pertumbuhan dan serapan unsur hara makro fosfor (P) dan kalium (K) tanaman kentang yang ditanam di tanah diinfestasi sista NSK. Percobaan rumah kaca dirancang dalam Rancangan Acak Kelompok yang menguji tujuh spesies jamur antagonis yang diisolasi dari sista NSK. Hasil percobaan menunjukkan bahwa inokulasi Fusarium oxysporum TR1, F. solani TR2, F. oxysporum KT1, F. chlamydosporum KT2, F. oxysporum SM1, Phaecilomyces  lilacinus SM3 dan F. chlamydosporum SM4 pada media tanam yang terinfestasi sista G. rostochiensis, dengan nyata meningkatkan bobot kering tajuk serta serapan P dan K pada daun kentang. Jamur antagonis ini berpotensi untuk digunakan sebagai agen hayati pengendali NSK

    Perkembangan Bunga dan Buah pada Tegakan Benih Surian (Toona Sinensis Roem)

    Get PDF
    Produktivitas buah pada tegakan benih dipengaruhi oleh persentase jumlah pohon induk yang berbunga, persentase keberhasilan buah mencapai ukuran dewasa, peran agen polinator, gangguan hama bunga, gangguan lingkungan ekstrim dan manajemen polinasi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari perkembangan bunga dan buah surian (T. sinensis Roem) serta produktivitasnya pada tegakan benih surian. Pengamatan morfologi dan perkembangan dari bunga dan buah surian telah dilakukan pada tegakan benih surian berumur 15 tahun, di Kebun Percobaan Hutan Tanaman Industri (KPHTI) Unwim. Variabel yang diamati meliputi morfologi dan perkembangan bunga, morfologi dan perkembangan buah, serangga pengunjung bunga dan produktivitas buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap perkembangan bunga mulai dari kelopak tertutup hingga membuka dan mahkota bunga mencapai ukuran panjang maksimal dibutuhkan waktu sekitar 3 minggu, sedangkan tahapan perkembangan dari buah muda hingga mencapai matang dan terpencar di pohon dibutuhkan waktu sekitar 5 bulan. Bunga surian termasuk tipe hermaprodit, sistem pembungaannya termasuk protandri dikogami.  Prosentase pohon induk yang berbuah mencapai 16 %–45 %, dengan potensi buah kering perpo-honnya mencapai 0,36–2,3 kg.  Kupu-kupu, lebah dan lalat merupakan agen polinator pada tegakan benih surian, sedangkan trips dan ulat merupakan hama bunga

    Infektivitas Inokulan Glomus sp. dan Gigaspora sp. pada Berbagai Komposisi Media Zeolit-Arang Sekam dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Sorgum (Sorghum bicolor)

    Get PDF
    Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) sebagai pupuk hayati telah diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Penyediaan sumber inokulum FMA sangat berkaitan erat dengan sumber bahan baku pembawa atau media tumbuh inokulum FMA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media tumbuh dan jenis FMA yang berbeda terhadap persentase infeksi akar dan pertumbuhan tanaman sorgum. Perlakuan komposisi media tumbuh inokulan  terdiri atas beberpa komposisi zeolit dan arang sekam. Isolat FMA yang digunakan adalah: 1) Glomus sp., 2) Gigaspora sp., dan 3) Glomus sp. + Gigaspora sp. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara komposisi media tumbuh (zeolit dan arang sekam) dengan jenis FMA terhadap peningkatan persentase infeksi akar, nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Secara mandiri perlakuan komposisi media memberikan pengaruh yang nyata terhadap nisbah pupus akar dan tinggi tanaman sorgum. Komposisi media tumbuh terbaik yang menghasilkan persen infeksi akar  tertinggi (62 %) adalah komposisi media 50 % zeolit + 50 % arang sekam, sedangkan nisbah pupus akar tertinggi diperoleh dari komposisi media tumbuh  75 % zeolit + 25 % arang sekam.  Walaupun kontrol (media zeolit 100%) lebih baik di dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman sorgum, akan tetapi komposisi 75 % zeolit + 25 % arang sekam memiliki potensi untuk digunakan sebagai media produksi inokulan FMA.  Komposisi media ini dapat digunakan baik bagi produksi inokulan tunggal Glomus sp. atau Gigaspora sp., maupun inokulan campuran Glomus sp. + Gigaspora sp

    Potensi Sumber Daya Lahan untuk Tanaman Tebu di Indonesia

    Get PDF
    Produksi gula Indonesia hanya 1,68 % sedangkan gula yang dikonsumsi  sebesar 2,79 % dari total konsumsi gula dunia. Swasembada gula dapat dicapai antara lain dengan ekstensifikasi lahan tebu oleh karena itu kajian mengenai potensi sumber daya lahan di Indonesia untuk perkebunan gula perlu dilakukan. Total areal tebu di Indonesia saat ini sekitar 430.000 ha, masih kekurangan 420.000 ha untuk swasembada gula. Kekurangan ini secara teknis dapat diatasi karena potensi lahan dengan karakteristik tanah yang cocok untuk tebu tersedia. Daerah yang sesuai untuk tanaman tebu berdasarkan kesesuaian lahan mencapai 33,80 juta ha, yang terdiri dari lahan sangat sesuai 12,70 juta ha, moderat cocok dengan 6,30 juta ha, dan marginal sesuai sekitar 14,80 juta ha. Penyebaran areal yang cocok untuk tebu adalah terluas di Kalimantan, Papua, dan Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Utara, dan Lampung

    Pengaruh Inokulasi Azotobacter Penghasil Eksopolisakarida terhadap Berat Kering dan Kandungan Kadmium Kubis (Brassica oleracea) di Tanah yang Dikontaminasi Kadmium

    Get PDF
    Di lahan pertanian, kadmium (Cd) dapat berasal dari pupuk anorganik terutama pupuk fosfat. Kadmium dapat diakumulasi dalam jumlah berlebih di tanaman akumulator seperti keluarga Brassicacea tanpa gelaja keracunan. Serapan Cd dapat meningkat jika disertai inokulasi pupuk hayati Azotobacter yang menghasilkan Eksopolisakarida. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peningkatan kandungan Cd di tajuk tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi Cd melebihi ambang batas setelah inokulasi bakteri Azotobacter. Percobaan rumah kaca dirancang dalam rancangan acak kelompok pola faktorial dengan aplikasi CdCl2 ke tanah Andisols sebagai  faktor pertama dan inokulasi isolat Azotobacter sebagai faktor kedua. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa inokulasi Azotobacter isolat LKM6 meningkatkan kandungan Cd tajuk kubis yang ditanam di tanah yang dikontaminasi Cd melebihi ambang batas. Pada penelitian ini tanaman kubis yang ditanam di tanah dikontaminasi CdCl2 tidak memperlihatkan gejala keracunan

    231

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Agrikultura
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇