Majalah Geografi Indonesia
Not a member yet
419 research outputs found
Sort by
Kelayakan Usahatani Padi dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan
Kelayakan usahatani secara finansial harus menjadi perhatian yang sangat penting dalam kebijakan pembangunan pertanian. Hal ini terjadi karena kelayakan usahatani menentukan besarnya nilai keuntungan finansial yang diterima petani. Berdasarkan hal tersebut maka penelitian ini dilakukan dengan tujuan: pertama mengetahui kondisi sosial-demografi dan ekonomi petani padi; kedua menganalisis kondisi finansial usahatani padi yang mencakup biaya, penerimaan dan pendapatan atau keuntungan usahatani padi; dan ketiga menganalisis kelayakan usahatani padi dan pengaruhnya terhadap pendapatan petani di Desa Margoluwih Kecamatan Seyegan. Jumlah sampel sebanyak 90 petani yang diambil secara random sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder dikumpulkan dari instatsi pemerintah. Data disajikan dalam bentuk tabel dan dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menemukan adanya variasi kondisi sosial-ekonomi dan demografi petani, sedangkan hasil analisis finansial menemukan adanya variasi biaya usahatani menurut luas lahan dan variasi penerimaan atau pendapatan menurut perbedaan hasil produksi dan biaya. Sementara itu, berdasarkan analisis kelayakan usahatani padi dengan R/C ratio maupun dengan B/C ratio menunjukkan bahwa kegiatan usahatani padi masih layak dan secara signifikan nilai kelayakan tersebut berpengaruh positif terhadap pendapatan yang diterima petani. Financial feasibility of farming must be a very important concern in agricultural development policy.This happens because the feasibility of farming determines the value of financial benefits received by farmers. Based on this, this research was conducted with the aim to; firstly knowing the socio-demographic and economic conditions of rice farmers; the second analyzes the financial condition of rice farming which includes the cost, revenue and income or profits from rice farming; and third, analyzing the feasibility of rice farming and its effect on farmers' income in Margoluwih Village of Seyegan District. The total sample of 90 farmers taken by random sampling. Primary data was collected through structured interviews using a questionnaire, while secondary data is collected from government agencies. Data is presented in tabular form and analyzed descriptively quantitatively. The results of the study found variations in the socio-economic and demographic conditions of farmers, whereas the results of financial analysis found variations in farming costs according to land area and variations in revenue or income according to differences in production results and costs. Meanwhile, based on the feasibility analysis of rice farming with R/C ratio and with the B/C ratio shows that rice farming activities are still feasible and significantly the feasibility value has a positive effect on the income received by farmers.
Pengaruh Tingkat Kompresi Citra ALOS AVNIR-2 terhadap Akurasi Hasil Transformasi Indeks Vegetasi dan Klasifikasi Penutup Lahan Wilayah Salatiga dan Ambarawa, Jawa Tengah
Abstrak Penggunaan teknik kompresi untuk menghemat ukuran penyimpanan citra digital telah banyak dijumpai dalam aplikasi keseharian. Di sisi lain, kompresi citra juga dapat memberikan konsekuensi berupa kehilangan detil data, yang akan berpengaruh pada integritas data. dan secara teoretis juga akan berpengaruh pada kualitas turunan data. Penelitian ini mengkaji pengaruh tingkat kompresi citra digital multispektral ALOS-AVNIR2 yang terdiri dari empat saluran dengan resolusi spasial 10 meter terhadap akurasi hasil transformasi indeks vegetasi dan klasifikasi penutup lahan untuk wilayah Salatiga-Ambarawa, Jawa Tengah. Citra dikompresi pada sembilan tingkat, yaitu dari tidak kehilangan detil sama sekali (100%, atau sama dengan data asli) hingga 10%, dengan interval 10%. Indeks Vegetasi yang diterapkan meliputi NDVI, TVI dan MSARVI. Klasifikasi multispektral yang diujicobakan meliputi klasifikasi per-piksel dan klasifikasi berbasis objek. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa transformasi indeks vegetasi dan klasifikasi per-piksel mengalami penurunan akurasi secara drastis, sejalan dengan meningkatnya kompresi citra, sementara klasifikasi berbasis objek mengalami perubahan akurasi relatif lebih sedikit dibandingkan analisis per-piksel. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan citra terkompresi sebagai masukan proses klasifikasi secara digital sebaiknya dihindari. Meskipun demikian, kalau pun terpaksa dilakukan karena masalah ketersediaan data, maka metode klasifikasi berbasis objeklah yang sebaiknya diterapkan; dan untuk klasifikasi per-piksel maka algoritma jarak minimum terhadap rerata-lah yang sebaiknya dipilih. Abstract The use of compression techniques for saving storage space of digital imagery has been commonly found in daily applications. On the other hand, image compression can also provide consequences of losing data details, which will affect data integrity and theoretically will also affect the quality of data derived. This study examined the effect of ALOS-AVNIR2 multispectal image compression level consisting of four channels with 10 m spatial resolution to the accuracies of vegetation index transformation and land cover classification for Salatiga and Ambarawa region, Central Java. This study compressed the image into nine levels, i.e. from lossless details (100%, or equal to original data) up to 10% compression, at 10% intervals. The applied vegetation indices include NDVI, TVI and MSARVI. The multispectral classifications that were piloted include the per-pixel and object-based classification methods. The results of this study indicated that the vegetation index transformation and per-pixel classification have drastically decreased accuracies, in line with the increase in image compression; while the object-based classification has relatively more stable than per-pixel analysis. The findings of this study showed that the use of compressed imagery as an input to digital classification process should be avoided. However, even if it has to be done due to data availability issues, then object-based classification methods should be applied; and especially for per-pixel classification, the minimum distance to mean algorithm should be chose
Pengelolaan edu-wisata mangrove berbasis masyarakat : studi kasus di Desa Gedangan, Purwodadi, Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia
Ekosistem mangrove memiliki manfaat fisik, biologis, maupun ekonomis. Pengelolaan mangrove menjadi ekowisata adalah model pemanfaatan mangrove yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mangrove eksisting dan model pengelolaan wisata mangrove yang dilakukan oleh masyarakat Gedangan. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode transect line plot, wawancara key informan, dan membagikan kuisioner kepada masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kondisi mangrove eksisting didominasi oleh R.mucronata yang merupakan hasil program tanam mangrove pemerintah setempat sejak tahun 2011. Kondisi vegetasi kategori pancang tergolong rapat, sedangkan pada tingkat pohon tergolong jarang. Mangrove Gedangan dikelola menjadi wisata edukasi atas inisiatif masyarakat setempat dengan modal swadaya. Terdapat dukungan dari komunitas eksternal maupun pemerintah setempat dalam pengelolaannya. Penanaman mangrove masih terus dilakukan oleh pemerintah maupun lembaga pendidikan setempat. Peraturan pelarangan perusakan mangrove telah diterapkan. Dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat antara lain menjadi sumber penghasilan pokok maupun tambahan dengan mengambil berbagai sumber daya ekosistem mangrove. Mangrove ecosystems have physical, biological and economic benefits. Mangrove management into ecotourism is a model of the use of mangroves that have economic and sustainable value. This study aims to determine the existing mangrove conditions and mangrove tourism management models carried out by the local community. The study was conducted using the transect line plot method, key informant interviews, and distributing questionnaires to the community. Based on the results of the study, it can be seen that the existing mangrove conditions are dominated by R. mucronata which is the result of the local government's mangrove planting program since 2011. The condition of the sapling category is classified as dense, while at the tree category is classified as rare. Mangrove in Gedangan is managed as an educational tourism at the initiative of the local community with self-help capital. There is support from external communities and the local government in its management. Mangrove planting is still being carried out by the government and local education institutions. Regulations prohibiting mangrove destruction have been implemented. The economic impacts felt by the community include being a source of basic and additional income by taking various mangrove ecosystem resources.
Deteksi pengaruh gelombang Kelvin pada fluktuasi uap air di tropopause menggunakan model inversi
Analisis pengaruh gelombang ekuatorial Kelvin terhadap fluktuasi uap air (H2O) di lapisan tropopause (paras tekanan udara 100 hPa), dilakukan dengan memanfaatkan data Microwave Limb Sounder (MLS) Aura versi 4.2 dan angin zonal NCEP DOE Reanalysis II sepanjang tahun 2017. Model inversi gelombang melalui pendekatan Newtonian diterapkan untuk mencari parameter amplitudo (A) dan fasa (φ) gelombang dominan pada variasi anomali H2O (H2O*). Hasil penyelarasan model inversi menunjukkan perambatan H2O* positif ke arah timur bersesuaian dengan angin zonal (U) positif (angin baratan) yang identik dengan pergerakan gelombang Kelvin. Perambatan ini didominasi oleh bilangan gelombang k1 dengan A1 dan φ1 berturut–turut sebesar 0,44 dan 21,1°. Penulis menemukan bahwa variasi uap air dipengaruhi oleh perubahan angin baratan menjadi angin timuran dan konvergensi sebesar 0,15 × 10–5 s–1. Analisis komposit diagram relatif terhadap nilai maksimum H2O* menunjukkan adanya pengaruh gelombang ekuatorial Kelvin terhadap distribusi uap air di tropopause. Penelitian terkait pengembangan model kopel troposfer dan stratosfer perlu mempertimbangkan proses dinamika gelombang Kelvin dan proses radiatif dari konsentrasi uap air di tropopause. Analysis on the influence of equatorial Kelvin wave on the fluctuations in water vapor (H2O) at tropopause (100 hPa air pressure level) has been done utilizing Microwave Limb Sounder (MLS) Aura version 4.2 and zonal wind (U) from NCEP DOE Reanalysis II data throughout the year of 2017. The inverse wave model using Newtonian approximation has been applied to determine the dominant of both wave amplitude (A) and phase (φ) parameters on the H2O anomaly (H2O*). The fitting of inverse modeling result showed an eastward propagation of positive H2O* associated with positive U (westerly wind) which is identical as Kelvin wave movement. The propagation is dominated by wavenumber k1 where A1 and φ1 is 0.44 and is 21.1°, respectively. The authors found that water vapor variations were influenced by the reversal of zonal wind from easterly to easterly and the convergence as large as 0,15 × 10–5 s–1. The composite analysis relative to the maximum value H2O* showed the influence of equatorial Kelvin wave in the water vapor distribution at tropopause. The research on the development of the troposphere –stratosphere coupling model may need to consider the dynamical process of the equatorial Kelvin wave and radiative process of water vapor concentration in the tropopause.
Site selection arahan eksplorasi untuk konservasi ex situ tumbuhan dengan pendekatan spasial di Pulau Bali
Abstrak Kebun Raya “Eka Karya” Bali (KREKB) melakukan eksplorasi tumbuhan di dataran tinggi kawasan timur Indonesia sebagai langkah awal dalam konservasi ex situ tumbuhan. Tujuan studi ini adalah untuk memberikan rekomendasi lokasi eksplorasi tumbuhan di Pulau Bali bagi KREKB. Metode penelitian menggunakan pendekatan analisis SIG berjenjang tertimbang secara spasial dan overlay pada parameter pembatas, yaitu: kawasan hutan dan historis eksplorasi, dengan variabel fisik seperti: bentuklahan, elevasi, tutupan vegetasi, dan penggunaan lahan. Hasil penelitian menunjukkan kawasan hutan di Kabupaten Jembrana (36.576,74 ha) dan Buleleng (32.424,87 ha) merupakan wilayah yang memenuhi kelas direkomendasikan - sangat direkomendasikan untuk eksplorasi tumbuhan. Kondisi lokasi yang sangat direkomendasikan memiliki cakupan yang sempit dengan tantangan medan yang berat, namun berpeluang tinggi untuk mendapatkan tumbuhan prioritas konservasi, baik sebagai koleksi baru maupun terancam kepunahan. Abstract As one of the main role in plant conservation, Bali Botanic Garden (BBG) has regularly conducted flora expeditions around the mountain areas in the eastern part of Indonesia. This study aimed to provide recommendations for BBG in terms of flora exploration sites in Bali. The methods used GIS analysis approach with spatially weighted tiers with scoring and overlay on the limiting parameters namely forest area and historical exploration, with other physical variables such as landform, elevation, vegetation cover, and land use. The results showed that forest area in Jembrana (36,576.74 ha) and Buleleng (32,244.87 ha) were the areas which met the recommended - highly recommended class for flora exploration. The highly recommended locations characterised by narrow area with a challenging hard terrain, however the chance of obtaining the priority plant for conservation, either new collections or threatened species, is higher
Analisis ekologi bentanglahan di Taman Nasional Baluran dan sekitarnya
Taman Nasional Baluran memiliki kondisi geomorfologi dan iklim yang khas sehingga dapat membentuk sabana. Masalah yang terjadi di Taman Nasional Baluran adalah adanya perubahan penutup lahan seiring berjalannya waktu. Kondisi tersebut diikuti dengan perubahan struktur ekologi bentanglahan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola penutup lahan berdasarkan aspek geomorfologi dan dinamika perubahannya di Taman Nasional Baluran. Teknik sistem informasi geografis dan penginderaan jauh digunakan untuk menginterpretasi kondisi geomorfologi dan penutup lahan. Analisis ini juga menggunakan software FRAGSTAT untuk mengkuantifikasi landscape metrics. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap penutup lahan memiliki pola sesuai dengan kondisi geomorfologi. Temuan lain menunjukkan bahwa penutup lahan semak dan belukar, sabana, serta hutan lahan rendah mengalami perubahan luas secara signifikan selama tahun 1997-2019. Fragmentasi yang terjadi pada penutup lahan di Taman Nasional Baluran, terutama sabana yang mengalami penurunan luas, turut mengancam kelestarian habitat flora dan fauna asli. Baluran National Park has unique geomorphology and climate conditions, so savannas possibly formed. The problem that happened in Baluran National Park is the land cover changes over time. The condition then followed by the change of landscape ecology structures. Therefore, this study aims to analyze land cover patterns based on geomorphological aspects and the change dynamics in Baluran National Park. Geographic information systems and remote sensing techniques were used to interpret the geomorphological and land cover condition. This analysis also used FRAGSTAT software to quantify landscape metrics. The result showed that each land cover has a pattern in accordance with geomorphological characteristics. Other findings showed that the land cover of shrubs, savannas, and lowland forests underwent significant changes during 1997-2019. The fragmentation that has occurred on Baluran National Park’s land cover, especially savannas that have decreased in area, also threatens the preservation of native flora and fauna habitats.
Penyusunan Basis Data Spasial Fasilitas Bangunan Gedung bagi Penyandang Disabilitas (Universitas Gadjah Mada Menuju Kampus Inklusi)
Sebagai universitas terkemuka di tanah air, Universitas Gadjah Mada harus siap menjelma sebagai kampus inklusi. Artinya, kampus yang ramah terhadap penyandang diasbilitas. Untuk menjadi kampus inklusi, maka pengelola kampus harus menyediakan fasilitas yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Untuk itu penyusunan database spasial bangunan Gedung dengan informasi fasilitas penyandang disabilitas perlu diwujudkan. Basis data yang disusun akan bersumber dari data penginderaan jauh, dan memanfaatkan fasilitas sistem informasi geografis untuk pemanfaatan data spasial. Tujuan penelitian adalah (1) inventarisasi dan menyusun basis data bangunan gedung dan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di Kampus Universitas Gadjah Mada, (2) memberikan rekomendasi penyediaan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas kampus UGM. Interpretasi visual digunakan sebagai metode untuk ekstraksi bangunan Gedung di UGM. Citra penginderaan jauh yang digunakan berupa mosaic foto udara format kecil yang dipotret dengan menggunakan wahana tanpa awak. Survey lapangan dilakukan dengan cara sensus pada seluruh bangunan Gedung di kampus UGM. Penyusunan basis data spasial menggunakan fasilitas sistem informasi geografi. Hasil penelitian berupa data base spasial bangunan Gedung dan bangunan fasilitas untuk penyandang disabilitas di kampus UGM. Atribut yang menyertadi data base tersebut antara lain aksesibilitas bagi penyandang disabilitas berupa ramp atau lift, guiding block, dan fasilitas toilet
Analisis Faktor Yang Mempengaruhi Status Kemiskinan Rumah Tangga Pada Wilayah Central Bussiness District (CBD) di Kota Makassar
Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi status kemiskinan rumah tangga pada wilayah central bussiness district (CBD) di Kota Makassar melalui pengamatan, dan wawancara mendalam terhadap 98 rumah tangga miskin sebagai sampel. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi logistik binner. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa faktor- faktor yang secara nyata mempengaruhi status kemiskinan rumah tangga pada wilayah central bussiness district (CBD) di Kota Makassar dengan selang kepercayaan mencapai 94,9 % yaitu tingkat pendidikan, kesanggupan menyediakan bahan makanan, kesanggupan membayar biaya pengobatan, luas lantai bangunan tempat tinggal, dan tingkat pendapatan
Potensi Bencana Alam di Kawasan Bekas Danau Purba Borobudur
Abstrak Bencana dapat terjadi kapan saja, dimana saja dan kepada siapa saja. Potensi bencana dapat terjadi tidak terkecuali di kawasan bekas Danau Purba Borobudur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bencana di kawasan bekas Danau Purba Borobudur. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan trianggulasi teknik. Analisis data menggunakan model Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan potensi bencana alam di kawasan bekas Danau Purba Borobudur meliputi gempa bumi, erupsi gunungapi, tanah longsor dan banjir. Abstract Disasters can happen anytime, anywhere and to anyone. Potential disasters can occur not least in the area of the former Borobudur Ancient Lake. This study aims to determine the potential for disasters in the area of the former Borobudur Purba Lake. This research is a qualitative descriptive study. The data collection technique used technical triangulation. Data analysis using the Miles & Huberman model. The results showed the potential for natural disasters in the Ancient lake Borobudur former include earthquakes, volcanic eruptions, landslides and flooding.
Kearifan Lokal Pertanian, Permasalahan, dan Arahan Strategi dalam Pengelolaan Pertanian di Desa Sembungan
Abstrak Sektor pertanian merupakan sektor yang menjadi andalan perekonomian di Kabupaten Wonosobo, terutama di Desa Sembungan. Aktivitas pertanian di Desa Sembungan masih didasari dengan nilai-nilai kearifan lokal dalam proses penanaman, pengolahan ladang, sampai dengan panen. Permasalahan yang kemudian muncul adalah tidak semua kearifan lokal sesuai dengan nilai-nilai lingkungan yang harus dipenuhi untuk mengurangi dampak negatif pertanian. Penelitian dilakukan dengan metode kualitatif, pengambilan data dilakukan dengan wawancara mendalam, diskusi kelompok terarah, dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kearifan lokal pertanian di Desa Sembungan meliputi tumpang sari, gotong royong, nyabuk gunung, dan selokan dalam. Namun dalam prakteknya beberapa kearifan lokal tidak sesuai dengan nilai-nilai lingkungan. Perubahan dari aspek teknis, juga edukasi dan pelatihan kepada petani dibutuhkan untuk dapat menyesuaikan kearifan lokal dengan nilai-nilai lingkungan untuk dapat mencapai pertanian ramah lingkungan. Abstract Agriculture is the main economy sector in Wonosobo District, especially in Sembungan Village. Agriculture activities such as planting, land cultivation, and harvesting in Sembungan Village are still done based on local wisdom. The problem is not all local wisdom meet the environmental values which should be fulfilled to reduce the negative effects of agriculture. The research is conducted by qualitative method with in-depth interview, focus group discussion, and field observation. The results show that the agriculture local wisdom in Sembungan Village take form as tumpang sari, gotong royong, nyabuk gunung, and selokan dalam. However, in practice, some of local wisdom do not meet the environmental values. Changes from technical aspect, also education and training for the farmers are needed to adjust the existing local wisdom to environmental values in order to achieve the environmental friendly-agricultur