Majalah Geografi Indonesia
Not a member yet
419 research outputs found
Sort by
Estimasi Debit Limpasan Menggunakan Metode Natural Resources Conservation Soil (NRCS) untuk Optimalisasi Tutupan Lahan di DAS Serang Daerah Istimewa Yogyakarta
Ada banyak faktor yang menyebabkan kondisi DAS menjadi kritis. Perubahan tutupan lahan menjadi salah satu pemicu awal terjadinya kondisi kritis tersebut. Terlebih dengan makin bertambahnya jumlah penduduk, menyebabkan pemanfaatan sumber daya alam makin meningkat. Perubahan tutupan lahan pun akan makin banyak terjadi. Perubahan tutupan lahan yang intensif ke arah tutupan lahan yang tidak bervegetasi menyebabkan limpasan (overlandflow) meningkat. Pada pengelolaan DAS, limpasan (overlandflow) ini penting untuk diperhatikan, karena merupakan komponen penting penyumbang air ke saluran yang menggambarkan dampak perubahan tutupan lahan yag terjadi. Dengan diketahui perubahan tutupan lahan dan limpasan yang dihasilkan, maka dapat disusun suatu skenario tutupan lahan agar limpasan yang dihasilkan terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mempelajari sebaran nilai CN-lereng di DAS Serang; 2) Mengkaji besarnya limpasan yang dihasilkan dengan menggunakan nilai CN dan CN-lereng; 3) Menyusun skenario optimalisasi tutupan lahan untuk mengendalikan besarnya limpasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Natural Resources Conservation Soil (NRCS) dengan penyesuaian (memasukkan) lereng. Penyesuaian lereng digunakan untuk mengetahui pengaruh lereng pada nilai CN. Hasil penyesuaian lereng pada nilai CN disebut CN-lereng. CN-lereng ini kemudian digunakan untuk mengestimasi tebal limpasan dan digunakan untuk menyusun skenario tutupan lahan. Estimasi limpasan di DAS Serang menggunakan data hujan harian. Peta Tanah, Peta Tutupan Lahan, dan Peta Lereng dibuat menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG). Hasil penelitian menunjukkan 1) Nilai CN-lereng lebih tinggi dari nilai CN; 2) Limpasan dengan menggunakan nilai CN-lereng lebih tinggi dibanding dengan nilai CN. Ini membuktikan bahwa lereng berpengaruh pada limpasan yang dihasilkan; 3) Limpasan dapat dikendalikan dengan skenario tutupan lahan yang telah disusun dengan mengubah cara pengolahan lahan dan tutupan lahanny
Pengaruh Aktivitas Penambangan Timah Putih (SN) terhadap Kerusakan Lingkungan Perairan Sungai Jelitik Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aktivitas penambangan timah putih (Sn) terhadap kerusakan lingkungan perairan Sungai Jelitik yang diindikasikan oleh penurunan kualitas air Sungai Jelitik dan kerusakan sempadan Sungai Jelitik.Metode penelitian ini adalah survey dengan sampel diambil secara purposive sampling terhadap air sungai pada bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Jelitik, serta Air Limbah aktivitas penambangan timah sebelum masuk ke perairan Sungai Jelitik dengan parameter meliputi Kekeruhan, pH, logam berat meliputi Besi (Fe), Seng (Zn), Tembaga (Cu), Timbal (Pb), dan Kadmium (Cd). Untuk Kekeruhan, dan pH pengukuran dilakukan secara langsung menggunakan water quality chekeer.Berdasarkan hasil analisis laboratorium terhadap kualitas air Sungai Jelitik menunjukan bahwa 4 parameter kualitas air yang diukur telah melampaui baku mutu yang dipersyaratkan sesuai dengan PPRI Nomor 82 Tahun 2001 dan PerMenkes Nomor 416 Tahun 1990 tentang Syarat–syarat dan Pengawasan Kualitas Air yaitu pH dengan nilai rata-rata 5.39, logam Besi (Fe) pada Hulu sungai (P1) 0,053 mg/l, bagian Tengah (P2) 0,458 mg/l, dan Hilir (P4) 0,380 mg/l dengan baku mutu 0 mg/l dan kekeruhan pada bagian tengah (P2) dan Hilir (P4) >999 NTU dengan baku mutu lingkungan 25 NTU serta logam Zn pada Hilir Sungai (P4) 0,082 mg/l dengan baku mutu lingkungan 0,05mg/l, sehingga kualitas air Sungai Jelitik telah mengalami penurunan akibat aktivitas penambangan disekitarnya. Aktivitas penambangan juga berdampak terhadap kerusakan sempadan sungai di bagian tengah dan hilir Sungai Jelitik dengan luasan kerusakan masing-masing 1.983 Hektar di bagian tengah dan 1.663 hektar di bagian hilir. ABSTRACT This study aimed to determine the effect of tin mining (Sn) for environmental damage at Jelitik river that indicated by the decline in river water quality and damage to riparian Jelitik river.This research method is a survey with a sample taken by purposive sampling of river water at the upstream, midstream, and downstream river Jelitik and wastewater of tin mining activities before going into the waters of the River, with parameters include turbidity, pH, heavy metals that is iron (Fe ), Zinc (Zn), Copper (Cu), Lead (Pb) and Cadmium (Cd). For turbidity, and pH measurements were made directly using a water quality chekeer.Based on the results of laboratory analysis of water quality showed that 4 Jelitik River water quality parameters measured has exceeded the required quality standards in accordance with the PPRI Number 82 Year 2001 and Permenkes Number 416 of 1990 on terms and Water Quality Monitoring pH value is an average 5.39, metal Iron (Fe) in the river upstream (P1) 0.053 mg/l, central (P2) 0.458 mg/l, and Lower (P4) 0.380 mg/l with standard quality 0 mg/l and turbidity in the middle (P2) and Downstream (P4) > 999 NTU to 25 NTU environmental standards as well as the downstream river Zn metal (P4) 0.082 mg/l to the environmental quality standard of 0.05 mg/l. This means that water quality of Jelitik River has declined due to mining activities that rivers. Mining activities also affect to border of river in the middle and lower with area 1.983 acres in the middle and 1.663 acres in the lower
Kajian Kualitas Lingkungan Permukiman di Daerah Pinggiran Kota Kasus di Desa Ngestiharjo, Yogyakarta
ABSTRAK Penelitian ini mengkaji kualitas lingkungan permukiman di daerah pinggiran kota khususnya di Desa Nges-tiharjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul. Tujuan penelitian ini adalah (1) mengkaji sebaran kualitas lingkungan permukiman di Desa Ngestiharjo, (2) mengkaji kondisi sosial ekonomi penduduk di Desa Ngestiharjo, (3) mengkaji hubungan partisipasi penduduk dengan kualitas lingkungan permukiman, dan (4) mengkaji faktor sosial ekonomi, biotik dan abiotik yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman di Desa Ngestiharjo.Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian terkait dengan eksistensi populasi adalah metode penelitian sampling, terkait dengan karakteristik obyek penelitian adalah metode survei deskriptif kualitatif, dan terkait dengan cara analisis adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik proporsional random sampling. Responden penelitian ini adalah kepala keluarga yang dipilih acak berdasarkan strata dan propor-sional. Teknik analisis data dengan menggunakan skoring dan pembobotan, uji korelasi Spearman, uji regresi ganda dan analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan tabel silang.Hasil penelitian ini adalah (1) pola sebaran kualitas lingkungan permukiman di Desa Ngestiharjo disebabkan karena adanya perbedaan keteraturan bangunan dan per-bedaan kualitas lingkungan rumah; (2) tingkat pendapatan kepala keluarga mempunyai hubungan yang lemah terha-dap kualitas lingkungan permukiman dengan nilai koefisien korelasi 0,270. Hubungan yang lemah tersebut disebabkan kondisi lingkungan permukiman dan kondisi rumah yang baik tidak seluruhnya merupakan hasil investasi pendapatan si kepala keluarga tetapi merupakan hasil warisan dari orang tua si kepala keluarga; (3) tingkat partisipasi kepala kel-uarga mempunyai hubungan negatif dan lemah terhadap kualitas lingkungan permukiman. Nilai koefisien korelasin-ya adalah sebesar -0,207. Kegiatan pengelolaan lingkungan permukiman di Desa Ngestiharjo tidak memperbaiki fak-tor-faktor yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman; (4) faktor sosial-ekonomi, biotik, dan abiotik yang berpengaruh terhadap kualitas lingkungan permukiman di Desa Ngestiharjo adalah keteraturan bangunan (t = 3,637), tahun sukses pendidikan kepala keluarga (t=3,155), tingkat pendapatan ( t = 2,598), dan persentase vegetasi (t = 1,760). ABSTRACT This research was conducted to study the quality of settlement environment in urban periphery with Desa Ngesti-harjo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul as locus of study. The objectives of this research were (1) to analyze the dis-tribution of environmental quality of the settlements in Desa Ngestiharjo; (2) to analyze the socioeconomic condition of the residents of Desa Ngestiharjo; (3) to analyze the relation between the community participation and environmental quality of the settlements and (4) to analyze the socioeconomic, abiotic, and biotic factors contributing to the enviromental quality of the settlements in Desa Ngestiharjo.The method used in this research that : (1) associates with population is sampling method; (2) associates with objects characteristic is qualitative descriptive survei, and (3) associates with data analysis is the quantitative and qualitative method. Proporsional random sampling employed in this research. The respondents were heads of the household which were stratified and proportionally selected. The data were then analyzed using scoring and weighting, Spearman correlation, multiple liniear regression,and qualitative decriptive analysis using crosstab methods.The results of this research were (1) The distribution of the environmental quality of the settlements was found as result of the differences in building regularity and housing environmental quality; (2) The heads of household had a weak correlation with the quality of settlements, as indicated by the correlation coefficient of 0,270. The weak correlation stemmed from the fact that the good environmental quality of the settlement and the housing were not complete results of the income of the head of households, but was inherited from the predecessors; (3) The heads of household particiption was found to be negatively affected the enviromental quality of the settlements, indicated by the coefficient correlation of -0,207. The management of settlements environment did not improve the factors contributing to the environment quality of settlements; (4) Socioeconomic, abiotic, and biotic factors contributing to environment quality were housing regularity (t = 3,637, educational level of the heads of the households indicated by the years spent in educational institutions (t=3,155), level of income (t = 2,598), and percenta-tion of vegetation coverage (t=1,760)
Kajian Kerusakan Lingkungan Karst sebagai Dasar Pelestarian Sumberdaya Air (Kasus di DAS Bribin Hulu Kabupaten Gunung Kidul Daerah Istimewa Yogyakarta)
ABSTRAK Sumberdaya airtanah di Kabupaten Gunungkidul identik dengan sistem bawah tanah Bribin (DAS Bribin). Bendung Bribin 1, Bribin 2, dan Seropan berada di Desa Dadapayu Kecamatan Semanu yang dimanfaatkan untuk mencukupi kebutuhan sebagian penduduk di Kabupaten Gunungkidul. Keberadaan DAS Bribin yang sangat penting bagi kelangsungan dan kesejahteraan penduduk harus dikelola kelestariannya. Pengelolaan lingkungan guna tercapainya kelestarian sumberdaya air ditekankan pada bagian imbuhan air, yaitu DAS Bribin bagian Hulu. Identifikasi tingkat kerusakan di DAS Bribin Hulu menjadi salah satu hal yang mendesak karena daerah tersebut merupakan media pemasok sungai bawah tanah bendung Bribin, Baron, dan Seropan yang dimanfaatkan untuk kebutuhan penduduk. Tingkat kerusakan karst yang dinilai berdasarkan Morfologi berbasis cekungan/SubDAS. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pengamatan uji lapangan dan studi literatur terkait dengan kondisi daerah penelitian. Mempertimbangkan parameter kerusakan karst, meliputi perubahan moroflogi akibat penambangan, keberadaan outlet cekungan, tutupan vegetasi, kondisi mataair, kondisi gua, dan keberadaan bangunan di atas permukaan karst dilakukan penilaian tingkat kerusakan karst. Secara administratif tingkat kerusakan karst sangat tinggi berada di Desa Kenteng, Karangasem, dan Desa Bedoyo seluas 922,27 Ha. Adapun tingkat kerusakan karst tinggi berada di Desa Ponjong, Desa Sawahan, dan Desa Sumbergiri seluas 9.424,24 Ha. Tingginya tingkat kerusakan diantaranya akibat adanya penambangan yang besar, keberadaaan mataair, keberadaan bangunan diatas permukaan karst. Upaya strategi pelestarian dan pengelolaan dilakukan dengan berbasis karakteristik karst dan berbasis kewilayahan. Strategi kebijakan pengelolan karst berbasis karakteristik karst ditekan pada kenampakan permukaan (eksokarst). Strategi kebijakan pengelolaan karst berbasis kewilayahan merupakan rencana pengelolaan kawasan karst secara menyeluruh. Pengelolaan sumberdaya air erat kaitannya dengan keberadaan komponen karst (eksokarst), meliputi pengelolaan mataair, telaga, gua, dan bukit karst menjadi upaya penting dalam pengelolaan sumberdaya air. Pengelolaan berbasis kewilayahan mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya adalah keberadaannya (morfologi), konservasi kehutanan, dan arahan peruntukan fungsi. ABSTRACT Groundwater resources in Gunung Kidul Regency synonymous with underground system Bribin (Bribin watershed). Reservoir Bribin 1, Bribin 2, and Seropan located in the Dadapayu village Semanu Sub-District utilize to comply needs of population in Gunung Kidul Regency. Existance of Bribin Watershed is very important for continuance and welfare of population which must be managed sustainability. Environmental management in order to achieve sustainability of water resources was emphasized on water recharge, namely Bribin Watershed of upstream section. Identification extent of damage in Bribin Watershed into one of urgency things because the area as underground supplier into reservoir river of Bribin, Baron, and Seropan was utilized for the needs of population. Extent damage of karst is assessed based on morphology of karst basin. This research was conducted using field observations and literature studies related to condition os study area. Considered of karst damage parameters, includes morphology change caused by mining, existance outlet basin, land cover, condition of springs, caves, and existance of building over the karst surface must be conducted assessment in extent of damage. Administratively, extent of damage karst is very high located in Kenteng, Karangasem, and Bedoyo Village, area of 922.27 hectares. The high levels of extent of damage karst is Ponjong, Sawahan, Sumbergiri Village, area of 9424.24 hectares. The high levels of extent of damage karst among others, existance of great mining, springs, and building over the karst surface. Efforts conservation and management strategies commits based on characteristic karst and regional. Karst management policy strategies based on characteristic karst was pressed in surface appearace(eksokarst). Karst management policy strategies based on regional are management karst area plan overall. Water resources management is related to existence of karst component (eksokarst), include management of springs, reservoir, caves and karst hills into an important effort of water resources. Management based on regionally considers several factors, among others, existance of morphology, forest conservation, and landing of design function
ANALISIS KELAYAKAN TAPAK RENCANA SABO MELALUI FOTO UDARA, STUDI KASUS SUNGAI LOGAWA
ABSTRAK Sabo merupakan bangunan melintang ditubuh sungai. Sabo sangat vital dalam mengendalikan lajunya sedimen hasil luapan material vulkanik dari sebuah gunungapi aktif. Sabo berfungsi juga untuk melindungi lingkungan alam dan fasilitas umum yang ada di sekitar dan sepanjang aliran sungai dari kerusakan akibat aliran material vulkanik tersebut. Artikel ini bermaksud mengungkapkan penggunaan peranan foto udara yang berskala menengah (1:50.000) dan dengan keterbatasannya, masih dapat dimanfaatkan sebagai media analisis kelayakan suatu tapak Sabo. Dalam upaya memilih lokasi yang paling sesuai dari beberapa alternative tapak Sabo, sering dihadapkan pada masalah sulitnya menelusuri medan. Topografi terjal dan kenampakan geografis yang kompleks dapat ditanggulangi melalui analisis foto udara, sehingga secara selektif dapat dilakukan pengamatan seperlunya
POLA KETAHANAN DAN STRATEGI RUMAH TANGGA DI DESA PERTANIAN SUBSISTEN ( STUDI KASUS DESA TIRTOHARGO KECAMATAN KRETEK KABUPATEN BANTUL)
ABSTRAK Ketersediaan sumberdaya, terutama sumberdaya lahan pertanian, sangat berpengaruh terhadap pola ketahanan dan strategi rumah tangga. Di beberapa desa di DIY, dengan rata-rata kepemilikan lahan pertanian yang sempit sangat sulit untuk tetap mempertahankan kuanlitas maupun kualitas pemenuhan kebutuhan hidup. Krisis ekonomi memaksa penduduk di desa pertaniansubsisten untuk melakukan adaptasi. Adaptasi merupakan suaiu bentuk strategi kelangsungan hiduprumah tangga dalam menghadapiperubahan kondisi sosial-ekonomi. Sirategi kelangsungan hidup rumah tangga di desa pertanian subsisien ini menarik untukPenelitian ini bertujuan untuk mengukur pengaruh dari krisis ekonomi terhadap ketahanan rumah tangga di desa pertanian subsisten balk dari aspek konsumsi maupun produksi, mengetahui respon rumah tangga tani terhadap keberlangsungan usaha rani, serta mengetahui pola strategi yang dilakukan untuk mempertahankan keberlangsungan hidup dan implikasinya terhadap Icesejahteraan rumah tangga_ Pengumpulan data ketahanan rumah tangga dilakukan meIalui survey terhadaprumah tangga (rumah tangga tani maupun rumah tangga non pertanian) di Desa Tirtohargo. Teknik pengambilan sampel digunakan telcnik random sampling dengan sampel sejumlah 50 sampel. Data basil survey rumah tangga dilengkapi dengan observasi lapangan dan wawancara bebas dengan informan kunci. Analisis data yang digunakan meliputi analisis label silang dan analisis determinan. Untuk melakulcan pengolahan dan analisis data menggunakan Program SPSS Under Windows.Hasil penelitian menunjukan bahwa kriSiS ekonomi berdampak terhadap tingIcatpendapatan masyarakat dew, termasuk di desa pertanian subsisten. Hampir separo dari rumah tangga yang ada tidak mampu mempertahankan tingkat pendapatan vangdahulu telandiperolehsebelum terjadinya krisis. Ketidalcmampuan mempertahankan tingkat pendapatan tersebut disebabkan terganggurrya aldivitas produksi Dengan keterbatasan pendapatan mereka terpaksa melakulcanpenghematan pengeluaran untuk konsumsi sebagai strategi mempertahankan hidup (survival strategy). Dampak krisis lebih dirasakan oleh rumah tangga yang hanya menguasahi lahan kurang dari seperempat hektar. Respon terhadap kegiatan pertanianyang paling banyak dilakukan adaIah respon perturnbuhan (the growth response) dan respon keterpuasan (the satis ier response). Faktor pembeda utama respon terhadap kegiatanpertanian adalahjumlahjenispekerjaanatau tingkat diversifikasi pekerjaan rumah tangga. Bentukstrategi rumah tangga yang banyak dilakukan adaIah strategi diversifikasi pekerjaan, terutama rumah tangga berlahan sempit
PENGEMBANGAN METODE 'DRASTIC' UNTUK PREDIKSI KERENTANAN AIRTANAH BEBAS TERHADAP PENCEMARAN DI SLEMAN
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui sebaran setiap parameter DRASTIC; (2) mengetahui sebaran penggunaan lahan; (3) mengetahui tingkat kerentanan airtanah bebas terhadap pencemaran; (4) evaluasi tingkat kerentanan airtanah bebas terhadap pencemaran. Metode yang digunakan adalah pembobotan dan penilaian parameter, meliputi parameter DRASTIC dan penggunaan lahan. Keret?. tanan airtanah bebas ditentitkan dengan penjumlahan hasil perkalian bobot dan nilai semua parameter. Penjumlahan hasil kali parameter DRASTIC menghasilkan Indeks DRASTIC yang mencerminkan kerentanan statis, sedangkan penggabungan Indeks DRASTIC dan hash kali parameter penggunaan lahan menghasilkan Indeks Kerentanan yang mencerminkan kerentanan dinamis. Keseluruhan airtanah bebas di daerah penelitian mempunyai kerentanan tinggi terhadap pencentar. Faktor yang mempengaruhi tingginya tingkat kerentanan adalah kedalaman muka airtanah bebas, materi yang porus, dan penggunaan lahan
Persepsi Masyarakat terhadap Pengelolaan Sampah Padat Perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo Kabupaten Dili-Timor Leste
ABSTRAK Penelitiaan mengenai persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah padat perkotaan dilaksanakan di Kecamatan Dom Aleixo, Kabupaten Dili Timor Leste dengan sampel penelitiannya adalah rumah tangga yang ada di Desa Comoro dan Bairopite. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk: (1) mengkaji persepsi masyarakat terhadap usaha pemerintah dalam memberdayakan, menguatkan serta bagaimana menfasilitasi peranserta masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangganya; (2) mengkaji kelemahan-kelemahan maupun permasalahan yang dihadapi Pemerintah Kota Dili dalam hal: (a) merumuskan kebijakan dan peraturan daerah tentang pengelolaan sampah padat perkotaan di Kecamatan Dom Aleixo; (b) bagaimana usaha pemerintah daerah menggerakkan masyarakat agar berperan serta secara aktif dalam kegiatan pengelolaan sampah rumah tangganya; (3) mengkaji struktur kelembagaan Pemerintah Kota Dili guna mempertegas pendelegasian wewenang institusi pengelolaan sampah perkotaan; (4) membantu menfasilitasi keterlibatan stakeholder dalam mendukung program pemerintah mengenai pengelolaan sampah perkotaan di Kabupaten Dili. Penelitian ini merupakan penelitian yang merujuk pada kegiatan lapangan atau survei. Dari populasi yang ada dipilih sejumlah sampel mengunakan teknik sampling yaitu secara random sampling. Teknik ini dipilih karena populasi sudah diketahui memiliki karakteristik yang homogen sehingga setiap individu yang terpilih sebagai sampel diyakini mampu menggambarkan karakteristik dari populasi tersebut. Data yang diperoleh dianalisis secara mix method yaitu gabungan antara analisis kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis ini dipilih dengan pertimbangan bahwa data yang telah diolah secara kuantitatif yaitu dengan teknik scoring diharapkan dapat di interpretasi secara lebih luas dan mendalam dengan teknik kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli 2010 sampai dengan Agustus 2010. Hasil dari penelitian ini : (a) untuk kepentingan pemerintah daerah dalam usaha pemberdayaan, penguatan dan fasilitasi masyarakat melalui pendidikan non formal, penyuluhan, pendampingan dan pengembangan program 3R (reuse, reduce dan recycling) guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah rumah tangganya, (b) sebagai model dalam merumuskan kebijakan dan aturan daerah guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap pengelolaan sampah padat perkotaan, (c) sebagai masukan untuk pemerintah pusat dalam menentukan intansi pengelola sampah perkotaan guna meningkatkan persepsi masyarakat terhadap kinerja Pemkot Dili, (d) sebagai masukan untuk pemerintah kota Dili dalam melibatkan peranan stakeholder terhadap kegiatan pengelolaan sampah perkotaan di Kota Dili. ABSTRACT A case study regarding to public perception of municipal solid waste management in Sub District Dom Aleixo, Dili Timor Leste with a sample of research is household in the village of Comoro and Bairopite. This research was conducted with the aim to: (1) to assess the public perception of the government's effort to empowering, strengthening and how to facilitate public participation in managing their household waste; (2) to assess the weaknesses and problems faced by the local government of Dili city in terms of: (a) formulation of policies and regulations draft about municipal solid waste management in Sub district Dom Aleixo; (b) how local government to encourage mobilization of community to participate actively in the activities of the household waste management; (3) to review the institutional structure government of Dili city to reinforce the institution of delegations of urban waste management; (4) to help facilitate the involvement of stakeholders in supporting the government's program on urban waste management in the Dili district.These researches represent the researches which refer to the activity of field or survey. From existing population selected by a number of samples base on sampling technique that is by random sampling. The reason why to choice the technique, because population have been known to have the homogeneous characteristic so that every chosen individual as sample believed can represent the characteristic of the population. The data was collected will be analysis by mix method that is combined between quantitative analysis and qualitative. Technique analyses this selected with the consideration that data which have been processed quantitatively that is with the technique scoring expected to interpretation broader and circumstantial with the technique qualitative. This research was conducted on July 2010 to August 2010. The results of this study: (a) local government importance to empowering, strengthening and how to facilitate people through informal education, environmental champagne, and working together to manage waste through 3R program (Reduce, Reuse and Recycling) to encourage people perception on household waste management, (b) as a model to formulate local low and regulation to improve community perception about city solid waste management, (c) as an input to help central government to decide local institute or department for solid waste management to improve perception of community that Dili District local government performance, (d) as an input to local government Dili District how to given opportunity for stakeholder to participate on city solid waste management activity.
Partisipasi Masyarakat Anggota Koperasi Hutan Jaya Lestari dalam Pembangunan Hutan Rakyat di Kabupaten Konawe Selatan
ABSTRAK Penelitian ini dilakukan di Hutan Jaya Lestari koperasi di Kabupaten Konawe Selatan di lihat sukses untuk memotivasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam develoment masyarakat hutan. Ini berhasil ditunjukkan dengan tingginya minat masyarakat untuk mengasosiasikan dengan KHJL. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi bentuk bangunan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Hutan Jaya Lestari kepada masyarakat, untuk memahami tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat, dan untuk mengetahui pengaruh pendidikan, pendapatan, motivasi, kepemimpinan, dan bimbingan, menuju Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi kuantitatif dan kualitatif. Data dikumpulkan dengan survei menggunakan kuesioner, wawancara intensif, observating, dan membuat dokumentasi. Keputusan sampel dilakukan dengan teknik proporsional random sampling, dengan 113 jumlah rumah tangga sampel. Analisis data dilakukan dengan teknik penilaian, dan untuk mengetahui pengaruh antara variabel dengan menggunakan Pearson Product Moment uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pembangunan masyarakat yang dilakukan oleh Koperasi Hutan Jaya Lestari yang menganugerahkan bantuan benih sebagai stimulus, konseling, pelatihan, pemantauan lokasi hutan kemasyarakatan, dan membantu para petani untuk berhubungan dengan benih penyedia dan instansi pemerintah. Tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat pada tahap perencanaan, pelaksanaan, dan pemeliharaan diklasifikasikan menengah. Pendidikan dan pendapatan tidak berpengaruh signifikan terhadap tingkat partisipasi masyarakat dalam pengembangan hutan rakyat, sedangkan motivasi, kepemimpinan, dan konstruksi menunjukkan pengaruh yang signifikan. Yang paling berpengaruh faktor untuk tingkat partisipasi masyarakat adalah motivasi. Berdasarkan hasil penelitian, penulis menyarankan bahwa pemerintah daerah Konawe Selatan melakukan pembangunan masyarakat dan memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berpartisipasi untuk pembangunan hutan. ABSTRACT This research was conducted at Hutan Jaya Lestari cooperative in South Konawe regency viewed succesful to motivate the society to participated in develoment of forest community. This succeed is shown with the high interest of the society to associate with KHJL. The research aims to evaluate the forms of community building done by Hutan Jaya Lestari Cooperative to society, to understand the society’s participation level in development of community forest, and to know the effect of education, income, motivation, leadership, and guidance, toward the society’s participation level in development of community forest.The method used in this study is the combination of quantitative and qualitative. The data were collected with survey using a questionnaire, interviewing intensively , observating, and making documentation. The samples decision was done by proportional random sampling technique, with 113 number of sample households. The analysis of data was conducted with scoring techniques, and to know the influence between variables by using Pearson Product Moment correlation test. The result of research shows that the community building program done by Hutan Jaya Lestari Cooperative are bestowing of seed aid as a stimulus, counseling, training, monitoring the location of community forest, and helping the farmers to relate to seed providers and government institution. The level of society’s participation in development of community forest at the stage of planning, implementation, and maintenance classified medium. Education and income do not influence significantly to the level of society’s participation in development of community forest, whereas the motivation, leadership, and construction indicate significant influence. The most influence factor to the level of society’s participation is motivation. Based on the result of the research, the authors suggested that the regional government of South Konawe conduct community building and provide opportunities to communities for participate to forest development
Studi Bahaya Erosi Tanah Dengan Metode Pemetaan Cepat (Rapid Mapping) di Sub DAS Cimanuk Hulu
ABSTRAK Erosi tanah merupakan salah satu isu ekosistem lingkungan yang banyak menjadi perhatian, dimana manusia berperan merubah lingkungan yang ada di pegunungan seperti kondisi saat ini Sub DAS Cimanuk Hulu cukup memprihatinkan apabila tidak dilakukan penanganan dan pengendalian pemanfaatan ruangnya. Kaitannya dalam memperoleh informasi pendugaan erosi, metode kualitatif dimana dalam analisisanya dibantu menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG) lebih fleksibel dibandingkan model erosi lainnya dan penerapannya dapat disesuaikan dengan karakteristik daerah kajian dan ketersediaan data. Penelitian ini menggunakan Metode Pemetaan Cepat (Rapid Mapping) untuk mengidentifikasi persebaran bahaya erosi berdasarkan faktor-faktor yang mempengaruhi erosi seperti penutupan lahan, prosentase tanah terbuka dan kemiringan lereng diturunkan dari analisis Citra dan DEM. Hasil menunjukkan bahwa dengan memanfaatkan analisis Citra dan DEM cukup efektif untuk mengetahui persebaran bahaya erosi dan dapat digunakan untuk menentukan arahan teknik konservasi tanah. ABSTRACT Soil erosion is one of the issues that many ecosystems of concern, where people act to change the environment in the mountains as the current conditions sub watershed Cimanuk Hulu quite alarming if not the handling and control of the use of space. Relation to erosion prediction information, qualitative methods which aided in analyze using Geographic Information System (GIS) is more flexible than other erosion models and their application can be tailored to the characteristics of the study area and data availability. This study used the Fast Mapping (Rapid Mapping) to identify the distribution of erosion based on factors that affect erosion as land cover, percentage of bareland and slope derived from the analysis of the image and DEM.Results show that by using image analysis and DEM effectively enough to know of erosion hazard and the distribution can be used to determine the soil conservation directive.