Majalah Geografi Indonesia
Not a member yet
419 research outputs found
Sort by
Optimalisasi Model Artificial Neural Network Menggunakan Certainty Factor (C-ANN) Untuk Pemetaan Kerawanan Tanah Longsor Skala Semi-Detil di DAS Bendo, Kabupaten Banyuwangi
Kerawanan longsor di DAS Bendo termasuk dalam kerawanan kelas sedang hingga tinggi. Sampai dengan saat ini, pemetaan rawan longsor di DAS Bendo baru dilakukan pada skala pemetaan 1:250.000. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemodelan pemetaan kerawanan longsor di DAS Bendo pada skala semi-detil. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah optimalisasi model artificial neural network menggunakan certainty factor (C-ANN). Peta kerawanan dibangun berdasarkan faktor pengontrol tanah longsor yang berkorelasi positif terhadap kejadian longsor menggunakan Certainty Factor. Sedangkan pemodelan prediksi kerawanan menggunakan model ANN, khususnya arsitektur BPNN (back-propagation neural network). Hasil pemodelan menunjukkan bahwa model C-ANN (7 variabel independen) memiliki nilai AUC (0,916) lebih tinggi daripada model ANN (0,778). Faktor redundansi data, multikolinieritas data, dan proporsi kejadian longsor terhadap cakupan wilayah penelitian mengakibatkan ketidakpastian dalam data variabel independen. Melalui penelitian ini ditemukan hasil bahwa kondisi kerawanan longsor di DAS Bendo masuk kategori tinggi, khususnya pada lereng atas Gunung Ijen, Rante, dan Merapi. Landslide disaster in DAS Bendo is categorized as moderate to highly susceptible. Until today, landslide hazard mapping in DAS Bendo has been carried out with a scale 1:250.000. This study aimed to model landslide susceptibility mapping on a semi-detailed scale. The method used in this research was the integration of the Certainty Factor with Artificial Neural Network models (C-ANN).The development of susceptibility mapping based on factors that positively correlate to landslide events using Certainty Factor. While the susceptibility prediction model using the ANN model, specifically the BPNN (back-propagation neural network) architecture. Modelling results show that the C-ANN model (7 independent variables) has an AUC value (0.916) higher than the ANN model (0.778). Data redundancy factors, multicollinearity of data, and the proportion of landslide events to the study area's coverage resulted in uncertainty in the independent variable data. This research found that the Landslide hazard in the Bendo Watershed is in the high category, especially on the upper slopes of Mount Ijen, Rante, and Merapi
Kajian daya dukung geologi rencana lokasi Tempat Pembuangan Akhir di Desa Botok, Magetan, Jawa Timur
Abstrak.Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah Milangasri di Kabupaten Magetan telah mencapai daya tampung maksimum. Pemerintah Kabupaten Magetan berencana membangun TPA baru di Desa Botok. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian kelayakan daya dukung geologi rencana lokasi TPA baru. Kriteria daya dukung geologi mengacu pada SNI 03-3241-1994 tentang tata cara pemilihan lokasi TPA. Metode penelitian meliputi investigasi lapangan dan pengumpulan data sekunder. Penelitian lapangan meliputi pengamatan kondisi geologi, pemetaan topografi, survei geolistrik, pemboran inti dan uji permeabilitas lapangan serta pengamatan sumber air terdekat. Data sekunder meliputi informasi yang berkaitan dengan potensi bahaya geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelulusan batuan antara 1,26 × 10-2 hingga 1,59 × 10-2 cm/detik tidak memenuhi kriteria. Sehingga secara alami, lokasi ini kurang layak dijadikan sebagai lokasi TPA. Namun demikian, rekayasa teknologi dengan memberikan lapisan kedap air pada alas TPA seperti compacted clay liner atau geosynthetic liner menjadikan area ini layak untuk TPA. Abstract.Current landfill in Milangasri nearly reach its maximum capacity. The government of Magetan regency plans to build a new landfill in Botok. This research aims to assess the land capability based on geological characteristics of the landfill location. The SNI 03-3241-1994 used as basic criteria for selecting landfill area. Research methods consist of field investigation supported by secondary data. Field investigation consist of geological observation, topography mapping, resistivity survey, core drilling and field permeability testing, and water source observation. Information of potential geological hazard collected as secondary data. The results show that the hydraulic conductivity of the quaternary deposit ranging of 1.26 × 10-2 to 1.59 × 10-2 cm/s, failed to meet the criteria. Therefore, by nature the location candidate not supported geologically as landfill location. However, application of compacted clay liner or geosynthetic liner as the base of the landfill is recommended to improve the capability.
Penilaian Risiko Bencana Longsor di Wilayah Kabupaten Serang
Kabupaten Serang membutuhkan peta bahaya, peta kerentanan dan peta risiko bencana tanah longsor sebagai dasar dalam pengurangan risiko. Parameter dan bobot untuk pembuatan peta bahaya longsor adalah: kelerengan (50%), kondisi geologi (20%), curah hujan (15%) dan penggunaan lahan (15%). Zona bahaya tanah longsor tinggi di Kabupaten Serang terdapat di kecamatan-kecamatan Padarincang, Ciomas, Mancak, Anyar, Cinangka, Pulo Ampel dan Bojonegara. Pembuatan peta kerentanan digunakan kerentanan sosial dengan indikatornya adalah: kepadatan penduduk, rasio jenis kelamin, rasio kemiskinan, rasio orang cacat dan rasio kelompok umur. Peta risiko tanah longsor dibuat dengan mengoverlaykan dari peta bahaya tanah longsor dan peta kerentanan. Pembuatan peta bahaya, peta kerentanan dan peta risiko mengunakan teknik overlay atau tumpang tindih dengan software ArcGIS. Daerah berisiko rendah di Kabupaten Serang seluas 92.416 ha (63,6% dari seluruh luas Kabupaten Serang), berisiko sedang seluas 46.971 ha. (32,3%) dan yang berisiko tinggi 5.907 ha. (4,1%). Bila dilihat dari tingkatan kecamatan, 5 urutan teratas kecamatan yang memiliki luasan daerah berisiko tinggi terbesar adalah Kecamatan Anyar (1.498 ha), Pulo Ampel (1,082 ha), Bojonegara (1.019 ha), Baros (828,5 ha) dan Padarincang (561 ha). Peta bahaya, peta kerentanan dan peta risiko sangat dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Serang, selain sebagai acuan kegiatan pengurangan risiko bencana juga untuk penataan kawasan yang aman berkelanjutan. Serang District requires hazard maps, vulnerability maps and risk maps as a basis for reducing the risk of landslides. Parameters and weights for making landslide hazard maps are: slope (50%), geological conditions (20%), rainfall (15%) and land use (15%). High landslide hazard zones in Serang District are found in the sub-districts of Padarincang, Ciomas, Mancak, Anyar, Cinangka, Pulo Ampel and Bojonegara. Making a vulnerability map used social vulnerability with indicators: population density, sex ratio, poverty ratio, ratio of disabled people and ratio of age groups. Landslide risk maps are made by overlaying landslide hazard maps and vulnerability maps. Making hazard maps, vulnerability maps and risk maps using overlay techniques with ArcGIS software. Low-risk areas in Serang District covering 92,416 ha (63.6% of the total area of Serang Regency), medium risk of 46,971 ha. (32.3%) and high risk 5,907 ha. (4.1%). When viewed from the sub-district level, the top 5 sub-districts that have the largest high-risk areas are Anyar District (1,498 ha), Pulo Ampel (1,082 ha), Bojonegara (1,019 ha), Baros (828.5 ha) and Padarincang (561 ha ) Hazard maps, vulnerability maps and risk maps are urgently needed by the Serang District Government, in addition to being a reference for disaster risk reduction activities as well as for the sustainable arrangement of areas.
Dampak Gempa Lombok dan Sumbawa 2018 Terhadap Sumber Penghidupan dan Strategi Kelangsungan Hidup Keluarga Korban
Abstrak. Gempa Lombok dan Sumbawa 2018 mengakibatkan 564 kematian, 1.584 luka-luka, dan 396.032 warga mengungsi. Selain itu, gempa tersebut merusak 239.954 rumah. Studi ini dilakukan untuk mengkaji lebih jauh dampak gempa terhadap sumber penghidupan keluarga korban dan stategi kelangsung hidup mereka pasca gempa. Studi ini menggunakan data mentah dari survei rumah tangga korban yang dilakukan oleh UNDP. Jumlah sampel yang adalah 770 keluarga yang diambil secara sistematik random sampling dari daftar keluarga korban gempa di 7 kecamatan. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Studi ini menemukan bahwa gempa berdampak pada penghidupan 74,32% rumah tangga yang tersebar di seluruh kabupaten. Dampak paling signifikan adalah berkurangnya pendapatan, kehilangan pekerjaan, berkurangnya kemampuan fisik untuk bekerja, hilangnya pemasok dan pasar. Dampak tersebut bervariasi antar kabupaten/kota. Untuk mengatasi terganggunya sumber mata pencaharian, kegiatan/upaya keluarga korban antara lain meminjam, mengurangi konsumsi, menjual aset, dan berganti pekerjaan. Abstract.The 2018 Lombok and Sumbawa earthquakes resulted in 564 deaths, 1,584 injuries, and 396,032 residents displaced. Also, the earthquake damaged 239,954 houses. This study is conducting to examine further the impact of the earthquake on the livelihoods and livelihood strategy. This study uses raw data from the household survey. The total sample was 770 families taken by systematic random sampling from a list of earthquake victim families in 7 districts. Data were analyzed descriptively quantitatively. This study found that the earthquake's impact on livelihoods for 74.32% household spread across all districts. The most significant impact is reduced income, loss of employment, reduced physical ability to work, loss of suppliers and markets. These impacts vary between districts/cities. To overcome the disruption to their livelihood sources, the survivor's family's activities/efforts include borrowing, reducing consumption, selling assets, and changing jobs.
Pemodelan Spasial Peak Ground Acceleration dan Prediksi Luas Genangan Tsunami di Kota Bengkulu
Abstrak Kota Bengkulu merupakan salah satu kota yang berada pada pesisir barat Pulau Sumatera yang mendapat pengaruh dari pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia serta Patahan Mentawai. Kondisi ini menyebabkan Kota Bengkulu rawan akan bencana gempa bumi dan tsunami. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola spasial kawasan rawan gempa bumi dan tsunami sebagai salah satu upaya mitigasi bencana. Kawasan rawan gempa bumi diamati dengan mencari Peak Ground Acceleration (PGA) gempa bumi di Kota Bengkulu pada tahun 2010 hingga 2018 sedangkan kawasan rawan tsunami diamati dengan mencari luas genangan tsunami dalam 3 skenario yaitu ketinggian gelombang 5 meter, 20 meter dan 25 meter dari garis pantai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah terbangun eksiting yang memiliki resiko tertinggi berada bagian pesisir selatan Kota Bengkulu dengan wilayah PGA tinggi serta genangan tsunami yang luas dari tinggi gelombang tsunami 25 meter.Wilayah ini berada pada Kecamatan Kampung Melayu dengan prediski luas terdampak sebesar 653,69 Ha. Abstract Bengkulu City is one of the cities on the west coast of Sumatra Island which has been influenced by the Indo-Australian Plate and the Eurasian Plate as well as the Mentawai Fault. This condition makes Bengkulu City prone to earthquakes and tsunamis. The purpose of this study is to determine the spatial pattern of earthquake and tsunami prone areas as one of the disaster mitigation efforts. Earthquake-prone areas were observed by looking for the Peak Ground Acceleration (PGA) of earthquakes in Bengkulu City from 2010 to 2018 while tsunami-prone areas were observed by looking for the area of tsunami inundation in 3 scenarios, namely the wave height of 5 meters, 20 meters and 25 meters from the coastline . The results showed that the highly developed area with the highest risk was the southern coast of Bengkulu City with a high PGA area and a large tsunami inundation from a tsunami wave height of 25 meters. This area is located in the Kampung Melayu sub-district with a predisposition of an affected area of 653.69 hectares
Jasa Ekosistem dalam Perspektif Masyarakat Perkotaan di Sungai Code
Abstrak.Berbagai perubahan pada ekosistem sungai di perkotaan khususnya Sungai Code penggal Gemawang-Sardjito, mengindikasikan pemahaman masyarakat mengenai jasa ekosistem masih minim. Guna mengetahui kondisi sebenarnya, maka studi ini dilakukan. Tujuan yang ingin dicapai antara lain untuk mengetahui gambaran karakteristik ekosistem dan mengidentifikasi tingkat pengetahuan masyarakat mengenai jasa ekosistem dan komponen sungai. Penelitian menggunakan metode wawancara terstruktur dan observasi lapangan. Analisis deskriptif yang dilengkapi uji statistik dan analisis spasial digunakan dalam penelitian ini. Hasilnya menunjukkan bahwa dominasi talud dan permukiman menyebabkan menurunnya peranan ekosistem sungai. Pengetahuan masyarakat terkait komponen sungai minim, namun pengetahuan tentang jasa ekosistem cenderung tinggi. Sebagian besar masyarakat tidak bisa menentukan area sempadan sungai dengan benar. Selain itu, pengetahuan masyarakat terkait jasa ekosistem belum menyeluruh. Hal ini menunjukkan perlunya peningkatan pemahaman sosial masyarakat terkait ekosistem sungai. Abstract.Some changes in urban ecosystem of Code River, particularly in line Gemawang-Sardjito indicated the lack of community understanding to ecosystem services. This study was conducted in order to assess the actual conditions. The objectives of this study are to analyze the ecosystem characteristics and to identify the level of community knowledge regarding to ecosystem services and river components. This study used structured interview and filed observation. Descriptive and spatial analyses combined with statistical test are used in this study. The results showed that settlements and embankment caused the declining of river ecosystem roles. We also found that the community knowledge was high related to ecosystem services, however their knowledge to the river components was minimal. Most of them could not determine the riparian area correctly. Moreover, the community knowledge regarding to ecosystem services had not been thorough yet. Therefore, the improvement of community understanding to the river ecosystem is necessary
Identifikasi Bidang Gelincir Zona Rawan Longsor Menggunakan Metode Geolistrik Di Ruas Jalan Toraja – Mamasa
Abstrak. Metode geolistrik tahanan jenis merupakan salah satu dari metode geofisika yang dapat mendeteksi aliran listrik di bawah permukaan bumi. Salah satu aplikasi metode geolistrik tahanan jenis adalah dapat mengidentifikasi bidang gelincir pada daerah rawan longsor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bidang gelincir pada daerah rawan lonsor di ruas jalan Toraja – Mamasa. Hasil dari pengukuran geolistrik tahanan jenis dipadukan dengan hasil pengeboran di beberapa titik agar tidak terjadi kesalahan dalam proses interpretasi batuan yang diduga sebagai penyebab terjadinya tanah longsor. Informasi tentang perlapisan tanah tersebut digunakan untuk mengetahui batas-batas ketidakstabilan pada lapisan tanah yang dapat menjadi acuan dalam pengembangan wilayah, khususnya ruas jalan Toraja - Mamasa. Dalam penelitian ini diperoleh nilai resistivitas yang berbeda-beda untuk setiap batuan. Variasi resistivitas yang diperoleh dimulai dari 0 – 978 Ωm. Nilai resistivitas batuan pada bidang gelincir di lokasi penelitian berada pada bidang batas 50-300 Ωm. Batuan penyusunnya berupa batupasir lempung, lava andesit dan basalt. Abstract The resistivity geoelectric method is one of the geophysical methods that can detect the flow of electricity below the earth's surface. One application of the resistivity geoelectric method is to identify the slip field in landslide prone areas. The research aimed to discover slip area of landslide prone zone at the segment road of Toraja-Mamasa. The results of the geoelectric resistivity measurements are combined with the results of drilling at several points so that there are no errors in the process of rock interpretation which are thought to be the cause of landslides. Information about the soil layers is used to determine the boundaries of instability in the soil layer which can be used as a reference in regional development, especially the Toraja - Mamasa road segment. In this research, it was obtained different resistivity values for each rock. The resistivity variation obtained started from 0 - 978 Ωm. The rock resistivity value in the slip plane at the research location is in the 50-300 Ωm boundary fields. The rocks lithologies are clay sandstones, andesite lava and basalt.
Hubungan Pengetahuan dengan Sikap Tenaga Kesehatan dalam Tanggap Darurat Bencana Banjir di Puskesmas Bidara Cina Jakarta Timur
Abstrak. Tanggap darurat adalah suatu tindakan yang dilakukan dengan secepat mungkin pada saat bencana terjadi untuk mencegah potensi buruk terhadap masyarakat. Dalam tanggap darurat bencana ini, dibutuhkan tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan pengalaman pelatihan terkait tanggap darurat bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan pengetahuan dengan sikap tenaga kesehatan dalam tanggap darurat bencana banjir di Puskesmas Bidara Cina. Desain penelitian ini adalah cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui peran Puskesmas Bidara Cina 1, 2 dan 3. Sebanyak 32 tenaga kesehatan dilibatkan dalam penelitian ini dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan pengisian kuesioner oleh responden dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan dengan sikap tenaga kesehatan dalam tanggap darurat bencana banjir (p=0,029). Bagi penelitian selanjutnya, disarankan untuk menambahkan simulasi tanggap darurat bencana banjir sebagai variabel tindakan tanggap darurat bencana. Abstact.Emergency Response is an immediate action conducted when a disaster occurs to prevent any potential adverse impact on people. In emergency response, community health workers who have sufficient knowledge and training experience in flood disaster emergency response are required. The purpose of this research was to examine the relationship between knowledge and attitude of community health workers about flood disaster emergency response at Bidara Cina Primary Health Cares (PHC). The design of this research was a cross-sectional design with quantitative and qualitative approaches to know the role of Bidara Cina 1, 2 and 3 Primary Health Cares in flood disaster emergency response. A total of 32 community health workers were recruited in this research by using total sampling technic. Data collection was conducted by questionnaires filling and interviews. The result shows that there was a significant relationship between knowledge and attitude of community health workers about flood disaster emergency response (p=0,029). Further studies which use a flood disaster emergency response simulation as an additional variable are recommended
Sidik Cepat Potensi Karst Rocky Desertification (KRD) Menggunakan Citra Landsat 8 OLI: Studi di Kawasan Karst Gunungsewu Bagian Barat
Abstrak. Proses identifikasi kondisi lingkungan dapat dilakukan melalui adanya sidik cepat pemetaan Karst Rocky Desertification (KRD), termasuk di kawasan karst Gunungsewu bagian barat. Tujuan dari kajian ini adalah untuk mengetahui secara cepat potensi intensitas proses KRD yang terjadi di wilayah kajian, menggunakan metode analisis data citra penginderaan jauh multispektral. Metode yang digunakan adalah pengolahan citra secara digital menjadi citra indeks NDVI dan BI ditunjang dengan menggunakan analisis Digital Elevation Model (DEM) untuk menghasilkan data kemiringan lereng. Kriteria kelas potensi terjadinya KRD yang dihasilkan yaitu non KRD, potensi KRD rendah, potensi KRD sedang dan potensi KRD tinggi dengan luas total wilayah kajian 56.686,17 Ha. Wilayah kajian masih didominasi kelas non KRD dengan luas 32.140,56 Ha, sedangkan potensi KRD rendah seluas 24.447,72 Ha, kelas potensi KRD sedang seluas 96,53 Ha dan potensi KRD tinggi seluas 1,36 Ha. Abstract. Identification of environmental conditions can be done through the rapid mapping of karst rocky desertification (KRD) process. The purpose of this study is to know rapidly the potential of KRD processes, using Landsat 8 OLI multispectral image that covering the western part of Gunungsewu karst area. The method used is digital image processing of NDVI and BI index supported by using Digital Elevation Model (DEM) analysis to produce slope data. Criteria of KRD potential in this study are non KRD, low KRD potential, medium KRD potential and high KRD potential for total study area of 56.686,17 Ha. The study area dominated by non-KRD class with an area of 32.140,56 Ha, while the low KRD potential is 24.447,72 Ha, the medium KRD potential is 96,53 Ha and high KRD potential is 1,36 Ha
Distribusi Keruangan Penanaman Modal di Kabupaten Bantul
Kabupaten Bantul meraih prestasi tingkat nasional di tahun 2008 yakni memperoleh penghargaan dalam KPPOD Award. Penghargaan yang diperoleh menjadi awal yang baik bagi Kabupaten Bantul dalam memperbaiki iklim penanaman modal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengidentifikasi dan menganalisis distribusi keruangan penanaman modal dan pengaruh karakteristik wilayah terhadap pemilihan lokasi penanaman modal. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, analisis tetangga terdekat, dan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil kajian dapat disimpulkan bahwa distribusi keruangan penanaman modal di Kabupaten Bantul terdistribusi di 10 kecamatan, sedangkan 7 kecamatan lainnya belum menjadi destinasi penanaman modal. Untuk lokasi perusahaan penanaman modal membentuk pola dispersed atau merata dengan nilai R sebesar 5,920887 (R>1). Sebagian dari lokasi penanaman modal berada di tepi jalan raya. Pemilihan lokasi penanaman modal di Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh faktor daya tarik karakteristik wilayah seperti pertumbuhan ekonomi dan jumlah objek wisata. Bantul Regency won the national award of KPPOD in 2008. That award was a good commencement to improve Bantul Regency’s investment climate. The aims of this research were to identify and analyse the spatial distribution of investment and the effect of regional characteristics on the selection of investment site. The analytical techniques used in the research are descriptive analysis, nearest neighbour analysis, and multiple regression analysis. Based on the analysis, it can be concluded that distribution of investment in Bantul Regency distributed in 10 sub-districts, while 7 others are not yet be destination of investment. For the location of investment firms forms a dispersed pattern with R value 5,920887 (R>1). Some investment firm are located on the edge of highway. The selection of investment sites in Bantul regency is affected by the attraction factors of the region characteristics such as economic growth and number of tourism objects.